KONTRAKSI OTOT JANTUNG

Laporan Praktikum
Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Fisiologi Hewan dan Manusia
Yang Dibimbing Oleh
Ibu Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si dan Ibu Nuning Wulandari, S.Si, M.Si

DisusunOlehKelompok 4 Offering I:
1. Ahmad Abror (150342608051)
2. Awalia Siska Puji Lestari (150342605762)
3. Esha Ardiansyah (150342606823)
4. Faiza Nur Imawati (150342607763)
5. Fahrun Nisa’ (150342605770)
6. Maya Azzalia (150342606977)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BILOGI
PROGRAM STUDI S1 BIOLOGI
Oktober 2016

Jantung akan berkontraksi secara ritmik. Pada sel jantung durasi potensial aksi memainkan peranan penting dalam pengontrolan durasi kontraksi (Campbell. 2004: 262). akibat adanya implus listrik yang di bangkitkan oleh jantung itu sendiri . yang bertahan sampai dua puluh kali lebih lama. sel-sel otot jantung dapat membangkitkan potensial aksinya sendiri. Sel-sel otot jantung tidak akan berkontraksi kecuali dipicu oleh input neuron motoris yang mengontrolnya. suatu potensial aksi yang dibangkitkan pada satu bagian jantung akan menyebar ke seluruh sel otot jantung. Dan jantung akan berkontraksi. yang memicu potensial aksi dan menyebabkan sel otot jantung tunggal untuk berdenyut bahkan ketika diisolasi daari jantung dan ditempatkan dalam biakan sel. Dengan demikian. Sel-sel otot jantung mempunyai daerah khusus yang disebut cakram berinterkalar (intercalateddisc). Perbedaan utama antara otot rangka dan otot jantung adalah dalam sifat membran dan listriknya. otot jantung berlurik. dimana persambungan longgar memberikan pengkopelan listrik langsung di antara sel-sel otot jantung. tanpa suatu input apapun dari sistem saraf. Potensial aksi sel otot rangka hanya berfungsi sebagai pemicu kontraksi dan tidak menguntrol durasi kontraksi tersebut. Membran plasma otot jantung mempunyai ciri pacu jantung yang menyebabkan depolarisasi berirama. KONTRAKSI OTOT JANTUNG A.Tujuan Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui : Melihat sifat otomatis dan ritmis dari tiap tiap bagian jantung Memahami peran sinus venosus pada kontraksi otot jantung Mengamati pengaruh beberapa faktor ekstrinsik terhadap aktivitas jantung B. Dengan demikian suatu potensial aksi yang dibangkitkan pasa satu bagian jantung akan menyebar keseluruh sel otot jantung. Potensial aksi sel otot jantung berbeda dari potensial aksi sel otot rangka. Seperti otot rangka. Akan tetapi. Kontraksi sel otot jantung terjadi oleh adanya potensial aksi yang di hantarkan sepanjang membran sel otot jantung.Dasar Teori Otot jantung (cardiacmuscle) vertebrata hanya ditemukan pada satu tempat yakni jantung.

dibuka rongga dada. sedangkan sel otoritmik mencetuskan dan menghantarkan potensial aksi yang bertanggung jawab untuk kontraksi sel sel pekerja. timbulah potensial aksi secara menyeluruh dan menyebabkan jantung secara teratur tanpa ada rangsangan melalui saraf (Lily . Sel sel istirahat tetapi memperlihatkan aktivitas picu jantung berupa depolarisasi lambat yang di ikuti oleh potensial aksi apabila potensial membrane tersebut mencampai ambang tetap dengan demikian. Berbeda dengan sel saraf dan sel otot rangka yang memiliki potensial istirahat. Prosedur Kerja 1. dibuka pericardium nya . . Sifat Otomatis dan Ritmis Jantung Katak di single pith.9 % Kait logam/peniti Ca Cl 1 % Jarum pentul NaCl 0. dan dihitung denyut jantung tiap menit Jantung dan tubuh dipisahkan dan diletakkan di dalam cawan petri yang berisi larutan ringer. Sel kontraktil melakukan kerja mekanis yaitu memompa. yang di sebut “autorhytmicity” terdapat dua jenis khusus sel jantung. C.7 % D. 2015).Alat dan Bahan Alat : Bahan : Papan dan alat seksi 3 Katak Cawan petri Larutan Ringer Pipet tetes Asetilkolin % Lup Adrenalin 1 % Kaca pembesar KCL 0. Dihitung denyut per menit dan diamati apakah berirama atau tidak. 2015). yaitu sel kontraktil dan sel otoritmik (Lily.

amati dan dihitung denyut jantung per menit. Dihitung denyut jantung per menit Jantung ditetesi larutan ringer 50C. Jantung ditetesi larutan ringer 400C. Pengaruh Faktor Kimia dan Fisik terhadap Aktifitas Jantung Katak disingle pith. diganti dengan larutan ringer normal. Dibuang larutan riger yang dingin dengan dimasukkan kedalam pipet tetes. Jantung ditetesi larutan adrenalin. diamati apakah masih berdenyut atau tidak 2. Pengaruh Ion terhadap Aktifitas Jantung . amati dan dihitung denyut jantung per menit. dibuka perikardiumnya. Dibuang larutan riger yang dingin dengan dimasukkan kedalam pipet tetes. dihitung denyut jantung per menit. 3. dihitung denyut jantung per menit. Dipisah atrium dan ventrikel. diamati dan dihitung denyut per menit. dihitung denyut jantung per menit. Bila tidak berdenyut . diganti dengan larutan ringer normal. diganti dengan larutan ringer normal. Sinus vonosus dan jantung dipisah. dihitung denyut jantung per menit. diganti dengan larutan ringer normal. Jantung ditetesi larutan asetilkolin. Dibuang larutan riger yang dingin dengan dimasukkan kedalam pipet tetes. amati dan dihitung denyut jantung per menit. amati dan dihitung denyut jantung per menit. buka rongga. Dibuang larutan riger yang dingin dengan dimasukkan kedalam pipet tetes. disentuh jantung pelan pelan dengan batang gelas.

E.7%. Tabulasi Data 1. dan dihitung denyut jantung tiap menit Peniti dibuka. 17. 2. Pengaruh Faktor Kimia dan Fisik terhadap Aktifitas Jantung N Kondisi jantung Jumlah denyut per o menit 1 Normal (sebelum perlakuan) 64 2 Ringer 50 C 54 3 Ringer normal 62 4 Ringer 400C 82 5 Ringer normal 69 6 Asetilkolin 8.9 %. Sifat Otomatis dan Ritmis Jantung N Kondisi jantung Jumlah denyut per o. Dihitung denyut per menit dan diamati apakah berirama atau tidak. KCl 0. 17 . Diberi perlakuan yang sama jantung dengan CaCl2. Katak di single pith.15 7 Ringer normal 8 Adrenalin 14. dibuka rongga dada. menit 1 Normal (sebelum pelakuan) 61 2 Di copot ditambah ringer Berdenyut 3 Sinus venosus Tidak berdenyut 4 Jantung 18 5 Atrium - 6 Ventrikel - 2. atau kait logam kecil dikaitkan dengan benang Jantung dan tubuh dipisahkan dan diletakkan di dalam cawan petri yang berisi larutan ringer. NaCl 0. 1%.

Analisis 1. 2. frekuensi denyut jantung sebesar 62 denyutan per menit. Ditetesi kembali dengan larutan . Dilanjutkan dengan meneteskan lagi larutan ringer lagi. awalnya katak yang di single pith dibedah dan dibuka rongga dadanya kemudian dihitung detak jantungnya didapatkan 61 kali detak jantung permenit. Setelah diberi larutan Ringer 50C frekuensi denyut jantung menjadi 54 denyutan per menit. Saat sinus venosus dipisahkan dari jantung dan ditekan menggunakan batang gelas tidak terdapat denyut jantung pada jantung katak. Ketika artium dan ventrikel dipisahkan tidak terjadi denyut pada jantung karena sinus venosus dari jantung sudah dipisahkan. jantung tidak mengalami pergerakan atau tidak berkontraksi. frekuensi denyut jantung sebesar 69 denyutan per menit. Pengaruh Faktor Kimia dan Fisik terhadap Aktifitas Jantung Hasil pengamatan pengaruh faktor fisik dan kimia terhadap aktivitas jantung sebelum diberi perlakuan menunjukkan frekuensi denyut jantung sebesar 64 denyutan per menit. Sifat Otomatis dan Ritmis Jantung Pada pengamatan sifat otomatis dan ritmis jantung kondisi normal. Pengaruh Ion terhadap Aktifitas Jantung N Kondisi jantung Jumlah denyut per o. Ditetesi kembali dengan larutan asetilkolin. Pada saat jantung dipisahkan dari tubuh dan diletakkan dalam cawan petri yang direndam dalam larutan ringer didapatkan denyut jantung yang berirama dengan detak jantung 18 kali permenit. Dilanjutkan dengan meneteskan lagi larutan ringer lagi. menit 1 Normal (sebelum pelakuan) 72 2 Ringer 64 3 CaCl2 53 4 NaCl2 41 5 KCl 25 F. 9 Ringer normal - 3. Ditetesi kembali dengan larutan ringer 400C frekuensi denyut jantung sebesar 82 denyutan per menit.

Sifat Otomatis dan Ritmis Jantung Pada jantung katak yang sudah dipisahkan dari tubuhnya tetap berdetak disebabkan adanya impuls yang dihantarkan oleh saraf. Peranan sinus venosus menyimpan darah dari vena yang akan dialirkan kembali menuju atrium dan ventrikel.9%. Jantung mengandung serat-serat jantung yang termodifikasi yang berfungsi untuk mengkoordinasikan detak jantung dengan mengatur waktu kontraksi dari atrium dan ventrikel. G. namun kuat kontraksi.1998). jantung tetap tidak bergerak Lalu ditetesi kembali oleh larutan Adrenalin jantung juga tidak mengalami pergerakan atau tidak berkontraksi. Setelah diberi larutan Ringer. ringer normal. Lalu setelah ditetesi larutan CaCl2 1%. lalu ditetesi larutan NaCl 0. dan perambatan impuls pada jantung dipengaruhi oleh saraf otonom. Ketika sinus venosus dipotong dari atrium dan ventrikel maka tidak terjadi denyut jantung. Sinus venosus adalah ruang disekitar jantung. jantung tetap tidak bergerak. Setelah itu ditetesi larutan Ringer lagi. yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik. frekuensi denyut jantung. secara normal berawal pada . Pembahasan 1. Kontraksi jantung tidak tergantung dari impuls yang di hantarkan oleh syaraf. Jantung mempunyai kemampuan untuk self excitation sehingga dapat berkontraksi secara otomatis walaupun telah di lepas dari tubuh dan semua syaraf menuju jantung telah di potong (Supripto . 3. Pengaruh Ion terhadap Aktifitas Jantung Hasil pengamatan pengaruh ion terhadap aktivitas jantung sebelum diberi perlakuan menunjukkan frekuensi denyut jantung sebesar 72 denyutan per menit.7%. Pengamatan dilanjutkan dengan meneteskan lagi larutan Ringer. Hasilnya yaitu frekuensi denyut jantung sebesar 25 denyutan per menit. frekuensi denyut jantung menjadi 64 denyutan per menit. frekuensi denyut jantung menjadi 53 denyutan per menit. Menurut Supripto (1998) bahwa meskipun jantung berkontraksi dengan sendirinya. Ditetesi kembali dengan larutan ringer normal. Hasil pengamatan menunjukkan frekuensi denyut jantung sebesar 41 denyutan per menit. dan ditetesi KCl 0.

maka aktifitas jantung dan pernafasan menjadi lambat. 2. nodus sinoatrium(SA) yang berlokasi dalam atrium kanan pada pintu masuk vena kava superior. penaikan ataupun penurunan suhu dapat mencapai dua kali aktifitas normal. seharusnya jantung berdenyut lebih cepat dibanding kan dengan normal (sebelum perlakuan). butuh waktu yang lama untuk mencapai nilai ambang terjadinya potensial aksi pada seluruh otot ventrikel untuk memompa. Aktifitas akan naik seiring dengan naiknya suhu sampai pada titik dimana terjadi kerusakan jaringan. kontraksi otot jantung akan meningkat karena adrenalin bersifat adregenik yang berfungsi mempercepat kontraksi dan relaksasi otot jantung sehingga waktu sistolik dan diastolic menjadi cukup pendek. Meningkatnya kontaksi otot jantung disebabkan permeabilitas membrane sel di dalam otot jantung terhadap ion meningkat. karena katak juga termasuk hewan poikiloterm . menurunnya kontraksi otot jantung disebabkan oleh permeabilitas membrane sel otot jantung terhadap ion turun. lalu ke berkas His. (Guyton. Pengaruh Faktor Kimia dan Fisik terhadap Aktifitas Jantung Suhu mempengaruhi proses fisiologis organisme termasuk frekuensi denyut jantung. Sedangkan saat pemberian ringer 400C yang terjadi ialah denyut jantung bertmabah cepat sebesar 82 denyutan per menit yang melebihi batas ukuran normal denyutan pertama tanpa perlakuan apa pun.1995). . kemudian ke saraf purkinje dan akhirnya seluruh otot ventrikel berkontraksi cepat. Saat pemberian hormone adrenalin pada percobat didapatkan ditak berdenyut jantungnya. ion keluar masuk sehingga terjadi depolarisasi. kemudian diikuti aktivitas yang menurun dan akhirnya terjadi kematian. Perubahan aktifitas akibat pengaruh suhu. Saat potensial membrane mencapai nilai ambang maka terjadilah potensial aksi yang dikonduksian dari SA node menuju ke AV node. begitu suhu tubuh hewan turun . Pada paktikum yang dilakukan diperoleh bahawa pemberian ringer 5 0C menyebabkan denyut jantung bertambah turun.

Kemudian ditambahkan larutan CaCl21% dan diperoleh denyut jantung sebesar 55 denyutan per menit. sedangkan pemberian asetilkolin didapatkan jantung tidak berdenyut. Pasokan tambahan dari Ca2+ ini tidak saja merupakan faktor utama memanjangnya potensial aksi jantung. hal tersebut bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup jantung. 3. Seharusnya berdenyut tetapi angat lambat. 1989). Dikarenakan asetilkolin bersifat kolinergik. Ca2+. Namun perbedaannya. Hasil pengamatan menunjukkan hasil bahwa ketika jantung diberikan larutan Ringer maka frekuensi denyut jantung adalah 64 denyutan per menit. Hal tersebut menunjukkan penurunan frekuensi denyut jantung. Larutan Ringer merupakan salah satu larutan laboratorium dari garam dalam air yang digunakan untuk memperpanjang waktu kelangsungan hidup jaringan yang dipotong (Rudi. tetapi juga menyebabkan memanjangnya periode kontraksi jantung. maka SR pada otot . potensial aksi pada otot jantung memiliki fase plateau (Hill. Pengaruh Ion terhadap Aktifitas Jantung Pada dasarnya. dan KCl sebagai sumber K+. dan kanal K+. NaCl sebagai sumber Na+. Menurut Sherwood (2001). Potensial aksi terjadi akibat adanya perubahan kelistrikan intracellular yang dimediasi oleh pembukaan dan penutupan kanal-kanal ion seperti kanal Na+. pemberian Ca 2+ semakin memicu pengeluaran Ca2+ dari retikulum sarkoplasma. Adrenalin juga meningkatkan permeabilitas ion Na dan Ca. jantung harus langsung diberikan larutan Ringer setelah dipotong. potensial aksi yang dihasilkan pada otot jantung sama seperti pada otot skelet. Sejalan dengan pernyataan Rudi tersebut. Sehingga pada praktikum kali ini digunakan CaCl 2 sebagai sumber Ca2+. menurunkan kerja jantung. 2006). Sarcoplamic Reticulum (SR) pada otot jantung kurang berkembang dibandingkan SR pada otot skelet.Adapun data yang kami peroleh tidak valid atau tidak benar dikarenakan pada proses praktikum kurang teliti dan lebih cekatan. sehingga jantung mampu berdenyut dengan kuat kembali.

data yang diperoleh seharusnya yaitu frekuensi denyut jantung setelah diberi CaCl2 1% lebih cepat dari pada frekuensi denyut jantung ketika diberikan Ringer. Hal ini disebabkan oleh pengaruh langsung dari ion- ion kalsium dalam mengawali proses kontraksi jantung. Hal tersebut bertujuan untuk menetralkan atau mengembalikan denyut jantung ke denyut awal. sehingga fungsi jantung menjadi melemah. Hasil menunjukkan denyut jantung lebih pelan bila dibandingkan dengan hasil denyut jantung yang diberi Ringer (patokan). Kesalahan tersebut mungkin juga dikarenakan kurang telitinya praktikan dalam hal menghitung denyut jantung.9% yang sebelumnya telah ditetesi larutan Ringer terlebih dahulu. Kalium dalam jumlah yang sangat besar juga dapat menghambat hantaran impuls jantung dari atrium ke ventrikel . Perlakuan selanjutnya yaitu jantung diberi larutan KCl 0. oleh karena itu dibutuhkan extra calsium ion agar kekuatan kontraksi dapat terpenuhi. Hasil menunjukkan denyut jantung lebih pelan bila dibandingkan dengan hasil denyut jantung yang diberi Ringer. Banyaknya C dalam cairan ekstraseluler menyebabkan jantung mengalami kontraksi spastis. Hal tersebut dikarenakan kelebihan kalium dalam cairan ekstrasel menyebabkan jantung menjadi sangat dilatasi dan lemas serta frekuensi jantung lambat. Sebelum perlakuan selanjutnya yaitu jantung diberi larutan NaCl 0. Berdasarkan teori tersebut. Hasilnya yaitu frekuensi denyut jantung sebesar 25 denyutan per menit. Data yang diperoleh seharusnya yaitu frekuensi denyut jantung setelah diberi NaCl 0. yaitu kurang cepat dalam hal memberikan larutan Ringer setelah jantung dipotong.7%.jantung hanya mengeluarkan sedikit Ca.7 % lebih cepat dari pada frekuensi denyut jantung ketika diberikan Ringer. terlebih dahulu jantung diberi larutan Ringer. Kesalahan tersebut mungkin dikarenakan kesalahan praktikan. Diperoleh denyut jantung sebesar 41 denyutan per menit.

Guyton. ketika potensial membran menurun.meningkat. dan Lawrence G. Neil A.2004.: Harper Collins Publisher Inc Lily.  Kontraksi otot jantung pada katak dipengaruhi oleh bahan kimia. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. G. sedangkan adrenalin menyebabkan denyut jantung . Sehingga. bidang Anestesiologi: Universitas Diponegoro . Kesimpulan  Jantung katak terdiri atas tiga ruang yaitu sinus venosus. sedangkan lautan KCl. Wyse. 1989. 1995. New York.9% terhadap Keseimbangan Asam-Basa pada pasien Sectio Caesaria dengan Anesteri Regional. C. 1940). NaCl2.  Pada larutan CaCl2. yang membuat kontraksi jantung secara progresif makin lemah. Asetilkolin menyebabkan denyut jantuk menurun. Tesis Magister Biomedis. Mitchell. 2015. Aktivitas listrik pada otot jantung : jurnal kesehatan nasional andalas Rudi. mempercepat denyut jantung. Jakarta: Erlangga 2004 . Biologi Edisi ke 5 Jilid 3. 2006. Pengaruh Pemberian Cairan Ringer Laktat dibandingkan NaCl 0. Jane B. Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep untuk menjaga aliran darah tetap searah. memyebabkan denyut jantung menurun. DaftarPustaka Campbell. suhu. intensitas potensial aksi juga berkurang. melalui berkas A-V. Semua pengaruh kelebihan kalium ini disebabkan oleh pengurangan negativitas potensial membran istirahat akibat konsentrasi kalium yang tinggi dalam ekstrasel (Spealman. R. karena kekuatan potensial aksi sangat menentukan kekuatan kontraksi. dua atrium dan satu ventrikel  Sinus venosus adalah struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung. Irawati. Animal Physiology. Penerbit Buku kedokteran EGC: Jakarta Hill. Muchlis. Reece. A.

Fisiologi Hewan. 4 729-738 Supripto. C. Bandung. Alih bahasa: Santoso BI. and osmotic pressure on the Frog Heart-Rate. Fisiologi Manusia. Penerbit ITB. 1998. American Journal of Physiology Legacy Content.Sherwood L. 2001. . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Spealman.R. KCl. The effect of NaCl. Ed. 1940 vol. 1940. CaCl2. ke-2. 130 no.