Tafsir Surah Al-Tin

Pengenalan surah:
Nama surah ini diambil dari kata at-tîn (buah Tin) dalam ayat pertamanya.
Diturunkan di kota Makkah setelah surah al-Buruj, terdiri dari 8 ayat, surah
ke-95 dalam tartib mushaf dan ke-28 dalam tartib nuzul. Surah At-Tin
membicarakan tentang kemuliaan spesies manusia dan iman akan hari
perhitungan sebagai pokok bahasan.
Tafsir ringkas:
‫ن‬ ‫ذا ال لب لل لد ن الل ل ن‬
‫مني ن‬ ‫ن ولهل ل‬
‫سنيننني ل‬ ‫ن ول ط‬
‫طرورن ن‬ ‫ن لوالززي لطترو ن‬
‫ لوالتتني ن‬.
(Demi Tin dan Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota ini yang aman)
Allah bersumpah dengan Tin, Zaitun, Thursina dan Balad al-Amin.
Apakah yang dimaksud dengan Tin dan Zaitun?
Menurut Ibnu Abbas, Tin dan Zaitun yang dimaksud dalam ayat ini adalah
buah tin dan zaitun yang kita kenal. Hal ini mungkin saja benar,
mengingat tin dan zaitun adalah nutrisi dan buah yang sarat dengan
manfaat.
Buah tin sudah ditanam sejak 4000 tahun yang lalu. Buah tin diklaim
mampu menurunkan kolesterol hingga 20%, mencegah serangan jantung.
Tin juga kayak akan serat hingga berguna untuk pencernaan dan
melindungi diri dari kanker usus. Tin kering dapat digunakan untuk
sterilisasi, membunuh bakteri dan virus karena mengandung komposisi
phenol yang tinggi.
Sementara zaitun berkhasiat menurunkan kolesterol jahat, mencegah
kanker, mencegah penyumbatan atau pembekuan darah dan sebagainya.
Lemak dalam zaitun sama dengan lemak dalam ASI yang dikategorikan
sebagai lemak terbaik untuk dikonsumsi.
Rasulullah bersabda mengenai buah Zaitun:
‫م كفمإننمهم ممننم كشكجكرٍةةم مكبراكرككٍةة‬، ‫م كواندمهمناوام مبرالنزنيمت‬، ‫مكملاوام النزنيكت‬
“Makanlah buah Zaitun dan berminyaklah dengannya. Sebab, itu adalah
pohon yang yang diberkati.” (HR. Turmudzi nomor 1851)
Pendapat kedua, yang dimaksud tin dan zaitun bukanlah jenis buah. Lalu
apa maknanya? Para mufassir berbeda pendapat, sebagai berikut:
 Tempat tumbuhnya tin dan zaitun, yaitu negri Syam.
 Tempat diutusnya para Nabi. Tin adalah tempat diutusnya Nabi Isa,
Zaitun tempat diutusnya mayoritas Nabi bani Isaril, Thursina
tempat diutusnya Musa dan Balad al-Amin tempat diutusnya Nabi
Muhammad Saw.
Thursina adalah nama bukit tempat Nabi Musa menerima wahyu.
Sementara Balad al-Amin atau negri yang aman adalah kota Mekah.
Rangkaian ayat ini mengisyaratkan adanya beberapa tempat yang
diberkahi, yaitu Mekah (lihat Ali Imran: 96), Baitul Muqaddas (lihat Al-Isra:
1) dan Bukit Sinai (lihat Al-Qashash: 30).

Bagi mereka akan mendapatkan pahala Ghairu Mamnuun. setelah manusia (Adam) diciptakan dengan sempurna. Kedua. bukan fisiknya. banyak bukti bahwa orang beriman dan beramal tidak akan terserang penyakit pikun di hari tuanya. lengkap dengan akal dan pikirannya. Dengan sisi ruhani. Di akhirat. (4) ‫لنكسراكنم مف يم أكنحكسمنم كتنقماويٍةمم‬ ‫كلكقندم كخكلنقكنرام ا ن م‬ sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik. yaitu surga. tegak. lalu dibekali dengan akal. Manusia akan menjadi tua. Syeikh Hasan as-Syair. pikiran. . Allah turunkan ke tempat terendah (bumi) setelah Adam melanggar larangan Allah. yaitu neraka sebab kekufuran mereka. Dari makhluk dengan fisik yang prima menjadi makhluk yang lemah. Ketiga. Allah akan memberikan ketenangan dan ketentraman bagi mereka saat berusia lanjut. Mujahid dan Qatadah. manusia diperintahkan untuk beribadah dan mencapai tingkatan yang mulia.) (baiknya Khalaqa berarti menciptakan sesuatu dari tidak ada dengan ukuran tertentu sesuai dengan hikmah-Nya. setelah Allah menciptakannya dengan demikian fisik yang demikian sempurna dan tegak. Demikian pendapat Ibnu Abbas. meski amalan itu tidak bisa lagi ia kerjakan setelah tua dan sakit-sakitan. bungkuk. lemah hingga akhirnya mati (lihat Ar-Rum: 54). dan masih sanggup mengajarkan qiraat asyrah kepada murid-muridnya di Madinah. Kecuali orang yang beriman dan beramal saleh. Selain itu. Dari makhluk paling mulia bisa menjadi mahluk yang paling hina. masih hidup di usia lebih dari seratus tahun. (6) ‫صراملكحرامتم كفلكمهنمم أكنجررم كغننيمرم كمنممناوٍةنم‬ ‫إمنلم النمذيكنم آكممناوام كوكعممملاوام ال ن‬ (kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. mereka akan masuk ke tempat tertinggi. maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya) Demikianlah manusia. ‫مثنمم كركدندكنرامهم أكنسكفكلم كسرامفملنيكن‬ (Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya) Ada beberapa penafsiran mengenai ayat ini: Pertama. fitrah. Allah akan mengembalikan manusia pada kedudukan yang paling rendah. Apakah ghairu mamnuun? Bisa berarti tidak terputus. bisa pula berarti tidak disebut- sebut. Adapula yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sempurna adalah sisi ruhani manusia. Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna. setelah manusia diciptakan dengan sempurna. manusia akan dikembalikan pada level fisik yang paling rendah. Sementara di dunia. bahkan Allah menurunkan agama sebagai pedoman. lalu ditempatkan di tempat tertinggi (surga). Maksud pahala yang tidak terputus adalah Allah akan tetap mencatatkan pahala amalan yang biasa ia kerjakan sewaktu muda dan sehat.

Abu Daud dan Ahmad) Beberapa pelajaran dari surah At Tin: 1. Atau. apabila seseorang telah masuk surga. apalagi yang membuat mereka tetap mendustakan hari pembalasan? Tidakkah mereka takut terhadap Allah hakim yang paling adil? Kelak. dan kami termasuk orang-orang yang bersaksi atas hal itu. Memahami bahwa kenikmatan duniawi itu tidak kekal 3. .” (HR. maka ia tidak akan keluar lagi darinya. Rasulullah bersabda. Besarnya kenikmatan Allah SWT kepada manusia dan kewajiban mensyukuri nikmat itu. Turmudzi. Bukhari nomor 2834). tanpa menyebutkan perawinya). Sebagaimana kita ketahui. (8) ‫لم مبكأنحككممم انلكحرامكممنيكنم‬ ‫(م أكلكننيكسم ا نم‬7) ‫كفكمرام ميككدذمبككم كبنعمدم مبرالدديمنم‬ (Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan hari pembalasan sesudah adanya keterangan-keterangan itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?) Jika demikian keadaannya. Ia akan terus berada dalam kenikmatan yang tiada terputus. maupun pahala tidak terputus di akhirat dengan masuk surga. ‫صمحنيححرا‬ ‫ضم انلكعنبمدم أكنوم كسراكفكرم مكمتكبم كلمهم ممكنم ا ن ك‬ ‫لنجمرم ممنثملم كمرام ككراكنم كينعكمملم ممقنيحمرام ك‬ ‫إمكذام كممر ك‬ “Apabila seorang hamba sakit atau bepergian dicatat (amalannya) seperti apa yang ia lakukan dalam keadaan sehat dan mukim.” (HR. yang dimaksud tidak terputus adalah pahala mereka berupa kenikmatan surga. maka. Ibnu Abbas meriwayatkan sabda Rasulullah: “jika seorang mukmin telah mencapai masa tua sehingga ia tidak bisa menunaikan amalan-amalannya. Bahkan. Allah akan memutuskan semuanya tanpa ada kezhaliman sedikitpun. “Jika salah seorang dari kalian membaca surah At-Tiin kemudian membaca ujungnya “bukankah Allah adalah Dzat yang paling adil dalam menghukumi?” maka katakanlah “Ya.Rasulullah bersabda. baik tidak terputus di dunia dengan dicatatnya pahala saat ia sudah pikun. (Tafsir al-Alusi. Wallahu a’lam. maka ia akan dicatat dengan pahala seperti yang ia kerjakan semasa mudanya”. 2. Balasan bagi mukmin yang beramal saleh adalah pahala yang tidak terputus.