You are on page 1of 9

PENGERTIAN BENTUK USAHA TETAP

Suatu bentuk usaha tetap mengandung pengertian adanya suatu tempat usaha
(place of business) yaitu fasilitas yang dapat berupa tanah dan gedung termasuk
juga mesin-mesin, peralatan, gudang dan komputer atau agen elektronik atau
peralatan otomatis (automated equipment) yang dimiliki, disewa, atau
digunakan oleh penyelenggara transaksi elektronik untuk menjalankan aktivitas
usaha melalui internet.

Tempat usaha tersebut bersifat permanen dan digunakan untuk menjalankan
usaha atau melakukan kegiatan dari orang pribadi yang tidak bertempat tinggal
atau badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia.

Pengertian bentuk usaha tetap mencakup pula orang pribadi atau badan selaku
agen yang kedudukannya tidak bebas yang bertindak untuk dan atas nama
orang pribadi atau badan yang tidak bertempat tinggal atau tidak bertempat
kedudukan di Indonesia. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal atau badan
yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia tidak dapat
dianggap mempunyai bentuk usaha tetap di Indonesia apabila orang pribadi atau
badan dalam menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia
menggunakan agen, broker atau perantara yang mempunyai kedudukan bebas,
asalkan agen atau perantara tersebut dalam kenyataannya bertindak
sepenuhnya dalam rangka menjalankan perusahaannya sendiri.

Perusahaan asuransi yang didirikan dan bertempat kedudukan di luar Indonesia
dianggap mempunyai bentuk usaha tetap di Indonesia apabila perusahaan
asuransi tersebut menerima pembayaran premi asuransi atau menanggung
risiko di Indonesia melalui pegawai, perwakilan atau agennya di Indonesia.
Menanggung risiko di Indonesia tidak berarti bahwa peristiwa yang
mengakibatkan risiko tersebut terjadi di Indonesia. Yang perlu diperhatikan
adalah bahwa pihak tertanggung bertempat tinggal, berada, atau bertempat
kedudukan di Indonesia.

Bentuk Usaha Tetap (BUT) adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang
pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di
Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka
waktu 12 (dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat
kedudukan di Indonesia untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di
Indonesia.

BUT dapat berupa:

1. Tempat kedudukan manajemen;

2. Cabang perusahaan;

3. Kantor perwakilan;

4. Gedung kantor;

sepanjang dilakukan lebih dari 60 (enam puluh) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga hari) dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. 8. 13. pertanian. 7. Pabrik. 15. yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. atau proyek perakitan. 12. Subjek Pajak Penghasilan Bentuk Usaha Tetap adalah Subjek Pajak Luar Negeri yang terdiri dari: a. 11. Bentuk Usaha Tetap dikenakan pajak atas penghasilan baik yang berasal dari usaha atau kegiatan. 10. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia. Perikanan. 14. instalasi. Proyek konstruksi. atau digunakan oleh penyelenggara transaksi elektronik untuk menjalankan kegiatan usaha melalui internet. atau kehutanan. yang dapat menerima atau . maupun yang berasal dari harta yang dimiliki atau dikuasainya. agen elektronik. B. Ruang untuk promosi dan penjualan. dan 16.5. Gudang. Dengan demikian semua penghasilan tersebut dikenakan pajak penghasilan di Indonesia. 6. SUBJEK PAJAK PENGHASILAN BENTUK USAHA TETAP Dalam hal ini. dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. Wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi. Orang atau badan yang bertindak selaku agen yang kedudukannya tidak bebas. 9. Pemberian jasa dalam bentuk apapun oleh pegawai atau orang lain. peternakan. Pertambangan dan penggalian sumber alam. Komputer. disewa. Bengkel. Agen atau pegawai dari perusahaan asuransi yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang menerima premi asuransi atau menanggung resiko di Indonesia. dan b. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia. atau peralatan otomatis yang dimiliki. perkebunan.

Wajib Pajak luar negeri: § Dikenakan pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari sumber penghasilan di Indonesia. New York Bank mempunyai cabang di Jakarta (New York Bank- Indonesia). Dengan perkataan lain. Penghasilan dari usaha atau kegiatan BUT tersebut dan dari harta yang dimiliki atau dikuasai. Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang telah memenuhi kewajiban subjektif dan objektif. maka atas laba penjualan tersebut dikenakan Pajak Penghasilan sebagai pajak atas penghasilan Wajib Pajak BUT. Subjek Pajak luar negeri baik orang pribadi maupun badan sekaligus menjadi Wajib Pajak karena menerima dan/atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia atau menerima dan/atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. penjualan barang atau pemberian jasa di Indonesia yang sejenis dengan yang dijalankan atau dilakukan BUT di Indonesia. yang bergerak dalam usaha penjulan satelit komunikasi mempunyai cabang di Jakarta dengan nama Communitel Indonesia. Sedangkan Subjek Pajak Luar Negeri tidak melalui BUT dimulai saat menerima atau memperoleh penghasilan di Indonesia dan berakhir saat tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia.memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. Sebagai contoh. Apabila New York Bank memperoleh penghasilan berupa bunga atas . § Dikenakan pajak berdasarkan penghasilan bruto § Tarif pajak yang dipergunakan adalah tidak sepadan (tarif UU PPh pasal 26) § Tidak wajib menyampaikan SPT Subjek Pajak Luar Negeri melalui BUT dimulai saat menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT di Indonesia dan berakhir saat tidak lagi menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT di Indonesia. Communitel Ltd. 2. OBJEK PAJAK PENGHASILAN BENTUK USAHA TETAP Yang menjadi objek pajak penghasilan BUT adalah: 1. Sebagai contoh. Penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan. Apabila Communitel Indonesia memperoleh laba melalui usaha penjualan satelit komunikasi. C.

juga memberikan jasa manajemen kepada PT Lezzat melalui Foodz-Indonesia (BUTnya di Indonesia). . yaitu: 1. penggunaan merek dagang oleh PT Lezzat mempunyai hubungan efektif dengan BUT di Indonesia. Foodz Inc. E. Sebagai contoh. menerima imbalan berupa royalti dari PT Lezzat. Foodz Inc. PENENTUAN LABA Dalam menentukan besarnya laba suatu BUT ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan. Dalam hal demikian. yang berupa royalti diperlakukan sebagai penghasilan BUT (Foodz-Indonesia) D. kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan. Penghasilan sebagaimana tersebut dalam PPh Pasal 26 yang diterima atau diperoleh kantor pusat. kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan Sebagai konsekuensinya. Untuk Wajib Pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang menjadi dasar pengenaan pajak adalah Penghasilan Kena Pajak. 2. Oleh karena itu. Dalam rangka pemasaran produk. Pembayaran oleh BUT kepada kantor pusat yang tidak diperbolehkan dibebankan sebagai biaya adalah: a. atau hak-hak lainnya b. atas pembayaran seperti tersebut di atas. penghasilan Foodz Inc. CARA MENGHITUNG PENGHASILAN KENA PAJAK Untuk dapat menghitung PPh. terlebih dahulu harus diketahui dasar pengenaan pajaknya. membuat perjanjian dengan PT Lezzat untuk menggunakan merek dagang Foodz Inc. Sedangkan untuk Wajib Pajak luar negeri adalah penghasilan bruto. Atas penggunaan hak tersebut Foodz Inc. yang diterima atau diperoleh BUT dari kantor pusat tidak dianggap sebagai Objek Pajak. Imbalan sehubungan dengan jasa manajemen dan jasa lainnya c. yang besarnya ditetapkan Direktur Jenderal Pajak. sepanjang terdapat hubungan efektif antara BUT dengan harta atau kegiatan yang memberikan penghasilan dimaksud. Biaya administrasi kantor pusat yang diperbolehkan dibebankan adalah biaya yang berkaitan dengan usaha atau kegiatan BUT. Royalti atau imbalan lain sehubungan dengan penggunaan harta. maka penghasilan bunga tersebut tetap dianggap sebagai penghasilan BUT (New York Bank-Indonesia). 3.pinjaman yang diberikan tanpa melalui New York Bank-Indonesia. paten. Bunga.

Menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta. Di samping itu pencatatan meliputi pula penghasilan yang bukan objek pajak dan atau yang dikenakan pajak yang bersifat final. Secara singkat dapat dirumuskan sebagai berikut: Penghasilan kena pajak (WP badan) = penghasilan netto Penghasilan kena pajak (WP orang pribadi) = penghasilan netto-PTKP Cara Menghitung Penghasilan Kena Pajak Perhitungan besarnya Penghasilan Netto bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap dapat dilakukan dengan dua cara. dan biaya. Wajib Pajak badan dan Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas diwajibkan menyelenggarakan pembukuan. yaitu: 1. Menggunakan pembukuan 2. serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa.Besarnya Penghasilan Kena Pajak untuk Pajak badan dihitung sebesar penghasilan netto. modal. pengurang. dan penghasilan netto yang merupakan objek Pajak Penghasilan. Pembukuan atau pencatatan harus: § Diselenggarakan dengan memperhatikan itikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya. penghasilan. . yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi pada setiap Tahun Pajak berakhir. Dikecualikan dari kewajiban menyelenggarakan pembukuan tetapi wajib melakukan pencatatan adalah Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan: § Diperbolehkan menghitung penghasilan netto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto. Sedangkan bagi mereka yang semata-mata menerima penghasilan dari luar usaha dan pekerjaan bebas pencatatannya hanya mengenai penghasilan bruto. dan § Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Pencatatan oleh Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas meliputi peredaran atau penerimaan bruto dan penerimaan penghasilan lainnya. Sedangkan untuk Wajib Pajak orang pribadi dihitung sebesar penghasilan netto dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). kewajiban.

dan pelatihan. bahasa Inggris) Menghitung Penghasilan Kena Pajak dengan Menggunakan Pembukuan Besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap. Biaya pembelian bahan. dan memelihara penghasilan. dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang. Biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia. Biaya beasiswa. angka Arab. Bunga. satuan mata uang Rupiah. Biaya promosi dan penjualan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. Kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan. dan § Disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diizinkan oleh Menteri Keuangan (misalnya. Biaya administrasi. dan i. honorarium. h. menagih. Biaya perjalanan. b. Pajak. 4. . gaji. 7. kecuali Pajak Penghasilan. Iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. Penyusutan atas pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan atas biaya yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun. sewa. ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi biaya untuk mendapatkan. magang. Biaya pengolahan limbah.§ Diselenggarakan di Indonesia dengan menggunakan huruf Latin. Biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha. dan memelihara penghasilan. e. Biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah. f. antara lain: a. Premi asuransi. d. c. termasuk: 1. bonus. Kerugian selisih kurs mata uang asing. gratifikasi. 5. 3. 6. menagih. 2. dan royalti. g.

Sumbangan fasilitas pendidikan yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah. 12. Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dengan syarat: a. atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan. . termasuk dividen yang dibagikan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis. sekutu. 10. dan 13. Sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah. atau adanya pengakuan dari debitur bahwa untungnya telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu. Pembagian laba dengan nama dan bentuk apapun seperti dividen. 3. Biaya pembangunan infrastruktur sosial yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah. d. atau anggota. 9. Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada Direktorat Jenderal Pajak. Syarat sebagaimana dimaksud pada huruf c tidak berlaku untuk penghapusan piutang tak tertagih debitur terkecil. perusahaan pembiayaan konsumen. Kompensasi kerugian fiskal tahun sebelumnya (maksimal 5 tahun). Telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial. Sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah. dan perusahaan anjak piutang. Cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yang dibentuk oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan badan usaha lain yang menyalurkan kredit. b. Telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara. Pembentukan atau pemupukan dana cadangan. sewa guna usaha dengan hak opsi.8. Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan: 1. b. 11. dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. 14. kecuali: a. atau telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus. Sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah. dan c. 2. Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham.

9. firma. asuransi dwiguna. 6. 10. Premi asuransi kesehatan. bantuan atau sumbangan. Gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan. Harta yang dihibahkan. yang ketentuannya dan syarat-syaratnya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. dan warisan. denda. Pajak Penghasilan. Cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan. asuransi jiwa. dan asuransi beasiswa. dan f. atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham. kecuali:  Sumbangan yang diperbolehkan dikurangkan  Zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah  Sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia. menagih. Cadangan biaya penanaman kembali untuk usaha kehutanan. e. 8. 5. Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya. d. kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. Cadangan penjaminan untuk Lembaga Penjamin Simpanan.c. yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi. Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan. yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah. Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan. 11. Cadanagan biaya penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri untuk usaha pengolahan limbah industri. Sanksi administrasi berupa bunga. Biaya-biaya (pengeluaran) untuk mendapatkan. dan memelihara penghasilan yang: § Dikenakan PPh yang bersifat final . asuransi kecelakaan. 4. 7. kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi asuransi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib Pajak yang bersangkutan. 12. dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Biaya-biaya (pengeluaran) untuk mendapatkan. . menagih.§ Bukan objek PPh 13. dan memelihara penghasilan yang PPh-nya dihitung dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto.