FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUGAAN CARPAL

TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA OPERATOR KOMPUTER BAGIAN

SEKRETARIAT DI INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN

PEKERJAAN UMUM TAHUN 2012

SKRIPSI

OLEH :
ROVITA NUR FITRIANI
NIM : 108101000016

PEMINATAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1433 H / 2012 M

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUGAAN CARPAL

TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA OPERATOR KOMPUTER BAGIAN

SEKRETARIAT DI INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN

PEKERJAAN UMUM TAHUN 2012

Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat

OLEH :
ROVITA NUR FITRIANI
NIM : 108101000016

PEMINATAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1433 H / 2012 M

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa :

1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah

satu persyaratan memperoleh gelar strata satu (S1) di Fakultas Kedokteran dan

Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah

Jakarta.

2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan

sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Fakultas Kedokteran dan Ilmu

Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau

merupakan jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi

yang berlaku di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas

Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

i

Operator Komputer. NIM : 108101000016 Faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer bagian sekretariat di Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum tahun 2012. lampiran ABSTRAK Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah suatu kondisi medis dimana saraf tengah tertekan di bagian pergelangan yang mengakibatkan parastesia. Sampel pada penelitian ini berjumlah 102 orang didapatkan dari hasil perhitungan sampel dengan rumus uji hipotesis dua proporsi. operator computer bekerja selama 8 jam kerja dengan penggunaan komputer intens selama 5-6 jam kerja. Pada penelitian ini didapatkan faktor usia dan masa kerja berhubungan dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sedangkan faktor jenis kelamin dan posisi janggal pada tangan tidak berhubungan dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). mati rasa dan kelemahan otot di tangan.UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT Skripsi. Daftar bacaan : 57 ( 1985-2012) ii . jenis kelamin. disarankan kepada perusahaan untuk membuat program promosi K3 terkait dengan senam pergelangan tangan yang perlu dilakukan sebelum memulai pekerjaan atau disela-sela pekerjaan.6 tabel. Penelitian ini menggunakan chi.square untuk melihat adanya hubungan antara variabel usia. Jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kelemahan otot pada tangan. 18 gambar. Berdasarkan hasil penelitian.Faktor Yang Berhubungan Dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Operator Komputer Bagian Sekretariat Di Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2012 xvii + 112 halaman. Untuk mengurangi risiko terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 15 operator komputer didapatkan 11 operator mengalami keluhan berupa gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS) saat dilakukan pemeriksaan Phalen’s test. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain crossectional yang dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2012. 6 grafik. September 2012 Rovita Nur Fitriani. Kata Kunci : Carpal Tunnel Syndrome (CTS). masa kerja. sebagian besar operator komputer diduga mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sebanyak 66 operator komputer (64. dan posisi janggal pada tangan dengan dugaan Carpal tunnel Syndrome (CTS).7%).

xviii + 112 pages. Keywords : Carpal Tunnel Syndrome (CTS). 18 drawings. suggested to the company to to make promotion program K3 associated with wrist exercises that needs to be done before starting work or in a job sidelines. To reduce the risk of Carpal Tunnel Syndrome (CTS). If this happens for a long time can cause muscle weakness in the hand. most of the computer operator suspected of having Carpal Tunnel Syndrome (CTS) computer operator as much as 66 (64. Based on this research. NIM : 108101000016 Determinant Factors Of Suspect Carpal Tunnel Syndrome (CTS) and The Corelation’s On Computer Operator At Secretariat Inspectorate General The Ministry Of Public Works In 2012. This research is a quantitative study using a cross sectional design was conducted in July to August 2012. 6 tables. The sample in this research were 102 people obtained from the calculation of the sample by the formula hypothesis testing two proportions. This study used chi-square to see the relationship between the variables of age. while the factor of sex and awkward posture of the hands is not related to allegations of Carpal Tunnel Syndrome (CTS). The study’s intend to find out determinant factors of suspect Carpal Tunnel Syndrome (CTS) and the corelation’s on computer operator at Secretariat Inspectorate General the Ministry of Public Works in 2012. numbness and muscle weakness in the hand. September 2012 Rovita Nur Fitriani. sex.UNIVERSITY SYARIF HIDAYATULLAH STATE ISLAMIC JAKARTA FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES PUBLIC HEALTH STUDY Undergraduated Thesis. age and employment period associated with suspected Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Operator Computer. In this research. Based on a preliminary study of 15 computer operators obtained 11 operators have complaints of symptoms Carpal Tunnel Syndrome (CTS) when checking Phalen's test. attachments ABSTRACT Carpal Tunnel Syndrome (CTS) is a medical condition in which the nerveus medianus oppressed at the ankle which resulted parastesia. computer operators to work for 8 hours with intense use of the computer for 5-6 hours.7%). 6 graphics. The reading list: 57 ( 1985-2012) iii . and the awkward posture of the hand with suspected Carpal Tunnel Syndrome (CTS). employment period.

PERNYATAAN PERSETUJUAN Skripsi Dengan Judul FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUGAAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA OPERATOR KOMPUTER BAGIAN SEKRETARIAT DI INSPEKTORAT JENDRAL KEMENTRIAN PEKERJAAN UMUM TAHUN 2012. 03 Oktober 2012 iv . diperiksa dan dipertahankan oleh Tim Penguji Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Jakarta. Telah disetujui.

03 Oktober 2012 v . PANITIA SIDANG UJIAN SKRIPSI PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Jakarta.

CURICULUM VITAE Nama : Rovita Nur Fitriani Tempat Tanggal Lahir : Jakarta. 26. RIWAYAT ORGANISASI 2003 – 2005 Pengurus OSIS Madrasah Tsanawiah ANNUR Bekasi 2002 – 2005 Anggota PASKIBRA Madrasah Tsanawiah ANNUR Bekasi 2006 – 2008 Pengurus OSIS Madrasah Aliyah Negeri 8 Jakarta Utara 2007 – 2008 Pengurus ROHIS Madrasah Aliyah Negeri 8 Jakarta Utara 2007 – 2008 Anggota KIR Madrasah Aliyah Negeri 8 Jakarta Utara 2010 – 2011 BEMJ Kesehatan Masyarakat (Jabatan Staff Dana dan Usaha) PRAKTEK KERJA LAPANGAN : Praktek Kerja di PT. pada Proyek Pembangunan Jalan Layang Non-Tol Antasari-Blok M (stage 1 : Pasar Inpres Cipete .Lapangan Mabak Blok M) Periode : Februari 2012 – Maret 2012 Rincian Pekerjaan :  Pengawasan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja  Menganalisis hasil investigasi atas terjadinya kecelakaan pada pekerja vi . Telp : 087875420767 RIWAYAT PENDIDIKAN 1996 – 2002 SDN Marga Mulya VIII Bekasi 2002– 2005 Madrasah Tsanawiah ANNUR Bekasi 2005– 2008 Madrasah Aliyah Negeri 8 Jakarta Utara 2008 – 2012 S1 – Kesehatan Masyarakat Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Agama : Islam Gol. Sentul jaya RT/RW 05/17 No. Bekasi Utara. 05 November 1990 Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Jl.Darah :B No. Waskita Karya.

Dr. saran. Tadjudin. Bapak Prof. (hc). dr. Dalam proses penyusunan skripsi ini. bimbingan. vii . tentunya bukanlah semata-mata hasil usaha penulis sendiri. selaku dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. M. memberikan dukungan baik secara moril maupun materiil. melainkan banyak pihak yang telah memberikan bantuan. Shalawat serta salam juga tak lupa terucapkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. koreksi. motivasi dan semangat. untuk itu penulis ucapkan rasa terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada : 1. Skripsi dengan judul “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Operator Komputer Bagian Sekretariat Di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012” disusun sebagai syarat kelulusan.And. arahan.K. KATA PENGANTAR ‫ﺑﺴﻢ ا ﷲ ا ﻟﺮﺣﻤﻦ ا ﻟﺮ ﺣﻴﻢ‬ ‫اﺳﻼ م ﻋﻠﻴﻜﻢ ورﺣﻤﺔ ا ﷲ و ﺑﺮ ﻛﺎ ﺗﻪ‬ Segala puji bagi Allah SWT yang selalu memberikan limpahan rahmat kepada hamba-hambanya. Mamah dan Bapakku tercinta. Sp. dan kepada Mba Sinta dan Mas Sigit ku tersayang yang selalu memberikan motivasi. Rasa syukur senantiasa terucapkan kepada-Nya atas segala nikmat dan hidayah-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. 2. yang selalu mendoakan aku dan mengajarkan aku untuk selalu berusaha.

Si. terimakasih atas semua bantuannya dalam mengurus berkas-berkas yang diperlukan untuk keperluan sidang maupun wisuda. 4. SKM. saya ucapkan terima kasih atas kesediaan bapak untuk membimbing saya dalam penyusunan skripsi ini dari awal hingga akhir pak. ”love you full deh pokonya buat ibu. 6. Ibu Minsarnawati Tahangnacca. selaku dosen pembimbing II. ST. SKM.3. 11. Arif Sumantri. 10. makasih sebanyak- banyaknya saya ucapkan untuk ibu yang telah membantu dalam memberikan bimbingan dan masukan dari awal penyusunan skripsi ini hingga akhir. terimakasih atas kesediaan bapak untuk mengizinkan saya dalam mengambil data-data yng diperlukan dalam penyusunan skripsi ini.. Don Anzaldi Salim selaku Inspektur Khusus Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum. Seluruh dosen dan staf Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. 8. Yuli P. Ibu Iting Sofwati. Mkes sebagai anggota penguji 1 dalam skripsi ini. Bapak Ahmad Ghozali selaku staf Program Studi Kesehatan Masyarakat. 7. M. Satar. MKKK selaku Dosen Pembimbing I. Bapak dr..” 5. SKM. Ibu Febrianti. viii . Ibu Riastuti Kusumawardani. Bapak Ir. MARS. heheee.. selaku ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. H. Bapak Dr. MKes sebagai anggota penguji 2 dalam skripsi ini 9. hingga skripsi ini dapat terselesaikan. MKM selaku ketua penguji terimakasih atas saran dan masukannya.

. 14.).hahahahahhaah 13. September 2012 Rovita Nur Fitriani ix . Ngenggalau bareng dengan membicaran hal itu-itu lagi . sobatku tercinta yang ga pernah bosen selalu ngedorong gw untuk cepet selesein skripsi dan ngembantu gw juga dalam menyelasikan skripsi ini. 12. Nek’ Nilda Nurin. Tak lupa juga kepada seluruh teman-teman angkatan 2008 yang tidak bisa dituliskan namanya satu persatu.... banyak kenangan indah yang telah dilalui bersama dengan kalian semua... Sobat tersayang (Mizna) yang juga selalu memberikan dukungan.. penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis maupun pembaca lain. 15. temen-temen kosan ku (viul dan zum) yang selalu susah senang bersama dalam suka dan duka (hehe. Jakarta.. dan untuk semua pihak yang tidak bisa dituliskan namanya satu persatu yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini. Akhir kata dengan penuh rasa hormat dan kerendahan hati..

1.6.3. Tujuan Khusus----------------------------------------------------------------. Bagi Perusahaan --------------------------------------------------------------.3. Definisi Carpal Tunnel Syndrome ------------------------------------------.12 1.4.vii DAFTAR ISI ---------------------------------------------------------------------------------.xvi DAFTAR LAMPIRAN --------------------------------------------------------------------.xv DAFTAR GRAFIK -------------------------------------------------------------------------.5.4.1.1 1. Latar Belakang --------------------------------------------------------------------------.2.15 x .iv LEMBAR PENGESAHAN ---------------------------------------------------------------.2.12 1.5.13 1.1.5. DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN---------------------------------------------------------------. Rumusan Masalah ----------------------------------------------------------------------.11 1. Bagi Mahasiswa --------------------------------------------------------------.9 1.4.14 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.xvii BAB I PENDAHULUAN 1.xiv DAFTAR GAMBAR -----------------------------------------------------------------------.vi KATA PENGANTAR ---------------------------------------------------------------------. Ruang Lingkup Penelitian ------------------------------------------------------------. Pertanyaan Penelitian ------------------------------------------------------------------. Manfaat Penelitian ---------------------------------------------------------------------. Carpal Tunnel Syndrome -------------------------------------------------------------.v DAFTAR RIWAYAT HIDUP -----------------------------------------------------------.13 1.x DAFTAR TABEL---------------------------------------------------------------------------.12 1. Tujuan Penelitian -----------------------------------------------------------------------.i ABSTRAK ------------------------------------------------------------------------------------.1.2.13 1.15 2. Tujuan Umum ----------------------------------------------------------------.1.13 1.ii LEMBAR PERSETUJUAN --------------------------------------------------------------. Bagi Fakultas -----------------------------------------------------------------.5.

3. Definisi Operasional -------------------------------------------------------------------. pemeriksaan Klinis / Diagnosa Carpal tunnel Syndrome---------------.2.5.55 4. DAN HIPOTESIS 3.3. Hipotesis ---------------------------------------------------------------------------------.69 xi . Kerangka Konsep ----------------------------------------------------------------------.1.1. Metode Pengumpulan Data-----------------------------------------------------------.1.25 2.1.1.2.2. Gejala-Gejala Carpal tunnel Syndrome ------------------------------------.3.53 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Pengolahan Data------------------------------------------------------------------------.1.50 3.16 2.20 2.2.7.1.6.2. Pencegahan dan Penanganan Medis Carpal tunnel Syndrom ----------.19 2.28 2.33 2.6.62 4. Bagian Sekretariat di Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum----. Rancangan Penelitian ------------------------------------------------------------------. Lokasi dan Waktu Penelitian---------------------------------------------------------.6.6.4. Kerangka Teori -------------------------------------------------------------------------. Pencegahan Carpal tunnel Syndrome --------------------------.3.46 BAB III KERANGKA KONSEP. Anatomi Pergelangan Tangan Carpal tunnel Syndrome ----------------.2.18 2.4. Klasifikasi Carpal tunnel Syndrome----------------------------------------.54 4.1. Instrumen Penelitian -------------------------------------------------------------------. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Carpal tunnel Syndrome ---.5. Pengobatan Carpal tunnel Syndrome ---------------------------.65 BAB V HASIL 5.25 2.54 4.1.48 3. Populasi dan Sampel Penelitian -----------------------------------------------------.58 4.64 4. DEFINISI OPERASIONAL.1.67 5. Analisis Univariat ----------------------------------------------------------------------. 2. Analisis Data ----------------------------------------------------------------------------.

Analisis Bivariat ------------------------------------------------------------------------.87 6.93 xii .93 6.2.3.1.2. Hubungan Faktor Personal (Jenis Kelamin dan Usia) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 ----------------------------------------------.82 6. Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) ------------------------------------------. Hubungan antara Posisi Janggal pada Tangan dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) ------------------------------------------.1.1. Hubungan antara Jenis Kelamin dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS)--------------------------------------------------------------.1. Keterbatasan Penelitian ---------------------------------------------------------------.79 BAB VI PEMBAHASAN 6. 5.3.91 6. Hubungan Usia dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS)---.2.3.87 6.4. Faktor Personal (Jenis Kelamin dan Usia) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 -----------------------------------------------------------.3.3.2.2. Hubungan antara Faktor Pekerjaan (Posisi Janggal pada Tangan dan Masa Kerja) dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) -----------------------.3.83 6.4.77 5.2.1. Hubungan Faktor Pekerjaan (Posisi Janggal pda Tangan dan Masa kerja) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 ------------------. Hubungan antara Faktor Personal (Jenis Kelamin dan Usia) dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) ----------------------------------------------------.3.2. Dugaan Carpal Tunnel Syndrome pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 ---------------------------------------------------------------------.75 5. Faktor Pekerjaan (Posisi janggal pada Tangan dan Masa Kerja) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 -----------------------------.77 5.69 5.74 5.

2.100 7.102 DAFTAR PUSTAKA ----------------------------------------------------------------------. Bagi Operator Komputer -----------------------------------------------------.101 7.2.3.102 7.2. Hubungan antara Masa Kerja dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS)--------------------------------------------------------------. Bagi Perusahaan ----------------------------------------------------------------.4.101 7. Bagi Peneliti Selanjutnya -----------------------------------------------------.1.97 BAB VII SIMPULAN DAN SARAN 7. Saran --------------------------------------------------------------------------------------.1.2.2. 6.104 LAMPIRAN xiii . Simpulan ---------------------------------------------------------------------------------.2.

..................5 Analisis Hubungan antara Posisi Janggal pada Tangan dan Masa Kerja dengan Dugaan Carpal Tunel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2012 ............................... 79 xiv .3 Distribusi Responden Berdasarkan Posisi Janggal dan Masa Kerja pada Operator Komputer Bagian Sekretariat Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2012 ....... 74 5......................1 Distribusi Responden Berdasarkan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2012 ......................1 Pemeriksaan Fisik Carpal tunnel Syndrome ..... 69 5. 75 5............................................2 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia pada Operator Komputer Bagian Sekretariat Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2012 ......................................... DAFTAR TABEL Nomor Tabel Halaman 2..... 77 5....................................................4 Analisis Hubungan antara Jenis Kelamin dan Usia dengan Dugaan Carpal Tunel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2012 ............................................................................... 21 5.................

..............1 Anatomi PergelanganTangan ........................................................9 Setelah Terapi Operatif ......................................................................................................2 Phalen’s test .........12 Keyboard Qwerty ............................. 60 4..... DAFTAR GAMBAR Nomor Gambar Halaman 2.... 39 2.................. 27 2......2 Gerakan Senam 1............................................................................................... 16 2....... 45 4.11 Posisi Tangan Saat Menggunakan Mouse ..........................................................................................................................................15 Vertical Mouse............................................5 Gerakan Senam 4.. 32 2.................................. 43 2...........................1 Kuesioner Klinis untuk Diagnosis Carpal Tunnel Syndrome .................................... 42 2.....8 Saat Terapi Operatif ......................................... 27 2.. 27 2.............................................................10 Posisi Tangan Saat Menggunakan Keyboard ...................................................14 Keyboard Klockenberg .............. 28 2. 42 2............13 Keyboard Dvorak ........................... 38 2.............................................. 41 2............................... 32 2..................16 Letak Keyboard dan Mouse ....................... 26 2............................ 61 xv ................................................ 26 2..........................................................6 Gerakan Senam5.....7 Gerakan Senam6........................................................4 Gerakan Senam 3......3 Gerakan Senam 2.......................................

. 76 6......................................................1 Persentase Wanita Berdasarkan Usia dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer..... 90 6...............................................2 Persentase Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer bagian Sekretariat Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2012 ....................... DAFTAR GRAFIK Nomor Grafik Halaman 5.2 Persentase Posisi Janggal pada Tangan Berdasarkan Pengulangan dalam Periode Tahun Kerja dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer ........................................ 70 5.............3 Distribusi Hasil Kuisoner pada Operator Komputer Bagian Sekretariat Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2012 .....................................................1 Risiko Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator computer di Masing-Masing Bagian . 96 xvi ... 73 5............ 72 5......4 Persentase Hasil Observasi Posisi Janggal Saat Penggunaan Mouse ataupun Keyboard oleh Operator Komputer Bagian Sekretariat Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2012 .........................

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Balasan Perizinan Penelitian Lampiran 2 Inform Consent Lampiran 3 Kuesioner Lampiran 4 Output Hasil Uji Statistik xvii .

dan akhirnya menekan saraf medianus atau saraf tengah di bagian pergelangan yang dapat mengakibatkan parastesia. 2004).1. Gejala yang ditimbulkan umumnya dimulai dengan gejala sensorik walaupun pada akhirnya dapat pula menimbulkan gejala motorik. bahkan jika tidak 1 .Hal tersebut menyebabkan otot atau ligamen dapat menjadi meradang sebagai akibat dari penekanan otot dan ligamen serta pembendungan terowongan karpal (Haque. Penyakit ini harus segera diatasi sebelum terlambat. 2011). Pada awalnya gejala yang sering dijumpai adalah rasa nyeri. tebal (numbness) dan rasa seperti aliran listrik (tingling) pada daerah yang diinnervasi oleh nervus medianus. mati rasa. karena rasa nyeri pada tangan akan semakin sering terjadi sehingga dapat menurunkan produktifitas dalam bekerja. sendi menjadi tebal. Peradangan tersebut mengakibatkan jaringan di sekitar saraf menjadi bengkak. BAB I PENDAHULUAN 1.Latar Belakang Carpal Tunnel Syndrome (CTS) disebabkan oleh trauma secara akumulatif yaitu ketika tangan digerakkan berulang-ulang pada periodesasi waktu yang lama dengan jumlah gerakan pada jari-jari dan tangan yang berlebihan. Seringkali gejala pertama timbul saat malam hari yang menyebabkan penderita terbangun dari tidurya (Rambe. Peradangan yang terjadi pada tangan akibat tertekannya saraf medianus atau saraf tengah dapat menimbulkan suatu gejala. 2009). dan kelemahan otot di tangan (Aizid.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. interaksi manusia dengan mesin semakin sering terjadi. Kegiatan yang selalu melibatkan keyboard dan mouse dapat menimbulkan cidera urat tangan. Allah melarang berlebih-lebihan karena hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan dan dapat menimbulkan bermacam- macam penyakit yang mungkin membahayakan jiwa. Terjadinya kelumpuhan pada tangan dapat menjadi masalah besar bagi manusia. sehingga dalam kehidupan sehari-hari banyak aktivitas atau keadaan yang dapat memacu tingginya kasus Carpal Tunnel Syndrome (CTS). karena sebagian besar kegiatan yang dilakukan oleh manusia adalah dengan menggunakan tangan. Allah Yang Maha Pengasih kepada hamba-Nya tidak menyukai hamba-Nya yang berlebih-lebihan itu. 2011). “dan janganlah kamu berlebih-lebihan. 2 segera diobati maka penyakit ini dapat berpotensi mengakibatkan kelumpuhan tangan (Aizid. dengan tangan yang mencengkram dan menggeser mouse sehinga tanpa disadari terjadi akumulasi kerusakan pada badan secara keseluruhan. Beribu kali jari-jari tangan mengulang gerakan menekan tuts keyboard ketika mengetik. Demikian halnya dengan sabda Nabi Muhammad yang berkaitan dengan konteks kesehatan fisik yang berbunyi “ sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu” dalam sabda tersebut Nabi menegur beberapa sahabatnya yang bermaksud melampaui batas . Pada kondisi masyarakat yang sekarang ini. padahal sesungguhnya Allah tidak menyukai hambanya berlebih-lebihan seperti yang terdapat pada QS. lengan dan bahu. Al-An'aam (Al-An'am) [6] : ayat 141 yang berbunyi . salah satunya adalah pekerjaan yang menggunakan komputer.

akan meningkatkan tekanan dalam tunnel. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan sama halnya dengan orang yang melakukan pekerjaan yang berlebihan seperti melakukan gerakan berulang yang berlebihan dalam menggunakan keyboard ataupun mouse tidak diperbolehkan karena dapat menyebabkan kebutuhan jasmaniah terabaikan dan kesehatannya terganggu. sehingga terjepitlah nervus medianus yang akhirnya menimbulkan gejala terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (Aizid. Menurut Departemen Tenaga Kerja AS. Ocupational Safety and Health (OSHA). sehingga kebutuhan jasmaniah terabaikan dan kesehatannya terganggu (Shihab. Gerakan berulang yang dilakukan pada pergelangan tangan dalam waktu lama dan tanpa istirahat. dapat menjadi salah satu alasan mengapa keluhan Carpal Tunnel Syndrome kini mulai banyak diderita oleh pekerja kantoran. 3 dalam beribadah. dimana tangan menjadi salah satu organ tubuh yang digunakan dalam jangka waktu lama (seperti memegang mouse dan mengetik) yang umumnya menggunakan kombinasi antara kekuatan dan pengulangan gerakan pada jari-jari dan tangan. dilanjutkan terjadinya peradangan. dan adanya bukti kuat hubungan positif antara kerja berulang dengan faktor-faktor pekerjaan lain dengan CTS. 2011). cedera tangan berulang adalah masalah kesehatan yang paling umum dan .(Aizid. 2011). selama periode waktu yang lama. Gerakan berulang pada pergelangan tangan tersebut banyak dijumpai pada pekerja kantoran yang pekerjaan utamanya adalah duduk di depan komputer. Pendapat tersebut dipertegas oleh Biro Statistik Tenaga kerja Internasional yang menyatakan bahwa mengetik menghasilkan absen terpanjang dari pekerjaan pada tahun 2002. 2000).

(Wichaksana. Selain itu juga sebuah studi yang . 2004).The National Safety Council (NCS) melaporkan. kurang lebih 960.5%) lebih besar dari populasi umum (1% sampai 2%) (Rostati. memiliki risiko 2. NIOSH (The National Institute for occupational Safety and Health) di tahun 1990. menunjukkan bahkan dari seluruh kasus CTDs yang dilaporkan. (Purwanti. mempengaruhi ratusan ribu pekerja Amerika.5% dari pengguna komputer memiliki CTS yang mirip dengan populasi umum. memperkirakan 15%-20% pekerja Amerika berisiko menderita Cumulative Trauma disorders (CTDs). 4 mahal.000 kasus CTDs di kalangan pekerja amerika tahun 1992. Dan studi yang dilakukan oleh Anderson (2007) menunjukkan bahwa CTS mempengaruhi 1% sampai 2 % dari populasi umum.Catatan Bureau of Labor Statistics (BLS) 1992. Bagi seseorang yang selalu bekerja di depan komputer bahkan menghabiskan waktu berjam-jam dan melakukan kesalahan dalam menggunakan mouse sehari-hari akan berakibat pada timbulnya Carpal Tunnel Syndrome. Oleh karena itu. dan biaya lebih dari $ 20 miliar per tahun sebagai kompensasi pekerja. Risiko terjadinya Carpal Tunnel Syndrome 10% lebih banyak pada orang dewasa dimana wanita berisiko 3 kali lipat lebih banyak daripada pria dan terbanyak terjadi pada usia 40-50 tahun dan angka kejadian kurang lebih 515/1000 populasi di USA pada 102 tangan (92 orang). separuhnya didiagnosis sebagai Carpal Tunnel Syndrome. 2002) Studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic melihat CTS pada pengguna komputer menyimpulkan bahwa 3. 2011). penggunaan mouse komputer lebih dari 20 jam setiap pekan atau 3 jam 20 menit setiap harinya. persentase pengguna komputer dengan CTS (3.6 kali lebih untuk mengalami gejala Carpal Tunnel Syndrome (Hedge. 2009).

yang diikuti dengan adanya keluhan nyeri dari tangan sampai bahu dan tidak kuat menggenggam tangan dalam jumlah yang sama sebanyak 29. Selain itu salah satu penelitian tentang Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja di instasi pemerintahan juga pernah dilakukan. dengan ganti rugi pekerja yang terkena Carpal Tunnel Syndrome adalah 2 milliar pertahun (Haque. yaitu mengenai Gambaran Keluhan Subjektif Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Akibat Penggunaan Komputer Pada Pekerja Data Entry Di Arsip Nasional Republik Indonesia.2 %.7 orang dari seluruh pekerja di Negara ini. jumlah pekerja yang tidak masuk kerja akibat terkena Carpal Tunnel Syndrome adalah 3. yang berdampak dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik. 5 dilakukan oleh Roquelaure (2008) melihat hubungan status pekerjaan dengan tingkat insiden CTS. sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. dimana didapatkan hasil bahwa keluhan subyektif yang paling banyak dialami responden adalah pegal pada lengan.2%. 2002). hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kejadian rata-rata CTS lebih tinggi pada pekerja yaitu 75% pada pria dan 67% pada perempuan dari pada individu yang menganggur. bahwa pemanfaatan teknologi informasi berperan penting untuk kesejahteraan masyarakat. Menurut Kantor Tenaga kerja dan Statistik di USA Tahun 2003. (Rusmayani. Pemakaian komputer telah berkembang dalam pemerintahan. sedangkan keluhan yang tidak pernah dirasakan adalah bengkak pada jari-jari tangan dan tangan tidak bisa membedakan antara panas dan dingin. 2009). pergelangan / jari-jari saat bekerja atau setelah bekerja yaitu sebanyak 54. Pegawai tersebut rata- rata kehilangan hari untuk bekerja yaitu 23 hari/tahun.. Transasksi Elektronik tersebut dilakukan dengan .

dan menggunakan Data Kementerian Pekerjaan Umum dalam rangka pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. mendukung proses monitoring dan audit. mengambil. mengirim. Secara spesifik. memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan. Sistem Informasi untuk Akses Data Kementerian Pekerjaan Umum adalah suatu sistem yang terdiri dari sistem aplikasi komputer (Nota Kesepahaman Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Dengan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 21 /KB/X‐XIII. dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time. jaringan komputer. meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat. Akses Data Kementerian Pekerjaan Umum adalah salah satu cara atau metode untuk melihat. dan/atau media elektronik lainnya. dalam pasal 107 Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dijelaskan bahwa pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik bertujuan untuk: meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. 6 menggunakan komputer.2/12/2010) Namun berdasarkan hasil dari evaluasi kinerja pada Kementerian dinyatakan bahwa Kementerian PU belum melakukan kinerja yang baik untuk dapat menjalankan organisasi dan manajemen dalam melakukan penetapan berbagai prinsip pengelolaan sumber daya dan terhadap pencapaian hasil-hasil organisasi pemerintahan salah satunya akibat usaha-usaha peningkatan kualitas Sumber Daya . Salah satu Kementerian yang memanfaatkan teknologi elektronik berupa komputer adalah Kementerian pekerjaan umum untuk membuat suatu laporan ataupun dalam mengakses data.

(Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 02/ PRT/ M/ 2008). baik pada pekerja yang melakukan pengawasan maupun pada pekerja yang melakukan perencanaan. 2011). Berdasarkan hal tersebut maka dipilih Direktorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum sebagai tempat penelitian karena secara tidak langsung untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dilakukan peningkatan beban kerja pada pekerja. program. selain itu juga melakukan perencanaan jangka menengah dan tahunan. Sedangkan bagian Sekretariat melakukan kegiatan berupa penyusunan dan perubahan perencanaan. dan anggaran kegiatan dapat dilaksanakan melalui koordinasi Sekretariat Jenderal setelah sebelumnya mendapatkan persetujuan tertulis dari Pejabat Eselon-I terkait sebagai penanggung jawab program (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 02/ PRT/ M/ 2008). Bagian pengawasan melaksanakan pengendalian/pengawasan pelaksanaan agar pelaksanaan pekerjaan di lapangan sesuai dengan mutu. dan waktu yang ditentukan serta tercapainya tertib administrasi yang penyelenggaraannya dilakukan secara terpadu melalui koordinasi Sekretariat Jenderal. Dengan kata lain bagian Sekretariat merupakan bagian yang paling banyak melakukan pekerjaan dengan menggunakan komputer untuk menyusun program. 7 Manusia (SDM) yang belum ideal (Dokumen Usulan Reformasi Birokrasi Kementerian. pemograman. pemrograman dan penganggaran tahunan kegiatan. . dan penganggaran yang terdapat pada bagian Sekretariat. Setiap perubahan rencana. pemrograman dan penganggaran kegiatan Departemen Pekerjaan Umum sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan dengan peraturan Menteri ini. biaya.

sehingga terjepitlah nervus medianus yang akhirnya dapat menimbulkan gejala terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (Aizid.7%). mati rasa sebanyak 8 orang (53. hal tersebut akan meningkatkan tekanan dalam tunnel. dan tes phalen’s dengan timbulnya gejala – gejala Carpal Tunnel Syndrome dalam waktu 1 menit adalah sebanyak 11 orang (73. terbangun pada malam hari karena nyeri pada tangan sebanyak 3 orang (2%). sehingga jari-jemari akan digunakan secara berulang dalam jangka waktu yang lama saat memegang mouse maupun menekan tuts-tuts keyboard. Dengan spesifikasi masing-masing jumlah orang dengan keluhan sakit/ nyeri sebanyak 9 orang (60%). Berdasarkan studi pendahuluan tersebut dan berdasarkan informasi dari Bagian Sekretariat. kesemutan sebanyak 13 orang (87. dilanjutkan terjadinya peradangan.3%).3%). bahwa sampai saat ini belum pernah dilakukan suatu penelitian terhadap kesehatan pekerja khususnya yang berhubungan dengan terjadinya . bengkak pada tangan khususnya di pagi hari sebanyak 4 orang (26. 8 perencanaan. didapatkan 11 dari 15 pekerja atau 73.3% mengalami keluhan berupa gejala Carpal Tunnel Syndrome. 2011). sedangkan bagian pengawasan hanya melakukan pengawasan dilapangan agar sesuai dengan mutu dan waktu yang telah ditentukan. dan penganggaran kegiatan Departemen Pekerjaan Umum. Dengan begitu pekerja pada bagian secretariat dapat menghabiskan waktu yang lama didepan komputer dimana tangan menjadi salah satu organ tubuh yang banyak digunakan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2012 diketahui dari 15 pekerja yang menggunakan komputer di bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum.6%).

2011). akan meningkatkan tekanan dalam tunnel.Rumusan Masalah Operator komputer dapat berisiko mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS). sehingga terjepitlah nervus medianus yang akhirnya menimbulkan terjadinya keluhanCarpal Tunnel Syndrome (Aizid. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis merasa perlu untuk mengangkat penelitian dengan judul Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. memiliki risiko 2. dan berdasarkan informasi dari pekerja rata-rata operator komputer menggunakan komputer selama 5-6 jam dari jumlah jam kerja pekerja Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum yaitu 8 jam sehari. Sebuah survei nasional besar Inggris menemukan bahwa penggunaan keyboard selama lebih dari 4 jam per hari meningkatkan risiko gejala pada . dimana tangan digunakan secara berulang dalam jangka waktu yang lama (seperti memegang mouse dan mengetik) dan tanpa istirahat. dilanjutkan terjadinya peradangan. 9 gangguan pada pergelangan tangan yaitu Carpal Tunnel Syndrome pada operator komputer.6 kali lebih untuk mengalami gejala Carpal Tunnel Syndrome. karena pekerjaan utama operator komputer adalah duduk di depan komputer. 1. Dengan lamanya penggunaan komputer tersebut dapat memicu untuk menimbulkan Carpal Tunnel Syndrome karena penggunaan mouse komputer selama 3 jam 20 menit setiap harinya.2.

10 pergelangan tangan dan penggunaan mouse komputer selama 3 jam 20 menit setiap harinya.Gejala tadi memburuk pada malam hari ataupun sesudah fleksi yang lama(Aizid. 2004). dan jari tengah. Rambe. dan tes phalen’s dengan timbulnya gejala – gejala Carpal Tunnel Syndrome dalam waktu 1 menit adalah sebanyak 11 orang (73.3%). Grandjean.sedangkan faktor workstation terdiri dari bentuk dan letak keyboard serta bentuk dan letak mouse (Ali. 2012). 2004). bengkak pada tangan khususnya di pagi hari sebanyak 4 orang (26. fraktur.(Hedge. terbangun pada malam hari karena nyeri pada tangan sebanyak 3 orang (2%). 1987. kesemutan sebanyak 13 orang (87. telunjuk. 2003 . diabetes mellitus). kesemutan.6 kali lebih untuk mengalami gejala Carpal Tunnel Syndrome. 2006 . 2011. memiliki risiko 2. Berbagai faktor juga dapat menyebabkan terjadinya gejala Carpal Tunnel Syndrome yaitu faktor personal yang terdiri dari usia. Gejala yang sering timbul akibat terjadinya Carpal Tunnel Syndrome adalah nyeri.7%). mati rasa sebanyak 8 orang (53. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2012 diketahui dari 15 operator komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum. obesitas dan riwayat penyakit (reumatoid arthritis. jenis kelamin.3%). . Faktor pekerjaan yang terdiri dari pengulangan pada tangan (masa kerja dan lama kerja) dan posisi janggal pada tangan.6%). Boz. didapatkan 11 dari 15 pekerja atau 73. Dengan spesifikasi masing-masing jumlah orang dengan keluhan sakit/ nyeri sebanyak 9 orang (60%). atau mati rasa pada jari-jari tangan. terutama ibu jari. Barcenilla et al.3% mengalami keluhan berupa gejala Carpal Tunnel Syndrome.

11 Berdasarkan teori dan data-data di atas. Pertanyaan Penelitian 1. Apakah ada hubungan faktor personal (jenis kelamin. Apakah ada hubungan faktor pekerjaan (postur janggal pada tangan. dan usia. Bagaimana gambaran faktor personal (jenis kelamin. Bagaimana gambaran terjadinya Dugaan Carpal Tunnel Syndrome(CTS) pada operator komputer bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012? 2.) pada operator komputer bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012? 3. terdapat gejala Carpal Tunnel Syndrome yang sering dirasakan pada operator komputer.Untuk itu peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. Bagaimana gambaran faktor pekerjaan (postur janggal pada tangan dan masa kerja) pada operator komputer bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012? 4. 1. dan masa kerja) dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012? . dan usia) dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012? 5.3.

4. Diketahuinya hubungan faktor pekerjaan (posisi janggal pada tangan dan masa kerja) dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012.4.1 Tujuan umum Mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012.) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. 1. Diketahuinya gambaran faktor personal (jenis kelamin. Diketahuinya gambaran faktor pekerjaan (posisi janggal pada tangan dan masa kerja) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. dan usia) dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012.4. . 4. dan usia. Diketahuinya gambaran Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. Diketahuinya hubungan faktor personal (jenis kelamin. 12 1. Tujuan khusus 1. Tujuan Penelitian 1. 2. 5. 3.2.

13

1.5.Manfaat Penelitian

1.5.1. Bagi Mahasiswa

1. Sebagai tahap awal pembelajaran dalam melakukan penelitian dan

menambah wawasan untuk lebih mengetahui Faktor-Faktor yang

Berhubungan dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada

Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal

Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012.

2. Dapat menjadi suatu tahapan awal dalam bersosialisasi dengan para

pekerja di Inspektorat Jenderal Kementerian pekerjaan Umum,

sehingga lebih mengetahui dunia kerja

1.5.2. Bagi Fakultas

1. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan

referensi serta membuka wawasan ilmiah bagi civitas akademik

program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam negeri syarif

Hidayatullah Jakarta mengenai Carpal Tunnel Syndrome(CTS).

1.5.3. Bagi Perusahaan

1. Dengan adanya hasil penelitian ini perusahaan dapat mengetahui

Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer

bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan

Umum tahun 2012

14

2. Dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam melakukan pencegahan

maupun penanggulangan terhadap Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

pada operator komputer bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal

Kementerian Pekerjaan Umum.

1.6. Ruang Lingkup penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain

crossectional yang dilakukan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan

dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer bagian sekretariat

di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum karena operator komputer di

Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum selalu melakukan gerakan

berulang pada jari saat melakukan pengetikan dan menggunakan mouse, dimana

bekerja selama 8 jam sehari dengan pemakaian komputer rata-rata selama 5-6 jam

perhari yang pastinya memiliki risiko untuk terjadinya Carpal Tunnel

Syndrome(CTS).

Penelitian dilakukan di bagian Sekretariat Jenderal Kementerian Pekerjaan

Umum, dengan subjek penelitian seluruh operator komputer bagian tersebut yaitu

sebanyak 240 orang. Penelitian dilakukan pada bulan bulan Juli-Agustus tahun

2012. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 102 operator komputer. Jenis

data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.

Data primer didapatkan dengan melakukan penyebaran kuesioner, pemeriksaan

fisik dan observasi lapangan. Sedangkan data sekunder yaitu data berupa profil

Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Bagian Sekretariat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Carpal Tunnel Syndrome

2.1.1. Definisi Carpal Tunnel Syndrome

Carpal Tunnel Syndrome (CTS/ Sindrom Terowongan Karpal), atau

penyakit saraf menengah di pergelangan tangan, adalah suatu kondisi medis

dimana saraf tengah tertekan di bagian pergelangan yang mengakibatkan

parastesia, mati rasa dan kelemahan otot di tangan. Carpal Tunnel Syndrome

merupakan salah satu jenis penyakit akibat terjadinya Cumulative Trauma

Disorders (CTD), yaitu sekumpulan gangguan atau kekacauan pada sistem

muskuloskeletal (musculosceletal disorders) berupa cedera pada syaraf, otot,

tendon, ligamen, tulang dan persendian pada titik-titik ekstrim tubuh bagian

atas (tangan, pergelangan, siku dan bahu), tubuh bagian bawah (kaki, lutut

dan pinggul) dan tulang belakang (punggung dan leher) (Kuntodi, 2008).

Kelainan (penyakit) ini dapat terjadi akibat adanya proses peradangan

pada jaringan-jaringan di sekitar saraf medianus (tendon dan teosynovium)

yang ada dalam terowongan karpal. Peradangan tersebut mengakibatkan

jaringan disekitar saraf menjadi bengkak, sendi menjadi tebal, dan akhirnya

menekan saraf medianus. Penekanan saraf medianus ini lebih lanjut akan

menyebabkan kecepatan hantar (konduksi) dalam serabut sarafnya terhambat,

15

canalis carpi (carpal tunnel) merupakan terowongan sempit yang berada di dalam dasar pergelangan tangan. Bagian bawah dan sisi terowongan ini dibentuk oleh pergelangan tangan (karpal) tulang.1. Perjalanan saraf . 2011). Carpal Tunnel Syndrome adalah gangguan pada syaraf yang disebabkan karena terperangkapnya nervus medianus dan atau karena adanya penekanan pada nervus medinus yang melewati terowongan karpal. Anatomi Pergelangan Tangan Carpal Tunnel Syndrome Gambar 2. Bagian atas terowongan ditutupi oleh sebuah band yang kuat dari jaringan ikat yang disebut ligamentum karpal transversal.1.2. 16 sehingga menyebabkan berbagai gejala pada tangan dan pergelagan tangan (Aizid. 2009) Secara anatomis. 2005). Anatomi Pergelangan Tangan Carpal Tunnel Syndrome (Sumber : American academy of orthopedic surgeons (AAOS). 2. gangguan pada syaraf ini berhubungan dengan pekerjaan yang mempunyai paparan getaran dalam jangka waktu panjang secara berulang (Pakasi.

Jaringan-jaringan ini disebut sinovium. . Saraf juga mengontrol otot-otot di sekitar dasar jempol. (Beatrice. 2009). 2009). Pembengkakan sinovium mempersempit ruang tertutup dari terowongan karpal (American Academy Of Orthopedic Surgeons. Sinovium melumasi tendon dan membuatnya lebih mudah untuk memindahkan jari. Tendon yang menekuk jari-jari dan ibu jari juga berjalan melalui terowongan karpal. jari telunjuk. interphalangeal proksimal dan interphalangeal distal yang membentuk jari tangan dan jempol. 2012). Saraf median mengontrol perasaan di sisi telapak ibu jari. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi ketika jaringan sekitarnya tendon fleksor pada pergelangan tangan membengkak dan memberikan tekanan pada saraf median. tendon ini disebut tendon fleksor (American Academy Of Orthopedic Surgeons. sensibilitas dan pergerakan pada jari-jari tangan. Jari tangan dan otot-otot flexor pada pergelangan tangan beserta tendon-tendonnya berinsersi pada tulang-tulang metaphalangeal. Nervus dan tendon memberikan fungsi. 17 median dari lengan bawah ke tangan melalui terowongan di pergelangan tangan. dan jari yang panjang.

telunjuk. Karakteristik parastesia. Gejala lainnya adalah nyeri di tangan yang juga dirasakan lebih berat pada malam hari sehingga sering membangunkan penderita dari tidurnya. 18 2. gangguan motorik hanya terjadi pada keadaan yang berat. Gejala yang paling sering terjadi di bagian saraf tengah adalah pada bagian jempol. . Gejala tadi memburuk pada malam hari ataupun sesudah fleksi yang lama. Gejala awal biasanya berupa parestesia. dan setengah dari jari manis (Aizid. Sedangkan Rambe (2004) menjelaskan bahwa pada tahap awal gejala umumnya berupa gangguan sensorik saja. lemah atau sakit yang terasa di jari atau telapak tangan (lebih jarang terjadi). jari tengah.1. mati rasa. Keluhan parastesia biasanya lebih menonjol di malam hari. Menurut Djojodibroto (1999) yang dikutip oleh Rusdi (2007) menyebutkan bahwa gejala dari Carpal Tunnel Syndrome adalah sebagai berikut: 1. misalnya pengemudi mobil.3. Gejala-Gejala Carpal Tunnel Syndrome Gejala yang paling umum dari Carpal Tunnel Syndrome adalah kesemutan. kurang merasa (numbness) atau rasa seperti terkena aliran listrik (tingling) pada jari dan setengah sisi radial jari walaupun kadang-kadang dirasakan mengenai seluruh jari-jari. nyeri. 2011). lemah pada jari-jari menurut distribusi Nervus Medianus distal. 2.

Klasifikasi Carpal Tunnel Syndrome Menurut Asworth (2009) Carpal Tunnel Syndrome biasanya dibagi menjadi ringan. Rasa perih / rasa tersengat dan nyeri atau gejala Carpal Tunnel Syndrome yang terjadi dapat berkurang dengan istirahat atau pijat. sedang. Dokter menyarankan imobilisasi total dan pembedahan. 6. 2. 1. Hubungan dengan kerja dinilai secara hati-hati. 19 3. mengalami penurunan sensorik dan rasa nyeri konstan. penggunaan tangan.1. level 3 / berat / severe Gejala lebih parah. 2. posisi tangan. Hilangnya rasa raba permukaan tangan sebelah medial 4. Level 2/ sedang / moderate Carpal Tunnel Syndrome sedang memiliki gejala sensorik dan motorik. .4. Level 1/ ringan/ mild Carpal Tunnel Syndrome ringan memiliki kelainan sensorik saja pada pengujian elektrofisiologis. dan berat. Gejala lebih intensif. Kelemahan tenar/atrofi 5. dan sering atau beratnya kekuatan atau tekanan pada pergelangan tangan atau vibrasi. Gejala berkurang setelah istirahat kerja. test orthopedic dan neurologic mengindikasikan adanya kerusakan syaraf 3.

sensorik. 20 2. ototnom tangan. yaitu : 1. motorik. 2004): . Pemeriksaan fisik Harus dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada penderita dengan perhatian khusus pada fungsi.1. Beberapa pemeriksaan dan tes provokasi yang dapat membantu menegakkan diagnosa Carpal Tunnel Syndrome adalah sebagai berikut (Rambe.5. Pemeriksaan Klinis / Diagnosa Carpal Tunnel Syndrome Diagnosa Carpal Tunnel Syndrome dapat didukung oleh beberapa pemeriksaan.

tes dinyatakan dan mendukung Bila dalam waktu 1 Dokter akan mnegetuk ini dapat menyokong positive dan diagnosa.1. maka tes ini menyebabkan dapat menyokong kesemutan pada diagnosa Carpal tangan atau lengan. Syndrome. bagian depan diagnosa mendukung gejala seperti gejala pergelangan tangan. Pemeriksaan Fisik Carpal Tunnel Syndrome Wrist Extenstion Test Phalen’s Test Tinel’s Test Pressure Test Luthy’s Sign (Bottle’s Pemeriksaan Test) Sesibilitas Penderita melakukan penderita melakukan Tes ini mendukung Nervus medianus Penderita diminta Bila penderita tidak ekstensi dengan fleksi dengan secara diagnosa bila timbul ditekan diterowongan melingkarkan ibu jari dapat membedakan secara maksimal. . 21 Tabel 2. tes bertahan pada posisi dengan posisi tangan gejala Carpal Tunnel dindingnya dengan dianggap positive itu selama 1 menit. diagnosa. pada botol atau gelas. maksimal atau parastesi atau nyeri karpal dengan dan jari telunjuknya dua titik (two point sebaiknya dilakukan menyatukan pada daerah distribusi menggunakan ibu jari. yang pasien bisa dan terowongan karpal timbul gejala seperti menyentuh medianus. discrimination) pada serentak pada kedua pergelangan tangannya nervus medianus jika Bila dalam waktu Bila kulit tangan jarak lebih dari 6mm tangan sehingga dapat kearah bawah sejauh dilakkan prekusi pada kurang dari 120 detik penderita tidak dapat di daerah nervus dibandingkan. sedikit dorsofleksi. Carpal Tunnel Jika ketukan itu Syndrome. maka tes rapat. meniit timbul gejala.

22 Tunnel Syndrome.. menempel dan tidak 1990) ada penekanan dari kedua tangan dengan keadaan horizontal. Tes ini menegakkan diagnosa. dapat mendukung selain itu phalen test diagnosa bila timbul juga memiliki parastesi atau nyeri sensitifitas 40 – 80% pada daerah distribusi dan spesifitas lebih dari nervus medianus pada 81% (kuschner et al. Pemeriksaan ini jika punggung telapak memiliki sensitifitas tangan satu dengan 25-75 % dan spesifitas yang lain tidak saling 70-90% (katz et al. pemeriksa mengetuk Namun tes ini pada syaraf yang dikatakan kurang baik rusak. hal itu mungkin saja Kelebihan tes ini yaitu Carpal Tunnel sangat sensitive untuk Syndrome. saat jari tangan 1992). Sumber : Rambe (2004) .

Pada 15-25 % kasus . Foto pales leher berguna untuk menyingkirkan adanya penyakit lain pada vertebra. KHS bisa normal. polifastik. CT scan dan MRI dilakukan pada kasus yang selektif terutama yang akan dioperasi (Rambe. Menunjukkan adanya gangguan pada konduksi saraf di pergelangan tangan. seperti fraktur atau arthritis. USG. 23 2. Pada lainnya. Namun American Academy of Neurology telah menggambarkan kriteria diagnostik yang mengandalkan pada kombinasi gejala dan temuan pemeriksaan fisik. 2004). serta kriteria diagnostik lainnya termasuk . 3. Pada beberapa kasus tidak dijumpai kelainan pada otot- otot lumbikal. KHS akan menurun dan masa laten distal (distal latency) memanjang. Kecepatan hantar saraf (KHS). Pemeriksaan neurofisiologi (elektrodiagnostik). gelombang positif dan berkurangnya jumlah motor unit pada otot- otot thenar. Masa laten sensorik lebih sensitive dari masa laten motorik. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan sinar x pada terhadap pergelangan tangan dapat membantu melihat apakah ada penyebab lain. 2004) a. b. EMG bisa normal pada 31% kasus Carpal Tunnel Syndrome. Pemeriksaan EMG dapat menunjukkan adanya fibrasi. (Rambe.

24 hasil dari penelitian elektrofisiologi. sakit / baal/ mati rasa pada tangan yang berlangsung sedikitnya 1 minggu atau bila tidak terjadi secara terus menerus. 2. fleksi ekstensi. 3. . dan deviasi gerakan pergelangan dan jari tangan. menggunakan alat dengan getaran tinggi serta terjadi tekanan pada pergelangan tangan atau telapak tangan. sering terjadi pada berbagai kesempatan. 2012) 1. Sedangkan diagnosa kejadian Carpal Tunnel Syndrome sebagai akibat pekerjaan menurut National Institute for Ocupational Safety and Health (NIOSH) pada tahun 1989 berupa : (Barcenilla. hipoanastesia. Adanya riwayat pekerjaan seperti melakukan pekerjaan berulang atau repetitive. Diagnosa dapat pula ditegakkan mlalui pmeriksaan elektrodiagnostik antara lain dengan pemeriksaan elektromiografi. Secara objektif dijumpai hasil tes Tinel’s atau tes phalen positif atau berkurang sampai hilangnya rasa sakit pada kulit telapak dan jari tangan. Terdapatnya salah satu atau lebih gejala parastesia. pekerjaan yang disertai kekuatan tangan.

usahakan selalu mengistirahatkan tangan setiap 15-20 menit  Gunakan pulpen dengan diameter besar agar mengurangi tekanan  Rutin melakukan latihan peregangan otot-otot tangan dan lengan bawah.1. Agar menjadi efektif.6. 2011)  Biasakan agar pergelangan tangan dalam posisi netral atau lurus  Gunakan semua jari-jari untuk memegang benda  Disela-sela kesibukan.1. . senam gerakan pergelangan-tangan ini harus dilakukan saat memulai setiap jenis pekerjaan dan setelah jeda di masing-masing jenis pekerjaan. Sedangkan berdasarkan penelitian intensif yang telah dilakukan oleh American Academy of Orthopaedic Surgeons telah menemukan bahwa senam gerakan pergelangan-tangan saat memulai pekerjaan dan selama waktu-waktu jeda bisa membantu mencegah Carpal Tunnel Syndrome (CTS) .6. Pencegahan Carpal Tunnel Syndrome Adapun upaya pencegahan yang dapat dilakukan.1. 25 2. Senam gerakan pergelangan-tangan telah dibuktikan mengurangi tekanan saraf medianus dan mengurangi kemungkinan terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS). diantaranya adalah : (Aizid. Pencegahan dan Penanganan Medis Carpal Tunnel Syndrome 2.

seperti halnya atlet lomba lari yang meregangkan otot sebelum berlari untuk mencegah cedera. harus melakukan senam pemanasan selama lima menit sebelum memulai bekerja. 26 Pekerja yang intensif menggunakan tangan. 2011): 1. Berikut gerakan-gerakan senam pergelangan-tangan yang dimaksud (Freebie. 2010) 2.3. 2010) . Tahan sampai 5 kali hitungan. Luruskan kedua pergelangan tangan dan lemaskan jari-jari tangan selama 5 kali hitungan. Gambar 2. Gerakan Senam 1 (Sumber: Masdin. Ulurkan kedua tangan ke depan dengan kuat sampai lurus dan angkat kedua pergelangan tangan dan jari-jari tangan hingga dalam posisi tegak lurus dengan uluran tangan. Gambar 2. Gerakan Senam 2 (Sumber: Masdin.2. khususnya mouse komputer.

2010) 4. Gambar 2. Luruskan kembali pergelangan tangan.4. Selanjutnya bengkokkan kedua pergelangan tangan ke bawah sambil tetap mengepal. Gambar 2. Gerakan Senam 3 (Sumber: Masdin.5. Gerakan Senam 5 (Sumber: Masdin. Kepalkan kedua telapak tangan. Tahan sampai 5 kali hitungan. 2010) 5. buka kepalan dan lemaskan jari-jari sampai 5 kali hitungan. 27 3. 2010) . Gambar 2. Tahan sampai 5 kali hitungan.6. Gerakan Senam 4 (Sumber: Masdin.

28

6. Ulangi setiap gerakan 10 kali lalu biarkan kedua lengan anda

tergantung bebas dan goyang-goyangkan selama beberapa detik.

Gambar 2.7. Gerakan Senam 6
(Sumber: Masdin, 2010)

2.1.6.2. Pengobatan Carpal Tunnel Syndrome

Untuk mengobati Carpal Tunnel Syndrome salah satu cara yang dapat

dilakukan adalah dengan terapi (Aizid, 2011), terapi tersebut yaitu :

1. Terapi konservatif

a. Beberapa terapi konservatif

i. Mengistirahatkan pergelangan tangan dan mengompresnya

dengan air dingin

ii. Pemasangan bidai pada pergelangan tangan pada posisi netral

atau lurus. Bidai bias dipasang secara terus menerus atau

hanya pada malam hari selama 2-3 minggu.

iii. Pemberian vitamin B6

iv. Dilakukan fisioterapi

29

b. Langkah-langkah pengobatan selain terapi konservatif

Adapun pengobatan lain berdasarkan tingkat gejalanya dapat

dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

i. Skrining dan diagnosis

Saat berkonsultasi gejala dan tanda akan diupayakan

timbul. Sebagai skrining, akan diperiksa rasa sensasi jari

kelingking. Jika rasa sensasi pada jari kelingking ada, maka

kemungkinan penyebab lain harus dipikirkan. Pemeriksaan yang

dilakukan antara lain uji sensasi/ rasa pada jari-jari dan kekuatan

otot tangan. Dokter akan memberikan gerakan pada pergelangan

tangan, dan tekanan ataupun ketukan pada daerah pergelangan.

Hal ini dimaksudkan untuk memicu terjadinya gangguan,

sehingga gejala dapat timbul. Jika gejala dan tanda Carpal Tunnel

Syndrome terjadi, maka pemeriksaan lanjutan yang disarankan

meliputi Electromyogram (EMG).

ii. Bidai pada pergelangan tangan

Bidai diberikan pada posisi netral, yaitu pada tangan yang

melurus, agar terjadi rongga terowongan karpal yang maksimal.

Bidai juga sering disebut sebagai night splint, karena (terutama)

dianjurkan untuk digunakan pada malam hari. Pada umumnya,

30

bidai akan menolong jika gejala yang terjadi belum melebihi satu

tahun.

iii. Hidoterapi dan splint

Hidroterapi atau terapi air dapat dilakukan dirumah. Pada

beberapa studi, hidroterapi telah dibuktikan cukup efisien dalam

meningkatkan sirkulasi darah pada daerah yang sakit. Caranya

dengan merendam tangan dalam air panas selama 3 menit,

kemudian dilanjutkan dengan merendam dalam air dingin selama

30 detik. Cara tersebut dilakukan sebenyak 3 – 5 kali. Metode ini

akan meningkatkan sirkulasi loka, meningkatkan pasokan nutrisi

serta oksigen, membuang berbagai sisa metabolism, mengurangi

konsentrasi zat-zat mediator inflamasi (peradangan), dan akhirnya

meredakan nyeri.

iv. Pemberian obat

Obat yang diberikan biasanya aspirin dan obat yang

termasuk golongan nonsteroidal anti-inflamatory (NSAID).

NSAID akan meredakan sakit yang terjadi akibat peradangan.

Selain NSAID, Carpal Tunnel Syndrome juga dapat ditanggulangi

dengan beberapa jenis obat, antara lain golongan anti-inflamasi

nonsteroid (aspirin, ibuprofen, naproxen). Selain itu, suplemen

vitamin B6 (piridoksin) dan B2 (ribroflavin) diduga efektif dalam

penanganan Carpal Tunnel Syndrome. Namun pemberian obat

sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

Dekompreasi terbuka Dalam perawatan ini. Istirahatkan tangan atau pergelangan tangan sekurang-kurangnya 2 minggu. ligamen karpal melintang (bagian atas terowongan karpal) dikeluarkan dan dipotong. 2. Dengan demikian. Mengurangi beban tangan Jika memang keluhan berhubungan dengan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. sebuah sayatan dibuat di telapak tangan dngan anastesi lokal (hanya sebagian yang dibius) atau anastesi umum (pasien tidur). . 31 v. Berikut adalah beberapa perawatan terapi operatif : a. tekanan pada nervus medianus akan berkurang. Terapi operatif (pembedahan) Pembedahan merupakan pilihan terakhir dalam pngobatan Carpal Tunnel Syndrome. Kemudian. vi. Golongan steroid Injeksi steroid terkadang perlu diberikan untuk meredakan peradangan. maka penanggulangan terpnting adalah mengurangi beban penggunaan tangan.

Saat Terapi Operatif (Sumber: Zikri. dua sayatam kecil dibuat di pergelangan tangan dan telapak tangan. Berikut ini adalah gambar mengenai cara perawatan pada terapi operatif sindrom terowomham larpal ini : Gambar 2. endoskopi (tabung berlampu kecil berisi kamera) melewati terowongan karpal melalui sayatan tersebut. Setelah Terapi Operatif (Sumber: Zikri. 32 b. Dekompresi endoskopik Dalam perawatan ini. 2010) .8.9. Ahli bedah kemudian mengeluarkan ligamen karpal melintang (bagian atas terowongan karpal) dan memotongnya serta mmbebaskan isi terowongan karpal dari kompresi. 2010) Gambar 2. Kemudian.

trauma/ fraktur pada tangan dan diabetes mellitus. obesitas. faktor risiko Carpal Tunnel Syndrome akibat melakukan pekerjaan dengan keyboard dapat dibagi menjadi 3 yaitu faktor personal. yaitu 3. postur pergelangan tangan yang salah (postur janggal). 33 2.(Grandjean.6 kali lipat lebih besar dibandingkan laki-laki (Mattioli et al. Laki-laki . Menurut Barcnilla et al (2012). Faktor Personal a. Carpal Tunnel Syndrome memiliki hubungan yang positif secara signifikan dengan pengulangan pada tangan. usia. pekerjaan dan workstation. Faktor. bentuk mouse dan letak mouse serta faktor pekerja itu sendiri seperti usia dan jenis kelamin dari karyawan.2.Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Carpal Tunnel Syndrome Menurut Boz (2003). 1987) Berikut beberapa faktor risiko dari Carpal Tunnel Syndrome: 1. posisi tangan yang tertekuk memiliki risiko yang lebih untuk terkena Carpal Tunnel Syndrome dan gerakan yang berulang pada tangan yang dipengaruhi oleh masa kerja dan lama kerja diidentifikasi sebagai faktor yang memberatkan untuk terjadinya Carpal Tunnel Syndrome. dan telah dikaitkan dengan sejumlah kondisi medis seperti rheumatoid arthritis. Sedangkan menurut Ali (2006). Jenis kelamin Carpal Tunnel Syndrome lebih mempengaruhi perempuan dari laki- laki. Disamping itu juga dipengaruhi oleh faktor tata letak (lay-out) dari peralatan kerja seperti bentuk keyboard dan letak keyboard. 2008). jenis kelamin. Berdasarkan Rasio antara perempuan dan pria untuk sindrom carpal tunnel memiliki perbedaan yang cukup tinggi yaitu 3-10:1.

34

menunjukkan peningkatan kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) secara

bertahap dengan meningkat sampai usia lanjut, sedangkan wanita

memuncak setelah menopause, hal tersebut secara umum konsisten dengan

konsep bahwa pada wanita mungkin ada komponen hormonal dalam

penyebab Carpal Tunnel Syndrome (CTS) (Ashworth, 2010).

Sheila (2010) menjelaskan bahwa adanya perbedaan hormonal pada

wanita, terutama saat wanita hamil dan menopause. Saat hamil disebabkan

oleh retensi cairan yang sering terjadi selama kehamilan, yang

menempatkan tekanan tambahan pada terowongan karpal dan

menyebabkan gejala. Namun Beberapa wanita tidak mengalami gejala

sampai setelah melahirkan dan awal menyusui. Menyusui sementara

menurunkan kadar hormon steroid alami, yang mempertinggi potensi

peradangan selain itu juga disebabkan oleh perbedaan anatomi tulang

karpal, dimana tulang pergelangan tangan pada wanita secara alami lebih

kecil sehingga menciptakan ruang yang lebih ketat di mana saraf dan

tendon harus lulus.

Sedangkan perubahan hormon menopause dapat menempatkan

perempuan pada risiko lebih besar untuk mendapatkan Carpal Tunnel

Syndrome karena struktur pergelangan tangan membesar dan dapat

menekan pada saraf pergelangan tangan. (Haque, 2009)

35

b. Obesitas

Bray (1985) mengatakan bahwa obesitas adalah faktor risiko Carpal

Tunnel Syndrome dikarenakan oleh semakin besarnya tekanan pada syaraf

median seiring dengan semakin besarnya indeks masa tubuh. BMI juga

terkait dengan Carpal Tunnel Syndrome baik pada wanita maupun lelaki

seperti yang dilaporkan dalam studi sebelumnya (Burt et al, 2000). individu

yang diklasifikasikan sebagai obesitas (BMI> 29) adalah 2,5 kali lebih

brisiko terdiagnosis Carpal Tunnel Syndrome dibandingkan individu

ramping (BMI <20) (Trumble E et al, 2002).

c. Riwayat penyakit (diabetes, arthritis, fraktur atau patah tangan)

Riwayat penyakit memberikan kontribusi terhadap Carpal Tunnel

Syndrome, perubahan anatomi tulang karpal akibat cedera maupun patah

tangan dapat mempersempit volume tulang karpal. Carpal Tunnel

Syndrome akut jarang terjadi, biasanya terjadi karena adanya trauma pada

tulang karpal, akibat patah atau retaknya distal radius. Gejala baru akan

muncul setelah beberapa bulan-tahun setelah trauma . riwayat penyakit

yang dapat menyebabkan resiko carpat tunnel syndrome adalah :

i. Arthritis Reumatoid

Gejala di terowongan carpal ini juga umum terjadi pada lansia

penderita rematik. Dalam hal ini, saraf terjepit bukan akibat

pembesaran otot melainkan sendi di pergelangan tangan berubah

bentuk. Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa baal, biasanya

36

gejala terjadi pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Gejala

kesemutan karena rematik hilang sendiri bila rematiknya sembuh

(Wibisono, 2012).

ii. Fraktur/ Dislokasi

Keadaan lokal lainnya seperti inflamasi sinovial serta fibrosis

(seperti pada tenosinivitis), fraktur tulang carpal, dan cedera termal

pada tangan atau lengan bawah bisa berhubungan dengan Carpal

Tunnel Syndrome (saanin, 2012).

iii. Diabetes Militus

Carpal tunnel syndrom ini juga sering terjadi berkaitan dengan

kelainan yang menimbulkan demielinasi atau kelainan saraf iskemik

seperti diabetes militus (Saanin, 2012). Timbulnya neuropati pada

penderita diabetes tidak tergantung pada kadar gula darah, tetapi pada

lamanya si penderita mengidap diabetes. Semakin lama menderita

diabetes maka semakin tinggi pula rasa kesemutan itu muncul. Jadi bisa

saja seorang penderita merasakan kesemutan meskipun diabetesnya

sendiri terkontrol dengan baik.yang dirasakan biasanya kesemutan pada

ujung jari terus-menerus, kemudian disertai rasa nyeri yang menikam

seperti tertusuk-tusuk diujung telapak kaki atau tangan terutama pada

malam hari (Wibisono, 2012 ; Pakasi, 2005).

Namun Griffith menyatakan bahwa bahwa CTS sering dialami oleh wanita berusia 29-62 tahun. 2008. Mattioli. Usia Carpal Tunnel Syndrome biasanya mulai terdapat pada usia 20-60 tahun (Hobby. 1993 menyatakan bahwa posisi pergelangan tangan dan tekanan yang dialami pada saat melakukan pekerjaan atau menggunakan peralatan merupakan faktor-faktor penyerta yang memiliki kontribusi terhadap munculnya Carpal Tunnel Syndrome. 2010). 37 d. sedangkan wanita memuncak setelah menopause (sesuai dengan kelompok usia 50-54 tahun). 2009. Beberapa studi juga mengungkapkan bahwa CTS umumnya dialami oleh wanita berusia 30an. . Loslever dan ranaivosa. 2005). Asworth. (Kurniawan dkk. Posisi janggal pada tangan Buckle (1997) mendeskripsikan mekanisme terjadinya Carpal Tunnel Syndrome adalah terjadinya penegangan dan penekanan pada syaraf median di pergelangan tangan. hal tersebut secara umum konsisten dengan konsep bahwa pada wanita mungkin ada komponen hormonal dalam penyebab Carpal Tunnel Syndrome (Hadge. Laki-laki menunjukkan peningkatan kejadian Carpal Tunnel Syndrome secara bertahap dengan meningkat sampai usia lanjut. ketika pergelangan tangan berada dalam posisi ektrim. Faktor pekerjaan a. 2008) 2.

10. Ketika menggunakan keyboard usahakan agar tangan selalu sejajar. Posisi Tangan Saat Menggunakan Keyboard (Sumber: Freebie. 38 Menurut Humantech (1995) Postur janggal selama durasi > 10 detik jika dipertahankan secara terus menerus maka akan menimbulkan keluhan musculoskeletal pada tangan dan frekuensi postur janggal 30 kali secara berulang dalam 1 menit dapat menyebabkan musculoskeletal pada tangan. 2012). selain itu postur pergelangan tangan juga menunjukkan risiko 4 kali lebih besar untuk terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (Barcenilla et al. 2011) Sedangkan posisi tangan saat menggunakan mouse diusahakan agar pergelangan tangan berada pada posisi tidak menggantung dan sejajar atau sedikit berada diatas meja sehingga dengan begitu tangan tidak menggantung dan menghindari tangan untuk menekuk secara terus . Untuk itu sebaiknya saat menggunakan keyboard dan mouse posisi tangan tidak berada pada posisi janggal/ ekstrim atau tidak ergonomis. seperti pada gambar berikut : Gambar 2.

Pengembangan untuk terjadinya Carpal Tunnel Syndrome dapat terjadi . Fung et al (2007) mengidentifikasi bahwa semakin sering fleksi / ekstensi yang berkelanjutan dari pergelangan tangan dapat meningkatkan risiko Carpal Tunnel Syndrome.11. 2012). 39 menerus. (Barcenilla et al. Masa kerja Dengan peningkatan masa kerja pada tangan menunjukkan adanya pekarjaan berulang yang dilakukan oleh tangan dalam jangka waktu yang lama. Posisi Tangan Saat Menggunakan Mouse (Sumber: Freebie. Berikut ini adalah cara penggunaan mouse yang salah maupum yang benar : Gambar 2. Hal tersebut juga diperkuat dengan adanya studi yang menyatakan bahwa pengulangan dan eksposur gabungan dari kedua kekuatan dan pengulangan dapat menimbulkan risiko dua kali lipat terhadap terjadinya Carpal Tunnel Syndrome. 2006) . dengan peningkatan jumlah tahun kerja menunjukkan risiko lebih tinggi untuk terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (Ali. 2011) b.

Bentuk dan letak keyboard Carpal Tunnel Syndrome berisiko terjadi pada pengguna keyboard pada komputer yang posisinya tidak baik. memiliki risiko 2. Sebuah survei nasional besar Inggris menemukan bahwa Keyboard yang digunakan selama lebih dari 4 jam per hari meningkatkan risiko gejala musculoskeletal pada pergelangan tangan. Penyebab nyeri otot dan tulang yang disebabkan oleh keyboard adalah penggunaan jari-jari tertentu saja dalam waktu yang lama. 2004). 2010).6 kali untuk mengalami gejala Carpal Tunnel Syndrome (Hadge. Terdapat beberapa bentuk keyboard yang pernah diciptakan yang memungkinkan menjadi penyebab . Karena pekerjaannya memerlukan pergerakan pergelangan tangan secara terus-menerus (Zikri. 3. 2010) c. Lama kerja Nurqotimah et al (2010) menjelaskan bahwa adanya hubungan antara lama kerja dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Penelitian menunjukan bahwa posisi keyboard merupakan salah satu faktor penyebab Carpal Tunnel Syndrome atau nyeri otot dan persendian. 40 pada pekerja yang telah bekerja lebih dari 4 tahun bekerja (Nurqotimah et al. Faktor workstation a. sedangkan penggunaan mouse komputer lebih dari 20 jam setiap pekan atau 3 jam 20 menit setiap harinya.

Beban tangan kiri lebih besar dari tangan kanan (56 persen). Glidden dan Soule pada tahun 1878.  Keyboard Qwerty Gambar 2.12. tetapi memiliki beberapa kelemahan dan ketidakefisienan. dibuat berdasarkan layout mesin tik. tetapi harus dilakukan oleh jari kelingking yang paling lemah (Ayunyaiko. Contoh paling nyata dari ketidakefisienan tata letak qwerty adalah pengetikan huruf ‘a’ yang cukup sering dipakai. yaitu: Qwerty. 2011). 2010). (Bagaskawarasan.Klockenberg. . dan kemudian menjadi standar mesin tik komersial pada tahun 1905. Dvorak . Tata letak ini ditemukan oleh Scholes. Meskipun tata letak qwerty sangat luas pemakaiannya. 41 Carpal Tunnel Syndrome. Keyboard Qwerty (Sumber : Ayunyaikko. 2010) Keyboard qwerty.

(Ayunyaiko. 2010)  Keyboard Klockenberg Gambar 2. dimana susunan hurufnya disusun sedemikian rupa sehingga tangan kanan dibebani lebih banyak pekerjaan dibanding dengan tangan kiri. 42  Keyboard Dvorak Gambar 2. 2010) Keyboard dvorak (1932). Keyboard Dvorak (Sumber : Ayunyaikko. 2010) Keyboard klockenberg mempunyai tombol-tombol yang dibuat lebih dekat (tipis) dengan meja kerja sehingga terasa lebih nyaman.14. Keyboard Klockenberg (Sumber : Ayunyaikko.13. . Sejumlah percobaan menunjukkan bahwa tata letak dvorak lebih efisien 10-15 persen dibanding dengan tata letak qwerty.

Bentuk dan letak mouse Mouse merupakan salah satu komponen umum dari perlengkapan komputer yang membantu orang menggunakan komputer lebih cepat dan lebih mudah. Menggunakan mouse yang kecil sering membuat lelah. dimana seluruh permukaan tangan dapat memegang. Gambar 2. Salah satu mouse yang dapat mencegah atau mendukung proses terapy CTS adalah dengan menggunakan Vertical mouse (Zikri. 43 Keyboard klockenberg tampak lucu karena dipisahkan bagian kiri dan kanannya yang relatif lebih banyak memakan ruang (Ayunyaiko. 2010). 2010). bersandar dan saat menggerakanya pun lebih mudah. karna jempol dan kelingking menahan dan menggerakan mouse. hal ini menyebabkan jari-jari cepat lelah dan pegal. untuk itu sebaiknya dalam menggunakan mouse lebih baik menggunakan mouse yang nyaman untuk di pegang. karena bentuknya yang kecil seluruh permukaan telapak tangan tidak menyentuh punggung mouse. 2010) . b.15. Vertical mouse (Sumber: Zikri.

karena kebanyakan orang yang menggunakan mouse juga menggunakan keyboard pada saat yang sama. Ini bisa menyebabkan: (Masdin. begitu seterusnya sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. maka otot-otot kecil pada tangan hampir tidak pernah istirahat. 2010) Alasan utama mengapa menggunakan mouse secara rutin bisa berbahaya adalah karena dengan menggunakan mouse perlu melakukan pergerakan kecil yang tepat dengan tangan. dan ibu jari. scrolling. otot-otot kecil bisa menjadi lelah dan overload. 2010)  Nyeri pada bagian atas tangan  Nyeri di sekitar pergelangan tangan  Nyeri di sepanjang lengan bawah dan siku . penyeretan. dan bahkan gangguan-gangguan muskuloskeletal ekstremitas atas seperti Carpal Tunnel Syndrome (CTS) (Masdin. karena setelah memegang mouse pindah ke keyboard terus pindah lagi ke mouse. jari-jari. dan mengklik mouse terus menerus. 44 Penggunaan mouse sebagai satu-satunya piranti input (seperti pada aplikasi game komputer) sebenarnya tidak berbahaya selama setting dan keadaan dimana menggunakan komputer diatur sedemikian rupa dan diselingi dengan istirahat sesekali. Akan tetapi. Dengan pengaturan posisi. nyeri.

45  Mati rasa pada ibu jari dan jari telunjuk yang bisa berkembang menjadi Sindrom Carpal Tunnel. Letak keyboard maupun mouse sebaiknya mudah digapai oleh tangan tanpa harus memanjangkan tangan terlalu lama dengan letak Keyboard harus selalu rendah. tangan boleh lebih rendah daripada bahu. Letak Keyboard dan Mouse (Sumber: Zikri.16. yaitu. antara tangan dengan bahu harus lurus. Seperti pada gambar berikut ini : (Zikri. dan pergelangan tidak boleh menggantung. tangan dijaga supaya lebih rendah dari siku. 2010) . begitu pula dengan peletakkan mouse. Tetapi tangan tidak boleh lebih tinggi. Saat menggunakan keyboard maupun mouse pengguna harus menjaga pergelangan pada posisi yang benar. 2010) Gambar 2.

Carpal Tunnel Syndrome memiliki hubungan yang positif secara signifikan dengan pengulangan pada tangan. 1987). posisi tangan yang tertekuk memiliki risiko yang lebih untuk terkena Carpal Tunnel Syndrome dan gerakan yang berulang pada tangan yang dipengaruhi oleh masa kerja dan lama kerja diidentifikasi sebagai faktor yang memberatkan untuk terjadinya Carpal Tunnel Syndrome. Disamping itu juga dipengaruhi oleh faktor tata letak (lay-out) dari peralatan kerja seperti bentuk keyboard dan letak keyboard.3. dan faktor workstation adalah faktor yang diakibatkan oleh ruang kerja yang berorientasi pada pekerjaan yang berhubungan dengan interaksi manusia terhadap peralatan secara fisik. obesitas.(Grandjean. bentuk mouse dan letak mouse serta faktor pekerja itu sendiri seperti usia dan jenis kelamin dari karyawan. Sedangkan menurut Ali (2006). faktor pekerjaan merupakan faktor yang diakibatkan oleh aktifitas tangan saat bekerja. 46 2. Berdasarkan teori-teori tersebut dapat dikatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Carpal Tunnel Syndrome adalah faktor personal yang .al (2012). dan telah dikaitkan dengan sejumlah kondisi medis seperti reumatoid arthritis. Menurut Barcenilla et.Kerangka Teori Berdasarkan teori yang diungkapkan oleh Boz (2003). trauma/ fraktur pada tangan dan diabetes mellitus. postur pergelangan tangan yang salah (postur janggal). jenis kelamin. usia. faktor yang dapat menyebabkan Carpal Tunnel Syndrome akibat melakukan pekerjaan dengan keyboard dapat dibagi menjadi 3 yaitu faktor personal merupakan faktor yang timbul dari dalam diri individu.

Grandjean (1987).  Riwayat penyakit Faktor pekerjaan :  Posisi janggal pada tangan  Masa kerja Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer  Lama kerja.  Obesitas. diabetes mellitus). Workstation :  Bentuk keyboard. sedangkan faktor workstation terdiri dari bentuk dan letak keyboard serta bentuk dan letak mouse. Sumber : Ali (2006) . 47 terdiri dari usia. Faktor pekerjaan yang terdiri dari pengulangan pada tangan (masa kerja dan lama kerja) dan posisi janggal pada tangan. Boz (2003) .  Letak keyboard. jenis kelami. obesitas dan riwayat penyakit (reumatoid arthritis. Barcenilla et al (2012).  Bentuk mouse. Faktor personal :  Jenis kelamin.  Letak mouse. fraktur.  Usia. .

Sedangkan variabel dependen adalah keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer.1 Kerangka Konsep Penelitian ini meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Variabel obesitas juga tidak diteliti karena rata-rata operator komputer tidak memiliki indeks masa tubuh > 29. Untuk variabel lama kerja tidak diteliti karena rata-rata pekerja bekerja selama 5-6 jam dalam sehari dan untuk variable riwayat penyakit (arthritis. Variabel yang diteliti terdiri dari variabel independen dan variabel dependen. diabetes. dan fraktur) tidak diteliti karena tidak ada pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh perusahaan sedangkan riwayat penyakit tersebut harus berdasarkan diagnosis dokter sehingga sulit untuk memastikan kebenaran akan riwayat penyakit yang mungkin dialami oleh responden. dan jenis kelamin. Variabel independen terdiri dari faktor personal yaitu usia. BAB III KERANGKA KONSEP. kemudian faktor pekerjaan yaitu posisi janggal pada tangan dan masa kerja. DEFINISI OPERASIONAL DAN HIPOTESIS 3. Selain itu faktor workstation juga tidak diteliti karena berdasarkan observasi terlihat bahwa bentuk keyboard dan mouse memiliki bentuk yang sama yaitu menggunakan keyboard jenis qwerty dan menggunakan mouse yang 48 .

Kerangka Konsep . Variabel Independen Faktor personal :  Jenis kelamin  Usia Variabel Dependen Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer Faktor pekerjaan :  Posisi janggal pada tangan  Masa kerja Gambar 3. dan untuk letak atau posisi keybord dan mouse juga tidak diteliti karena berdasarkan observasi letak atau posisi keyboard dan mouse berada pada posisi yang sama yaitu di depan layar dengan letak yang lebih rendah dari siku. sehingga hal ini menjadi suatu kekurangan dalam penelitian.1. 49 berukuran kecil dengan bentuk yang sama.

. sakit.2 Definisi operational No Variabel dependen Definisi Alat ukur Cara ukur Hasil ukur Skala 1 Dugaan Carpal Tunnel Terdapatnya salah Kuesioner dan Pengisian 0. Ya . jika tidak merasakan gejala CTS secara terus menerus/ slama 1 minggu dan hasil skor pada kuesioner untuk keluhan subyektif adalah < 3 dan negative test Phalen’s. 50 3. 1. Tidak. menerus/ slama 1 selama 1 menit mati rasa/ baal pada minggu dan hasil pergelangan tangan. skor pada kuesioner untuk keluhan subyektif adalah ≥ 3 dan positive test Phalen’s. jika Ordinal Syndrome satu atau lebih stopwatch kuesioner oleh merasakan gejala gejala parastesia/ pekerja dan CTS secara terus phalen’s test kesemutan.

≥ 30 tahun sampai dengan pekerja. ergonomis sehingga mouse maupun dan atau 4. 2006 . wanita Nominal seseorang administrated kuesioner oleh 1.2. jika tekanan pada saraf kemudian pada lembar median di dibandingkan observasi pergelangan tangan dengan posisi hasilnya adalah . (Ali. Benar . Pria berdasarkan pekerja perbedaan anatomi dan fisiologi 2 Usia Lama hidup Kuesioner Pengisian 0. 51 No Variabel Independen Definisi Alat ukur Cara ukur Hasil ukur Skala Faktor Personal 1 Jenis Kelamin Kondisi fisik Self Pengisian 0.3. jika pada Ordinal tangan menggunakan langsung posisi lembar mouse maupun atau letak observasi keyboard yang tangan saat hasilnya adalah ekstrim atau tidak menggunakan nomor 1. < 30 tahun Ordinal responden dihitung kuesioner oleh 1. ulang tahun terakhir Kurniawan. 2008) Faktor pekerjaan 1 Posisi janggal pada letak tangan saat Observasi Croscek secara 0. menyebabkan keyboard yang 1. Salah.

52 tangan yang nomor 5 dan benar ataupun atau 6. 2 Masa kerja Waktu yang telah kuesioner Pengisian 0. < 4 tahun Ordinal dijalani oleh kuesioner oleh 1. ≥ 4 tahun responden di ruang pekerja (Nurqotimah et al. operasi komputer 2010) untuk bekerja dengan menggunakan komputer hingga waktu pengukuran . salah.

. Hipotesis 1. Ada hubungan antara masa kerja dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. 3. 4. Ada hubungan antara posisi janggal pada tangan dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. Ada hubungan antara usia dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. 2. Ada hubungan antara jenis kelamin dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. 53 3.3.

Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli Tahun 2012. 54 . 4. Jakarta Selatan. Peneliti memilih untuk menggunakan desain cross sectional karena lebih mudah dilakukan. waktu yang digunakan lebih efisien dan sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk diketahuinya Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. 2010). Pengambilan data variabel dependen dan independen dilakukan dalam satu waktu yaitu waktu yang bersamaan (Suparyanto.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum. BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode analitik dan menggunakan desain cross sectional.

2. Pegawai yang bekerja di bagian sekretariat dan memiliki indeks masa tubuh > 29. dan fraktur pada tangan. Tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus. dan belum mengalami menopause. 55 4. Pada penelitian ini yang menjadi sampel yaitu operator computer pada bagian sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi sebagai berikut :  Kriteria Inklusi 1.  Kriteria Ekslusi 1. 2. Wanita yang tidak sedang hamil. arthritis reumatoid. Sampel penelitian adalah elemen-elemen populasi yang dipilih berdasarkan kemampuan mewakilinya. Adapun jumlah operator computer pada bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum adalah 240 orang. menyusui.3 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh operator komputer di bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum. . Pegawai yang bekerja di bagian sekretariat dan menggunakan komputer kurang dari 4 jam selama 8 jam kerja.

8 %. populasi yang memiliki carpal tunnel syndrome pada laki. Adapun spesfikasinya yaitu: 1. (Z1 − α/2 2P (1 − P ) + Z1 − β P1(1 − P1) + P2(1 − P2)) sampel (n) = ( 1 − 2) Keterangan : n : Jumlah sampel minimal yang diperlukan P1 : proporsi kejadian pada salah satu partisipasi kelompok tertentu P2 : proporsi kejadian pada salah satu partisipasi kelompok tertentu P: : Rata-rata proporsi ((P1 + P 2 )/2) Z1-α/2 : derajat kemaknaan α pada dua sisi (two tail) yaitu sebesar 5 % = 1.96 Z1-β : Kekuatan uji 1-β yaitu sebesar 95% = 1. Pada penelitian ini. Jenis kelamin Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ali (2006) tentang computer professional dan Carpal Tunnel Syndrome (CTS).5 % dan pada perempuan (P2) sebesar 6. peneliti menggunakan tingkat kepercayaan 95% dengan memakai derajat kemaknaan 5% dan kekuatan uji 95%. 56 Jumlah sampel pada penelitian ini adalah ditentukan dengan menggunakan rumus besar sampel uji hipotesis 2 proporsi. .64 Perhitungan sampel akan dilakukan berdasarkan variabel yang akan diteliti yang telah dilakukan oleh penelitian-penelitian sebelumya.laki (P1) adalah sebesar 14.

Masa kerja Variabel masa kerja. ASTRA International TBK-Head Office Sunter II. 4. diketahui proporsi pada populasi yang memiliki postur janggal pada saat bekerja dan memiliki Carpal Tunnel Syndrome (P1) sebesar 52. Usia Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ali (2006) tentang computer professional dan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). berdasarkan penelelitian Ali (2006) diketahui proporsi pada populasi yang bekerja ≤ 4 tahun dan memiliki Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah sebesar 6. Posisi janggal pada tangan Variabel posisi janggal/ ekstrim pada tangan. sedangkan proporsi pada populasi dengan tidak melakukan postur janggal pada saat bekerja dan memiliki Carpal Tunnel Syndrome (P2) adalah sebesar 20 %. 57 2.7 %.9 %.4 % dan pada usia > 30 tahun (P2) sebesar 22. berdasarkan penelelitian Febriana (2009) tentang Gambaran Faktor-Faktor Risiko Carpal Tunnel Syndrome di PT. . sedagkan proporsi pada populasi yang bekerja > 4 tahun dan memiliki carpal tunnl syndrome adalah sebesar 6.94 %. 3. populasi yang memiliki carpal tunnel syndrome pada usia ≤30 tahun (P1) adalah sebesar 12.17 %.

Kuesioner Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden salah satunya berbentuk kuesioner.107 Usia P1 = 12. 4.066 Berdasarkan perhitungan sampel maka didapatkan sampel sebanyak 98 orang.= 0.068)/2 = 0. Untuk menghindari missing maka sampel ditambah menjadi 102 sampel operator komputer.4 Instrumen Penelitian Adapun instrument yang digunakan dalam peneitian ini adalah: 1.20 P =(0.227)/2 = 0.5 % = 0.124+0.145+0.= 0.20)/2= 0.7 %. 58 Berdasarkan keterangan diatas maka. didapatkan kebutuhan sampel per variabel yang diteliti dari penelitian sebelumnya yaitu: Variabel Diketahui Sampel total Jenis Kelamin P1 = 14.529 49 x 2 = 98 P2 = 20 %.068 P = (0.0617 16300 x 2 = 32600 P2 = 6.= 0.529+0.9 %.175 Postur janggal P1 = 52.0694 P =(0.396 Massa kerja P1 = 6. .= 0.8 %.0694)/2 =0.145 410 x 2 = 820 P2 = 6.227 P = (0. = 0.94 %. Kuesioner merupakan pertanyaan terstruktur yang diisi sendiri oleh responden atau diisi oleh pewawancara yang membacakan pertanyaan dan kemudian mencatat jawaban yang berikan oleh responden.17 %.0617+0.124 338x 2 = 676 P2 = 22. = 0.4 % = 0.

serta faktor pekerjaan yang terdiri dari massa kerja. hasil memberikan sensitivitas 85% untuk penggabungan skor kuesioner 92% untuk studi konduksi saraf. 2004) . faktor personal yang terdiri dari jenis kelamin dan usia. (Barnardo. 59 Pertanyaan yang akan diberikan pada kuesioner ini adalah pertanyaan menyangkut fakta dan pendapat responden yang terkait dengan carpal tunnel syndrome yang dirasakan oleh pekerja. Yang terpenting memberikan nilai positif hingga 90% untuk kuesioner dan 92% untuk studi konduksi saraf. Gejala yang diambil adalah sebagai standar emas untuk Carpal Tunnel Syndrome (CTS). berdasarkan pekerjaan sebelumnya oleh Levine et al. Khusus kuesioner untuk mendiagnosis CTS adalah kuesioner yang telah dikembangkan oleh Kamath dan Stothard. Adapun variabel yang dapat diketahui dengan questioner yaitu yaitu keluhan carpal tunnel syndrome. Dimana skor 3 kebawah diprediksi normal sedangkan jika skor 3 atau lebih dari 3 maka berhubungan dengan konduksi saraf dan beresiko mengalamai Carpal Tunnel Syndrome (CTS) .

Stopwatch Stopwatch adalah alat yang digunakan untuk mengukur lamanya waktu yang diperlukan dalam melakukan test berupa phallen’s test. waktu dalam pengukuran tersebut sudah ditetapkan selama 1 menit. . Kuesioner Klinis Untuk Diagnosis CTS (Sumber: Barnardo.1. 2004) 2. 60 Gambar 4.

Bila dalam waktu 1 meniit timbul gejala-gejala seperti gejala CTS. Gambar 4.2. Tes ini dikatakan baik jika punggung telapak tangan satu dengan yang lain saling menempel dan adanya penekanan dari kedua tangan dengan keadaan horisontal. 2007) 4. Observasi Melakukan pengamatan secara langsung dengan adanya lembar check list yang berisi daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati. Phallen test (Sumber: Rusdi. 61 3. . maka tes ini dapat menyokong diagnose CTS. Variable yang dapat diketahui dengan observasi adalah posisi janggal pada tangan. Phallen’s test Tes ini dilakukan dengan meminta pekerja untuk melakukan fleksi dan hiperfleksi pergelangan tangan menetap berlawanan satu sama lain selam 60 detik.

Carpal tunnel syndrome Carpal tunnel syndrome dapat diketahui dengan menanyakan adanya keluhan yang dirasakan yang berlangsung secara terus menurus pada berbagai kesempatan atau yang berlangsung selama 1 minggu serta menanyakan beberapa gejala carpal tunnel syndrome yang dapat dirasakan oleh responden.5 Metode Pengumpulan Data 1. Jika responden memiliki skor ≥ 3 maka dikatakan bahwa responden mengalami keluhan sedangkan jika responden memiliki skor < 3 maka responden tidak mengalami keluhan. Data primer Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari pekerja di Bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dengan menggunakan alat ukur berupa kuesioner. 62 4. Data primer yang akan diteliti antara lain: a. jika dalam 1 menit timbul gejala seperti kesemutan. . serta dengan melakukan test berupa Phalen’s test selama 1 menit. dimana terdapat skor yang memastikan bahwa responden mengalami keluhan atau tidak. mati rasa atau sakit maka dikatakan positive sedangkan bila tidak merasakan gejala tersebut dikatakan negative.

Dengan waktu pengamatan untuk masing-masing responden selama ± 1 menit. . Posisi janggal pada tangan Posisi janggal pada responden dapat dikatahui melalui observasi langsung dengan membawa lembar check list dimana terdapat gambar yang menunjukkan posisi tangan saat menggunakan mouse ataupun keyboard. e. d. Masa kerja Masa kerja dapat diketahui dengan menanyakan langsung kepada responden melalui kuesioner dan dibandingkan dengan laporan pekerja. Usia Usia dapat ditanyakan kepada responden melalui kuesioner penelitian dan melakukan pengecekan KTP pada pekerja. Jenis kelamin Jenis kelamin dapat ditanyakan kepada responden melalui kuesioner penelitian dengan memilih jawaban antara pria dan wanita. c. 63 b.

relevansi jawaban dan keseragaman suatu pengukuran. maka analisis data merupakan suatu langkah penting dalam penelitian. Data yang telah terkumpul akan diolah dan dianalisis dengan menggunakan program komputer.6 Pengolahan Data Untuk memperoleh suatu kesimpulan masalah yang diteliti. Mengkode jawaban adalah merubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka. Data sekunder Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui dokumen atau catatan dari perusahaan yang dibutuhkan dalam penelitian. 2. Proses codingpada penelitian ini.  Variabel Carpal Tunnel Syndrome Ya (0) Tidak (1) . 64 2. seperti profil perusahaan dan jumlah pekerja. variabel indepent dan dependent akan diberi kode untuk memudahkan dalam menganalisa yaitu. 4. Editing adalah pekerjaan memeriksa validitas data yang masuk sepertimemeriksa kelengkapan pengisian kuesioner. Coding adalah kegiatan untuk mengklasifikasikan data dan jawaban menurutkategori masing-masing sehingga memudahkan dalam pengelompokan data. konsistensi antarjawaban. kejelasan jawaban. Proses pengolahan data meliputi: 1.

7 Analisis data 1. disusun. 4. Hasil analisi berupa distribusi dan prosentase pada tiap variabel. tujuan untuk menjelaskan/mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti. karakteristik pekerjaan.menggunakan kartu. Mengetahui gambaran karakteristik responden. Pada prinsipnya. Analisis univariat Analisis ini dilakukan pada masing-masing variabel. dan ditata untuk disajikan dan proses tabulasi dapat dilakukan dengan berbagai cara antra lain : dengan metode talley. 65  Variabel jenis kelamin Perempuan (0) Laki-laki (1)  Variabel usia < 30 tahun (0) ≥ 30 tahun (1)  Variabel posisi janggal Janggal (0) Tidak janggal (1)  Variabel massa kerja < 4 tahun (0) ≥ 4 tahun (1) 3. Tabulating adalah merupakan pengorganisasian data sedemikian rupa agardengan mudah dapat dijumlah. dan menggunakan komputer. 4. dan gambaran tentang carpal tunnel syndrome dalam bentuk tabel-tabel . Entry adalah kegiatan memasukan data yang telah didapat kedalam programkomputer yang telah ditetapkan.

05 artinya data sampel tidak mendukung adanya hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Pengolahan data dilakukan dengan perangkat komputer dengan derajat kemaknaan yang digunakan. sebaliknya apabila p value > 0. Uji yang digunakan untuk analisis yang berbentuk data kategorik yaitu uji Chi-square dengan derajat kemaknaan 5%. 66 2. Analisis bivariat Analisa dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.05 maka dapat berarti data sampel mendukung adanya hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. . masa kerja dan posisi janggal pada tangan untuk mengetahui hubungan dengan dengan Carpal Tunnel Syndrome. p value ≤ 0. Pada uji Chi-square dilakukan pada variabel jenis kelamin. usia.

Setiap meja pekerja disediakan 1 unit komputer 21 inch dengan bentuk dan letak keyboard serta mouse yang sama. publikasi. Pengumpulan.1. pengolahan dan penyajian serta koordinasi tentang rencana dan program kerja pemeriksaan 2. dan dokumentasi. Penyusunan program kerja Inspektorat Jenderal jangka panjang. Rencana dan program 1. Adapun tugas-tugas yang harus dilakukan oleh masing-masing bagian tersebut adalah sebagai berikut: a. dinding ruangan yang berwarna putih dan terdapat AC sentral. Tipe keyboard yang digunakan oleh seluruh operator adalah qwerty. Dalam Sekretariat Inspektorat Jenderal terdapat empat bagian yang meliputi bagian rencana dan program. bagian evaluasi laporan hasil pengawasan. serta bagian umum. Penyusunan rencana program kerja pemeriksaan tahunan dan khusus 67 . menengah dan tahunan 3. Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Salah satu bagian yang terdapat dalam Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum adalah bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal yang bertugas dalam melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. BAB V HASIL 5. Masing masing dari bagian tersebut memiliki lingkungan kerja dengan luas sekitar 25m x 25. bagian hukum.

BPK RI. publikasi dan dokumentasi 1. Penyiapan pelaksanaan pengelolaan dokumentasi pengawasan dan perpustakaan d. Bagian umum Melaksanakan tugas tata usaha. pengolahan. rumah tangga. 68 b. Penyiapan bahan pemantauan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan inspektorat Jenderal. Hukum. Kejakasaan Agung dan pengawasan masyarakat c. kepegawaian dan pelaksanaan urusan keuangan dengan sistem akuntansi keuangan. BPKP. dan administrasi laporan pengawasan 2. Penyiapan. pengumpulan. . Evaluasi laporan hasil pengawasan 1. Penyiapan pelaksanaan analisis dan evaluasi hukum serta penyususnan rancangan peraturan undang-undang 2.

Sedangkan responden yang diduga tidak mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sebanyak 36 (35. Analisis Univariat 5. Dan jika distribusi responden yang berisiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dilihat berdasarkan masing-masing bagian maka dapat dilihat sebagai berikut : .3%) responden.1. didapatkan persentase dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sebagai betikut : Tabel 5.1 Distribusi Responden Berdasarkan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Dugaan Jumlah (n) Persentasi (%) Ya 66 64.7 Tidak 36 35. 69 5.2.7%) responden. diketahui bahwa sebagian besar responden beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 66 (64.1.2. Dugaan Carpal Tunnel Syndrome pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Pada operator komputer bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum.3 Jumlah 102 100 Berdasarkan tabel 5.

1 diketahui bahwa risiko dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada masing-masing bagian didapatkan bahwa pada bagian rencana dan program dari 20 responden sebagian besar berisiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebesar 12. publikasi umum program hasil pengawasan dan dokumentasi Bagian dalam sekretariat Grafik 5.76% ≠CTS 9. . 70 30% 25% 24.69% CTS 12.80% 5% 6.75%.51% sedangkan yang tidak berisiko adalah sebesar 12.86% 6.75% 12.75% 10% 11.86%.51% 20% 15% 15. Pada bagian evaluasi laporan hasil pengawasan dari 38 responden didapatkan bahwa sebagian besar berisiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebesar 28.88% 0% rencana dan evaluasi laporan hukum.75% sedangkan yang tidak berisiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah sebesar 6. Pada bagian hukum.1 Risiko Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Computer di Masing-Masing Bagian Berdasarkan grafik 5.

Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat dilihat dengan penegakan diagnosis berupa adanya keluhan gejala yang dirasakan oleh responden yang berlangsung sedikitnya 1 minggu atau bila tidak terjadi secara terus menerus pada berbagai kesempatan. Dan pada bagian umum dari 18 responden sebagian besar berisiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebesar 11.69% sedangkan yang tidak berisiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah sebesar 9. Gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu kesemutan. dan kuesioner. phalen’s test. dan sakit. Persentase gejala yang dialami oleh responden dapat dilihat pada grafik berikut : .80%. Baik hanya salah satu gejala yang dirasakan atau bahkan lebih dari satu gejala.88%.76% sedangkan yang tidak berisiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah sebesar 6. mati rasa. 71 publikasi dan dokumentasi dari 26 responden didapatkan bahwa sebagian besar berisiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebesar 15.

80% 10% 6. mati rasa sebayak 6.9%.1%.90% 5% 1% 2% 0% Keluhan yang dirasakan Grafik 5. yang merasakan ketiganya yaitu sebanyak 2%. 72 50% 46.3%) responden. Kemudian responden yang positif ketika dilakukan pemeriksaan diagnostic berupa Phalen’s test adalah sebanyak 87 (85.10% 45% 40% 35% 30% 25% 20% 15% 8.2 Persentase Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Berdasarkan grafik 5. dan yang paling sedikit adalah sakit yaitu hanya 1%. kesemutan dan sakit sebanyak 3.9%. Dan hasil dari kuesioner didapatkan responden yang memiliki skor ≥ 3 .1 keluhan gejala yang yang paling banyak dirasakan oleh responden yang berlangsung sedikitnya 1 minggu atau bila tidak terjadi secara terus menerus pada berbagai kesempatan yaitu kesemutan sebanyak 46.90% 3.8%. kemudian kesemutan dan mati rasa sebanyak 8.

20% 40% 35% 29. .40% 30% 25% 20% 14.20% 38.20% 39.2% dan bangun pada malam hari karena kesemutan pada tangan sebanyak 39.3 Distribusi Hasil Kuesioner Pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Berdasarkan grafik 5.90% 5% 0% bangun bangun sakit dan tetap kelingking tangan sakit pd malam hari malam hari kesemutan kesemutan kesemutan kesemutan leher karena karena pd tangan dan mati & mati rasa sakit pd kesemutan waktu pagi rasa saat saat tangan pd tangan tangan aktifitas digerakan hasil kuesioner Grafik 5.3%) responden dengan spesifikasi dari hasil kuesioner yang paling banyak dirasakan oleh responden sebagai berikut : 45% 41.70% 14.2 dapat diketahui bahwa yang paling banyak dialami oleh responden adalah sakit pada leher yaitu sebanyak 41.70% 15% 10% 3. 73 adalah sebanyak 89 (87.2%.

4%).6 ≥ 30 29 28.9 Usia < 30 73 71.1%).6 %) dan sisanya adalah responden yang memiliki usia ≥ 30 yaitu sebanyak 29 orang (28. .2.4 Berdasarkan tabel 5. 74 5. Faktor Personal (Jenis Kelamin dan Usia) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Pada operator komputer bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum didapatkan distribusi jenis kelamin dan usia sebagai berikut : Tabel 5.2 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis kelamin dan Usia pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Variabel Kategori Jumlah (n) Persentasi (%) Jenis Kelamin Perempuan 45 44. Untuk usia diketahui bahwa sebagian besar responden adalah yang memiliki usia < 30 tahun yaitu 73 orang (71.2 diketahui sebagian besar responden adalah laki-laki yaitu sebanyak 57 orang (55.1 Laki-laki 57 55.9%) dan responden perempuan adalah sebanyak 45 orang (44.2.

3%).3 Berdasarkan tabel 5.7 %) dan sisanya adalah responden yang bekerja ≥ 4 tahun yaitu sebanyak 37 orang (36.1%). Untuk masa kerja diketahui bahwa sebagian besar responden yang bekerja dengan masa kerja < 4 tahun yaitu 65 orang (63.1 Masa kerja < 4 tahun 65 63.2.9 Tidak Janggal 45 44.3.3 diketahui responden yang menggunakan mouse dan keyboard dengan posisi janggal pada tangan adalah sebanyak 57 orang (55.Faktor Pekerjaan (Posisi Janggal pada Tangan dan Masa Kerja) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Pada operator komputer bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum diketahui gambaran posisi janggal pada tangan dan masa kerja sebagai berikut : Tabel 5.3 Distribusi Responden Berdasarkan Posisi Janggal dan Masa Kerja pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Variabel Kategori Jumlah (n) Persentasi (%) Posisi Janggal Janggal 57 55. 75 5. .9%) dan responden yang menggunakan mouse dan keyboard dengan posisi tidak janggal pada tangan adalah sebanyak 45 orang (44.7 ≥ 4 tahun 37 36.

76 Berdasarkan observasi penggunaan keyboard dan mouse.80% 60% 52. .8%. persentase penggunaan keyboard ataupun mouse yang janggal pada operator adalah sebagai berikut : 80% 58. Dan untuk penggunaan mouse yang janggal pada operator komputer berdasarkan hasil observasi adalah sebesar 52.1%.90% 47.3 diketahui bahwa persentase penggunaan keyboard yang janggal pada operator komputer berdasarkan hasil observasi adalah sebesar 41.4 Persentase Hasil Observasi Posisi Janggal Saat Penggunaan Mouse ataupun Keyboard Oleh Operator Komputer di Bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Berdasarkan grafik 5.9 sedangkan yang tidak janggal adalah sebesar 47.2 % sedangkan yang tidak janggal adalah sebesar 58.10% 41.20% 40% janggal 20% tidak janggal 0% keyboard mouse Hasil observasi posisi janggal Grafik 5.

4 dapat diketahui bahwa responden yang berjenis kelamin perempuan sebagian besar berisiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 28 orang (62.797 Kelamin Laki-laki 38 66.2%). .4 Analisis Hubungan antara Jenis Kelamin dan Usia dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Variabel Kategori Ya Tidak Total Pvalue (102) n % n % n % Jenis Perempuan 28 62.000 ≥ 30 29 100 0 0 9 100 a.3.7 19 33.3. Hubungan Faktor Personal (Jenis kelamin dan Usia) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Adapun hasil statistik hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 adalah sebagai berikut : Tabel 5. 77 5. Hubungan antara jenis kelamin dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome Berdasarkan tabel 5.3 93 100 0.1. Analisis Bivariat 5.7 36 49.2 17 37.3 57 100 Usia < 30 37 50.8 45 100 0.

797 artinya pada α 5% diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan jenis kelamin pada operator komputer bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012.000 artinya pada α 5% diketahui bahwa ada hubungan signifikan antara dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan usia pada operator komputer bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012.3%). .7%). sedangkan yang tidak beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 36 orang (49. Hubungan antara usia dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome Berdasarkan tabel 5. Pada responden yang berusia ≥ 30 seluruhnya beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 29 orang (100%).4 dapat diketahui bahwa responden yang berusia < 30 sebagian besar beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 37 orang (50. b. Berdasarkan hasil statistic Chi Square didapatkan Pvalue sebesar 0.7%). Berdasarkan hasil statistic Chi Square didapatkan Pvalue sebesar 0. 78 Sedangkan responden yang berjenis kelamin laki-laki sebagian besar juga beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 38 orang (66.

3 45 100 Janggal Masa Kerja < 4 tahun 33 50.000 ≥ 4 tahun 33 89.3.8 37 100 a.2 21 36.2 4 10.Hubungan Faktor Pekerjaan (Posisi Janggal Pada Tangan dan Masa Kerja) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Adapun hasil statistik hubungan antara posisi janggal pada tangan dan masa kerja dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 adalah sebagai berikut : Tabel 5.8 57 100 0.5 Analisis Hubungan antara Posisi Janggal pada Tangan dan Masa Kerja dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Variabel Kategori Ya Tidak Total (102) Pvalue n % n % n % Posisi Janggal 36 63.8 32 49.5 dapat diketahui bahwa responden yang melakukan posisi janggal pada tangan sebagian besar beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 36 .2 65 100 0.873 Janggal Tidak 30 66.7 15 33. Hubungan antara posisi janggal pada tangan dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome Berdasarkan tabel 5. 79 5.2.

Hubungan antara masa kerja dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome Berdasarkan tabel 5. Pada responden yang tidak melakukan posisi janggal pada tangan sebagian besar juga beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 30 orang (66.5 dapat diketahui bahwa responden yang bekerja dengan masa kerja ≥ 4 tahun sebagian besar beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 33 orang (89. Sedangkan responden yang bekerja dengan masa kerja < 4 tahun sebagian besar juga beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 33 orang (50.2%). sedangkan yang tidak beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 15 orang (33.3%). Berdasarkan hasil statistic Chi Square didapatkan Pvalue sebesar 0.2%).873 artinya pada α 5% diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan posisi janggal pada operator komputer bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012.8%).000 artinya pada α 5% diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan masa kerja pada operator komputer . 80 orang (63. sedangkan yang tidak beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 21 orang (36. b.7%).8%). Berdasarkan hasil statistic Chi Square didapatkan Pvalue sebesar 0.

81 bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. .

untuk itu sebaiknya bagi peneliti selanjutnya saat menentukan posisi janggal pada tangan dilakukan dalam waktu yang cukup lama. sehingga adanya kemungkinan bahwa gerakan tersebut bukanlah gerakan yang paling sering dilakukan. 82 . yaitu : 1. sehingga bagi peneliti selanjutnya sebaiknya saat melakukan pemeriksaan fisik didampingi oleh tenaga medis. kuesioner. Keterbatasan Penelitian Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data primer yang didapatkan dengan observasi langsung pada operator untuk faktor pekerjaan berupa posisi janggal dan melakukan test untuk memastikan dugaan terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS) serta menggunakan kuesioner untuk survey pekerja. Observasi langsung pada faktor pekerjaan berupa posisi janggal pada tangan hanya dilakukan pada satu waktu sehingga penilaian akan posisi janggal hanya berdasarkan saat itu.1. Hasil penelitian untuk variabel dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer berdasarkan dari gabugan antara adanya keluhan berupa gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS). 2. dan pemeriksaan fisik berupa Phalen’s test tanpa didampingi oleh tenaga medis. BAB VI PEMBAHASAN 6. Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini.

dan akhirnya menekan saraf medianus. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap para operator komputer bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 didapatkan hasil bahwa sebagian besar (64. sehingga mungkin adanya beban kerja yang berbeda antara keduanya yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. (Aizid. 83 3. Penekanan saraf medianus ini lebih lanjut akan menyebabkan kecepatan hantar (konduksi) dalam serabut sarafnya terhambat. Penilaian atas terjadinya dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terhadap para operator komputer bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 didapatkan dengan melakukan pemeriksaan fisik . Peradangan tersebut mengakibatkan jaringan disekitar saraf menjadi bengkak. sendi menjadi tebal. 2011). Sedangkan operator komputer yang tidak beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome adalah sebesar (35. sehingga menyebabkan berbagai gejala pada tangan dan pergelagan tangan. 6.3%). Pada penelitian ini pengambilan sampel tidak memperhitungkan berdasarkan status pegawai PNS ataupun outschorsing.2 Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat terjadi akibat adanya proses peradangan pada jaringan-jaringan di sekitar saraf medianus (tendon dan teosynovium) yang ada dalam terowongan karpal.7%) operator komputer beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

(American Academy Of Orthopedic Surgeons. 2002). maka tes ini dapat menyokong diagnose CTS. kesemutan (parastesia) atau sakit. 2009). Barnardo. Sedangkan responden yang mengalami keluhan yang berlangsung . Gejala biasanya dimulai secara bertahap. bahwa Gejala sering memburuk pada malam hari dan dapat membangunkan pasien dari tidur. 2004 . Namun gejala berupa bangun di malam hari merupakan karakteristik dari carpal tunnel syndrome. 84 berupa Phalen’s test. paresthesia siang hari menjadi umum dan sering diperburuk oleh kegiatan sehari-hari. 2004). dan memegang buku atau telepon. seperti mengemudi.3% responden yang mengalami gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS) saat dilakukan pemeriksaan. menanyakan adanya keluhan berupa gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator yang berlangsung sedikitnya satu minggu atau bila tidak terjadi secara terus menerus pada berbagai kesempatan. Ketika kondisi memburuk. Begitu juga yang diungkapkan oleh Fuller at al (2010). gejala awalnya datang dan pergi dengan lebih banyak ditandai dengan kejadian parastesia (seperti kesemutan. dan dengan kuesioner. Mereka dapat dikelola secara efektif dengan waktu malam dilakukan bidai atau belat pada pergelangan tangan (Trumble. (Rambe. sampai ke hipoanastesia (baal sampai hilangnya rasa raba). Phalen’s test dilakukan dengan meminta pekerja untuk melakukan fleksi atau menyatukan kedua pergelangan tangan kearah bawah sejauh yang pasien bisa selama 60 detik. menyisir rambut. namun dengan seiring waktu gejala tersebut mungkin menjadi konstan. Hasil dari pemeriksaan phalen’s test terdapat 85. Bila dalam waktu 1 menit timbul gejala-gejala seperti gejala CTS yaitu mati rasa. rasa terbakar).

Jika tangan digunakan untuk melakukan aktivitas secara terus-menerus akan timbul peradangan pada jaringan-jaringan di sekitar saraf medianus (tendon dan tenosynovium) dalam terowongan karpal. . Dampaknya.2%. operator komputer bagian Sekretariat di Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 biasanya menggunakan komputer dalam jangka waktu yang lama secara terus menerus. dilanjutkan terjadinya peradangan. Dengan keluhan yang paling banyak dialami adalah kesemutan yaitu sebanyak 46. sehingga terjepitlah nervus medianus yang akhirnya menimbulkan gejala terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS).3%. (Aizid.1 %. Menurut Aizid (2011) pekerja kantoran menggunakan komputer yang umumnya menggunakan kombinasi antara kekuatan dan pengulangan gerakan yang sama pada jari-jari dan tangan. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan. dan akhirnya menekan saraf medianus. sendi menjadi tebal. terutama saat banyaknya laporan yang harus dibuat atau dievaluasi sehingga pergelangan tangan digunakan secara berulang dalam menekan tuts keyboard dan menggunakan mouse. Sedangkan keluhan berdasarkan kuesioner diagnosis Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang paling banyak dialami adalah sakit pada leher yaitu sebanyak 41.2% dan bangun pada malam hari karena rasa kesemutan pada tangan sebanyak 39. akan meningkatkan tekanan dalam tunnel. (seperti memegang mouse dan mengetik) dalam waktu lama dan tanpa istirahat. jaringan di sekitar saraf menjadi bengkak. 85 sedikitnya satu minggu atau bila tidak terjadi secara terus menerus pada berbagai kesempatan adalah sebanyak 68. 2011).

Agar menjadi efektif. 86 Dengan begitu dapat dikatakan bahwa sikap kerja operator komputer dapat memicu untuk menimbulkan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) karena saat mengetik operator melakukan gerakan tangan yang berulang-ulang dengan kekuatan. senam gerakan pergelangan-tangan ini harus dilakukan saat memulai pekerjaan. . Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan suatu upaya untuk mencegah dan meminimalisasi timbulnya Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer dengan melakukan suatu upaya promotif yang dapat dilakukan oleh perusahaan dengan membuat poster ataupun stiker bergambar mengenai gerakan- gerakan senam yang perlu dilakukan oleh operator sebelum memulai pekerjaan ataupun selama waktu-waktu jeda. Kemudian bagi operator yang terbangun malam hari karena merasakan sakit ataupun kesemutan pada tangan dapat dilakukan terapi konservatif yang dapat dikelola secara efektif dengan pemasangan bidai atau belat pada pergelangan tangan secara terus menerus atau hanya pada malam hari selama 2- 3 minggu. Sedangkan bagi operator sebaiknya melakukan senam pemanasan selama lima menit sebelum memulai bekerja. dan posisi tangan yang statis. Berdasarkan penelitian intensif yang telah dilakukan oleh American Academy of Orthopaedic Surgeons telah menemukan bahwa senam gerakan pergelangan-tangan telah dibuktikan mengurangi tekanan saraf medianus dan mengurangi kemungkinan terjadinya Carpal Tunnel Sindrom.

Berdasarkan tabel 5.6 kali lipat lebih besar dibandingkan laki-laki.3 Hubungan antara Faktor Personal (Jenis Kelamin Dan Usia) dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) 6.1 Hubungan antara Jenis Kelamin dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Jenis kelamin adalah perbedaan kondisi fisik laki-laki maupun perempuan berdasarkan perbedaan anatomi dan fisiologi. 87 6.6 diketahui bahwa resiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) banyak dialami oleh operator komputer yang berjenis kelamin laki-laki. Dan Ashworth (2009) juga menjelaskan bahwa Laki-laki menunjukkan peningkatan kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) secara bertahap dengan meningkat sampai usia lanjut. yaitu 3. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan dimana keduanya melakukan suatu pekerjaan tertentu secara terus menerus.3. hal tersebut secara umum konsisten dengan konsep . sedangkan wanita memuncak setelah menopause. Hasil tersebut tidak sesuai dengan pernyataan Mattioli et al (2008) yang menyatakan bahwa Carpal Tunnel Syndrome (CTS) lebih mempengaruhi perempuan dari laki-laki. Hal ini disebabkan oleh perbedaan anatomi tulang karpal. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome. dimana tulang pergelangan tangan pada wanita secara alami lebih kecil sehingga menciptakan ruang yang lebih ketat di mana saraf dan tendon harus lurus.

2010). disebabkan oleh retensi cairan (edema). sehingga tekanan ditempatkan pada saraf median. Namun beberapa wanita tidak mengalami gejala sampai setelah melahirkan dan awal menyusui. 2009) Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada penelitian ini mungkin dikarenakan perempuan yang berisiko akibat adanya komponen hormonal seperti menopause. dimana tulang pergelangan tangan pada wanita secara alami lebih kecil sehingga menciptakan ruang yang lebih ketat. Sedangkan perubahan hormon menopause dapat menempatkan perempuan pada risiko lebih besar untuk mendapatkan CTS karena struktur pergelangan tangan membesar dan dapat menekan pada saraf pergelangan tangan. pergelangan kaki dan kaki) menyebabkan pembengkakan di daerah tersebut. Menyusui sementara menurunkan kadar hormon steroid alami. Selama kehamilan dapat menempatkan perempuan hamil berisiko lebih besar untuk mendapatkan CTS. dan menyusui telah dikeluarkan dalam penelitian ini sehingga risiko pada wanita dalam penelitian ini hanya disebabkan oleh adanya perbedaan anatomi tulang karpal. (Haque. wanita hamil. Sedangkan menurut Asworth (2009) terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada . di mana penumpukan cairan yang sering terjadi pada tangan dan lengan (dan juga dalam. Edema dapat terjadi selama kehamilan. yang mempertinggi potensi peradangan (Sheila. 88 bahwa pada wanita mungkin ada komponen hormonal dalam penyebab Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

. dalam penelitiannya menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak berhubungan dengan CTS karena perempuan cenderung memiliki kekuatan yang lebih rendah dibanding dengan laki-laki. Selain itu sebuah penelitian menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakan secara statistik risiko CTS pada laki-laki dan perempuan pada posisi data entry (McDiarmid M. Sedangkan pada penelitian ini jumlah wanita yang berusia lebih dari 30 lebih sedikit dibandingkan dengan wanita yang berusia kurang dari 30. et al. dimana wanita lebih berisiko CTS antara usia 45 dan 54. Hal ini sejalan dengan penelitian Febriana (2009) yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara variabel jenis kelamin dengan risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Seperti pada grafik dibawah ini : . 1999). hal tersebut secara umum konsisten dengan konsep bahwa pada wanita mungkin ada komponen hormonal. risiko meningkat bagi pria dan wanita dengan bertambahnya usia mereka (Asworth. Seperti yang diungkapkan oleh Burt et al. 89 wanita memuncak setelah menopause. Kemudian juga faktor jenis kelamin ini memiliki korelasi atau hubungan dengan usia. 2009). Selain itu juga mungkin dikarenakan laki-laki lebih banyak menggunakan kekuatan tangan saat mengetik dibandingkan dengan perempuan. Kemudian. dengan begitu dapat dimungkinkan bahwa sangat sedikit jumlah wanita yang berusia 45 dan 54. (2000).

56.78%.1 diketahui bahwa wanita yang berusia < 30 sebanyak 46. Sedangkan wanita lebih berisiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS) antara usia 45 dan 54.78% 35% 30% 25% CTS ≠ CTS 20% 15. . Dengan begitu dapat dikatakan bahwa wanita pada penelitian ini lebih banyak berusia < 30 dibandingkan dengan wanita yang berusia ≥ 30.67% 45% 40% 37. sedangkan wanita yang berusia ≥ 30 seluruhnya diduga menderita Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebesar 15. 90 50% 46.56% 15% 10% 5% 0% <30 ≥30 Grafik 6.1 Persentase Wanita Berdasarkan Usia dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Berdasarkan grafik 6.67% diduga menderita Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dan yang tidak diduga menderita Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sebanyak 37.

Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara usia dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS).3. yaitu paling sering ditemukan pada usia 30-60 tahun (Kurniawan et al. 2008). Sedangkan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) biasanya mulai .2 Hubungan antara Usia dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Dengan meningkatnya usia seseorang maka dapat menyebabkan penurunan kapasitas fisik.7 diketahui bahwa resiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) banyak dialami oleh operator komputer yang berusia ≥ 30. Hal ini sejalan dengan penelitian Ali (2006) yang menyatakan bahwa ada hubungan antara Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan usia pada professional komputer. Hal ini disebabkan secara alamiah pada usia paruh baya kekuatan dan ketahanan otot mulai menurun sehingga resiko terjadinya keluhan pada otot meningkat (Kuntodi. 2005). 2008). Dalam penelitian ini usia dikategorikan menjadi dua kategori yaitu operator komputer yang berusia < 30 dan ≥ 30 karena Carpal tunnel syndrome (CTS) sering ditemukan pada populasi pekerja orang dewasa. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) semakin meningkat dengan bertambahnya usia (Pakasi. Berdasarkan tabel 5. dimana prevalensi Carpal Tunnel Syndrome lebih tinggi pada kelompok umur di atas 30 dibandingkan dengan 20-30 tahun. Pada umumnya keluhan muskuloskeletal mulai dirasakan pada umur 30 tahun dan semakin meningkat pada umur 40 tahun ke atas. 91 6.

(Kurniawan et al. 2008). Menurut Fuller (2010) kejadian CTS ditemukan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. 2005). Berdasarkan hal . Karena saat sebuah otot berkonstraksi. Salah satu penelitian di Amerika menyebutkan saat ini Carpal Tunnel Syndrome (CTS) mengincar penderita usia 25-34 tahun. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Griffith bahwa Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sering dialami oleh wanita berusia 29-62 tahun. sebagai contoh memelintir dan melakukan gerakan fleksi pergelangan tangan. terjadi penambahan luas otot berlebihan yang dapat memicu timbulnya kelainan musculoskeletal termasuk salah satunya adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS) (Kuntodi. 2008). 92 terdapat pada usia 20-60 tahun (Hobby. Sedangkan pada usia paruh baya atau tua kekuatan dan ketahanan otot mulai menurun sehingga resiko terjadinya keluhan pada otot meningkat. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan usia dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) mungkin dikarenakan seluruh operator komputer bekerja dengan menggunakan komputer selama 8 jam kerja dengan rata-rata penggunaan komputer secara terus menerus selama 5-6 jam tanpa adanya perbedaan antara pekerja yang berusia tua maupun muda. dengan kelompok usia 40 tahun atau lebih memiliki insiden yang lebih tinggi secara signifikan. Beberapa studi juga mengungkapkan bahwa Carpal Tunnel Syndrome (CTS) umumnya dialami oleh wanita berusia 30an. Dengan kasus Carpal Tunnel Syndrome (CTS) paling sering ditemukan pada usia 30-60 tahun.

yaitu posisi janggal dan posisi tidak janggal. Pada penelitian ini posisi janggal pada tangan dikategorikan menjadi dua..4. Hasil uji statistik menunjukkan .8 diketahui bahwa resiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) banyak dialami oleh operator komputer yang tidak melakukan posisi janggal (66.1 Hubungan antara Posisi Janggal pada Tangan dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Postur pergelangan tangan menunjukkan risiko 4 kali lebih besar untuk terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (Barcenilla et al.2%). Sedangkan bagi operator sebaiknya memanfaatkan waktu istirahat dengan semaksimal mungkin mengistirahatkan pergelangan tangan untuk tidak menggunakan keyboard dan mouse saat beristirahat dan sebelum mulai bekerja lagi harus melakukan senam pemanasan selama lima menit untuk meregangkan otot. Selain itu juga perusahaan sebaiknya mengadakan senam pagi bagi para pekerja yang dapat dilakukan satu kali dalam seminggu dan setelah melakukan senam sebaiknya selalu mengingatkan pekerja untuk selalu melakukan senam pada pergelangan tangan sebelum melakukan pekerjaan dan diwaktu jeda istirahat.7%). 93 tersebut sebaiknya perusahaan malakukan upaya promotif dengan membuat poster mengenai senam pada pergelangan tangan. sedangkan pada operator komputer yang beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan melakukan posisi janggal pada tangan sebesar (63. 6. Berdasarkan tabel 5.4 Hubungan antara Faktor Pekerjaan (Posisi Janggal pada Tangan dan Masa Kerja) dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) 6. 2012).

Hal ini berarti bahwa operator komputer yang melakukan posisi janggal tidak selalu berisiko tinggi terhadap Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sedangkan operator komputer yang tidak melakukan posisi janggal memiliki peluang yang sama untuk menderita Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Seperti yang diungkapkan oleh Pratama (2010) bahwa keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) banyak dialami oleh pemain game online. 94 tidak ada hubungan yang signifikan antara posisi janggal pada tangan dengan dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). ketika pergelangan tangan berada dalam posisi ektrim. Hal ini sejalan dengan penelitian Febriana (2009) yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara postur janggal dengan risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS). . Berdasarkan teori yang diungkapkan oleh Buckle (1997) yang mendeskripsikan mekanisme terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah terjadinya penegangan dan penekanan pada syaraf median di pergelangan tangan. Pada penelitian ini posisi janggal tidak berhubungan dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) mungkin dikarenakan operator komputer yang tidak melakukan posisi janggal banyak menghabiskan waktu luangnya dengan menggunakan komputer seperti saat menggunakan internet atau bermain game dengan menggunakan komputer. Hasil tersebut tidak sesuai dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Barcenilla (2012) bahwa postur pergelangan tangan menunjukkan risiko 4 kali lebih besar untuk terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

(Trumble. 2002). (2000) menyatakan bahwa postur tidak berhubungan dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) meskipun telah dikutip sebagai faktor risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dalam beberapa studi. begitu juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Burt et al. atau dapat dikatakan Carpal Tunnel Syndrome berhubungan dengan aktivitas repetitif pada tangan dan pergelangan tangan. bersamaan dengan adanya postur yang kaku/ janggal. Sebuah data ilmiah yang dikeluarkan oleh National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menyatakan jenis pekerjaan yang menyebabkan pergelangan tangan terpostur melakukan pekerjaan secara repetitif berhubungan dengan insidensi carpal tunnel syndrome. 95 Penelitian yang dilakukan oleh Ali (2006) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yng signifikan antara posisi tangan yang diperpanjang dengan posisi tangan yang netral. Persentase posisi janggal pada tangan berdasarkan pengulangan (repetitive) dalam periode tahun kerja dengan Carpal tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer adalah sebagai berikut : .

56% 25% CTS 20% ≠ CTS 15% 10% 5.26% 5% 0% <4 ≥4 Grafik 6.6% dan yang tidak diduga mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sebanyak 31. Untuk itu dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini operator yang melakukan posisi janggal lebih banyak bekerja dalam periode waktu atau masa kerja < 4 tahun sedangkan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) .60% 35% 31. 96 45% 40% 38.2 Persentase Posisi Janggal pada Tangan Berdasarkan Pengulangan (Repetitive) dalam Periode Tahun Kerja dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Operator Komputer Berdasarkan grafik 6.56% dan yang diduga tidak mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sebanyak 5.2 diketahui bahwa operator yang melakukan posisi janggal pada tangan dengan masa kerja < 4 tahun diduga mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sebanyak 38. Sedangkan operator yang melakukan posisi janggal pada tangan dengan masa kerja ≥ 4 tahun diduga mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sebanyak 24.58% 30% 24.26%.58%.

2%. yaitu masa kerja < 4 tahun dan masa kerja ≥ 4 tahun. sedangkan pada operator komputer yang beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome .8 diketahui bahwa resiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) banyak dialami oleh operator komputer yang bekerja dengan masa kerja ≥ 4 tahun yaitu sebesar 89. 6. bersamaan dengan adanya postur yang kaku/ janggal semakin berisiko jika masa kerja seseorang dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Dengan peningkatan masa kerja pada tangan menunjukkan adanya pekarjaan berulang yang dilakukan oleh tangan dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu bagi peneliti selanjutnya sebaiknya saat melakukan observasi mengenai posisi janggal pada tangan dilakukan dalam waktu yang cukup lama dan beberapa kali observasi. Selain itu juga dalam penelitian ini saat melakukan observasi untuk melihat posisi janggal pada tangan hanya dilakukan pada satu waktu sehingga adanya kemungkinan bahwa gerakan yang dilihat oleh peneliti bukanlah gerakan yang paling sering dilakukan oleh pekerja. dengan peningkatan jumlah tahun kerja menunjukkan risiko lebih tinggi untuk terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS).2 Hubungan antara Masa Kerja dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Semakin lama masa kerja seseorang maka semakin banyak gerakan berulang yang telah dilakukan. 97 berhubungan dengan aktivitas repetitif pada tangan dan pergelangan tangan. Dalam penelitian ini masa kerja operator komputer dikategorikan menjadi dua.4. Berdasarkan tabel 5.

dimana masa kerja lebih dari 4 tahun lebih berisisko mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Dan penelitian yang dilakukan oleh Nurqotimah et al (2010) bahwa adanya hubungan yang bermakna antara masa kerja dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah diungkapkan Ali (2006) yang menunjukkan bahwa adanya hubungan secara statistik signifikan antara peningkatan tahun kerja dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). (Barcenilla et al. Hal tersebut juga diperkuat dengan adanya studi yang menyatakan bahwa pengulangan dan eksposur gabungan dari kedua kekuatan dan pengulangan dapat menimbulkan risiko dua kali lipat terhadap terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Untuk itu sebaiknya dalam mengurangi risiko terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dibuat panduan atau siasat pencegahan dengan merubah pola pekerjaan dengan penggunaan tangan dan pergelangan tangan . semakin lama seseorang bekerja dengan menggunakan komputer maka semakin berisiko pula untuk menderita Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan signifikan antara dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan masa kerja pada operator komputer.8%. 98 (CTS) dengan masa kerja < 4 tahun adalah sebesar 50. 2012). Fung dan rekan (2007) mengidentifikasi bahwa semakin sering fleksi / ekstensi yang berkelanjutan dari pergelangan tangan dapat meningkatkan risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Peningkatan tahun kerja dapat menjadi faktor risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

yakni waktu aktivitas dan waktu istirahat disinkronkan. . 99 secara berulang.. dan menerapkan pola pengerjaan berdasarkan prioritas sehingga bisa menghindari aktivitas penggunaan tangan berlebihan sehingga rasa nyeri bisa diminimalisir.

Operator komputer lebih banyak yang berjenis kelamin laki-laki dibandingkan operator komputer yang berjenis kalamin perempuan.1. Gambaran dugaaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer bagian sekretariat Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum tahun 2012.7% sedangkan operator yang tidak beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sebesar 35. Tidak ada hubungan yang signifikan antara dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan jenis kelamin pada operator komputer bagian 100 . BAB VII SIMPULAN DAN SARAN 7. sebagian besar operator komputer beresiko terhadap dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu sebanyak 64. 3. Operator komputer yang berusia < 30 tahun lebih banyak dari pada operator komputer yang berusia ≥ 30 tahun. Hubungan faktor personal (jenis kelamin. b. 2.3%. Gambaran faktor personal antara lain : a. Gambaran faktor pekerjaan antara lain : a. Operator komputer yang bekerja < 4 tahun lebih banyak dari pada operator komputer yang bekerja ≥ 4 tahun. 4. Simpulan 1. b. usia) sebagai berikut : a. Operator komputer yang melakukan posisi janggal pada tangan lebih banyak daripada operator komputer yang tidak melakukan posisi janggal.

b. Mengadakan senam pagi bagi para pekerja yang dapat dilakukan satu kali dalam seminggu .2. 7. Membuat poster ataupun stiker bergambar mengenai gerakan-gerakan senam yang perlu dilakukan operator sebelum memulai pekerjaan ataupun selama waktu-waktu jeda. Ada hubungan yang signifikan antara dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan masa kerja pada operator komputer bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. Ada hubungan signifikan antara dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan usia pada operator komputer bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 5. Tidak ada hubungan yang signifikan antara dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan posisi janggal pada operator komputer bagian Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012. Bagi Perusahaan 1. 101 Sekretariat Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2012 b.1. Hubungan faktor pekerjaan (posisi janggal pada tangan dan masa kerja) sebagai berikut : a.2. Saran 7. 2.

Bagi Operator Komputer 1. 3.. Bagi operator yang terbangun malam hari karena merasakan sakit ataupun kesemutan pada tangan dapat dilakukan terapi konservatif dengan pemasangan bidai atau belat pada pergelangan tangan 7. Dibuat panduan atau siasat pencegahan dengan merubah pola pekerjaan dengan penggunaan tangan dan pergelangan tangan secara berulang. 102 7.2.2. Operator sebaiknya memanfaatkan waktu istirahat dengan semaksimal mungkin mengistirahatkan pergelangan tangan untuk tidak menggunakan keyboard dan mouse saat beristirahat.2. Bagi Peneliti Selanjutnya 1. 2.3. yakni waktu aktivitas dan waktu istirahat disinkronkan. Melakukan senam pemanasan selama lima menit sebelum memulai bekerja. Untuk observasi langsung yang berkaitan dengan posisi janggal pada tangan sebaiknya dilakukan dalam waktu yang cukup lama dan beberapa . senam gerakan pergelangan-tangan ini harus dilakukan sebelum memulai pekerjaan selama 5 menit. 4. Pada saat melakukan pemeriksaan fisik sebaiknya didampingi dengan tenaga medis supaya hasil yang didapat lebih akurat. dan menerapkan pola pengerjaan berdasarkan prioritas sehingga bisa menghindari aktivitas penggunaan tangan berlebihan sehingga rasa nyeri bisa diminimalisir. 2. Agar menjadi efektif.

103 kali untuk memastikan bahwa gerakan yang dilihat oleh peneliti merupakan gerakan yang paling sering dilakukan oleh pekerja. .

2011. M dan B. Rizem. Ciputat: Faklutas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif hidayatullah Jakarta Ashworth. No. 2009. 2012. Pengolahan Dan Analisis data Statistik Di Bidang kesehatan. yuli.45) Amran.12) Ali. 2006.W. DAFTAR PUSTAKA Aizid. Sri Ramachandra Medical College & Research Institute Vol. Chennai (Madras) : Department of Community Medicine.C. 2012. “Computer Professionals and Carpal Tunnel Syndrome (CTS)” dalam International Journal of Occupational Safety and Ergonomics (JOSE). 2009.aspx?orgid=42 (diakses tanggal 22 Mei 2012 pukul 23.gov/browse/by-organization. Jakarta : flashbook Al amin.com (Diakses tanggal 22 Mei 2012 pukul 23. 319–32 American academy of orthopedic surgeons (AAOS). lifestyle” dalam kompasiana. Sathiyasekaran. Clinical Evidence Carpal Tunnel Syndrome. 3. K. Babat ragam penyakit palig sering menyerang orang kantoran. “Posisi Tubuh Ketika Menggunakan Komputer yang Baik dan Benar. 104 . 12. Muhammad Karim. Nigel. “Carpal Tunnel Syndrome” dalam guideline. Edmonton Canada: Associate Profesor University of Alberta.

56.wordpress. Scand. 2004. Oxford University Press 2012.com/doc/95662572/Paper-Carpal-Tunnel-Syndrome (Diakses tanggal 17 Mei 2012) Bjorkqvist.com/viewarticle/757841 (Diakses tanggal 25 Mei 2012) Barnardo. 2011. jonathan. et al. S. acta obslet. Carpal Tunnel Syndrome in ovariectomized women.51(2):250-261.ac. Arthritis Research Campaign. E.scribd. (Diakses tanggal 04 Oktober 2012) Bagaskawarasan. http://www.. 2012. “Jenis jenis keyboard” dalam http://blog.ub. 127-130. 2010.com/2011/03/07/artikel-tentang-interaksi- manusia-dan-komputer-tugas-2/ (Diakses tanggal 17 Mei 2012) Barcenilla. “Carpal Tunnel Syndrome and its Relationship to Occupation.medscape. “Interaksi Manusia dan Komputer” dalam http://bagaskawarasan. Gynecol. “Carpal Tunnel Syndrome “Dalam Reports On The Rheumatic Diseases Series 5” Hands On Practical Advice On Management Of Rheumatic Diseases”. 2012. 105 Ayunyaikko. A Meta-analysis” dalam Rheumatology. Beatrice. Annica et al. .id/ayunyaikko/2010/03/25/jenis-jenis-keyboard/. “paper carpal tunnel syndrome “ dalam http://www.

Buckle. Obesity : definition. 2011. 2000. 1997. jakarta utara tahun 2009.68:12 928-933 Dokumen Usulan Reformasi Birokrasi Kementrian Pekerjaan Umum. volume 315:1360–3 Budiarto. Cavit. 1985 : 142: S2-S8. “Gambaran faktor-faktor risiko cts di PT. Jakarta: EGC Burt. 2009.. University of Surrey. . “Workplace and individual risk factors for carpal tunnel syndrome” dalam Journal Article: Occupational and environmental medicine. and anthropometryc measurements. Guildford. Jakarta : Kementrian Pekerjaan Umum Febriana. 2002. Med J Aust. ASTRA international tbk-head office sunter ii. Vildan Altunayoglu. 106 Boz. Fakultas Kesehatan masyarakat. Ozmenoglu. G. diagnosis. Peter W. Eko. Bray.. and disadvantage. dkk. UI Depok. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Individual risk factor for carpal tunnel syndrome : an evaluation of body mass index.” Skripsi. “Fortnightly review: Work factors and upper limb disorders” dalam BMJ Robens Centre for Health Ergonomics. 2011. Susan et al. Mahmet..A. wrist index. Kartika. 2003.

Blogspot. London.com/2011/08/13/tips-posisi-tubuh-saat-berada-di- depan-komputer/ (Diakses tanggal 13 Mei 2012) Fuller. Cornell University : Ithaca USA.Pp 271-275. M. Carpal Tunnel Syndrome. “Orthopedic Surgery for Carpal Tunnel Syndrome” dalam Medscape Referance. Alan. 107 Fhalila. Loading and Repetitive Motion as Risk Factors for Developing Carpal Tunnel Syndrome” dalam Journal of Hand Surgery. B. No.. David A. Dan Cohort” dalam Http://Erlynafkmundip. E. Mustafa. Maret. “Do you have carpal tunnel? Blame the mouse komputer. Department of Health and Human Services. 2009. Vol 50 No: 53 . http://emedicine.D. Case Control. Grandjean. 2011. 2010. 2007. Office on Women’s Health.K.wordpress. “Tips Posisi Tubuh Saat Berada Di Depan Komputer” dalam http://freebiexp. (Diakses tanggal 20 April 2012) Fung..K. 1 (2007) 13–18. Haque. 2004.Com/2010/10/Cross-Sectional-Case- Control-Dan-Cohort. Erlyna Lulaa. . et al. 12. (Diakses tanggal 04 Oktober 2012) Freebie. Georgetown University Hospital USA: U. Vol. Hedge. et al. 4th ed. not the keys” dalam Jurnal of the American Medical Association.com/article/1243192-overview. “Study of Wrist Posture. Fitting The Task to The Man.Html. Taylor & Francis Inc.S. 1993. 2010. “Desain Studi Cross Sectional.medscape.K.

Inc. Masdin.wordpress. Barkeley Vale Australia Kuntodi. J Hand Surg (Br) 2005 . “Faktor Risiko Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Wanita Pemetik Melati di Desa Karangcengis.2008. 30 599- 604. Motkur P. Humantech. . Stefano. The Effect on Age and Gender Upon Symptom and Surgical Outcomes in Carpal Tunnel Syndrome. Purbalingga” dalam Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. Mattioli. 3 / No. 2010. Jakarta : Official Web Site MGMPTIK SMA5. Bina. Siswi Jayanti dan Yulianti setyaningsih. “Incidence Rates of in-Hospital Carpal Tunnel Syndrome in the General Population and Possible Associations with Marital Status” dalam BMC Public Health 2008. 1 / Januari 2008. 8:374. 2008. 2008. Komputer. 1995. Ergonomi dan Kesehatan Kerja.info/2010/04/mouse-komputer-dan-sindrom-carpal-tunnel/ (diakses tanggal 13 Mei 2012) Mashud . “Cumulative Trauma Disorders (CTDs)” dalam Artikel http://konsulhiperkes. Vankatesh R. et al. Applied Ergonomic Training Manual Procter and Gamble Inc. 108 Hobby JI.com/category/artikel/Dampak Penggunaan Keyboar (Diakses 17 Mei 2012) Kurniawan.. “Mouse komputer dan Sindrom Carpal Tunnel” dalam http://masdinsite. 2008.

“Hubungan Masa Kerja dan Lama Kerja dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome Pada Operator Rental Komputer di Wilayah Kelurahan Pleburan Kota Semarang”. Tentang Pengembangan Dan Pengelolaan Sistem Informasi Untuk Akses Data Pada Kementerian Pekerjaan Umum Dalam Rangka Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara Nurqotimah. Ronald E.. (Diakses Tanggal 27 Mei 2012) . Russer. Oliver. 2000. pp. Sharifi. 36–42. 67. Pakasi. Fakultas Kesehatan Masyarakat.. P. A.com..2/12/2010. No. J. et al. yuliani setyaningsih dan samsul nur hidayat. Universitas Muhammadiyah Semarang.. nana . Pendekatan Ergonomi Untuk mengurangi gangguan Kesehatan Akibat Penggunaan Komputer Universitas Negeri Gorontalo : Jurnal Teknik Nota Kesepahaman Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Dengan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. 2008. Nomor 21 /Kb/X‐Xiii. 2008. M.. Ningrayati.medicastore. 1. 2005. Environmental Research Section A 83. Amali Lanto. Gucer. Male and female rate difference in carpal tunnel syndrome injuries : personal attributes or jobs task?. 109 McDiarmid M. Mollayousefi. 2010. Vol. 23-32. “Assessment of Body Mass Index and Hand Anthropometric Measurements as Independent Risk Factors for Carpal Tunnel Syndrome” dalam Via Medica. “Nyeri dan Kebas Pergelangan tangan Akibat Pekerjaan? Hati- hati CTS” dalam http:// www.

Cumulative Trauma Disorders : A. UI Depok.p. 2009. Yusuf. Purwanti. Taklor and Francis. Carpal Tunnel Syndrome – Is it Work-Related?. Aldy S. Universitas Negeri Semarang. Rambe. V. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2011. Putz-Anderson. Sindrom Terowongan Karpal (Carpal Tunnel Syndrome). Skripsi. D3. UK. 2004. Program Studi Diploma IV Fisioterapi. Options Incorporated. Skripsi. “Hubungan Lama Mengetik Dengan Resiko Terjadinya Carpal Tunnel Syndrome Pada Pekerja Rental”. P. London. “Gambaran Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome Pada Pemain Game Online Di Game Center Jalan Margonda Raya Depok Tahun 2010”. “Hubungan Antara Getaran Mesin Pada Pekerja Bagian Produksi Dengan Carpal Tunnel Syndrome Industri Pengolahan Kayu Brumbung Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah Tahun 2007”. FK USU : USU Digital Library Rostati. Rusdi. . Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan. 2010. 2007. Ontario N1H 5H2 1-800-813-4202. 110 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pratama s. Manual For Musculoskeletal Disease of the Upper Limbs. Fakultas Kesehatan masyarakat. 1988.

“Design Research/ Rancangan Penelitian ilmiah” dalam http: // dr- suparyanto. Diambil dari http://” dalam www.angelfire. UI Depok. 2000. Issue 7 84:1107-1115 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik .com/2010/09/design-research-rancanfan-penelitian-html (Diakses tanggal 06 Oktober 2012) Trumble . Fakultas Kesehatan masyarakat. “Pregnancy-Induced Carpal Tunnel Syndrome” dalam http://suite101. Skripsi. 2002. Randomized Trial” dalam The Journal of Bone and Joint Surgery. Wawasan Al-Qur’an. “Single-Portal Endoscopic Carpal Tunnel Release Compared with Open Release : A Prospective.com/article/pregnancy-induced-carpel-tunnel-syndrome- a326373 (Diakses tanggal 9 Mei 2012) Shihab.com. Saanin . Bandung : Mizan Media Utama (MMU). 2010. 2002. 2010. Syaiful.blogspot. Quraish M. . (Diakses tanggal 02 Juni 2012) Sheila. XI Suparyadi. “Syndrome Terowongan Karpal. Thomas E. “Gambaran Keluhan Subjektif Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Akibat Penggunaan Komputer Pada Pekerja Data Entry Di Arsip Nasional Republik Indonesia”. Volume 84. 111 Rusmayani. Cet.

nge-net. sms. Wichaksana.unpad. 112 Weidz. & chat)” dalam Sourcehttp://blogs. “Kesemutan Jangan Disepelekan” dalam http:// www. Lily. dan Kartiena A. “Peran Ergonomi dalam Pencegahan Sindrom Carpal Tunnel Akibat Kerja” dalam Cermin Dunia Kedokteran No. Darmadi.wodpress. 2010.id/zikri/2010/04/14/carpal-tunnel-syndrome-buat- yang-berlebihan-ngomput-nge-net-nge-game-sms-chat/. “Carpal Tunnel Syndrome (Buat yang berlebihan ngomput. Aryawan.medicastore. “Indeks Masa Tubuh” dalam http: // supermilan. 2002. (Diakses tanggal 13 Mei 2012) . nge- game. 136 Zikri. 2007.com.com/2007/05/12/indeks-massa tubuh/ (Diakses tanggal 3 Juni 2012) Wibisono.ac. 2012.

.

.

saya Rovita Nur Fitriani mahasiswi Peminatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Nama : Umur : Alamat : Telp/HP : SETUJU Secara sukarela untuk menjadi subjek penelitian skripsi dengan judul “Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Dugaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Operator Komputer Bagian Sekretariat di Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2012. Saya yang bertanda tangan di bawah ini. saya akan memberikan informasi yang benar sejauh yang saya ketahui dan saya ingat. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT) KESEDIAAN MENGIKUTI PENELITIAN Responden yang terhormat. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta akan melaksanakan penelitian skripsi. Untuk itu. saya memohon kesedian anda untuk menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini dengan jujur. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya tanpa tekanan dari pihak manapun Jakarta Juli 2012 Peneliti Responden Rovita Nur Fitriani ( ) . Program Studi Kesehatan Masyarakat.” Setelah mendengarkan penjelasan mengenai kegiatan yang akan dilakukan dan sadar akan manfaat dan adanya resiko yang mungkin terjadi dalam penelitian ini.

Laki-laki 2. Sakit .3. Mati rasa/ baal b. Keluhan Subyektif Jawaban 1 Apakah anda merasakan keluhan seperti dibawah ini yang berlangsung sedikitnya 1 minggu atau bila tidak terjadi secara terus menurus pada berbagai ksempatan ? (Jawaban boleh lebih dari 1) a.2.. Identitas responden Nama : Jenis Kelamin : 1.. Perempuan Umur : Masa Kerja : Tahun Bulan Divisi : B. QUESTIONER PENELITIAN Faktor – faktor yang berhubungan dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator komputer Petunjuk pengisian:  Isilah kuisioner ini secara berurutan (mulai dari no 1.dst)  Lingkarilah jawaban yang sesuai dengan pilihan anda  jawablah dengan jujur sesuai kondisi anda sebenar-benarnya pertanyaan dalam kuisioner ini  Setiap jawaban akan dijaga kerahasiaannya dan Tidak Akan mempengaruhi penilaian terhadap kinerja anda TERIMAKASIH ATAS PARTISIPASI DAN BANTUAN ANDA A. Parastesia/ kesemutan c.

Ya Tidak gerakan tangan anda? (1) (0) 6 Apakah jari kelingking anda sering mengalami kesemutan maupun mati rasa Ya Tidak ? (0) (3) 7 Apakah bagian tangan anda mengalami kesemutan dan mati rasa saat anda Ya Tidak membaca Koran/majalah/buku. mengendarai mobil ataupun saat menjahit ? (1) (0) 8 Apakah anda sering mengalami sakit pada leher anda ? Ya Tidak ( -1 ) (0) 9 Apakah anda menggunakan sarung tangan khusus untuk mengurangi rasa Ya Tidak kesemutan dan mati rasa pada tangan anda ? (2) (0) .2 Apakah anda pernah terbangun pada malam hari akibat sakit pada Ya Tidak pergelangan tangan anda ? (1) (0) 3 Apakah anda pernah terbangun pada tengah malam akibat kesemutan Ya Tidak maupun mati rasa pada tangan anda ? (1) (0) 4 setiap bangun pagi tangan anda merasakan kesemutan ataupun mati rasa ? Ya Tidak (1) (0) 5 Apakah rasa kesemutan dan mati rasa tidak hilang setelah anda mengerak.

dan atau 4.2.3.Diisi oleh peneliti Lembar Observasi Posisi tangan saat menggunakan mouse Posisi tangan saat menggunakan keyboard No Posisi tangan Hasil No Posisi tangan Hasil 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 Hasil : Benar  jika penggunaan mouse dan keyboard adalah nomor 5 dan atau 6. Salah  jika penggunaan mouse dan keyboard adalah nomor 1. .

Pemeriksaan Fisik Phalen’s Test Phalen’s Test Keluhan yang Dirasakan Hasil Sakit / Nyeri Kesemutan Mati rasa Hasil : (+) / Ya = jika timbul 1 atau lebih gejala dalam waktu 1 menit pemeriksaan (-) / Tidak = jika tidak timbul 1 atau lebih gejala dalam waktu 1 menit pemeriksaan .

0 Total 102 100.9 100. Univariat 1.7 64.0 .0 100.3 35. Dugaan Carpal tunnel Syndrome (CTS) pada operator computer Statistics Carpal Tunnel Syndrome N Valid 102 Missing 0 Carpal Tunnel Syndrome Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid ya 66 64.0 Total 102 100. Jenis kelamin Statistics Jenis Kelamin N Valid 102 Missing 0 Jenis Kelamin Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid perempuan 45 44.1 44.7 64.9 55.1 laki-laki 57 55.0 100.1 44.0 2.3 100.A.7 tidak 36 35.

9 55.4 100. Posisi janggal pada tangan Statistics Posisi Janggal N Valid 102 Missing 0 Posisi Janggal Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid janggal 57 55.0 Total 102 100.6 71.1 44.0 100.0 100. Usia Statistics usia N Valid 102 Missing 0 usia Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid <30 73 71.1 100.6 >=30 29 28.9 55.4 28.3.0 Total 102 100.0 .6 71.9 tidak janggal 45 44.0 4.

7 63.0 100.7 >=4 37 36.0 Total 102 100.7 63.5.3 100. Masa kerja Statistics masa kerja N Valid 102 Missing 0 masa kerja Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid <4 65 63.3 36.0 .

0% 0 .0% Tunnel Syndrome Jenis Kelamin * Carpal Tunnel Syndrome Crosstabulation Carpal Tunnel Syndrome ya tidak Total Jenis Kelamin perempuan Count 28 17 45 % within Jenis Kelamin 62.7% 33.2% 37.0% .0% 102 100.B. Bivariat 1. Jenis kelamin  Dugaan Carpal tunnel Syndrome (CTS) Case Processing Summary Cases Valid Missing Total N Percent N Percent N Percent Jenis Kelamin * Carpal 102 100.7% 35.3% 100.3% 100.0% Total Count 66 36 102 % within Jenis Kelamin 64.8% 100.0% laki-laki Count 38 19 57 % within Jenis Kelamin 66.

066 1 . Sig.643 Association b N of Valid Cases 102 a.641 b Continuity Correction .250 Syndrome = ya For cohort Carpal Tunnel 1.915 Syndrome = tidak N of Valid Cases 102 .933 .824 .680 . Chi-Square Tests Asymp. Computed only for a 2x2 table Risk Estimate 95% Confidence Interval Value Lower Upper Odds Ratio for Jenis Kelamin .697 1.797 Likelihood Ratio .88. (2. The minimum expected count is 15. Exact Sig.364 1.641 Fisher's Exact Test . Exact Sig. (1- Value df sided) sided) sided) a Pearson Chi-Square .863 (perempuan / laki-laki) For cohort Carpal Tunnel .398 Linear-by-Linear . 0 cells (. (2.671 1.133 .0%) have expected count less than 5.218 1 .215 1 .217 1 . b.

Sig. Computed only for a 2x2 table .136 1 .88. Exact Sig.0%) have expected count less than 5.136 1 .0% Chi-Square Tests Asymp.0% tidak janggal Count 30 15 45 % within Posisi Janggal 66.8% 100. 0 cells (.0% Tunnel Syndrome Posisi Janggal * Carpal Tunnel Syndrome Crosstabulation Carpal Tunnel Syndrome ya tidak Total Posisi Janggal janggal Count 36 21 57 % within Posisi Janggal 63.714 b N of Valid Cases 102 a.2% 36. (2.3% 100.7% 35. (2. Exact Sig.438 Linear-by-Linear Association .3% 100. (1- Value df sided) sided) sided) a Pearson Chi-Square .0% Total Count 66 36 102 % within Posisi Janggal 64. b.7% 33.873 Likelihood Ratio .134 1 .0% 102 100.713 Continuity Correctionb .712 Fisher's Exact Test .0% 0 . 2.025 1 .835 . Posisi janggal pada tangan  Dugaan Carpal tunnel Syndrome (CTS) Case Processing Summary Cases Valid Missing Total N Percent N Percent N Percent Posisi Janggal * Carpal 102 100. The minimum expected count is 15.

647 1. Risk Estimate 95% Confidence Interval Value Lower Upper Odds Ratio for Posisi Janggal (janggal / tidak .711 1.377 1.887 Syndrome = tidak N of Valid Cases 102 .105 .947 .261 Syndrome = ya For cohort Carpal Tunnel 1.857 .948 janggal) For cohort Carpal Tunnel .

0 cells (.0% Total Count 66 36 102 % within usia 64.3% 100. (1- Value df sided) sided) sided) a Pearson Chi-Square 22.261 1 .000 Fisher's Exact Test .3% 100. (2. (2. 3.995 1 .0% 0 .24. Exact Sig.885 1 .0% 102 100.000 b N of Valid Cases 102 a. The minimum expected count is 10.0% Syndrome usia * Carpal Tunnel Syndrome Crosstabulation Carpal Tunnel Syndrome ya tidak Total usia <30 Count 37 36 73 % within usia 50. Computed only for a 2x2 table .7% 49.0% 100. Exact Sig.000 .0%) have expected count less than 5.000 Likelihood Ratio 31.7% 35.0% >=30 Count 29 0 29 % within usia 100. Usia  Dugaan Carpal tunnel Syndrome (CTS) Case Processing Summary Cases Valid Missing Total N Percent N Percent N Percent usia * Carpal Tunnel 102 100.102 1 .000 b Continuity Correction 19.000 Linear-by-Linear Association 21.0% . Sig. b.0% Chi-Square Tests Asymp.

(2.005 1 .0% 0 . Exact Sig.240a 1 .000 Fisher's Exact Test .000 Linear-by-Linear Association 15.8% 100.8% 49.7% 35.2% 10.000 b Continuity Correction 13.604 1 .0% Chi-Square Tests Asymp. (2. (1- Value df sided) sided) sided) Pearson Chi-Square 15.0% Syndrome masa kerja * Carpal Tunnel Syndrome Crosstabulation Carpal Tunnel Syndrome ya tidak Total masa kerja <4 Count 33 32 65 % within masa kerja 50.000 .091 1 .0% >=4 Count 33 4 37 % within masa kerja 89.06. Masa kerja  Dugaan Carpal tunnel Syndrome (CTS) Case Processing Summary Cases Valid Missing Total N Percent N Percent N Percent masa kerja * Carpal Tunnel 102 100.0%) have expected count less than 5. Exact Sig. 0 cells (.000 Likelihood Ratio 17.3% 100.2% 100.000 b N of Valid Cases 102 a. . The minimum expected count is 13.0% 102 100. 4. Sig.0% Total Count 66 36 102 % within masa kerja 64.

The minimum expected count is 13.569 .747 11.000 .125 .868 Syndrome = tidak N of Valid Cases 102 .005 1 .240a 1 . Chi-Square Tests Asymp. Exact Sig. (2. Computed only for a 2x2 table Risk Estimate 95% Confidence Interval Value Lower Upper Odds Ratio for masa kerja . 0 cells (.554 1.000 Fisher's Exact Test . Exact Sig. (1- Value df sided) sided) sided) Pearson Chi-Square 15. b.0%) have expected count less than 5.000 Likelihood Ratio 17.091 1 .000 Continuity Correctionb 13.393 (<4 / >=4) For cohort Carpal Tunnel .040 .604 1 .437 .06. (2.000 Linear-by-Linear Association 15.000 b N of Valid Cases 102 a. Sig.741 Syndrome = ya For cohort Carpal Tunnel 4.