BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus investasi untuk
keberhasilan pembangunan bangsa. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk
mencapai Indonesia Sehat, yaitu suatu keadaan dimana setiap orang hidup dalam
lingkungan yang sehat, berperilaku hidup bersih dan sehat, mempunyai akses terhadap
pelayanan kesehatan serta memiliki derajat kesehatan yang setinggitingginya (Dinkes,
2009).
Visi pembangunan kesehatan saat ini adalah Indonesia sehat 2014 untuk
mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berkeadilan. Visi ini dituangkan kedalam
empat misi salah satunya adalah meningkatkan kesehatan masyarakat melalui
pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani (Depkes RI,
2009). Misi pembangunan kesehatan tersebut diwujudkan dengan menggerakkan dan
memberdayakan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas
dasar kesadaran atas hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga
dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam
mewujudkan kesehatan masyarakat (Dinkes, 2009).
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dilakukan melalui pendekatan tatanan
yaitu: PHBS di rumah tangga, PHBS di sekolah, PHBS di tempat kerja, PHBS di
institusi kesehatan dan PHBS di tempat umum.
PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Rumah Tangga adalah upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan
perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di
masyarakat. PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Rumah Tangga dilakukan
untuk mencapai Rumah Tangga berperilaku hidup sehat. Perilaku hidup bersih dan
sehat seseorang berhubungan dengan peningkatan kesehatan individu, keluarga,
masyarakat dan lingkungannya.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tersebut harus dimulai dari tatanan
1

rumah tangga, karena rumah tangga yang sehat merupakan aset modal pembangunan
di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Beberapa
anggota rumah tangga mempunyai masa rawan terkena penyakit infeksi dan non
infeksi, oleh karena itu untuk mencegahnya anggota rumah tangga perlu diberdayakan
untuk melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) (Depkes RI, 2009).
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga merupakan salah satu
upaya strategis untuk menggerakan dan memberdayakan keluarga atau anggota rumah
tangga untuk hidup bersih dan sehat. Melalui ini setiap anggota rumah tangga
diberdayakan agar tahu, mau dan mampu menolong diri sendiri dibidang kesehatan
dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi
masalah-masalah kesehatan yang dihadapi, serta memanfaatkan pelayanan kesehatan
yang ada. Setiap rumah tangga juga digerakkan untuk berperan aktif dalam
mewujudkan kesehatan masyarakatnya dan mengembangkan upaya kesehatan
bersumber masyarakat (Depkes RI, 2006).
Program pembinaan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang
dicanangkan pemerintah sudah berjalan sekitar 15 tahun, tetapi keberhasilannya masih
jauh dari harapan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menunjukkan
bahwa rumah tangga di Indonesia yang mempraktekkan PHBS (Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat) baru mencapai 38,7%. Padahal Rencana Strategis (Restra)
Kementerian Kesehatan tahun 2010-2014 mencantumkan target 70% rumah tangga
sudah mempraktekkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) pada tahun 2014.
Berdasarkan laporan hasil pemantauan dinas kesehatan kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi
Tenggara tahun 2012 yang dilaksanakan pada sejumlah desa yang tersebar pada 12
kabupaten/kota dengan jumlah RT yang dipantau sebanyak 233.709 menunjukkan hanya
117.925 atau 50,46 % yang berPHBS, jumlah ini relatif meningkat dari tahun 2011 yang
hanya 90.006 RT atau 36.83%. (Depkes, 2012).
Siswa sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dijaga,
ditingkatkan, dan dilindungi kesehatannya. Sekolah selain berfungsi sebagai tempat
pembelajaran, juga dapat menjadi tempat yang berpotensi terjadinya penularan
penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Jumlah siswa sekolah yang cukup besar
yaitu sepertiga jumlah penduduk dan usia sekolah merupakan masa keemasan untuk
menanamkan nilai PHBS. Oleh karena itu, siswa sekolah berpotensi sebagai agen
perubahan untuk mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan
sekolah, keluarga dan masyarakat.

Pada saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 250.000 sekolah negeri, swasta
2

maupun sekolah agama dari berbagai tingkatan. Dimana jumlah anak sekolah
diperkirakan mencapai 30% dari total penduduk indonesia atau sekitar 73 juta orang.
Dengan jumlah sebesar ini, maka anak usia sekolah merupakan modal utama
pembangunan dimasa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi
kesehatannya. Sekolah merupakan tempat yang strategis dalam kehidupan anak, maka
sekolah dapat difungsikan secara tepat sebagai salah satu institusi yang dapat
membantu dan berperan dalam upaya optimalisasi tumbuh kembang anak usia sekolah
dengan upaya promotif dan preventif.
Berdasarkan laporan pusat promosi kesehatan diketahui bahwa 75% kesehatan
dibangun oleh lingkungan yang sehat dan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Tidak ada yang bisa dikerjakan pada kondisi sakit, bahkan aktivitas sehari-hari juga
tidak dapat dilakukan pada kondisi fisik, psikis dan lingkungan yang buruk. Pada usia
anak sekolah penyakit yang sering dihadapi anak sekolah dasar biasanya berkaitan
dengan kebiasaan hidup bersih dan sehat seperti kebiasaan cuci tangan pakai sabun,
potong kuku, gosok gigi, dan membuang sampah sembarangan.

1.2 Deskripsi Masalah
 Rendahnya tingkat pengetahuan dan pemahaman warga desa Mataosu tentang
perilaku hidup bersih dan sehat.
 Jumlah warga desa yang menderita penyakit infeksi yang terus meningkat akibat
kurangnya pengetahuan serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
sehar-hari.

1.3 Tujuan Penelitian

Kegiatan ini bertujuan agar warga sekolah baik siswa-siswi dan para guru SDN 01
Mataosu, Desa Mataosu mengetahui pengertian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

3

4 Manfaat Penelitian  Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga masyarakat sekolah terlindungi dari berbagai gangguan kesehatan dan ancaman penyakit.  Meningkatkan semangat belajar-mengajar sehingga prestasi belajar siswa meningkat. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4 .  Meningkatnya citra sekolah  Menjadi contoh sekolah ber-PHBS bagi sekolah lainnya. dan manfaat dari melaksanakan PHBS. di sekolah. 1. apa saja yang merupakan PHBS sekolah.

bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) sehingga dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga. untuk meningkatkan pengetahuan. Penyebab yang mempengaruhi PHBS adalah faktor perilaku dan non perilku fisik. dalam tatanan rumah tangga. sikap. Banyak hal yang menjadi penyebab PHBS menurun yaitu selain 5 . 2012). masih terikat eratnya masyarakat Indonesia dengan adat istiadat kebiasaan. kepercayaan dan lain sebagainya yang tidak sejalan dengan konsep kesehatan (Azwar.2. agar dapat menerapkan caracara hidup sehat dalam rangka menjaga memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Dinkes Lampung. dengan membuka jalan komunikasi. 2005). muntaber. PHBS yang baik dapat memberikan dampak yang bermakna terhadap kesehatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam peningkatan derajat kesehatan. keluarga. PHBS dapat mencegah terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit. memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat (Dinkes. sosial ekonomi dan sebagainya. Sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat mengenai dan mengatasi masalahnya sendiri.1 Definisi Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atau kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. oleh sebab itu penanggulangan masalah kesehatan masyarakat juga dapat ditunjukkan pada kedua faktor utama tersebut (Notoadmojo. typus. Dampak PHBS yang tidak baik dapat menimbulkan suatu penyakit diantaranya adalah mencret. status pola gizi dan pemanfaatan sarana kesehatan lingkungan agar tercapai derajat kesehatan yang optimal. dan DBD (Dinkes Metro. dan perilaku. melalui pendekatan pimpinan (advokasi). Menurut pusat promosi kesehatan. kelompok dan masyarakat. 2005). Masalah kesehatan lingkungan merupakan salah satu dari akibat masih rendahnya tingkat pendidikan penduduk. PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar/ menciptakan suatu kondisi bagi perorangan. 2006). desentri. 2003). memberikan informasi dan melakukan edukasi.

Sasaran primer adalah sasaran utama dalam rumah tangga yang akan dirubah perilakunya atau anggota keluarga yang bermasalah (individu dalam keluarga yang bermasalah). tabungan ibu bersalin. ibu. 2. kader tokoh agama. kebijakan. tokoh masyarakat. pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga. PKK3. sasaran PHBS di rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga secara keseluruhan dan terbagi dalam: 1. kepala desa. tokoh keluarga. camat. Sasaran sekunder adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam keluarga yang bermasalah misalnya. anak tumbuh sehat dan cerdas dan pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga. kepala 6 . ambulan desa dan lain-lain (Depkes RI.3 Manfaat PHBS 1. ekonomi dan sosial (Depkes RI. 2. 2008). Bagi rumah tangga: semua anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit. dalam upaya mewujudkan derajat hidup yang optimal (Dinkes. meningkatkan peran aktif masyarakat termasuk swasta dan dunia usaha. masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan dan masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UBKM) seperti Posyandu. lurah. kesadaran dan kemauan masyarakat agar hidup sehat. 2. dan lintas sektor terkait. kepala keluarga. faktor teknis juga faktor-faktor geografi. 3. Bagi masyarakat: masyarakat mampu mengupayakan lingkungan yang sehat.4 Sasaran PHBS Tatanan Rumah Tangga. Sasaran tersier adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu dalam menunjang atau mendukung pendanaan. 2006). 2.2 Tujuan PHBS Tujuan PHBS adalah: meningkatkan rumah tangga sehat diseluruh masyarakat Indonesia. orang tua. dan kegiatan untuk tercapainya pelaksanaan PHBS misalnya. meningkatkan pengetahuan. 2. arisan jamban. petugas kesehatan. 2003).

Berdasarkan waktu produksinya. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan peralatan yang aman. Asi matang/ matur ASI matang adalah ASI yang dikeluarkan pada sekitar pada hari ke -14 dan seterusnya komposisi relatif tetap. juga volume akan makin meningkat. tidak diberi makanan tambahan dan minuman lain kecuali pemberian air putih untuk minum obat saat bayi sakit. 2.5 Indikator PHBS di Rumah Tangga (Dinkes. Memberi ASI Eksklusif Adalah bayi pada usia 0 – 6 bulan hanya diberi ASI sejak lahir sampai usia 6 bulan. 2. karena mengandung banyak vitamin A. Asi banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. guru. 2006): 1. berwarna kekuningan dan lebih kental. Puskesmas. Kolostrum Kolostrum ( susu awal ) adalah ASI yang keluar pada hari pertama. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan Adalah persalinan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (bidan. ASI transisi/ peralihan ASI peralihan adalah ASI yang keluar setelah kolostrum sampai sebelum menjadi matang. dokter. 2. Merupakan suatu cairan berwarna putih kekuningan yang diakibatkan warna dari gambar c-casenat riboflavin. Kolostrum mengandung vitamin A. Biasanya diproduksi pada hari k2 4 – 10 setelah kelahiran. ASI mengandung zat kekebalan sehingga mampu melindungi bayi dari alergi. Kandungan volume protein akam semakin rendahsedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin tinggi dibandingkan pada kolosrum. bersih dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya. 3. Setelah kelahiran bayi. adalah langkah awal terpenting untuk mengurangi kematian ibu dan kematian neonatal dini. Meningkatnya proporsi ibu bersalin dengan bantuan tenaga kesehatan yang terlatih. 7 . ASI digolongkan dalam tiga kelompok yakni: 1. tokoh masyarakat dan lain-lain. protein dan zat kekebalan yang penting untuk melindungi bayi dari penyakit infeksi. Zat gizi dalam ASI sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan. E dan K serta beberapa mineral seperti natrium dan Zn. dan tenaga para medis lainnya).

3. bulan kedua sekitar 400 – 600 ml/hari setelah bayi berusia satu tahun. Ditinjau dari aspek imunologi Bayi tidak sering sakit. yang penting untuk mengembangkan dasar kepercayaan dengan mulai mempercayai orang lain /ibu dan akhirnya mempunyai kepercayaan pada diri sendiri. katalase dan peroksidase. Pada ibu yang sehat dimana produksi ASI cukup.enzim pada ASI yang mempunyai efek antibakteri misalnya lisozim. Ditinjau dari aspek psikologis Bayi lebih sehat. Naik apabila garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna di atasnya. dan karoten yang terdapat di dalamnya. Menimbang bayi dan balita setiap bulan Adalah menimbang bayi dan balita mulai dari umur 0 sampai 59 bulan setiap bulan dan dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) berturut-turut dalam 3 bulan terakhir. Pemberian ASI mendekatkan hubungan ibu dan bayi menimbulkan perasaan aman bagi bayi . misal IgA. volume ASI sekurang – kurangnya sekitar 500-700 ml/hari. badannya kurus  Mudah sakit 8 . Bila balita mengalami gizi kurang maka akan dijumpai tanda – tanda:  Berat badan tidak naik selama 3 bulan berturut – turut. 2. Selama 6 bulan pertama. ASI ini merupakan makanan satu – satunya yang paling baik dan cukup untuk bayi sampai berumur 6 bulan. Ditinjau dari aspek gizi Kandungan gizi lengkap dan sesuai dengan kebutuhan bayi untuk tumbuh kembang yang optimal. 3. lincah dan tidak cengang. Mudah diserap dan dicerna. Keuntungan menyusui bagi bayi: 1. Setelah balita ditimbang di buku KIA atau KMS maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak turun. Tidak naik bila garis pertumbuhannya mendatar dan garis pertumbuhannya naik tetapi warna yang lebih muda. Penimbangan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhan balita setiap bulan dan mengetahui apakah balita berada pada kondisi gizi kurang atau gizi buruk. ASI mengandung kekebalan antara lain imunitas seluler yaitu leukosit sekitar 4000/ml.

sela – sela jari dan kuku 4. Di dalam tubuh manusia itu sendiri sebagian besar terdiri dari air. Waktu yang tepat untuk mencuci tangan : a. Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk minum. Basuh tangan sampai bersih dengan air mengalir 5. Setelah buang air besar c. Sebelum menyusui bayi g. masak. karena tanpa sabun kotoran dan kuman akan masih tertinggal. Menggunakan air bersih Air adalah sangat peting bagi kehidupan manusia. Sebelum makan dan menyuapi makanan f.  Tampak lesu dan lemah  Mudah menagis dan rewel 4. Cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun khusus anti bakteri 2. batuk dan membuang ingus Cara mencuci tangan yang benar adalah sebagai berikut: 1. Setelah bersin. karena sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman. Setelah membersihkan kotoran bayi d. Sebelum memegang makanan e. Misalnya: mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan minuman. mencuci ( bermacam – macam cucian ). dan untuk bayi sekitar 80%. Sebelum menyuapi anak h. Gosok tangan setidaknya selama 15 – 20 detik 3. Gunakan tisu atau handuk sebagai penghalang ketika mematikan kran air. mencuci tangan sesudah buang air besar dengan sabun. untuk anank – anak sekitar 65%. Bersihkan bagian pergelangan tangan. punggung tangan. 5. Setia kali tangan kita kotor ( setelah memegang uang . binatang dan berkebun ) b. Keringkan dengan handuk bersih dan alat pengering 6. Manusia akan lebih cepat meninggal karena kekurangan air daripada kekurangan makanan. mandi. Mencuci tangan dengan air dan sabun Adalah tindakan membersihkan tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun untuk membersihkan kotoran/ membunuh kuman serta mencegah penularan penyakit. 9 .

pot bunga/ alas pot bunga. mencuci alat-alat dapur. memasak. Jamban mencegah pecemaran sumber air yang ada disekitarnya. air belum tentu bebas kuman penyakit. Misalnya buang air besar di jamban dan membuang tinja bayi secara benar. wadah penampungan air dispenser. Rumah bebas jentik Adalah melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dirumah satu kali seminggu agar tidak terdapat jentik nyamuk pada tempat-tempat penampungan air. 7. berkumur. Penggunaan jamban akan bermanfaat untuk menjaga lingkungan bersih. vas bunga. 6. mencuci pakaian. antara lain (dapat dilihat. dicium dan diraba). Cara ini untuk mengetahui apakah air minum terkontaminasi oleh bakteri pathogen. Coli maka air tersebut sudahmemenuhi kesehatan c. Pemberantasan sarang 10 . tidak berbau. Syarat kimia Air minum yang sehat harus mengandung zat – zat tertentu dalam jumlah yang tertentu pula. tidak berasa. suhu di bawah suhu udara di luarnya. b. maka air itu hendaknya memenuhi persyaratan kesehatan sebagai berikut: a. sehat dan tidak berbau. dirasa. wadah pembuangan air kulkas dan barang-barang bekas/ tempattempat yang bisa menampung air. cara mengenal air yang memenuhi persyaratan fisik ini tidak sukar. Dan bila dari pemeriksaan 100 cc air terdapat kurang dari 4 bakteri E. membersihkan bahan makanan haruslah bersih agar tidak terkena penyakit atau terhindar dari penyakit. membersihkan lantai. mandi. Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indra kita. Terutama bakteri pathogen. adalah dengan memeriksa sampel air tersebut. Menggunakan jamban sehat Adalah rumah tangga atau keluarga yang menggunakan jamban/ WC dengan tangki septic atau lubang penampung kotoran sebagai pembuangan akhir. Kuman penyakit dalam air mati pada suhu 100 derajat C (saat mendidih). Jamban yang sehat juga memiliki syarat seperti tidak mencemari sumber air. Syarat – syarat air minum yang sehat agar air inum itu tidak menyebabkan penyakit. mudah dibersihkan dan penerangan dan ventilasi yang cukup. Syarat fisik Persyaratan fisik untuk air minum yang sehat adalah bening ( tidak berwarna ). Meski terlihat bersih. Syarat bakteriologis Air untuk keperluan minum yang sehat harus bebas dari segala bakteri. Air yang kita pergunakan sehari-hari untuk minum.

Sistem sirkulasi udara dapat diciptakan dengan menggunakan lubang angin atau ventilasi udara. Menutup dan mengubur plus menghindari gigitan nyamuk) 8. 11 .6 Kriteria Rumah Sehat Menjaga lingkungan rumah selalu bersih dan sehat berdampak positif bagi kualitas hidup seluruh anggota keluarga. sehingga dapat menyehatkan jantung. Tidak boleh merokok di dalam rumah dimaksudkan agar tidak menjadikan anggota keluarga lainnya sebagai perokok pasif yang berbahaya bagi kesehatan Karena dalam satu batang rokok yang dihisap akan dikeluarkan sekitar 4.nyamuk dengan cara 3M (menguras. 10. Memiliki rumah sehat tentunya akan memberikan rasa nyaman bagi penghuninya. senam dan sebagainya. Rumah sehat akan berpengaruh besar terhadap kesehatan lingkungan penghuninya. Biasanya ciri- ciri sayur dan buah yang baik ada sedikit lubang bekas dimakan ulat dan tetap segar. 9. Untuk itu perhatikan tentang rumah sehat dan keluarga. Tidak merokok di dalam rumah Adalah anggota rumah tangga tidak merokok di dalam rumah. Aktifitas fisik dilakukan secara teratur paling sedikit 30 menit dalam sehari . paru-paru alat tubuh lainnya. Salah satu ciri rumah sehat adalah memiliki sistem sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik. Lingkungan sangat erat kaitannya dengan rumah singgahan. lari.000 bahan kimia berbahaya seperti nikotin. Lakukan aktifitas fisik sebelum makan atau 2 jam sesudah makan. Sebuah perubahan kecil akan membawa dampak besar bagi kesehatan keluarga. tar dan carbonmonoksida (CO). Adalah anggota keluarga umur 10 tahun keatas yang mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari. 2. Makan buah dan sayur setiap hari Pilihan buah dan sayur yang bebas peptisida dan zat berbahaya lainnya. Melakukan aktivitas fisik setiap hari Adalah anggota rumah tangga umur 10 tahun keatas melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari misalnya jalan.

Lingkungan tidak padat penghuni luas lantai rumah per penghuni lebih besar 10 m2 6. Jamban leher angsa atau septic tank c. Ventilasi udara adalah lubang penghawaan pada ruangan agar sirkulasi udara dalam ruangan menjadi baik. Cahaya matahari yang terlalu panas. 8.Ada beberapa hal yang memenuhi syarat untuk rumah sehat. Kandang hewan harus terpisah dengan rumah. Terdapat sarana pembuangan air limbah yakni dapat diserap dan tidak mencemari sumber air (jarak dengan sumber air lebih dari 10 m ) dialirkan ke selokan tertutup (saluran kota) untuk diolah lebih lanjut. 12 . bangunan permanen dengan tembok. sehingga bisa menjadi jalannya udara yang baru. yakni: 1. Membersihkan tempat jentik berkembang agar rumah bebas jentik nyamuk tidak lebih dari 5 % 2. 3. Misalkan anda mempunyai ternak maka kandangnya harus terpisah dari rumah. Minimal ventilasi udara berukuran lebih 10 % dari luas lantai. gunakan kanopi jendela untuk menaungi jendela dari cahaya matahari langsung. Kebiasaan yang dilakukan sehari-hari dapat mempengaruhi terjadinya penularan berbagai penyakit. Bersihkan dari hal-hal yang mempengaruhi tikus datang ke rumah. bata plesteran. harus diperhatikan untuk mengarah ke matahari. Pencahayaan ruangan dengan standar mata normal bisa membaca tanpa sinar lampu tambahan 4. Sanitasi yang benar Sarana sanitasi yang benar yakni : a. 2. Agar tidak terjadi maka seharusnya perilaku penghuni memperhatikan beberapa hal : 1. Pada setiap rungan sebaiknya dibuatkan jendela kaca yang berhubungan dengan ruang luar. 5. d. 7. Tempat sampah yang kedap air tertutup Rumah sehat juga dipengaruhi oleh kebiasaan penghuninya. Jendela berfungsi dengan baik dengan ukuran yang memadai. Jendela ada dua sisi yang berbeda. Sarana air milik sendiri. Lubang asap dapur lebih besar 10% dari luas tanah lantai. serta papan kedap air. Dalam menentukan letak jendela. Konstruksi rumah. memenuhi syarat kesehatan b.

Pastikan rumah bebas tikus 3. misalnya dengan menanami bunga. Membersihkan rumah dan halaman rumah setiap hari 4. Memanfaatkan pekarangan. sampah hendaknya dibuang setiap hari pada sampah besar yang akan dibawa oleh petugas sampah (Nur Ilmiah). Membung sampah pada tempat sampah. sehingga ada upaya penghijauan 5. Penetapan Topik Masalah a. Bagaimana gambaran tingkat pengetahuan siswa-siswi SDN 01 Mataosu Kabupaten Kolaka tentang perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah? b. Apakah siswa-siswi SDN 01 Mataosu Kabupaten Kolaka mengetahui manfaat dari perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah? 13 . Membuang tinja bayi atau balita ke jamban. jangan meremehkan tinja bayi dan dibuang sembarangan karena tinja bayi sama halnya dengan tinja orang dewasa 6. BAB III METODE 3.1.

14 . Manfaat PHBS di sekolah c. Dengan diketahuinya perkembangan pelaksanaan PHBS di sekolah maka dapat dilakukan upaya promosi kesehatan lebih lanjut sehingga dapat meningkatkan jumlah sekolah sehat di Indonesia. Dimana indikator PHBS di sekolah dapat dirincikan menjadi dua bagian antara lain: 1. Indikator yang dikembangkan tentunya meliputi indikator yang terkait dengan perilaku siswa di sekolah dan indikator yang berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana kesehatan di lingkungan sekolah sebagai bentuk dukungan kebijakan. perlu dilakukan kajian sengan pemilihan responden atau informan masyarakat sekolah terutama siswa sekolah.3. 3. Agar indikator PHBS memenuhi persyaratan tersebut. Indikator PHBS di Sekolah Indikator PHBS di sekolah akan memberikan indikasi keberhasilan atau pencapaian kegiatan PHBS di sekolah.2 Pengumpulan Data 3. Diskusi dan tanya jawab materi penyuluhan .2. Penyampaian materi dengan cara penyuluhan interaktif .3. 3.3 Populasi Populasi yang di gunakan adalah siswa-siswi kelas VI SDN 01 Mataosu Kabupaten Kolaka.2. Materi penyuluhan mencakup: a. Pengertian PHBS di sekolah b.2 Metode Penyuluhan Metode penyuluhan PHBS di sekolah ini adalah: .1 Tempat dan Waktu Pengumpulan Data Melakukan kegiatan penyuluhan dan pengumpulan data ke SDN 01 Mataosu kabupaten Kolaka pada tanggal 25 Maret 2015. Indikator lingkungan sekolah. Indikator perilaku siswa 2. Indikator PHBS di sekolah 3.2.

30 Diskusi Interaktif (tanya jawab) 3.4.3 Unsur Keluar (Output)  Seluruh peserta penyuluhan yang datang.  Sebagian besar sasaran memahami materi penyuluhan.5 Waktu dan Tempat Penyuluhan  Hari dan Tanggal : Rabu.7.2 Proses  Acara dilaksanakan sesuai dengan jadwal acara yang telah ditentukan.7.00 .  Tempat : SDN 01 Mataosu.30 WITA. 25 Maret 2015.  Respon peserta terhadap kegiatan penyuluhan terlihat baik.1 Unsur Masukan (Input)  Persetujuan pihak sekolah untuk diadakan penyuluhan.  Tersedianya tempat untuk dilakukan penyuluhan yaitu di ruangan kelas SDN 01 Mataosu.6 Susunan Acara Tabel Susunan Acara Susunan Acara Kegiatan 07. mengikuti penyuluhan sampai acara selesai.  Waktu : 08.09.7 Evaluasi Keberhasilan 3.  Jumlah peserta yang hadir mengikuti penyuluhan cukup banyak yaitu sekitar 20 orang. 15 . Judul Penyuluhan Judul kegiatan penyuluhan : “PHBS di SEKOLAH DASAR” 3.00 Persiapan Penyuluhan 08.7.00 – 08. 3.00 Pemberian Materi 09. 3.00 – 09.00 – 09. 3. 3. Terlihat dari aktifnya peserta menanyakan mengenai materi yang telah diberikan. Desa Mataosu.

Provinsi Sulawesi Tenggara.6 16 . Profil Komunitas Umum Puskesmas Plus Watubangga merupakan puskesmas induk di Kecamatan Watubangga. Puskesmas Watubangga telah berdiri lama. BAB VI HASIL PENELITIAN 41. Kabupaten Kolaka. kurang lebih 24 tahun dan menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan di masyarakat Kecamatan Watubangga.

Senangtiasa menanamkan perilaku hidup sehat (PHBS) . Kelurahan Wolulu 1. 1. / Desa Jiwa KK Dari Kec.039 262 1. Dari Kab. Kelurahan Tandebura 1.5 4.Memotivasi staf untuk meningkatkan pengetahuan.588 563 0 75 2. Puskesmas ini dibangun pada tahun 1991 di atas tanah seluas 1200 m² dengan luas bangunan 305 m² dan mengalami renovasi pada tahun 1992. Desa Kukutio 1.438 477 12 87 17 . Puskesmas Plus Watubangga telah menetapkan Visi dan Misi sebagai berikut 6: Visi : Menjadikan Puskesmas Watubangga sebagai percontohan di Kab Kolaka Misi : .5 76.567 449 2 77 3. 4 Keadaan Jumlah Penduduk Kecamatan Watubangga Tahun 2014 Jumlah Penduduk Jarak (KM) No. Puskesmas Plus Watubangga adalah salah satu puskesmas perawatan di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka yang berkedudukan di Kecamatan Watubangga dengan jarak tempuh ±60 KM ke arah selatan dari ibu kota kabupaten kolaka.Menjalin komunikasi yang baik antara petugas pusk dengan masyarakat Wilayah kerja Wilayah kerja puskesmas Watubangga Secara Administratif terdiri dari atas 3 (tiga) Kelurahan dan 11 (sebelas) desa dengan jumlah penduduk dan jarak dengan ibu kota kabupaten serta ibu kota kecamatan maing-masing adalah sebagai berikut : Tabel. DesaSumber Rejeki 659 172 7 82 5. Lalau pada tahun 2007 mengalami penambahan bangunan yaitu bangunan pelayanan PONED.6 Dalam mengaplikasikan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat.Meningkatkan pelayanan di seluruh lapisan masyarakat . Nama Kel. kedisiplinan dan kinerja . Kelurahan Watubangga 2.

suku tolaki mekongga. Desa Gunungsari 1.2. Desa Longgosipi 784 190 14 89 9. Desa Ranoteta 997 280 9 84 14.782 4. Data Geografis Puskesmas Watubangga merupakan puskesmas induk di Kecamatan Watubangga yang terletak di sebelah selatan Kabupaten Kolaka. yaitu:6 a. Burnene. Batas wilayah kecamatan Watubangga. Desa Mataosu Ujung 429 148 37 112 Jumlah 15. perbukitan 50 % dan Perairan 20 %. bugis. Desa Polenga 1. 6. terdiri dari wilayah dataran 30 %. Toari d. Sebelah Utara berbatasan dengan Kec. Desa Lamunde 1. PNS dan TNI/POLRI. Desa Mataosu 980 152 22 97 10.237 247 3 78 11. suku bugis-makassar. dengan hasil utama pertanian 18 .335 Sumber : Kantor Kecamatan Watubangga Tahun 2014 Masyarakat kecamatan watubangga secara sosial ekonomi adalah terdiri dari berbagai macam suku bangsa yaitu suku tolaki morene. Sebelah Timur Berbatasan dengan Kec. Data Demografik Kecamatan Watubangga terdiri atas 25. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kec. peternak sapi/kambing dan nelayan disamping pekerjaan lain seperti wiraswasta. Desa Peoho 718 200 9 84 8.107 338 3 78 13.164 penduduk yang tersebar pada empat belas desa. 4. Tanggetada b. dengan mayoritas suku etnis Tolaki. Sektor perekonomian di kecamatan ini sebagian besar berasal dari pertanian dan perikanan. Desa Kastura 975 278 16 91 7.264 579 5 80 12. Polinggona 4.68 km2.3. jawa serta bali dan luas wilayah daratan 507. Sebelah Barat berbatasan dengan Teluk Bone c. suku jawa dan suku bali yang mayoritas bekerja sebagai petani/pekebun.

Wtb 2.T. sedangkan hasil utama perikanan yaitu udang. Ds. yaitu kelapa sawit dan palawija.sari 1. Kel. Jumlah Penduduk Balita dan dewasa pada Masing-masing Desa di Kecamatan Watubangga Tahun 2014 Jml pddk 13. Ds.782 7. Kastura 975 22 20 102 39 16 45 40 158 57 .567 35 31 165 78 28 113 105 173 92 3.09 1.M.osu 14.7.Polenga 1. 1.Wolulu 1. S.Ranotete 13.2. Kukutio 1.107 26 23 116 55 33 94 85 122 65 5. 429 9 9 45 21 10 35 19 47 25 Ujung 1.16- BUMI 1-4 5-6 7-12 45-59 >60 No Desa/kel Gakin Bayi 15 18 Jiwa KK L Thn Thn Thn Thn thn Thn Thn 1. Ds.264 30 27 133 63 45 55 90 139 74 Ds. 12. L.039 24 22 109 52 29 92 83 114 24 4.346 9. tambak bandeng dan ikan laut. Ds.16 1. Ds.237 27 24 130 62 42 80 80 136 72 Lamunde Ds. Peoho 718 17 15 75 36 13 75 36 79 42 7.Rejeki 659 14 13 69 33 17 48 42 73 39 6. 997 23 21 105 50 30 65 48 110 58 a Ds.73 Kecamatan15.6 Tabel 4. Kel. Kel.65 1. Ds. Ds.G.438 33 30 151 49 44 132 121 107 84 8.sipi 784 16 15 82 49 13 55 59 86 46 10. Mataosu 980 20 19 103 21 8 84 88 79 57 11. Ds.588 57 52 272 129 75 190 200 285 151 2.346 354 320 789 386 922 7 3 6 8 Sumber : Laporan PWS KIA-KB PKM Watubangga Tahun 2014 19 .bura 1.

1 13. 1 9. dan analis berjumlah 2 orang. . SMA . dibantu oleh 49 orang tenaga paramedis dan bidan yang tersebar baik di puskesmas Watubangga. 1 1 Jumlah 18 12 21 20 . 1 Keadaan Tenaga Puseksmas Plus Watubangga Tahun 2014 Jumlah No. 1 11. 1 6. Yang berada di puskesmas Watubangga. Sumber Daya Kesehatan Menurut data laporan tahunan tahun 2014.4. puskesmas pembantu. . petugas farmasi berjumlah 1 orang. 1 12. 1 . 1 10. 1 . . bidang sanitasi yang berjumlah 2 orang. Upaya kesehatan masyarakat puskesmas Watubangga juga dijalankan oleh petugas kesehatan lulusan sarjana kesehatan masyarakat yang berjumlah 5 orang. yaitu 1 orang dokter umum dan 1 orang dokter gigi. SPK 5 . D3 Bidan 3 9 3 16 8. Dokter Gigi . 1 7 14. Dokter Umum 1 . D3 Farmasi 1 . 12 16 7. 1 2. S1 Keperawatan . D3 Gigi 1 . D3 Analis Kimia 1 . 3 5 4. D3 Gizi . 2 1 5. . .6 Adapun keadaan tenaga di puskesmas plus watubangga pada tahun 2013 dapat di lihat pada tabel berikut : Tabel. D3 Kesling . 1 . upaya kesehatan masyarakat di kecamatan Watubangga dijalankan oleh 2 tenaga medis. . S1 Kesmas 2 . . D3 Analis Kesehatan .4. Jenis Tenaga Non PNS Total PNS PTT Honorer 1. D3 Perawat 3 . . 1 3.

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 18 - Sumber : Laporan Ka. 3 orang perawat. upaya kesehatan masyarakat bergerak dalam bidang: 1) kesehatan keluarga dengan sub KIA. promosi kesehatan. KB. Masing-masing upaya tersebut dipegang oleh 4 orang bidan. 49 Sumber : Laporan Ka. posyandu dan usila. 3 Keadaan Jaringan Puskesmas dan UKBM Puskesmas Plus Watubangga Tahun 2014 Jumlah No. dan 1 orang analis. 2 4. BOK. Baik Rusak 1. 2 orang perawat. 1 orang petugas farmasi.Subag Tata Usaha PKM Watubangga Tahun 2014 Tabel. 21 . Sedangkan upaya kesehatan perorangan bergerak dalam bidang: 1) pengobatan dan perawatan dan 2) unit penunjang. dan 4 orang analis. Jenis Jaringan dan UKBM Ket. Puseksmas Pembantu (PUSTU) .Subag Tata Usaha PKM Watubangga Tahun 2014 Keterangan: Medis : Dokter. dan Jamkesmas dan Askes. Pos Bersalin Desa (POLINDES) . Pos Kesehatan Desa (POSKESDES) 7 5 3. Dokter gigi Perawat : Akper/Akbid/Perawat Kesmas : Sarjana Kesehatan Masyarakat Pada tahun 2014. 2 orang lulusan sarjana kesehatan masyarakat. 5 2. UKS. dan 2) pencegahan dan pemberantasan penyakit menular (P2M). gizi. Masing-masing upaya tersebut dipegang oleh 1 orang dokter umum.

Poli umum dewasa/anak-anak . Pelayanan Penunjang Medis Pelayanan penunjang medis yang tersedia adalah : 22 . Disamping itu juga melayani kegawatdaruratan dasar obgyn (PONED = pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar).5. Pelayanan Rawat Jalan Pelayanan Rawat Jalan terdiri dari pusat-pusat layanan : .4.Poli Kesehatan Ibu dan Anak . Sarana Pelayanan Kesehatan 4.Klinik sanitasi b. d. ASKES PNS. Pelayanan Rawat Inap 24 Jam Pelayanan rawat inap berlaku untuk seluruh pasien umum.1.Kusta dan TB Paru . PERDA No.5. c.Poli Kesehatan Gigi dan Mulut . sedangkan di desa lain masing-masing memiliki 1 puskesmas pembantu dan 1 polindes/poskesdes.Pojok Gizi . dan ASKES GAKIN. Jumlah sarana kesehatan Jumlah sarana kesehatan di kecamatan Watubangga dimana puskesmas terdapat di kelurahan Watubangga. Jampersal dan Jamkesdah dengan ketentuan dan biaya sesuai Perda No 3 Tahun 2011. Fasilitas Pelayanan Kesehatan a. Pelayanan Persalinan 24 jam Melayani pemeriksaan kehamilan dan persalinan dengan sistem rawat inap. 4 Tahun 2011 dan Ketentuan yang telah di atur oleh Departemen Kesehatan RI dengan kategori rawat inap. Pelayanan UGD 24 jam e.

Bulan JUMLAH JUMLAH % JUMLAH % RUMAH DIPERIKSA DIPERIKSA SEHAT SEHAT 1. faeses. ranoteta.3 3.4 7. wolulu. Laboratorium Klinis Dasar tingkat Puskesmas.2. Jumlah posyandu Jumlah posyandu di kecamatan Watubangga tahun 2014 sebanyak 14 posyandu. Keadaan Perumahan Kondisi perumahan sehat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Plus Watubangga dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel.7 121 48. . Jun 221 5. Analisis Lingkungan Fisik a. Mar 221 5.2 88 47.6 2. tandebura). kukutio.6. kastura).9 6.1 120 54.355 249 5. sumber rezeki. strata purnama sebanyak 3 posyandu (polenga. Mei 220 5.3 117 50.9 5. dan strata pratama sebanyak 2 (matausu dan matausu ujung) posyandu.3 4. tergolong strata madya sebanyak 9 posyandu (watubangga. lamunde. Jan 4. Melayani pemeriksaan malaria. Juli 184 4.8 23 .5. 6 Cakupan Keadaan Rumah di Puskesmas Plus Watubangga Tahun 2014 RUMAH No. gunung sari. 4.1 134 60. Feb 241 5.1 118 53.5 121 50. langgosipi. tuberkulosates dan kehamilan 4. Apr 230 5. Analisis Faktor Lingkungan 1. peoho.

Sept 248 5.4 122 51.T DIPERIKSA DIPERIKSA BER PHBS PHBS 1. 8. Okt 235 5.4%) dari 2. Agust 230 5. Jan 4.767 63. Feb 249 5.6 12. Nov 278 6. Untuk itu pengawasan perumahan dan penyuluhan kesehatan tentang persyaratan rumah sehat harus lebih ditingkatkan lagi Tabel.6 10. Ini disebabkan oleh karena masih banyak rumah tangga yang memiliki sarana sanitasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan dan lingkungan perumahan yang kotor.1 52 39 2. 7 Cakupan Rumah Ber PHBS di Puskesmas Plus Watubangga Tahun 2014 KEPALA RUMAH TANGGA No.4 149 53.557 rumah yang diperiksa. 210 4.4 2013 Sumber : Laporan Prog.7 138 55. Kesling Pusk Plus Watubangga Tahun 2014 Pada Tabel di atas terlihat bahwa jumlah rumah sehat di wilayah kerja Puskesmas Plus Watubangga yaitu sebanyak 1.8 118 56.9 11. Hal ini menunjukkan bahwa di wilayah kerja Puskesmas Plus Watubangga masih banyak rumah tangga yang tidak memenuhi syarat kesehatan.355 135 3.478 rumah (53. Bulan JUMLAH JUMLAH KK % JUMLAH KK % KEPALA R.3 132 57. Des.2 Tahun 4.355 2.5 1.7 62 25 24 .478 53.4 9.

Promkes Pusk Plus Watubangga Tahun 2014 Pada tabel di atas menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat dari masyarakat di wilayah kerja puskesmas plus watubangga. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan rumah yang memenuhi syarat kesehatan tidak diimbangi dengan perilaku untuk hidup bersih dan sehat dari masyarakat.355 1. masih sangat minim. Nov 155 3. Ini terlihat dari 1. Okt 155 3. Apr 155 3. Mar 214 4.882 KK yang di periksa / di suevey.6 95 61 9. Des Tahun 4. tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL).6 52 34 5. Cakupan Sarana Sanitasi Dasar Perumahan Sarana sanitasi perumahan yang dimaksud adalah sarana jamban keluarga (JAGA).0 64 49 7. Sept 267 6.882 43 911 48 2013 Sumber : Laporan Prog. 3. e. hanya 911 KK (48%) saja yang berperilaku hidup bersih dan sehat. Mei 155 3. Jun 130 3. Juli 112 2.6 91 58 12.6 55 35 11.9 106 50 4.6 70 62 8. Agust 155 3. utamanya perilaku masyarakat terhadap kebiasaan merokok dan kebiasaan lupa mencuci tangan saat akan makan.1 207 77 10. Adapun cakupan sarana sanitasi dasar 25 .6 57 37 6.

Juli 184 136 79 73 58.557 1.001 87.9 44.126 71. Mar 221 176 104 80 47 160 79 72 36 182 84 82 38 4.1 105 71 57 68 130 72 71 55 8. Mei 220 154 94 70 43 163 56 74 25 196 72 89 33 6.828 1. Agst 230 155 97 67 63 169 79 73 47 195 78 85 40 9.355 7.7 2013 Sumber : Laporan Prog. 8 Cakupan Jumlah Sarana Sanitasi Dasar Perumahan Yang Memenuhi Syarat Puskesmas Plus Watubanga 2014 JAMBAN TEMPAT SAMPAH SPAL JUMLAH KK MEMILIKI JUMLAH KK MEMILIKI JUMLAH KK MEMILIKI % KK MEMILIKI JUMLAH SEHAT JUMLAH SEHAT JUMLAH SEHAT % KK MEMILIKI % KK MEMILIKI JML No.355 2. Des 210 163 97 78 46 159 88 76 42 163 82 78 39 Thn 4.3 61.017 903 78. Apr 230 163 89 71 39 167 64 73 28 196 82 85 42 5. BLN % SEHAT % SEHAT % SEHAT RMAH RUMAH DIPERIKSA 1.6 44.240 1. Feb 241 190 115 79 48 177 83 73 34 198 89 82 37 3. perumahan yang memenuhi syarat di wilayah kerja Puskesmas Plus Watubangga adalah seperti yang terdapat pada tabel berikut : Tabel. Jan 249 190 121 80 64 181 86 73 34 204 95 82 38 2. Sept 248 165 71 67 43 182 74 73 41 204 88 82 43 10. Okt 235 126 58 54 46 181 66 77 36 174 82 74 47 11. Kesling Pusk Plus Watubangga Tahun 2013 26 . Jun 221 153 104 69 47 172 71 78 32 192 80 87 36 4.6 2.8 2. Nov 278 157 97 57 62 201 86 72 43 206 97 74 47 12.

017 rumah yang memiliki tempat pembuangan sampah sementara.126 (71.240 rumah tangga yang memiliki SPAL. 9 Cakupan Kepemilikin Sarana Air Bersih Puskesmas Plus Watubangga Tahun 2014 27 .7%) rumah tangga yang memiliki SPAL yang memenuhi syarat kesehatan dari 2. f.3%) dari 1. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa cakupan sarana sanitasi perumahan yang memenuhi syarat kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Plus Watubangga masih sangat kecil. Hal ini disebabkan oleh karena masih banyak rumah tangga miskin di wilayah kerja puskesmas plus watubangga yang berdampak pada keterbatasan ekonomi dari kepala keluarga untuk mengadakan sarana sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan. Kemudian hanya 1. Rumah tangga yang memiliki tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang memenuhi syarat kesehatan hanya 903 (44.8%) dari 2.001 (44.828 rumah tangga yang memilik jamban. Pada tabel 8 di atas terlihat bahwa jumlah jamban yang memenuhi syarat kesehatan hanya 1. Cakupan Air Bersih Cakupan Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Plus Watubangga yang memiliki air bersih dapat di lihat pada tabel berikut : Tabel.

LEDENG SGL SPT % % % % % 1. Jun 123 112 91.9 3 2.0 77 4. Juli 139 134 96.4 5 3.7 8.8 11. Des 212 160 97. Agust 141 138 97.7 6.7 8 13 5.3 11 17.1 11 17.2 9. Jan 119 113 95 6 10 2.4 6 4.3 7 3.744 1. Hal ini disebabkan oleh karena kualitas air yang di hasilkan dari sumur bor/artesis lebih dapat di pertanggung jawabkan resiko tingkat pencemarannya.2 10.8 12. Mar 138 131 95 7 11 4.9 3 2.3 6 3. Nov 163 157 96. Feb 142 138 97.3 Thn 1.7 2013 Sumber : Laporan Prog. Apr 151 143 94. JML KK BLN AKSES AIR BERSIH DIPERIKSA LAINNYA (PMA) BOR /ARTESIS No. Okt 132 126 95.622 93. Kesling Pusk Plus Watubangga Tahun 2014 Tabel di atas menunjukkan bahwa akses air bersih masyarakat yang umum di pedesaan yaitu SGL sudah mulai beralih ke sumber air bersih yang lain yaitu sumur bor/artesis (4.7%). Sept 141 138 97.2 4 6. Mei 143 132 92.7 7.5 3. 28 .

Untuk pengelolaan dan kepemilikan sarana sumur bor/artesis ini adalah dengan dibentuknya kelompok pemakai air (Pokmair) yang dibentuk oleh masyarakat sendiri. BAB V PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan agar warga sekolah baik siswa-siswi dan para guru SDN 01 Mataosu. Tabel 9 juga menunjukkan bahwa sarana air bersih di wilayah kerja Puskesmas Plus Watubangga hanya ada 2 (dua) sarana yaitu sumur gali (SGL) dan sumur bor/artesis. apa saja yang merupakan PHBS sekolah. dan manfaat dari melaksanakan 29 . Desa Mataosu mengetahui pengertian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah.

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah terutama SDN 01 Mataosu akan memberikan dampak positif bagi sekolah. pengetahuan siswa-siswi tentang PHBS di sekolah meningkat.1 Kesimpulan Siswa-siswi SDN 01 Mataosu pada umumnya telah memiliki pengetahuan yang cukup tentang perilaku hidup bersih dan sehat. baik siswa. Diharapkan siswa yang telah mengikuti penyuluhan dan memberikan teladan perilaku hidup bersih dan sehat. PHBS. Selain itu mereka juga dapat mempraktekkan secara 30 . juga akan meningkatkan prestasi belajar siswa-siswi SDN 01 Mataosu. Kegiatan penyuluhan yang di adakan di SDN 01 Mataosu cukup menarik minat siswa- siswi. Kegiatan awal dibuka dengan tanya jawab pengetahuan siswa tentang PHBS. Diharapkan kepada seluruh peserta agar dapat mengaplikasikan perilaku hidup bersih dan sehat. Siswa-siswi cukup antusias mendengarkan dan mempraktekkan setiap materi yang dibawakan. pemateri memberi kesempatan kepada siswa-siswi untuk bertanya mengenai materi. Pemberian penyuluhan dilakukan terhadap seluruh siswa-siswi kelas VI SDN 01 Mataosu. Setelah penyuluhan selesai. Selain meningkatkan status kesehatan seluruh penghuni sekolah. Setelah itu dilakukan review bersama dengan meminta beberapa peserta untuk mengulangi apa yang baru saja disampaikan pemateri serta mempraktekkan teknik mencuci tangan yang benar dengan air mengalir dan sabun. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. Penyuluhan ini memenuhi target yang diharapkan. hanya saja sebagian dari mereka belum mempraktekkan secara menyeluruh. guru maupun pihak lainnya. Selain itu SDN 01 Mataosu juga dapat menjadi salah satu percontohan sekolah teladan untuk sekolah-sekolah dasar lainnya yang berada di wilayah kerja Puskesmas Watubangga. Para peserta yang telah mengikuti penyuluhan mengaplikasikan secara sistematis teknik mencuci tangan dengan benar. serta mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah terhadap seluruh siswa lainnya. serta mempraktekkan teknik mencuci tangan yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya penyuluhan ini.

Selain itu SDN 01 Mataosu juga dapat menjadi salah satu percontohan sekolah teladan untuk sekolah-sekolah dasar lainnya yang berada di wilayah kerja Puskesmas Watubangga. Artini. Hal ini penting agar pengetahuan yang diperoleh siswa-siswi SDN 01 Mataosu tidak hanya berupa teori belaka.ums. seperti penyediaan keran air untuk mencuci tangan di depan setiap kelas.eprints. (2010). 4. Dibuka pada tanggal 20 Juni 2011 dari http://etd. N. Selain itu diperlukan peran serta pihak sekolah dalam menyediakan sarana dan prasarana sekolah yang memadai. DAFTAR PUSTAKA Amalia. N. tetapi disertai dengan praktek nyata dalam kehidupan sehari-hari. (2009). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Orang Tua Bayi Dengan Penerapan 31 .id. Pendapatan Dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Pedagang Hidangan Istimewa Kampung (HIK) Di Pasar Kliwon Dan Jebres Kota Surakarta.langsung contoh PHBS di sekolah seperti kegiatan mencuci tangan yang benar. serta menyediakan jamban sehat dengan jumlah yang sebanding dengan jumlah siswa-siswi SDN 01 Mataosu.ac.2 Saran Dibutuhkan kerjasama dari pihak guru dan seluruh pegawai sekolah dalam rangka mengawasi praktik PHBS sehari-hari di sekolah. menyediakan kantin sehat. menyediakan tempat sampah di setiap ruangan kelas.Hubungan Pendidikan. I.

id.depkes.go. (2012). Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. 2012. Dibuka pada tanggal 28 Mei 2011 dari digilib.uns. Panduan Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pendidikan. Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Notoadmodjo.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Puskesmas Pasundan Samarinda Kalimantan. Metodologi Penelitian Kesehatan.id Depkes RI.go. S. (2002). 32 . Depkes RI. 2010.pdf . http://www. 2005. Panduan Manajemen PHBS Menuju Kabupaten/ Kota Sehat. Dibuka pada tanggal 16 September 2010 dari http://dinkes-sultra.ac.Prov. Rineka Cipta Pedoman Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jakarta : PT.SulawesiTenggara_2012. 2009.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2012/27_Pro fil_Kes.