You are on page 1of 24

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM ANALISIS FISIKOKIMIA

IDENTIFIKASI SENYAWA GOLONGAN ALKOHOL,
FENOL, DAN ASAM KARBOKSILAT

Disusun Oleh:
Dhiya ul Haqqi
NPM: 260110120044

LABORATORIUM ANALISIS FISIKOKIMIA
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2014

IDENTIFIKASI SENYAWA GOLONGAN ALKOHOL, FENOL, DAN
ASAM KARBOKSILAT

I. TUJUAN
Mengetahui cara identifikasi senyawa golongan alkohol, fenol, dan asam
karboksilat.

II. PRINSIP
1. Esterifikasi
Terbentuk ester jika suatu alkohol ditambahkan asam karboksilat yang
dapat diamati dari aromanya

2. Reaksi Pembentukan Kompleks
Fenol yang direaksikan FeCl3 atau pereaksi lainnya akan membentuk
suatu kompleks yang dapat mengubah warna larutan.
3. Reaksi Kristal
Suatu asam karboksilat dapat mengalami sublimasi jika dipanaskan
sehingga dapat diamati bentuk kristalnya di bawah mikroskop.

III. DATA PENGAMATAN DAN HASIL
Golongan Alkohol
1. Etanol
No. Reagensia Perlakuan Hasil
1. Esterifikasi Etanol + Asam Salisilat Larutan bening
+ H2SO4
Mulut tabung ditutup
dengan kapas,

1

dipanaskan di atas penangas air Bau balsem 2. Iodoform Etanol + NaOH Larutan bening + I2 Warna kekuningan. bau seperti lisol 3. K2Cr2O7 Etanol + K2Cr2O7 Larutan warna oranye + H2SO4 Larutan warna hijau 2 .

H2SO4 + Mentol + H2SO4 Tidak larut Vanilin + Vanilin sulfat Bening 3 . Mentol No. Reagensia Perlakuan Hasil 1. dicium aromanya 2. Reagensia Perlakuan Hasil 1. Dikisatkan Gliserin ke kaca arloji.2. dipanaskan di penangas air Larutan menjadi lebih cair 3. Gliserin No. CuSO4 Gliserin + CuSO4 Larutan bening + NaOH Larutan berwarna biru bening 2. Meletakkan mentol di Harum atas pelat tetes.

seperti ada minyak merah muda 4 . sulfat Golongan Fenol 1. FeCl3 Fenol + Air Larutan bening + FeCl3 Ungu kehitaman. Reagensia Perlakuan Hasil 1. seperti ada minyak 2. p-DAB Fenol + Air Larutan bening p-DAB Bening kemerahan. Fenol No.

Lieberman Fenol + Air Larutan bening + NaNO3 Keruh + H2SO4 Coklat kehitaman 4. FeCl3 Nipagin + Air Larutan bening 5 . 3. Reagensia Perlakuan Hasil 1. Nipagin No. K2Cr2O7 Fenol + Air Larutan bening + K2Cr2O7 Oranye 2.

Resosrcinol No. Dipanaskan Warna putih susu Didinginkan + FeCl3 Warna ungu 2. HNO3 Nipagin + HNO3 Tidak ada perubahan warna 3. p-DAB Resorcinol + Air Larutan bening + p-DAB 6 . Reagensia Perlakuan Hasil 1.

FeCl3 Resorcinol + Air Larutan bening + FeCl3 Ungu kehitaman 7 . Warna merah muda 2.

3. Lieberman Resorcinol + Air Larutan bening + NaNO3 + H2SO4 Warna kekuningan Warna coklat tua 8 .

4. Asam Tartat No. Ag(NH3)NO3 Resorcinol + Air Larutan bening + Ag(NH3)NO3 Warna hitam Golongan Asam Karboksilat 1. Reagensia Perlakuan Hasil 1. Asam Tartat Asam Tartat + CuSO4 Larutan biru muda + NaOH Larutan biru muda 9 .

2. diamati melalui 10 . Sitrat No. 2. Reagensia Perlakuan Hasil 1. Uap yang menempel pada kaca objek. Sublimasi Sampel dipanaskan pada kaca objek dengan ring sublimasi dan ditutup menggunakan kaca objek yang diatasnya terdapat kapas basah. diamati melalui mikroskop. Uap yang menempel pada kaca objek. Sublimasi Sampel dipanaskan pada kaca objek dengan ring sublimasi dan ditutup menggunakan kaca objek yang diatasnya terdapat kapas basah.

Reagensia Perlakuan Hasil 1. Sublimasi Sampel dipanaskan pada kaca objek dengan ring sublimasi dan ditutup menggunakan kaca objek yang diatasnya terdapat kapas basah. 3. Asam Sulfat Asam Benzoat + Asam Sublimasi putih. 11 . Uap yang menempel pada kaca objek. diamati melalui mikroskop. mikroskop. Asam Benzoat No. uap Sulfat. dipanaskan menempel pada dinding tabung 2.

2004).IV. 1986). K2Cr2O7 (Chang. 12 . 1986). Mentol + Vanilin + H2SO4 (Attoway. Mentol 1. Esterifikasi + CH3CH2OH + H2O Asam benzoate etanol etil benzoate (Fessenden II. + CH3CH2OH + H2O Asam salisilat etanol etil salisilat (Fessenden II.1992). REAKSI Reaksi Golongan Alkohol Etanol 1. 2. Gliserin + CuSO4 + NaOH (Petrucci. 2005). Gliserin 1.

Nipagin + HNO3 (Attoway. Fenol + Lieberman ( Kelly. 2009). 2. Nipagin + FeCl3 (KSV. Fenol + K2Cr2O7 (Chang.Reaksi Golongan Fenol Fenol 1.2009). 2004). 3. Fenol + FeCl3 ( Kelly. 13 . 2005).2009). Nipagin 1. 2.

14 . 2002). 2. 2005).Hidrokuinon 1. Resorsinol + FeCl3 (Clark. Hidrokuinon + FeCl3 (Attaway. Hidrokuinon + NaOH (Chang. Resorsinol 1. 2004).

Reaksi yang ditimbulkan melalui hasil esterifikasi antara senyawa etanol dengan asam karboksilat (dalam praktikum ini asam karboksilat yang digunakan adalah asam salisilat serta asam benzoat) dihasilkan suatu senyawa ester berupa etil salisilat (untuk esterifikasi asam salisilat) atau etil benzoat (untuk esterifikasi asam benzoat) yang memiliki wangi cukup khas untuk setiap masing-masing zatnya. Asam Tartrat + CuSO4 +NaOH (Vogel. Asam benzoat 1. V. 1956). Asam bezoat + FeCl3 (Vogel. praktikan mempelajari metode identifikasi untuk macam-macam senyawa yang termasuk ke dalam golongan alkohol. dan asam karboksilat. Senyawa etanol (termasuk kedalam alkohol monovalen karena hanya memiliki satu gugus hidroksi dan termasuk ke dalam kelompok alkohol alifatik) dapat diidentifikasi dengan menggunakan reaksi esterifikasi atau pereaksi K2Cr2O7 dengan H2SO4 pekat. Reaksi esterifikasi umumnya dapat terjadi dan membentuk suatu ester dengan bantuan katalis yang umum digunakan yaitu asam sulfat pekat. gliserin. Asam sulfat pekat berperan dalam proses inisiasi untuk lebih 15 . PEMBAHASAN Pada praktikum Analisis Fisikokimia ini. fenol. dan mentol.Reaksi golongan Asam Karboksilat Asam tartrat 1. 1956). Beberapa macam senyawa golongan alkohol yang digunakan untuk dipelajari identifikasinya adalah etanol.

16 . H+ akan menyerang atom O yang terdapat pada asam benzoat atau asam salisilat yang memiliki ikatan rangkap sehinggat atom O menjadi memiliki pasangan elektron bebas (PEB) dan lebih reaktif.mengaktifkan asam karboksilat yang digunakan agar lebih mudah bereaksi dengan alkohol serta memberi suasana asam. Ester etil benzoat memiliki bau yang khas seperti bau pada basem sementara itu ester etil salisilat memiliki aroma khas seperti bau lisol. Tahapan terakhir yang terjadi dalam esterifikasi asam benzoat atau asam salisilat adalah deprotonasi sehingga terbentuklah ester yang dikenal dengan etil benzoat (sebagai ester dari asam benzoat) serta etil salisilat (sebagai ester dari asam salisilat). Selain menggunakan katalis. Hal ini terjadi melalui asam benzoat atau asam salisilat yang diserang oleh H+ yang berasal dari asam sulfat pekat sehingga asam benzoat atau asam salisilat menjadi lebih reaktif dan mudah diintervensi oleh etanol. reaksi ini pun dipercepat dengan proses pemanasan yang turut memengaruhi gerakan partikel dan momen dipol yang terjadi diantaranya agar reaksi berlangsung semakin cepat. Tahapan kelima adalah proses dehidrasi atau hilangnya gugus H2O dari molekul asam benzoat atau asam salisilat yang sudah terintervensi. Tahapan pertama yang terjadi dalam mekanisme esterifikasi asam benzoat atau asam salisilat oleh etanol adalah protonasi. Selanjutnya tahapan kedua yang terjadi adalah adisi alkohol dimana etanol akan masuk mengintervensi asam benzoat atau asam salisilat teraktivasi melalui atom O dari hidroksi yang terdapat dalam etanol. Mekanisme reaksi yang terjadi antara asam benzoat atau asam salisilat terhadap etanol cukup identik. Tahapan keempat yang terjadi dalam reaksi esterifikasi asam benzoat atau asam salisilat adalah protonasi kembali oleh H+ yang sehingga terjadi penggabungan dua atom H pada salah satu gugus O. Katalis berfungsi untuk mempercepat reaksi tanpa ikut memengaruhi hasil (bereaksi) dan diperoleh kembali dalam keadaan utuh diakhir reaksi. Atom O yang berasal dari etanol memiliki tingkat kerapatan elektron yang penuh dan memiliki pasangan elektron bebas sehingga dapat mengintervensi asam benzoat atau asam salisilat teraktivasi. Tahapan ketiga yang terjadi adalah deprotonasi molekul akan melepaskan satu atom H+ yang paling mudah dilepaskan karena ketidakstabilan yang terjadi dalam molekul.

dengan penempatan gliserin pada kaca arloji di atas penangas air. Hal ini menunjukkan bahwa gliserin memang bereaksi dengan larutan CuSO4 dengan NaOH. Pengujian untuk mentol dilakukan baik secara organoleptis atau dengan menggunakan pereaksi vanilin sulfat. Sementara itu. Etanol yang bening saat berada di dalam tabung reaksi mengalami perubahan warna menjadi larutan kuning jernih saat dilakukan penambahan pereaksi K2Cr2O7 yang berwarna kuning. Selanjutnya. larutan yang mengandung sampel uji memiliki warna biru tua gelap. Selanjutnya. Selain itu. Mentol termasuk ke dalam senyawa alkohol siklik. Identifikasi senyawa alkohol yang selanjutnya adalah mentol. Blanko memiliki warna biru muda. Hal ini dapat terjadi karena terjadinya reduksi atom Cr+6 menjadi Cr+3 sehingga terjadi perubahan warna dari kuning menjadi hijau tosca. Secara organoleptis. dapat diamati bahwa gliserin mengalami perubahan viskositas menjadi lebih encer dibandingkan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena reaksi yang terjadi bersifat eksoterm (melepaskan kalor). dilakukan penambahan kembali H2SO4 pekat beberapa tetes ke dalam tabung reaksi yang menyebabkan timbulnya reaksi perubahan warna larutan dari kuning menjadi larutan berwarna hijau. pada saat penambahan H2SO4 pekat timbul panas yang cukup ekstrem pada dasar tabung. Mentol memiliki bau yang cukup tajam dan pedas. Hal ini menunjukkan bahwa suhu yang cukup tinggi (panas) dapat menggeser viskositas atau kekentalan dari gliserin ke arah yang lebih rendah. Penambahan NaOH diperlukan dalam reaksi ini untuk membasakan dan reaksi dapat berlangsung. Gliserin pun dapat diidentifikasi menggunakan pereaksi CuSO4 dengan NaOH. Dengan metode pengisatan langsung menggunakan pemanasan. bentuk mentol berupa hablur jarum 17 . etanol pun dapat diidentifikasi dengan menggunakan pereaksi K2Cr2O7 dengan H2SO4 pekat. mentol memiliki karakteristik yang cukup spesifik. Pada pengujian gliserin dengan pereaksi ini diperlukan blanko (senyawa pembanding yang mengalami perlakuan sama dengan sampel uji tetapi tidak mengandung senyawa uji) untuk melakukan perbandingan warna. Selain itu. dilakukan identifikasi terhadap senyawa gliserin menggunakan pereaksi CuSO4 dengan NaOH atau langsung dikisatkan. Selanjutnya.

Senyawa fenol pun dapat diidentifikasi dengan pereaksi K2Cr2O7 menghasilkan dua senyawa yang tidak bercampur dengan emulsi berwarna merah kejinggaan dan lapisan bening diatasnya. Selanjutnya. dan resorsinol. Kemampuan resonansi ini yang menyebabkan fenol cukup reaktif dalam identifikasinya dan dapat memancarkan warna tertentu yang berbeda. Beberapa macam senyawa golongan fenol yang digunakan untuk dipelajari identifikasinya adalah fenol. pada metode identifikasi senyawa fenol. Identifikasi mentol pun dapat dilakukan dengan pereaksi vanilin sulfat. emulsi terbentuk dikarenakan adanya perbedaan kepolaran antara kedua senyawa. Endapan dapat terbentuk karena adanya nilai konstanta kelarutan yang lebih besar dibandingkan nilai Kspnya. Dalam reaksi ini. Perbedaan kepolaran menyebabkan terbentuknya dua lapisan yang tidak bercampur. Terbentuk larutan yang tidak bercampur. Karena gugus aromatis yang dimilikinya. hidrokuinon. Pada saat fenol direaksikan dengan FeCl3 pada pelat tetes terjadi perubahan warna yang cukup signifikan. Senyawa fenol merupakan senyawa aromatik yang memiliki satu gugus hidroksi. Pereaksi marquis harus dibuat dalam keadaan segar karena bersifat mudah bereaksi dan tidak stabil. Larutan vanilin sulfat dibuat dengan melarutkan serbuk vanilin dalam larutan H2SO4 menghasilkan larutan berwarna orange. larutan berubah warna menjadi biru keunguan dan larutan bersifat lebih kental. 18 . Senyawa fenol pun dapat diidentifikasi dengan pereaksi marquis yang harus dibuat segar. nipagin. Pereaksi ini menunjukkan perubahan warna yang spesifik untuk fenol yaitu larutan berwarna krem tua dengan adanya endapan coklat. Kemudian. Identifikasi fenol pun dapat dilakukan dengan mereaksikan fenol dengan p-DAB (para-dimetilaminobenzaldehida) sehingga terbentuk dua larutan tidak bercampur berupa larutan bening dengan emulsi berwarna orange pucat. Hal ini dapat terjadi karena proses oksidasi yang terjadi pada mentol melalui pereaksi vanilin sulfat. fenol dapat melakukan resonansi yaitu perputaran awan elektron disekitar cincin fenol. terdapat lapisan bening dengan emulsi berwarna hitam pekat.seperti korek api bersegi banyak dan bening. saat vanilin sulfat bereksi dengan mentol.

nipagin pun dapat diidentifikasi dengan menggunakan pereaksi HNO3 pada pelat tetes di dalam ruang asam menghasilkan larutan keruh dengan endapan berwarna putih. dan pereaksi Marquis. Selain itu. Selanjutnya akan dilakukan 19 . larutkan nipagin terlebih dahulu dalam etanol di dalam tabung reaksi. Saat nipagin diidentifikasi dengan menggunakan FeCl3 terjadi perubahan warna yang cukup signifikan yaitu larutan bening menjadi berwarna hitam keunguan. asam asetil salisilat (asetosal). Resorsinol termasuk dalam fenol polivalen yang saat direaksikan dengan pereaksi FeCl3 akan menghasilkan larutan berwarna ungu gelap. Bulir- bulir ini menunjukkan terjadinya reaksi antara asam tartrat dengan logam Cu2+ yang menimbulkan endapan berwarna biru tua. Hal ini terjadi karena gugus hidroksi yang dimiliki oleh resorsinol terpecah dan bereaksi dengan Fe3+. beberapa macam senyawa golongan asam karboksilat yang digunakan untuk dipelajari identifikasinya adalah asam tartrat. Pada identifikasi senyawa golongan asam karboksilat. Identifikasi resorsinol pun dapat dilakukan dengan pereaksi marquis yang terbuat dari 3 tetes formalin dengan 3 tetes H2SO4. Selain itu. Senyawa golongan fenol lainnya yang telah dipelajari untuk identifikasi adalah nipagin (metil paraben). Identifikasi senyawa asam karboksilat yaitu asam tartrat dapat dilakukan dengan menggunakan pereaksi CuSO4 dengan NaOH. pereaksi p-DAB. Reaksi pengamatan yang terjadi adalah terbentuk larutan berwarna biru muda dengan bulir-bulir berwarna biru tua didalamnya yang tersebar secara tidak merata. Resorsinol dapat diidentifikasi dengan menggunakan pereaksi FeCl3. Penambahan NaOH menyebabkan reaksi dapat berjalan dan menciptakan suasana basa. dan asam benzoat. identifikasi resorsinol dapat dilakukan dengan menggunakan pereaksi p-DAB yang membuat larutan menjadi agak kental dan berwarna merah muda soft. Larutan FeCl3 dapat bereaksi dengan berbagai macam senyawa dan menghasilkan warna yang berbeda-beda dikarenakan perbedaan penggantian jumlah gugus atom yang terjadi di dalam senyawa dan adanya perbedaan kalorimetri. Dengan menggunakan pereaksi marquis diperoleh pengamatan bahwa terdapat endapan berwarna pink tua yang cukup menggumpal. Senyawa golongan fenol lainnya yang telah diidentifikasi adalah resorsinol. Sebelum nipagin direaksikan.

Senyawa asam karboksilat yang selanjutnya telah dipelajari proses identifikasinya adalah asam benzoat. FeCl 3 mempunyai reaksi yang cukup spesifik dan mampu bereaksi menghasilkan warna yang spesifik untuk setiap senyawa terutama yang mengandung cincin aromatis didalamnya. praktikan menyiapkan kaca objek dan ring sublimasi diatasnya yang selanjutnya akan diisi dengan serbuk asam asetil salisilat kemudian ditutup dengan menggunakan kaca objek kembali dan diberi kapas yang telah dibasahi air diatas kaca objek penutup untuk mempercepat proses sublimasi kedua yaitu saat gas berubah kembali menjadi padat (kristal). Pada reaksi identifikasi asam benzoat ini. umumnya ditambahkan pereaksi yang bersifat asam pada awal reaksi bertujuan 20 . bentuk kristal asam asetil salisilat semakin terlihat yaitu kristal hablur jarum transparan. Reaksi yang ditimbulkan antara serbuk asetosal dengan pereaksi FeCl3 terbentuk larutan berwarna coklat keunguan dengan serbuk asetosal yang tidak ikut bereaksi terapung diatasnya. identifikasi asam asetil salisilat dapat dilakukan dengan reaksi sublimasi. praktikan melakukan pengujian terhadap asam asetil salisilat dengan menggunakan pemanasan untuk mengubah asam asetil salisilat dari bentuk padat menjadi gas dan membentuk kristal kembali dalam bentuk padat. Pada metode ini.identifikasi terhadap senyawa asetosal dengan menggunakan pereaksi FeCl3. Karena dengan adanya resonansi dalam cincin aromatis senyawa. Kapas berisi air ini berfungsi sebagai pendingin agar uap yang dihasilkan dari pemanasan asam asetil salisilat cepat berubah kembali menjadi padat yaitu kristal. Selain itu. Asetosal pun dapat diidentifikasi dengan menggunakan pereaksi marquis yang menghasilkan pengamatan berupa larutan berwarna merah muda dengan serbuk putih asetosal yang tidak larut. Pada tahap ini. Saat dilihat secara mikroskopis dengan perbesaran lensa okuler 16x dan lensa objektif 10x (perbesaran 160x). pereaksi Marquis. kristal yang dihasilkan dari proses sublimasi ini tidak menempel pada bagian dinding dalam ring karena yang akan diamati adalah kristal yang menempel pada kaca objek penutup di mikroskop. Pereaksi marquis yang digunakan pada reaksi inipun harus dibuat segar agar reaksi dapat berlangsung cepat dan baik. dan reaksi sublimasi. perubahan warna dapat ditimbulkan dan bergantung seberapa aktif FeCl3 dapat bereaksi dengan senyawa. Sebaiknya.

pereaksi Pb(CH3COO) dengan NH4OH. digunakan asam benzoat dengan pereaksi etanol dan katalis H2SO4 pekat. Identifikasi senyawa fenol polivalen yaitu hidrokuinon dapat dilakukan secara organoleptis atau dengan pereaksi FeCl3. dan pereaksi K2Cr2O7. Identifikasi senyawa alkohol monovalen yaitu etanol dapat dilakukan dengan menggunakan reaksi esterifikasi dan pereaksi K2Cr2O7 dengan H2SO4 pekat. Senyawa fenol dapat digolongkan menjadi fenol monovalen dan fenol polivalen. KESIMPULAN Senyawa akohol dapat digolongkan menjadi alkohol monovalen dan alkohol polivalen. Identifikasi senyawa alkohol polivalen lainnya yaitu mentol dapat dilakukan secara organoleptis atau dengan menggunakan pereaksi H2SO4 dengan vanilin sulfat.untuk memastikan senyawa karboksilat yang akan direkasi sudah berada dalam keadaan asamnya karena pada umumnya karbosilat disimpan dalam keadaan garamnya misalnya bersama logam natrium agar lebih stabil dan dapat digunakan (kualitas keamanan). Identifikasi senyawa fenol dapat dilakukan dengan pereaksi FeCl3. Penjelasan reaksi ini telah dibahas pada pembahasan awal untuk reaksi spesifik identifikasi golongan alkohol tepatnya etanol. dan pereaksi 21 . VI. pereaksi Marquis. Identifikasi senyawa alkohol polivalen yaitu gliserin dapat dilakukan dengan menggunakan pereaksi CuSO4 dengan NaOH atau langsung dikisatkan. Cara identifikasi asam benzoat yang lainnya adalah dengan menggunakan pereaksi FeCl3 yang akan menyebabkan perubahan warna serbuk asam benzoat yang berwarna putih menjadi orange. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya gugus yang terputus karena penambahan Fe3+ atau karena resonansi yang terjadi di dalam cincin aromatis yang dimiliki asam karboksilat sehingga dapat menghasilkan warna yang berbeda dengan kalorimetri yang berbeda pula. Dalam praktikum ini. Identifikasi senyawa nipagin dapat dilakukan dengan pereaksi FeCl3 dan pereaksi HNO3. Reaksi yang cukup spesifik untuk asam benzoat adalah reaksi esterifikasi yang dilakukan antara asam karboksilat dengan alkohol. pereaksi p-DAB.

Identifikasi asam benzoat dapat dilakukan dengan menggunakan reaksi esterifikasi. Identifikasi asam asetil salisilat dapat dilakukan dengan menggunakan pereaksi FeCl3. dan pereaksi Marquis. pereaksi Marquis. Identifikasi senyawa asam karboksilat yaitu asam tartrat dapat dilakukan dengan menggunakan pereaksi CuSO4 dengan NaOH. dan reaksi sublimasi.NaOH. 22 . pereaksi p-DAB. Identifikasi senyawa fenol polivalen lainnya yaitu resorsinol dapat dilakukan dengan pereaksi FeCl3.

2005. the Mechanism for the Esterification Reaction. Jakarta: Kalman Media Pustaka. 2009.uk/organicprops/alcohols/oxidation.co. 2013. West : Blackwell Publishing Ltd. editor.Oberon State Emergency Service. General Chemistry. Sumarauw .ac. Properties and constituents of cow’s milk . 2002 (modified 2004). Clark. Jakarta: Erlangga.DAFTAR PUSTAKA Attaway. Identifikasi Dan Penetapan Kadar Asam Benzoat Pada Kecap Asin yang Beredar di Kota Manado tersedia di http://ejournal. J dan Fessenden. 23 .W dkk. R. Clark. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. 2004.chemguiede. Di dalam: Tamime AY. Kimia Organik Edisi Ketiga Jilid I. Milk Processing and Quality Management. Farmakope Indonesia Edisi IV. 1992. 2003. Fessenden. Svehla. Farmakope Indonesia Edisi III. Vogel: Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Ditjen POM (1995). Jim. Jakarta: Erlangga. Petrucci. Jakarta : Erlangga.Manado : Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jilid I. New SouthWales. Ditjen POM (1979). Chang.unsrat. 1986. Stephen. Avalaible at http://www. Jim.us/organicprops/esterenu. (diakses tanggal 19 September 2014). 1985.html (diakses tanggal 18 September 2014). Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Avalaible at http://www. Rope System Analysis.html1# top (Diakses tanggal 18 September 2014).id/index. Ralph H. Oxidation Of Alcohols.chem guide.co.php/pharmacon/article/download/881/699 . Kelly AL.