You are on page 1of 27

UNIVERSITAS MULAWARMAN

FAKULTAS TEKNIK
PS S1 TEKNIK PERTAMBANGAN

PROPOSAL
SKRIPSI

Nama : Heprianoor
NIM : 1009045007
Peminatan : Penirisan Tambang
Judul Penelitian : Rancangan Sistem Penyaliran Tambang Berdasarkan
Kemajuan Tambang pada Pit.X di PT.Y
Pembimbing 1 : Ir. Sakdillah, MM.T.
Pembimbing 2 : Tommy Trides, ST,MT
Dilaksanakan : Semester Genap 2013/2014

1. Judul Penelitian

Rancangan Sistem Penyaliran Tambang Berdasarkan Kemajuan Tambang pada Pit.X di
PT.Y

2. Latar Belakang Masalah

Pada masa mendatang, produksi batubara Indonesia diperkirakan akan terus meningkat;
tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (domestik), tetapi juga untuk
memenuhi permintaan luar negeri (ekspor). Hal ini mengingat sumber daya batubara
Indonesia yang masih melimpah, di lain pihak harga BBM yang tetap tinggi, menuntut
industri yang selama ini berbahan bakar minyak untuk beralih menggunakan batubara.
Demikian pula halnya dengan permintaan batubara dari negara-negara pengimpor
mengakibatkan produksi akan semakin meningkat pula.

1

Berbagai macam metode penambangan batubara dapat dilakukan perusahaan untuk
meningkatkan serta memaksimalkan produksi. Salah satunya metode penambangan
tambang terbuka yang banyak dijumpai di KalimantanTimur. Salah satu ciri utama
metode tambang terbuka adalah adanya pengaruh iklim pada kegiatan penambangan.
Elemen-elemen iklim tersebut antara lain : hujan, panas (temperature), tekanan udara
dan sebagainya, yang dapat mempengaruhi kondisi tempat kerja, untuk kerja alat dan
kondisi pekerja, yang selanjutnya dapat mempengaruhi produktivitas tambang.

Air tambang memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas tambang. Apabila tidak
segera dilakukan penanganan yang baik maka air tambang akan mempengaruhi
produktivitas alat kerja, kemantapan lereng yang terganggu karena kondisi jenuh,
menimbulkan air asam tambang (acid main drainage) serta tergenangnya area bukaan
tambang menyebabkan kegiatan penambangan mengalami hambatan yang kesemuanya
itu tentunya akan mempengaruhi produksi tambang. Untuk mengatasi hal tersebut
diperlukan rancangan sistem penyaliran yang baik dan bisa diaplikasikan untuk
memperlancar kegiatan produksi nantinya.

3. Perumusan Masalah

Masalah yang akan diidentifikasi dalam penelitian ini yaitu :
a. Menghitung cycle time alat angkut overburden.
b. Menghitung produktivias alat angkut overburden.
c. Menghitung pemakian konsumsi bahan bakar pada alat angkut overburden.
d. Mengevaluasi pengaruh kemiringan jalan angkut terhadap produktivitas dan
konsumsi bahan bakar pada alat angkut overburden di area penambangan.

4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :
a. Untuk mengetahui waktu edar rata - rata alat angkut overburden pada kondisi
jalan angkut yang ada..

2

kanal. karyawan. loosening). kayu. 5. namun terkadang juga berhubungan dengan batuan. endapan bahan galian. tanggul. Disamping itu pekerjaan – pekerjaan semacam ini juga dilakukan pada kegiatan tambang. coal getting. leveling) dan pemadatan (compacting) tanah atau batuan dengan bantuan alat – alat mekanis disebut pemindahan tanah mekanis. Peneliti hanya mengamati grade jalan angkut dari front kerja sampai ke disposal. pada tambang terbuka khususnya. Untuk mengetahui perubahan produktivitas alat angkut overburden terhadap grade jalan yang ada tiap kenaikan atau penurunan grade sebesar 1%. perataan (spreading. Sebagai contoh penggunaan alat – alat mekanis untuk pengupasan lapisan tanah penutup. filling). seperti pengangkutan batubara dan material overburden pada kegiatan tambang terbuka.1 Alat Angkut Pengangkutan batuan. c. transporting). 6. Untuk mengetahui pengaruh kenaikan dan penurunan grade jalan tiap 1% terhadap fuel consumption alat angkut overburden. lapangan terbang dan lain – lain. Pekerjaan – pekerjaan semacam ini banyak terlihat dibidang perkerjaan / bangunan sipil. seperti : pembuatan jalan raya. pembuatan jalan – jalan tambang dan lain sebagainya. saluran irigasi. dam. b. dan barang – barang keperluan lainnya (supply) merupakan suatu hal yang sangat mempengaruhi kelancaran 3 . Tidak mengkaji lebih detail mengenai perhitungan produktivitas alat gali muat coal getting dan perhitungan biaya produksi alat. breaking. pemuatan (loading) pengangkutan (hauling. penumbunan (dumping. 2. Meskipun diberi nama pemindahan tanah mekanis akan tetapi sebenarnya tidak hanya terbatas pada tanah (soil) saja. Tinjauan Pustaka Segala macam pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan penggalian (digging. 6. Batasan Masalah Batasan masalah pada penelitian ini adalah : 1.

artinya dapat dipakai untuk mengangkut bermacam – macam material atau barang dengan muatan yang bentuk dan jumlahnya beraneka ragam. Karena kecepatannya yang tinggi (jika jalur baik). Truk jungkit (dump truck) b. yaitu truk yang mempunyai kapasitas diatas 100 ton. 2000). Seperti yang diketahui bahwa ukuran dan jenis truk beranekan macam sesuai dengan tujuan dan kegunaannya. Untuk truk jungkit pada umumnya dibagi menjadi tiga berdasarkan ukurannya. yaitu truk – truk yang mempunyai kapasitas sampai 25 ton. diesel. yakni : a. yaitu truk yang mempunyai kapasitas antara 25 – 100 ton. Power scraper c. Berikut merupakan alat angkut yang biasanya digunakan untuk kegiatan pemindahan material serta karyawan. serta tidak terlalu bergantung pada jalur jalar (tidak seperti conveyor atau lori). Untuk jarak jauh (lebih dari 20 km) bisa digunakan kereta api atau lokomotif (Partanto. Ukuran sedang. Overburden d. butane atau propane. Ukuran besar.1 Truk Jungkit (Dump Truck) Alat angkut ini banyak dipakai untuk mengangkut tanah. Lokomotif dan lori e. akan tetapi yang berukuran besar biasanya digerakkan oleh mesin diesel. 4 . Untuk pengangkutan jarak sedang (5 – 20 km) dapat dipakai truk yang berukuran besar atau belt conveyor. Kekurangan pada truk yakni tidak dapat melalui tanjakan yang terlalu tinggi. Truk juga bisa dibilang flexible. batuan dan lain sebagainya pada jarak dekat maupun sedang. c.operasi penambangan. Kemiringan jalan atau tanjakan yang dapat dilalui oleh truk dengan baik berkisar 7 – 18%. yakni : a. 6. maka truk memiliki produksi yang tinggi serta ongkos angkut per ton material yang cenderung rendah. Tongkang dan tugboat Untuk pengangkutan jarak dekat (kurang dari 5 km) biasanya dipakai truk dan power scaper. endapan bahan galian. Truk pada dasarnya digerakkan oleh motor bensin.1. Untung ruginya suatu perusahaan tambang juga terletak pada lancar atau tidaknya sarana pengangkutan yang tersedia. b. Ukuran kecil.

b. kecepatan belt. Banyak macam – macam conveyor masing – masing memiliki kekurangan dan kelebihan masing – masing. c. seperti : lebar belt. atau lebih lincah dan gesit. sehingga tak lekas merusak ban. kantong dan lain – lain. misalnya : pasir. banyak faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas belt conveyor. Lebih mudah untuk disesuaikan atau diselaraskan dengan kapasitas akat galinya. sudut roller atau idler 5 . Akan tetapi sebagai pegangan (rule of thumb) dapat dikatakan bahwa kapasitas minimum dari truk kira kira 4 – 5 kali kapasitas alat galinya (power shovel atau dragline). seperti : belt conveyor. Yang dimaksud unit load ialah benda yang dapat dihitung jumlahnya satu persatu. 2000). yaitu : Keuntungan : a.Mengenai cara pemilihan ukuran truk memang agak sukar menentukannya. overhead conveyor. Produktivitas belt conveyor tidak selamanya sama. Lebih mudah menggerakkan ke kanan dan ke kiri. Spotting time lebih lama. maupun mendatar. Namun yang umum dikenal dan banyak digunakan ialah belt conveyor.1. Diperlukan lebih banyak operator. Berikut merupakan keuntungan dan kerugian memakai truk yang kecil kapasitasnya. kemerosotan produksinya kecil.2 Conveyor Conveyor meupakan salah satu alat angkut yang dapat bekerja secara terus – menerus (continue) baik pada keadaan miring. bubuk atau serbuk. batubara. Sedangkan bulk material adalah material yang berupa butir . suku cadang untuk sasaran produksi yang sama. Ketika ada truk yang macet atau rusak. c. roller conveyor dan lain sebagainya. b. Dari berbagai ragam pengunaannya conveyor dapat terbuat dari karet ataupun logam. 6. sulit mengisi material karena ukuran bak yang kecil. Mesinnya sering memakai bahan bakar yang mahal (Partanto. semen dan lain – lain.butir. balok. Belt conveyor dapat digunakan untuk mengangkut material baik berupa unit load atau bulk material baik secara mendatar maupun miring. tegak. Kerugian : a. d. Lebih cepat dan ringan. misalnya kotak. waktu perawatan.

dan tenaga lokomotif. karena hal itu akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan tarik dan kecepatan lokomotif itu sendiri.1 Produktivitas Alat Angkut Dalam menentukkan durasi suatu pekerjaan. tonase yang akan diangkut relatif besar dan umur pekerjaan yang panjang.2.2 Produktivitas Alat Produktivitas merupakan banyaknya material yang dapat dipindahkan atau dialirkan persatuan waktu atau terhdap waktu tertemtu. yaitu dengan kemiringan maksimum 5%.terhadap bidang datar. Tenaga yang tersedia pada sebuah lokomotif harus mampu mengatasi gaya – gaya yang melawan geraknya pada saat lokomotif menarik rangkaian lori. Berdasarkan sumber tenaganya lokomotif dapat dibedakan menjadi enam macam. 6. bucket fill factor dan lain sebagainya. Dalam menghitung produktivitas khususnya alat angkut dan alat muat banyak hal – hal yang harus diperhatikan seperti sweel factor. Produktivitas alat sendiri bergantung pada 6 . lokomotif diesel. 6.1. Lokomotif merupakan sumber tenaga yang digunakan untuk menarik beban yang berada di dalam lori. 6. lokomotif motor bakar. lokomotif listrik dan lokomotif batere. jalan untuk mengangkut atau rel. yaitu : lokomotif uap. lokomotif udara.3 Lokomotif dan Lori Lokomotif dan lori merupakan salah satu alat angkut yang dapat dipakai untuk membantu kegiatan pemindahan tanah mekanis. 2000). maka pemilihan terhadap macam dan ukuran lokomotif selalu dengan memperhatikan kondisi pekerjaan yang dihadapi. jarak angkut yang panjang. sudut kemiringan belt dan lain sebagainya (Partanto. efisisiensi kerja. cycle time. Pemilihan penggunaan lokomotif dan lori sebagai alat angkut didasarkan pada pertimbangan jalan yang relatif datar. hal yang perlu diketahui adalah volum pekerjaan dan produktivitas alat tersebut. Dengan menggunakan lokomotif dan lori untuk sistem pengangkutan. kerapatan material.

Cara ini merupakan cara yang paling teliti dari yang lainnya.2) dengan: P = Produktivitas (m3/jam) E = Efisiensi kerja (%) I = Sweel Factor (%) 7 .. CT ……………. Perhitungan langsung yaitu suatu cara perhitungan dengan memperhatikan tiap – tiap faktor yang mempengaruhi produksi untuk menentukkan volum asli atau ton yang dapat dihasilkan oleh masing – masing alat yang dipergunakan. untuk produktivitas truk dapat dihitung dengan : IH P= Ex ………………………………………………………. Jika faktor efisiensi kerja dimasukkan maka rumusannya adalah : 60 Produktivitas = Kapasitas alat x x Efisiensi Kerja ……………………. (6..kapasitas dan waktu edar alat. maka perlu diperhitungkan lagi jumlah masing – masing alat....…. karena semua kondisi yang mungkin terjadi sudah diperhitungkan berdasarkan data lapangan yang tersedia.……………………. Produktivitas alat – alat pemindahan tanah mekanis khususnya truk biasanya dihitung dengan metode perhitungan langsung (direct computation).. Umumnya alat yang dipakai ialah excavator untuk menggali.. Tiap – tiap alat memiliki cara yang berbeda untuk perhitungan produktivitas.1) Pada umumya dalam suatu pekerjaan terdapat lebih dari satu jenis alat yang dipakai. CT (6. Karena ketiga alat tersebut memiliki produktivitas yang berbeda – beda. Sebagai contoh pekerjaan penggalian dan pemindahan tanah. loader untuk memindahkan hasil galian kedalam truk dan truk digunakan untuk pemindahan tanah.. Umumnya waktu siklus alat ditetapkan dalam menit sedangkan produktivitas alat dihitung dalam produksi/jam.

Dalam hal ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai perhitungan produktivitas alat muat dengan metode perhitungan langsung.. …………………. H = Kapasitas munjung (m3) CT = Waktu edar (menit) 6.……………………. (6.2.4) dengan: Q = Produktivitas (m3/jam) q = Produksi per siklus (m3) E = Efisiensi kerja (%) CT = Waktu edar (menit) Tabel 6..…………. Metode tabular ialah metode yang menggunakan tabel – tabel khusus untuk menghitung produktivitas sedangkan metode perhitungan langsung merupakan metode perhitungan secara langsung dengan menggunakan parameter – parameter yang ada.…... (6.3) dengan: q = Produksi per siklus (m3) q1 = Kapasitas munjung (m) K = Faktor pengisian bucket (%) Setelah produksi per siklus diketahui. selanjutnya menghitung produktivitas alat muat dengan rumusan sebagai berikut : q x 3600 x E Q = CT …………………………………......2 Produktivitas Alat Muat Untuk menghitung produktivitas alat muat dapat dihitung dengan dua metode yakni metode tabular dan metode perhitungan langsung.1 Bucket Fill Factor Kondisi Pemuatan Faktor 8 ...…………………. Produktivitas alat muat dapat dihitung dengan rumus : q = q1 x K ……………………………………………....

serta faktor medan atau kondisi jalan.5 – 0. tanah berpasir. Tetapi didasarkan atas ongkos termurah untuk tiap produksi cuyd atau ton. Besar kecilnya konsumsi bahan bakar suatu alat selain dipengaruhi oleh spesifikasi alat (misalkan HP. konsumsi bahan bakarnya dapat dihitung dengan rumusan sebagi berikut.8 ringan dan bahan dapat munjung dalan bucket : pasir. tanah liat 0. karena alat – alat mekanis yang berukuran besar cenderung memakan konsumsi bahan bakar yang lebih besar terlebih lagi seperti excavator dan bulldozer.0 – 0. dsb) juga dipengaruhi oleh efisiensi kerja. tanah liat yang tidak bisa dimuat gusur kedalam bucket. Menggali dan memuat batu pecah. batu – batu bundar yang 0. 2004) 6. Untuk alat – alat berat yang mengkonsumsi solar. tanah berpasir. tanah liat. (Nurhakim. 9 . dsb. Oleh karena itu harus pula diketahui bagaimana cara memperkirakan ongkos produksi per cuyd atau per ton suatu alat mekanis. tanah liat yang keras. Dalam dunia pertambangan ongkos untuk bahan bakar biasanya merupakan ongkos yang paling besar dikelurkan untuk biaya operasional alat. gravel yang belum disaring. Menggali dan memuat dari stockpile tanah lepas yang lebih sukar untuk Pemuatan digali dan dikeruk tetapi dapat dimuat sampai hampir munjung : pasir 0. Bongkahan.5 agak sulit dengan kadar air tinggi. tanah campur lempung. tanah bercampur tanah liat.6 sedang kering. efisiensi mesin. tanah colloidal berkadar air sedang. batu hasil ledakan. berat alat. tanah berpasir.4 sulit besar – besar. pasir bercampur batu besar. pasir padat.3 Konsumsi Bahan Bakar Pemilihan suatu alat bukan didasarkan atas besarnya produksi atau kapasitas alat tersebut. yang telah ada di stockpile. tanah berpasir. dsb. Menggali dan memuat material dari stockpile atau dari material yang Pemuatan telah dikeruk oleh alat muat lain.8 – 0. tanah colloidal yang liat.6 – 0. Umumnya alat – alat mekanis dalam kegiatan pertambangan mengonsumsi bahan bakar solar. pasir Pemuatan bercampur gravel. batuan besar dengan bentuk tidak teratur dengan ruangan Pemuatan diantara tumpukannya. yang tidak memerlukan lagi daya gali 1.

Gerakan yang dilakukan dalam satu siklus akan berbeda tergantung kepada : a. Seluruh kegiatan tersebut dapat dilakukan oleh satu alat atau oleh beberapa alat. Jenis alat berat yang digunakan.04 galon/HP/jam diganti dengan 0.5) Sebagai catatan faktor 0. 6. membongkar muatan dan kembali ke kegiatan awal. 6.  Bulldozer.04 x HP Efisiensi kerja Efisiensi mesin ………………………… (6. perlu diketahui faktor – faktor yang mempengaruhi hasil kerja dari alat tersebut. memindahkan. 100 100 Konsumsi bahan bakar = x x 0. Oleh sebab itu usaha dan upaya untuk dapat mencapai produksi yang tinggi selalu menjadi perhatian yang khusus. memuat. Setiap alat berat yang bekerja akan mempunyai kemampuan memindahkan material per siklus. 1993). misalnya :  Dump truck.1 Cycle Time Dalam pemindahan material. Adapun waktu yang diperlukan untuk melakukan satu siklus kegiatan disebut waktu siklus / edar atau cycle time. Untuk memperkirakan dengan lebih teliti produksi alat – alat mekanis.4 Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas dan Konsumsi Bahan Bakar Salah satu tolak ukur yang dapat dipakai untuk mengetahui baik buruknya hasil kerja (keberhasilan) suatu alat pemindahan tanah mekanis adalah besarnya produksi yang dapat dicapai oleh alat tersebut. Siklus kerja adalah proses gerakan dari suatu alat dari gerakan mulanya sampai kembali lagi pada gerakan mula tersebut. pemuatan – pengangkutan – penumpahan – kembali.06 galon/HP/jam untuk alat – alat mekanis yang mengkonsumsi bahan bakar bensin (Partanto. 10 .4. siklus kerja merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang. penancapan blade – penggusuran – pengangkatan blade – memutar. Pekerjaan utama didalam kegiatan tersebut adalah menggali.

Dari contoh – contoh diatas. dan metode yang dipakai. Waktu angkut merupakan waktu yang diperlukan oleh suatu alat untuk bergerak dari tempat pemuatan ke tempat pembongkaran. Unsur kedua adalah waktu angkut atau hauling time (HT). Nilai waktu muat dapat ditentukan walaupun tergantung dari : jenis tanah. kondisi jalan. Jenis kegiatan yang dilakukan Misalnya : bulldozer untuk menggusur. hauling time. Waktu pembongkaran atau dumping time (DT) juga merupakan unsure penting dari waktu siklus. Dengan demikian waktu edar dump truck dapat dihitung dengan : 11 .  Excavator. c. Unsur yang terakhir adalah waktu maneuver atau spotting time (ST).  Dragline. siklusnya akan berbeda jika backhoe tersebut mengeruk tanah kemudian tanah tersebut dimuat ke atas dump truck atau ditimbun ke stockpile atau waste dump. dumping time dan spotting time. Pada saat alat kembali ke tempat pernuatan maka waktu yang diperlukan untuk kembali disebut waktu kembali atau return time (RT). Waktu kembali lebih singkat daripada waktu berangkat karena kendaraan dalam keadaan kosong. penggalian – ayun bermuatan – penumpahan – ayun kosong. pelemparan bucket – pengerukan – pengangkatan bucket – ayun bermuatan – penumpahan – ayun kosong. ukuran unit pengangkut (blade. jenis alat. Pada dump truck unsur – unsur pada cycle time-nya berupa loading time. Waktu pembongkaran merupakan bagian yang terkecil dari waktu siklus. Waktu ini tergantung dari jenis tanah. Waktu angkut tergantung dari jarak angkut. b. Pertama adalah waktu muat atau loading time (LT) waktu muat merupakan waktu yang dibutuhkan oleh suatu alat untuk memuat material ke dalam alat angkut sesuai dengan kapasitas alat angkut tersebut. bowl. mengepras atau menyuai tinggi. metode dalam pemuatan dan efisiensi alat. memotong. Pada saat alat kembali ke tempat pemuatan adakalanya alat tersebut perlu antri atau memutar sampai alat diisi kembali. bucket dst). Metoda kerja yang digunakan Sebagai contoh : backhoe mengeruk tanah kemudian tanah tersebut dibuang begitu saja. tenaga alat dan lain – lain. dapat disimpulkan bahwa siklus kerja terdiri dari beberapa unsur.

menyebabkan operator tidak dapat bekerja selama 60 menit dalam 1 jam. karena hambatan – hambatan kecil akan selalu terjadi. back hoe dan lain sebagainya) cycle time atau waktu daurnya tentu berbeda dengan truk.50 0.……(6. waktu atun kosong (SLT) dimana waktu – waktu ini dinyatakan dalam detik.65 0.63 0.54 Buruk 0.69 0. Secara umum efisiensi kerja dapat diketahui dari beberapa aspek diantaranya mechanical avaibility (MA). misalnya : menunggu alat.60 0.……(6.60 Sedang 0. physical avaibility (PA). 2004) Besarnya waktu yang tersedia ini pada kenyataannya belum dapat digunakan seluruhnya untuk produksi.70 0. waktu ayun bermuatan (SLT).75 0.………………. Efisiensi kerja adalah perbandingan antara waktu produktif dengan waktu kerja yang tersedia.61 0.81 0. CT = DgT + SLT + DpT + SLT ………………………………….76 0. Dalam kenyataannya.83 0. terdiri atas waktu penggalian (DgT)..63 Baik 0.7) 6.52 0. penentuan besarnya efisiensi kerja sulit diukur.57 0. Menurut pengalaman dilapangan efisiensi kerja jarang – jarang dapat mencapai lebih dari 83%. Waktu daur dari alat muat dapat dirumuskan sebagai berikut. waktu penumpahan material (DpT).2 Efisiensi Kerja Kondisi Pemeliharaan Mesin Operasi Alat Baik Sekali Baik Sedang Buruk Buruk Sekali Baik Sekali 0. tetapi dengan dasar pengalaman dapat ditentukan efisiensi kerja yang mendekati kenyataan.45 Buruk Sekali 0.72 0.78 0.…………………….2 Efisiensi Kerja Pekerja atau mesin tidak mungkin selamanya bekerja 60 menit dalam satu jam.71 0.47 0. Tabel 6.4.6) Sedangkan untuk alat muat (excavator.….32 (Nurhakim. Hal ini disebabkan adanya hambatan – hambatan yang terjadi selama alat mekanis berproduksi.42 0.52 0.CT = LT + HT + DT + RT + ST ………………………………….65 0. pemeliharaan dan pelumasan mesin – mesin (service & adjustment) dan lain – lain. use of avaibility 12 .

persamaannya yakni : W +S P. effecitive utilization (EU). Physical Avaibility Merupakan catatan mengenai keadaan fisik dari alat yang sedang dipergunakan. hambatan karena cuaca dan lain sebagainya. artinya tidak dalam keadaan rusak. Waktu ini meliputi pula waktu delay time yang ada. pindah tempat. Termasuk dalam hambatan tersebut adalah waktu – waktu untuk pulang pergi ke permuka kerja.………….……….A = Mechanical avaibility R = Repair hours atau jumlah jam untuk perbaikan W = Working hours atau jumlah jam kerja Working hours yang dimaksud ialah waktu yang dibebankan kepada seorang operator alat dalam kondisi yang dapat dioperasikan.A = W +R x 100 ……………………………. Untuk lebih jelasnya beberapa aspek ini akan dijelaskan sebagai berikut..9) dengan: P.8) dengan: M. (6. (6.…………. pelumasan dan pengisian bahan bakar...………..... …………. ……………………. Mechanical Avaibility Mechanical avaibility Merupakan suatu cara untuk mengetahui kondisi mekanis yang sesungguhnya dari alat yang sedang dipergunakan.………... a.(UA).. W M.A = W + R+S x 100 …………………………….A = Physical avaibility R = Repair hours atau jumlah jam untuk perbaikan 13 . b. Persamaan untuk mechanical avaibility dapat dilihat dibawah ini.

………….....…………..……….. c.10) dengan: U.. Effective utilization sebenarnya sama dengan pengertian efisiensi kerja. W = Working hours atau jumlah jam kerja S = Stanby hours Physical avaibility pada umumnya selalu lebih besar daripada mechanical avaibility. (6.……………….U = W + R+S x 100 ………………………………..... hal ini dapat menjadi ukuran seberapa baik pengelolaan peralatan yang dipergunakan.. W E.. d.. (6.11) 14 .………………..A = W +S x 100 ………………………………. Effective Utilization Menunjukkan berapa persen dari seluruh waktu kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kerja produktif. W U. Use of Avaibility Menunjukkan beberapa persen waktu yang dipergunakan oleh suatu alat untuk beroperasi pada saat alat tersebut dapat dipergunakan.……..A = Use of avaibility R = Repair hours atau jumlah jam untuk perbaikan W = Working hours atau jumlah jam kerja S = Stanby hours Angka use of avaibility biasanya dapat memperlihatkan seberapa efektif suatu alat yang tidak sedang rusak dapat dimanfatkan.

.25 cuyd. Misalkan tanah dalam keadaan bank volumnya 1 cuyd. dengan: E.………. (6. kemudian dipadatkan sehingga volumnya menjadi 0.. Untuk menghitung faktor. Ini berarti tanah susut 10%.12) Swell factor = ( V undisturbed V loose ) x 100% …………………………………………....13) 15 .... Faktor pengembangan harus diketahui dan diperhitungkan karena material yang diangkut kedalam alat angkut merupakan material yang telah mengembang (loose) bukan material dalam kondisi asli (bank)..9 cuyd. Sebaliknya tanah dalam keadaan bank itu dipindahkan lalu dipadatkan di tempat lain dengan alat – alat gilas (roller) maka volumnya akan berkurang akan berkurang dari sebelumnya.25 cuyd. Ini berarti telah terjadi penambahan volum sebesar 25% dan dikatakan material tersebut mempunyai faktor pengembangan (swell factor) sebesar 0..U = Effective Utilization R = Repair hours atau jumlah jam untuk perbaikan W = Working hours atau jumlah jam kerja S = Stanby hours 6... Sebagai contoh 1. dalam keadaan loose volumnya 1.3 Swell Factor Material di alam ditemukan dalam keadaan padat dan terkonsolidasi dengan baik..00 cuyd tanah liat di alam bila telah digali dapat memiliki volum kira – kira 1. maka akan terjadi pengembangan atau pemuaian volum (swell). terlebih kalau butirnya sangat halus sekali..8 atau 80%.. Akan tetapi bila material tersebut digali dari tempat asalnya.4.. sehingga hanya sedikit bagian – bagian yang kosong atau ruangan – ruangan yang terisi udara (voids) diantara butir – butirnya. sehingga dikatakan shrinkage factor-nya 10%.faktor tersebut dipakai rumusan : V loose Percent swell = ( ( V undisturbed )−1 ¿ x 100% …………………………………. (6..

7 16 .. sehingga akan mengurangi rimpull yang dibutuhkan. Besarnya tahanan kemiringan rata – rata dinyatakan dalam 20 pon (lbs) dari rimpull untuk tiap gross ton berat kendaraan beserta isinya pada tiap kemiringan 1%. Besarnya kemiringan dinyatakan dalam persen.Shrinkage factor = (1 − ( VVundisturbed compacted )¿ x 100% ……………………. Sebaliknya jika jalur jalan menurun disebut kemiringan negatif.…. karena semakin besar sudut kemiringan jalur jalan. seperti pada tabel dibawah ini.4 Tahanan Kemiringan (Grade Resistance) Tahanan kemiringan ialah besarnya gaya berat yang melawan atau membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilaluinya.…. Tabel 6.3 2 40 10 199 25 485. (6.3 Pengaruh Kemiringan Jalan Terhadap Tahanan Kemiringan Kemiringan Kemiringan Kemiringan GR (lb/ton) GR (lb/ton) GR (lb/ton) (%) (%) (%) 1 20 9 179. Besarnya rimpull untuk mengatasi tahanan kemiringan ini harus dijumlahkan secara aljabar dengan rimpull untuk mengatasi tahanan gulir. maka semakin kecil tahanan kemiringannya.2 20 392. 6.14) Jika angka untuk shrinkage factor tidak ada. 2000)... Kemiringan 1% berarti jalur jalan itu naik atau turun 1 m untuk tiap jarak mendatar sebesar 100m.….……. Tahanan kemiringan pada dasarnya tergantung dari dua faktor. maka tahanan kemiringannya (grade resistance) akan melawan gerak kendaraan sehingga memperbesar rimpull yang diperlukan.. Berat kendaraan itu sendiri. yaitu : a. b. Jika jalur jalan naik disebut dengan kemiringan positif.. maka tahan kemiringannya akan membantu gerak kendaraan. Sebenarnya tahanan kemiringan = 20 lb/ton/% tidak tepat benar.. dinyatakan dalam gross ton.2 3 60 11 218 30 574.4.. biasanya dianggap sama dengan nilai percent swell (Partanto.

besarnya tahanan gelinding ini tergantung pula pada ukuran ban. 1993) Akan tetapi perlu diingat bahwa alat – alat pemindahan tanah mekanis itu jarang dapat mengatasi kemiringan lebih besar dari 15%.4 8 159. misalnya untuk kendaraan roda 17 .8 40 742. Untuk kendaraan dengan roda rantai / crawler tahanan gelinding ini terutama hanya tergantung pada sifat permukaan tanah saja. Apabila gesekan antara tanah dan roda/ban kurang. 6.4.4 35 660.5 Tahanan Gulir (Rolling Resistance) Rolling resistance adalah tahanan pada gerakan roda kendaraan di atas permukaan tanah.8 14 277. licin.4. Tanah yang lembek akan memberikan tahanan gelinding yang kecil atau kira – kira hanya 2% dari berat kendaraan saja. 4 80 12 238. Pada kendaraan dengan roda karet.8 7 139.8 15 296.2 (Partanto. Rolling resistance ini didefinisikan sebagi tenaga tarik dalam ton/lbs. maka tenaga berlebih yang dilimpahkan kepada roda hanya akan menyebabkan selip. Namun jika dipakai tahanan kemiringan sebesar 20/lb/ton/%. yang diperlukan untuk menggerakkan tiap ton berat kendaraan dengan muatannya di atas permukaan yang datar (Filiyanti. 2000). Koefisien traksi adalah besarnya tenaga tarik yang menyebabkan selip dibagi dengan berat kendaraan keseluruhan (untuk crawler/roda rantai) atau besarnya tenaga tarik yang menyebabkan selip dibagi dengan berat kendaraan yang terlimpah pada roda geraknya.6 50 894.8 6 119. lembek. Besarnya koefisien traksi ini dipengaruhi oleh bebrapa faktor.6 Coefficient of Traction Tenaga mesin alat hanya dapat dijadikan tenaga traksi yang maksimal apabila ada gesekan yang cukup antara permukaan ban/roda dengan permukaan tanah tempat alat tersebut bekerja. 2009). tekanan angin ban dan bentuk kembangan permukaan ban.6 5 100 13 257. Besarnya tahanan ini tergantung pada permukaan tanah tempat bekerja alat / kendaraan (keras.4 45 820. 6. maka angka – angkanya tidaklah terlalu menyimpang sampai kepada kemiringan 15% (Partanto. dll).

2 – 0.8 – 1 0.4 Koefisien Traksi untuk Berbagai Jenis Permukaan Jenis Permukaan Ban Karet Crawler Beton kering dan kasar 0. Sedangkan untuk yang memakai roda rantai / crawler. bentuk dan ukuran ban..karet.15 – 0..1 – 0.7 Pasir kering 0. Akan tetapi tractor crawler memiliki tahanan gulir 18 .1 0.15) dimana: RP = Rimpull atau kekuatan tarik (lb) HP = Tenaga mesin (HP) Perlu diingat bahwa istilah rimpull hanya dipakai untuk kendaraan – kendaraan yang beroda karet. (6. Bila koefisien traksi cukup tinggi untuk menghindari terjadinya selip.5 0..4 Es / salju 0.15 (Filiyanti.2 0. Variasi – variasi ini tidak dapat diberikan secara pasti. 2009) 6. maka rimpull maksimum adalah fungsi dari tenaga mesin (HP) dan gear-ratios (versenelling) antara mesin dan roda – rodanya. maka rimpull maksimum akan sama dengan besarnya tenaga pada roda penggerak dikalikan dengan koefisien traksi. …….45 Tanah liat kering 0. tetapi dari percobaan – percobaan dapat diberikan seperti pada tabel berikut.3 0. Tabel 6.5 – 0.05 – 0. Rimpull biasanya dinyatakan dalam pon.5 Kerikil lepas 0. kembangan ban.3 Pasir basah 0.4..7 0. keadaan permukaan tanah dan sebagainya sangat mempengaruhi besarnya nilai koefisien traksi. maka istilah yang dipakai ialah draw bar pull (DBP)..…. dan dihitung dengan rumus : HP x 375 x Efisiensi mesin RP = Kecepatan(mph) ………………………………………………….4 – 0.4 0.9 Tanah liat basah 0.7 Rimpull Rimpull besarnya kekuatan tarik yang dapat diberikan oleh mesin suatu alat kepada permukaan roda atau ban penggeraknya yang menyentuh permukaan jalur jalan. Tetapi jika selip.

Sedangkan untuk 2-tak ternyata kemerosotannya lebih kecil yaitu sebesar ± 1% HP di permukaan air laut untuk setiap kenaikan tinggi 1000 ft. Berat kendaraan semakin berat.9 Ketinggian Tempat Kerja dari Permukaan Air Laut Ketinggian tempat kerja ternyata berpengaruh terhadap hasil kerja mesin – mesin. maka rata – rata diperlukan waktu satu menit untuk penggantian tiap gigi dan mencapai kecepatan maksimum pada gigi tersebut. b. 2000). Jadi jika terdapat 5 gigi. kecuali untuk 1000 ft pertama. disamping harus mengatasi tahanan gulir dan tahanan kemiringan alat yang ditariknya (Partanto. 2000). yakni : a. 6. Jadi jika kelebihan rimpull itu tidak ada.4.dan tahanan kemiringan yang harus diatasi. Dari pengalaman ternyata untuk mesin 4-tak. Berarti mesin – mesin itu kurang sempurna bekerjanya. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa semakin rendah tekanan udaranya. 19 . semakin besar rimpull yang berlebihan. karena mesin – mesin tersebut bekerja dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur udara luar. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mempercepat kendaraan tergantung dari beberapa faktor. semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mempercepat kendaraan. maka akan diperlukan 5 menit untuk mencpat kecepatan maksimumnya pada gigi akhir (Partanto.8 Percepatan Percepatan adalah waktu yang diperlukan untuk mempercepat kendaraan dengan memakai kelebihan rimpull yang tidak dipergunakan untuk menggerakkan kendaraan pada keadaan jalur jalan tertentu. artinya kendaraan itu tidak dapat dipercepat. maka percepatannya tidak akan timbul. Percepatan dapat diperkirakan dengan cara yang sederhana berdasarkan pengalaman dilapangan. 6. terkecuali untuk 1000 ft pertama. Apabila terdapat kelebihan rimpull sebesar 20 lb/ton pada tiap gigi. semakin cepat kendaraan itu dapat dipercepat. Kelebihan rimpull yang ada.4. rata – rata ± 3% dari HP diatas permukaan air laut untuk setiap kenaikan elevasi 1000 ft. sehingga jumlah oksigen pun semakin sedikit. maka kemerosotan tenaga karena berkurangnya tekanan.

29.55 (Partanto. yaitu pada ketinggian 0 ft Ho = HP yang dicatat pada ketinggian tertentu Ps = Tekanan barometer standar.36 10000 20.Akan tetapi semakin tinggi letak tempat itu.82 3000 26. Tabel 6.87 6000 23.8 4000 25.95 7000 23. maka temperaturnya semakin rendah dan hal – hal ini akan membantu mesin menaikkan hasil kerja mesin .. Untuk menghitung pengaruh temperatur ini biasanya dihitung dengan suatu rumus dimana sudah diperhitungkan pengaruh tekanannya pula.92 1000 28.… (6. yaitu : Ps ¿ Hc = Ho Po Ts√ ………………………………………………………………….92 inHg (76 cmHg) Po = Tekanan barometer pada ketinggian tertentu (inHg) Ts = Temperatur absolut standar (460º + 60º F) = 520º F (= 273º C) To = Temperatur absolut pada ketinggian tertentu (460º + temperatur) Tekanan barometer rata .rata juga dipengaruhi oleh ketinggian dari permukaan air laut seperti pada tabel dibawah ini..07 8000 22.…….86 2000 27.mesin bakar ( mesin diesel dan bensin). 2000) 20 .82 5000 24.16) dimana: Hc = HP yang harus dikoreksi dari pengaruh ketinggian.21 9000 21.5 Tekanan Barometer pada Ketinggian Tertentu Ketinggian dari permukaan air laut (ft) Tekanan Barometer (inHg) 0 29.

karena hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat efisiensi operatornya. membersihkan bagian – bagian yang penting. Tabel 6. b. mengganti ban yang aus. pindah ketempat lain. maka hal itu dianggap baik sekali jika alatnya berbaan karet.6 Efisiensi Operator Macam alat Effisiensi baik Effisiensi sedang Effisiensi kurang baik Crawler tractor 92% = min/jam 83% = 50 min/jam 75% = 45 min/jam Berban karet 83% = min/jam 75% = 45 min/jam 67% = 40 min/jam (Partanto. Bobot isi material sendiri merupakan berat per unit volum dari suatu material yang dapat dinyatakan dalam ton/m 3. Jadi dalam menentukkan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan harus diingat juga efisiensi pekerja – pekerjanya. tetapi juga karena hambatan – hambatan yang tak mungkin dihindari seperti : melumasi kendaraan. perbaikan jalan dan lain sebagainya. Berdasarkan pengalaman.4. Membatasi kemampuan kendaraan untuk engatasi tahanan kemiringan dan tahanan gulir dari jalur jalan yang dilaluinya. 21 .11 Weight of Material Weight of Material atau berat dari material dapat dikatakan sebagi densitas material atau bobot isi material. operator dapat bekerja selama 50 menit dalam satu jam. 2000) 6. kg/lt3. bahkan dari jam ke jam tergantung dari keadaan cuaca. Perlu diketahui bahwa berat material ini akan berdampak pada : a. Kecepatan kendaraan dengan HP mesin yang dimilikinya. gr/cm3 dan lain sebagainya. ini berarti efisiensinya sebesar 83%. Karena berbagai hal diatas jarang sekali operator selama satu jam benar – benar bekerja selama 60 menit.4.10 Efisiensi Operator Merupakan factor manusia yang menggerakkan alat – alat yang sangat sukar untuk ditentukan efisiensinya secara tepat karena selalu berubah – ubah dari hari kehari. Sebenarnya efisiensi operator tidak hanya disebabkan karena kemalasan pekerja itu. Sehubungan dengan efisiensi operator tersebut perlu juga diingat keadaan alat mekanisnya. suasana kerja dan lain – lain.6.

6 – 0. Disamping itu juga dilakukan studi terhadap literatur-literatur yang terkait yang mendukung penelitian ini. pecah – pecah 2500 – 4200 0. c.74 Batubara bituminus 1900 0. pecah . Pengumpulan data 22 . sudah ditekan 2970 – 3510 0. termasuk juga kajian yang telah dilakukan sebelumnya. 2.45 Bijih besi.85 Tanah liat.89 Kerikil basah 3600 0.45 Batu kapur. 2000) 7.7 Bobot Isi dan Faktor Pengembangan dari Berbagai Material Bobot isi insitu Swell factor Macam material (lb/cuyd) (in bank correction factor) Bauksit 2700 – 4325 0.89 Pasir. Tabel 6. Membatasi volum material yang dapat diangkut.85 Tanah biasa.75 Tanah liat. kering 2800 0.85 Tanah biasa.75 Batu sabak 4590 .88 Granit. Oleh sebab itu berat jenis material pun harus diperhitungkan pengaruhnya terhadap kapasitas alat muat maupun alat angkut. basah 2800 – 3000 0. bercampur pasir dan kerikil 3100 0.pecah 4500 0.82 – 0.56 Hematit. pecah – pecah 3600 – 5500 -0.90 Kerikil kering 3250 0. Studi literatur Studi ini dilakukan berkaitan dengan permasalahan yang ada.74 Tanah biasa.67 – 0. basah 3370 0.74 Bijih tembaga 3800 0. Metodologi Adapun langkah-langkah dalam pengerjaan tugas skripsi ini sebagai berikut : 1. basah 3300 – 3600 0.57 Lumpur 2160 – 2970 0. kering 2300 0.83 Pasir. pecah – pecah 6500 – 8700 0. Berikut merupakan tabel berat jenis berbagai material beserta faktor pengembangannya. kering 2200 – 3250 0.83 Lumpur.77 (Partanto.88 Serpih 3000 0.80 Antrasit 2200 0.4860 0.

Peta kesampaian daerah b. Analisis data Analisis data dilakukan setelah diketahui produktivitas alat angkut overburden terhadap grade jalan beserta konsumsi bahan bakarnya. Efisiensi kerja alat & efisiensi mesin e. Spesifikasi alat angkut c. Sweel factor material d. Data pemakaian bahan bakar alat angkut overburden 3. Kesimpulan Kesimpulan diperoleh setelah dilakukan analisis mengenai pengaruh grade jalan terhadap produktivitas dan fuel consumption pada alat angkut overbuden. Pengolahan data Pengolahan data akan dilakukan dengan menghitung hal – hal berikut : a. 5. Perhitungan fuel consumption alat angkut overburden 4. Apabila diketahui produktivitas alat angkut overburden terhadap grade jalan beserta konsumsi bahan bakarnya maka pengaruh grade jalan terhadap produktivitas dan fuel consumption dapat ditentukan. Perhitungan produktivitas alat angkut overburden b. Pengambilan data desain & grade jalan f. a. 23 . Pengambilan data cycle time alat angkut overburden g.

1 Diagram Alir Penelitian Studi Literatur Pengamatan Langsung Pengumpulan Data Spesifikasi Desain Jalan  Penentuan Swell Data Fuel Alat Pit . Gambar 7. Factor Material Consumption Angkut Disposal  Penentuan Efisiensi Alat angkut Kerja & Efisiensi Cycle time berdasarkan Alat grade jalan Produktivitas Alat Angkut Analisis Pengaruh Grade Jalan Terhadap Kecepatan Analisis Pengaruh Grade Jalan Terhadap Waktu Daur 24 .

9. Relevansi Manfaat dari penulisan skripsi ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan mengenai perhitungan produktivitas pada alat angkut dan faktor – faktor yang mempengaruhinya serta pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar pada biaya operasional. Selain itu diharapkan juga dapat menjadi bahan acuan bagi perusahaan dan inspirasi atau literatur bagi orang lain dalam penyusunan tugas atau laporan. Jadwal Kegiatan Kegiatan Minggu ke-1 Minggu ke-2 Minggu ke-3 Minggu ke-4 Studi literatur Pengumpulan data Pengolahan data Analisis data Penyerahan laporan 25 . Analisis Pengaruh Grade Jalan Terhadap Produktivitas & Konsumsi Bahan Bakar Pembahasan Kesimpulan 8.

Introductory Mining Engineering. P. Universitas Sumatra Utara. 1993. Filiyanti. Hartman. Canada. Samarinda. Nurhakim. John Wiley & Sons. Bandung. ITB. Metalurgical. Banjarbaru. and Petroleum Engineer. Maret 2014 26 . Partanto. Daftar Pustaka Eugene. Universitas Lambung Mangkurat. Howard L. 1987.inc. The American Institute of Mining. Medan. 2003. Prodjosumarto. Draft Bahan Kuliah Tambang Terbuka. 2009. 1972. Surface Mining. Buku Panduan Kuliah Lapangan II Teknik Pertambangan FT Unlam. Pemindahan Tanah Mekanis. Diktat Kuliah Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat – Alat Berat Bagian I Pengenalan Umum.Pfleider. 10. Teta Ateta Bangun. Nurhakim. 2004. New York. Banjarbaru. Universitas Lambung Mangkurat.

Ketua Program Studi Mahasiswa S1 Teknik Pertambangan AgusWinarno. 1009045005 27 . MT Realingga Octariando NIP.19700927 200312 1 001 NIM. ST.Mengetahui.