BAB 2

TINJAUAN TEORI

2.1 Definisi
Penyakit divertikular (atau diverticulosis) merupakan keadaan di mana
terdapat banyak penonjolan mukosa yang menyerupai kantong (divertikula) yang
tumbuh dalam usus besar, khususnya kolon sigmoid tanpa adanya inflamasi.
Peradangan akut dari divertikulum menyebabkan divertikulitis.
Divertikulosis sangat sering dijumpai pada masyarakat Amerika dan Eropa.
Diperkirakan sekitar separuh populasi dengan umur lebih dari 50 tahun memiliki
divertikula kolon. Kolon sigmoid adalah tempat yang paling sering terjadinya
divertikulosis. Diverticulosis colon merupakan penyebab yang paling umum dari
perdarahan saluran cerna bagian bawah, berperan hingga 40% sampai 55% dari
semua kasus perdarahan. Divertikula kolon merupakan lesi yang diperoleh secara
umum dari usus besar pada perut.
Kolon (usus besar) adalah suatu struktur seperti tabung yang panjang yang
menyimpan dan kemudian mengeliminasi material sisa. Tekanan didalam usus
besar menyebabkan kantong-kantong dari jaringan yang menonjol keluar yang
mendorong keluar dari dinding-dinding usus besar ketika seseorang menua
(menjadi tua). Suatu kantong yang menonjol yang mendorong keluar dari
dinding usus besar disebut suatu diverticulum. Lebih dari satu kantong yang
menonjol dirujuk sebagai diverticula. Diverticula dapat terjadi diselururuh usus
besar. Kondisi yang mempunyai diverticula ini pada usus besar disebut
diverticulosis.
Divertikula biasanya merupakan manifestasi motalitas yang abnormal.
Divertikulum dapat terjadi dimana saja sepanjang saluran gastrointestinal.
Penyakit divertikular adalah penyakit yang umum diderita,namun kebanyakan

Banyak orang menderita diverticula tanpa merasakan gejala apapun. Diverticulitis. atau terjadi bila makanan dan bakteri tertahan di suatu divertikulum yang menghasilkan infeksi dan inflamasi yang dapat membentuk drainase dan akhirnya menimbulkan perforasi atau pembentukan abses.Divertikulitis dapat terjadi pada serangan akut atau mungkin menetap sebagai infeksi yang kontinu dan lama. Diverticular jika terdapat gejala-gejala divertikular.5. Jika diverticula menjadi meradang dan menyebabkan penyakit. Ada 3 istilah yang biasanya digunakan untuk penyakit divertikulum. 2. Divertikulitis paling umum terjadi pada usia lebih dari 60 tahun.Predisposisi congenital dicurigai bila terdapat gangguan pada individu yang berusia di bawah 40 tahun. c. Divertikulitis paling umum terjadi pada kolon sigmoid(95%). Hal ini dikenal sebagai divertikular. Divertikular tanpa gejala biasanya dikenal sebagai diverticulosis b. Divertikula hanya bisa terlihat ketika dilakukan scan dan tes untuk masalah ini. Insidens tertinggi pada usia 40 tahun dan 50-an. Diverticulosis.2 Epidemiologi Kejadian divertikulosis pada wanita sedikit lebih banyak dengan perbandingan antara pria : wanita adalah 1 : 1. . Divertikula sebagian besar ditemukan di bagian bawah usus besar meskipun pada beberapa orang didapati di bagian bawah dari usus mereka. Hal ini telah diperkirakan bahwa kira-kira 20% pasien dengan divertikulosis mengalami divertikulitis pada titik yang sama. Penyakit divertikular terjadi ketika area kecil dari lapisan usus melemah dan terbentuk tonjolan atau kantong selama bertahun-tahun. yaitu : a. ini dikenal sebagai penyakit diverticular. Insidensnya kira-kira 60% pada individu dengan usia lebih dari 80 tahun. Asupan diet rendah serat diperkirakan sebagai penyebab utama penyakit. orang yang mengalaminya tidak merasakan gejala apapun. Insidens tertinggi di negara-negara barat dimana terjadi pad 50% dari warga yang berusia lebih dari 60 tahun.

2. Pada pemeriksaan kolonoskopi terhadap 876 pasien di RS Pendidikan Makassar.3 Anatomi Devertikulum adalah lekukan luar seperti kantong yang terbentuk dari lapisan usus yang meluas sepanjang defek dilapisan otot. Devertikula dapat terjadi dimana saja sepanjang saluran Devertikulitis terjadi bila makanan atau bakteri tertahan di suatuatu divertikulisis yang menghasilkan infeksi dan inflamasi yang dapat membentuk drainase dan akhirnaya membentuk abses. di dalam usus terdapat dalam bentuk yang menyerupai agar-agar yang lembut. ditemukan 25 pasien (2. Terdapat 2 jenis serat : 1.85%) penyakit divertikular dengan perbandingan laki-laki dan perempuan 5:3. Serat yang larut dalam air. Peningkatan tekanan intralumen Diet rendah serat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intralumen kolon sehingga menyebabkan herniasi mukosa melewati lapisan dinding otot kolon yang menebal dan memendek (sebuah kondisi yang disebut-mychosis). 2.4 Etiologi dan Faktor Risiko Penyebab terjadinya divertikulosis ada 2 yaitu : 1. Menurut Painter dan Burkitt pada tahun 1960. Pendapat ini diperkuat oleh penelitian-penelitian selanjutnya dimana terbukti bahwa kurangnya serat dalam makanan merupakan faktor utama terjadinya divertikular sehingga disebut sebagai penyakit defisiensi serat. penyebab terjadinya divertikulosis adalah kurangnya serat dan rendahnya residu dalam makanan yang dikonsumsi sehingga menyebabkan perubahan milieu interior dalam kolon. . Hematokezia merupakan gejala terbanyak dan lokalisasinya terutama di kolon bagian kiri (kolon sigmoid dan kolon descendens). umur rata-rata 63 tahun dengan presentase terbanyak pada kelompok umur 60-69 tahun.

terutama serat yang tidak larut (selulosa) yang terkandung dalam biji-bijian. Kelemahan otot dinding kolon Penyebab lain terjadinya divertikulosis adalah terdapat daerah yang lemah pada dinding otot kolon dimana arteri yang membawa nutrisi menembus submukkosa dan mukosa. 2. .Pertambahan Usia Pada usia lanjut terjadi penurunan tekanan mekanik/ daya regang dinding kolon sebagai akibat perubahan struktur jaringan kolagen dinding usus. melewati usus tanpa mengalami perubahan bentuk. Segmentasi kolon yang berlebihan akibat kontraksi otot sirkuler dinding kolon untuk mendorong isi lumen dan menahan pasase dari material dalam kolon merupakan salah satu . akan menyebabkan penurunan massa feses menjadi kecil-kecil dan keras. 2. Kedua jenis serat tersebut membantu memperlunak feses sehingga mudah melewati usus. Faktor Resiko Divertikulosis .Diet rendah serat Pada mereka yang kurang mengkonsumsi makanan berserat. Serat yang tidak larut dalam air. Tekanan yang berlebihan menyebabkan titik-titik lemah pada usus besar menonjol dan membentuk divertikula. sayur-sayuran dan buah-buahan akan berpengaruh pada pembentukan tinja yang padat dan besar sehingga dapat memperpendek waktu transit feses dalam kolon dan mengurangi tekanan intraluminal yang mencegah timbulnya divertikel. Serat juga mencegah konstipasi. . Konsumsi makanan yang berserat tinggi. waktu transit kolon yang lebih lambat sehingga absorpsi air lebih banyak dan output yang menurun menyebabkan tekanan dalam kolon meningkat untuk mendorong massa feses keluar mengakibatkan segmentasi kolon yang berlebihan. Biasanya pada usia tua karena proses penuaan yang dapat melemahkan dinding kolon.Konstipasi Konstipasi menyebabkan otot-otot menjadi tegang karena tinja yang terdapat di dalam usus besar.

yang menimbulkan penurunan suplai darah ke area dan mencetuskan usus pada invasi bakteri ke dalam divertikulum. faktor penyebab terjadinya penyakit divertikular. Inflamasi cenderung melebar ke dinding usus sekitar. Bila makanan yang tidak dicerna dapat menyumbat divertikulum. menimbulkan peritonitis. karena diet ini menurunkan bulk dalam feses dan mempredisposisikan pada konstipasi. Abses dapat terjadi. mengakibatkan timbulnya kepekaan dan spastisitas kolon. .5 Patofisiologi Divertikulum terbentuk bila mukosa dan lapisan submukosa colon mengalami herniasi sepanjang dinding muskuler akibat tekanan intraluminal yang tinggi. Pathway 2.Gangguan jaringan ikat Gangguan jaringan ikat seperti pada sindrom Marfan dan Ehlers Danlos dapat menyebabkan kelemahan pada dinding kolon. Divertikulum menjadi sumbatan dan kemudian terinflamasi bila obstruksi terus berlanjut. diare. dapat meningkatkan tekana intramular yang dapat menimbulkan pembentukan divertikula. Pada adanya kelemahan otot di usus. Tetapi beberapa ahli yakin bila bahwa seseorang mengalami nyeri kram. 2. sedangkan erosi pembuluh darah (arterial) dapat menimbulkan perdarahan.6 Manifestasi Klinis Kebanyakan penderita divertikulosis tidak menunjukkan gejala. volume colon yang rendah (isi kurang mengandung serat). dan . Diet rendah serat dihubungkan dengan terjadinya divertikula. dan penurunan kekuatan otot dalam dinding colon (hipertrofi muskuler akibat masa fekal yang mengeras). Pada segmentasi yang meningkat secara berlebihan terjadi herniasi mukosa/submukosa dan terbentuk divertikel.

Obstruksi usus besar : a. atau usus halus .Divertikulosis akut : a. Muntah . Sedangkan pada divertikulisis kronik menyebabkan usus mudah mengalami serangan peradangan berulang. Malaise b. . terdapat demam. dapat terjadipendarahan dari jaringan granulasi vascular namunbiasanya ringan.Divertikulosis yang nyeri : a.. Perforasi : Peritonitis + gambaran diverticulitis . tetapi kadang-kadang diperlukan reseksi usus. Selama serangan akut. Distensi abdomen .Sebagian besar asimptomatik . 2. leukositosis. vagina. Konstipasi absolute b. Konstipasi c. Pendarahan biasanya di obati secara konservatif.7 Klasifikasi Divertikulisis memiliki dua klasifikasi yang nampak yaitu. gangguan pencernaan lainnya. Bila peradangan kronik menyebabkan penyempitan lumen dapat timbul obstruksi parsial kronik pada kolon. Nyeri kolik abdomen d. Nyeri pada fossa iliaka kiri b. bias dipastikan penyebabnya adalah divertikulosis. Gejala klinis yang bisa ditemukan . Diare. yang tidak diketahui penyebabnya. Distensi c. Nyeri dan nyeri tekan pada fossa iliaka kiri dengan atau tanpa teraba massa. Fistula : ke kandung kemih. d. Akibatnya dapat berupa fibrosis dan perlekatan struktur-struktur disekitarnya. . nyeri tekan pada kuadran kiri bawah dan abdomen. Perdarahan saluran cerna bagian bawah : spontan dan tidak nyeri. Demam c. divertikulisis akut dan divertikulisis kronik. Kadang-kadang pendarahan terjadi massif akibat erosi yang memebus pembuluh darah besar di dekat divertikula. Pada divertikulisis akut.

atau CTscan sangat akurat (98%) dalam mendiagnosis diverticulitis. Gambar mengungkapkan lokal penebalan dan hiperemi(peningkatan aliran darah) yang melibatkan segmen dinding usus besar. Pemberian tambahan serat sekitar 30- 40 gram/hari atau pemberian laktulosa yang dapat meningkatkan massa . Dalam rangka untuk mengekstrak informasi yang paling mungkin mengenai kondisi pasien. feses seperti pita. Medikamentosa a. Gambaran akhir obstruksi mungkin dipercepat oleh serangan akut. CT scan juga dapatmengidentifikasi pasien dengan diverticulitis yang lebih rumit. Diagnosis diverticulitisakut dibuat percaya diri ketika segmen terlibat berisi diverticulae. kulit padi) Tingkatkan asupan cairan b. Nyeri dan Asimptomatik Diet tinggi serat (buah. diare intrmiten. roti gandum. sayuran. 2. 2.9 Penatalaksanaan 1. menimbulkan gejala obsipasi. dengan perubahaninflamasi memperluas ke dalam jaringan lemak di sekitar usus besar. seperti mereka yang memilikiabses terkait. menyebabkan abses perikolon yang menyempitkan lumen yang sudah menyempit. dan peregangan abdomen.8 Diagnostik/Pemeriksaan Penunjang Orang-orang dengan gejala di atas biasanya dipelajari dengan computed tomography. bagian tipis (5mm)gambar melintang diperoleh melalui seluruh perut dan panggul setelah pasien telah diberikankontras oral dan intravaskuler. Divertikulitis akut Antibiotik dan istirahatkan usus Drainase yang dipandu radiologi untuk abses local Pada kasus divertikulosis asimptomatik diberikan modifikasi diet berupa makanan atau suplemen tinggi serat untuk mencegah konstipasi dan diberikan intake cairan yang cukup.

usus diistirahatkan dengan menunda asupan oral. 2. peritonitis. biasanya kolon sigmoid. Dilakukan dengan cara reseksi segmen usus yang sakit. dan pengangkatan kolon (kolostomi) tepat di sebelah proksimal titik reseksi. obstruksi komplit. dan perdarahan berat. Pembedahan darurat kolon sebelah kiri dengan peritonitis minimal atau tanpa peritonitis: Reseksi segmen yang terlibat dan sambungkan ujung-ujungnya (anastomosis primer). dan dilakukan kolostomi temporer kemudian beberapa bulan dilakukan operasi kedua dan pada operasi ini dilakukan penyambungan kembali kolon (re-anastomosis). tutup usus distal (yaitu rectum bagian atas) dan keluarkan usus proksimal sebagai ujung kolostomi (prosedur Hartmann). memberikan cairan intravena. Rektum biasanya ditutup dengan stapler. memperbanyak makan sayur dan buah- buahan. Pembedahan elektif kolon sebelah kiri tanpa peritonitis : reseksi segmen yang terlibat dan sambungkan ujung-ujungnya (anastomosis primer). Pembedahan darurat kolon sebelah kiri dengan peritonitis difus : reseksi segmen yang terlibat. antispasmodic seperti propantelin bromide (Pro-Banthine) dan oksifensiklimin (daricon) dapat diberikan. Pada kasus ini dilakukan pembedahan 2 kali dimana pada operasi pertama dilakukan pembersihan cavum peritoneum. dan melakukan pemasangan NGT bila ada muntah atau distensi abdomen. Pembedahan Pasien yang memerlukan operasi segera adalah yang menunjukkan tanda-tanda peritonitis atau obstruksi loop tertutup. mengurangi makan daging dan lemak. reseksi segmen kolon yang terkena. Pada kasus diverticulitis. Pada pembedahan darurat pada kasus divertikulosis dengan komplikasi seperti abses yang luas. feses (sebagai osmotic laksatif pada divertikulosis simptomatik yaitu 2x15ml/hari. dan antibiotic spectrum luas diberikan selama 7-10 hari. .

. akan memicu suatu reaksi inflamasi dan pengangkatan seluruhnya dari sumber inflamasi yang akan menyebabkan komplikasi adalah hal yang terpenting. dilakukan reseksi divertikula yang dilanjutkan dengan reseksi segmen kolon yang terlibat Pada beberapa kasus dapat dilakukan reseksi divertikula saja yang disebut diverticulectomy. Namun tindakan ini tidak dianjurkan karena jika terdapat suatu massa pada kolon. Pada kasus divertikulosis raksasa.