You are on page 1of 11

MAKALAH

PERBEDAAN ANTARA SNI 2847-2002 DAN
SNI 2847-2013
Dosen Pengampu : Maris Setyo Nugroho, S.PdT., Cand M.Eng.

Disusun oleh :

Deni Cahyo Nugroho 5150811369
Wahyu Kutiadi 5150811373
Aji Hari Nugroho 5150811380
Akhmad Yusuf Ardiyansah 5150811373

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat
serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah
kami tepat pada waktunya. Makalah yang berjudul “PERBEDAAN ANTARA
SNI 2847-2002 DAN SNI 2847-2013” ini berisi pembahasan-pembahasan
mengenai perbedaan antara kedua SNI tersebut sehingga diketahui perubahan apa
saja yang dilakukan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhai segala usaha kita. Amiin.

Yogyakarta, Februari 2017

Penyusun

1
DAFTAR ISI

MAKALAH........................................................................................i
KATA PENGANTAR...........................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................ii
BAB I.............................................................................................1
PENDAHULUAN..............................................................................1
1.1 Latar Belakang...................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..............................................................2
1.3 Tujuan................................................................................2
1.4 Manfaat..............................................................................2
1.5 Batasan Masalah................................................................2
BAB II............................................................................................3
PEMBAHASAN................................................................................3
2.1 Umum................................................................................3
2.2 Perbedaan SNI 03-2847-2002 dan SNI 2847:2013.............3
BAB III............................................................................................7
PENUTUP.......................................................................................7
4.1 SIMPULAN..........................................................................7
4.2 SARAN................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................8

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan terus berkembang
dengan pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat tersebut berdampak
pada berbagai macam aspek, termasuk dalam aspek konstruksi bangunan.
Penemuan teori-teori baru dari percobaan-percobaan baru dalam bidang
konstruksi yang dilakukan dan menghasilkan inovasi-inovasi baru yang mampu
memperbaiki kelemahan dari sebuah standar sehingga harus dilakukan pembaruan
pada standarisasi tersebut. Tidak hanya itu, pembaruan standarisasi juga
dipengaruhi oleh perubahan keadaan atau kejadian yang pernah terjadi seperti
gempa yang terjadi di suatu daerah yang memang sebelumnya tidak p0ernah
terjadi gempa.

SNI atau Standar Nasional Indonesia adalah sebuah standar yang dibuat
oleh BSN atau Badan Standarisasi Nasional yang berlaku di Indonesia sebagai
standar untuk melakukan pekerjaan atau membuat suatu produk. SNI mencakup
banyak bidang termasuk dalam bidang konstruksi bangunan. Standarisasi tersebut
dibuat agar pembangunan dilakukan dengan tidak sembarangan dan produk atau
hasil pembangunan tersebut aman dari berbagai bahaya.

SNI 2847 adalah salah satu SNI dalam dalam bidang konstruksi yang
mengatur dan memberi standar pada pembangunan gedung. Dulu bidang ini diatur
oleh PBI 1971.pada tahun 1992 dirubah menjadi SNI 03-2847-1992, lalu tahun
2002 dilakukan perubahan lagi menjadi SNI 03-2847-2002, dan dilakukan
perubahan lagi tahun 2013 menjadi SNI 2847:2013. Dalam setiap perubahanya,
SNI lama dan baru terdapat banyak perbedaan. Dalam makalah ini kami akan
menunjukkan beberapa perbedaan antara SNI 03-2847-2002 dan SNI 2847:2013
yang tersurat dalam dokumen tersebut. Beberapa perbedaan yang kami tunjukkan
ini bisa menjadi bahan evaluasi dari pembaruan SNI tersebut.

1
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka dapat disimpulkan rumusan masalah ini
yaitu apa saja perbedaan antara SNI 03-2847-2002 dan SNI 2847:2013.

1.3 Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu untuk mengetahui perbedaanapa
saja dari SNI 03-2847-2002 dan SNI 2847:2013 sesuai dengan yang tersurat
dalam dokumen.

1.4 Manfaat
Manfaat dari penyusunan makalah ini antara lain:
1. Pembaca dapat membandingkan SNI 03-2847-2002 dengan SNI 2847:2013
2. Makalah ini dapat menjadi bahan untuk mengevaluasi perubahan yang
dilakukukan.

1.5 Batasan Masalah
Penyusunan makalah ini dibatasi hanya membahas dari
sistematika penyusunan secara umum, bab bahan sampai
dengan bab beton pracetak.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Umum
Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI) memang adalah
satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia.
SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan
Standardisasi Nasional (BSN). Dalam perkembanganya, SNI
mengalami perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan
ilmu pengetahuan serta perubahan keadaan dan situasi pada
tempat tertentu. SNI 2847 yang memberi standar dalam
perancangan sebuah gedung adalah salah satunya. SNI ini
mengalami perubahan dari PBI 1971, pada tahun 1992 dirubah menjadi SNI 03-
2847-1992, lalu tahun 2002 dilakukan perubahan lagi menjadi SNI 03-2847-2002,
dan dilakukan perubahan lagi tahun 2013 menjadi SNI 2847:2013.

2.2 Perbedaan SNI 03-2847-2002 dan SNI 2847:2013
Perbedaan SNI 03-2847-2002 dan SNI 2847:2013 meliputi
banyak bangian, beberapa diantaranya diuraikan sebagai berikut
:
1. Sistematika penulisan
Sistematika penulisan SNI 03-2847-2002 dan SNI 2847:2013
mengalami perubahan total, mulai dari penempatan bab
maupun pengelompokan sub bab. Selain itu terdapat
perubahan pada istilah-istilah yang digunakan. Untuk
perbandinganya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.1 Perbandingan penyusunan SNI 03-2847-2002 dan
SNI 2847:2013
No SNI 2847- SNI 2847-
Materi
. 2002 2013
1 Istilah Dan Definisi Bab 3 Bab 2

3
2 Material Bab 5 Bab 3
3 Standart Rujukan Material - Sub bab 3.8
4 Persyaratan Durabilitas Beton Bab 6 Bab 4
5 Kualitas, Pencampuran, Dan Pengecoran Bab 7 Bab 5
6 Cetakan, Penampang Dan Joint Konstruksi Bab 8 Bab 6
7 Detail Penulangan Bab 9 Bab 7
8 Analisis Dan Perancangan Bab 10 Bab 8
Sub bab
9 Beton Ringan Sub bab 8.6
13.2
Kekakuan Efetif Untuk Menentukan
10 - Sub bab 8.8
Defleksi Lateral
Persyaratan Kekakuan Dan Kemampuan
11 Bab 11 Bab 9
Layan
12 Lentur Dan Aksial Bab 12 Bab 10
Sub bab
12.11;
13 Perbesaran Momen -
12.12;
12.13
14 Geser Dan Puntir Bab 13 Bab 11
15 Penyaluran Dan Sambungan Tulangan Bab 14 Bab 12
16 Pelat Dua Arah Bab 15 Bab 13
17 Dinding Bab 16 Bab 14
18 Fondasi Telapak Bab 17 Bab 15
19 Beton Pracetak Bab 18 Bab 16
20 Komponen Struktur Lentur Beton Komposit Bab 19 Bab 17
21 Beton Prategang Bab 20 Bab 18
22 Komponen Cangkang Dan Pelat Lipat Bab 21 Bab 19
23 Evaluasi Kekuatan Struktur Bab 22 Bab 20
24 Struktur Tahan Gempa Bab 23 Bab 21
25 Beton Polos Struktural Bab 24 Bab 22
Sub bab
26 Rangka Momen Biasa -
21.2
Sub bab
27 Dinding Struktur Pracetak Menengah -
21.4
Rangka Momen Khusus Yang Dibangun Sub bab
28 -
Menggunakan Beton Pracetak 21.8
Dinding Struktur Khusus Yang Dibangun Sub bab
29 -
Menggunakan Beton Pracetak 21.10
30 Metode Desain Alternatif Bab 25 -
31 Metode Surat Dan Pengikat - Lampiran A

2. Standarisasi Bahan
a. Standarisasi Semen

4
Pada SNI 03-2847-2002 untuk semen portland
menggunakan acuan SNI 15-2049-1994, semen blended
hidrolis menggunakan ASTM C595 kecuali tipe S dan SA,
Semen hidrolis ekspansif menggunakan ASTM C 845.
Sedangkan pada SNI 2847:2013, semen portland
menggunakan acuan ASTM C150M, semen blended hidrolis
menggunakan ASTM C595M kecuali tipe IS, Semen hidrolis
menggunakan ASTM C1157, serta tambahan standarisasi
untuk fly ash, semen slag, dan silica fume.
b. Standarisasi Agregat
Pada SNI 03-2847-2002 acuan yang digunakan adalah
ASTM C33 dan SNI 03-2461-1991, sedangkan SNI 2847:2013
menggunakan acuan ASTM C33M dan ASTM C330M.
c. Standarisasi Air
Pada SNI 03-2847-2002 acuan yang digunakan adalah
ASTM C 109 sedangkan SNI 2847:2013 acuan yang
digunakan adalah ASTM C1602M.
3. Standarisasi Kulaitas, Pencampuran, dan Pengecoran
Dalam bagian ini terdapat perbedaan pada persamaan nilai
dari standar deviasi jika data tidak tersedia dan acuan
standarisasi pencampuran beton ready mix
4. Standarisasi Analisis dan Desain Pertimbangan Umum
Penambahan standarisasi untuk beton ringan pada SNI 2847 :
2013.
5. Standarisasi Persyaratan Kekuatan dan Kemampuan Layan
Pada SNI 2847 : 2013, terdapat sub bab untuk standarisasi
desain dari pengaruh impak, pengaruh regangan sendiri,
pengaruh fluida, tekanan tanah lateral, beban banjir dan es,
dan gaya jeking. Selain itu penjelasan pada bagian kuat
rencana dan kuat desain tulangan lebih terperinci.
6. Standarisasi Beban Lentur dan Aksial
Terdapat perbedaan perbedaan persamaan yang digunakan
dalam perhitungan spasi tulangan terdekat ke muka tarik
pada distribusi tulangan lentur pada balok dan slab satu arah.
7. Standarisasi Geser dan Torsi

5
Pada bagian kekuatan gerser, SNI 2847 : 2013 terdapat
penambahan persamaan-persamaan untuk perhitungan kuat
geser, penghapusan sub bab beton ringan dan perhitungan
komponen struktur prategang keblikan dari SNI 03-2847-
2002., perbedaan persamaan yang digunakan untuk
ketentuan untuk dinding dan juga untuk ketentuan untuk slab
dan fondasi telapak
8. Standarisasi Penyaluran Sambungan dan Tulangan
Standarisasi penyaluran tulangan SNI 2847 : 2013 lebih
detail.
9. Standarisasi Dinding
Terdapat perbedaan pada rasio minimum luas tulangan
vertial terhadap luas bruto beton dengan fy pada SNI 03-
2847-2002 minimum 400 Mpa sedangkan untuk SNI 2847 :
2013 420 Mpa. Serta penambahan persamaan di SNI 2847 :
2013.
10. Standarisasi Beton pracetak
Pada bagian desain komponen strutur, SNI 03-2847-2002,
Slab lantai dan atap pracetak satu arah dan pada panel
dinding pracetak, prategang satu arah, semua tidak lebih
lebar dari 4 m, sedangkan SNI 2847 : 2013 tidak boleh lebih
dari 3,7 m. Dan juga selisih lain untuk kuat tarik nominal,
panel dinding pracetak dan pengikat longitudinal dan
treansversal minimal

6
BAB III
PENUTUP

4.1 SIMPULAN

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa banyak
perbedaan antara SNI 03-2847-2002 dan SNI 2847 : 2013 mulai dari
sistematika penyusunan, standarisasi bahan, kualitas pencampuran dan
pengecoran, analisis dan desain pertimbangan umum, persyaratan
kekuatan dan kemampuan layan, beban lentur dan aksial, geser
dan torsi, penyaluran sambungan dan tulangan, penyaluran
sambungan dan tulangan, dinding, dan beton pracetak.
Perubahan tersebut menyesuaikan dengan perembangan ilmu
pengetahuan dan perubahan keadaan situasi dan kondisi di
Indonesia.

4.2 SARAN

Perlunya studi lebih lanjut untuk membandingan kualitas
produk yang dihasilkan dari kedua SNI tersebut serta untuk
mengetahui perbandingan dari kedua SNI dan untuk inovasi
selanjutnya.

7
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, SNI-03-2847-2002, Tata Cara Perhitungan Struktur
Beton Untuk Bangunan Gedung, Badan Standarisasi
Nasional.

Anonim, SNI-2847-2013, Persyaratan Beton Struktural Untuk
Bangunan Gedung, Badan Standarisasi Nasional.

Anonim, Standar Nasional Indonesia,
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Standar_Nasional_Indonesia
diakses pada tanggal 28-2-2017 pukul 19.46 WIB

8