You are on page 1of 9

KASUS PENYA

KIT SYPHILIS
DAN
GONORHOUE

D
I
S
U
S
U
N

OLEH

AGUS SUPRIYATNA
SR. ANTOANETTE
A. SIH HANANI
ERMELINDA

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN ST. CAROLUS
JAKARTA 1999

GONORHOAE A.laki . dan dalam servix urethra atau rectum . 4. diplokokus gram negatif. Etiologi : Penyebab dari penyakit Gonorhoae adalah bakteri nesseria gonorgoae. Anatomi 3. Pathofisiologi : Gonorhoae menyebabkan infeksi pada permukaan bagian bawah ( asenden ) melalui saluran genitalia yang paling bawah.wilson 2. price laraince M. Gonorhoae 1. Definisi : Gonorhoae adalah : penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri neserria gonorhoe ( buku pathofisiologi. syilvia A. Inferksi pertama terjadi di tempat dekat urethra pada laki.

. frekwensi dan urgensi 6. tanda dan gejala : Tanda dan gejala Gonorhoae pada pria :  Uretritis.0 gram atau Ampisilin 3. 5.( sering menjadi gejala utama)  Disuria hebat  Sekret urethra purulen berwarna kuning / kehijauan  Bengkak pada penis dan balontitis Tanda dan Gejala pada wanita :  Sekrit vagina  Dsyuria  Sering berkemih  Perut terasa tidak enak  Sakit pinggang belakang  Nyeri abdomen dan panggul  Jika bladder terlihat burning.laki dan juga urethra dan vagina pada perempuan dapat menyebabkan infeksi kronok ( ini merupakan keadaan yang sangat serius ) Pada wanita infeksi sekunder terjadi di endometrium. Kultur dilakukan pada penderita yang melakukan sex oral atau rectal yang disuntikkan pada daerah yang terpisah. Jika saluran baik . Tes diagnostik Pada pria diagnostik dipastikan dengan : . . ejakulasi dan trauma yang disebabkan karena hubungan sexsual dan pemakaian alat. setelah itu ke Tuba.alat secara bersama –sama. Therapi 1. Test serologi : VDRL untuk mengevaluasi kalau ia menderita sypilis 7. uterus dan berlanjut ke pelvix sehingga menyebabkan pelvix peritonitis. Amoxicilin 3. infeksi dapat terjadi secara spontan dan akan tampak jelas pada beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.5 gram melalui oral. sediaan apusan : untuk mengetahui atau mengidentifikasi jenis GO . pada wanita. Pemeriksaan diambil dari urethra anus dan pharing. Infeksi prostat urethra pada laki. Selanjutnya penyebaran infeksi masuk ke saluran reproduksi yang mengakibatkan beberapa faktor antara lain :menstruasi.

Tetracikilin HCL 500 gram melalui mulut 4 kali sehari selama 7 hari. Erytromicin base atau stearate 500 mg melalui mulut 4 kali sehari selama 7 hari. 3.2. Komplikasi :  dermatitis  Arthritis  Endokarditis  Miopankarditis  Meningitis  Hepatitis . 8.

dibagi dalam 4 fase : 1. . . stadium primer . rectum. Kepala pusing. Definisi Penyakit syphilis adalah : penyakit infeksi akut dan kronik yang menular yang disebabkan oleh bakteri Triponema pallidum 2. . Demam ringan. bibir. masa incubasi 10 – 90 hari. . Syipilis primer yang tidak terobati akan muncul gejala – gejala : . putting susu . Mata berair. Etiologi Penyakit Syphilis ini disebabkan oleh bakteri triponema Pallidum 4. Patofisilogi Sypilis disebabkan oleh tripanema Pallidum yang masuk ke dalam melalui mukosa membran atau kulit selama hubungan kelamin. . Sypilis sekunder . rongga mulut. Gejala awal dapat diketahui pada tempat masuknya Treponema Pallida. yaitu dengan adanya lesi pada genitalia. 2.. Malaise. jari. . Timbul setelah 2 minggu – 6 bulan setelah lesi hilang. Stadium laten . PENYAKIT SYPHILIS 1. Pilek. .jari tangan dan kaki. Kaku kuduk. . Masa incubasi syphilis adalah 10 –90 hari. Anatomi Sama dengan penyakit Gonorhoae 3. anus. Nyeri otot 3.

Pada fase laten :  Tidak ada tanda –tanda klinis Pada Fase Akhir :  gangguan pada katub jantung. rectum. Tanda dan gejala Pada fase primer :  Luka atau bintil pada pulpa atau penis. 6. fase laten ini tidak menunjukkan tanda –tanda klinis yang khusus.  Berat badan turun.  Demam.  Sakit kepala. Test diagnostik  Test pengujian serologi standart  Test VDRL . Stadium Tersier 5.  Anemia.  Mencul pada bibir.  Paresis.  Meningitis. atau putting panyudara. tangan. 4. jika pecah timbul rasa sakit.  Insomnia  Bingung  Pikiran terganggu. Pada fase sekunder :  tergantung pada lokasinya.  Anorextia. lidah.

 Mikroscopy “ darkfield” pada kikisan jaringan dari luka. maka diberikan Tetraciklin HCL 500 mg melalui mulut 4 kali sehari selama 15 hari. 4.zat kimia / sabun pembersih alat kelamin ( vaginal douuctic ) 2. . .fase dari syipilis. Nyeri tenggorokan 3. Dysuria . . Kemerahan dan lengket pada alat kelamin. Pola pemeliharaan kesehatan . Nyeri dan rasa panas pada waktu berkemih. Penggunaan zat. . Pola Sensori kognitif . adanya kencing nanah atau pengeluaran sekret yang purulent dari urethra . . muntah. Rasa sakit.  Jika penggunaan pinicillin merupakan kontraindikasi karena sensitif terhadap obat. . . Benzatathine sesuai dengan fase. Kebersihan alat kelamin. Therapi :  Antibiotik : pinicillin G. pengobatan dan usaha pencegahan. Pengkajian 1. penggetahuan klien terhadap penyakit . . Riwayat penyakit kelamin. Rasa gatal pada alat kelamin. Demam.  Urinolysis : lekosit meningkat  Darah lengkap 7. Pola Nutrisi metabolik . . Pola Eliminasi . mual. Sakit menelan. adanya perdarahan dan diare pada rectal.

. . Pola Konsep diri dan koping . kecemasan. kaji pengetahuan pasien tentang penyakit STD . Pola sexsual dan reproduksi . beri penjelasan tentang penyakit STD. 2. rasa bersalah. banyaknya patner. Kurang pengetahuan tentang prosess penyakit dan potensial untuk kambuh Sehubungan dengan kurang informasi Hasil yang diharapkan : . penularan. Intervensi : . faktor. sexsual dalam 2 bulan sebelumnya . observasi tingkat kecemasan pasien dan dengarkan keluhan pasien.faktor yg dapat menyebabkan STD Intervensi : . Dorong pasien mengungkapkan perasaannya. . Cemas sehubungan dengan rasa sakit dan takut Hasil yang diharapkan : . kecemasan berkurang setelah mengetahui penyakit dan perawatannya dan pasien dapat menerima terjadinya STD. malu. DIAGNOSE KEPERAWATAN 1. Beri support pada pasien. Jelaskan tentang penyebaran penyakit. pasien dpt menjelaskan etiologi. pengobatan dan perawatannya. pengobatan dan pencegahan .5. kapan aktivitas sex yang terakhir 6. apakah sudah pernah melakukan hubungan sex .

dosis obat. Hasil yang diharapkan : . Anjurkan pasien untuk taat terhadap teapi. Anjurkan banyak minum.benar sembuh atau menggunakan kondom. Hipertensi sehubungan dengan proses infeksi Hasil yang diharapkan : . Anjurkan untuk memakai pakaian tipis dan pemberian kompres . . Observasi tanda –tanda vital. . Intervensi : . . efek samping dan lamanya pengobatan. Libatkan secara aktif pasien dalam pengobatan. 3. . cara pengobatan. Anjurkan untuk melakukan hubungan sex sampai benar. Beri penjelasan pada pasien pasien tentang pengobatan. . suhu tubuh dalam batas normal ( 36 – 37 c) Intervensi : . anjurkan pasien untuk memeriksakan diri secara teratur. . Potensial untuk terinfeksi kembali sehubungan dengan ketidakjtaatan pada Pengobatan. . . 4. efek samping dan lamanya pengobatan. Beri penjelasan pada pasien tentang pengobatan. Beri kesempatan unruk bertanya. Kolaborasi dengan dokter. pasien dapat menjelaskan kebutuhan akan ketaatan pada seluruh aturan pengobatan. Pasien dianjurkan untuk lebih meningkatkan hygiene . dosis obat. .