Hubungan Antara Besar Sudut Bias Kaca dengan Penurunan Kepadatan

Lalat Pada Tempat Penyajian Makanan Industri Pengolahan Makanan

Proposal Skripsi

Nama : Hanung Nurany

Jurusan Kesehatan Lingkungan
Politeknk Kesehatan Bnadung
Kementrian Kesehatan
Bandung
2015

Penyakit diare merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada anak dibawah lima tahun (balita) dengan disertai muntah dan mencret. 2005). Survei morbiditas yang dilakukan oleh Subdit Diare. karena morbiditas dan mortalitas-nya yang masih tinggi. 1999). Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara di Indonesia. yaitu dengan memastikan bahwa makanan tersebut dalam keadaan bersih dan terhindar dari wholesomeness (penyakit). 2004). Makanan – makanan tersebut sangat mungkin sekali menjadi penyebab terjadinya gangguan dalam tubuh manusia sehingga manusia jatuh sakit. 2003). Banyak sekali hal yang dapat menyebabkan suatu makanan menjadi tidak aman. Pada tahun 2000 Inciden Rate Hanung Nurany (P17333113423) DIV Kesehatan Lingkungan #1 . Kontaminasi yang terjadi pada makanan dan minuman dapat menyebabkan makanan tersebut berperan sebagai media suatu penyakit. Departemen Kesehatan dari tahun 2000 s/d 2010 memperlihatkan adanya kenaikan insiden penyakit diare. Salah satu di antaranya dikarenakan terkontaminasi (Thaheer. Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari biasanya (3 atau lebih per hari) dan berlangsung kurang dari 14 hari yang disertai perubahan bentuk dan konsistensi tinja dari penderita. Salah satu penyakit bawaan makanan yang masih menjadi permasalahan dinegara berkembang khususnya Indonesia adalah diare.1 Latar Belakang Makanan merupakan kebutuhan dasar bagi hidup manusia. penyakit diare apabila tidak segera diberi pertolongan pada anak dapat mengakibatkan dehidrasi (Depkes RI. Makanan yang dikonsumsi beragam jenis dengan berbagai cara pengolahannya (Santoso. BAB I PENDAHULUAN 1. Salah satu cara untuk memelihara kesehatan adalah dengan mengkonsumsi makanan yang aman. Penyakit yang ditimbulkan oleh makanan yang terkontaminasi disebut penyakit bawaan makanan (food-borned diseases) (Susanna.

Ada sekitar 3000 – 6000 mata pada setiap bulatan mata lalat. seperti sampah. tahun 2003 naik menjadi 374 /1000 penduduk. (IR) penyakit Diare 301/ 1000 penduduk. 2007). 2015). sedangkan tahun 2010 terjadi KLB diare di 33 kecamatan dengan jumlah penderita 4204 dengan kematian 73 orang (CFR 1.74%). Lalat dianggap mengganggu karena kesukaannya hinggap di tempat-tempat yang lembab dan kotor. bahkan cara ini telah telah lama dilakukan diluar negeri. Pada tahun 2008 terjadi KLB di 69 Kecamatan dengan jumlah kasus 8133 orang.94%). kematian 239 orang (CFR 2. maka dapat menyebabkan penyakit diare (Andriani. Jika makanan yang dihinggapi lalat tercemar oleh mikroorganisme baik bakteri. Cara ini merupakan cara yang sudah sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia. tidak seperti mata manusia. Apabila dilihat dari sudut pandang sains. Salah satu usaha yang telah dilakukan masyarakat untuk mengurangi kepadatan lalat pada tempat usaha mereka. dengan Case Fatality Rate (CFR) yang masih tinggi. yaitu menggunakan kantong plastic berisi air yang digantung. Mata tersebut tidak bisa fokus pada satu sudut pandang seperti mata manusia. Mata lalat memiliki sudut pandang berbeda. Maka lalat akan menjadi pusing dan pergi menjauh. Tahun 2009 terjadi KLB di 24 Kecamatan dengan jumlah kasus 5. ternyata kantong plastic air dapat mengusir lalat. (yudista. dengan kematian 100 orang (CFR 1. Kejadian Luar Biasa (KLB) diare juga masih sering terjadi. Hanung Nurany (P17333113423) DIV Kesehatan Lingkungan #1 .74 %.756 orang. telur/larva cacing atau bahkan virus yang dibawa dan dikeluarkan dari mulut lalat dan bila dimakan oleh manusia. protozoa.) Salah satu penyebab diare adalah tercemarnya makanan dan minuman oleh bakteri yang dibawa oleh lalat. tahun 2006 naik menjadi 423 /1000 penduduk dan tahun 2010 menjadi 411/1000 penduduk. Mata-mata itu menampilkan berbagai sudut pandang berbeda layaknya 3000 – 6000 monitor CCTV yang menampilkan pandangan berbeda. Hal ini disebabkan oleh pembiasan cahaya yang di akibatkan oleh air yang tebungkus plastik ternyata membuat lalat menjadi bingung seperti menyaksikan fatamorgana.

Kemudian akan memilih untuk pergi meninggalkan area tersebut. seperti sepotong kaca atau kantong air mengubah arah dan kecepatan cahaya.3. Jadi ketika lalat terkena pembiasan cahaya akibat bungkusan air di plastik mereka akan sangat tersiksa. 1. Hanung Nurany (P17333113423) DIV Kesehatan Lingkungan #1 . Kantong plastik yang berisi air ini akan mebiaskan cahaya sehingga cahaya yang datang dan melewati air didalam kantong plastik akan dibelokan.3 Tujuan 1. Dengan demikian bayangan yang muncul juga akan bergeser dari letak objek sPembiasan terjadi ketika objek yang jelas atau buram. Ilusi optik ini yang diharapkan dapat membuat bingung lalat sehingga terbang menjauh. maka penulis merumuskan permasalahn sebagai berikut : Bagaimana pengaruh besar sudut pembiasan pada kaca cembung di tempat penyajian makanan industry pengolahan makanan.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas. Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan kepadatan lalat dengan cara teknologi menggunakan cermin cembung sebagai alat pengusir lalat pada industry pengolahan makanana . 1.1 Tujuan Umum Ingin mengetahui pengaruh besar sudut pembiasan kaca cembung terhadap kepadatan lalat di tempat penyajian makanan industry pengolahan makanan. Sehingga dengn adanya penelitian tersebut dapat ditemukan solusi yang baik untuk mengurangi kepatan lalat dengan teknologi cermin cembung. Cahaya matahari akan masuk ke dalam plastik berisi air sehingga cahaya dapat terbiaskan.

4 Manfaat a. Dapat bermanfaat bagi industry pengolahan makanan sebagai pengusir lalat yang lebih efektif dan efisien d. c. Ingin mengetahui kepadatan lalat di tempat penyajian makanan industry pengolahan makanan.2 Tujuan Khusus a. b. Dapat bermanfaat bagi institusi sebagai bahan acun dan referensi untuk penelitian selanjutnya c.5 Ruang Lingkup Supaya permasalahn tidak meluas. Hanung Nurany (P17333113423) DIV Kesehatan Lingkungan #1 . Ingin mengetahui sudut pembiasan yang efektif untuk menurunkan kepadatan lalat. Ingin mengetahui ada atau tidaknya pengaruh besar sudut pembiasan kaca cembung terhadap penurunan kepadatan lalat ditempat penyajian makanan industry pengolahan makanan.3. 1. Dapat bermanfaat untuk menurunkan populasi lalat ditempat pengolahan makanaan 1. Dapat bermanfaat bagi peneliti sebagai pengetahuan baru b. maka penulis membatasai ruang lingkup penelitian mengenai pengaruh besar sudut pembisan kaca cembung terhadap kepadaan lalat di tempat proses penyajian makanan pada industry pengolahan makanan. 1.

Kemudian.1 Desain Penelitian U. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen dengan desain pretes-postes satu kelompok (One Group Pretes Postes Design). Pembiasan Cahaya Pengendalian Biologi Fisik BAB III METODE PENELITIAN Kimia 3. 3. akan dihitung kepadatan lalat sebelum dan sesudah pemberian perilaku.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian ekperimen 3. Pada desain ini dilakukan pretes untuk mengetahui keadaan awal subjek sebelum diberi perlakuan sehingga peneliti dapat mengetahui kondisi subjek yang diteliti sebelum atau sesudah Temperatur diberi perlakuan yang hasilnya dapat dibandingkan atau dilihat perubahannya (Sukardi. Cara kerja dengan memanfaatkan titik sudut Perindukann Sinar Makanan pencerminan dari kaca yang akan membuat lalat menghindari sudut bias pandangan Air (Sifat fototrofk) tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan variabel dependen berupa kepadatan alat dan variabel independen variasi besar sudut pencerminan cermin cembung. 2010:180-181).1. Peneliti melakukan percobaan dengan membuat alat uji coba berbagai sudut pencerminan cermin cembung yang diduga dapat menurunkan kepadatan lalat.1.2 Kerangka Teori Hanung Nurany (P17333113423) DIV Kesehatan Lingkungan #1 .

1. 2 Sudut Sudut bias Pengukura Perh Nominal Angka sudut Pembiasan adalah sudut n dengan itung bias kaca yang dibentuk menggunak an antara sinar bias an hukum dengan garis Snelius normal Hanung Nurany (P17333113423) DIV Kesehatan Lingkungan #1 . 3.1.4 Definisi Operasional No Variabel Definisinisi Cara Ukur Alat Skala Hasil Ukur Oprasional Ukur 1 Kepadatan Menggambarkan Pengukura Fly Nominal Jumlah Lalat jumlah populasi n dengan drill Kepadatan lalat disuatu cara lalat lokasi meletakan fly drill pada titik sampling yang telah di tentukan dengan waktu tertentu.3 Kerangka Konsep Beda Sudut Pembiasan Pengendalian Fisik Pembiasan Cahaya Penurunan Kepadatan Lalat 3.

Variabel pengganggu pada penelitian ini adalah kondisi cahaya yang tidak stabil apabila pencahayaan menggunakan pencahayaan alami pada ekperiment yang dilakukan.2 Rancangan Sampel 3. 3. 3. Sehingga dipilih waktu yang tepat untuk melakukan penelitia 3. Subjek percobaan dibagi dalam dua kelompok. Suhu lingkungan ialah besaran numerik untuk mengetahui derajat panas atau dingin pada suatu lingkungan. b. b.2.1. Menurut Supranto J (2000) untuk penelitian ekperimen dengan rancangan acak lengkap secara sederhana dapat dirumuskan dengan rumus Gomez – gomez.1 Populasi dan Sampel a.6 Hipotesis Ada pengaruh antara besar sudut pembiasan kaca cembung dengan penuruan kepadatan lalat. sebagai berikut : t(r-1) ≥ 15 Hanung Nurany (P17333113423) DIV Kesehatan Lingkungan #1 . Populasi penelitian adalah lalat dengan species musca domestica yang ada pada tempat penyajian makanan industry pengolhan makanan. Populasi merupakan seluruh subjek atau objek dengan karakteristik tertentu yang diteliti. dan perbedaan ini dianggap sebagai akibat perlakuan. Kelompok pertama merupakan unit percobaan untuk perlakuan dan kelompok kedua merupakan kelompok control. Kemudian dicari perbedaan antara pengukuran dari keduanya. Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi.1. Dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling .5 Pengendalian Variabel Pengganggu a.2. Suhu lingkungan mempengarui bionomic lalat dalam beraktifitas.3.2 Besar Sampel Besar sampel yang diambil dalam penelitian ini berdasarkan banyaknya perlakuan dan banyaknya pengulangan perlakuan yang digunakan dalam penelitian yaitu 3 kali.

3. Hanung Nurany (P17333113423) DIV Kesehatan Lingkungan #1 .3 Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metoda sistematik random sampling. sehingga jumlah sampel yang di perlukan dalam penelitian ini sejumlah = pengulangan perlakuan = 6 * 3 = 18 sampel. Jumlah sampel yang diteliti adalah 19 sampel. yang terdiri 1 sampel control dan 18 sampel perlakuan. Keterangan : t (treatmen) = banyaknya kelompok perlakuan r (replikasi) = jumlah replikasi maka perhitungannya adalah : t(r-1) ≥ 15 3 (r-1) ≥ 15 3r – 3 ≥ 15 3r ≥ 18 r≥6 Dari rumus tersebut didapatkan jumlah replica sebanyak 6 kali.2.

3.4.3.5 Rencana Pengolahan Analisis Data Hanung Nurany (P17333113423) DIV Kesehatan Lingkungan #1 .3 Uji Validitas dan Reabilitas Instrumen Penelitian 3.2 Alat Pengumpul Data 3.5 Tenaga Pengumpul Data Tenaga pengumpul data yaitu peneliti sendiri.3. 3.1 Jenis Data 3.1 Tempat dan Waktu Tempat : Pemuk iman Penduduk 3.4.2 Langkah Penelitian 3.4.3.3.3.4 Persiapan Pengambilan data 3.4 Teknik Pengumpul Data 3.3 Persiapan Alat dan Bahan 3.4 Rancangan Pelaksanaan Penelitian 3.3 Rancangan Pengumpul Data 3.4.4.

utexas.10 January 2004. Tersedia : http://www. Germany : Springer – Verlag Berlin Heidelberg. J W dan F C Wippermann. 2007. [8 September 2015] Kate. Tersedia : http://www.medion. Tersedia : http://id.kompasiana. London : CRC Press.kyb. Edisi Maret.html [10 September 2015] Rosen. (2012). Tersedia : http://fisikasmasmk. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC Asas. Tersedia : http://info. Harun.ht Zettler. (2007). (2011). Daftar Pustaka Chandra.com/f/Micro- optical+artificial+compound+eyesDuparr%C3%A9.esb. Micro – Optical Artificial Compound Eyes (jurnal). and Uses (Ebook). 2429 .pbworks. F dan R.de/fileadmin/user_upload/files/publications/KK- 32_3452[0]. 1976. Syarief.id/2012/06/hukum-pembiasan-gelombang-cahaya.blogspot. Insect Repellents : Principles. (2008).php/artikel/broiler/penyakit/pengendalian-lalat. "Fly's-eye view shines a light on disease". Austin. Hukum Pembiasan Gelombang Cahaya [Online]. Teknologi Lensa Tercagih [online]. Pengendalian Lalat . h.osapublishing. New Scientist vol. Cetakan I. [3 September 2015] Hanung Nurany (P17333113423) DIV Kesehatan Lingkungan #1 .id/index. Neural Principle in Vision (Ebook).edu/palmer/bio303/group25/DROSOPHILA/compound_eye.harunyahya. 2006. Mustapha dkk. Yahya. 181 no. Budiman.co. http://www. Mata Lalat Menjadi Sumber Ilham Bagi Sitem Pencitraan Baru DI Dunia Kedokteran [online].org/oe/fulltext.cfm?uri=oe- 11-26-3605&id=78226 [ 9 September 2015] Anonym. Tersedia : https://www. 2003. 2007. Seeing Thrpugh Biological Tissues Using The Fly Eye Principle [online].pdf [8 September 2015] Duparre. 23 Julie Palmer. Weiler.com/dhedhe_merpatiq/teknologi-lensa- tercanggih_5500cbeca33311e572512043. [4 September 2015] Debboun.co.mpg.pdf. University of Texas.tuebingen. Tersedia : http://biomimetic.com/id/Artikel/4525/mata- lalat-menjadi-sumber-ilham [ 6 September 2015] Judy Siegel-Itzkovich. Metods. Joseph dan David Abookasis.

[ 6 September 2015] http://www.html Hanung Nurany (P17333113423) DIV Kesehatan Lingkungan #1 .com/cara-mengusir-lalat-di-rumah-dan-makanan.Anonym.id/2013/09/lampu-air-botol-oleh-alfredo-moser. Tersedia : http://fisikaveritas.co.html.id/2015/02/inilah-alasan-mengapa- kantung-plastik-berisi-air-bisa-mengusir-lalat. Lampu Air – Botol oleh Alfredo Moser [online]. (2013).co. Ini Alasan Mengapa Kantung Plastik Berisi Air Bisa Mengusir Lalat [online]. Tersedia : http://informasi-fantastis.blogspot.blogspot.masbroo. 2015. [ 3 September 2015] Anonym.html.