You are on page 1of 11

PENELITIAN ASMA BRONKIAL PADA ANAK DI POLI ANAK

DAN RAWAT INAP RSUD KOTA BEKASI BULAN JANUARI –
FEBRUARI TAHUN 2017

Disusun Oleh:
Firmansah Saputra
03011105

Pembimbing :
dr. Mas Wishnuwardhana, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK
RSUD BEKASI
PERIODE 12 DESEMBER 2016 – 25 FEBRUARI 2017
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA

LEMBAR PENGESAHAN

A Telah diperiksa dan disahkan pada tanggal : Sebagai salah satu syarat dalam mengikuti dan menyelesaikan Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RSUD Bekasi Jakarta. Sp. Sp. 20 Februari 2017 dr.Nama mahasiswa : Firmansah Saputra(03011105) Bagian : Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RSUD Bekasi Periode : Periode 12 Desember 2016 – 25 Februari 2017 Judul : Penelitian Asma Bronkial Pada Anak Di Poli Anak dan Rawat Inap RSUD Kota Bekasi Bulan Januari – Februari Tahun 2017 Pembimbing : dr. Mas Wishnuwardhana. Mas Wishnuwardhana.A .

PENELITIAN ASMA BRONKIAL PADA ANAK DI POLI ANAK DAN RAWAT INAP RSUD KOTA BEKASI BULAN JANUARI – FEBRUARI TAHUN 2017 ABSTRAK Asma merupakan salah satu penyakit kronik yang tersebar diseluruh belahan dunia dan sejak 20 tahun terakhir prevalensinya semakin meningkat pada anak-anak baik di negara maju maupun negara sedang berkembang. sosio-ekonomi. Di Indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuisioner yang diisi oleh orangtua dari pasien asma bronkial di RSUD Kota Bekasi pada bulan Januari – Februari tahun 2017. kejadian asma. allergen. prevalensi serangan asma pada anak usia 0-17 tahun adalah 57 per 1000 anak (jumlah anak 4.2 juta). usia. sedangkan sebagian lain masih dalam penelitian. Peningkatan tersebut diduga berkaitan dengan pola hidup yang berubah dan peran faktor lingkungan terutama polusi baik indoor maupun outdoor. selama masa remaja prevalensinya hampir sama dan pada dewasa laki-laki lebih banyak menderita asma dibanding wanita. Berbagai faktor dapat mempengaruhi terjadinya serangan asma. Prevalensi asma pada anak berkisar antara 2-30%. berat ringannya penyakit. prevalensi asma pada anak sekitar 10% pada usia sekolah dasar dan sekitar 6. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah jenis kelamin. Beberapa faktor tersebut sudah disepakati oleh para ahli.5% pada usia sekolah menengah pertama. Berdasarkan laporan National Center for Health Statistics (NCHS). atopi. lingkungan. serta kematian akibat penyakit asma. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian asma bronkial pada anak di RSUD Kota Bekasi. prevalensi asma pada laki-laki 3 kali lebih banyak dibanding perempuan. . Sebelum masa pubertas. infeksi.

sehingga berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi asma. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi pasien yang terdiagnosis asma bronkial di poli anak dan rawat inap RSUD Kota Bekasi. pencetus. Pada awalnya pengobatan hanya diarahkan untuk mengatasi bronkokonstriksi dengan pemberian bronkodilator. sedangkan tahun 90-an selain inflamasi juga disertai adanya remodelling.PENDAHULUAN Asma merupakan salah satu penyakit kronik yang tersebar diseluruh belahan dunia dan sejak 20 tahun terakhir prevalensinya semakin meningkat pada anak-anak baik di negara maju maupun negara sedang berkembang.1 Prevalensi asma pada anak berkisar antara 2-30%. Berkembangnya patogenesis tersebut berdampak pada tatalaksana asma secara mendasar. bronkokonstriksi merupakan dasar patogenesis asma. Berdasarkan data diatas. Pada awal tahun 60-an.3 Pengetahuan mengenai definisi. Sehingga diharapkan dapat mempengaruhi kualitas hidup anak dan keluarganya serta mengurangi biaya pelayanan kesehatan yang besar. patogenesis dan tatalaksana yang tepat dapat mengurangi kesalahan berupa underdiagnosis dan overtreatment pada pasien. maka perlu diteliti faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian asma bronkial pada anak terutama di RSUD Kota Bekasi. Adapun rentang waktu penelitian adalah dari bulan Januari – Februari 2017. kecuali pada asma yang sangat ringan.2 Patogenesis asma berkembang dengan pesat. . prevalensi asma pada anak sekitar 10% pada usia sekolah dasar dan sekitar 6. Setelah itu dilakukan identifikasi karakteristik pasien dan faktor risiko asma dengan menggunakan kuisioner. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. kemudian berkembang dengan antiinflamasi sehingga obat antiinflamasi dianjurkan diberikan pada asma. Di Indonesia.5% pada usia sekolah menengah pertama. cara mendiagnosis. kemudian pada 70-an berkembang menjadi proses inflamasi kronis. Peningkatan tersebut diduga berkaitan dengan pola hidup yang berubah dan peran faktor lingkungan terutama polusi baik indoor maupun outdoor.

Selain itu untuk menggali data kualitatif yang lebih mendalam akan dilakukan pengecekan menggunakan data sekunder dengan melihat rekam medis pasien. infeksi. lingkungan. dimana semua subjek yang datang dan memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah subjek yang diperlukan.Jenis Kelamin Dari 8 sample yang diteliti. Kelompok variabel disajikan dalam bentuk tabel berupa variabel jenis kelamin. HASIL PENELITIAN 1. Data ini diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung kepada orangtua pasien dengan menggunakan kuesioner yang telah disiapkan oleh peneliti sesuai tujuan penelitian. Data primer digunakan untuk mengetahui faktor-faktor kejadian asma bronkial pada anak serta derajat asma. atopi.5% 2. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling. derajat berat asma. Besar sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 8 sampel. sosio-ekonomi. No Jenis Kelamin Jumlah % 1. Perempuan 1 12. usia.Usia .5% 2. Data yang didapatkan diolah dan dianalisa secara manual dengan menggunakan analisis univariat. Laki-laki 7 87.5% dari total sampel. Dimana pada persentase anak laki-laki mendapatkan 87. allergen. Analisis univariat digunakan untuk menjelaskan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti.5% dan anak perempuan mendapatkan 12. didapatkan prevalensi jenis kelamin asma bronkial di RSUD Kota Bekasi adalah sebanyak tujuh (7) anak laki-laki dan satu (1) anak perempuan.

dan satu (1) berpenghasilan >2.5/bulan atau ekonomi menengah. didapatkan prevalensi allergen yang mencetuskan asma di RSUD Kota Bekasi adalah sebanyak enam (6) adalah bulu binatang peliharaan. Sosio – Ekonomi Dari 8 sample yang diteliti. didapatkan prevalensi penghasilan dari keluarga asma di RSUD Kota Bekasi adalah sebanyak lima (5) berpenghasilan <1. 5-10 tahun 6 75 % 2. No Alergen Jumlah % 1. Ekonomi menengah 2 25 % 3 Ekonomi tinggi 1 12.Dari 8 sample yang diteliti. Debu Lingkungan Rumah 2 25 % 5. Ekonomi rendah 5 62.5 juta/bulan atau ekonomi tinggi. Bulu Binatang 6 75 % 2. dua (2) berpenghasilan 1.5 % 2. Dimana pada persentase didapatkan secara berturut- turut pada yang terpapar bulu binatang peliharaan adalah 75 %. dan 12. No Tingkat ekonomi Jumlah % 1. dua (2) adalah paparan debu yang terdapat di lingkungan rumah. Alergen Dari 8 sample yang diteliti. 25%. 11-17 tahun 2 25 % 3.5 % 4. dan tinggi adalah sebesar 62. Atopi . Dimana pada presentase anak usia 5 – 10 tahun mendapatkan 75 % dan 11 – 17 tahun mendapatkan 25 % dari total sample No Jenis Kelamin Jumlah % 1. dan yang terpapar debu yang terdapat dilingkungan rumah adalah 25 %.5%. Dimana pada persentase didapatkan secara berturut-turut ekonomi rendah.5 juta/bulan atau ekonomi rendah .5 juta – 2.5%. didapatkan prevalensi asma bronkial pada usia anak 5 – 10 tahun adalah sebanyak enam (6) dan usia 11-17 tahun sebanyak dua (2). menengah.

5 %.5 %. dua (2) adalah asma persisten sedang. Penelitian ini dimaksudkan untuk . didapatkan prevalensi derajat asma pada pasien asma di RSUD Kota Bekasi adalah sebanyak satu (1) adalah asma persisten berat. Ekzema 0 0% 6. asma persisten ringan adalah 62. No Atopi Jumlah % 1. Derajat Asma Dari 8 sample yang diteliti. Sulit untuk menentukan secara pasti penyebab asma. Dimana pada persentase didapatkan derajat asma persisten berat adalah 12.5 %. Persisten Berat 1 12. didapatkan prevalensi atopi pada keluarga pasien asma di RSUD Kota Bekasi adalah sebanyak enam (7) adalah asma pada keluarga. rhinitis alergi pada keluarga adalah 12. satu (1) adalah rhinitis alergi. Asma 6 75 % 2.5 % 2. Dimana pada persentase didapatkan adanya riwayat asma pada keluarga adalah 87. nol (0) adalah ekzema. Persisten Sedang 2 25 % 3. No Derajat Asma Jumlah % 1.5 % PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Penyebab insiden asma bronkial pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor kompleks yang saling berkaitan satu sama lain. di mana faktor keturunan pun diketahui yang paling sering turut berhubungan. dan lima (5) adalah persisten ringan. Persisten Ringan 5 62. namun ada beberapa faktor risiko yang erat hubungannya dengan kejadian asma. Rhinitis Alergi 2 25 % 3. eczema pada keluarga adalah 0 %.5 %.Dari 8 sample yang diteliti. asma persisten sedang adalah 25 %.

5%.mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian asma serta menentukan derajat serangan asma.4 Kekerapan asma pada anak laki-laki usia 2-5 tahun ternyata dua kali .17 tahun 2 25 % 3 Sosio . Hal ini selaras dengan penelitian Syaifurrochman yang meneliti tentang faktor resiko asma bronkiale pada siswa SLTP di Yogyakarta.5%) serta anak yang berusia 5 – 10 tahun berjumlah 6 anak (75%) dan yang berusia 11 – 17 tahun berjumlah 2 anak (25%).5%) dan yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 1 anak (12.35. Mayoritas anak yang mengalami asma di RSUD Kota Bekasi adalah anak laki-laki dengan presentase 87.5 % 1. anak laki-laki memiliki nilai OR 4.5 % Perempuan 1 12.Jenis Kelamin dan Usia Dari hasil penelitian didapatkan pasien asma pada anak yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 7 anak (87.5 % 4 Alergen Bulu Binatang 6 75 % Debu Lingkungan Rumah 2 25 % 5 Atopi Asma 6 75 % Rhinitis Alergi 2 25 % Ekzema 0 0% 6 Derajat Asma Persisten Ringan 5 62.5 % Ekonomi Menengah 2 25 % Ekonomi Tinggi 1 12.5 % Persisten Sedang 2 25 % Persisten Berat 1 12. Prevalensi No Faktor Risiko Jumla % h 1 Jenis Kelamin Laki-laki 7 87.Ekonomi Ekonomi Rendah 5 62.5 % 2 Usia 5 – 10 tahun 6 75 % 11.

Jika dikaitkan dengan teori hygiene hypothesis. peningkatan pita suara. Sosial-ekonomi tinggi berkaitan dengan terjaganya higienitas lingkungan. Jumlah kejadian asma pada laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Hygiene hypothesis menunjukkan bahwa hidup bersih. 2.5%).5 Peningkatan resiko pada laki – laki mungkin disebabkan semakin sempitnya saluran pernapasan.27 kali terkena asma dibandingkan dengan orang sosial ekonominya rendah. Tugau debu rumah dan bulu binatang peliharaan terdapat di benda – benda dan tempat – tempat yang banyak debu.3. dan sosio ekonomi tinggi berjumlah 1 anak (12. adalah allergen tugau debu dan bulu binatang peliharaan. 7 Penyakit alergi jalan napas yang umum adalah asma bronkial .5%).laki yang cenderung membatasi respon bernapas. makin bersih lingkungan maka yang akan terangsang adalah T helper (h0) akan menjadi Th2 yang akan muncul pada saat reaksi inflamasi alergi dan pada lingkungan kurang bersih yang akan terangsang adalah Th1 karena pola respons Th1 dihubungkan dengan hipersensitifitas tipe lambat dan reaksi inflamasi infeksi. timbulnya penyakit ini disebabkan oleh masuknya suatu allergen ke dalam saluran pernapasan seseorang sehingga merangsang reaksi hipersensitivitas tipe 1.6 Namun penelitian ini berhipotesis sama dengan penelitian yang dilakukan Ehrlich yang menyatakan bahwa debu rumah merupakan faktor pencetus terjadinya asma bronkial pada penderita asma bronkial dengan nilai OR . 12. dan mungkin peningkatan IgE pada laki .lebih sering dibandingkan perempuan sedangkan pada usia 14 tahun resiko asma pada anak laki –laki lebih sering dan kunjungan kerumah sakit tiga kali lebih sering dibandingkan anak perempuan pada usia tersebut. Sosio – Ekonomi dan Alergen Dari hasil penelitian didapatkan pasien asma dari sosio ekonomi rendah berjumlah 5 anak (62. Hal ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan bahwa seseorang yang sosial-ekonominya tinggi berisiko 2. Selanjutnya didukung oleh perbedaan diameter ratio saluran udara laki – laki dan perempuan setelah berumur 10 tahun. sosio ekomi menengah berjumlah 2 anak (25%). jumlah anak yang sedikit akan meningkatkan prevalensi asma. mungkin disebabkan perubahan rongga dada yang terjadi pada masa puber laki-laki dan tidak pada perempuan. Biasanya sumber .

Orangtua dengan asma bronkial kemungkinan 8-16 kali menurunkan asma dibandingkan dengan orang tua yang tidak asma7 . buku.debu yang berasal dari karpet. 9 Selaras dengan penelitian Pramesti bahwa keluarga yang mempunyai riwayat penyakit asma bronkial mempunyai keumungkinan 8. tumpukan Koran. Atopi pada Keluarga Dari hasil penelitian yang dilakukan pada pasien asma anak didapatkan bahwa terdapat riwayat asma pada keluarga berjumlah 6 anak (75%).27 kali lebih besar menderita asma bronkial dibanding keluarga yang tidak memiliki riwayat asma bronkial. riwayat rhinitis alergi pada keluarga berjumlah 2 anak (25%). Sosio ekonomi yang sering mengalami asma pada anak padalah sosio ekonomi rendah serta paling sering serangan asma disebabkan oleh bulu binatang. anjing. kucing. jok kursi. mempunya tiga kali lebih tinggi jika riwayat keluarga dengan asma diserta dengan salah satu atopi. Adanya riwayat penyakit asma bronkial. Riwayat asma pada keluarga masih memegang peranan penting penyebab terjadinya asma pada keluarga bahkan dapat menjadi tigak kali lebih tinggi apabila disertai dengan riwayat atopi . dan pakaian lama.8 3. KESIMPULAN PENELITIAN Setelah dilakukan penelitian tentang faktor resiko yang berpengaruh terhadap kejadian asma bronkial pada anak di RSUD Kota Bekasi bulan Januari-Februari 2017disimpulkan bahwa 8 anak asma mayoritas jenis kelaminnya adalah laki-laki serta usia yang sering mengalami asma adalah usia 5 – 10 tahun.

2011 2. importance of maternal and household smoking. Jakarta: 2003. Ilmu penyakit paru. 1996.197- 209. Supriyanto. 4. Toit DD. P. 2003. Jakarta:Juni 2006. 2011.1-2 7. Pencegahan Asma di dalam Indonesia Pediatric Respiratory Meeting I. Fakultas Kedokteran Indonesia. Ehrlich RI. 5. Global Initiative for Asthma (GINA). Majalah Kedokteran Indonesia. Risk factor childhood asthma and wheezing. Pocket guide management and prevention asthma in children. . 247. Nomor: 3. DAFTAR PUSTAKA 1. Siregar SP. Global Initiative for Asthma (GINA). UKK Pulmonologi PP Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta. Danusaputro H. 2004. Prevalensi dan faktor resiko asma bronkiale pada siswa SMP di kotamadya Yogyakarta. Departemen Ilmu Penyakit Dalam. et al. Diagnosis dan penatalaksanaan terkini asma pada anak. Sukamto.2000. 9. Volume: 55. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Syaifurrochman M. FK UGM. B. Sundaru H. Asma Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan di Indonesia. 8. FKUI 3. 6. Jordan E. Asma bronkial. Fakultas Kedokteran Indonesia. Pocket guide management and prevention asthma in children. Maret 2005.