SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIABETES MILITUS

Disusun Oleh:

Dian Hariani Chandra P 27220015143
Lutfi Darmalia P P 27220015154
Mawar Sekar Arum P 27220015156
Varisna Hani S P 27220015175

POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
TAHUN AJARAN 2016– 2017

Senam Diabetes Militus . TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Dengan diadakannya penyuluhan tentang Diabetes Militus diharapkan semua lansia dengan DM dapat mengerti mengenai penyakit diabetes militus dan mampu menghindari faktor pemicu DM dalam kehidupan sehari hari . 5. Faktor Resiko penderita Diabetes Militus. Pengertian Diabetes Militus. 2. SATUAN ACARA PENYULUHAN Topik : Diabetes Militus Pokok bahasan : Senam Diabetes Militus Target /sasaran: Lansia dengan DM Hari / Tanggal : Maret 2017 Waktu : 30 menit Tempat : Ruang Perawatan Rumah Sakit I. Menjelaskan Faktor Resiko penderita Diabetes Militus. Cara mengurangi gejala Diabetes Militus. Menjelaskan pengertian Diabetes Miletus. 5. 3. MATERI PENYULUHAN 1. Menjelaskan Cara menghindari Diabetes Militus. Ciri ciri orang dengan Diabetes Militus. Menjelaskan Ciri ciri orang dengan Diabetes Militus. Menjelaskan Penyebab Diabetes Militus 3. 4. 2. Menerapkan senam Diabetes Militus III. 6. 4. II. 6. Penyebab Diabetes Militus. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) Setelah mendapatkan penjelasan tentang Diabetus Militus peserta dapat: 1.

KEGIATAN PENYULUHAN NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA 1 5 Menit Pembukaan: 1. Menyebutkan materi – Mendengarkan penyuluhan yang akan diberikan . 6. EVALUASI 1. METODE 1. 3. Peserta dapat mengetahui ciri ciri orang dengan diabetes militus. Peserta dapat menyebutkan penyebab diabetes militus. Lembar Bolak Balik VII. MEDIA 1. Tanya Jawab VI. Memperkenalkan diri – Menyambut salam dan mendengarkan 2. 2. VIII. Peserta dapat melakukan senam diabetes militus.IV. Demonstrasi 3. 5. Flyer 2. Melakukan kontrak waktu. Peserta dapat mengetahui pengertian diabetes militus. 3. Peserta dapat mengetahui cara mengurangi gejala diabetes militus. Menjelaskan tujuan dari – Mendengarkan penyuluhan. Peserta dapat mengetahui faktor resiko penderita diabetes militus. 4. – Mendengarkan 4. Ceramah 2.

Menjelaskan cara Memperhatikan mengurangi gejala diabetes militus 5.2 15 Menit Pelaksanaan : 1. Menjelaskan ciri ciri orang Memperhatikan dengan diabetes militus 4. Menjelaskan penyebab Memperhatikan diabetes militus 3. 2. Menjelaskan pengertian Memperhatikan diabetes militus. Melakukan senam Memperagakan diabetes militus 3 5 Menit Evaluasi : Menanyakan kembali hal hal Menjawab pertanyaan penyaji yang sudah dijelaskan mengenai penyakit diabetes militus 4 5 Menit Penutup : 1. Mengucapkan terimakasih kepada peserta 2. Menjelaskan faktor resiko Memperhatikan penderita diabetes militus 6. Mengucapkan salam .

obesitas. Faktor lingkungan : virus atau toksin tertentu dapat memicu proses autoimun yang menimbulkan ekstruksi sel beta. Faktor imunologi (autoimun) c.riwayat dan keluarga. 2.tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik kearah terjadinya DM tipe 1. DM tipe 1( Insulin Dependent Diabetes Melitus) Diabetes yang tergantung insulin ditandai dengan penghancuran sel –sel beta pancreas yang disebabkan oleh : a. II. Ketidakmampuan ini terlihat dari berkurangnya sekresi insulin pada rangsangan glukosa. MATERI PENYULUHAN I. Berarti sel B pankreas mengalami desensitisasi terhadap glukosa. Faktor resiko yang berhubungan dengan proses terjadinya diabetes tipe II : Usia. maupun pada rangsangan glukosa bersama bahan perangsang sekresi insulin lain. PENGERTIAN DIABEUS MILITUS Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula yang terdapat di dalam darah meningkat yang disebabkan oleh penurunan pengeluaran kadar insulin yang berfungsi merubah gula menjadi energi. b. DM tipe II (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus) Disebabkan oleh kegagalan relative sel beta dan resistensi insulin. artinya terjadi defesiensi relatif insulin. . Faktor genetik penderita tidak mewarisi diabetes tipe itu sendiri. Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati. Sel B tidak mampu mengimbangi resistensi insulin ini sepenuhnya. PENYEBAB DIABETES MILITUS 1.

Sering buang air kecil terutama pada malam hari 2. nafsu makan bertambah. rendah lemak dan gula. 6. Monitor tekanan darah secara teratur. 2. 8. Penglihatan kabur. Pertahankan berat badan yang sehat. 3. Ibu melahirkan bayi lebih dari 4 kg. CIRI CIRI ORANG DENGAN DIABETES MILITUS Gejala sering baru timbul beberapa bulan atau beberapa tahun sesudah mengindap penyakit ini. IV. 10. Tidur cukup V. 7. CARA MENGURANGI GEJALA DIABETES MILITUS 1. Diet yang seimbang. baik berupa komplikasi makrovaskular maupun mikrovaskular. FAKTOR RESIKO PENDERITA DIABETES MILITUS DM tipe 2 merupakan penyakit kronik dan dapat menimbulkan komplikasi kronik. 4. Gairah sex menurun. 9% pasien DM mengalami komplikasi mikrovaskular dan 20% mengalami komplikasi makrovaskular. Cepat merasa lapar dan kehausan.III. 6. 9. Kesemutan dan kram. Gatal – gatal terutama pada alat kelamin bagian luar. Cepat merasa lelah dan mengantuk. Lakukan pemeriksaan kesehatan. Ketahui riwayat kesehatan keluarga. 11. dan . BB menurun. Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran segar. 7. Hindari minuman manis 9. Dalam studi United Kingdom Prospective Diabetes Study tampak bahwa dalam 9 tahun. 5. Gejala yang sering muncul adalah : 1. Mudah timbul abses dan kesembuhan yang lama. Tetap aktif secara fisik. 8. 5. 3. Ibu sering mengalami keguguran atau melahirkan bayi mati. 4.

SENAM DIABETES MILITUS Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. neuropati dan pembuluh darah perifer. Tujuan : a. dilaporkan bahwa DM merupakan penyebab kebutaan dan gagal ginjal utama. komplikasi makrovaskular berupa ateroskelotik yang merupakan 75% penyebab kematia pada DM tipe 2. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha e. Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki d. Komplikasi mikrovaskular antara lain dapat berupa ritonopati. dan juga mengatasi keterbatasan pergerakan sendi. Kejadiannya berbanding lurus dengan lamanya menderita DM dan kontrol gula darah yang buruk. Memperkuat otot-otot kecil c. otot paha. Di AS. Selain itu dapat meningkatkan kekuatan otot betis. Mengatasi keterbatasan gerak sendi . Mereka yang tidak memiliki riwayat serangan jantung berisiko mengalami infark miokard sama dengan pasien pasien non-DM yang memiliki riwayat serangan jantung. VI. Ini menunjukkan bahwa DM merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Memperbaiki sirkulasi darah b. nefropati.

Dengan meletakkan tumit dilantai. jari-jari kedua belah kaki diluruskan ke atas lalu dibengkokan kembali ke bawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali c. .Langkah-langkah Senam Kaki : a. jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkat ke atas. Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai. Posisi kan pasien duduk tegak di atas bangku dengan kaki menyentuh lantai b. Pada kaki lainnya. angkat telapak kaki ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10kali.

Ulangi sebanyak 10 kali. . Tumit kaki diletakkan di lantai. Angkat salah satu lutut kaki. Gerakan jari-jari ke depan turunkan kembali secara bergantian kekiri dan ke kanan. f.d. Jari-jari kaki diletakkan dilantai. e. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali. dan luruskan. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.

Luruskan salah satu kaki dan angkat. Angkat kedua kaki dan luruskan. buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua belah kaki. Gerakan pergelangan kaki ke depan dan ke belakang. pertahankan posisi tersebut. putar kaki pada pergelangan kaki. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki. i. Letakkan sehelai koran dilantai. Cara ini dilakukan hanya sekali saja : 1) Robek koran menjadi 2 bagian. Ulangi sebanyak10kali. 2) Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki . pisahkan kedua bagian koran. h. Luruskan salah satu kaki di atas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung jari kaki ke arah wajah lalu turunkan kembali ke lantai. Kemudian. Ulangi sebanyak 10 kali.g. j. tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 9 lakukan secara bergantian.

4) Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola .3) Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobek kan kertas pada bagian kertas yang utuh.