You are on page 1of 14

MAKALAH TEKNOLOGI POLIMER

JUDUL PEMICU: POLIMER SUPERABSORBEN DAN
CIRI-CIRINYA

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK V
150405065 ARDI UTAMA
150405079 HENDRIK KHOSMAN
150405088 PHILBERT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
TAHUN AJARAN 2016/2017

Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan yang terdapat di dalam makalah kami ini baik kesalahan dalam bentuk proses pengetikan maupun proses pencarian sumber. kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang membangun untuk dapat kami jadikan sebagai acuan untuk perbaikan makalah ini di masa yang akan datang. Ucapan terima kasih juga sekiranya kami ucapkan untuk dosen mata kuliah kimia organik ini yang telah memberikan bimbingan dan memberikan kesempatan kepada kami untuk dapat menyusun makalah ini. semoga makalah yang kami susun ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca yang budiman dan kami khususnya sebagai para penulis. Untuk itu. Medan. 12 Oktober 2016 Penulis . KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya karena kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Akhir kata.

1 KATA PENGANTAR.........................................................................................................................................3 TUJUAN PENULISAN..........DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL........................................................2 RUMUSAN MASALAH...................4 1..........................................................................................................................................................................................................3 PENGARUH SAMBUNG SILANG TERHADAP POLIMER.........................................11 DAFTAR PUSTAKA..................................................................................2 DAFTAR ISI..................................................................5 2......................4 BAB II ISI......................................1 LATAR BELAKANG.2 SARAN....4 1.......................4 1...........4 MANFAAT PENULISAN.....8 BAB III PENUTUP..................................................................7 2..............1 POLI ASAM AKRILAT SEBAGAI SUPERABSORBENT POLYMER......................................................4 1...2 SUPERABSORBENT POLYMER YANG BERSIFAT BIODEGRADABLE......3 BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................5 2......................................1 KESIMPULAN..................................11 3.....................................................................................................................................................................................................................................................................12 ........................11 3.

BAB I PENDAHULUAN 1. Sejalan dengan pokok bahasan polimer ini terdapat juga pokok bahasan tentang polimer superabsorben beserta jenis-jenis dan ciri-cirinya.3 TUJUAN PENULISAN . Dampak sambung silang terhadap polimer 1. Senyawa polimer juga memiliki peranan penting dalam menunjang kehidupan manusia dan termasuk manfaat yang dapat kita dapatkan dari senyawa polimer ini. Tentunya penjelasan tentang pokok bahasan polimer superabsorben beserta jenis-jenis dan ciri-cirinya akan menjadi hal yang penting untuk disampaikan di makalah ini. 1. Poli asam akrilat sebagai SAP c.1 LATAR BELAKANG Senyawa polimer merupakan senyawa yang umum kita temui sehari-hari. Polimer superabsorben yang bersifat biodegradable b.2 RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini antara lain : a.

Umumnya superabsorben dibuat dari polimer berbasis poli asam akrilat (PAA) yang mempunyai kelemahan dalam menyerap air dan mengembang (swelling) yang terbatas. Penggunaan polimer superabsorben sangat banyak diantaranya digunakan dalam pemisahan membran. harganya murah dan ramah lingkungan. Dewasa ini telah banyak dilakukan penelitian untuk memodifikasi polimer dengan memanfaatkan bahan alam untuk meningkatkan kemampuan absorpsi polimer superabsorben terhadap cairan. Tujuan penulisan makalah ini adalah agar kami dapat mengenalkan kepada pembaca tentang pembahasan yang lebih lengkap akan topik polimer superabsroben beserta ciri-ciri dan jenis-jenisnya.1 POLI ASAM AKRILAT SEBAGAI SUPERABSORBENT POLYMER Superabsorben adalah suatu istilah yang mencakup sejumlah jenis polimer yang mempunyai kemampuan mengabsorpsi cairan ratusan kali hingga ribuan kali dari berat keringnya. pembuatan kemasan barang dan popok bayi. mudah didapat. tidak ramah lingkungan dan harganya mahal.4 MANFAAT PENULISAN Manfaat yang sekiranya akan didapat oleh pembaca dengan adanya makalah ini adalah bertambahnya pengetahuan pembaca tentang polimer superabsorben beserta topik-topik yang lebih khusus lagi dari polimer superabsorben. Salah satu parameter penting dalam sintesis untuk meningkatkan kapasitas absorpsi dari polimer . BAB II ISI 2. Bahan alam merupakan polimer alam yang dapat diperbaharui. sebagai wadah penyimpan air untuk daerah kering/pertanian. 1.

Mereka digunakan untuk membuat popok. Polimer-polimer ini merupakan jenis cross-linked poliakrilat dan absorben dengan kemampuan untuk menyerap dan mempertahankan lebih dari seratus kali berat mereka sendiri. tekstil (tenun dan non-woven). Reaksi Stoikiometri Karbonil . polis. propene acid dan ethylenecarboxylic acid. Penggunaan kedua asam akrilat adalah sebagai sebuah blok bangunan dalam produksi polimer asam poliakrilat.superabsorben adalah perbandingan selulosa dan monomer dalam proses pencangkokkan. dan produk kesehatan feminim. dan 2. Pembuatan asam akrilat secara umum. Ester akrilat meliputi etil akrilat. Ada dua penggunaan utama untuk asam akrilik. eter dan kloroform. metil akrilat. alkohol. yaitu: 1. Asam akrilat merupakan bahan kimia industri yang penting karena merupakan bahan kimia intermediate yang banyak digunakan dalam proses-proses produksi pada industri dan produk-produk konsumen. Metil akrilat juga digunakan dalam pembuatan vitamin B1. Yang pertama adalah dengan menggunakan asam akrilat sebagai intermediate bahan kimia dalam produksi ester akrilat dan resin. vinilformic acid. Mereka kemudian dipolimerisasi dan menjadi bahan dalam formulasi cat. Asam akrilat juga digunakan dalam produksi polimer dan deterjen dalam produksi flokulan yang digunakan dalam pengelolaan air limbah pabrik (Kaban. pelapis.etilheksil akrilat. 2014). Asam ini merupakan asam karboksilat yang paling sederhana yang terdiri dari gugus vinil terhubung langsung ke terminal asam karboksilat. Berupa cairan tak berwarna yang memiliki bau tajam atau khas yang larut dalam air. dan plastik. Asam akrilat adalah senyawa organik dengan rumus C3H4O2 yang dikenal dengan nama lain acroleic acid. Lebih dari satu miliar kilogram asam akrilat yang diproduksi setiap tahunnya. 2-propenoic acid. butil akrilat. perekat.

Karbonil Reaksi Katalitik Reaksi katalitik membutuhkan suhu tinggi dan tekanan superatmospheric. Hidrogen yang ditunjukkan dalam persamaan yang menyertainya tidak muncul dalam bentuk gas tetapi dikonsumsi oleh reaksi samping. Garam nikel atau kompleks daripadanya digunakan sebagai katalis. proses ini tidak digunakan kembali karena alasan penanganan limbah HCN dan asam kuat. 2. dan air. 3. Metode Propylene . 6. Selanjutnya dilakukan hidrolisis dengan asam kuat. Etilen Cyanohidrin Proses ini dilakukan dengan mereaksikan etilen dengan asam sianida (HCN) menggunakan katalis basa. Reaksi sangat cepat pada tekanan atmosfer dan suhu ringan. Metode Propiolactone Metode komersial didasarkan pada polimerisasi propiolactone dan distilasi polimer ini untuk membentuk asam akrilat. 5. 4. C2H4O + HCN → HOCH2CH2CN→ CH2=CHCO2H Namun dalam perkembangannya. Reaksi Karbonil Bahan baku dasar dalam penyusunan asam akrilat dengan reaksi karbonil adalah asetilena karbon monoksida (diberikan sebagai atau dalam bentuk karbonil nikel).

dampak benturan dan sebagainya. gamma. CH2CHCHO. Sesuai dengan penyebabnya. Metode Vinyl Grignard Sintesis yang menarik ini melibatkan penggunaan karboksilasi reagen Grignard terkenal untuk membentuk asam akrilat. Pada polimer linear. aditif. . 2. kristalin atau pelarut tertentu. 2014). Dalam artian peningkatan berat ukuran molekul ikat silang dapat dianggap lawan degradasi.2 SUPERABSORBENT POLYMER YANG BERSIFAT BIODEGRADABLE Degradasi polimer dasarnya berkaitan dengan terjadinya perubahan sifat karena ikatan rantai utama (utama) makromolekul. turut bereaksi meskipun dari segi istilah seakan-akan tidak ada senyawa lain yang tidak terlibat. Co. radiasi (energi tinggi). (Kaban. Oksida nitrogen atau asam nitrat bertindak sebagai katalis dalam reaksi. Fotodegradasi polimer lazim melibatkan kromofor yang menyerap daerah uv di bawah 400 nanometer. tidak khas serapan. kerusakan atau degradasi polimer ada beberapa macam yakni kerusakan termal (panas). katalis atau pengotor. Pada kerusakan termal (termokimia) ada peluang aditif. atau Fe. Proses baru ini melibatkan oksidasi dari propilen menjadi asam hydroxy propionic. biologi (biodegradasi) dan mekanis. Alternatif lain adalah oksidasi katalitik menjadi akrolein. fotodegradasi (cahaya). dan kemudian menjadi asam akrilat dengan oksigen dan katalis logam tertentu seperti Mo. Degradasi mekanis dapat terjadi saat pemrosesan maupun ketika produk digunakan oleh gaya geser. apabila didukung oleh faktor oksigen. 7. Radiasi energi tinggi misalnya sinar X. atau partikel. kimia. Segenap bagian molekul dapat terkena dampak. Setelah dehidrasi menghasilkan asam akrilat. reaksi tersebut mengurangi masa molekul atau panjang rantainya.

tetapi juga mampu menghancurkannya. sesuai tuntutan keperluan. Hal tersebut berbeda dengan polimer sintetik. Sebagai pembungkus. pagar atau atap bisa keropos. polisakarida termasuk selulosa. tetapi membuat polimer yang makin canggih. asam nukleat. kadar oksigen. Mereka menghasilkan enzima khas yang dapat menyerang polimer alamiah. dan kelembaban. Dalam masalah sebenarnya adalah bukan membuat polimer menjadi terusak secara biologis (nonbiodegradabel). Struktur polimer linier . Jadi bagi dunia konstruksi. bila bahannya biodegradabel dapat mengakibatkan jendela dan pondasi. luwes. Banyak diantara mikroorganisme itu menghasilkan enzim pengkatalisis reaksi hidrolisis misalnya polyester alifalik. polimer sebaiknya bersifat biodegradabel dan dapat didaur ulang. zat hara mineral. yang penting adalah bahan yang dapat didaur ulang. juga di dalam tanah mampu menguraikan zat- zat mati demi perlu pertumbuhannya. Bahan polimer yang canggih.3 PENGARUH SAMBUNG SILANG TERHADAP POLIMER Berdasarkan bentuk susunan rantainya polimer dibedakan atas : 1. sehingga tidak merusak lingkungan. Namun saat ini polimer-polimer biodegradabel telah dapat dibuat. Polimer sintetik yang lama. Organisme hidup tak hanya sanggup membuat biopolimer seperti protein. awet. polimetana dan poliamida yang dapat diserang oleh mikroba. bila perlu sungguh berguna dan dapat disiapkan di tempat merupakan bahan yang sangat diperlukan di dunia konstruksi. kuat. murah. suhu. memang nyaris tidak termakan mikroba. ringan. Gambar 1. yaitu polimer yang tersusun dengan unit ulang berikatan satu sama lainnya membentuk rantai polimer yang panjang. pertumbuhan itu berfaktor pH (keasaman). Polimer Linier. 2. polieter. Namun sebagai bahan bangunan. Berbagai mikroorganisme di bumi. Sampah plastik produk yang lama akan tetap terus tertanam di tanah dalam jangka waktu sangat lama.

Akan tetapi. Jika tahap akhir produksi melibatkan penggunaan panas. Polimer bercabang. Polimer berikatan silang (Cross – linking). Gambar 3. Jika sambungan silang terjadi ke berbagai arah maka akan terbentuk sambung silang tiga dimensi yang sering disebut polimer jaringan. sebagaimana terjadi pada proses vulkanisasi karet. yaitu polimer yang terbentuk karena beberapa rantai polimer saling berikatan satu sama lain pada rantai utamanya. seperti misalnya pada bakelit. yaitu polimer yang terbentuk jika beberapa unit ulang membentuk cabang pada rantai utama. Gambar 2. 2. Struktur polimer bercabang 3. Banyak sistem polimer yang sifatnya sangat ditentukan oleh pembentukan jaringan tiga dimensi. Dalam sistem polimer seperti itu pembentukan sambungan silang tiga dimensi terjadi pada tahap akhir produksi. polimer tergolong keras – panas dan polimer disebut dimatangkan. Struktur polimer berikatan silang Adakalanya pembentukan sambungan silang dilakukan dengan sengaja melaluli proses industri untuk mengubah sifat polimer. beberapa sistem polimer dapat dimatangkan pada . Proses ini memberikan sifat kaku dan keras kepada polimer.

keadaan dingin dan karena itu tergolong polimer keras – dingin. derajat cross-linking dan juga kekuatan ikatan rantai tersebut. rantai molekul tersebut akan kembali ke bentuk semula. Apabila rantai-rantai polimer digabung oleh ikatan kimia maka polimer tersebut dikatakan telah mengalami proses cross-link. cross- linking bisa mengubah polimer dalam bentuk cairan ke bentuk solid dimana hal ini merupakan suatu proses yang sering digunakan pada setting bahan cetak. Sekiranya polimer tersebut mempunyai rantai molekul yang panjang dan fleksibel. Polimer seperti itu disebut polimer lentur – panas. . atau bahkan tidak ada sama sekali) dapat dilunakkan dan dibentuk melalui pemanasan. Ini menunjukkan bahwa proses cross- linking mempunyai efek mendalam terhadap ciri-ciri polimer tersebut yang membedakan polimer termoplastis dan polimer termoset. Jumlah regangan dan beban yang bisa diterima oleh polimer tersebut tergantung pada panjang rantai tersebut. Jika beban tersebut dihilangkan. maka kemungkinan ada beberapa bagian di dalam rantai yang terjadi proses cross-linking di sepanjang rantai itu. Polimer lurus (hanya mengandung sedikit sekali sambungan silang. Molekul-molekul tersebut bisa membentuk konfigurasi yang sangat bergelung jika tidak diberi beban dan bisa juga meregang jika diberi beban. Lebih penting lagi.

1 KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah : 1. Asam akrilat merupakan asam karboksilat yang paling sederhana yang terdiri dari gugus vinil terhubung langsung ke terminal asam karboksilat dengan rumus molekul C3H4O2. Superabsorben adalah suatu istilah yang mencakup sejumlah jenis polimer yang mempunyai kemampuan mengabsorpsi cairan ratusan kali hingga ribuan kali dari berat keringnya. BAB III PENUTUP 3. . 2.

Medan : Universitas Sumatera Utara. 4.000 ton/tahun. Banjarbaru : Universitas Lambung Mangkurat. 3. Degradasi polimer dasarnya berkaitan dengan terjadinya perubahan sifat karena ikatan rantai utama (utama) makromolekul. 6. Superabsorben dibuat dari polimer berbasis poli asam akrilat (PAA) yang mempunyai kelemahan dalam menyerap air dan mengembang (swelling) yang terbatas. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Asam Akrilat dengan Oksidasi Propilen dengan Kapasitas 100. 3. Kaban. pembuatan kemasan barang dan popok bayi. 7. . Azidi Irwan. 2013. Penggunaan polimer superabsorben sangat banyak diantaranya digunakan dalam pemisahan membran. sebagai wadah penyimpan air untuk daerah kering/pertanian. 2013. Apabila rantai-rantai polimer digabung oleh ikatan kimia maka polimer tersebut dikatakan telah mengalami proses cross-link. 5. Sintesis Polimer Superabsorben Berbasis Selulosa dari Alang-Alang (Imperiata Cylindrica) Tercangkok Asam Akrilat.2 SARAN Saran yang dapat kami kemukakan adalah semoga penjelasan tentang topik-topik yang kami jelaskan di atas dapat bermanfaat bagi dosen pengajar kami serta bagi teman-teman mahasiswa sekalian dan bila terdapat kesalahan pada penulisan makalah kami hendaklah kami menerima masukan dari para pembaca untuk perbaikan ke depannya DAFTAR PUSTAKA Sunardi. Irza Menka Deviliany. Wiwin Tyas Istikowati. Terdapat 2 penggunaan asam akrilat dan 7 proses pembuatan asam akrilat. tidak ramah lingkungan dan harganya mahal.

Nuraida. Medan : Universitas Sumatera Utara. 2004. . Berbagai Ragam Pemanfaatan Polimer.Pasaribu.