KONSEP MASYARAKAT MADANI

Konsep masyarakat madani merupakan penerjemahan atau pengislaman konsep “civil
society” orang yang pertama kali mengungkapkan istilah ini adalah Anwar Ibrahim dan
dikembangkan di Indonesia oleh Nurcholis Madjid. Pemaknaan civil society sebagai
masyarakat madani merujuk pada konsep dan bentuk masyarakat madinah yang dibangus
oleh Nabi Muhammad. Masyarakat madinah dianggap sebagai legitimasi histories
keditakbersalah pembentukan civil society dalam masyarakat muslim modern.

Antara masyarakat madani dan civil society sebagaimana yang telah dikemukakan
diatas masyarakat madani adalah istilah yang dilahirkan untuk menerjemahkan konsep diluar
menjadi “islami”. Menilik dari substansi civil society lalu membandingkannya dengan
tatanan masyarakat madinah yang dijadikan pembenaran atas pembentukan civil society
dimasyarakat muslim modern akan di temukan persamaan sekaligus perbedaan diantara
keduanya.

Perbedaan lain antara civil society dan masyarakat madani adalah civil society
merupakan buah modrenitas, sedangkan modrenitas adalah buah dari gerakan renaisans,
gerakan masyarakat sekuler yang memingirkan karna meminggirkan tuhan. Sehingga civil
society mempunyai moral transcendental yang rapuh karna meninggalkan tuhan. Sedangkan
masyarakat madani lahir dari dalam buaian dan asuhan petunjuk tuhan. Dari alasan ini
ma’arif mendefinisikan masyarakat madani sebagai sebuah masyarakat yang terbuka, egalitar
dan toleran atas landasa nilai-nilai etik moral transcendental yang bersumber dari wahyu
Allah.

Pengertian Masyarakat Madani

Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Masyarakat
madani menjadi symbol idealism yang diharapkan setiap masyarakat.
Secara etimologis, masyarakat madani berarti masyarakat kota (mujtama’ al-madani)
atau masyarakat utama (mujtama’ al-fadilah/khairaummah).
a. Istilah Mujtama’ Al-Madani digunakan oleh seseorang ahli sejarah dan peradaban
islam dari Malaysia, Naquib Al-Attas. Kemudian diperkenalkan oleh Anwar Ibrahim
(mantasn wakil perdana menteri Malaysia) kepada masyarakat Indonesia dalam
ceramah symposium nasional dalam rangka Festival Istiqlal, 26 September 1995. Ia
merumuskan masyarakat madani adalah suatu sistem sosial yang subur yang
didasarkan pada prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan
perorangan dengan kestabilan masyarakat, serta masyarakat mendorong daya usaha
dan inisiatatif individu, baik dari segi pemikiran seni, ekonomi, maupun teknologi.
System sosial yang subur dalam pelaksanaan pemerintahan mengikuti undang-
undang, bukan nafsu atau keinginan individu, serta menjadi kecenderungan dan
ketulusan satu sistemnya. Oleh karena itu konsep masyarakat madani mengacu pada
model ideal kehidupan masyarakat madinah pada zaman Nabi Muhammad SAW,

yang berarti kota “peradaban”. yaitu surah ke 34. maka karakteristik masyarakat madani diukur dengan piagam madinah yang berjumlah 47 pasal. Keadaan masyarakat Saba’ yang dikisahkan dalam Al Quran itu mendiami negeri yang baik. menciptakan kedamaian dalam kehidupan social. Negeri indah itu adalah wujud dari kasih saying Allah yang disediakan bagi masyrakat Saba’. Allah juga maha pengampun bila terjadi kealfaan pada masyarakat tyersebut. yang subur dan nyaman. Kisah kehidupan masyarakat Saba’ ini sangat popular dengan ungkapan Al Quran : Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur 2. Karena itu Allah memerintahkan masyarakat Saba’ untuk bersyukur kepada Allah yang telah menyediakan kebutuhan hidup mereka. bagi kalangan intelektual muslim kedua istilah antara masyarakat agama dan madani memiliki akar normative dan keagamaan sebagaimana yang diwujudkan oleh Nabi Muhammad SAW di madinah. yang menyediakan rezki. Madinah adalah nama kota dinegara arab Saudi. Menurut Komarudin Hidayat. Yaitu masyarakat di masa nabi sulaiman. b. Masyarakat Madani Dalam Sejarah Ada dua masyarakat dalam sejarah yang terdokumentasi sebagai masyarakat madani. Nama Saba’ yang terdapat dalam Al Quran itu bahkan dijadikan nama salah satu surat Al Quran. yang berdasarkan pada suatu konstitusi yang bernama piagam madinah. yaitu: 1. Masyarakat Saba’. memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. perjanjisan madinah berisi kesepakatan ketiga unsur masyarakat untuk saling tolong menolong. c. Kota itu sangat popular karena menjadi pusat lahir dan berkembangnya agama islam setelah mekah. Dikota itu pertama kali rasulullah membangun masjid yang dikenal dengan masjid Nabawi. Ditempat itu terdapat kebun dan tanaman nya yang subur. menjadikan al quran sebagai konstitusi. bakat dan potensi karna itulah masyarakat madani disebut sebagai masyarakat “multi kuota” (a multi kuota society). perjanjian dengan penduduk madinah yang beragama yahudi dan watsani dari kaum Aus dan kharaj. tempat yang didiami Rasulullah sampai akhir hayat beliau. kota yang semula bernama Yastrib ke Madinah di pahami oleh umat islam sebagai manifesto konseptual mengenai upaya Rasulullah dengan masyarakat Badui dan Nomad. menyatakan bahwa masyarakat madani terdiri dari masyarakat yang beraneka warna. menjadikan rasulullah sebagai pemimpin dengan ketaatan penuh terhadap keputusan keputusan nya dan memberikan kebebasan bagin penduduknya untuk memeluk agama serta beribadah sesuai ajaran agama yang dianut nya . Menurut Mufid. Masyarakat Madinah setelah terjadi traktat.

Berlaku pada seluruh aspek kehidupan sosial. Berperadaban tinggi. sebagai cerminan masyarakat yang ideal kita dapat meneladani perjuangan Rasulullah saw mendirikan an menumbuh kembangkan konsep masyrakat madani di Madinah. Landasan hukum Tuhan dalam kehidupan sosial itu lebih obyektif dan adil. Ketiga prinsip ini setidaknya menjadi refleksi bagi kita yang menginginkan terwujudnya sebuah tatanan sosial masyarakat madani dalam korteks hari ini.Karakteristik Masyarakat Madani a. Dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan manusia. artinya masing-masing elemen masyarakat. yang mengakui adanyaTuhan dan menempatkan hukum Tuhan sebagai landasan yang mengatur kehidupan sosial. artinya bahwa masyarakat tersebut memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Keseimbangan antara hak dan kewajiban. sehingga tidak ada kelompok tertentu yang di abaikan. Berakhlak mulia. 3. Toleran artinya tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah oleh Allah SWT sebagai kebebasan manusia dan tidak merasa terganggu oleh aktivitas phak lain yang berbeda tersebut e. baik secara individu maupun secara kelompok menghormati pihak lain secara adil. g. Bertuhan. Tolong menolong tanpa mencampuri urusan internal individu lain yang dapat mengurangi kebebasannya. artinya bahwa masyarakat tersebut ialah masyarakat yang beragama. Karena tidak adanya kepentingan kelompok tertentu yang di utamakan dan tidak ada kelompok lain yang diabaikan. . Damai. d. 2. Diakuinya semangat pluralisme. Landasan dan motivasi utama masyarakat madani ialah Al-Quran. b. Ada 3 karakteristik masyarakat madani : 1. Secara factual. Tegaknya prinsip demokrasi atau dalam dunia islam lebih di kenal dengan istilah musyawarah. Tingginya tingkat toleransi. f. c.

Peran Umat Islam dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Dalam sejarah islam. Umat islam menjadi kelompok umat terdepan dan terunggul. Karena itu dalam percaturan global. ekonomi. diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Rusyd. jumlah umat islam lebih dari 85% tetapi karena kualitas SDM nya masih rendah. Nama- nama ilmuan besar duni lahir pada masa itu. militer dan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan yang lain. potensial. militer. belum mampu menunjukkan perannya yang signifikan. Pada masa itu umat islam menunjukkan kemajuan dibidang kehidupan seperti ilmu pengetahuan dan teknologi.seperti Ibnu Sina. Khusus SDM Umat Islam dalam Q. Sekiranya ahli kitab beriman. Di indonesia. al- farabi.S Ali Imran ayat 110: Artinya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Hukum positif yang berlaku di negeri ini bukan hukum islam. imam al-Ghazali. juga tentulah itu lebih baik bagi mereka. baik dalam bidang politik. Diantara aspek kebaikan umat islam adalah keunggulan kualiatas umat yang dimaksud dalam Al-Quran itu sifatnya normative.” Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa Allah menyatakan bahwa umat islam adalah umat yang terbaik dari semua kelompok manusia yang Allah ciptakan. ekonomi. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. realisasi keunggulan normative atau potensial umat islam terjadi pada masa Abbassiyah. SDM umat Islam saat ini belum mampu menunjukan kualitas yang unggul. System social politik dan ekonomi juga belum mencerminkan akhlak islam.juga belum mampu memberikan peran yang proporsional. politik dan kwmjuan bidang-bidang lainnya. .

ABDUL SIDIQ 2. AWANG BAGASKORO 3. MASYARAKAT MADANI DISUSUN OLEH : KELOMPOK 5 1. RIZKY ZAINAL PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO S1 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU . RANDO SAPUTRA 4.