You are on page 1of 5

1.

Metformin
a. Interaksi
- Acarbose penghambat alpha-glukosidase mengurangi bioavailabilitas metformin dan
mengurangi konsentrasi puncak plasma metformin rata-rata, tetapi waktu untuk mencapai
konsentrasi puncak tersebut tidak berubah.
- Getah guar dapat mengurangi kecepatan absorpsi metformin dan mengurangi konsentrasi
metformin dalam darah.
- Simetidin menghambat sekresi metformin pada tubular ginjal secara kompetitif dan
meningkatkan daerah di bawah kurva konsentrasi plasma metformin terhadap waktu serta
mengurangi ekskresi ginjal metformin.
- Antikoagulan oral phenprocoumon menambah eliminasi obat ini, meningkatkan aliran darah hati
dan ekstraksi hati sebagai efek metformin pada aktivitas enzim mikrosomal.

b. BSO
Tablet, cairan yang diminum, bubuk

c. Efek samping
Mual dan muntah, Penurunan nafsu makan, Sensasi rasa logam dalam mulut, Sakit perut,
Batuk dan suara serak, Nyeri otot dan kram, Lemas dan mengantuk

d. Cara pemberian

e. Dosis
Dosis awal yang biasa dianjurkan oleh dokter adalah 500 mg atau 850 mg yang
diminum 1-3 kali sehari. Dosis awal kemudian akan direvisi dan disesuaikan dengan
kadar gula darah setelah 10-15 hari. Dosis maksimal obat ini adalah 3 gram yang dibagi
dalam 3 dosis per hari.

Metformin harus diberikan bersama dengan makanan atau sesudah makan dalam dosis yang
terbagi.
Tablet 500 mg
Dosis: 3 x sehari 1 tablet
Tablet 850 mg
Dosisawal: 1 x sehari 1 tablet (pagi)
Dosis pemeliharaan: 2 x sehari 1 tablet (pagi dan malam)

f. Sediaan
METFORMIN 500 Tiap tablet salut selaput mengandung: Metformin HCL ......................500 mg
METFORMIN 850 Tiap tablet salut selaput mengandung: Metformin HCL ......................850 mg

g. Indikasi
- Pengobatan penderita diabetes yang baru terdiagnosis setelah dewasa, dengan atau tanpa
kelebihan berat badan dan bila diet tidak berhasil.
- Sebagai kombinasi terapi pada penderita yang tidak responsif therhadap terapi tunggal
sulfonilurea baik primer ataupun sekunder.
- Sebagai obat pembantu untuk mengurangi dosis insulin apabila dibutuhkan.

h. Farmako kinetic

penurunan glukoneogenesis yang meningkat dan penghambatan absorpsi glukosa intestinal.N-dimethylimidodicarbonimidic diamide Metformin umumnya terdapat dalam bentuk metformin hidroklorida. Sulit menelan. eter ataupun kloroform. Ranitidin a. Farmako dinamik j. Mekanisme kerja Obat ini menurunkan kadar gula darah yang tinggi dengan cara membuat tubuh lebih responsif terhadap insulin. i. Sakit perut. kapsul. cairan yang diminum atau disuntik c. BSO Tablet. Metformin dieliminasi melalui sekresi tubular ginjal dan filtrasi glomerular. Klasifikasi 2. dan praktis tidak larut dalam aseton. tetapi tidak meningkatkan sekresi insulin. Tetapi mungkin berhubungan dengan adanya adenosine-5-monofosfat yang mengaktifkan aktivitas protein kinase.4 dan pH larutan 1% metformin hidroklorida = 6. . l. Penurunan kadar gula darah ini disebabkan oleh peningkatan asupan glukosa ke dalam otot. b. Penyerapan oleh usus baik sekali dan obat ini dapat digunakan bersamaan dengan insulin atau sulfonilurea. Metformin mempunyai bioavailabilitas oral sekitar 50-60%. Pemberian ranitidin bersama dengan warfarin dapat meningkatkan atau menurunkan waktu protrombin. kelarutan rendah pada lemak & memiliki volume distribusi pada cairan tubuh. obat kunyah. merupakan kristal putih atau putih tulang (off-white) dengan BM 165. Mekanisme pasti bagaimana metformin dapat meningkatkan sensitivitas insulin masih diteliti. Urin yang keruh. Metformin adalah obat yang sering dianjurkan sebagai langkah penanganan pertama bagi pengidap diabetes tipe 2 Golongan Biguanida ini mempunyai efek menurunkan kadar gula darah yang meningkat pada penderita diabetes. pKa metformin = 12. Metformin meningkatkan sensitivitas insulin di hati dan jaringan periferal (otot). secara farmakodinamik efek antihiperglikemia metformin > 24 jam. Struktur kimia Nama : N. Sakit kepala. bubuk. k.68. Metformin mencapai kadar puncak dalam darah setelah 2 jam dan diekskresi melalui urin dalam keadaan utuh dengan waktu paruh 2-5 jam. Metformin tidak dimetabolisme dan tidak berikatan dengan protein plasma. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula di dalam tubuh. Waktu paruh metformin yaitu 6 jam. Metformin hidroklorida sangat mudah larut dalam air. obat larut. Efek samping Muntah-muntah.63. Interaksi Ranitidin tidak menghambat kerja dari sitokrom P450 dalam hati. tirosin kinase dan glukosa transporter.

bradikardia. jarang dilaporkan : aritmia seperti takikardia. Dosis pemeliharaan:150 mg sekali sehari sebelum tidur malam. d. insomnia. dosis maksimum:refluks gastroesofagus:300 mg/hari. maksimum:150 mg/hari atau sebagai suatu alternatif infus kontinu:dosis awal:1 mg/kg/dosis untuk satu dosis diikuti oleh infus 0.08-0. pusing. impoten. jarang dilaporkan : atralgia. pansitopenia. mual.  Lain-lain : kasusu hipersensitivitas / alergi yang jarang terjadi. mialgia. trombositopenia. eritema multiforme. Kasus jarang terjadi seperti agranulositopenia. mengantuk. alopesia. esofagitis erosif:600 mg/hari. anemia aplastik pernah dilaporkan. agitasi.  Sakit kepala  Efek samping pada susunan saraf pusat. Cara pemberian  Tukak lambung dan duodenum:anak (1 bulan-16 tahun) oral:2-4 mg/kg/hari dibagi menjadi 2 kali sehari  Tukak duodenum:dewasa:oral:150 mg 2 kali sehari atau 300 mg sekali sehari setelah makan malam atau sebelum tidur malam.  Hematologik : leukopenia.  Kardiovaskular. .17 mg/kg /jam atau 2-4 mg/kg/hari. trombositopenia. Esofagitis erosif:dewasa:oral:150 mg 4 kali/hari. dosis atau frekuensi disesuaikan dengan petunjuk dokter. dapat digunakan dosis sampai dengan 6g/hari.  Dewasa:oral:150 mg 2 kali sehari. jarang dilaporkan : pankreatitis. muntah.  Gastrointestinal : konstipasi / susah buang air besar. atrioventricular block. dosis pemeliharaan 150 mg sekali sehari sebelum tidur malam  Refluks gastroesofagus dan esofagitis erosif:anak 1 bulan-16 tahun:oral:5-10 mg/kg/hari dibagi menjadi 2 kali sehari.  Kulit. premature ventricular beats. diare. depresi.  Endokrin : ginekomastia. nyeri perut. jarang dilaporkan : ruam.  Muskuloskeletal. dosis pemeliharaan 150 mg 2 kali sehari. granulositopenia. dan hilangnya libido pernah dilaporkan pada penderita pria. jarang terjadi : malaise. vertigo. Tukak lambung ringan:dewasa:oral:150 mg 2 kali sehari. halusinasi. IV:2-4 mg/kg/hari dibagi tiap 6-8 jam.

Dosis Dosis dan jangka waktu penggunaan ranitidin tergantung kepada kondisi yang diobati dan tingkat keparahannya. Pada umumnya ranitidin dikonsumsi sebanyak 300 mg per hari.5 – 3 jam pemberian oral. -Terapi pemeliharaan setelah penyembuhan tukak usus 12 jari. misal sindroma Zollinger Ellison dan mastositosis sistemik. Sediaan Ranitidin 150 mg : Tiap tablet Ranitidin 150 mg mengandung Ranitidin HCl 168 mg yang setara dengan ranitidin 150 mg.  Injeksi ranitidin dapat diberikan IM atau IV.jangan digunakan lebih dari 14 hari.25 mg/jam. tukak lambung aktif. Dosis ini bisa diminum sekaligus atau dibagi menjadi dua. tergantung pada kondisi dan respons pasien terhadap pengobatan. tukak lambung. dan pencegahan tukak yang disebabkan oleh stres. Waktu paru ranitidin 2. Indikasi -Pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif.IV:intermittent bolus atau infus:50 mg tiap 6-8 jam.25 mg/jam dan titrasi dosis berdasarkan pH lambung selama 24 jam. Injeksi IM diberikan tanpa pengenceran. Ranitidin diekskresi melalui urin . Absorbsi tidak dipengaruhi secara signifikan oleh makanan dan antasida. Farmako kinetik Ranitidin diabsorbsi 50% setelah pemberian oral.  Eradikasi Helicobacter pilory:150 mg 2 kali sehari. Konsentrasi puncak plasma dicapai 2-3 jam setelah pemberian dosis 150 mg. h.  Untuk pasien yang tidak dapat menggunakan obat secara oral:IM:50 mg tiap 6-8 jam. Ranitidin 300 mg : Tiap tablet Ranitidin 300 mg mengandung Ranitidin HCl 336 mg yang setara dengan ranitidin 300 mg g. mengurangi gejala refluks esofagitis. Infus IV kontinu:diberikan dengan kecepatan 6. -Pengobatan keadaan hipersekresi patologis. IVPB:diberikan selama 15-20 menit. Injeksi IV harus diencerkan.  Untuk mencegah heartburn:anak>=12 tahun dan dewasa:75 mg 30-60 menit sebelum mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat memicu heartburn. Ranitidin bisa diberikan selama 2-12 minggu. membutuhkan terapi kombinasi. f. pencegahan penumonitis aspirasi asam selama pembedahan. Infus IV kontinu:6. Unlabeled/investigational use:tukak yang kambuh setelah operasi. perdarahan saluran cerna bagian atas. maksimum:150 mg/24 jam. Untuk IVP:ranitidin(biasanya 50 mg)harus diencerkan sampai total 20 ml dengan normal saline atau larutan dekstrosa 5% dalam air dan diberikan selama minimal 5 menit. dapat diberikan melalui IVP (intravenous pyelogram) atau IVPB (intravenous piggy back) atau infus IV kontinu. e.

Struktur kimia NN-Dimethyl-5-[2-(1-methylamino-2-nitrovinylamino)ethylthiomethyl]furfurylamine .HCl.i. klasifikasi . (1) k. Farmako dinamik Ranitidin adalah suatu histamin antagonis reseptor H2 yang bekerja dengan cara menghambat kerja histamin secara kompetitif pada reseptor H2 dan mengurangi sekresi asam lambung. (C13H22N4O3S). ranitidin juga dapat digunakan untuk mencegah munculnya gejala-gejala gangguan pencernaan akibat mengonsumsi makanan tertentu. C13H22N4O3S. Ranitidin hidroklorida. l. Selain mengobati. j. Mekanisme kerja Obat ini bekerja dengan menurunkan kadar asam berlebihan yang diproduksi oleh lambung sehingga rasa sakit dapat reda dan luka pada lambung perlahan-lahan akan sembuh.