You are on page 1of 3

Tugas metodologi penelitian

FAKTOR PENYEBAB DAN YANG
MEMPENGARUHI TERJADINYA GIZI KURANG
PADA BALITA

R AT N AS AR I

10542 0068 09

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2012

Gizi buruk banyak dialami oleh bayi dibawah lima tahun (balita). FAK T O R P E N Y E B A B D A N YAN G M E M P E N G A R U H I T E R J A D I N YA G I Z I KURANG PADA BALITA 1. Jika faktor-faktor yang mempengaruhi kasus gizi buruk pada balita diketahui dan diatasi dengan tepat. Gizi buruk masih menjadi masalah yang belum terselesaikan sampai saat ini. atau nutrisinya di bawah standar. Upaya pencegahan yang dilakukan di antaranya dengan selalu meningkatkan sosialisasi.Masalah gizi buruk dan kekurangan gizi telah menjadi keprihatinan dunia sebab penderita gizi buruk umumnya adalah balita dan anak-anak yang tidak lain adalah generasi generous bangsa. . otomatis kasus gizi buruk akan berkurang. pelatihan petugas lapangan. faktor lingkungan dan budaya turut andil dalam kasus gizi buruk. Sebab langsung adalah kurangnya asupan gizi dari makanan dan akibat terjadinya penyakit bawaan yang mengakibatkan mudah terinfeksi penyakit DBD. Namun penyebab dasar terjadinya gizi buruk ada dua hal yaitu sebab langsung dan sebab tidak langsung. Kasus gizi buruk merupakan aib bagi pemerintah dan masyarakat karena terjadi di tengah pesatnya kemajuan zaman Dengan alasan tersebut.Namun sampai saat ini penanganan yang diberikan. hanya mampu mengurangi sedikit kasus gizi buruk pada balita. Hal ini membuktikan bahwa penanganan dan program yang diberikan oleh pemerintah belum mampu menekan jumlah kasus gizi buruk yang ada. 2009). HIV/ AIDS. Selain kemiskinan. Banyak faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi gizi buruk. pengarahan mengenai pentingnya ASI eksklusif pada ibu yang memiliki bayi. serta koordinasi lintas sektor terkait pemenuhan pangan dan gizi. Kurangnya asupan gizi bisa disebabkan oleh terbatasnya jumlah makanan yang dikonsumsi atau makanannya tidak memenuhi unsur gizi yang dibutuhkan karena alasan sosial dan ekonomi yakni kemiskinan (Republika.1 Latar Belakang Gizi buruk merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan nutrisi. Ketidakberhasilan penanganan dan program tersebut mungkin dikarenakan kurang tepatnyaperbaikan terhadap faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi kasus gizi buruk pada balita. Sedangkan kemiskinan diduga menjadi penyebab utama terjadinya gizi buruk. dan lain-lain. masalah ini selalu menjadi program penanganan khusus oleh pemerintah. kunjungan langsung ke para penderita gizi buruk.

2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas. Membantu masyarakat yang terpapar gizi buruk 3. 2. maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah. Mampu mengetahui factor penyebab terjadinya gizi buruk 2.1. Mengatasi masalah gizi buruk 4.3 Tujuan Berdasarkan permasalahan yang muncul. Upaya pencegahan gizi buruk 6. dapat dirumuskan tujuan penelitian ini adalah. 2. . 2. Bagi pemerintah. Selain itu memberikan metode alternatif untuk penyelesaian masalah yang melibatkan analisis regresi. Mendapatkan model dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gizi buruk pada balita dengan Spatial Autoregressive Model (SAR).3 Tujuan khusus 1.4 Manfaat Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu statistika. Bagaimana model gizi buruk pada balita dengan Spatial Autoregressive Model (SAR) serta faktor-faktor apa saja yang berpengaruh. khususnya tentang pemodelan spasial. Menanggulangi penyebab gizi buruk 5. diharapkan bisa memberikan informasi dalam mengambil kebijakan-kebijakan untuk meminimalkan jumlah gizi buruk pada balita dengan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi terlebih dahulu.