Cerebral Palsy

1. PENGERTIAN

Cerebral palsy adalah kelainan yang disebabkan oleh kerusakan otak yang
mengakibatkan kelainan pada fungsi gerak dan koordinasi, psikologis dan kognitif
sehingga mempengaruhi proses belajar mengajar. Ini sesuai dengan teori yang
disampaikan dalam The American Academy of Cerebral Paslsy (Mohammad Efendi,
2006:118), “Cerebral Palsy adalah berbagai perubahan gerakan atau fungsi motor
tidak normal dan timbul sebagai akibat kecelakaan, luka, atau penyakit susunan syaraf
yang terdapat pada rongga tengkorak”. Dari pengertian tersebut di atas, cerebral palsy
dapat diartikan gangguan fungsi gerak yang diakibatkan oleh kecelakaan, luka, atau
penyakit susunan syaraf yang terdapat pada rongga tengkorak. Dalam teori yang lain
menurut Soeharso (Abdul Salim, 2007:170), “cerebral palsy terdiri dari dua kata,
yaitu cerebral yang berasal dari kata cerebrum yang berarti otak dan palsy yang
berarti kekakuan”. Jadi menurut arti katanya, cerebral palsy berarti kekakuan yang
disebabkan karena sebab-sebab yeng terletak di dalam otak. Sesuai dengan pengertian
di atas, cerebral palsy dapat diartikan sebagai kekakuan yang disebabkan oleh sesuatu
yang ada di otak.

Istilah cerebral palsy dipublikasikan pertama oleh Willam Little pada tahun 1843
dengan istilah “cerebral diplegia”, sebagai akibat dari prematuritas atau asfiksia
neonatorum. Dan, istilah cerebral palsy diperkenalkan pertama kali oleh Sir William
Osler (Mohamad Efendi: 2006). Istilah cerebral palsy dimaksudkan untuk
menerangkan adanya kelainan gerak, sikap ataupun bentuk tubuh, gangguan
koordinasi yang disertai dengan gangguan psikologis dan sesnsoris yang disebabkan
oleh adanya kerusakan atau kecacatan pada masa perkembangan otak.

2. ETIOLOGI
Penyebab Cerebral palsy dapat dibagi menjadi dalam 3 bagian :
1) Pranatal
a) Infeksi intrauterin TORCH, sifilis, rubella, toksoplasmosis, dansitome
galovirus
b) Radiasi

Begitu juga dengan karakteristik anak cerebral palsy.anoksia maternal. kelahiran menggunakan alat bantu. presentasi bayi abnormal. anak yang mengalami kekakuan otot atau ketegangan otot. ensefalitis. Penyebab utamanya adalah adanya kerusakan. gangguan atau adanya kelainan yang terjadi pada otak.ibu hipertensi. menyebabkan sebagian otot menjai kaku. Karakteristik anak cerebral palsy dapat dilihat dari ciri-ciri yang tampak pada anak-anak cerebral palsy. HIE (hipoksik-iskemik ensefalopati) d) Meningitis/ensefalitis yang terjadi 6 bulan pertama kehidupan e) Racun : logam berat f) Luka Parut pada otak pasca bedah 3. yang terjadi pada 6 bulan awal kehidupan) c) Hipoksik-iskemik (pada aspirasi mekonium). gerakan-gerakan lambat dan canggung. cerebral palsy diklasifikasikan menjadi enam. Menurut Yulianto (Abdul Salim. . b) Perdarahan otak c) Korioamnionitis d) BBLR e) Prematuritas f) Ikterus g) Meningitis 3) Postnatal a) Trauma kepala b) Infeksi(meningitis. 2007: 178-182). yaitu: a. c) Asfiksia intrauterin (abrupsio plasenta previa. KARAKTERISTIK ANAK CEREBRAL PALSY Karakteristik Anak Cerebral Palsy Manusia adalah mahluk yang unik dengan ciri-ciri atau karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lain. SC.perdarahan plasenta. Spasticity.kelainan umbilicus.dan lain-lain) d) Toksemia gravidarum e) DIC 2) Perinatal a) Anoksia/hipoksia Merupakan kejadian tersering hal ini menyebabkan brain injury faktor penyebab tersering adalah partus lama. disproporsi sefalopelvik.

lengan. Rigiditi. ditandai dengan adanya otot yang sangat kaku. tangan. 3) Hemiplegia. Dari pendapat Yulianto (Abdul Salim. Athetosis. yaitu kerusakan pada bangsal banglia yang mengakibatkan gerakan- gerakan menjadi tidak terkendali dan terarah. Campuran. apabila kelainan menyerang kedua tungkai. . Dalam teori yang lain. otot mengalami kekakuan sehingga seperti robot apabila sedang berjalan. hilangnya keseimbangan yang ditandai dengan gerakan yang tidak terorganisasi. yang disebut dengan campuran anak yang memiliki beberapa jenis kelainan cerebral palsy. ditandai gerakan-gerakan tidak terorganisasi dan kehilangan keseimbangan. gerakan- gerakan tidak terkontrol. Bakwin-bakwin (Sutjihati Somantri. apabila kelainan menyerang satu lengan dan satu tungkai dengan terletak pada belahan tubuh yang sama b. otot terlalu tegang diseluruh tubuh. 2006:122). demikian juga gerakannya. lengan. dengan irama tetap. atau otot-otot wajah yang lambat bergeliat-geliut tibatiba dan cepat. terdapat gerakan-gerakan yang tidak terkontrol pada kaki. Spasticity dapat dibedakan menjadi: 1) Paraplegia. Lebih mirip dengan getaran. apabila kelainan menyerang kedua tungkai dan kedua tangan. ditandai dengan adanya gerakan-gerakan yang kecil tanpa disadari. cerebral palsy mempunyai karakteristik sebagai berikut: mengalami kekakuan kekakuan otot. e. merupakan salah satu jenis cerebral palsi dengan ciri menonjol. adanya gerakangerakan kecil tanpa disadari. Ataxia. 2007: 178-182) di atas. Spasticity. cerebral palsy dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. terdapat pada kaki. Tremor.b. d. dan otot- otot wajah. ia mengalami kesulitan untuk memulai duduk dan berdiri. dan anak mengalami beberapa kondisi campuran. yaitu kerusakan pada kortex cerebellum yang menyebabkan hiperaktive reflex dan strech relex. c. cenderung menyerupai robot waktu berjalan tahan-tahan dan kaku. 2) Quadriplegia. Jadi keseimbangan buruk. f. tangan. Athetosis.

dapat bergerak atau bicara. maupun dalam mengikuti pendidikan. Ataxsia. . sama sekali sulit melakukan kegiatan dan tidak mungkin dapat hidup tanpa bantuan orang lain. kelainan yang dialami tidak mengganggu dalam kegiatan sehari-hari. 2006: 122) di atas. karakteristik cerebral palsy dibagi sesua dengan derajat kemampuan fungsional. c. Golongan Sedang Cerebral palsy yang termasuk sedang sudah kelihatan adanya pendidikan khusus agar dapat mengurus dirinya sendiri. Golongan Berat Cerebral palsy yang termasuk berat sudah menunjukkan kelainan yang sedemikian rupa. adanya gangguan keseimbangan yang diakibatkan kerusakan otot pada cerebellum.c. Rigiditi. Tremor. e. Menurut Yulianto (Abdul Salim. cerebral palsy mempunyai karakteristik sebagai berikut: mengalami kelainan pada satu atau kedua tungkai dan juga tangan yang disebabkan kerusakan kortex cerebellum yang menyebabkan hiperaktive dan strech relex. yaitu kerusakan otot pada cerebellum yang mengakibatkan gagguan pada keseimbangan. baik yang bertujuan maupun yang tidak bertujuan yang diakibatkan kerusakan pada bangsal banglia. yaitu kerusakan pada bangsal ganglia yang berakibat timbulnya getaran- getaran berirama. adanya gerakan-gerakan yang tidak terkendali dan terarah yang diakibatkan kerusakan pada bangsal banglia. Adapun karakteristik cerebral palsy sesuai dengan derajat kemampuan fungsional yaitu: a. Golongan Ringan Cerebral palsy golongan ringan umumnya dapat hidup bersama anakanak sehat lainnya. Anak memerlukan alat bantuan khusus untuk memperbaiki pola geraknya. dan kekakuan otot yang diakibatkan kerusakan pada bagsal banglia. b. baik yang bertujuan meupun yang tidak bertujuan. Dari pendapat Bakwin-bakwin (Sutjihati Somantri. terjadi getaran-getaran berirama. yaitu kerusakan pada bangsal ganglia yang mengakibatkan kekakuan pada otot. d. 2007: 178-182).

mereka pun seringkali mengalami kesulitan dalam komunikasi.Dari pendapat Yulianto (Abdul Salim. ketidak sabaran atau jengkel. yang akhirnya sampai kejang “. bahkan beberapa penelitian sebagian besar diketahui terbelakang mental (tunagrahita). Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas. persepsi. sehingga menyulitkan pendidik untuk mengikat (mengarahkan) kepada suatu pelajaran atau latihan. sama sekali sulit melakukan kegiatan dan tidak mungkin hidup tanpa bantua orag lain. gerakan-gerakan tidak terkendali. 2001: 101). Khsusunya anak cerebral palsy selain mengalami kesulitan dalam belajar dan perkembangan fungsi kognitifnya. Kondisi anak cerebral palsy yang demikian mengakibatkan anak membutuhkan bantuan dan layanan khusus pada tingkatan tertentu. “Anak cerebral palsy dapat juga bersikap depresif. 4. bergerak dan bicara dan memerlukan alat bantu khsusu untuk pola geraknya. kelainan fungsi dapat terjadi tergantung dari jenis cerebral palsy dan berat ringannya kelainan. dan cerebral palsy golongan berat menunjukkan kelainan yag sedemikian rupa. Kondisi ketunadaksaan pada anak sebagian besar menimbulkan kesulitan belajar dan perkembangan kognitifnya. seakan-akan melihat sesuatu dengan putus asa atau sebaliknya agresif dengan bentuk pemarah. Pendapat lain yang dikemukakan oleh Mohammad Efendi (2006: 126). dan terdapat getaran-getaran kecil yang muncul tanpa terkendali. dapat disimpulkan bahwa secara umum anak cerbral palsy memiliki karakteristik sebagai berikut: mengalami kekakuan otot atau ketegangan otot. 2007: 178-182) di atas. cerebral palsy golongan ringan membutuhkan pendidikan khusus agar dapat mengurus diri sendiri. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pendidikan. Sedangkan menurut Abdul Salim (2007: 184-176). maupun kontrol gerakan. Anak cerebral palsy tidak dapat stabil. cerebral palsy mempunyai karakteristik sebagai berikut: cerebral palsy golongan ringan dapat hidup bersama anak-anak sehat lainnya. keseimbangannya buruk. DAMPAK DARI CEREBRAL PALSY Cerbral palsy dapat berdampak pada keadaan kejiwaan yang banyak dialami adalah kurannya ketenangan. gerakan-gerakan tidak terkoordinasi. (Mumpuniarti. antara lain: .

a. ditolongbidan. 1. sehingga anak dalam melakukan mobilitas mengalami hambatan. kelainan psikologis. Kelainan fungsi komunikasi Kelainan ini dapat timbul karena adanya kelumpuhan pada otot-otot mulut dan kelainan pada alat bicara.periksakebidan 3 kali. menangissetelahlebihkurang 10 menit. baik anggota gerak atas maupun anggota gerak bawah. Setelahlahirtidaklangsungmenangis. BBL 2. mengakibatkan anak yang sebenarnya cerdas akan tampak tidak dapat menampikan kemampuannya secara maksimal. Dari uraian di atas dapat disimpulkan. Oleh karena ada hambatan fisik yang berhubungan dengan fungsi gerak dan perlakuan yang keliru. kelainan komunikasi. Dirujuk di ruang perinatal . Kelainan tersebut mengakibatkan kemampuan anak untuk berkomunikasi secara lisan mengalami hambatan. Selamahamilibusehat. kelainan mental dan inteligensi. kelainan mobilitas. kerusakan otak pada anak cerebral palsy berdampak pada kelainan fisik. Kelainan fungsi mental Kelainan fungsi mental dapat terjadi terutama pada anak cerebral palsy dengan potensi mental normal. pecahketubanbeberapasaatsebelum di lahirkan. dampak dari cerebral palsy dapat berakibat pada kurangnya perhatian dan konsentrasi anak pada saat mengikuti pelajaran dan lemahnya kemampuan anak dalam menyerap dan menerima materi pelajaran. panjangbadantidak di ukur. Sabrina anakkeduadariibuusia 28 tahun.100 gram. Lahirspontanpadausiakehamilan 36 minggu. Dalam mengikuti pembelajaran khususnya mata pelajaran IPA. Kelainan fungsi mobilitas Kelainan fungsi mobilitas dapat diakibatkan oleh adanya kelumpuhan anggota gerak tubuh. b. c.

danCampak 1x padausia 10 bulan 3. sehingga dapat meurunkan oksigen dan makin meningkatkan karbon dioksida yang dapat mengakibatkan kerusakan otak sehingga dapat berdampak buruk bagi kebhidupan mendatang.3. makin luas daerah kerusakan otak yang dialami. yang merupakanfaktorresikountukterjadinya cerebral palsy. Kadar bilirubin tak terkonjugasi >20 mg/dl pada bayi preterm dan >5 mg/dl pada bayi aterm akan menunjukan manifestasi klinis berupa kuning pada tubuh bayi.1 Bagaimanacarapemberianimunisasi: A. Riwayatimunisasisudahmendapatimunisasi BCG.2 Bagaimanahubunganasfiksiaterhadapgangguanperkembangan yang dialami Sabrina? Asfiksia merupakan faktor resiko dari cerebral palsy. Makin lama bayi tidak bernafas makin sedikit oksigen. makin banyak sel otak yang mengalami hipoksia yang kemudian nekrosis yang berdampak pada gangguan perkembangan. DPT.7 . Makin lama bayi tidak bernafas. Aspfiksia neonatorum adalah keadaan gawat bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur. 3. 3.. RSMH karenasusahbernafasdandirawatselamaseminggu.3 Bagaimanahubungankuningdanterapisinarterhadapgangguanperkembangan yang dialami Sabrina? 9. tidakpernahkejang.. 3. 2.7 Hiperbilirubinemia merupakan faktor resiko kejadian cerebral palsy..3. Polio 4x. Bilirubin indirek juga bisa masuk ke dalam otak karena bersifat.. Olah karena itu bayi dengan hiperbilirubinemia harus di tatalaksana segera pada minggu-minggu pertama kejadian dengan fototerapi.10. Campak6.3. makin banyak penumpukan karbon dioksida. yang kemudian melekat di jaringan otak sehingga mengganggu aktifitas otak hingga dapat menyebabkan kejang. Hepatitis B danHiB 4x.4.  hipoksia  nekrosis otak  gangguan motorik hingga CP.1 Apamaknaklinisdaribayilahirtidakmenangisdanmenangissetelahlebihkurang 10 menit? Makna klinis bayi tidak langsung menangis setelah lahir adalah bayi mengalami asfiksia neonatal. Saatdirawatanakmengalamikuningdan di terapisinar.

Campak .

Suntikan tidak boleh diberikan ke dalam kulit karena dapat meningkatkan reaksi lokal. bulan dan dapat diulang kembali pada umur 12- 15 bulan. Sudah di kombinasi (vaksin pentabio/ pentavalen) (DTP-HB-Hib) Vaksin harus disuntikkan secara intramuskular. terdapat program PIN (Pekan Imunisasi Nasional) campak yang bertujuan sebagai penguatan (strengthening). Penyuntikan pada bagian bokong anak dapat menyebabkan luka saraf siatik dan tidak dianjurkan.8 Diberikan pada anak usia 2. B. berikan MMR. Satu dosis anak adalah 0. berikan kapan pun saat bertemu. Campak) Penyuntikan di bawah jaringan kulit tetapi sebelum otot. Hepatitis A. Cara pemberian : Intramuskular (misal untuk vaksin DPT. Bila anak berusia >1 tahun.6. Penyuntikan sebaiknya dilakukan pada anterolateral paha atas. Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan dan dosis ulangan (second opportunity pada crash program campak) pada usia 6-59 bulan serta saat SD kelas 1-6. Hib. Varicella. misalnya di lengan atas dan paha. baru ditusukkan jarumnya. Bagi anak yang terlambat/belum mendapat imunisasi campak: bila saat itu anak berusia 9-12 bulan. Program ini bertujuan untuk mencakup sekitar 5 persen individu yang diperkirakan tidak memberikan respon imunitas yang baik saat diimunisasi dahulu. HiB7. Lokasi penyuntikan dilakukan di daerah yang perdarahannya sedikit dan terdapat jaringan lemak di bawahnya. Terkadang. Subkutan (misalnya untuk vaksin MMR. Tyfus) .4.5 mL. Hepatitis B. dilakukan dengan 'mencubit' jaringan yang akan disuntik.

7. Lokasi di daerah yang tidak terdapat pembuluh darah besar dan saraf. Sekarangmakannasitimbelumbisamakannasibiasa 3. Penyuntikan di dalam otot.9 . 3. Sabrina masihmendapat ASI. sedangkan untuk anak lebih besar penyuntikan biasanya dilakukan di lengan atas.1 Bagaimanapemberianmakanpadabayiusia 0-20 bulan? 6. diberisusu formula sejakusia 2 bulanselangselingdengan ASI. sehingga jarum harus panjang agar vaksin bisa masuk ke jaringan otot dalam sehingga mengurangi rasa sakit.5. Untuk anak di bawah usia 1 tahun lokasinya di paha.

refleksBabinsky (+). reflex fisiologismeningkat.4 Apamaknaklinisbelumbisamakannasibiasapadausia 20 bulan? 7.7  Reflek Moro dan refleks menggenggam masih ditemukan.5. 2) Riwayat meningitis mengakibatkanterjadinyaperadanganpadaruang sub arachnoid (lapisanmeningen) sehinggaterjadihiperemidan edema padaotak. PB 78 cm . refleks- reflekstersebutbelumhilangberartiterdapatgangguanperkembanganmotorikpa dabayi. Tidakadagerakan yang tidakterkontrol. gerakankurang. halinimenimbulkanpeningkatanpada TIK yang berdampakpadapenurunanalirandarahotaksehinggaterjadilah cerebral hipoksia yang mengakibatkan pula kerusakansel neuron motorik di otak.1 Bagaimanainterpretasidanmekanismeabnormalitasdari: Tonus ototmeningkat. Tidakadagambarandismorfik . tidakada reflex Moro dan reflex menggenggam. tidakbisamengucapkanya-yadan ma-ma. tidakada reflex Moro dan reflex menggenggam.Tidakadakelainananatomipadaanggotagerak.6. Tonus ototmeningkat. lingkarankepala 42 cm. reflex fisiologismeningkat. 3.Keempatanggotagerakkak udansulitditekuk.Belumbisamengambildanmemegangkubus. kontakmataada. .7 Kg.Anakbisatengkurapdanmenahankepalabeberapa detik. dengankekuatan 3. refleksBabinsky (+).3. Anaktidakbisabicara.6 Padapemeriksanditemukan BB 7. tapitidakmautersenyumkepadapemeriksa.8 3. danmenolehketika di panggildengansuarakeras. 6.anaksadar.  Penyebab  Adanyariwayatasfiksi neonatal  Adanya meningitis  Mekanisme Refleks Moro hilangpadausia 6 bulan Refleksmenggenggamhilangpadausia 3-4 bulan Bilapadausia20bulan. Akibatadanya: 1) Riwayatasfiksia neonatal dapatmengakibatkanterjadinyaHipoksiaIskemikEncephalopaty yang membuatterjadinyaKerusakanpadasel neuron motorik di otak.

karena saat maturasi SSP terjadi. yaitu terhambatnya maturasi SSP.Kerusakan sel neuron motorik di otak mengakibatakn Terdapatdefekneurologis. korteks akan menghambat subkorteks untuk menimbulkan refleks primitif sehingga gerakan akan digantikan dengan gerakan yang lebih terarah. .

 Babinsky test (+) normal menghilang pada anak usia 12-18 bulan penyebab refleks babinski masih ada pada usia 20 bulan adalah adanya lesi . dan tonus otot meningkat. Refleks Fisiologis mengingkat penyebab refleks fisiologis meningkat adalah adanya lesi UMN yang cenderung menyebabkan refleks fisiologis meningkat dan refleks patologis + . dan tonus otot meningkat.  Tonus otot meningkat penyebab tonus otot meningkat adalah adanya lesi UMN yang cenderung menyebabkan refleks fisiologis meningkat dan refleks patologis + .

UMN yang cenderung menyebabkan refleks fisiologis meningkat dan refleks patologis + . Tidakadakelainananatomipadaanggotagerak.nasofaring Masuk ke MMP dan Nafas (parenkim darah Penurunan paru) TIMPs Menembus KP Hipersekresi D mucus dan mukosa lalu ke Bayi menelan air CSF (replikasi) edem Kolapsparenkim Masuk ke ruang ketuban yg terinfeksi bakteri alveolus subarachnoid Distress Sesak Hiperemi dan edema pada bayi nafas otak Bayi Asfiksia Peningkatan TIK melepaskan neonatal mekonium Penurunan aliran darah ke HIE otak Cairan ketuban Cerebral hijau dan kental Hipoksia Kerusakan sel neuron di Ibu usia 36 otak tahun Gangguan maturasi Lesi pada SSP UMN Refleks BBLR Cerebral palsy tipe spastic primitif quadriplegia masih tetap Belum bisa Belum bisa meraih BB/U menurun tengkurap (gross benda (fine motor) (underweight) motor) Malnutrisi BB/TB menurun (gizi Belum bisa Belum bisa makan buruk) mengoceh biscuit sendiri HC menurun (communication) (personal social) (mikrosefali) Gangguan perkembangan (Global Developmental delayed) . 7. Tidakadagerakan yang tidakterkontrol.8 HIPOTESIS Sabrina usia 20 bulanbelumbisa duduk didugaakibat cerebral palsy  patofiologidan pathogenesis 6. 4. dan tonus otot meningkat.7 Riwayat Bakteri terdapat ANC infeksi pada di epitel <4x Peningkatan ibu fariz Masuk ke sal.

Gangguan motorik pada cerebral palsy dapat di bagi berdasarkan : 1. Disfungsi Motorik  Spastisitas : lokasi lesi yang menyebabkan spastisitas terutama pada traktus kortikospinal. paraplegia atau generalized rigidity. kategori Little yang kedua yaitu paraplegia atau generalized rigidity di kenal dengan sebutan Little’s disease kemudian disebut diplegia. paraplegia. Lengan adduksi. dan kondisi dengan gangguan pergerakan. Manifestasi klinis Upaya klasifikasi klinik cerebral palsy di perkirakan di awali oleh Sachs pada tahun 1891 . seperti reflex tonus leher. hemiplegia. faktor penting lainnya dalam hal pengklasifikasian seorang anak dengan cerebral palsy adalah ada dan beratnya kecacatan yang di sebabkan oleh gangguan motorik. Pada spastisitas terjadi peningkatan konstan pada tonus otot . dan reaksi berjalan dan penempatan otomatis. siku dan . yang menyarankan pengelompokan kasus berdasarkan waktu dari faktor etiologi dan berdasarkan distribusi dan tipe gangguan klinik (diplegia. Oleh karena itu retardasi mental dan epilepsy biasa terjadi pada anak dengan cerebral palsy dan kecacatan bisa menjadi lebih gawat dari gangguan motorik itu sendiri dalam hal terbatasnya potensi untuk perbaikan fungsional. Hipertonik permanent dan tidak hilang selama tidur. Berat dan persisten nya reaksi tersebut beberapa hal berhubungan dengan berat dan tipe dari cerebral palsy . Hemiplegia rigidity disebut sebagai kongenital hemiplegia . ataxia. dan reflex neonatus lainnya menghilang pada waktunya. Pada tahun 1843 dan 1862 Little telah mendeskripsikan tiga kategori dari paralysis yaitu hemiplegic rigidity. choreic. dan gangguan athetoid) . Kategori ketiganya yaitu gangguan pergerakan yang di kenal beberapa tahun kemudian pada tahun 1871 Hammond Coined mengistilahkannya sebagai athetosis untuk mendeskripsikan gerakan yang tidak disadari pada jari yang terlihat pada beberapa pasien hemiplegia. Tonic neck reflex muncul lebih lama dari normal namun jarang terlihat jelas. peningkatan reflex otot kadang di sertai klonus (reflex peregangan otot yang meningkat) dan tanda Babinski positif.reflex moro. assimetris dan simetris . Peningkatan tonus otot tidak sama pada sesuatu gabungan otot. Element penting gangguan motorik pada cerebral palsy adalah munculnya reaksi postural primitive atau reflex.

Tetraplegia/tetraparesis : kelumpuhan keempat anggota gerak .tetapi lengan lebih atau sama hebatnya dibandingkan dengan tungkai.yaitu : 1. 5-25 persen anak dengan cerebral palsy menunjukkan .  Choreoathetosis :lokasi lesi utama yang menyebabkan kelainan ini adalah ganglia basalis . Golongan spastisitas ini meliputi 2/3-3/4 penderita cerebral palsy. Hemiplegia/hemiparesis : kelumpuhan lengan dan tungkai di pihak yang sama 3. panggul dan lutut flexi.pergelangan tangan flexi. kadang terbawa hingga masa kanak- kanak.  Perubahan tonus otot : lokasi lesi yang menyebabkan ketidaknormalan tonus otot terutama pada brain stem . Bila dibiarkan berbaring tampak flaksid dan sikap seperti katak terlentang namun bila dirangsang atau mulai diperiksa tonus ototnya berubah menjadi spastis . Reflex tonus otot dan reflex moro sangat jelas. Karakteristik dari cerebral palsy tipe ini adalah reflex neonatus dan tonic neck reflex menetap.reflex otot normal atau sedikit meningkat dan klonus jarang ditemukan. Bentuk kelumpuhan spastisitas tergantung kepada letak dan besarnya kerusakan . bayi pada golongan ini pada usia bulan pertama tampak flaksid dan berbaring dengan posisi seperti katak terlentang dan mudah di kelirukan dengan bayi dengan kelainan motor neuron menjelang umur 1 tahun barulah terjadi perubahan tonus otot daari rendah hingga tinggi. Sekitar 10-25 persen anak dengan cerebral palsy mengalami sindrom ini. kaki adduksi. Tanda Babinski bisa positif maupun tidak. Diplegia/diparesis : kelumpuhan keempat anggota gerak tetapi tungkai lebih hebat daripada tangan. 4. jari flexi dengan jempol melintang di telapak tangan. kaki plantar-flexi dengan tapak kaki berputar ke dalam. tangan pronasi. Monoplegia/monoparesis : kelumpuhan keempat anggota gerak tetapi salah satu anggota gerak lebih hebat dari yang lainnya 2. Sindrom dari perubahan tonus otot dapat disertai dengan choreoathetosis dan ataxia.

Reflex otot normal dan reflex neonatus hilang sesuai umur normal. dan prilaku tidak di duga . pemeriksaan electroencephalogram harus di . Menjelang akhir tahun pertama ketika mereka memulai menjangkau suatu objek dan mencoba berdiri. spastisitas dan ataxia bisa ditemukan. 1- 15 persen anak dengan cerebral palsy menunjukkan ataxia. biasanya pada anak tetraparesis dan hemiparesis . reflex neonatus kadang tampak. Ketidaknormalan akibat rendahnya tonus otot menetap hingga kanak-kanak. beberapa dari mereka menunjukkan gejala perhatian yang mudah teralih. Kecacatan motorik kadang berat.  Ataxia : lokasi lesi utama yang menyebabkan kelainan ini adalah cerebellum. kelainan postur mengganggu fungsi normal eksremitas. Tipe lain dari gangguan perkembangan motorik bisa terlihat pada anak dengan cerebral palsy .  Bentuk campuran : choreoathetosis di sertai spastisitas atau dengan sindrom perubahan tonus adalah tipe campuran yang paling sering dari disfungsi motorik.  Konvulsi : konvulsi adalah gambaran klinik yang kompleks . Pasien biasanya flaccid pada 6 bulan pertama lahir dan kadang di salah diagnosiskan dengan gangguan motor unit. Disfungsi Nonmotorik  Gangguan perkembangan mental : hal ini ditemukan pada sekitar setengah dari seluruh pasien cerebral palsy . Gerakan yang tidak disadari dan kelainan sikap biasanya berkembang selama pertengahan tahun kedua . itu mulai tampak dan mereka tidak seimbang. gelisah. Pasien dengan kondisi ini biasanya flaccid ketika bayi dan menunjukkan perkembangan retardasi motorik. Kecacatan motorik harus selalu dapat dimengerti dan latih potensi terbaik anak sebelum perkembangan intelektual mereka di evaluasi.choreoathethosis. kurang konsentrasi. Anak dengan choreoathetosis memiliki gangguan pergerakan dengan karakteristik pergerakan yang tidak disadari dan sikap yang abnormal. tapi semua jenis kombinasi dapat terjadi. 2. perkembangan mental harus selalu di nilai dengan perhatian besar pada anak dengan retardasi perkembangan motorik.

.  Gangguan pendengaran : di temukan 5-10 persen dari seluruh anak yang menderita cerebral palsy.lakukan pada kondisi tersebut.  Retardasi pertumbuhan : retardasi pertumbuhan terlihat pada semua jenis gangguan pergerakan .  Gangguan sensorik : gangguan sensasi adalah hal biasa yang di temukan pada hemiparesis. kuku yang tidak sama adalah tanda diagnostic yang penting. gangguan pendengaran ditemukan paling banyak pada anak dengan choreoathetosis dan syndrome perubahan tonus otot. Gangguan penglihatan : paling sering adalah strabismus yang biasa di temukan pada pasien dengan spastic diparesis. Pada choreoathetosis biasanya pergerakan involunter juga mempengaruhi bibir dan otot lidah .  Kesulitan berbicara : dapat ringan hingga berat. ukuran tangan. Katarak terlihat utamanya pada anak dengan asphyxia pada periode perinatal yang berat.kaki. retardasi pertumbuhan paling signifikan pada hemiparesis. scar setelah koreoretinitis terlihat pada anak dengan infeksi fetus.