You are on page 1of 53

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ketika seorang wirausahawan sudah memutuskan untuk meluncurkan usahanya, salah

satu dari beberapa masalah awal yang dihadapinya adalah memilih bentuk kepemilikan.

Sering kali para wirausahawan tidak cukup banyak meluangkan waktu untuk dan usaha

untuk mengevaluasi dampak dari berbagai jenis bentuk kepemilikan atas diri mereka dan

usahanya. Mereka hanya memilih begitu saja salah satu bentuk kepemilikan berdasarkan

kebiasaan atau memiliki bentuk bentuk yang paling banyak digunakan dalam waktu tersebut.

Memilih suatu bentuk kepemilikan adalah hal yang penting karena ini adalah keputusan yang

memilki pengaruh jangka panjang bagi seorang wirausahawan maupun usahanya. Walaupun

keputusan tersebut dapat diubah, mengubah suatu bentuk kepemilikan menjadi bentuk

kepemilkan yang lain dapat dapat menjadi hal yang meyulitkan, memakan waktu, rumit, serta

mahal. Dalam banyak kejadian, mengubah suatu usaha dari salah satu bentuk kepemilikan ke

bentuk yang lain akan memicu berbagai konsekuensi pajak yang memberatkan bagi para

pemilk. Oleh karenanya, para wirausahawan harus bertindak dengan benar sejak awal. Tidak

ada bentuk kepemilikan yang “terbaik”. Bentuk kepemilikan yang terbaik untuk seorang

wirausahawan mungkin sama sekali tidak sesuai untuk wirausahawan lainnya. Memilih

bentuk kepemilikan yang “benar” berarti para wirausahawan harus memahami berbagai

karakteristik dari tiap bentuk tersebut dan seberapa jauh karakteristik tersebut sesuai untuk

usaha mereka dan kondisi personal mereka. Hanya dengan cara itu seorang wirausahawan

dapat membuat keputusan yang bijak mengenai suatu kepemilikan.

B. Identifikasi masalah
Beberapa persoalan terpenting yang harus dipirkan oleh para wirausahawan sebelum

mereka mengevaluasi berbagai bentuk kepemilikan :

Pertimbangan pajak. Jumlah laba bersih yang menurut perkiraan wirausahawan akan

dihasilkan olah usahanya dan tagihan pajak yang harus dibayar oleh sipemilik tersebut

merupakan factor-faktor yang penting ketika memilih bentuk kepemilikan. Tarif pajak

bertingkat yang berlaku untuk setiap bentuk kepemilikan, perubahan yang terus-menerus dari

pihak pemerintah atas undang-undang perpajakan, dan fluktuasi laba perusahaan dari tahun

ke tahun akan membuat beberapa bentuk kepemilikan lebih menarik dari bentuk lainnya.

Kemampuan menyelesaikan kewajiban. Bentuk-bentuk kepemilikan tertentu memberikan

perlindungan lebih tinggi terhadap kewajiban pribadi sehubungan dengan masalah keuangan,

produk cacat, dan masalah-masalah lain. Wirausahawan harus memutuskan sejauh mana

kesediaan mereka untuk bertanggung jawab secara pribadi terhadap kewajiban keuangan

perusahaan.

Kebutuhan modal awal dan masa depan. Setiap bentuk kepemilikan memiliki kemampuan

yang berbeda dalam mendapatkan modal pendirian perusahaan. Bentuk mana yang lebih

unggul, semua itu bergantung pada banyaknya modal yang diperlukan oleh wirausahawan

dan tempat ia merencanakan untuk memperolehnya. Selain itu, sejalan dengan

perkembangan usaha, akan berkembang pula kebutuhan akan modal, dan beberapa bentuk

kepemilkan akan mempermudah usaha tersebut daripada bentuk kepemilikan lainnya.

Pengendalian. Dengan memilih bentuk kepemilikan tertentu, wirausahawan secara otomatis

melepaskan beberapa wewenang untuk mengendalikan perusahannya. Wirausahawan harus

memutuskan sejak awal, seberapa banyak wewenang yang rela ia lepaskan kepada orang lain

untuk mendapatkan bantuan dari orang lain dalam mengembangkan usaha yang sukses.

Kemampuan manajerial. Para wirausahawan harus menilai berbagai keahlian dan

kemampuan mereka untuk mengelola suatu usaha secara efektif. Jika mereka kurang mampu

atau kurang berpengalaman dalam beberapa bidang yang penting, mereka harus memilih

suatu bentuk kepemilikan yang memungkinkan mereka memasukkan pemilik yang lain yang

dapat memberikan berbagai keahlian yang dibutuhkan demi suksesnya perusahaan itu.

Tujuan bisnis. Seberapa besar dan seberapa menguntungkan bisnis yang direncanakan oleh

wirausahawan akan memengaruhi bentuk kepemilikan sejalan dengan pertumbuhannya,

tetapi pindah dari stu bentuk ke bentuk lain dapat sangat rumit dan mahal.

Rencana suksesi manajemen. Sewaktu menentukan kepemilikan, pemilik perusahaan harus

melihat ke depan sampai ke suatu hari dimana mereka akan menyerahkan perusahaannya

pada generasi penerus atau pada seorang pembeli.

Biaya pembentukan. Beberapa bentuk kepemilikan lebih mahal dan memerlukan lebih

banyak keterlibatan dalam pembentukannya. Untuk itu, wirausahawan harus

mempertimbangan manfaat dan biaya dari bentuk-bentuk kepemilikan yang mereka pilih.

BAB II

BENTUK-BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS

A. Pengertian dan Definisi

Perusahaan Perseorangan yaitu usaha komersial yang dimiliki dan dioperasikan oleh

satu orang. Persekutuan didefinisikan sebagai kerjasama antara dua orang atau lebih yang

bersama-sama memiliki perusahaan dengan tujuan untuk menghasilkan laba. Persekutuan

terbatas maksudnya yaitu persekutuan yang terdiri atas setidaknya seorang sekutu umum dan

paling sedikit seorang sekutu terbatas. Persekutuan Komanditer (CV) adalah suatu bentuk

badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai

tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya.

Terdapat juga Perseroan S maksudnya Entitas hukum buatan yang distrukturasikan seperti

perseroan C, tetapi dikenakan pajak oleh pemerintah federal sama persekutuan. Dan yang

terakhir yakni Usaha Patungan (Joined Venture), usaha ini sangat mirip dengan persekutuan,

dalam sebuah usaha dimana tidak ada pihak yang dapat mencapai tujuan secara efektif

sendirian, usaha patungan menjadi bentuk umum kepemilikan.

B. Keunggulan dan kelemahan kepemilikan bisnis

Terdapat beberapa persoalan yang harus diperhatikan oleh para wirausahawan yaitu

Pertimbangan Pajak, kemampuan menyelesaikan masalah, pengendalian, kemampuan

manajerial, tujuan bisnis, rencana suksesi manajemen, dan biasa pembentukannya. Dan tak

dapat kita hindari, semua bentuk kepemilikan bisnis memiliki keunggulan dan kelemahannya

masing masing, yakni ;

1. Perusahaan Perseorangan. Keunggulannya yaitu mudah dibentuk, bentuk kepemilikan paling

murah untuk dimulai, Insentif laba, kewenagan penuh untuk mengambil keputusan, tidak ada

pembatasan hukum khusus, dan mudah dihentikan. Kelemahan Perusahaan Perseorangan

yaitu kewajiban pribadi tak terbatas, keahlian dan kemampuan yang terbatas, perasaan

terisolasi, keterbatasan akses ke modal, dan kurangnya kesinambungan bisnis.

2. Persekutuan. Keunggulannya yaitu mudah didirikan, keahlian yang saling melengkapi,

pembagian laba, pengumpulan modal yang lebih besar, kemampuan menarik sekutu terbatas,

sekutu terbatas, tidak banyak peraturan pemerintah, fleksibilitas, dan pajak. Kelemahannya

yaitu kewajiban tidak terbatas pada setidaknya seorang sekutu, akumulasi modal, kesulitan

untuk menyingkirkan kepentingan persekutuan tanpa membubarkan persekutuan, kurangnya

kesinambungan, potensi konflik pribadi dan wewenang, dan sekutu yang terikat dengan

hukum keagenan.

3. Perseroan. Keunggulannya yaitu kewajiban terbatas dari pemegang saham, kemampuan

mengumpulkan modal, kemampuan untuk berlangsung selamanya dan kepemilikan yang

dapat dipindahkan. Kelemahannya yaitu biaya waktu yang diperlukan dalam proses pendirian

perseroan, pajak ganda, kemungkinan merosotnya insentif manajerial, persyaratan hukum

dan peraturan pemerintah dan kemungkinan pendiri kehilangan kendali perusahaan.

4. Perseroan S. Keunggulan perseroan s yaitu keberadaan yang terus berlanjut, pemindahan hak

kepemilikan dan kewajiban pribadi yang terbatas terhadap pemiliknya, laba dan rugi

langsung menjadi tanggungan pemegang saham, pajak pendapatan hanya dibebankan satu

kali pada tariff pajak perseorangan, dan pemilik dapat menggunakan kerugian dari satu

perusahaan lain untuk meminimalkan tagihan mereka. Kelemahan perseroan s yaitu biaya

untuk banyak jenis tunjangan diberikan pada pemegang saham yang besarnya lebih dari 2

persen dari nilai sahamnya tidak dapat dibebankan sebagai pengeluaran perusahaan untuk

kepentingan pajak.

5. LLC. Keunggulannya yakni memberikan kewajiban pribadi yang terbatas kepada para

pemiliknya atas utang utang bisnisnya, tidak membatasi kemampuan anggota anggotanya

untuk terlibat dalam mengelola perusahaan, adanya pencegahan pajak ganda, dan

fleksibilitas.Kelemahannya yang utama yaitu kepemilikan bisnis ini umurnya terbatas.

Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe. sebagai akibatnya. seorang calon wirausahawan harus menpunyai pengetahuan tentang jenis-jenis usaha dan kelebihan serta kelemahan dari masing-masing jenis usaha tersebut. Satu dari banyak cara yang dapat digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan. Setelah melakukan diskusi dan pembahasan dalam hal ini menurut kelompok kami .Dengan demikian maka pengetahuan berwirausaha adalah segala sesuatu yang diketahui seseorang tentang berwirausaha. tapi hanya sedikit yang punya ide. Diskusi dan Pembahasan Wirausahawan secara umum adalah orang-orang yang mampu menjawab tantangan- tantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Sama halnya dengan jenis usaha yang akan dia jalankan. BAB III DISKUSI DAN PEMBAHASAN A. Sebelum memulai berwirausaha maka seseorang perlu mengetahui atau menambah pemahamannya tentang berwirausaha. agar dalam pelaksanaannya seseorang tidak salah dalam membuat keputusan. Setiap orang pasti punya pikiran. ide adalah hal yang utama. bisnis dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. sehingga dalam berwirausaha diperlukan pengetahuan sehingga ide-ide/gagasan yang kreatif dan inovatif dapat memunculkan bentukbentuk wirausaha yang terus aktual dan memiliki trend dalam kebutuhan konsumen. dan.

Kemudian dalam hal provitpun akan masuk semua kepada kantong kita tanpa pembagian kepada pihak pihak lain seperti jenis- jenis usaha lainnya yang ada pembagian keuntungan kepada pihak-pihak tertentu.apabila seorang wirausahawan akan memulai merintis usahanya lebih baik memulai nya dengan memilih jenis usaha perusahaan perorangan “mengapa demikian ?” karena jenis usaha ini memungkinkan usaha benar-benar dikelola sendiri oleh pemilik. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN . dalam arti hak dan tanggung jawab yang penuh atas usaha yang dijalankan serta keuntungannya usah yang dimulai dengan status ini diantaranya adalah lebih simpel karena tidak membutuhkan pengurusan ijin usaha dan juga tidak berbadan hukum.

dia dapat mengambil sisanya yang berupa laba. perusahaan perseroan memilik kelemahan. Kewenangan penuh dalam mengambil keputusan Tidak ada pembatasan hokum khusus Mudah dihentikan Selain itu.1 Kesimpulan Perusahaan perseroan adalah Usaha yang dimilki dan dikelola oleh satu orang. Seperti halnya dengan perusahaan perseroan. wirausahawan pun mendapatkan haknya untuk menjalankan usahanya.menyatakan bentuk usaha yang akan dimulai. persekutuan mempunyai beberapa keunggulan. artinya pemilik hanya perlu pergi ke pemerintahan setempat. persekutuan memiliki kelemahan persekutuan. yaitu : Kesulitan untuk menyingkirkan kepentingan persekutuan tanpa membubarkan persekutuan Kurangnya kesinambungan Potensi konflik pribadi dan wewenang . yaitu : Mudah dibentuk karena bisa hanya dimilki oleh satu orang Bentuk kepemilikan yang paling murah untuk dimulai . 4. yaitu : Kemudahan pendirian Keahlian yang saling melengkapi Pengumpulan modal yang lebih besar Tidak banyak peraturan pemerintahan Fleksibilitas Disamping itu. Insentif laba . Dibawah ini adalah kelemahan- kelemahan perusahaan perseroan : Keahlian dan Kemampuan terbatas Perasaan Terisolasi Keterbatasan Akses ke Modal Kurangnya Kesinambungan Bisnis Persekutuan adalah kerja sama antara dua orang atau lebih yang lebih yang bersama sama memiliki perusahaan dengan tujuan untuk menghasilkan laba.dan membayar fee dan perijinan . Perusahaan perseroan memiliki beberapa keunggulan. salah satu keunggulan bentuk perusahaan perseorangan adalah bahwa segera setelah pemilik membayar semua beban perusahaan .

Jika perlu. Tingkat maksimum pajak : 35 % Keberlanjutan bisnis : sama seperti persekutuan umum Prosedur pembentukan : harus taat dengan hukum. Berubah jika sewaktu umum meninggal. Pajak tunggal: para mitra membayar sesuai proporsi saham mereka dengan tingkat pajak perseorangan . yaitu : mudah untuk didirikan dan dioperasikan. Memerlukan persetujuan dari semua mitra. Perseoan C memiliki kemudahan Pendirian. mengalami gangguan jiwa. Kewajiban pribadi pemilik : Tidak terbatas untuk sekutu umum . Transfer kepemilikan. Tidak wajib untuk memperoleh perjanjian persekutuan. perjanjian tertulis tertulis sangat dianjurkan untuk dibuat. Persekutuan terbatas adalah persekutuan yang terdiri atas setidaknya seorang sekutu umum dan paling sedikit seorang sekutu terbatas.atau pensiun namun bisinis masih bisa berlanjut . daftarkan dengan nama buatan. Kewajiban pajak : sama seperti persekutuan umum.Adapun persekutuan memiliki kemudahan Pendirian. Perseroan C merupakan entitas hukum buatan yang terpisah dari para pemiliknya dan dibentuk di bawah aturan hukum Negara bagian . Nama harus menunjukan bahwa usaha tersebut persekutuan terbatas harus memiliki perjanjian tertulis dan harus menyimpan berbagai catatan tertentu. Tingkat maksimum pajak persekutan ialah sebesar 35%. Persekutuan terbatas memiliki kemudahan pendirian. Keberlanjutan bisnis. yaitu : Menyerahkan akta pendirian perusahaan dan berbagai laporan lain yang diminta ke . Kewajiban pribadi pemilik : Terbatas Jumlah pemilik minimal satu sekutu umum dan ada satu sekutu terbatas dalam jumlah bebas. Jumlah kepemilikan : dua orang atau lebih. Kewajban pajak. terbatas untuk sekutu terbatas . yaitu : Menyerahkan perjanjian Persekutuan Terbatas kepada sekretaris Negara bagian. Kemampuan untuk meningkatkan modal pada persekutuan masih sedang Prosedur pembentukan . Negara bagian yang berkaitan dengan persekutuan terbatas .

Kewajiban pajak : Pajak ganda : perseroan membayar pajak dan para pemegang saham membayar pajak atau deviden yang mereka terima. tetapi dikenakan pajak oleh pemerintahan federal sama seperti persekutauan . Kewajiban pajak : Pajak tunggal : para pemilik membayar sesuai proporsi saham mereka.perseroan S memiliki kemudahan pendirian. Prosedur pembentukan : Harus memenuhi persyaratan formal yang ditentukan oleh hukum Negara bagian . bentuk kepemilikan yang terbaik yang akan dipilih hendaknya disesuaikan dengan : Kemampuan Modal Lokasi pendirian Kemampuan menanggani perusahaan Keahlian pendiri . Biaya pembentukan : Tinggi . Kemampuan untuk meningkatkan modal : Tinggi . Keberlanjutan bisnis : Hidup abadi Kemampuan untuk meningkatkan modal : Sangat tinggi. Kewajiban pemilki : Terbatas Jumlah kepemilikan : Maksimum 100 dengan beberapa batasan mengenai siapa saja yang diperbolehkan. Perseroan S merupakan entitas hukum buatan yang distrukturisasi seperti perseroan C. Tingkat pajak maksimum : 35-39 % . Kewajiban pribadi pemilik : Terbatas. kemudian memilih status S di IRS.2.1 Saran Tidak ada bentuk kepemilikan yang terbaik.sekretaris Negara bagian dan didirikan secara hukum dan mengikuti berbagai formalitas perseorangan. Tingkat pajak maksimum : 35 % . Keberlanjutan bisnis : Hidup abadi . Jumlah pemilk : beberapa saja. yaitu : Harus memenuhi semua kriteria untuk mendaftarkan diri sebagai perseroan S dan harus menyerahkan keputusan pemilihan bentuk tersebut secara tepat kepada IRS . Prosedur penbentukan : Harus memenuhi persyaratan formal yang ditentukan oleh hukum Negara bagian. 4.

com/classifieds/ads/for-sale/./1541619 http://ilerning.co.Dengan menyesuaikan dengan kemampuan yang dimliki kita baru bisa memilih bentuk perusahaan yang mana yang terbaik DAFTAR PUSTAKA Thomas dan Norman ... (2008) ./land-for-sale-mangga-besar-jakarta.co...indonetwork.blogspot. Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil .com/. http://pemasarankokrepot. Edisi 5 Buku 1 .rumahdanproperti.html http://jakartagrosir.html www..html http://islam-download.com/..id/msk_mdn/.google.blogspot..html indonesia..html http://www.id/search?sourceid=chrome&ie=UTF- 8&q=membuka+wawasan+entrepeurner# www.com/index.market4free./sale-mangga-podang-khas-kediri.php?option=com_content&view=article&id=780:tugas- kewirausahaan-bentuk-bentuk-kepemilikan-bisnis&catid=44:dasar-dasar- kewirausahaan&Itemid=69 BENTUK-BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS .com/2010/07/lingkungan-pemasaran-langsung.com/jakarta-great-sale-mangga-dua-mall-77. Jakarta : Salemba Empat./ruko-dijual-mangga-dua-1623-eng http://d-properties.net/contoh-contoh/contoh-visi-misi-organnisasi.

d. BAB II PEMBAHASAN 1. komunitas. Tanggung jawab terhadap utang-piutang perusahaan.4[4] Bentuk kepemilikan bisnis ada yang dikatakan berbentukbadan hukum dan tidak berbadan hukum. berhasil tidaknya bisnis yang dijalankan juga tergantung dari keputusan tersebut. b. Metode dan luasnya pengawasan terhadap perusahaan. bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya. pisah dari harta kekayaan para pendirinya atau para pengurusnya. antara lain: a. seseorang perlu menentukan bentuk kepemilikan bisnisnya. b. untuk mendapatkan laba. Rencana penentuan tanggung jawab. Persekutuan firma. Sebab. dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu. atau uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat. Menurut Skinner. Perseroan terbatas (PT) b. c. jasa. Usaha yang tidak berbentuk badan hukum ialah: a. h.2[2] g. Koperasi 1 2 3 4 . Dalam ilmu ekonomi. Badan usaha perseorangan. Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis Pemilihan bentuk kepemilikan bisnis merupakan langkah awal dalam menjalankan usaha bisnis. Besar kecilnya resiko yang harus dihadapi.1[1] Dalam menjalankan bisnis. 2. e. Yang dimaksud dengan bentuk badan hukum yaitu badan usaha yang memiliki kekayaan tersendiri. Kemungkinan penambahan modal yang diperlukan. c. Rencana pembagian laba. Jumlah modal yang dimiliki maupun yang diperlukan untuk memulai usaha. Bentuk kepemimpinan. f. ataupun masyarakat. Persekutuan komanditer Usaha yang berbentuk badan hukum: a. Definisi Bisnis Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa Inggris business. bisnis adalah pertukaran barang. sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam artian. Faktor-Faktor Kepemilikan Bisnis Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih bentuk perusahaan atau bentuk kepemilikan bisnis yang akan didirikan.3[3] 3.

sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi bersama. 4) Kerahasiaan usaha relative lebih terjamin. 2) Keterbatasan dalam kemampuan managerial. 6) Kesulitan dalam menyewa dan mempertahankan pekerja yang baik.6[6] Pemimpin dalam perusahaan ini merupakan pemilik dan mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas. 5) Menyita banyak waktu. BUMN f. CV d. Koperasi g. pertokoan. Tanggung jawab masing. b. Yayasan Bentuk kepemilikan bisnis antara lain: a. 3) Pemilik memiliki laba. 4) Kurang stabil. Firma c. bioskop. Perusahaan perseorangan b. 2) Adanya kebebasan dan fleksibilitas. 3) Keterbatasan sumber keuangan. Firma Bentuk bisnis firma merupakan sutu persekutuanuntuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama. 5 6 7 8 .masing anggota firma tidak terbatas.c. Contoh perusahaan perseorangan: usaha bengkel.8[8] Firma didirikan dengan akte notaries. yang didaftarkan pada panitera pengadilan setempat dan diumumkan dalam Berita Negara. Yayasan5[5] a. 5) Mudah untuk membubarkan. karaoke dan sebagainya. PT e.7[7] Kebaikan bisnis perseoranagn: 1) Mudah untuk memulai. Kelemahannya sebagai berikut: 1) Tanggung jawab pemilik tidak terbatas. Orang tersebut menjalankan usahanya untuk mendapat keuntungan dari bisnisnya. Perusahaan Perseorangan Perusahaan perseorangan merupakan suatu bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh seorang individu atau dimiliki orang seorang saja.

Peserta komanditer tidak boleh mejalankan pekerjaan kepengurusan. dengan orang-orang yang memberikan pinjaman tidakbersedia memimpin perusahaan serta bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikut sertakan dalam perusahaan tersebut. 3) Kemampuan manajemen lebih besar.11[11] Kebaikan bentuk kepemilikan bisnis CV. 2) Kemampuan organisasi dan manajemen lebih besar. letak kekhususan firma adalah unsur formal dan unsur materil. c. 3) Lebih mudah memperoleh kredit 4) Pendiriannya relative mudah Keburukan firma: 1) Tanggung jawab pemilik tidak terbatas 2) Kelangsungan usaha relatif tidak menentu.perserikatan persekutuan. Unsur formal dalam firma adalah: 1) Menjalankan perusahaan yang memenuhi syarat. maka dia akan bertanggung jawab dengan seluruh hartanya.9[9] Jika dilihat dari ketentuan pasal 16 KUHD. antara lain: 1) Modal yang terkumpul relative besar.tiap peserta secara pribadi untuk seluruhnya mengenai perserikatan.orang yang bersedia memimpin. CV ini didirikan dengan akte notaries. terang-terangan. Jika dia turut dalam kepengurusan. Sedangkan keburukannya adalah: 1) Sebagian sekutu mempunyai tanggung jawab tidak terbatas 9 10 11 . yang bertanggung jawab terbatas sebesar modal yang disetornya. mengatur perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya.10[10] Bentuk usaha ini mempunyai dua jenis anggota. 2) Relative mudah memperoleh pinjaman modal. Untuk anggota yang hanya memasukan keahlian. Kebaikan firma: 1) Jumlah modal relatif lebih besar dibandingkan usaha perseorangan. Permodalan berasal dari pemilik dengan suatu jumlah yang diatur bersama dan kemungkinan hanya ada yang memasukan keahlian kedalam firma. 2) Memakai nama bersama. 2) Anggota komanditer. 4) Pendiriannya relative mudah. terus-menerus. yang bertanggung jawab penuh dengan seluruh harta bendanya. dan didaftarkan pada Pengadilan Negeri setempat. yaitu: 1) Anggota pengurus. Persekutuan Komanditer Persekutuan komanditer (Commanditaire Vennootschaap/CV) dalah suatu perjanjian kerja sama untuk berusaha bersama antara orang. Unsure materil adalah tanggung jawab tiap. bagian labanya sama dengan anggota yang menyetor modal paling kecil. dan mencari untung.

12 . Perseroan terbatas ini merupakan organisasi berwatak kapitalis yang bertujuan mencari keuntungan.. Pada umumnya acuh tak acuh terhadap kesejahteraan masyarakat. 2) Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin. 4) Rahasia perusahaan relative kurang terjamin. 4. yakni unsure pemerintah (public) dan unsure bisnis (enterprise). 2. Maju mundurnya usaha tergantung pada kecakapan direksinya. Modalnya ditetapkan lebih dahulu dan dibagi-bagi dalam saham. Kebaikan PT: 1) Tanggung jawab yang terbatas dari pemegang saham.2) Kelangsungan hidup perusahaan relative tidak menentu 3) Sulit untuk menarik kembali modal yang sudah ditanamkan dalam bisnis. 3) Relative mudah memperoleh modal. 6.12[12] Karaktersitik BUMN 1) Usahanya bersifat membantu pemerintah. 3. yaitu saham biasa (common stock) dan saham istimewa (prefered stock). Didirikan dengan akta notaries dan disahkan oleh Departemen Kehakiman. d. 4) Manajemen yang kuat dan lebih besar. e. Besar kecilnya keuntungan tergantung kepada jumlah saham yang dimiliki anggota. Pada umumnya saham itu diperjualbelikan sehingga kepemilikan PT dengan mudah dipindahtangankan. 3) Pendirian relative lama. Merupakan persekutuan modal. 1989). dalam membangun fasilitas publik. Saham yang dikeluarkan PT pada prinsipnya dapat digolongkan ka dalam dua jenis saham. keberadaannya atau eksistensinya tergantung kepada pemerintah. 5) Mudah untuk memindahkan hak milik perusahaan dengan menjual sahamnya kepada pihak lain. Perseroan Terbatas Perseroan Terbatas (PT) yang juga disebut Naamloze Vennooschap (NV) merupakan bentuk perusahaan yang terdiri atas pemegang saham yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan sebesar mudal yang disetor. Saham itu dijual kepada siapa saja yang berminat. Hak suara dan rapat anggota seimbang dengan besar kecilnya saham yang dipegang anggota masing-masing. 7. Cirri-ciri PT sebgai berikut: 1. Keburukan PT: 1) Pendirian perusahan relative sulit. artinya pengadaannya diusulokan oleh pemerintah dan disetujui oleh DPR maka jadilah ia suatu produk politis (Chairuman Armia. Tak langsung mengerjakan kepentingan anggota dan anggotanya bersifat menunggu. BUMN itu diciptakan dengan undang-undang. 2) Biaya pendirian perusahan relative besar. tanpa memperhatikan sifat-sifat orang yang bersangkutan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Badan usaha milik Negara merupakan badan usaha yang dikenal dengan public enterprise yang berisikan dua elemen esensial. 5. terutama bagi sekutu pimpinan. Oleh sebab itu.

25/1992. 3. Pimpinan dalam koperasi disebut pengurus yang dipilih oleh anggota dalam masa jabatan tertentu. Kemudian UU No. Menurut peradiran dan hukum. Koperasi Usaha koperasi disusun oleh anggota dan untuk anggota. f. yayasan berusaha mengumpulkan atau barang-barang dari sumbangan-sumbangan. yayasan adalah suatu badan hukum. Hal tersebut tidak sama seperti organisasi yang tidak berbadan hukum.25/1992. Undang-undang koperasi yang pertama ialah UU No 12/1967. 3) Melaksanakan kebijakan strategis pemerintah. Didalam yayasan jika terjadi kepailitan maka harta pemilik tidak turut menanggung resiko. 12 ini diganti dengan yang baru yaitu. Pada umumnya yayasan bergerak dengan tujuan sosial seperti yayasan rumah sakit islam. Perusahaan Perseorangan 13 14 . wakaf dan lain-lain. 2. UU koperasi No. Usaha koperasi lebih banyak bersifat sosial menolong anggota dari pada mencari untung yang sebesar-besarnya. 5) Usaha bersifat komersil dan fungsinya dapat dilakukan swasta. Simpanan pokok. 4. Bila mereka keluar. Dikatakan bahwa koperasi tumbuh dari golongan lemah. yang dibayar pada waktu masuk jadi anggota. Simpanan wajib. maka mereka akan mengambil simpanannya. 4) Tujuan melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Yayasan Yayasan merupakan suatu badan hukum yang hartanya terpisah dari harta-harta pengurusnya. simpanan yang dibayar terus-menerus secara teratur. Simpanan hari koperasi 12 juli dan simpanan-simpanan khusus lainnya. koperasi yayasan. Simpanan sukarela atau simpanan masukan. 12/1967 koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggota orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Menurut UU No. keamanan dan kerahasiaan harus dikuasai Negara. Guna mencapai tujuannya.2) Menghasilkan barang karena pertimbangan. Jenis-jenis simpanan yaitu: 1. koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang- orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Dalam sejarah perkembangan koperasi di Negara kita ada UU yang mengatur gerakan koperasi.13[13] g. yang bisa bertindak atas nama sendiri. harta pemilik dan harta organisasi tidak terpisah secara jellas seperti pada usaha perseorangan. Menurut UU No. Cara Mendirikan Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis a. misalnya bentuk usaha PT. Dalam mengumpulkan dana ini kadang-kadang yayasan mendirikan usaha-usaha tertentu dibawah koordinasi yayasan. bersatu guna memenuhi kebutuhan bersama. yayasan yatim piatu dan sebagainya.14[14] 4.

Firma Syarat Pendirian dan dilakukan pada Notaris 1) Pembuatan akta pendirian firma. sebaiknya CV tersebut di daftarkan 15 . maka dapat datang ke kantor Notaris dengan membawa KTP. Hanya saja barang kali perlu izin khusus untuk usaha-usaha tertentu pada daerah-daerah tertentu. karna tidak ada suatu aturan kusus. Karena perusahaan berbadan hukum maka sangat mutlak perlu membuat akte perusahaan Anda ke notaris. Untuk mendirikan perusahaan. 6) Surat izin usaha perdagangan. Anda sudah mendapatkannya di siang hari. Surat Keterangan Domisili dan NPWP perusahaan Anda untuk mendapatkan SK perusahaan. 4) Surat pengukuhan pengusaha kena pajak (SP-PKP). Untuk pendirian CV. Anda memerlukan salinan akte perusahaan dan surat keterangan domisili. Untuk mendirikan perusahaan perseorangan sangat mudah. sebenarnya cukup hanya dengan akta Notaris tersebut. Bila Anda memasukkan berkas di pagi hari ke kantor pajak. Notaris biasanya menyerahkan salinan akte perusahaan. Ini biasanya diurus oleh notaris Anda. namun untuk memperkokoh posisi CV tersebut. Biasanya Anda dipungut biaya administrasi. Surat ini Anda dapatkan dari kantor kelurahan atau kantor kepala desa di mana perusahaan Anda berdomisili. TDP merupakan bagian dari proses mendirikan perusahaan. Biasanya akte ini berisi informasi tentang nama perusahaan. bagaimana cara mendirikannya. Departemen Hukum dan HAM. Pada waktu pendirian CV. bergerak di bidang apa. tidak diperukan adanya pengecekan nama CV terlebih dahulu. Anda memerlukan salinan akte perusahaan Anda. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Perdagangan Provinsi. NPWP perusahaan adalah mutlak. 5) Pendaftaran ke Pengadilan Negeri. yang harus dipersiapkan sebelum datang ke Notaris adalah adanya persiapan: 1) Calon nama yang akan digunakan CV 2) Tepat kedudukan dari CV 3) Maksud dan tujuan yang spesifik dari CV tersebut Untuk menyatakan telah berdirinya suatu CV. dengan menggunakan akta Notaris yang berbahasa Indonesia. 2) Surat keterangan domisili perusahaan. 3) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Persekutuan Komanditer CV dapat didirikan dengan syarat dan prosedur yang lebih mudah daripada PT. Camat mengeluarkan surat keterangan yang sama. namun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dinyatakan bahwa pendirian CV tidak mutlak harus dengan akta Notaris. Oleh karena itu proses nya akan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan pendirian PT. pengurus perusahaan seperti siapa direktur utama.15[15] b. tidak ada biaya administrasi yang perlu Anda bayar. Berdasarkan surat ini. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang dikeluarkan oleh Kantor Departemen Perdagangan Kabupaten setempat. Biasanya pembuatan NPWP hanya butuh kira-kira 2 jam. nama para pemilik modal. Selain itu. Surat Izin Mendirikan bangunan (SIMBA). dan para komisaris. yaitu hanya mensyaratkan pendirian oleh 2 orang. 7) Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Untuk mendapatkan surat keterangan domisili. misalnya sertifikat tanah. Persyaratannya relatif sama untuk berbagai daerah. c. Pada saat para pihak sudah sepakat untuk mendirikan CV. Biaya administrasi ini bervariasi dari satu kelurahan kelurahan lain kelurahan. Untuk mendapatkan NPWP. Walaupun pendirian CV mengharuskan adanya akta notaris. direktur.

PKP (Pengukuhan Kena Pajak). 4) Keanggotaan pada KADIN Jakarta. apabila menginginkan ijin yang lebih lengkap dan akan digunakan untuk keperluan tender. 20. 2) Jumlah pendiri PT-Perseroan Terbatas minimal 2 (dua) orang 3) Pendiri PT (Perseroan Terbatas) untuk pertama kali juga bertindak sebagai pemegang saham. 2) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). NPWP-Nomor Pokok Wajib Pajak. BUMN Pembentukan BUMN menurut Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 BAB II pasal 4-8 adalah sebagai berikut: 16 17 . 3) Tanda Daftar Perseroan (khusus CV).. jika Direksi atau Komisaris lebih dari satu. Izin Usaha Operasional seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). Perseroan Terbatas Ketentuan untuk mendirikan PT: 1) Pendirian PT-Perseroan Terbatas hanya bisa dilakukan oleh Warga Negara Indonesia. Mengingat nama PT tidak boleh sama dengan nama PT yang sudah ada. Prosedur untuk mendirikan PT: Memilih nama yang akan digunakan. Pengesahan Menteri Hukum & HAM RI. 5) Jumlah Pengurus PT-Perseroan Terbatas (Direksi & Komisaris) minimal 2 (dua) orang.000. TDP (Tanda Daftar Perusahaan dan Pengumuman) Berita Acara Negara RI. pada Pengadilan Negeri setempat dengan membawa kelengkapan berupa Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP). yaitu : 1) Siapa yang akan mendirikan perusahaan? 2) Apa nama perusahaan yang akan dibentuk? 3) Dimana tempat & kedudukan-nya perusahaan? 4) Berapa modal dasar perusahaan? 5) Maksud & Tujuan usaha Perusahaan? 6) Siapa yang akan menjadi pengurus perseroan (Direktur & Komisaris)? Setelah Akta Pendirian selesai maka langkah selanjutnnya adalah mengurus kelengkapan Dokumen dan izin perusahaan seperti Surat Keterangan Domisili Perusahaan. Namun.17[17] e.16[16] d. dan NPWP atas nama CV yang bersangkutan.kecuali untuk bidang usaha tertentu dapat ditentukan berbeda sesuai dengan ketentuan yang berlaku.000. SIUJPT (Surat Izin Usaha Jasa Pengurusan Transportasi Izin Usaha Industri) atau TDI (Tanda Daftar Industri). maka sebaiknya nama perusahaan di cek terlebih dahulu melalui Sisminbakum (dilakukan oleh pihak notaris) dan jika nama PT belum terdaftar maka anda dapat menggunakan nama tersebut. seperti: 1) Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP). Jika dianggap perlu anda bisa melakukan pemesanan nama tersebut untuk didaftarkan terlebih dahulu ke Sisminbakum melalui Notaris. Pengecekan Nama PT juga dapat dilakukan bersamaan pada saat anda ingin mengajukan permohonan Akta Pendirian dengan menyiapkan data kerangka Angaran Dasar Perseroan yang akan dimuat dalam Akta Pendirian. 4) Modal Dasar PT-Perseroan Terbatas minimal Rp. biasanya dilengkapi dengan surat-surat lain. maka salah satu diangkat menjadi Direktur Utama atau Komisaris Utama.

c) perubahan bentuk badan hukum BUMN. 2. adalah sebagai berikut : 1. b) perubahan bentuk unit instansi pemerintah menjadi BUMN.Kukm/X/2002 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembentukan. b) Maksud dan tujuan pendirian BUMN. dikelola secara efisien dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi anggota 18 .18[18] f. Koperasi primer dibentuk dan didirikan oleh sekurang-kurangnya dua puluh orang yang mempunyai kegiatan dan kepentingan ekonomi yang sama. Pasal 7 BUMN didirikan untuk jangka waktu yang ditentukan dalam anggaran dasar. hak dan kewajiban BUMN yang didirikan. atau d) pembentukan BUMN sebagai akibat dari peleburan Persero dan Perum. Pasal 5 1) Pendirian BUMN ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. dimuat ketentuan bahwa seluruh atau sebagian kekayaan. 4) Khusus untuk pendirian Perum. dan c) Penetapan besarnya penyertaan kekayaan negara yang dipisahkan dalam rangka pendirian BUMN. 3. Usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi harus layak secara ekonomi. maka dalam Peraturan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pendiri koperasi primer sebagaimana tersebut adalah Warga Negara Indonesia. 3) Dalam hal pendirian BUMN dilakukan dengan mengalihkan unit instansi pemerintah menjadi BUMN. Pasal 4 1) Pendirian BUMN meliputi: a) pembentukan Perum atau Persero baru. hak dan kewajiban unit instansi pemerintah tersebut beralih menjadi kekayaan.1/Kep/M. sekurang-kurangnya memuat: a) Penetapan pendirian BUMN. Pengesahan Akta Pendirian Dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi. 2) Pendirian Persero dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perseroan terbatas. Koperasi Syarat-syarat pembentukan koperasi berdasarkan Keputusan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 104. cakap secara hukum dan maupun melakukan perbuatan hukum. Pasal 8 Pendirian BUMN dilakukan dengan memperhatikan ketentuan mengenai tata cara penyertaan modal dalam rangka pendirian BUMN. 2) Peraturan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 6 BUMN mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia yang ditentukan dalam anggaran dasar. peraturan pemerintah memuat pula anggaran dasar Perum bersangkutan dan penunjukan Menteri selaku wakil pemerintah sebagai pemilik modal.

yang bertugas : a) Menyiapkan dan menyampaikan undangan kepada calon anggota. Setelah persyaratan terpenuhi para pendiri kemudian mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk mengadakan rapat pembentukan koperasi. untuk itu perwakilan dari pendiri dapat meminta bantuan kepada Dinas Koperasi dan UKM ataupun lembaga pendidikan koperasi lainnya untuk memberikan penyuluhan dan pendidikan serta pelatihan mengenai pengertian. Modal sendiri harus cukup tersedia untuk mendukung kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi. Rapat pembentukan koperasi harus dihadiri oleh 20 orang calon anggota sebagai syarat sahnya pembentukan koperasi primer. para pendiri sebaiknya membentuk panitia persiapan pembentukan koperasi. Memiliki tenaga terampil dan mampu untuk mengelola koperasi. dan prospek pengembangan koperasi bagi pendiri. Selain persyaratan diatas. c) Mempersiapkan tempat acara.4. 3. pejabat pe. Modal sendiri harus cukup tersedia untuk mendukung kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi.merintahan dan pejabat koperasi. Usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi harus layak secara ekonomi. b) Mempersiapakan acara rapat. Orang-orang yang akan mendirikan koperasi dan yang nantinya akan menjadi anggota koperasi hendaknya mempunyai kegiatan dan kepentingan ekonomi yang sama. 4. Tahap rapat pembentukan koperasi Setelah tahap persiapan selesai dan para pendiri pembentukan koperasi telah memiliki bekal yang cukup dan telah siap melakukan rapat pembentukan koperasi. . Setelah mendapatkan penyuluhan dan pelatihan perkoperasian. manajemen. sebagai berikut : 1. 2. 5. tujuan. d) Hal-hal lain yang berhubungan dengan pembentukan koperasi. 2. prinsip-prinsip koperasi. Tahap persiapan pendirian koperasi Sekelompok orang bertekad untuk mendirikan sebuah koperasi terlebih dahulu perlu memahami maksud dan tujuan pendirian koperasi. struktur organisasi. Kepengurusan dan manajemen harus disesuaikan dengan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan agar tercapai efektivitas dan efisiensi dalam pe-ngelolaan koperasi. perlu juga diperhatikan beberapa hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pembentukan koperasi yang dikemukakan oleh Suarny Amran (2000:62) antara lain sebagai berikut : 1. maksud.

3. Hal-hal yang dibahas pada saat rapat pembentukan koperasi karyawan. (1) Nama dan tempat kedudukan (2) Landasan. dapat berisikan latar belakang dan dasar pembentukan serta rencana kerja koperasi pada masa akan datang. dapat dirinci sebagai berikut : a) Pembuatan dan pengesahan akta pendirian koperasi karyawan. Konsep Anggaran Dasar koperasi sebelumnya disusun oleh panitia pendiri. pengawas. yaitu memilih anggota orang-orang yang akan dibebani tugas dan tanggungjawab atas pengelolaan. kemudian panitia pendiri itu mengajukan rancangan Anggaran Dasarnya pada saat rapat pembentukan untuk disepakati dan disahkan. asas dan prinsip koperasi (3) Maksud dan tujuan (4) Kegiatan usaha (5) Kegiatan usaha. pengawasan di koperasi d) Neraca awal koperasi. b) Pembuatan Anggaran Dasar koperasi. yaitu pembuatan aturan dasar tertulis yang memuat tata kehidupan koperasi yang disusun dan disepakati oleh para pendiri koperasi pada saat rapat pembentukan. (6) Perangkat koperasi (7) Ketentuan mengenai permodalan perusahaan koperasi (8) Ketentuan mengenai pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) (9) Pembubaran dan penyelesaian (10) Jangka waktu berdirinya koperasi (11) Sanksi-sanksi (12) Anggaran rumah tangga dan peraturan khusus c) Pembentukan pengurus. merupakan perincian posisi aktiva dan pasiva diawal pembentukan koperasi e) Rencana kegiatan usaha. Pengesahan badan hukum . yaitu surat keterangan tentang pendirian koperasi yang berisi pernyataan dari para kuasa pendiri yang ditunjuk dan diberi kuasa dalam suatu rapat pembentukan koperasi untuk menandatangani Anggaran Dasar pada saat pembentuk-an koperasi.

c) Apabila permintaan pengesahaan akta pendirian koperasi telah dilakukan sesuai dengan ketetntuan di atas kepada pendiri atau kuasa pendiri diberikan bukti penerimaan. (6) Daftar susunan pengurus. 100. d) Pejabat koperasi.000 (seratus ribu rupiah). b) Membayar tarif pendaftaran pengesahan akta pendirian koperasi sebesar Rp.000 (lima puluh juta rupiah) bagi koperasi sekunder yang berupa deposito pada bank pemerintah. dan  tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan.000 (lima belas juta rupiah) bagi koperasi pri-mer dan Rp.000. (3) Surat undangan rapat pembentukan koperasi (4) Daftar hadir rapat.15.000 (lima belas juta rupiah) bagi koperasi sekunder yang berasal dari simpanan pokok.000 (lima juta rupiah) bagi koperasi primer dan Rp. (11) Surat keterangan dari desa yang diketahui oleh camat. yaitu Kepala Dinas Koperasi dan UKM akan memberikan pengesahaan terhadap akta koperasi apabila ternyata setelah diadakan penelitian Anggaran dasar koperasi. (5) Daftar alamat lengkap pendiri koperasi. (10) Mengisi formulir isian data koperasi.000.  tidak bertentangan dengan Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian. dengan melampirkan : (1) Anggaran Dasar Koperasi yang sudah ditandatangani pengurus rangkap dua.000. pengurus/pendiri/kuasa pendiri harus mengajukan permohonan badan hukum kepada pejabat terkait. (9) Khusus untuk KSP/USP disertai lampiran surat bukti penyetoran modal sendiri minimal Rp. dilengkapi photo copy KTP (untuk KSP/USP dilengkapi riwayat hidup). sebagai berikut : a) Para pendiri atau kuasa pendiri koperasi terlebih dulu mengajukan permohonan pengesahan akta pendirian secara tertulis kepada diajukan kepada Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. (8) Neraca permulaan dan tanda setor modal minimal Rp. hibah. (7) Rencana awal kegiatan usaha koperasi. 15. maka untuk mendapatkan badan hukum koperasi.5. Setelah terbentuk pengurus dalam rapat pendirian koperasi. aslinya bermaterai) (2) Berita acara rapat pendirian koperasi. e) Pejabat selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung sejak sejak penerimaan permohonan pengesahan badan hukum dari koperasi yang bersangkutan harus telah memberikan jawaban .000.50. wajib.

Berdasarkan Kepmen No. anggota atau kuasanya sebelum menanda-tangani akta tersebut. yaitu notaris yang telah berwenang menjalankan jabatan sesuai dengan jabatan notaris. j) Terhadap penolakan pengesahan akta pendirian para pendiri dapat mengajukan permintaan ulang dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya penolakan. g) Tanggal pendaftaran akte Pendirian berlaku sebagai tanggal sesuai berdirinya koperasi yang mempunyai badan hukum. . maka akte pendirian di daftar dengan nomor urut dalam Buku Daftar Umum. tetapi ada beberapa tahapan yang melibatkan notaris yaitu : a) Rapat pembentukan koperasi selain mengundang minimal 20 orang calon anggota. pejabat dinas koperasi hendaknya mengundang pula notaris yang telah ditunjuk pendiri koperasi. prosedur pendirian koperasi yang melibatkan notaris di dalamnya. 25. k) Keputusan terhadap pengajuan permintaan ulang diberikan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya pengajuan permintaan ulang. Biaya yang dikenakan untuk hal di atas adalah Rp. pejabat desa. Kedua buah Akte Pendirian/Anggaran Dasar tersebut dibubuhi tanggal. f) Bila Pejabat berpendapat bahwa Akte Pendirian/Anggaran Dasar tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan Undang-undang koperasi dan peraturan pelaksananya serta kegiatannya sesuai dengan tujuan. Tetapi biasanya proses pengesahan di dinas koperasi dapat selesai hanya dalam waktu 3 (tiga) minggu. masih mengikuti prosedur yang ada. alasan penolakan diberitahukan oleh pejabat kepada para pendiri secara tertulis dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan setelah diterimanya permintaan.000 i) Dalam hal permintaan pengesahan akta pendirian ditolak.98 tahun 2004. nomor pendaftaran tentang tanda pengesahan oleh Pejabat Menteri. pengesahannya. berkedudukan di wilayah koperasi itu berada (dalam hal ini berkedudukan di Kabupaten Bandung). kemudian Pejabat mengumumkan pengesahan akta pendirian di dalam Berita Negara Republik Indonesia h) Buku Daftar Umum serta Akte-Akte salinan/petikan ART/AD Koperasi dapat diperoleh oleh pengurus koperasi dengan mengganti biaya fotocopy dan harus dilegalisir oleh Pejabat Koperasi yang bersangkutan. serta memiliki sertifikat tanda bukti telah mengikuti pembekalan di bidang perkoperasian yang ditandatangani oleh menteri koperasi dan UKM RI. b) Notaris yang telah membuat akta pendirian koperasi sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku kemudian membacakan dan menjelaskan isinya kepada para pendiri.

Dalam bentuk korporasi ini terkumpul modal raksasa. Joint-Stock Companies . Walaupun persekutuan ini banyak dilakukan dalam bidang usaha yang mencari laba. sekretaris. keagamaan dll. Penghasilan yang dicapai meliputi 50% dari penghasilan bisnis seluruh Amerika. 5. memperkrjakan berjuta-juta karyawan dan mempunyai pengaruh luar biasa terhadap penghidupan seluruh bangsa. 2) Limited partnership. yaitu: 1) General Partnership. akan tetapi ada juga persekutuan yang dibentuk tidak untuk mencari laba. tidak terikat kepada para pemegang saham seperti dalam bentuk bisnis lainnya. sosial. dua orang atau lebih untuk menjalan suatu usaha mencari keuntungan. d. dan pengawas 5) Notaris mengajukan nama yayasan yang Anda usulkan ke Departmen Hukum dan HAM. Orang yang menjalankan usaha ini adalah entrepreneur. b. ketua. perseroan baja. nama pembina. ketua. lingkungan. siapkan fotocopy KTP pendiri. sesuai dengan peraturan yang berlaku. bendahara dan pengawas. termasuk tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap utang-utang bisnis. Umumnya. Pembina. sekretaris. Partnership Partnership adalah suatu asosiasi atau persekutuan. sekretaris. Pada bisnis ini memiliki anggota sekurang-kurangnya satu orang yang bertanggung jawab tidak terbatas. 4) Datang ke notaris dengan membawa dokumen-dokumen berikut:  Nama Yayasan  Fotocopy KTP pendiri. Pemilik menjalankan bisnis ini. g. bendahara. sekretaris. 16/2001 dan UU No. 6) Notaris akan mengajukan Anggaran Dasar ke Departemen Hukum dan HAM untuk mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM. 3) Ketiga. secara bebas. c) Kemudian akta pendirian koperasi yang telah dibuat notaris pembuat akta koperasi disampaikan kepada pejabat dinas koperasi untuk dimintakan pengesahannya. 8/2004) 1) Merumuskan nama yayasan. 2) Kedua. ketua. c. tentukan bidang apa yang akan digeluti oleh yayasan misalnya: pendidikan. bendahara. Dalam bisnis ini semua anggota ikut secara aktif mengoperasikan bisnis. rapat pembina yayasan menentukan siapa yang jadi ketua. Ada dua macam bentuk partnership. dan pengawas yayasan. sama-sama bertanggung jawab. Sole Proprietorship Ini adalah bentuk bisnis yang diusahakan oleh perseorangan. bendahara. perseroan minyak dan sebagainya. dan pengawas  NPWP pendiri. Yayasan Berikut adalah langkah-langkah mendirikan yayasan sesuai dengan UU Yayasan (UU No. dan fungsi dalam membuat keputusan dalam bisnis disebut dengan kegiatan entrepreneurship. antara lain melalui perseroan telepon. Corporations Bentuk koperasi ini disebut juga perseroan. Pembina. general motor. dan anggota lainnya bertanggungjawab terbatas. menjadi tulang punggung dan cirri khas ekonomi kapitalis Amerika. Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis di Amerika a.

Apabila kerjasama ini dilakukan dalam usaha penjualan saham dan obligasi secara besar-besaran. dimana perusahaan dimiliki oleh perorangan yang beroperasi dengan namanya sendiri atau dibawah suatu merek dagang. g. yang berasal dari Eropa tahun 1600-an dan 1700-an. Bentuk ini lebih praktiss untuk mengurus usaha real estate dan kontruksi besar. Business Trusts Walaupun bentuk ini kurang popular namun mempunyai keuntungan dalam mengatasi kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam bentuk korporasi.19[19] BAB III KESIMPULAN Kepemilikan (Proprietorship) adalah tipe organisasi yang paling sederhana. yang berlaku untuk sementara. Hanya beberapa regulasi yang mengatur kepemilikan tunggal. Komoditi yang menjadi andalan bisnisnya macam- macam. baik milik perusahaan maupun milik pribadi bisa digunakan untuk membayar hutang. dan pemilik bisa memilih waktu akhir tahun fiskal mereka sendiri untuk perusahaan. h. Asosiasi ini bersifat sukarela dengan membagi capital atas saham-saham. Grup-grup Perusahaan Grup perusahaan berada dibawah seorang atau sekelompok orang yang berpengaruh besar terhadap manajemen perusahaan. e. Joint Ventures dan Underwriting syndicates Bentuk ini adalah bentuk yang tertua dari tipe partnership. Joint-Stock Companies diadakan untuk mengumpulkan modal lebih besar. f. termasuk tanggung jawab yang tak terbatas. Satu angggota memiliki satu suara tidak memandang berapa sahamnya dalam koperasi. ada komoditi yang saling berhubungan. disebut underwriting syndicates. terintegrasi dari distribusi hulu sampai keindustri hilir seperti perusahaaan pabrik tepung terigu dengan industry yang memproduksi mie. Jenis bisnis ini berada dibawah yurisdiksi teritorial atau propinsi. Nama yang dipilih oleh pemilik untuk menjalankan usahanya harus didaftarkan di teritori atau propinsi 19 . Pemilik saham tidak ikut partisipasi dalam manajemen perseroan. Business trusts ini sering bergerak dalam bidang investasi dan juga diperkenankan membeli saham atau obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kadang-kadang sindikat ini membeli semua saham perseroan. dan tidak bertanggung jawab terhadap utang-utang trusts. kemudian dijualnya kepada public. Dan pembagian laba didasarkan atas jumlah saham yang dimiliki. seluruh aset pemilik. Bila perusahaan bangkrut. Direktur dipilih seperti halnya direktur korporasi. Motif utama pendirian koperasi ialah untuk memenuhi kebutuhan anggota dengan harga lebih murah. Pemilik bertanggung jawab penuh. tetapi mereka memilih direktur yang bertugas dan bertanggung jawab menjalankan perseroan sehari-hari. Cooperative Para anggota koperasi membeli saham seperti perseroan. Para pemilik penerima keuntungan dari saham yang ia miliki.

masing-masing. dan mengantungi seluruh keuntungan. dan kebebasan yang paling besar dari regulasi pemerintah. terutama di pasar yang sedang berkembang. Pemilik mempunyai tingkat kendali yang paling tinggi dari seluruh tipe bisnis. maka ia tidak perlu lagi untuk mendaftarkan nama perusahaannya. atau mencari orang lain untuk menjalankan perusahaan bila dia berhalangan karena sakit. Keuntungan dari tipe bisnis "kepemilikan" diantaranya adalah biaya awal yang rendah. persyaratan yang relatif rendah untuk modal. atau dalam situasi iklim bisnis yang tidak . Bila pemilik (tunggal) menjalankan bisnis dengan namanya sendiri tanpa tambahan kata-kata lain. Tapi karena alasan yang sama pula maka sulit bagi pemilik untuk mengumpulkan modal dari sumber lain. Liabilitas tak terbatas dari pemilik juga menjadi kerugian.

Perusahaan Umum (Perum) c. Apa tujuannya pendiriannya. Siapa pemiliknya/pendirinya. Sehingga terdapat bermacam-macam bentuk kepemilikan bisnis. Swasta Nasional a. Persekutuan Firma . Persero) d. 2. Perusahaan Terbatas (PT. Sumber modalnya 3. Perusahaan Daerah (BUMD) 2. Bisnis Perorangan b. Dengan demikian setiap bentuk kepemilikan bisnis sesuai dengan misi yang dibawa oleh masing-masing bisnis tersebut: 1. KUMPULAN Minggu. Pemerintah a. 06 April 2014 BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS DI INDONESIA A. BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS DI INDONESIA Bentuk kepemilikan bisnis adalah bentuk kegiatan bisnis dilihat dari : 1. Perusahaan Jawatan (Perjan) b.

. Perseroan Terbatas (PT) b. Persekutuan Komanditer d. Sosial Kemanusiaan/Kesehatan c.  Jumlah modal yang diperlukan untuk menggeluti bidang bisnis tersebut.  Tempat kegiatan bisnis. Koperasi Konsumsi c. Perusahaan Gabungan (joint Ventura Holding Company) 4. Koperasi Kredit 5. Swasta Multinational a. Koperasi Produksi b. Perseroan Terbatas 3. Badan Koperasi a.  Pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut.c. apakah bidang produksi.  Kemungkinan layak tidaknya bisnis yang dilakukan dari segi konsumen. atau berbentuk jasa. Sosial Keagamaan Faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan bentuk kepemilikan bisnis antara lain:  Bidang bisnis yang akan dilakukan. Badan Yayasan a. apakah memerlukan biaya atau tidak. Pendidikan/Pengembangan SDM b.

Persekutuan Firma Persekutuan Firma (FA) adalah bentuk kepemilikan bisnis yang didasarkan pada KUHD. Bisnis Perorangan bentuk kepemilikan bisnis yang dikelola perorangan itu adalah sejenis badan usaha yang didirikan oleh seorang warga Negara Indonesia. anak dan keluarga. sebagai pendiri dan sebagai pemegang saham. Perseroan Terbatas Perseroan terbatas (pt) merupakan bisnis yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan akta notaris. Persekutuan Firma adalah salah satu bentuk kepemilikan bisnis yang didirikan berdasarkan perjanjian antara dua orang atau lebih (sekutu) melalui akta notaries.  Lingkungan bisnis yang mendukung atau tidak. Dan siapa yang bertanggung jawab. Persekutuan komanditer adalah bentuk kepemilikan bisnis yang dibentuk oleh seorang atau lebih persero. sebagai wadah kegiatan bisnis untuk mata pencaharian sehari-hari guna menghidupi diri. . Persekutuan Komanditer Bentuk kepemilikan bisnis persekutuan komanditer (Commanditaire Vennotschap – CV) merupakan perluasan dari bentuk kepemilikan bisnis perorangan. Persekutuan komanditer didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan uangnya dan mempercayakan uang itu untuk dipakai dalam persekutuan. diatur berdasarkan KUHD Pasal 19. Mereka bersekutu dan setuju memilih bentuk firma ini saling mengikat diri untuk memisahkan sebagian kekayaan masing-masing dan memasukkannya ke dalam firma yang didirikan sebagai modal usaha. Besar resiko yang ditanggung. dengan tanggung jawab penuh.

kesejahteraan tersebut tidak kunjung terwujud. tetapi dilakukan bersama-sama orang lain utnuk mencapai tujuan tertentu.Manajer adalah karyawan yang mempunyai tanggung jawab mengelola pekerjaan yang ditugaskan kepada karyawan lain dan membuat keputusan penting perusahaan.  Pemilik wirausaha adalah orang yang mengorganisasi.  Pihak-pihak pemegang kepentingan yang terlibat dalam bisnis. karena mereka menyadari bahwa bila mereka bekerja sendiri-sendiri. Modal usaha terdiri dari hasil penyetoran dari para pemegang saham. Dengan demikian koperasi menjadi alat bagi banyak orang yang ingin meningkatkan kesejahteraannya dengan bekerjasama.  Kreditor . Tanggung jawab dan risiko masing-masing pemegang saham terbatas pada nilai nominal dari masing-masing saham yang dimiliki Koperasi Bentuk kepemilikan bisnis koperasi tidaklah merupakan usaha perorangan. Bung hatta mengemukakan bahwa koperasi adalah usaha bersama memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. mengelola dan menanggung risiko yang dihadapi untuk memulai bisnis  Karyawan Karyawan perusahaan akan menghasilkan dan menjual barang dan jasa. Pemegang Kepentingan Utama dalam Bisnis  Pemegang kepentingan (stake holders) adalah : orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam bisnis.

Pengaruh Teknologi Dalam Menciptakan Bisnis Teknologi memberikan kontribusi dalam keberhasilan suatu bisnis.  Mendapat penghasilan yang lebih besar. . Melihat lingkunganluar (apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini) melalui riset pasar. Perusahaan (orang) harus mempunyai keunggulan kompetitif.  Pelanggan Pelanggan adalah orang yang membeli barang dan jasa perusahaan Menciptakan Ide Bisnis Ada beberapa alasan mengapa orang menciptakan ide bisnis. hobi). seseorang dapat melihat peluang yang berasal dari dirinya sendiri (keahlian. yaitu sifat unik yang membuat produknya lebih diminati daripada produk pesaingnya.  Pemasok Pemasok akan menyediakan bahan baku dan bahan pendukung yang diperlukan oleh perusahaan untuk menghasilkan produknya. yaitu. pengalaman kerja.  Menjadi atasan bagi diri sendiri. Untuk menciptakan ide bisnis. Merupakan institusi keuangan atau individu yang memberikan pinjaman.  Senang dengan tantangan dan prestise yang berhubungan dengan memiliki perusahaan.

Bisnis elektronik (e-bussiness) atau komersial elektronik (e-commerce) adalah penggunaan komunikasi elektronik untuk menghasilkan atau menjual barang dan jasa. Berapa harga yang harus dikalkulasikan untuk suatu produk. Apakah produk harus diubah sehingga lebih menarik untuk pelanggan? 3. Pemasaran . Bagaimana dapat memotivasi karyawan supaya pekerjaannya berhasil baik? Keputusan Pemasaran 1. Haruskah perusahaan iklan atau strategi lain untuk mempromosikan produknya? . Fungsi Utama Bisnis a) Ada lima fungsi yang terlibat dalam operasi suatu bisnis : . Teknologi Informasi adalah teknologi yang bisa mendapatkan informasi untuk dipergunakan dalam menghasilkan barang dan jasa. Keputusan bisnis yang biasa dilakukan . Perlengkapan mesin apa yang diperlukan untuk memproduksi suatu produk.Sistem Informasi . 2. Berapa karyawan harus dipekerjakan untuk memproduksi suatu produk? 3. Manajemen . 2. Keuangan b) Interaksi antar Fungsi Bisnis .Akuntansi . Keputusan Manajemen 1. Teknologi adalah pengetahuan atau alat yang dipergunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.

Lingkungan Global  Rencana Manajemen . Mengembangkan Rencana Bisnis  Rencana Bisnis  Perkiraan atas lingkungan bisnis : .Struktur Organisasi . Keputusan Keuangan Haruskah pencarian dana dari pinjaman atau menjual saham 1. Beberapa fungsi bisnis mendorong pembuatan keputusan * Keputusan bisnis yang tepat mengandalkan akuntansi dan sistem informasi.Target Pasar .Karakteristik Produk . Apakah perusahaan harus investasi ke dalam proyek bisnis baru yang baru saja diusulkan (memperluas bisnis yang ada atau mengembangkan produk baru) atau dana ini untuk membayar pinjaman.Lingkungan Ekonomi .Lingkungan Industri . Haruskah meminjam dana jangka pendek (misalnya 1 tahun) atau jangka panjang? 2.Proses Produksi  Rencana Pemasaran .

Kelayakan Bisnis .Promosi  Rencana Keuangan .Penentuan Harga .Pendanaan Bisnis B. Etika Bisnis adalah rangkaian dasar etika yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis. b. Melaksanakan Bisnis Secara Etis dan Bertanggung Jawab Sosial a. Perilaku Etis Adalah Suatu Sikap yang tidak menyalahi aturan dan norma yang berlaku c. Tanggung Jawab Terhadap Pelanggan  ♦ Praktik tanggung jawab produksi Hak Konsumen : ● Produk yang aman ● Informasi yang relevan dari produk ● Didengar ● Memilih apa yang dibeli ♦ Praktik tanggung jawab penjualan . Area Tanggung Jawab Sosial a. .Distribusi . 2. ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL 1. Tanggung Jawab Sosial Suatu pengakuan dari perusahaan bahwa keputusan bisnis dapat mempengaruhi masyarakat.

Tanggung Jawab Kepada Karyawan ♦ Rasa aman para karyawan ♦ Perlakuan layak oleh karyawan lain ● Diversitas ● Perlindungan terhadap pelecehan seksual ♦ Kesempatan yang sama ● Tindakan alternatif ● Cara perusahaan meyakinkan tanggung jawab kepada karyawan Perusahaan berusaha menangani setiap keluhan karyawan dengan berbagai metode Contoh : .dengan menyediakan kotak saran .dengan menyediakan konseling (konsultasi) oleh pimpinan . ● Harga yang fair ● Etika diberikan ♦ Cara perusahaan menjamin tanggung jawab sosial kepada pelanggan ● Ciptakan kode etik ● Pantaulah semua keluhan ● Umpan balik pelanggan ♦ Cara konsumerisme menjamin tanggung jawab sosial kepada pelanggan ♦ Cara pemerintah menjamin tanggung jawab sosial kepada pelanggan ● Peraturan pemerintah tentang keamanan produk ● Peraturan pemerintah mengenai periklanan ● Peraturan pemerintah mengenai kompetisi industri b.

Perusahaan juga dapat mengembangkan penghijauan lingkungan di sekitar pabrik untuk mengurangi efek proses produksi. Tanggung jawab kepada pemegang saham dan Kreditor ♦ Cara perusahaan meyakinkan tanggung jawab ● Informasi rinci mengenai kinerja keuangan perusahaan ♦ Cara pemegang saham meyakinkan tanggung jawab ● Aktivitas pemegang saham ● Investor institusional ♦ Tanggung jawab kepada kreditor Perusahaan bertanggung jawab membayar hutang perusahaan beserta biaya bunga pada saat jatuh tempo kepada kreditor d. Kemungkinan biaya yang timbul sebagai akibat tanggung jawab sosial. ♦ Polusi tanah ● Cara perusahaan mencegah polusi tanah Perusahaan dapat menyimpan sampah beracun dan membuang-nya sampah tersebut pada area yang sudah ditentukan. Perusahaan juga mendaur ulang plastik dan membatasi pemakaian material yang akan menjadi sampah solit. Biaya Untuk Memenuhi Tanggung Jawab Sosial a. ● Cara perusahaan mencegah polusi udara Perusahaan menggunakan alat tertentu agar efek proses produksi tidak berbahaya bagi masyarakat yang menghirupnya.c. . Tanggung Jawab Kepada lingkungan ♦ Polusi udara ● Cara pemerintah mencegah polusi udara Pemerintah akan mengingatkan dan menindak perusahaan yang menyebabkan polusi udara sesuai dengan peraturan yang ada. 3.

maka biasanya perusahaan dalam industri akan berusaha memenuhi semua peraturan tersebut. b. Gugatan hukum oleh pemegang saham atas dasar tuduhan bahwa manajer perusahaan tidak memenuhi tanggung jawab- nya kepada para pemegang saham Lingkungan Memenuhi regulasi pemerintah akan lingkungan. Melakukan survei untuk mengetahui kepuasan pelanggan. Melakukan survei untuk mengetahui kepuasan pelanggan. Pemegang Saham Mengumumkan informais keuangan secara periodik. LINGKUNGAN EKONOMI DAN LINGKUNGAN INDUSTRI . Dan perusahaan memerlukan biaya yang lebih besar untuk melaksanakannya. Memenuhi janji akan petunjuk lingkungan yang dibuat perusahaan. C. dan biaya tersebut biasanya dibebankan kepada pelanggan (komunitas) dengan menaikkan harga produk. Gugatan hukum oleh pelanggan. Gugatan hukum oleh karyawan karena diskriminasi atau tuduhan tanpa bukti. Karyawan Menciptakan program menerima dan memecahkan keluhan. sehat dan bertanggung jawab sosial. Komunitas mensponsori aktivitas komunitas Dengan adanya peraturan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Tanggung jawab Biaya timbul sebagai akibat dari : kepada : Pelanggan Menciptakan program menerima dan memecahkan keluhan.

Cost Push Inflation .Agregat pengeluaran . Lingkungan Ekonomi 1.Pengangguran struktural b) Inflasi : Peningkatan tingkat harga umum dari barang dan jasa dalam periode tertentu.Tingkat pengangguran Ada empat tipe pengangguran .Pengangguran siklis .  Tipe Inflasi . Bagaimana Harga Pasar Ditentukan . Dua ukuran umum untuk mengukur pertumbuhan ekonomi : . a) Pertumbuhan Ekonomi : Perubahan tingkat umum dari aktivitas ekonomi ● Indikator pertumbuhan ekonomi.Pengangguran friksi . Faktor Ekonomi makro yang mempengaruhi kinerja bisnis.Pengangguran musiman .Deman pull inflation c) Tingkat Suku Bunga ● Dampak tingkat suku bunga pada nilai perusahaan 2.A.

Lingkungan Industri 1. Kebijakan moneter 2. . Karakteristik industri yang mempengaruhi hasil bisnis.Harga Ekuilibrium d) Akibat dari perubahan jumlah permintaan e) Akibat dari perubahan dalam jumlah penawaran f) Akibat permintaan dan penawaran harga pada tingkat harga umum ● Faktor-faktor yang mempengaruhi harga pasar : a) Pendapatan konsumen b) Preferensi konsumen c) Biaya Produksi Pengaruh pemerintah pada kondisi ekonomi 1. Faktor-faktor yang menentukan harga pasar : a) Jumlah permintaan untuk suatu produk b) Jadwal penawaran untuk suatu produk c) Interaksi permintaan dan penawaran . Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh harga produk (yang mempengaruhi penerimaan perusahaan) dan harga barang pasokan dan bahan baku (yang mempengaruhi biaya operasional perusahaan) Harga produk dan bahan baku tergantung pada kondisi permintaan dan penawaran.Minus . 3.Surplus . Kebijakan fiskal B.

Eksposur terhadap kondisi industri Dua karakteristik yang mempengaruhi eksposur sebuah perusahaan terhadap kondisi industri adalah : a) Pangsa pasar suatu perusahaan b) Fokus perusahaan pada industri utama 3. Permintaan Industri :Keseluruhan permintaan terhadap produk-produk dalam industri.Membagi segmen pasar berdasarkan jenis bisnis . Lingkungan peraturan 2.Harga produksi rendah .Kualitas lebih baik . Lingkungan tenaga kerja d. 2) inflasi dan 3) tingkat suku bunga . yaitu : 1) pertumbuhan ekonomi. b.Membagi segmen berdasarkan kualitas . Persaingan industri c. Bersaing dalam suatu industri a) Mengenali pesaing .Diferensiasi produk Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh tiga faktor ekonomi makro.a.Mengantisipasi perubahan dalam persaiangan b) Mengembangkan keunggulan kompetitif .

Manajemen pengawasan Para manajer yang umumnya berhubungan erat dengan para karyawan dan menagani masalah yang berhubungan dengan karyawan. Manajemen menengah Manajer yang bertanggung jawab atas keputusan jangka pendek karena manajer ini lebih terlibat dalam proses produksi. Harga pasar ditentukan oleh kondisi permintaan dan penawaran Permintaan suatu produk dipengaruhi oleh pendapatan dan preferensi konsumen. . c. Manajer menengah akan mengatasi persoalan dan merencanakan metode baru untuk meningkatkan produksi. Penawaran suatu produk dilakukan perusahaan apabila harga pasar sedemikian tinggi. sehingga mencukupi atau lebih untuk menutupi biaya perusahaan. Manajemen punjak Manajemen yang membuat keputusan sasaran dan strategi jangka panjang perusahaan. D. Pemerintah dapat mempengaruhi kondisi ekonomi makro dengan kebijakan moneter dan kebijakan fiskalnya. Tingkat-tingkat Manajemen Ada tiga tingkat manajemen antara lain: a. 2) persaingan industri. Karakteristik utama yang mempengaruhi prestasi perusahaan adalah 1) permintaan industri. b. MANAJEMEN EFEKTIF 1. 3) lingkungan tenaga kerja 4) lingkungan peraturan Suatu perusahaan dapat bersaing dalam industri jika telah mengenali pesaing utama dan mengembangkan keunggulan kompetity.

Perencanaan Persiapan sebuah perusahaan untuk kondisi bisnis yang akan datang  Rencana strategis  Perencanaan taktis  Perencanaan operasional  Perencanaan darurat Hubungan antara fungsi-fungsi perencanaan Perencanaan jangka panjang –perencanaan taktis – perencanaan operasional – perencanaan darurat. Pengorganisasian Pengaturan para karyawan dan sumber-sumber lain dengan cara yang konsisten dengan sasaran perusahaan. Fungsi utama manajer ada empat : a. Otokratis dimana pemimpin memiliki kuasa penuh untuk mengambil keputusan b. Kepemimpinan Proses untuk mempengaruhi kebiasaan orang lain demi pencapaian sasaran bersama. b. Gaya kepemimpinan: a. 2. c. Laissez faire (gaya bebas) Gaya kepemimpinan dimana pemimpin mendelegasikan sejumlah wewenang kepada para karyawan. c. Partisipatif .

Pengawasan Memonitor dan mengevaluasi tugas-tugas. 3. tetapi pengambilan keputusan tetap di tangan pemimpin d. . I ntegrasi fungsi Manajemen 1. Gaya kepemimpinan dimana para pemimpin memperoleh beberapa masukan dari karyawan. Perencanaan Para manajer puncak mengubah rencana strategis untuk mengganti produksi maninan plastic dengan produksi permainan computer.

. dan meminta agar mereka melaksanakan proses produksi yang baru. 2. Mengkomunikasikan reorganisasi ini kepada para pengawas . Pengorganisasian Para manajer menengah mengorganisasikan kembali pabrik produksi maninan plastic agar kini dapat digunakan untuk memproduksi mainan computer melatih kembali karyawan pabrik memproduksi ini dan merekrut empat karyawan baru untuk membantu aspek proses produksi.Mengkomunikasikan rencana itu ke manajemen menengah dan meminta manejemen menengah untuk melaksanakan rencana itu.

c. Kepemimpinan Para pengawas menjelaskan kerja masing-masing karyawan yang diperlukan untuk memproduksi permainan computer dan cara melaksanakan tugas itu. Para manajer menengah menentukan apakah produksi efisien (berdasarkan memonitor hasil dari pabrik dan biaya-biaya setiap bulan) Para pengawas memonitor para karyawan untuk memastikan bahwa tugas baru mereka dapat diselesaikan dengan tepat. Keahlian antar manusia Keahlian yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan karyawan. Keahlian konseptual Kemampuan untuk memahami hubungan antara berbagai tugas di perusahaan. Keahlian Manajerial a. Pengawasan Para manjer puncak memperkirakan biaya dan penjualan dari memproduksi permaianan computer setiap bulan menentukan apakah rencana strategis yang baru berhasil. 4. Keahlian teknikal . 3. Mengkomunikasikan tugas itu 4. b.

Tetapkan prioritas yang tepat. Unsur-unsur struktur organisasi a. STRUKTUR ORGANISASI Stuktur organisasi adalah mengindentifikasikan tanggung jawab bagi masing- masing jabatan pekerjaan dan hubungan antara jabatan-jabatan itu sendiri. kepada siapa setiap tipe karyawan bertanggung jawab. Jadwalkan waktu jeda yang panjang untuk tugas-tugas besar. c. Keahlian yang digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas sehari-hari. d. Keahlian pengambilan keputusan Keahlian yang menggunakan informasi yang tersedia untuk menentukan cara mengalokasikan sumber-sumber perusahaan. b. Cara manajer mengelola waktu Para manajer memiliki waktu terbatas untuk mengelola tanggung jawab. Alur perintah Mengidentifikasikan posisi pekerjaan. 5. Manajer harus memanfaatkan manajemen waktu dengan efisien: a. E. 1. Organisasi adalah suatu diagram yang diperhatikan interaksi tanggung jawab dari para karyawan. Meminimalkan sasaran jangka pendek d. . Delegasikan beberapa tugas kepada karyawan.

d. f. e. Jangkauan pengawasan  Jumlah karyawan yang berada di setiap manajer  Pengawasan sempit  Setiap manajer hanya mengawasi beberapa karyawan  Tugas karyawan sangat berbeda-beda.  Struktur organisasi datar/pendek Menunjukkan tidak terdapat banyak lapisan karyawan dari dasar hingga ke puncak. Puncak Organisasi  Struktur organisasi tinggi Memperhatikan bahwa pendapat banyak lapisan/jenjang jabatan dari dasar struktur hingga puncak. Wewenang dewan direksi  Dewan direksi Beberapa orang eksekutif yang bertanggung jawab memantau kegiatan presiden perusahaan dan para manajer tingkat tinggi yang lain. perlu manajer yang memiliki ketrampilan untuk mengelola berbagai tugas itu. Desentralisasi .  Anggota dewan direksi dalam  Anggota dewan direksi luar c.b. Sentralisasi Sebagian besar wewenang perusahaan berada pada manajer tingkat tinggi.  Pengawasan luas  Setiap manajer mengawasi beberapa karyawan  Tugas karyawan relative sederhana dan tidak beragam. sehingga mudah dapat di awali oleh satu orang.

 Jabatan staf : jabatan pekerjaan yang dibentuk untuk mendukung usaha-usaha dari jabatan lini. 2.  Perampingan : usaha suatu perusahaan untuk mengurangi pengeluaran dengan mengatasi jabatan pekerjaan. Menciptakan struktur yang memungkinkan lebih banyak masukan karyawan. 3. a. Metode Membentuk Departemen Tugas Membentuk departemen tugas : . Organisasi Matriks b. Intrapreneurship Struktur bagan organisasi Jaringan komunikasi informasi diantara para karyawan perusahaan jaringan ini (kadang-kadang disebut sebagai “selentingan”) terjadi diantara karyawan yang bekerja pada tugas yang sejenis atau devisi yang tidak berhubungan.  Organisasi lini : sturktur organisasi yang hanya terdiri dari jabatan lini. g. Jabatan lini vensus staf  Jabatan lini : jabatan pekerjaan yang dibentuk untuk membuat keputusan yang menghasilkan sasaran bisnis spesifik.  Organisasi lini dan staf : struktur organisasi yang terdiri dari jabatan lini dan staf serta pemberian wewenang kepada karyawan yang berasal dari manajemen yang lebih tinggi. dan tidak ada jabatan staf. Wewenang terbagi di antara berbagai devisi atau para manajer  Otonomi : setiap divisi dapat membuat keputusan sendiri dan bertingak secara independen.

d. Departemen per-pelanggan Departemen yang dibawahi oleh manajer yang khusus menangani kelompok pelanggan tertentu. Dibawah manajer cabang terdapat manajer fungsi. Departemen per-lokasi Departemen yang timbul karena perusahaan mempunyai banyak cabang. Sehingga masing-masing manajer akan membawahi daerah tertentu. Sumber daya manusia yang dipakai untuk proses produksi Produksi yang menghasilkan baik barang ataupun jasa memerlukan proses produksi/proses konversi. Manajemen Produksi : Pengelolaan suatu proses dimana sumber daya (karyawan dan mesin) digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Bahan baku . b. Sumber daya manusia Perusahaan menentukan karyawan operasional yang bekerja di perusahaan sesuai dengan keterampilan. MANAJEMEN PRODUKSI 1. keahlian yang di butuhkan untuk jenis produksi tertentu. Departemen per-Fungsi b. Departemen per produk c. Proses produksi/proses konversi adalah serangkaian tugas yang menggunakan sumber daya untuk memperoleh barang dan jasa. F. Sumber daya yang digunakan perusahaan untuk proses produksi : a. Menyerahkan tugas dan tanggung jawab pada departemen yang berbeda-beda. Ada empat metode untuk membentuk departemen tugas atara lain : a.

2. Karateristik lokasi b. Kapasitas produksi yang diinginkan . Memilih lokasi a. Proses produksi c. Jenis produk d. Jalur produksi adalah urutan pos kerja di mana setiap pos kerja dirancang untuk mengerjakan tahap khusus dari proses produksi itu. Kapasitas produksi yang diinginkan 3. Mengevaluasi kemungkinan lokasi c. c. Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan lokasi  Biaya ruang kerja  Biaya tenaga kerja  Insentif pajak b. akan diolah melalui proses produksi menjadi barang produk jadi. Bahan baku yang diperoleh dari pemasok. Perubahan manufaktur menggunakan mesin dan perlengkapan serta teknologi untuk proses produksi. Memilih rancangan dan tata letak Faktor –faktor yang mempengaruhi rancangan dan tata letak: a. Pos kerja adalah bagian pekerjaan dimana satu karyawan atau lebih diberi tugas khusus. Jenis produk d. Sumber daya lain Perusahaan menggunakan pabrik dan kantor atau menyewa gedung jika biaya gedung terlalu besar. Contoh : produsen ban memakai karet.

2. Memperbaiki pendidikan dan pelatihan para manajer dan karyawan. 3. Pembelian bahan baku  Memilih pemasok bahan baku  Memperoleh diskon volume b. KUALITAS DAN EFISIENSI PRODUKSI Beberapa panduan kunci dalam memperbaiki kualitas adalah : 1. . Routing d.4. Pengawasan Kualitas Proses untuk menentukan apakah berkualitas produk memenuhi tingkat kualitas yang diinginkan. dimana perusahaan mengembangkan suatu standar kualitas yang dapat diukur dan dipantau dalam jangka waktu tertentu. Pengawasan produksi a. Memonivasi karyawan untuk terus menerus memperbaiki produksi. G. Total quality manajement biasanya termasuk :  Menentukan tingkat kualitas yang diinginkan. Penjadwalan 5.  Mengontrol tingkat kualitas.  Mencapai tingkat kualitas yang diinginkan. Memberanikan karyawan mengambil tanggung jawab. Pengawasan persediaan  Pengawasan persediaan bahan baku  Perencanaan kebutuhan bahan baku c.

1).  Skala ekonomi.  Organisasinya dalam bentuk sederhana. yang mengurangi biaya rata-rata per unit sebagai hasil dari volume produksi yang lebih besar. yang dapat meningkatkan percepatan proses produksi. Dalam kepemilikan bentuk ini. para pengusaha memiliki beberapa keuntungan yaitu :  Semua laba hanya untuk pengusaha sendiri.  Pajak rendah.  Strukturisasi.  Pengendalian perusahaan sifatnya seutuhnya. Kepemilikan Perseorangan Kepemilikan bisnis perseorangan bisa mendapatkan pinjaman dari pihak kreditor untuk membantu operasional perusahaan tetapi pinjaman yang didapat haruslah ditanggung sendiri oleh pengusaha dan tidak perlu membagi keuntungan perseorangan dengan pihak kedua. . Metode utama yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi adalah:  Teknologi. yang merupakan revisi dan proses produksi agar dapat menurunkan biaya produksi.

yaitu :  Anda harus bertanggung jawab penuh atas kerugian yang terjadi. Kepemilikan Persekutuan Bisnis jenis ini dimiliki oleh 2 orang atau lebih perusahaan dan para pemiliknya disebut mitra pengusaha (partner). Keuntungan dalam bentuk kepemilikan bisnis persekutuan :  Dana tambahan. 2). Untuk menjadi mitra usaha dalam kepemilikan persekutuan adalah sebagai berikut :  Partner haruslah mendaftarkan perusahaannya ke pemerintahan.  Dana terbatas.  Kerugian ditanggung bersama.  Perusahaan kemitraan terbebas adalah perusahaan yang memiliki mitra dengan tanggung jawab terbatas.  Perusahaan bersifat umum (general partnership) dimana semua mitra memiliki tanggung jawab tak terbatas yaitu mitra pengusaha secara pribadi bertanggung jawab atas kewajiban perusahaan. Berikut ini adalah kerugian dalam bentuk kepemilikan bisnis persekutuan :  Berbagi pengendalian.  Tanggung jawab tak terbatas.  Keterampilan terbatas. berikut ini adalah kerugian yang kemungkinan akan anda terima dari bentuk kepemilikan perseorangan.Namun kepemilikan jenis ini tak menutup kemungkinan akan terkena badai kerugian. .  Lebih ada spesialisasi.  Berbagi laba.