You are on page 1of 24

LOGO Sumber Bahan Bakar dan Pelumasan

POKOK BAHASAN
Bahan Bakar Padat 1 (Batubara)

Jurusan Teknik Mesin
Sekolah Tinggi Teknik PLN

Isi Presentasi

1 Pengolahan Bahan Bakar Minyak

2 Zat Aditif Pada Bahan Bakar Minyak

3 Bahan Bakar Minyak Di Indonesia

4 Petrokimia

Pengolahan Minyak Bumi Diperoleh lewat Berbentuk cair pengeboran kental hitam . Destilasi bertingkat . lepas pantai berbau tidak Minyak sedap. Minyak mentah bumi Mengandung (Crude oil) sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah Kilang minyak atom C-1 hingga Dimurnikan C-50.

Pengolahan Minyak Bumi Distilasi Cracking PENGOLAHAN Reforming MINYAK MENTAH Polimerisasi Treating Blending .

Bagan eksplorasi minyak dan alat penyulingan Dipana skan .

Terdapat dua cara proses cracking. yaitu: a) Cara panas (thermal cracking) adalah proses cracking dengan menggunakan suhu tinggi serta tekanan rendah. Pengolahan Minyak Bumi  Cracking adalah penguraian (pemecahan) molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar menjadi molekul-molekul senyawa yang lebih kecil. b) Cara katalis (catalytic cracking) adalah proses cracking dengan menggunakan bubuk katalis platina atau molibdenum oksida . Contoh cracking ini adalah pengubahan minyak solar atau minyak tanah (kerosin) menjadi bensin dalam jumlah besar dan berkualitas lebih baik.

Contoh: H2C CH3 H3C CH3 CH H3C CH2 CH3 n-butana Isobutana/2-metilpropana . Kedua jenis bensin ini memiliki rumus molekul sama.Pengolahan Minyak Bumi  Reforming adalah pengubahan bentuk molekul bensin yang bermutu kurang baik (rantai karbon lurus) menjadi bensin yang bermutu lebih baik (rantai karbon bercabang). tetapi bentuk strukturnya berbeda sehingga proses ini disebut isomersisasi. Reforming dilakukan dengan menggunakan katalis dan pemanasan.

Pengolahan Minyak Bumi Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil manjadi molekul besar.4-Trimetil-pentana/Isooktana . penggabungan senyawa isobutena dengan senyawa isobutana yang menghasilkan bensin berkualitas tinggi.2. Misalnya. yaitu isooktana. CH3 H2C C CH3 H3C CH2 + H3C CH3 C CH H3C CH CH3 CH3 CH3 CH3 Isobutena Isobutana 2.

Pengolahan Minyak Bumi  Treating adalah proses permurnian minyak bumi dengan cara menghilangkan pengotor- pengotornya. b) Acid treatment adalah proses penghilangan lumpur dan perbaikan warna. a) Copper sweetening dan doctor treating adalah proses penghilangan pengotor yang dapat menimbulkan bau tidak sedap. . Cara-cara proses treating sebagai berikut. c) Desulfurizing (desulfurisasi) adalah proses penghilangan unsur belerang.

.Pengolahan Minyak Bumi  Untuk memperoleh kualitas bensin yang baik dilakukan blending (pencampuran). metanol. Penambahan zat aditif ini dapat meningkatkan bilangan oktan. antara lain tetraethyllead (TEL). terdapat sekitar 22 bahan pencampur (zat aditif) yang dapat ditambahkan ke dalam proses pengolahannya. MTBE. etanol. Bahan-bahan pencampur tersebut.

Untuk mengubah Pb dari bentuk padat menjadi gas pada bensin yang mengandung TEL ditambahkan zat aditif lain yaitu etilen bromida (C2H5Br). Logam Pb yang dibebaskan dari pembakaran bensin yang mengandung TEL menjadi masalah bagi lingkungan karena Pb merupakan logam berat yang dapat membahayakan kesehatan. . Zat Aditif pada Bensin  TEL (Tetraethyllead) memiliki rumus molekul Pb(C2H5)4. Logam Pb yang dibebaskan pada pembakaran dapat direaksikan dengan etilen bromida membentuk uap PbBr2.

MTBE (methyl tertier butyl ether) memiliki bilangan oktan 118 dan rumus strukturnya sebagai berikut. Zat Aditif pada Bensin  Senyawa MTBE (Methyl Tertier Butyl Ether) lebih aman dibandingkan TEL karena tidak mengandung logam Pb. CH3 H3C C O CH3 CH3 . Namun. senyawa ini tetap berpotensi mencemari lingkungan karena sulit diuraikan oleh mikroorganisme.

etanol juga dapat diperoleh dari fermentasi tumbuh-tumbuhan sehingga bahan baku untuk pembuatannya tersedia dalam jumlah yang cukup melimpah di alam dan dapat dibudidayakan. Etanol lebih unggul dibandingkan TEL dan MTBE karena tidak mencemari udara dengan logam timbel dan lebih mudah diuraikan oleh mikroorganisme. . Selain itu. Zat Aditif pada Bensin  Etanol dengan bilangan oktan 123 merupakan zat aditif yang dapat meningkatkan efisiensi pembakaran bensin.

tiga dan empat .Bahan Bakar Bensin di Indonesia Fraksi bensin dari hasil penyulingan punya nilai oktan terendah Proses untuk mengubah alkana rantai lurus menjadi rantai bercabang. Sehingga akan menaikan nilai oktan Reforming Premium BENSIN Pertamax Pertamax plus Salah satu bahan bakar minyak untuk kendaraan roda dua.

dikaitkan dengan jumlah ketukan yang ditimbulkan dan dinyatakan dengan nilai oktan Premium Nilai oktan 88 Pertamax Nilai oktan 92 Pertamax plus Nilai oktan 95 .Bahan Bakar Bensin di Indonesia Memiliki mutu yang berbeda.

Mengubah bahan dasar menjadi produk antara. dan Mengubah produk antara menjadi produk akhir. .INDUSTRI PETROKIMIA Olefin BAHAN DASAR PETROKIMIA Aromatika Proses industri petrokimia Gas-sintesis (syn-gas) 3 Tahapan industri petrokimia Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia.

INDUSTRI PETROKIMIA 1.  Mengubah bahas dasar menjadi produk antara. . aromatika dan gas-sintesis (syn-gas). yaitu: olefin. Bahan Dasar Petrokimia Pada umumnya. proses industri petrokimia melalui tiga tahapan. yaitu:  Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia. dan  Mengubah produk antara menjadi produk akhir. Hampir semua produk petrokimia berasal dari tiga jenis bahan dasar.

PETROKIMIA Polietilena PVC Petrokimia Dari Olefin Etanol Etilena glikol Serat atau bahan tekstil (polivinil asetat) .

pirolisis. dan polimerisasi. Etanol adalah bahan yang sehari-hari biasa kita kenal sebagai alkohol. Pembuatan etanol dari etilena melalui reaksi adisi. PETROKIMIA Polietilena adalah plastik yang paling banyak diproduksi. Etanol digunakan untuk bahan bakr atau bahan antara untuk berbagai produk lain. misanya asam asetat. PVC dibuat dari etilena melalui tiga tahap yaitu adisi. antara lain digunakan untuk membuat pipa (pralon) dan pelapis lantai. Glikol digunakan sebagai bahan antibeku dalam radiator mobil di daerah beriklim dingin . pemanasan. PCV atau polivinilclorida juga merupakan plastik. Antara lain digunakan untuk membuat kantong plastik dan plastik sampul.

sedangkan gas hirdogen dari syn-gas. Berbagai contoh petrokimia dari syn-gas sebagai berikut: a) Amonia (NH3) Amonia dibuat dari nitrogen dan hidrogen menurut reaksi berikut ini. Sebagian besar produksi amonia digunakan untuk membuat pupuk seperti urea [CO(NH2)2]. amonium nitrat (NH4NO3). ZA[(NH4)2SO4].Petrokimia dari Gas-Sintesis Gas sintesis merupakan campuran dari karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2). Sebagian lainnya digunakan untuk membuat berbagai senyawa nitrogen lain. gas nitrogen diperoleh dari udara. seperti asam nitrat (HNO3) dan sebagai bahan untuk membuat resin dan plasti . Pada industri petrokimia.

plastik dan resin. industri perekat. Kegunaan yang lain yaitu untuk makanan ternak. Sebagian besar urea digunakan sebagai pupuk.Petrokimia dari Gas-Sintesis a) Urea [CO(NH2)2] Urea dibuat dari amonia dan gas karbon dioksida melalui dua tahap reaksi berikut. .

Petrokimia dari Gas-Sintesis c) Metanol (CH3OH) Metanol dibuat dari syn-gas melalui pemanasan pada suhu dan tekanan tinggi dengan bantuan katalis. Sebagian besar metanol diubah menjadi formaldehid. CO(g) + 2H2(g) CH3OH(g) . Sebagian yang lain digunakan untuk membuat serat dan campuran bahan bakar.

Akan tetapi. . CH3OH(g) HCOH(g) + H2(g) formaldehida Larutan formaldehida dalam air dikenal dengan nama formalin. Lem formaldehida banyak digunakan dalam indutri kayu lapis. Formalin digunakan untuk mengawetkan preparat biologi (termasuk mayat). penggunaan utama dari formaldehida adalah untuk membuat resin urea- formaldehida dan lem.Petrokimia dari Gas-Sintesis c) Formaldehida (HCOH) Fomaldehida dibuat melalui oksidasi metanol dengan bantuan katalis.

THANK YOU .