You are on page 1of 30

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Belajar adalah perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan
serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan,
meniru, dan lain sebagainya. Sedangkan mengajar adalah suatu usaha untuk
menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan
untuk proses belajar. Kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan tanpa adanya
guru dan siswa.
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana
dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dari dasar peraturan diatas, dapat
dimengerti dalam proses belajar mengajar, tidak sekedar bertemunya guru dengan
siswa, tetapi ada tujuan yang jelas dalam pertemuan tersebut, sehingga maksud
dalam pembelajaran akan lebih terfokus dalam pencapaiannya.
Kurikulum 2013 menuntut peserta didik untuk lebih aktif
dalam proses metode mengajar dengan menerapkan karakteristik yang ilmiah.
Penerapan pendekatan ilmiah tidak hanya fokus pada bagaimana mengembangkan
kompetensi siswa dalam melakukan observasi atau eksperimen, namun bagaimana
mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan berfikir sehingga dapat
mendukung aktivitas kreatif dalam berinovasi, sehingga pada pelaksanaannya
digunakan pendekatan 5M.
Pendekatan 5M ini meliputi mengamati, menanya, mengolah
informasi, mencoba,dan mengkomunikasikan. Penggunaan pendekatan 5M ini
diharapkan dapat memenuhi tujuan dari kurikulum 2013 yaitu menciptakan
pembelajaran yang aktif dan mencakup 3 ranah yaitu sikap, pengetahuan, dan
ketrampilan. Hasil belajar dari pelaksanaan pembelajaraan dengan pendekatan 5M

1|

ini akan menghasilkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif
melalui penguatan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.
Oleh karena itu, dalam pengajaran mikro secara umum bertujuan
memberikan mahasiswa wadah untuk mengembangkan kompetensi dasar
mengajar sebagai bekal praktik (real teaching) di sekolah/lembaga pendidikan
dalam program PLT. Agar tujuan pengajaran mikro tercapai, seperti memahami
dasar-dasar penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
meningkatkan kompetensi dasar mengajar, membentuk kompetensi kepribadian
sebagai seorang pengajar, maka perlu adanya observasi langsung mahasiswa ke
sekolah untuk melihat proses kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah yang
nyata dilaksanakan dan membandingkan dengan teori yang telah didapatkan di
bangku kuliah.

B. Tujuan Observasi
Berkaitan dengan tujuan pengajaran mikro, dengan adanya observasi langsung ke
sekolah mahasiswa dapat mengenal dan memperoleh gambaran nyata tentang
pelaksanaan pembelajaran dan kondisi sekolah/lembaga antara lain:
1. Mengetahui kurikulum apa yang berlaku di sekolah, dan apakah sudah
berjalan sesuai ketentuan atau belum
2. Melihat silabus yang dibuat oleh sekolah sesuai dengan kurikulum yang
berlaku atau tidak.
3. Mengetahui format RPP yang dibuat oleh guru yang mengajar di sekolah.
4. Mengetahui proses belajar mengajar yang ada di SMK secara langsung
5. Mengetahui sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMK dalam menunjang
pembelajaran siswa
6. Mengetahui berbagai macam data administrasi di SMK seperti struktur
organisasi,dll
Hasil observasi pembelajaran didiskusikan bersama dosen
pembimbing pengajaran mikro sebagai gambaran bagaimana nanti cara mengajar
di SMK dan juga sebagai modal dasar untuk mengetahui kondisi sesungguhnya
mahasiswa nanti mengajar. Observasi ini juga sebagai bahan diskusi dengan guru

2|

di SMK dalam pembagian mata pelajaran apa yang akan diampu ketika PLT nanti
serta siapa guru yang akan membimbing selama proses PLT nanti di SMK.

3|

3. 2. Kondisi sekolahterlihat megah dari depan. 6. B. serta mengendalikan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Mengembangkan institusi dengan menerapkan sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 dengan suplemen ISO 9004: 2000 ISO 14000 dan ISO 16000 secara konsisten. prakerin. ramah lingkungan. Instansi terkait untuk mewujudkan pengembangan pendidik. cerdas. dan memiliki kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya. tenaga kependidikan. Menjalin kerjasama dengan DUDI. Mengembangkan kurikulum nasional bersama pengguna tamatan serta memvalidasi sesuai tuntutan pasar kerja dan perkembangan IPTEK. kurikulum implementasi. Mewujudkan tamatan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan cinta lingkungan. Ngawen. 5. berbudi pekerti luhur. Perguruan Tinggi. tetapi ketika 4| . bermartabat. Profil Sekolah Nama Sekolah : SMKN 2 Klaten Alamat : Senden. Gedung di bagian depan terlihat cukup baru. Jawa Tengah Visi Sekolah : Menjadi SMK bertaraf internasional yang unggul. Melaksanakan diklat dengan pendekatan Competency Based Training dan Production Based Learning untuk memberi peluang tamatan berwirausaha atau bekerja di industri. BAB 2 KONDISI SEKOLAH A. cerdas. Misi Sekolah : 1. Bangunan SMK Gedung di SMK Negeri 2 Klaten sudah berusia 56 tahun. Mengembangkan sarana prasarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas. Klaten. dan pemasaran tamatan. Gerbang sekolah berdiri kokoh sebagai gerbang selamat datang. 4.

Banyak pepohonan sehingga suasananya rindhang dan asri. E. ember. serta Bengkel Ukur Tanah. sehingga variasi media pembelajaran masih kurang. Namun sayangnya tempat untuk mereka praktikum masih sangat berantakan dengan material bangunan. dll sudah ditempatkan pada almari tempat penyimpanan alat-alat.untuk bengkel kayu sendiri sangat jarang digunakan karena memang sedikit materi yang mengharuskan menggunakan bengkel kayu. Meskipun. namun LCD tidak langsung terpasang karena pernah terjadi peristiwa kehilangan yang menjadikan semua LCD yang berada di dalam kelas dicopot semua sehingga ketika ingin memakai harus mengambil di ruang sarpras dan memasangnya sendiri. Contoh. C. Belum ada kipas angina di kelas sehingga ketika siswa habis melakukan olahraga lumayan kepanasan di kelas. Pada masing-masing bengkel terdapat tempat penyimpanan peralatan praktik yang cukup terkondisikan dengan baik. Di dalam kelas ini juga ada white board dan black board sebagai media utama pembelajaran oleh guru. Sudah ada kabel LCD yang terpasang. pada bengkel Batu dan Beton. Bengkel Batu dan Beton. peralatan di dalam lab sebenarnya cukup memadahi. D. untuk penyimpanan sekop. Ruang Laboratorium Saat kami observasi di sekolah laboratorium tersebut dalam keadaan masih terkunci.Sedangkan pada bengkel ukur tanah 5| . namun syangnya kurang dimanfaatkan dengan maksimal. sehingga terkesan berantakan dan tidak teratur. Bengkel Bengkel di Jurusan Bangunan ada 3 Bengkel. yaitu Bengkel Kayu. sehingga lab hanya dibiarkan terkunci begitu saja. cahaya matahari juga bisa masuk sehingga lumayan terang kondisinya. memasuki bagian dalamnya terdapat beberapa bangunan yang tampak lama. tampak lama tetapi bangunan tersebut nampak masih layak untuk digunakan. Jendela juga lumayan lebar. Ruang Teori Pada ruang teori kondisinya lumayan baik.

sehingga saat para siswa akan melaksanakan praktikum ukur tanah mereka secara bergantian mengambil alat praktikum dan menulis apa saja alat yang di pinjam di dalam buku peminjaman. UKS di SMK 2Klaten sendiri sudah terpisah antara ruangan putra dan putri. Lapangan 6| .smkn2klaten. Setiap waktu sholat tiba . Perpustakaan Perpustakaan SMKN 2 Klaten terletak di lantai dua ketika memasuki hall langsung naik.masjid selalu penuh sesak dengan warga sekolah yang melakukan ibadah sholat. karena buku-buku yang tersedia juga sudah lumayan lengkap. Masjid di sini memiliki 2 lantai. sudah cukup rapi dalam penyimpanan alat-alat praktek. Fasilitas yang dimiliki UKS SMK Negeri 2 Klaten cukup baik.sch. Kondisi ruanganya cukup besar dan nyaman untuk membaca.Di dalam UKS terdapat wastafel yang memudahkan siswa mencuci tangan tanpa perlu pergi ke kamar mandi.id G. I. Kondisi perpustakaan juga lumayan bersih dan rapi. H. Setiap harinya. Namun sayangnya ketika kami melakukan observasi admin dari perpustakaan itu malah memutar music di dalam perpustakaan yang notabene kondisinya harus tenang. Unit Kesehatan Siswa Unit kesehatan siswa wajib dimiliki sekolah sebagai bentuk perhatian sekolah akan kesehatan warga sekolah dan merupakan tempat pertolongan pertama bagi siswa yang mengalami sakit. lantai dasar untuk mimbar dan tempat shalat jamaah laki-laki dan lantai dua untuk jamaah perempuan. Tempat Ibadah SMKN 2 Klaten memiliki bangunan tempat ibadah yaitu Masjid yang lumayan besar dan memiliki desain unik yang bangunanya sudah terlihat dari luar sekolah . UKS dijaga oleh petugas jaga dari tenaga kesehatan dan anggota PMR. SMKN 2 Klaten memiliki e-library yang dapat diakses di http://perpus. F. penataanya juga lumayan rapi dan bersih.

Tempat Parkir Lahan parkir ada beberapa titik. Sebenarnya di SMK 2 Klaten masih mengalami kendala kekurangan lahan parkir. ada di sebelah utara dan selatan. Kamar Mandi Kamar mandi yang berada di sekolah terdapat di berbagai tempat. Kondisinya krang terlalu baik dalam hal kebersihanya walaupun setiap hari sudah ada tenaga kebersihan yang membersihkanya. Namun kesadaran akan menjaga kebersihan kamar mandi menurut saya masih kurang. Lapangan yang berada didalam sekolah adalah lapangan futsal. Potensi Siswa Input Sekolah: SMKN 2 Klaten menjadi pilihan utama SMK di kawasan Kabupaten Klaten sehingga animo masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya di sini sangat tinggi hal ini mengingat historis SMK 2 Klaten sebagai sekolah yang sudah cukup senior. Setiap hari pasti selalu dilaksanakan kegiatan pemanasan dan briefing sejenak untuk membahas materi pembelajaran olahraga dari guru pengampu.Untuk masuk ke SMKN 2 Klaten diterapkan standar nem masuk yang tinggi serta dengan ujian tertulis yang nantinya nilai keduanya diakumulasi dengan bobot tertentu terutama untuk jurusan TGB dan Otomotif. 7| . sehingga besar kemungkinan bagi siswa untuk membolos. Observasi Potensi Warga Sekolah 1. Sehingga masih banyak siswa yang memarkir motornya sembarangan terutama bagi siswa yang berangkatnya telat. J. Lapangan yang ada di SMK Negeri 2 Klaten cukup luas namun berada diluar pagar sekolah terdapat lapangan bola dan lapangan voli. Siswa tinggal memilih tempat parkir yang dekat dengan kelasnya. K. L.

Bimbingan konseling bukan hanya diberikan kepada siswa yang sering melanggar tata tertib akan tetapi juga difungsikan sebagai bimbingan karier dan juga bimbingan untuk kelanjutan studi. Potensi Guru Guru di SMKN 2 Klaten minimal memiliki ijazah strata 1. maupun diluar kelas. Bimbingan Balajar Bimbingan belajar dilakukan oleh guru baik didalam kelas . Bimbingan Konseling SMKN 2 Klaten memiliki fasilitas bimbingan konseling dengan guru. 2. 4. Sesuai dengan misi sekolah. Beberapa guru di SMKN 2 Klaten pernah meraih gelar guru teladan tingkat Provinsi. guru-guru di SMKN 2 Klaten sering mengikuti pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kompetensi masing-masing. Sehingga diharapkan dengan adanya bimbingan konseling ini siswa tidak sendirian dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan akademiknya 5. sensor sidik jari/wajah. Potensi Karyawan Semua karyawan baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan setiap hari diwajibkan mengisi presensi masuk dan pulang dengan menggunakan sistem online. 3. Kepala sekolah SMK 2 Klaten juga pernah mendapat gelar guru teladan tingkat nasional pada tahun 2014. Output Sekolah: Menghasilkan lulusan yang memiliki ketrampilan tinggi di bidangnya sehingga dapat berwirausaha. Salah satunya 8| . guru sangat terbuka dan dengan sabar membimbing para siswa agar memahami setiap pelajaran yang diberikan oleh guru. melanjutkan sekolah ataupun bekerja sebagai seorang tenaga kerja menengah. Walaupun kebanyakan karyawan di SMK 2 Klaten ini sifatnya masih saja instruktif karena selalu masih menunggu perintah dari atasan untuk bergerak dan bukan inisitif sendiri menurut kepala sekolah. Hal ini tentu meningkatkan kedisiplinan karyawan sehingga berdampak positif terhadap pelayanan karyawan terhadap siswa. praktek.

Program Kerja Lembaga Lembaga sekolah memiliki program kerja sebagai berikut: a. Mengembangkan kurikulum yang relevan b. M. Setiap hari juga dikerahkan tenaga kebersihan untuk selalu menjaga kebersihan. Menyediakan sumber belajar dengan mudah dan menggunakannya secara tepat 9| . M. (Kasubag TU) Tim ISO : Drs. Wardani Sugiyanto. Sos.Pd.Pd. Purwanto (WMM) Tri Winarno. (Deputi WMM bagian data based) 2. Biasanya sebagai wadah para siswa untuk melaksanakan kegiatan intra sekolah. Kesehatan Lingkungan Sekolah sangat menjaga kebersihan. 6. S. Observasi Tata Kerja Sekolah 1. S. Organisasi dan Fasilitas OSIS Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) berada dibawah bimbingan Waka Kesiswaan. Siswa juga boleh menemui guru untuk meminta penjelasan mata pelajaran diluar jam mengajar. Menyesuaikan silabus dengan standar yang relevan d. 7. dengan berkeliling di kelas dan menayai setiap siswa mengenai progress tugas ataupun pelajaran serta apa kesulitan yang dihadapi. Osis bisa dipilih sebagai alternatif bagi para siswa guna mengisi waktu luang dengan mengikuti kegiatan organisasi yang sifatnya positif guna mengasah sosialisasi dan soft skills siswa. Struktur Organisasi Tata Kerja Kepala Sekolah: Drs. (Deputi WMM bagian audit) Y. Tata Usaha : Sadiya. Sepertinya kesadaran akan menjaga kebersihan lingkungan juga sudah diterapkan di SMK 2 Klaten.Pd. S. Kardomo. terlihat dari kondisi lingkungan sekolah yang sangat bersih. Mengatur penyusunan RPP e. Mengembangkan kebutuhan pribadi peserta didik c.

kreatif. menyenangkan. Dengan begitu banyak terjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk membentuk keahlian mereka sesui dengan kebutuhan industry saat ini 10 | . 4. Pelaksanaan Kerja Pelaksanaan kerja yang diterapkan di SMK Negeri 2 Klaten sudah sesuai dengan program kerja yang telah direncanakan. dan memotivasi peserta didik. Sehingga semakin lama program kerja yang dilakukan akan semakin baik dan lebih baik lagi. maupun karyawan dengan siswa yang ditandai dengan lancarnya pelaksannan program kerja di SMK 2 Klaten 5. Hal itu dimaksudkan agar kita mengetahui kekurangan program kerja yang dilakukan serta memperbaikinya di program kerja berikutnya. inspiratif. 6. Hasil yang Dicapai Dari program kerja yang terlaksana menghasilkan karakter prestasi siswa SMK Negeri 2 Klaten yang kompeten. Evaluasi Program Kerja Evaluasi program kerja dilaksanakan baik itu setengah tahun sekali dan setahun sekali. Melaksanakan pembelajaran dengan metode interaktif. siswa. f. Hal itu terlihat dari berbagai macam kejuaraan yang dapat diraih oleh siswa SMK 2 Klaten baik ditingkat daerah maupun nasional. Iklim Kerja antar Personalia Terjalinnya hubungan yang harmonis dan professional antar guru dengan karyawan. 3. menantang.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana pelaksanaan pembelajaran sudah tersusun dengan runtut dan detail sesuai dengan silabus yang sudah ada.SMK 2 Klaten sudah menggunakan Kurikulum 2013 sejak awal mula diterapkan. Silabus Silabus yang dibuat sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku di SMK N 2 Klaten yaitu kurikulum 2013. Namun intinya masih tetap sama C. Mengingat SMK 2 Klaten merupakan SMK yang cukup diminati oleh masyarakat yang dilihat dari tingginya animo pendaftar. Kurikulum 2013 menuntut peserta didik untuk lebih aktif dalam proses belajar. diharapkan dapat memenuhi tujuan dari kurikulum 2013 yaitu menciptakan pembelajaran yang aktif dan mencakup 3 ranah yaitu sikap. Hasil belajar dari pelaksanaan pembelajaraan dengan pendekatan 5M ini akan menghasilkan peserta didik yang produktif. pengetahuan. inovatif. dan pengetahuan yang terintegrasi. BAB 3 PEMBELAJARAN DI SMK A. dan afektif melalui penguatan sikap. Sebab tidak mudah bagi mereka untuk langsung melaksanakan kurikulum 2013 secara utuh B. ketrampilan. Namun pada kenyataanya dalam proses belajar mengajar masih sedikit banyak terbawa kurikulum KTSP dan guru lebih banyak aktif dibanding dengan siswanya. Walaupun masih ada perbedaan sedikit anatr guru dalam membuat silabus. Kurikulum Kurikulum yang digunakan di SMK N 2 Klaten adalah kurikulum 2013. SMK N 2 Klaten juga merupakan sekolah rujukan dalam melaksanakan kurikulum 2013. dan ketrampilan. 11 | . kreatif.

Penerapan metode student centre masih sangat sulit dilakukan. Tidak lupa guru melakukan presensi terhadap siswa guna mengetahui apakah ada yang masuk atau tidak. Setalah selesai latihan soal tersebut dibahas bersama satu kelas. 12 | . d) Penggunaan Bahasa Bahasa yang digunakan mayoritas bahasa Indonesia dan terkadang dicampur dengan Bahasa jawa sebagai selingan supaya siswa tidak jenuh. dan tidak lupa pula guru memberikan pekerjaan rumah bagi para siswa agar mereka belajar c) Metode Pembelajaran Metode yang digunakan adalah metode ceramah yang notabene metode lama yang lebih mengutamakan keaktifan guru bukan siswa. Sambil mereka mengerjakan guru berkeliling ke tempat duduk siswa dan memeriksa apakah ada kesulitan atau tidak terhadap latihan soal. Perlahan lahan guru pun sudah memulai dengan memberikan pancingan supaya mereka aktif saat proses belajar mengajar berlangsung. Mengingat memang masih dalam kondisi peralihan dari kurikulum KTSP ke kurikulum 2013. b) Penyajian Materi Guru memberikan materi dengan metode ceramah dan sesekali menuliskan di papan tulis mengenai mata pelajaran yang diberikan. Pembelajaran Guru 1) Di Kelas a) Membuka Pelajaran Guru membuka pelajaran dengan diawali salam pembuka dan berdoa sebelum memulai kegiatan belajar dan mengajar. Setelah itu guru memberikan soal latihan para siswa untuk dikerjakan sebagai indikator siswa sudah paham atau belum tentang materi yang dijelaskan oleh guru. Setelah itu guru memberikan kesempatann bagi para siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang jelas.D.

g) Cara Memotivasi Siswa Dalam memotivasi siswanya guru sering kali memberikan nasehat – nasehat yang bisa mendorong siswanya aktif. sesekali ada siswa yang ramai guru memperingatkan dengan baik ataupun bisa juga dengan memberikan pertanyaan atau mendekati sambil menjelaskan sehingga keadaan kelas dapat terkendaliakan kembali. h) Teknik Bertanya Teknik guru dalam memberikan pertanyaan kepada siswa sudah sesuai dengan materi yang diajarkan. Apabila ada yang bertanya guru langsung menemui dan menjelaskan secara personal. namun kadang – kadang siswa mendapatkan pertanyaan yang agak sedikit keluar materi. namun masih termasuk materi yang diajarkan dengan tujuan supaya siswa timbul pertanyaan-pertanyaan baru terkait materi dan siswa dapat berfikir kreatif. meberi waktu mencatat.e) Penggunaan Waktu Penggunaan waktu mengajar sudah lumayan baik. Memberikan contoh mengenai alumni yang sudah sukses di dunia kerja karena rajin dalam menuntut ilmu. serta waktu bertanya sudah sangat baik. j) Penggunaan Media 13 | . Guru sering menyanjung siswanya yang aktif di kelas. i) Teknik Penguasaan Kelas Dalam penguasaan di kelas maka guru menitik beratkan kepada interaksi antara guru dan siswa. Ketika praktikum guru memberikan penjelasan mengenai jalanya praktikum selama kurang lebih 30 menit dan selanjutnya langsung ke lapangan f) Gerak Guru aktif keliling dan menanyai apa saja kendala yang dihadapi para siswa. Antara porsi waktu menjelaskan materi.

Terkadang juga menggunakan media LCD. namun perangkat tersebut tidak terpasang permanen di kelas. Media pembelajaran yang digunakan di dalam kelas adalah papan tulis dan whiteboard. oleh karena itu LCD sangat jarang digunakan karena kurang efisien waktu dalam pemasanganya k) Bentuk dan Cara Evaluasi Cara guru mengevaluasi adalah dengan pertanyaan. Namun untuk keseluruhan siswa sudah lemayan mendengarkan penjelasan dari guru. ulangan ataupun pemberian pertanyaan lisan pada pertengahan waktu pemberian materi. ada yang berbicara sendiri ketika guru menjelaskan ada juga yang bermain game sendiri. n) Perilaku Siswa diluar Kelas Perilaku siswa diluar kelas juga sudah lumayan baik namun juga masih ada beberapa siswa yang perilakunya kurang baik seperti merokok di luar pagar sekolah. Hal ini dimaksudkan supaya siswa tetap mengingat mata pelajaran yang telah diberikan l) Menutup Pelajaran Guru mengakhiri pelajaran dengan memberikan evaluasi dan penugasan sebagai sarana perbaikan dan pengayakan. Hal itu sebenarnya lumayan disayangkan memingat generasi muda saat ini sebagian besar sudah terpapar rokok E. pekerjaan rumah. Evaluasi ini bisa berbentuk penugasan dikelas. PENILAIAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR Penilaian dan evaluasi pembelajaran dilakukan sesuai dengan jenis pembelajaran yang diampu oleh masing-masing guru. m) Perilaku Siswa dalam Kelas Perilaku siswa dikelas bermacam-macam. kemudian berdoa dan salam penutup. Seperti yang dilakukan oleh 14 | .

F. Tugas bisa diberikan setiap minggu. namun hanya sebatas masukan secara lisan saja. Pemangigilan orang tua untuk konfirmasi tentang keadaan dan permasalahan yang sedang dialami anak didik. Sehingga antara aspek pengetahuan. penilaian didominasi oleh kompetensi ketrampilan. Siswa yang hadir terlambat b. Melakukan presensi di setiap matapelajaran sehingga diketahi apabila siswa membolos c. Dipanggil dan ditanya alasan mengapa tidak memperhatikan Guru. siswa juga diberikan tugas ataupun ujian serta ulangan untuk mengetahui tingkat pengetahuan yang mereka miliki. b. d. PERMASALAHAN PEMBELAJARAN DI SMK BESERTA SOLUSI 1. lalu sebisa mungkin dicari jalan keluarnya. guru mata pelajaran praktek ukur tanah. Ditanya alasan mengapa terlambat sekolah dan pemberlakuan sangsi yang tegas sesuai tata tertib yang berlaku di sekolah. Permasalahan a. semua tanggung jawab sudah diserahkan kepada Wali Kelas. Solusi Permasalahan a. tergantung apakah materi yang diberikan sudah selesai atau belum. 15 | . sedangkan ulangan dilakukan pada pertengahan atau akhir semester. Siswa yang sering bolos ketika pelajaran berlangsung c. Untuk penilaian yang berkaitan dengan sikap siswa. Tidak memperhatikan guru ketika kegiatan belajar-mengajar d. Masalah pribadi (rumah) yang dibawa ke sekolah 2. Namun dalam pelaksanaannya masih ada campur tangan dari setiap guru yang mengajar. ketrampilan dan sikap bisa berjalan bersamaan secara seimbang. kemudian diberi motivasi belajar. guru Mapel PKn dan Agama. Namun kompetensi pengetahuan tidak diabaikan begitu saja.

Lampiran-Lampiran Panduan Pengajaran Mikro kateren 1 2014. Pedoman Penyusunan Tugas Akhir Skripsi. 16 | . DAFTAR PUSTAKA Tim Tugas Akhir Skripsi FT UNY. Buku Pembekalan Pengajaran Mikro-PPL I 2014. (2013).

dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan. dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri.1 Indikator KD pada KI keterampilan  Dapat memilih alat ukur tanah D. menganalisis. kebangsaan. Keterampilan Mengolah. teknologi. menalar. Indikator Pencapaian Kompetensi 3. 4. Tujuan Pembelajaran 3. Kompetensi Dasar 3. Pengetahuan Memahami. kenegaraan.1 KD pada KI pengetahuan  Menerapkan prinsip-prinsip Ukur tanah 4. budaya. 17 | .1 Pengetahuan  Menjelaskan deskripsi ukur tanah dan ruang lingkup ukur tanah Setelah berdiskusi dan menggali informasi. peserta didik akan dapat  Menjelaskan deskripsi ukur tanah  Menjelaskan pengertian peta dan macam-macam peta.1 KD pada KI keterampilan  Menelaah prinsip-prinsip ukur tanah C. Kompetensi Inti 3. konseptual. seni. dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : SMK NEGERI 2 KLATEN Mata Pelajaran : TEKNIK PENGUKURAN TANAH Kelas/Semester : X/I Alokasi Waktu : 4 X 45 MENIT A.dan procedural dalam ilmu pengetahuan.1 Indikator KD pada KI pengetahuan  Deskripsi Ukur tanah/ survey pemetaan  Ruang lingkup pekerjaan ukur tanah  Pengertian peta  Macam-macam peta dan fungsinya 4. menerapkan dan mengevaluasi pengetahuan faktual. dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B.

b) Kaedah ofset – mengukur titik yang di luar garisan bersudut tepat terhadap garisan asas. c) Kaedah terabas – mengukur jarak dan sudut dari mana-mana titik asas dengan menggunakan kompas prisma atau tiodolit dan rantai ukur.  Prinsip-prinsip ukur tanah Prinsip ukur adalah mudah. peserta didik akan dapat mengoperasikan alat ukur tanah berdasarkan contoh dengan percaya diri. Garisan tersebut akan digunakan sebagai asas untuk membuat pengukuran seterusnya. Pengetahuan  Deskripsi ukur tanah Ilmu ukur boleh ditakrifkan sebagai cara atau kesenian membuat ukuran terhadap kedudukan relatif bagi titik-titik yang berada di atas permukaan bumi untuk menghasilkan keadaan sebenarnya perihal kawasan tersebut. 4. 18 | . peta berfungsi untuk: a) menunjukkan lokasi pada permukaan bumi.  Disediakan peralatan ukur tanah dan kelengkapannya . Materi Pembelajaran 1. Jarak di antara dua titik yang telah diukur kemudian ditukarkan kepada jarak mengikut skala yang telah dipilih dan dilukis. E. dua titik di atas permukaan bumi dipilih dan jarak diantaranya diukur. Pengertian Peta Peta ialah gambaran permukaan bumi yang lebih terperinci dan diperkecil menurut ukuran geometris pada suatu bidang datar sebagaimana penampakannya dari atas. Untuk menghasilkan pelan atau peta. Pengukuran titik-titik selanjutnya boleh dijalankan dengan salah satu kaedah berikut :- a) Kaedah ukur rantai – pengukuran titik ketiga dan seterusnya dijalankan dengan rantai ukur. Secara umum. d) Kaedah penigasudutan – mengukur sudut-sudut pada setiap titik.  Peta 1.1 Ketrampilan  Dapat memilih alat ukur tanah .

arus produksi. serta. perairan (hidrografi).d.b) menggambarkan luas dan bentuk berbagai gejala. dan sebagainya. yaitu sebagai berikut.000 s. 1 : 250. Jenis Peta Berdasarkan Keadaan Objek 1) Peta dinamik.000.d.000 s. g) memungkinkan pengambilan kesimpulan dari data atau informasi yang tersaji. dan sebagainya. 19 | .000. peta tanah. tanpa memperhitungkan jumlahnya. peta aliran sungai.d. dan sebagainya. 1 : 5000. peta budaya. 4) Peta berskala kecil. 1 : 5. d) menunjukkan ketinggian atau kemiringan suatu tempat. 2) Peta stasioner. 1 : 500. yaitu peta yang menggambarkan labil atau meningkat. peta perluasan tambang. f) melukiskan luas dan pola. baik gejala alamiah maupun gejala insaniah. a. contohnya: peta tanah. kebudayaan. e) menyajikan persebaran sifat-sifat alami dan nonalami. h) memperlihatkan gerak perubahan dan prediksi dari pertukaran barang-barang persebaran aktivitas industri. Misalnya peta transmigrasi atau urbanisasi. c) menentukan arah serta jarak suatu tempat. adalah peta yang menggambarkan kevariasian jenis data.000. dan sebagainya. 2) Peta berskala besar. dan sebagainya. peta geologi. Macam-macam peta Menurut jenisnya. b. Peta ini dilengkapi dengan penggambaran. 1 : 250. 1 : 500.d. d Jenis Peta Statistik 1) Peta statistik distribusi kualitatif. peta wilayah.000.000 s. mobilitas manusia. yaitu peta yang berskala 1 : 100 s. c. Jenis Peta Berdasarkan Skalanya 1) Peta teknik/kadaster. peta dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Jenis Peta Topografi Yang dimaksud peta topografi adalah peta yang menggambarkan konfigurasi permukaan bumi. yaitu peta yang menggambarkan keadaan stabil atau tetap. peta agama. antara lain. 1. Misalnya. 3) Peta berskala medium.

peta pendidikan. 2) Peta geologik. diskusi. peta penduduk. dan sebagainya. F. peta dapat dibedakan menjadi: 1) peta geografi dan topografi. Pendekatan. 3) peta lalu lintas dan komunikasi. misalnya: peta bahasa. 7) peta ekonomi dan statistik. peta ras. yang biasanya berdasarkan perhitungan persentase atau pun frekuensi. tanya jawab. Model dan Metode  Model Pembelajaran : Discovery Learning dan Proses Berpikir Ilmiah (Saintifik)  Metode Pembelajaran: ceramah. 4) peta yang berhubungan dengan kebudayaan dan sejarah. 5) peta lokasi dan persebaran hewan dan tumbuhan. Misalnya. hidrologi. Kegiatan Pembelajaran a. 2) Peta statistik distribusi kuantitatif. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit)  Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan  Mendiskusikan kompetensi yang telah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya terkait dengan kompetensi yang akan dipelajari  Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya bagi kehidupan  Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan  Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan. demonstrasi G. Kegiatan Inti ( 160 menit)  IPK  Menerapkan prinsip-prinsip Ukur tanah 20 | . dan hidrografi. peta curah hujan. adalah peta yang menggambarkan jumlah data. e Jenis Peta Berdasarkan Fungsi atau Kepentingan Berdasarkan fungsi atau kepentingannya. 6) peta cuaca dan iklim. b. penugasan.

Instrumen dan Teknik Penilaian 21 | .  Mengasosiasi : Mengkatagorikan data dan menentukan hubungannya. selanjutnyadisimpulkan dengan urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih kompleks terkait dengan deskripsi survey pemetaan. buku. c.  Pengumpulan Data : Mengumpulkan data yang dipertanyakan dan menentukan sumber (melalui benda konkrit. eksperimen) untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tentang deskripsi survey pemetaan.  Sintaksis model : Pemberian stimulus terhadap siswa  Mengamati • Guru meminta siswa untuk melihat dan mengamati pekerjaan survei dilingkungan sekitar • Guru menugaskan siswa membaca buku dan mencari materi di internet tentang ukur tanah dan ruang lingkupnya • Siswa mengetahui pentingnya survei pemetaan di dunia kerja.  IPK  Menelaah prinsip-prinsip ukur tanah  Sintaksis model : Identifikasi Masalah  Mengamati : Mengamati ruang lingkup ukur tanh Mengamati kajian konsep ukur tanah  Menanya : Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang deskripsi survey pemetaan.  Mengkomunikasikan : Menyampaikan hasil konseptualisasi tentang deskripsi survey pemetaan. dokumen. Penutup (10 menit)  Membuat rangkuman/kesimpulan pelajaran  Refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan  Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok atau perorangan  Menyampaikan rencana pembelajaran pada tahap berikutnya  1.

Bahan. dan Sumber Belajar KD Media/Alat.Tes praktik/unjuk dan Lembar prinsip ukur tanah kerja observasi unjuk kerja D.  Proses 2. KD Teknik Penilaian Instrumen KD 3.1 Lembar soal praktek •Menelaah prinsip. Tes:  Tes lisan/ tertulis terkait dengan deskripsi. KD 4. survey pemetaan.1 • Menerapkan prinsip-prinsip Ukur tanah KD 4. Soal tes tertulis • Menerapkan prinsip. Media. Lembar tugas dan prinsip Ukur tanah bereksperimen Lembar penilaian mendeskripsikan tugas survey pemetaan.1 Observasi : 1. Alat.1 •Menelaah prinsip-prinsip ukur tanah 22 | . Bahan dan Sumber Belajar KD 3.

Penilaian diri/ pembelajaran/ Sikap Observasi Setelah pembelajaran b. Penilaian 1. Peta ialah gambaran permukaan bumi yang lebih terperinci dan 2. 2 Sebutkan dan jelaskan macam-macam peta 4.Instrumen dan Teknik Penilaian a. 23 | . Teknik Penilaian No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian 1. titik-titik yang berada di atas permukaan bumi untuk menghasilkan keadaan sebenarnya perihal kawasan tersebut. 2 2. 2 berdasarkan fungsi dan kepentingannya ! 5. diperkecil menurut ukuran geometris pada suatu bidang datar sebagaimana penampakannya dari atas. Pengetahuan Tertulis Saat pembelajaran Saat pembelajaran/ 2. Ketrampilan Penugasan Setelah pembelajaran Saat 3. Jelaskan pengertian peta ! 2 Sebutkan klasifikasi jenis-jenis peta ! 3. Apa fungsi peta ? 2 Nilai Akhir (NA) 10 Kunci Jawaban No Jawaban cara atau kesenian membuat ukuran terhadap kedudukan relatif bagi 1. Instrumen Penilaian 1) Pengetahuan Penilaian pengetahuan dengan tes tertulis No Pertanyaan Bobot jelaskan pengertian ukur tanah ! 1.

dan hidrografi. No Jawaban 1. 3) peta lalu lintas dan komunikasi. 6) peta cuaca dan iklim. Jenis Peta Statistik 5. Hasil 20 Nilai Akhir (NA) 100 3) Sikap Penilaian Sikap melalui Penilaian Diri N T K S S Aspek Pengamatan o P D R L 24 | . 2) Peta geologik. 7) peta ekonomi dan statistik. a) menunjukkan lokasi pada permukaan bumi. jenis peta berdasarkan fungsi dan kepentingannya 1) peta geografi dan topografi. f) melukiskan luas dan pola. Jenis Peta Berdasarkan Skalanya 2. d) menunjukkan ketinggian atau kemiringan suatu tempat. b) menggambarkan luas dan bentuk berbagai gejala. Proses 60 3. baik gejala alamiah maupun gejala insaniah. 4. c) menentukan arah serta jarak suatu tempat. e) menyajikan persebaran sifat-sifat alami dan nonalami. 4) peta yang berhubungan dengan kebudayaan dan sejarah. 5. peta ras. 5) peta lokasi dan persebaran hewan dan tumbuhan. 2) Ketrampilan Pemilihan alat ukur tanah N Aspek Rentang Skor o 1. Jenis Peta Berdasarkan Keadaan Objek 3. Persiapan 20 2. misalnya: 4. peta bahasa. hidrologi. Jenis Peta Topografi 3.

Saya mengerjakan sendiri ulangan harian/tugas 4. 1. Juli 2016 Kepala SMK N2 Klaten Guru Mata Pelajaran.51 – 3.  Bagi peserta didik yang memperoleh nilai 2. Dr. S U R A S A.  Apabila jumlah peserta didik yang remidi 75% atau lebih maka diadakan pembelajaran remedial. Saya bersemangat mengikuti pelajaran 3. Saya berdoa sebelum belajar 2. Saya terlibat aktif dalam bekerja menyelesaikan tugas kelompok Keterangan : 1 = TP : Tidak pernah 2 = KD : Kadang – kadang Perolehan skor 3 = SR : Sering NILAI= x4 Skor Maksimum 4 = SL : Selalu Pedoman penilaian Nilai Akhir : 3.50 : Cukup (C) 1.51 – 2. WARDANI SUGIYANTO. Mengetahui Klaten.67 atau lebih maka diadakan pengayaan.51 – 4.00 – 1.50 : Baik (B) 1. S.00 : Sangat Baik (SB) 2.67 diadakan remedi. Analisis Hasil Penilaian  Analisis hasil penilaian diadakan setelah diadakan tes formatif  Hasil analisis penilaian menentukan perlu tidaknya diadakan remedial atau pengayaan 3.50 : Kurang (K) 2.Pd 25 | . Pembelajaran Remedial dan Pengayaan  Bagi peserta didik yang memperoleh nilai kurang dari 2.T M.

NIP. 19620605 199303 1 009 LAMPIRAN 26 | .19640311 198901 1 001 NIP.

Kondisi lingkungan SMK 2 Klaten Kondisi ruang kelas 27 | .

Ruang perpustakaan Bengkel batu beton 28 | .

Lab gambar Bengkel kayu 29 | .

Lapangan sekolah Praktikum pengukuran tanah 30 | .