1) Vitamin C dalam Saccharum Lactis

I. JUDUL : Penetapan kadar vitamin Cdalam saccharum lactis
II. TUJUAN :Untuk menetapkan kadar vit.Cdalam saccharum lactis secara iodimetri
III. TEORI :

Iodimetri merupakan titrasi langsung dengan menggunakan baku iodium (I2) dan
digunakan untuk analisis kuantitaif senyawa yang mempunyai sifat reduktor yang cukup
kuatdan mempunyai nilai potensial oksidasi yang kecil.

Pentiter yang digunakan : Iodium (I2)

Indicator : Amylum.pada awal titrasi TAT dapat ditandai dengan perubahan warna dari
tidak berwarna menjadi biru yang merupakan kompleks iodium dengan amylum.

IV. MONOGRAFI :Farmakope Indonesia IV hal. 39

AsamAskorbat (C2H8O6 ) BM 176,13

Asam askobat mengandung tidak kurang dari 99,0% C6H8O6

Pemerian : serbuk atau hablur, putih atau agak kuning, tidak berbau, rasa asam
oleh pengaruh cahaya lambat laun menjadi gelap dalam keadaan
kering, mantap diudara dalam larutan cepat teroksidasi.

Kelarutan : mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%)P, praktis
tidak larutdalam kloroformP, dalam eter P, dalam benzene P.

Penyimpanan : dalamwadahtertutuprapat, terlindungdaricahaya.

V. ALAT dan BAHAN

Alat : Bahan :

Titrasi segeradengan Iodium 0.Jingga metil .806mg) Reaksi:  Pembakuan I2 As2O3 + 6NaOH Na3AsO3 + 3H2O 2Na3AsO3 + 3HCl 2H3AsO3+ 6NaCl . hingga terjadi warna merah jambu.69g iodium P dalam larutan 18. 3. PROSEDUR KERJA 1. jika perluh anggatkan. PembuatanNaOH 1N (FI III hal 748) Larutkan 40.NaOH .0g KIP dalam air 100 ml. dinginkan. encerkan dengan air sampai 1000ml. Buret .1 N (FI III hal 746) Larutkan12.01mg dengan air hingga 1000 ml. Pembakuan I2dengan As2O3( FI III hal 746) Timbang100mg As2O3. 6. 5.NaHCO3 VI. didihkanselama beberapa menit. Gelasukur . Penetapankadar vitamin C (FI IV hal 39) Timbang seksama 400mg vit C. Beaker glas .Amylum . Pembuatanlarutan kanji P (FI III hal 694) Gerus 500mg patiP atau pati larutP dengan5ml air dan tambahkan dan sambil terus diaduk air secukupny ahingga 100ml. Pembuatan I2 0. . kemudian tambahkan 2g NaHCO 3 P. titrasi dengan larutan Iodium menggunakan indikator larutan kanjip( 1ml I2 0.1N ∞ 4. tambahkan HCl(e)P.1N menggunakan indicator larutan kanji P (1ML I2 0.946mg). encerkan dengan 40ml air. Pembuatan jingga metil ( FI IV hal 1164) Larutkan 100mg jinggametil P dalam 1000ml air saringjikaperu. larutkandalam 20ml NaOH 1N.encerkandengan 50ml air. tambahkan 2 tetes jingga metil P.KI .Iodium . larutkan dalam campuran 100ml air bebas CO2 dan 25ml H2SO4(10% v/v) P. Erlenmeyer .1N ∞ 8. Pipettetes . 2. 4. Klem .

+ H + O O I. 2H3AsO3 + 2H2O+ 2I2 2H3AsO3 + 4HI 2H3AsO3 + 4HI + 10NaHCO3 2Na3AsO3 + HI+ 10 CO2 ↑ 10 H2O biru As2O3 + 2I2 + 2H2O As2O3 + 4H+ + 4I- + H I2 HI C2H5OH C2H5OH O + HI→ O O C2H5OH C2H5OH O I.+ amylum →iodamylum (biru) 1. DATA  Data pembakuan I2 No Berat As2O3 (mg) Vol I2(ml) 1 2 3 .81 mg C6H8O6 VII. Penetapankadarvit. C I2 + indikator amilum biru 1 ml I2 0.1 N ̴ 8.

 Data Penetapan Kadar Sampel (Vit C) No Berat Sampel (mg) Vol I2(ml) 1 2 3 Perhitungan 1. BM As2O3 = 197. 3. 0.84 Perhitungan 1. % . 2. 0. 2. % % 3. 0.

Titrasi oksidimetri adalah titrasi terhadap larutan zat pereduksi (reduktor) dengan larutan standar zat pengoksidasi (oksidator). N Kadar Vit C = % Iodometri merupakan salah satu metode analisis kuantitatif volumetri secara oksidimetri dan reduksimetri melalui proses titrasi (W Haryadi. Iodometri adalah titrasi terhadap iodium yang dibebaskan dari suatu reaksi redoks. KESIMPULAN Konsentrasi I2 = 0. . Potensial oksidasi reaksinya adalah 0. 1990).535 volt. Titrasi reduksimetri adalah titrasi terhadap larutan zat pengoksidasi (oksidator) dengan larutan standar zat pereduksi (reduktor). VIII. menggunakan larutan standar Natrium tiosulfat Na2S2O3. I2 + 2 e 2 I - Iodium termasuk oksidator lemah dibandingkan kalium permanganat maupun kalium dikromat.

misalnya penetapan kadar tiroid) c.5% yang dibuat segar dengan menggunakan pati larut yaitu β-amilosa).akan mengoksidasi parsial tiosulfat menjadi bentuk oksidasi yang lebih tinggi seperti SO4 b. Iodometri tidak pernah dilakukan dalam medium basa karena reaksi antara Iod (I2) dengan hidroksida akan menghasilkan ion hipoiodit dan iodat akan akan menjadi 2I-. 3. hasil reaksi membebaskan iod yang kemudian dititrasi dengan larutan baku natrium tiosulfat. Reaksi – reaksi ini melibatkan bersenyawaannya ion hidrogen dan ion hidroksida untuk membentuk air. Terbentuknya air yang bersifat netral merupakan akibat dari reaksi reaksi persenyawaan ion hydrogen dan hidroksida. ( dipakai untuk penetapan kadar secara iodometri dimana kalium iodat bertindak sebahan bahan pengoksidasi. Alkalimetri merupakan penetapan kadar secara kuantitatif terhadap senyawa senyawa yang bersifat asam dengan menggunakan baku basa (Gandjar. misalnya penetapan kadar Kalium iodide) d. Larutan baku Kalium Bromat yang dibakukan dengan larutan baku natrium tiosulfat sebagai baku sekunder. Pada titrasi iodometri secara tidak langsung. alkalimetri melibatkan titrasi asam bebas yang terbentuk dari hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah. dengan suatu basa standar (alkalimetri). ( dipakai untuk penetapan kadar secara iodometri yang melibatkan substitusi bromine dengan iod. Indikator kanji ( konsentrasi 0. natrium tiosulfat digunakan sebagai titran dengan indikator larutan amilum. Kemudian sebaiknya indikator amilum ditambahkan pada saat titrasi mendekati titik ekivalen karena amilum dapat memebentuk kompleks yang stabil dengan iodin. (Basset. tetapi harus distandarisasi terhadap standar primer. Larutan baku kalium Iodat yang dibakukan dengan larutan baku natrium tiosulfat. Reaksi yang terjadi antara asam dan basa : H + OH H2O B Indikator titrasi Alkalimetri . 1994). 1991).2007) atau titrasi yang menggunakan suatu basa sebagai larutan standar (Keenan. Natrium tiosulfat akan bereaksi dengan larutan iodin yang dihasilkan oleh reaksi antara analit dengan larutan KI berlebih. Natrium Thiosulfat tidak boleh distandarisasi dengan penimbangan secara langsung . Prinsip Titrasi Iodometri a. Dimana 2 mol I.

Zat-zat indicator dapat berupa asam ataupun basa-larut. Indikator asam basa terletak pada titik ekivalen dan ukuran dari pH. Perubahan warna disebabkan oleh resonansi isomer electron. stabil dan menunjukkan perubahan warna yang kuat serta biasanya juga adalah zat-zat organic. Berbagai indicator mempunyai tetapan ionisasi yang berbeda dan akibatnya mereka menunjukkan warna pada range atau trayek pH yang berbeda (Khopkar. Dalam alkalmetri indikator yang digunakan adalah phenolphtalein. . 1990). Indikator asam basa adalah zat yang berubah warnanya atau membentuk flouresen atau kekeruhan pada suatu range atau trayek pH tertentu.