DEMO : Purchase from www.A-PDF.

com to remove the watermark

ANALISIS SISTEM RUJUKAN PERSALINAN BAGI PESERTA
JAMKESMAS DAN JAMPERSAL YANG DIKOORDINASIKAN DINAS
KESEHATAN KOTA SURABAYA
(Analysis of Referal Delivery System of Jamkesmas and Jampersal
Members Coordinated by Surabaya Municipality Health Office)
Rukmini1, Wahyu Dwi Astuti1, Ristrini1

Naskah masuk: 28 Februari 2014, Review 1: 4 Maret 2014, Review 2: 5 Maret 2014, Naskah layak terbit: 10 April 2014

Abstrak
Latar belakang: Isu kebijakan yang berkembang menyatakan sistem pelayanan rujukan persalinan Jamkesmas dan
Jampersal belum dilaksanakan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem rujukan persalinan pada
peserta Jamkesmas dan Jampersal yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Surabaya. Metode: Penelitian observasional
dengan disain cross sectional, lokasi di Dinas Kesehatan Kota Surabaya bulan Maret–Desember 2013. Pengumpulan data
dengan wawancara mendalam kepada Kepala Dinas Kesehatan, kepala seksi Jamkesmas/Jampersal dan kepala seksi
Pelayanan kesehatan. Pengumpulan data sekunder untuk mengetahui jumlah fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga dan
pembiayaan terkait pelayanan persalinan peserta Jamkesmas dan Jampersal, serta studi dokumen. Analisis data kualitatif
dan kuantitatif secara deskriptif. Hasil: Pelaksanaan sistem rujukan berjenjang bagi peserta Jamkesmas dan Jampersal di
Kota Surabaya masih belum optimal disebabkan faktor terbatasnya kapasitas rumah sakit rujukan dan faktor masyarakat.
Ketersediaan fasilitas kesehatan cukup memadai jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, namun faskes yang terikat
kontrak dengan pelayanan Jamkesmas dan Jampersal masih sangat rendah, terutama praktek bidan swasta. Pembiayaan
Jamkesmas dan Jampersal mencukupi dan bertambah setiap tahun. Penapisan rujukan kehamilan menggunakan kartu skor
Puji Rohyati dan penapisan rujukan persalinan menggunakan formulir penapisan persalinan menurut asuhan persalinan
normal. Monitoring dan evaluasi sistem rujukan persalinan diselenggarakan berupa dalam bentuk pertemuan, supervisi,
pelaporan dan penanganan keluhan. Kesimpulan: Pelaksanaan kebijakan rujukan persalinan peserta Jamkesmas dan
Jampersal, secara terstruktur dan berjenjang sudah berjalan, namun pelaksanaannya belum optimal. Ketersediaan fasilitas
kesehatan, tenaga kesehatan dan pembiayaan cukup memadai, dan mekanisme penapisan rujukan serta monitoring
evaluasi juga sudah dilakukan.

Kata Kunci: Kebijakan, rujukan persalinan, Jamkesmas/Jampersal, monev sistem.

Abstract
Background: Policy issues states that referral delivery system of Jamkesmas and Jampersal have not been implemented
properly. The study aims to determine of referal delivery systems for members of Jamkesmas and Jampersal social schemes
coordinated by Surabaya municipality health office. Method: It was an observational study with a cross-sectional design.
The study was carried outfrom March to December 2013 in Surabaya Municipality. Data were collected by indepth interviews
to head of Surabaya municipality health office, chiefs of Jamkesmas/Jampersal and basic health services section in that
office. Secondary data were collected to determine number of health facilities, personnels and finance related to service
delivery for Jamkesmas and Jampersal members. It also conducted study of documents. Qualitative and quantitative
data were analyzed descriptively. Results: The implementation level of referral system for members of Jamkesmas and
Jampersal social scheme in Surabaya have not been optimal due to the number of referal hospital was very limited and
limited capacity of bed hospitals and community factors. The availability of health facilities and health workers for delivery

1 Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Litbang Kesehatan, Kemenkes, Jl. Indrapura 17
Surabaya
Alamat korespondensi : imas_yatno@yahoo.co.id

203

2 April 2014: 203–213 services is sufficient. The financing of Jamkesmas and Jampersal social scheme were sufficient and increase every year. supervision. bersalin dan dari 60% pasien yang ditangani seharusnya cukup nifas yang belum mempunyai jaminan kesehatan ditangani oleh rumah sakit kelas B atau C. health workers and financing were sufficient. 2562/Menkes/ Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa rumah Per/XII/2012. in addition the referral screening mechanisms and also the monitoring and evaluation have been conducted as well. RI. Budi. Persalinan normal pada peserta Jamkesmas memberikan kontribusi meningkatkan umur harapan dan Jampersal di rumah sakit cukup tinggi. Melalui seringkali cukup di pelayanan primer (Sampurna. 2007). the coordination of referral delivery systems for members of Jamkesmas and Jampersal have been conducted. Jamkesmas dan Jampersal diharapkan dapat 2012). 2010). salah satu strategi tindakan yang paling terbanyak pada instalasi rawat dalam upaya percepatan penurunan AKI adalah inap di rumah sakit adalah persalinan dengan tindakan terlaksananya rujukan efektif pada kasus komplikasi bedah Caesar pasien Jamkesmas tercatat sebanyak maternal. bahkan tanpa memandang status sosial ekonomi. Keywords: policy. Conclusion: In Surabaya. menyatakan bahwa fasilitas kesehatan lanjutan Salah satu kebijakan Kementerian Kesehatan penerima rujukan wajib merujuk kembali peserta RI dalam upaya menurunkan kematian ibu dan Jamkesmas disertai jawaban dan tindak lanjut yang bayi adalah Jaminan Persalinan (Jampersal) yang harus dilakukan. persalinan dengan tindakan satu kendala utama lambatnya penurunan AKI di bedah caesar yang disertai komplikasi berada di Indonesia adalah hambatan terhadap penyediaan urutan ke-9 dengan 6. diatur berdasarkan Permenkes No. jumlah tindakan bedah 204 . Secara hidup bangsa Indonesia. The referral screening of pregnancy using a score of Puji Rohyati cards and the referral screening of delivery using child birth screening form of normal delivery care. Jaminan Sosial Nasional mengamanatkan untuk Pasal 3. by structures & levels but not optimal. dengan pembiayaan kesehatannya yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab dijamin oleh Pemerintah. tentang Pedoman Pelaksanaan Program kesehatan menerapkan pelayanan terstruktur dan Jaminan Kesehatan Masyarakat. Dari data bulan Januari lanjutan di rumah sakit. monev PENDAHULUAN kasus komplikasi di tingkat puskesmas belum berjalan dengan baik (Depkes RI.749 kasus (2. Pemerintah melaksanakan Kebijakan maupun horizontal. Kebijakan pelayanan kesehatan Jamkesmas berdasarkan Permenkes No. Sebagai perwujudan amanat pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal tersebut. Oleh karena itu Kesehatan adalah hak individu dan semua warga diperlukan adanya jenjang pembagian tugas diantara negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. especially on midwife private services.Undang No. Disamping sebanyak 76. yang menjamin pelayanan berjenjang berdasarkan rujukan. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan – Vol. Kesehatan dan No.355 kasus (9. kemampuan penanganan kasus komplikasi menempati urutan ke-5 dengan 9. sistem rujukan pelayanan kesehatan memberikan perlindungan bagi fakir miskin. The availability of health facilities. unit-unit pelayanan kesehatan melalui suatu tatanan Undang. khususnya menurunkan nasional berdasarkan data Pusat Pembiayaan dan angka kematian ibu melahirkan. 40 Tahun 2004 tentang sistem Berdasarkan Permenkes No.81%). delivery referrals. 40 Tahun yang dilaksanakan di Indonesia adalah pelayanan 2012. 2011). 001 Tahun 2012. yang berbeda dengan Jamkesmas. reports and complaints managemen. Monitoring and evaluation of the referral delivery system were conducted in the form programs meeting. anak dan merupakan penyelenggaraan pelayanan kesehatan orang terlantar. but those having MOU with Jamkesmas and Jampersal were very few. Sedangkan dan akses pelayanan kegawatdaruratan obstetri.06% (Pramudiarja. kematian bayi dan Jaminan Kesehatan (PPJK) Kementerian Kesehatan balita serta penurunan angka kelahiran.23%). sakit kelas A pada umumnya mengeluh karena lebih Sasaran Jampersal adalah ibu hamil. jenis Selain kebijakan pembiayaan.4 juta jiwa penduduk miskin (Direktorat itu berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Jamkesmas Kesehatan dan Gizi Kemenkes RI. Jamkesmas/Jampersal. 17 No. sedangkan penanganan –Juli tersebut menunjukkan. Hal tersebut didasari fakta bahwa salah 27.866 kasus atau masih bertumpu pada fasilitas pelayanan kesehatan 3. antara bulan Januari hingga Juli 2009. tindakan untuk persalinan normal di rumah sakit Saat ini. 36 Tahun 2009 tentang sistem rujukan.

Kondisi ini menunjukkan. dengan perbandingan Surabaya 50%:50%. Dr. Jamkesmas Non kuota Dengan Surat Keterangan Tidak Mampu APBD Kota Surabaya (SKTM) dari kelurahan 205 . (persentase tindakan bedah Caesar terhadap jumlah Pengumpulan data dengan teknik wawancara total persalinan). Jaminan Kesehatan yang Dilaksanakan di Kota Surabaya. Jamkesmas Pusat/Kuota Data Tim Nasional Percepatan APBN Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) 2. ditunjang dengan studi dokumen seperti dari persalinan dengan komplikasi sebesar 1. tenaga kesehatan dan pembiayaan Jampersal. SK/Surat Kepala Dinas dan prosedur orang (66. Kepesertaan Sumber Pembiyaan Kesehatan 1.104 kasus.56% Kota Surabaya pada bulan Maret–Desember 2013. dari APBD Provinsi maupun Kota merupakan Penelitian ini bertujuan mengetahui kebijakan pelaksanaan amanat yang tercantum dalam Pedoman rujukan persalinan bagi peserta Jamkesmas dan Pelaksanan (Manlak) Jamkesmas bahwa apabila Jampersal yang dilaksanakan Dinas Kesehatan masih terdapat masyarakat miskin dan tidak mampu Kota Surabaya. meningkat menjadi 30 orang (Surabaya Post. sebagian di bidang kebijakan kesehatan dengan disain cross besar pertolongan persalinan peserta Jamkesmas sectional yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan melalui tindakan bedah Caesar. 2012).620 orang. ada tiga jenis yang meningkatnya kasus persalinan normal yang ditangani berbeda dari segi kepesertan dan sumber pembiyaan. Tahun 2013. pengiriman dan Jamkemas dan Jampersal pengembalian pasien tidak dilaksanakan dengan baik. 1. Tabel 1. Soewandi sekunder untuk mengetahui jumlah fasilitas pelayanan di Kota Surabaya. padahal dalam target indikator mendalam kepada Kepala Dinas Kesehatan. sejak diberlakukannya program kesehatan.Analisis Sistem Rujukan Persalinan (Rukmini. 3. Jaminan Kesehataan Masyarakat (Jamkesmas) sehingga terjadi berbagai macam pola rujukan dan yang dilaksanakan di Kota Surabaya. Pengumpulan data Demikian pula yang terjadi di RSUD. 2008). sistem penapisan untuk rujukan persalinan kurang Jaminan kesehatan masyarakat yang bersumber berjalan dengan baik. dkk. menampung 15 perhari. Analisis data kualitatif dan kuantitatif (33. dan sisanya adalah persalinan normal tetap rujukan.084 Perda/Perwali. di rumah sakit pemerintah.866 kasus. prosedur dan mekanisme kesehatannya menjadi tanggung jawab Pemerintah penapisan rujukan persalinan serta monitoring dan Daerah setempat. bidan dan diluar data yang bersumber dari TNP2K maka jaminan pembiayaan kasus rujukan. Jumlah persalinan di rumah sakit persalinan pada pasien Jamkesmas dan Jampersal milik Pemerintah Kota Surabaya tersebut meningkat yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan dua kali lipat yaitu kapasitas tempat tidur hanya Surabaya.1%) yang sebenarnya dapat dilaksanakan di tingkat secara deskriptif untuk mengetahui sistem rujukan pelayanan dasar. Kepala standar pelayanan minimal rumah sakit untuk bedah Seksi Jamkesmas/Jampersal dan Kepala Seksi Caesar adalah sebesar ≤ 20% (Depkes RI.9%). sedangkan persalinan METODE normal sebesar 9. Hal tersebut disebabkan yang ditunjukkan pada Tabel. Jenis Jaminan No. Pelayanan Kesehatan Dasar. dibawah ini. pada bulan Juli hingga Desember 2011 terkait pelayanan rujukan peserta Jamkesmas dan menolong persalinan sebanyak 1. Jamkesda Data Badan Pemberdayaan Masyarakat APBD Provinsi Jawa Timur dan APBD dan Keluarga Berencana Kota Kota Surabaya. sebesar 77. Isu kebijakan yang berkembang pada sistem HASIL pelayanan rujukan persalinan Jamkesmas dan Kebijakan Sistem Rujukan Persalinan Peserta Jampersal yaitu penetapan rujukan. terdiri Jampersal. Cara penyelenggaraan jaminan evaluasi.) Caesar sebesar 34. total persalinan adalah Penelitian ini adalah penelitian observasional 43.970 kasus. ketersediaan fasilitas.

ada form Faktor Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) yang rujukan balik. diberikan walaupun tanpa surat rujukan dan peserta Surat edaran tersebut dikirimkan ke rumah sakit diberi waktu 2 x 24 jam hari kerja untuk melengkapi tertanggal 12 Juli 2013. bahwa pelayanan kesehatan dalam jika secara medis peserta sudah dapat dilayani di program tersebut menerapkan pelayanan terstruktur fasilitas kesehatan yang merujuk. bukan menolak. 001 tahun Terbatasnya jumlah PPK. kelas 3. rujukan berjenjang meskipun sudah dilakukan . Perbedaan tanggal Pelaksanaan kebijakan rujukan berjenjang pasien tersebut dengan tujuan agar sudah tersosialisasikan Jamkesmas dan Jampersal. Jamkesda dan Jamkesmas Non Kuota yang telah akhirnya waktu sakit atau membutuhkan pelayanan dirawat inap sesuai dengan formulir khusus rujuk kesehatan tidak mengikuti aturan berjenjang. S e p e r t i p e r ny a t a a n i n f o r m a n d i D i n a s Dalam surat edaran tersebut. Pasien dapat langsung ke umah sakit sakit di Kota Surabaya yang bekerjasama (PKS) dalam kondisi gawat darurat dan pelayanan harus Jamkesmas/Jampersal tentang kewajiban rujuk balik. balik yang telah disediakan oleh Dinas Kesehatan. rumah sakit harus Kesehatan memberikan surat rujukan balik ke Puskesmas yang berlaku pada pasien Jamkesmas.40 tahun 2012 Harusnya rujukan dari Puskesmas bisa dilayani di tentang Pedoman Pelaksanaan Jamkesmas (Manlak).. pelayanan Jampersal terbatas. untuk merujuk kembali peserta Jamkesmas Aturan dalam Manlak Jamkesmas dan Juknis disertai jawaban dan tindak lanjut yang harus dilakukan Jampersal.. 2) karena memang kita melihat. Dari segi PPK.Kita sudah buat resmi ke RS. “Dari masyarakat. ada 2 faktor yang mempengaruhi yaitu 1) Faktor S e p e r t i p e r ny a t a a n I n f o r m a n d i D i n a s masyarakat yang belum paham tentang prosedur Kesehatan. tetapi karena RS C penuh akhirnya dirujuk Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia di RS tipe B atau RS tipe A. sosialisasi sudah dilakukan ke Puskesmas. Akhirnya berjenjangnya juga mengacu pada kebijakan nasional. itu akhirnya masyarakat 2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan langsung ke RS” Perorangan dan Pedoman Sistem Rujukan Maternal Manlak Jamkesmas dan Juknis Jampersal dan Neonatal di Tingkat Kabupaten/Kota (Binkesmas mewajibkan fasilitas kesehatan lanjutan penerima Depkes RI. 2 April 2014: 203–213 kesehatan daerah seyogyanya mengikuti kaidah. Peraturan Menteri Kesehatan No. Ga mikir bahwa ada aturan catatan lembar rujuk balik tertulis pasien dikembalikan yang harus dia ikuti. nanti Puskesmas yang melakukan perjanjian kerja sama dengan Dinas menuntut. sedangkan untuk Puskesmas identitas kepesertaan tersebut. bukan tidak berjalan tetapi tidak pas. padahal RS belum siap. Kebijakan sistem Surabaya melalui Dinas Kesehatan membuat surat rujukan berjenjang tersebut berlaku pada kasus non edaran kepada seluruh Puskesmas dan 16 rumah kedaruratan. supaya di RS sudah tersosialisasikan dalam hal jumlah tempat tidur dan fasilitas kesehatan lalu Puskesmas. Pemerintah Kota dan berjenjang berdasarkan rujukan. sebenarnya mereka peserta Jamkesmas dan Jampersal di Kota Surabaya mampu melayani. Permenkes No. RS C.. Kalau tidak. tertanggal 28 Agustus 2013. rujukan. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan – Vol. yang bisa memberi perawatan sesuai dengan terapi yang disarankan oleh 206 . itu tadi. Biarkan dulu Kesehatan untuk melayani Jamkesmas dan Jampersal di RS tersosialisasi baru Puskesmas. Menurut informan Dinas Kesehatan Puskesmas. 2562/MENKES/PER/XII/2011 tentang Petunjuk berjenjang. tetapi kurang pas karena penuh tadi. langsung saja ke RS misalnya Soetomo karena Puskesmas berkewajiban mematuhi sesuai dengan dia lebih dekat ke Karangmenjangan karena catatan dalam formulir rujuk balik. Teknis (Juknis) Jampersal. 2007). Jampersal. masih rendah. surat rujuk sosialisasi atau sikap fanatik pasien atau keluarganya balik.. RS lebih dulu diberikan daripada mempunyai kapasitas daya tampung yang terbatas Puskesmas. RS baru melaksanakan bulan Agustus untuk mendapatkan pelayanan di RS tertentu saja. Rujukannnya sudah No. yang diatur dalam ga pas. ada juga yang belum paham. akhirnya mereka merujuk ke fasilitas Kebijakan pelaksanaan sistem rujukan bagi lebih tinggi. 17 No. Apabila pada sudah fanatik kesitu. maka Puskesmas harus memberi berkali-kali.. belum berjalan seperti dan berjalan di rumah sakit terlebih dulu sebelum di yang diharapkan. apalagi kan hanya kaidah pelaksanaan Jamkesmas.

Jamkesda dan Jamkesmas non kuota buah (12.07%). kemudian Puskesmas 16 administrasi rujukan. 14) Presentasi bukan Mekanisme penapisan rujukan persalinan bagi belakang kepala. 10 klinik bersalin (16. RS Pemerintah 16 9 (56. Ada 418 bidan praktek swasta di bawah ini: dan hanya 121 orang (28. menurut 1) Surat kesediaan dirujuk secara berjenjang. Klinik Bersalin/ 62 10 (16. 4) Ketuban pecah dengan hanya diberikan apabila dalam lembar catatan surat mekonium kental. Prosedur yaitu 9 RS (56. Non Perawatan) 2.80%). menggunakan 2. terdapat 18 kriteria 4. 17) Tali pusat Dinas Kesehatan Kota Surabaya terdiri atas dua menumbung dan 18) Syok. gejala infeksi. Aspek administrasi.) dokter di rumah sakit. 13) Primi Para dalam fase Persalinan Peserta Jamkesmas dan Jampersal aktif. Ada dua jenis yaitu penapisan rujukan swasta 676 orang dan di sarana kesehatan lain kehamilan dan penapisan rujukan persalinan seperti sebanyak 37 orang. terdiri dari bidan Puskesmas dan jaringannya Surabaya telah menetapkan penapisan kasus rujukan sebanyak 422 orang. dkk. terdapat 1. tahun 2012. mengharuskan penyertaan Perawatan (25. apabila skor < 12. rujuk balik dari rumah sakit tertulis bahwa. dibuat secara khusus.13%) atau kondisi ibu bersalin yang tidak boleh ditolong Rumah Bersalin di Puskesmas yaitu 1) Riwayat Bedah Saesar. menggunakan dengan Dinas Kesehatan untuk melayani Jampersal formulir penapisan Kartu Skor Poedji Rochjati (Tabel. Bidan dan dan Jampersal harus melengkapi kartu identitas. Sumber : Data sekunder Laporan tahunan Dinas 2) Perdarahan pervaginam. Tabel 2 menunjukkan keikutsertaan KB. Penapisan kasus rujukan kehamilan. Peserta Jamkesmas dan Jampersal di Kota 3) Kelompok faktor risiko III: Gawat darurat obstetrik Surabaya. 9) Tanda/ tertulis.25%) form penapisan persalinan sesuai dengan Asuhan 3. Pembiayaan dalam bentuk KTP atau KSK dan Buku KIA/partograf/ Ketersediaan fasilitas kesehatan baik pemerintah kartu KB sebagai bukti pelayanan sesuai dengan dan swasta yang melayani persalinan peserta persyaratan pusat. yang harus ditandatangani Jumlah bidan menurut data laporan tahunan Dinas oleh dokter Puskesmas. 2) Kelompok Tabel 2. rumah sakit pemerintah dan di Puskesmas. Persyaratan khusus lainnya. yaitu Jamkesmas dan Jampersal masih rendah. Formulir rujukan peserta Jamkesmas. RS Swasta 58 7 (12. dan 3) Surat pernyataan tidak punya RS pemerintah merupakan fasilitas terbanyak yang jaminan kesehatan dan formulir masyarakat yang berisi melayani persalinan peserta Jamkesmas/Jampersal tanda tangan masyarakat yang dilayani. maka dapat ditangani di Puskesmas dan Bidan Praktek Swasta (BPS) yang 1. pasien 6) Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan harus kontrol ke rumah sakit sesuai diagnosis yang (<37 mg). 5) Ketuban pecah lama.Analisis Sistem Rujukan Persalinan (Rukmini. 11) Tinggi fundus 40 cm atau lebih. Hasil pemeriksaan kehamilan dengan skor ≥ 12 maka pasien langsung dirujuk ke Rumah Jumlah Melayani Persalinan No. kepala masih 5/5.80%) (Perawatan dan merupakan mitra atau jejaring Puskesmas. 15) Presentase ganda/majemuk. (19–20). kegiatan yaitu penapisan administrasi dan klinis medis. Tahun 2013. 10) Preeklamsia/ hipertensi dalam kehamilan. Kesehatan Kota Surabaya. yang perlu diwaspadai (1–10). 2) Surat data Dinas Kesehatan Surabaya. setiap peserta Jamkesmas Ketersediaan Fasilitas Kesehatan. Penapisan kasus rujukan persalinan.07%) Persalinan Normal (APN). surat rujukan. yang terendah adalah rumah sakit swasta hanya 7 Jampersal.25%). Fasilitas Kesehatan yang Melayani Persalinan faktor risiko II: Ada gawat obstetrik (11–18). Dinas Kesehatan Kota orang. Fasilitas Total Jamkesmas/Jampersal sakit.137 Aspek klinis medis.9%) yang bekerjasama 1. tahun 2012. Mekanisme Penapisan dan Prosedur Rujukan 12) Gawat janin. 3) Persalinan kurang Kesehatan Kota Surabaya. Puskesmas 62 16 (25. 207 . 7) Ikterus. Ada 3 kelompok faktor risiko berdasarkan KSPR yaitu: 1) Kelompok faktor risiko I: Ada potensi gawat. 8) Anemia berat. 3).13%). Surat rujukan dari Puskesmas bulan (<37 mg). peserta Jamkesmas dan Jampersal yang dilaksanakan 16) Kehamilan ganda/gemelli. (KSPR).

Swasta (BP) dibandingkan dengan Puskesmas. Anggaran Penerimaaan dan Realisasi Pemanfaatan Jamkesmas dan Jampersal di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. 4.000. Namun biaya penanganan komplikasi dan rujukan No.318. Bidan Bekerja sama Jamkesmas/ 121 Kesehatan Kota Surabaya telah melaksanakan Jampersal monitoring dan evaluasi (monev) tentang pelayanan Tabel 4. Realisasi pasien Jamkesmas dan Jampersal - Biaya persalinan normal 1. 17 No. penatalaksanaan komplikasi biaya rujukan sebesar Rp.781. Bidan RS Pemerintah dan swasta 676 Monitoring dan Evaluasi Sistem Rujukan 3.450. Realisasi anggaran untuk komplikasi Rp.450. Bidan Puskesmas dan Jaringannya 422 Puskesmas. Tahun 2013.05%.Agustus 2013 1. 208 .766. 2. dari tahun ke tahun juga lipat dibanding tahun 2011.800. Realisasi Pemanfaatan Dana Jampersal untuk Persalinan. Komplikasi Persalinan dan Rujukan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya.136.000 3.137 4.261. Januari – Agustus tahun 2013.000 - Biaya rujukan 38.000 19. 4).600. 2 April 2014: 203–213 Anggaran Jamkesmas/Jampersal di Dinas cenderung meningkat.941.100.000 atau 3.622. 1 di bawah ini menunjukkan bahwa realisasi pemanfaatan dana Jampersal untuk Tabel 3.000. Data 2011 2012 Januari .000 atau meningkat 136.467.636. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan – Vol.950. Tahun 2011. Distribusi Bidan di Fasilitas Kesehatan persalinan lebih banyak diserap oleh Bidan Praktek Pemerintah dan Swasta Kota Surabaya. biaya jasa pelayanan tindakan pemanfaatannya (Tabel.000 5.Agustus 2013. dari segi penerimaan dan Rp.057. Gambar 1.000 Sumber: data Seksi Jamkesmas/Jampersal Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Jumlah penerimaan Jamkesmas/Jampersal 9. Peningkatan biaya persalinan Kesehatan Surabaya 3 tahun terakhir mengalami normal cukup tinggi pada tahun 2012 yaitu sebesar peningkatan. Total Bidan di Surabaya 1.700.000 529.5 kali dan rujukan persalinan.000 130.000.000 6.500.946.000 259. 92. Gambar.000 - Biaya tindakan komplikasi persalinan 389.000 2.000 142. Bidan Faskes lain 37 Persalinan 4.314. Jumlah (Rupiah) No. Dinas 5.622.047.000 3.941. penanganan persalinan.500 9.000 9.500.000. Total pemanfaatan Jamkesmas/Jampersal 3.576. Tahun 2011 – Agustus 2013. Bidan Praktek swasta 418 Hasil wawancara menggambarkan bahwa. 140. Bidan Jumlah Total di bidan praktek swasta lebih kecil dibandingkan di 1.

transpor dan tujuan rujukan. nifas dan perencanaan Informasi yang dihasilkan oleh Dinas Kesehatan dan KB (Poedji Rochjati. dengan mengambil sampel ke Puskesmas kesehatan. dan ke masyarakat. Masyarakat juga bisa langsung jumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama melayani melakukan pengaduan ke Dinas Kesehatan terkait Jamkesmas dan Jampersal. Puskesmas tentang pelaporan. berupa cek ulang kebenaran bahwa rujukan dari pelayanan kesehatan tingkat pertama. 5) Validasi belum dilakukan pengumpulan dan pengolahan data. 2) Pemantauan dan pengendalian ibu hamil rujukan persalinan Jamkesmas dan Jampersal adalah selama kehamilan. Pelaksanaan kebijakan sistem rujukan kepala seksi pelayanan kesehatan dasar (Yankesdas). pelaporan dan penanganan keluhan bulanan kepala Puskesmas di Dinas Kesehatan. dkk. Dengan terbatasnya kapasitas penanganan keluhan yang telah dilaksanakan jumlah tempat tidur dan ruangan pelayanan serta oleh Puskesmas. Hasil pelaksanaan program dan PEMBAHASAN permasalahan yang timbul serta hasil monev yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan disampaikan dalam Salah satu bentuk pelaksanaan dan pertemuan tersebut. yang dibuat oleh Poedji Rochjati. Supervisi ke sampel masyarakat yang kesehatan rujukan tingkat lanjutan terdekat. data  kehamilan.) Jamkesmas dan Jampersal dalam bentuk pertemuan. Mutu pelayanan yang lebih terjamin. yang ditetapkan oleh Manlak Jamkesmas dan Juknis dikeluarkan oleh Departemen Save Motherhood Jampersal. Dinas Kesehatan melaksanakan pertemuan melalui supervisi dan surat pemberitahuan resmi ke rutin baik secara internal melalui pertemuan Kepala Puskesmas. persalinan. berakibat kasus ringan dengan pelayanan Jamkesmas dan Jampersal. Puskesmas hanya jumlah kasus rujukan ibu hamil dan Pelaksanaan kebijakan rujukan berjenjang di bersalin. atau peserta. Data jenis kasus rujukan 4) Pedoman untuk memberikan penyuluhan. Pelayanan telah memanfaatkan Jamkesmas dan Jampersal di kesehatan tingkat kedua hanya dapat diberikan atas Puskesmas. belum berjalan seperti Dinas Kesehatan melakukan monev terhadap yang diharapkan. digunakan pemanfaatan dana. 2003).Analisis Sistem Rujukan Persalinan (Rukmini. yaitu 1) Pengelolaan administrasi yang merupakan memerlukan jenjang pembagian tugas di antara t an g gun g jawab kepala s eksi J amke sm as. Seksi (Kasi) setiap program. nifas mengenai ibu/bayi. persalinan. maupun pertemuan rutin kepala Puskesmas. Pelaporan oleh dengan menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati Dinas Kesehatan sesuai dengan format yang telah (KSPR). 3) Pencatatan kondisi ibu selama data jumlah ibu hamil dan bersalin yang dirujuk. Kebijakan sistem rujukan berjenjang menetapkan pengarsipan dan pembukuan keuangan yang terkait rujukan berdasarkan indikasi medis. Monev yang dilaksanakan ada 2 berhasil guna (efektif) dan berdaya guna (efesien). Kartu skor rawat jalan dan rawat inap. penataan berkas. unit-unit pelayanan kesehatan melalui suatu tatanan 2) Pelayanan yang merupakan tanggung jawab sistem rujukan. pelayanan. diberikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan juga melakukan monev terhadap tingkat kedua atau tingkat pertama. 10 penyakit terbanyak pertama kali pada tahun 1992–1993. balikkan ke Puskesmas melalui pertemuan rutin supervisi. sedangkan data lainnya belum dilakukan Kota Surabaya. biaya kehamilan. pengembangan upaya kesehatan dalam Sistem Monitoring dan evaluasi juga dalam bentuk Kesehatan Nasional (SKN) adalah upaya rujukan supervisi. di mana fasilitas dengan pertanggungjawaban dana Jamkesmas dan kesehatan tingkat pertama harus merujuk ke fasilitas Jampersal. Pelaporan dari Dinas Kesehatan meliputi Rumah Sakit Umum Dokter Soetomo. penanganan keluhan mempunyai fungsi yaitu 1) Skrining antenatal peserta Jamkesmas dan Jampersal. / deteksi dini faktor risiko pada ibu hamil risiko Data yang dilaporkan oleh Puskesmas terkait tinggi. pasien tersebut telah memanfaatkan Jamkesmas dan pelayanan kesehatan tingkat ketiga hanya dapat dan Jampersal. persalinan bagi peserta Jamkesmas dan Jampersal Monev administrasi oleh Kasi Jamkesmas di di Kota Surabaya mengacu pada kebijakan nasional. pelaporan Jamkesmas dan Jampersal yang telah Penapisan kasus rujukan kehamilan diterapkan dilaksanakan oleh Puskesmas. Hasil yang seharusnya mampu ditangani di rumah sakit monitoring dan evaluasi Dinas Kesehatan diumpan tipe C dirujuk ke rumah sakit tipe B atau A yang 209 . Jamkesmas dan Jampersal. khususnya untuk rujukan pasien pengolahan data untuk menghasilkan informasi.

Tujuan kasus kegawatdaruratan obstetrik yang tidak mampu sistem rujukan berjenjang. BPJS kasar atau Crude Birth Rate (CBR) Kota Surabaya Kesehatan dapat bekerja sama dengan praktik sebesar 16. Kedepannya dalam pelaksanaan jaminan dan daya tampung atau kapasitasnya tempat tidurnya.220 jiwa. adalah RSUD. artinya setiap bulan Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. 12 tahun terjadi peningkatan rujukan persalinan peserta JKN 2013 tentang Jaminan Kesehatan pasal 35. baik Puskesmas. 2007). Soetomo. penduduk perempuan sebesar umum. Jumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama kesehatan hanya melakukan kerja sama dengan dengan Dinas Kesehatan untuk melayani Jamkesmas Puskesmas.969 kelahiran dan setiap hari ada penetapan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ 132 kelahiran. Fasilitas pelayanan tingkat neonatal tertentu sesuai dengan kewenangan dan satu yang melayani persalinan peserta Jamkesmas kemampuannya. Prediksi kelahiran tersebut adalah Kota sesuai dengan kewenangan yang ditentukan prediksi untuk penduduk Kota Surabaya. dan Jampersal masih rendah dibandingkan jumlah Sebelum ada BPJS kesehatan. Jadi rujukan yang terjadi bukan hanya ke fasilitas pelayanan lanjutan. maka diperkirakan selama setahun. Fungsi rumah sakit berdasarkan indikasi medis. pemerintah Provinsi Jawa peserta Jamkesmas dan Jampersal jumlahnya masih Timur. tetapi juga indikasi non sebagai fasyankes lanjutan adalah untuk penanganan medis yaitu keterbatasan jumlah tempat tidur. 2 April 2014: 203–213 lebih tinggi. maka bidan dan perawat masih dimungkinkan 1. rumah sakit mata persalinan harus menjadi perhatian. juga penduduk pendatang dari luar mampu menangani persalinan normal harus dijamin Kabupaten/Kota Jawa Timur. 121 Di Kota Surabaya. kecukupannya dalam pelaksanaan JKN agar tidak Berdasarkan Peraturan Presiden No.853. Ada dari 8 rumah sakit pemerintah dan 8 rumah sakit masyarakat yang langsung melahirkan ke rumah swasta serta fasyankes tingkat 3 atau rumah sakit sakit karena di wilayahnya tidak terdapat Puskesmas tipe A (Provinsi). apabila suatu kemungkinan jumlah lebih banyak karena penduduk kecamatan tidak memiliki dokter. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan – Vol. agar setiap kasus pasien ditangani di fasilitas pelayanan primer seperti dapat dilayani berdasarkan kemampuan rumah sakit Puskesmas. Pada tahun 2014 ini. dan Jampersal terdiri dari 16 Puskesmas. jumlah perempuan kelompok usia untuk melayani pasien. Depkes RI. berdasarkan Permenkes reproduktif 15–44 tahun sebesar 765. Pada daerah terpencil. bidan praktek fasilitas yang ada. dokter keluarga dan klinik. rendah.395 jiwa. kesehatan nasional (JKN) oleh BPJS kesehatan. Pemerintah 210 . 17 No. Rumah perawatan. angka kelahiran pada Jaminan Kesehatan Nasional pasal 8. tetapi harus kerja sama sakit kelas B. terdiri bidan prakek swasta dan 10 klinik bersalin. namun ada dalam peraturan perundang-undangan. perbatasan penduduk kota Surabaya pada tahun 2012 adalah dan kepulauan (DTPK) yang tidak tersedia dokter 2.826. swasta (Dirjen Binkemas. yang berdomisili di kota Surabaya selain penduduk Ketersediaan fasilitas pelayanan primer yang KTP Surabaya. Data No. Fasyankes tingkat 2.430. bahwa sakit milik pemerintah terdiri dari rumah sakit milik fasyankes tingkat satu yang melayani persalinan pemerintah Kota Surabaya. Dr. Kondisi tersebut menunjukkan. Keterbatasan swasta melayani persalinan peserta Jamkesmas jumlah faskes merupakan salah satu penyebab sistem dan Jampersal dengan bekerja sama dengan Dinas rujukan berjenjang kurang maksimal. klinik atau dokter keluarga/bidan praktek sesuai jenjangnya. karena BPJS dsb. maka karena tidak semua rumah sakit pemerintah melayani ketersediaan fasyankes tingkat 1 untuk pelayanan persalinan seperti rumah sakit jiwa. setelah pelaksanaan persalinan yang seharusnya bisa ditangani rumah JKN. Universitas Airlangga dan RS TNI/POLRI. Fungsi Jejaring fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi yang melayani persalinan Jamkesmas dan Jampersal Dasar (PONED) harus dioptimalkan untuk pengelolaan di Kota Surabaya terdiri dari fasilitas kesehatan kasus dan komplikasi kegawatdarutan maternal dan pemerintah dan swasta.636. bidan dan/atau praktik perawat untuk memberikan jumlah kelahiran sebesar 47.578 jiwa. klinik maupun bidan praktek Rumah sakit tersebut masih terbatas dalam jumlah swasta. dengan ada sejumlah 3. maka bidan praktek swasta tidak bisa langsung sakit kelas C terpaksa dirujuk dan dirawat di rumah bekerja sama dengan BPJS. terutama swasta. 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan BPS tahun 2010 menyebutkan bahwa. dengan dokter keluarga atau klinik agar dapat melayani Data profil kesehatan Dinas Kesehatan jumlah persalinan. sehingga kasus Kesehatan.

61%. cukup tinggi sebesar 503.Analisis Sistem Rujukan Persalinan (Rukmini. menerapkan pelayanan terstruktur dan pelayanan dengan cakupan 97. karena jumlah Puskesmas Jamkesmas dan Jampersal.205 (94. Dinas Kesehatan belum menetapkan dana Jampersal di Dinas Kesehatan Surabaya untuk fasilitas rujukan secara kewilayahan atau regionalisasi.8% dari Puskesmas yang pelayanan kesehatan untuk pelaksanaan program ada. Pertolongan persalinan normal.121 Jamkesmas/Jampersal/Jamkesda/Jamkesmas non ibu hamil. namun belum optimal karena masih terbatasnya Pelayanan Jampersal di Kota Surabaya pada jumlah tempat tidur dan jumlah fasilitas kesehatan fasyankes tingkat pertama.02%) kuota. diarahkan ke berjumlah 16 buah.187 (105. terutama bidan praktek 211 . Biaya penanganan komplikasi dan rujukan jaminan kesehatan. Cakupan ibu hamil yang berjenjang berdasarkan rujukan dan kewajiban rujuk mendapat pelayanan K1 dan K4 melebihi target yang balik dari rumah sakit ke Puskesmas bagi peserta ditetapkan (98%).850 (101.77%).78%. bisa disebabkan bidan tidak mengklaim rumah sakit berdasarkan kebutuhan masyarakat dan biaya transportasi rujukan karena pasien tidak diantar menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan di rumah bidan. risiko tinggi atau komplikasi yang ditangani di sarana Ketersediaan fasilitas kesehatan untuk melayani kesehatan sebesar 96.05% dan biaya melalui pertemuan dan surat pemberitahuan resmi ke rujukan sebesar 342.) dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas perawatan yang melayani persalinan Jampersal ketersediaan fasilitas kesehatan dan penyelenggaraan masih sedikit yaitu 25. bidan praktek persalinan. institusi yang menjadi mitra atau jejaring di fasilitas Realisasi anggaran Jampersal untuk penanganan pelayanan tingkat 1 yaitu Puskesmas. Klaim biaya rujukan Daerah bertanggung jawab untuk menyediakan yang rendah. Pelaksanaan sistem rujukan berjenjang di Kota dan K4 41. kebidanan di Kota Surabaya meningkat 2. 121 bidan. Realisasi pemanfaatan Puskesmas. dkk. dibandingkan dengan jumlah Puskesmas PONED yang terdekat. sedangkan kasus bidan praktek swasta yang bekerjasama dengan kegawatdaruratan dirujuk ke rumah sakit terdekat Dinas Kesehatan untuk melayani Jampersal sebesr yang menjadi mitra Jamkesmas dan Jampersal. Penetapan tersebut disampaikan oleh Dinas Kesehatan biaya tindakan komplikasi sebesar 136. sebesar 8.51%. Menurut UU RI NO. berdasarkan ini disebabkan karena Puskesmas yang melayani jejaring rujukan yang terdekat dengan wilayah persalinan hanya Puskesmas perawatan yang kerjanya. Peningkatan biaya persalinan tahun 2012 beberapa rumah sakit swasta (7 buah atau 12.41%. penatalaksanaan komplikasi dan rujukan swasta dan klinik bersalin. Cakupan pertolongan Kebijakan sistem rujukan persalinan peserta persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi Jamkesmas dan Jampersal di kota Surabaya. mengalami peningkatan persalinan Jamkesmas dan Jampersal cukup memadai. kemungkinan karena banyak pasien swasta untuk berperan serta memenuhi ketersediaan yang melahirkan secara normal di bidan praktek fasilitas kesehatan dan penyelenggaraan pelayanan swasta. sehingga mengamanatkan agar Pemerintah dan Pemerintah tidak perlu di rujuk ke rumah sakit.77%) dari sasaran terbatasnya kapasitas daya tampung rumah sakit ibu nifas sebesar 39.81%. sasaran K1 dan K4 sebesar 41. Jejaring fasyankes tingkat persalinan. sakit bagi fakir miskin atau orang tidak mampu sesuai Dinas Kesehatan Kota Surabaya menetapkan ketentuan peraturan perundang-undangan.257 orang. masih didominasi oleh yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melayani bidan praktek swasta.07%). Pemerintah dan Pemerintah lebih kecil di bidan praktek swasta dibandingkan di Daerah dapat memberikan kesempatan kepada Puskesmas. Peningkatan realisasi anggaran diikuti dengan KESIMPULAN DAN SARAN peningkatan cakupan pelayanan ditunjukkan dari profil Kesehatan Dinas Kesehatan Surabaya tahun 2012 Kesimpulan dibandingkan data tahun 2011. cenderung meningkat di Dinas Kesehatan 2 dan 3 yaitu seluruh rumah sakit pemerintah dan Surabaya. 44 tahun 2009 menangani persalinan komplikasi lebih baik.1%. Ibu nifas yang mendapat Surabaya masih belum optimal disebabkan faktor pelayanan sebesar 37. atau kemampuan bidan praktek swasta dalam kesehatan. Kondisi pelayanan kesehatan tujuan rujukan. tetapi pasien mengupayakan sendiri. realisasi K1 sebesar 43. Cakupan ibu hamil rujukan dan faktor masyarakat. persalinan lebih banyak diserap oleh bidan praktek Puskesmas dalam melaksanakan pemilihan fasilitas swasta dibandingkan dengan Puskesmas. dibandingkan tahun 2011.

Jakarta. Jakarta. terdiri dari penapisan rujukan kehamilan dengan Jakarta. Cuci darah dan Caesar Paling Jawa Timur. komunikasi yang intensif kepada fasilitas pelayanan tentang Jaminan Kesehatan. No. [online]. Profil Kependudukan. tentang Pedoman Pelayanan Maternal Untuk meningkatkan pelayanan dan mewujudkan Neonatal Pada Rumah Sakit Umum Kelas B. dan Jampersal telah mencukupi dan mengalami Kementerian Kesehatan RI. Kementerian Kesehatan RI. tentang Petunjuk Teknis Pelayanan cakupan pelayanan. Jakarta. Tersedia pada: <http:// com/. Surabaya Post online.604/MENKES/ Saran SK/VII/2008. Kesehatan Nasional. 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. 2007. Universal Coverage : Bagaimana Prospeknya ?.id/downloads/perpres/PERPRES%20No. No.129/SK/Menkes/II/2008 tentang 7f89cc14862c. Sering Ditangung Jamkesmas. samping itu perlu meningkatkan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI. [diakses 11 Mei 2012]. kartu skor Puji Rohyati (KSPR) dan penapisan rujukan Kementerian Kesehatan RI.id/ ?mnu=berita&act=view&id=2c9dff1d80514e6 Departemen Kesehatan RI.go. Tersedia pada: <http://www. kasus Jamkesmas/Jampersal. Jampersal. 2011. 2012. Jakarta. 2008. Prosedur penapisan rujukan Kesehatan Dasar Jaminan Kesehatan Masyarakat. Jakarta. Peraturan Menteri persalinan dengan formulir penapisan persalinan Kesehatan Republik Indonesia No.> [diakses peserta jaminan kesehatan atau asuransi sosial.. Puskesmas rawat inap dan Puskesmas PONED dalam tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan menangani persalinan sesuai kemampuan daerah. di Kota Surabaya maka perlunya sosialisasi dan Peraturan Presiden RI. 17 No. ditanggung-jamkesmas/> . 212 . 71 Tahun 2013 maupun rumah sakit swasta (fasyankes Tk. uyung. Kesehatan Tahun 2012. Suirabaya post online Maternal dan Neonatal di Tingkat Kabulaten/Kota.daldukbkkbnjatim. http://depkes. Monitoring PER/XII/2011. Undang-Undang RI. 0ttg%20JAMKES. 2011. Di Kesehatan Masyarakat. Jakarta. tentang Petunjuk Teknis Jaminan dan evaluasi sistem rujukan persalinan dalam bentuk Persalinan.id/cuci-darah-dan-caesar-paling-sering- 2013]. 2010. rujukan berjenjang dan rujuk balik diwajibkan bagi Tersedia pada: <http://www. 2581/MENKES/ PER/XII/2011. 2013. Jakarta. Pembiayaan Jamkesmas Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.web.id. Monitoring Risiko Tinggi. %20111%20Th%202013%20ttg%20Perubahan%20A DAFTAR PUSTAKA tas%20PERPRES%20No. Peraturan Menteri fasilitas kesehatan swasta di pelayanan tingkat 1 Kesehatan Republik Indonesia No. Jakarta. Perlu peningkatan Kementerian Kesehatan RI. tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan dan B agar dapat menampung pasien khususnya Perorangan. Republik Indonesia. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya. kesehatan dan masyarakat khususnya peserta jaminan Peraturan Presiden RI. 2011. Jakarta. Kelas sistem rujukan berjenjang. Jakarta: Direktorat Jendral Binkesmas. Peraturan Presiden RI kesehatan sosial seperti Jamkesmas. Skrining Antenatal Pada Ibu Hamil. dengan bantuan pemerintah pusat perlu meningkatkan Kementerian Kesehatan RI. [diakses 13 Januari 2013]. 2012. pertemuan. 2010. 2012 Peraturan Menteri kapasitas daya tampung RS pemerintah tipe C Kesehatan Republik Indonesia No. Tersedia pada: <www. 2) untuk tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan melayani peserta Jamkesmas dan Jampersal. Pedoman Sistem Rujukan Mampu Tampung Pasien. 40 tahun 2012. No.44 Tahun Untuk terlaksananya sistem rujukan berjenjang tentang Rumah Sakit.go. 2013.surabayapost. Peraturan Menteri jumlah. 2 April 2014: 203–213 swasta dan klinik bersalin. 2013.%2012%20Th%202003%2 BKKBN Jawa Timur. perwakilan BKKBN Pramudirja. 2009. hal 27-128. Profil Poedji Rochyati. Surabaya: Airlangga University Press. 2562/MENKES/ sesuai Asuhan Persalinan Normal (APN).pdf.. maka pemerintah daerah C dan Kelas. Surabaya Pengenalan Faktor Risiko Deteksi Dini Ibu Hamil Direktorat Kesehatan dan Gizi Kemenkes RI.111 tahun 2013 tentang Perubahan atas Perpres Jamkesda dan Jamkesmas non kuota bahwa sistem No. 12 Tahun 2013. Keputusan Menteri feecc76a04a352b11&jenis=c81e728d9d4c2f636f06 Kesehatan RI./3. pelaporan..BAB%201%20SD%> [diakses 13 Desember autisme. 2003. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan – Vol. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Peraturan Menteri peningkatan setiap tahun disertai dengan peningkatan Kesehatan Republik Indonesia No. penanganan keluhan. 2013. 30 Desember 2013]. Surabaya: Bidang Kependudukan. 2011.bkkbn.> [diakses 11 Mei 2012]. Perpres RI No. RS Soewandie Kian Tak Departemen Kesehatan RI. . 2010. co. sarana prasarana dan sumber daya manusia Kesehatan Republik Indonesia No. 001 tahun 2012.

id/files/atur/sehat/UU-40- Tempo online.pdf>. BPJS.> [diakses Ibu Hamil Melonjak. 2012. Tersedia pada: <http://www. www. dkk.kemkes. <http://www. Budi.> [diakses 30 Desember 2013]. 40 tahun 2004.id/attachment/unduhan/U Undang-Undang RI.id/attachment/unduhan/UU%20Nomor%2036% 20Tahun2%20009%20tentang%20Kesehatan.go. tentang Kesehatan.dikti. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.jkn. Jumlah 2004SistemJaminanSosialNasional. go.kemkes.pdf. Tersedia pada: Surabaya: Universitas Airlangga. Sistem Jaminan Sosial Nasional.pdf. 213 . 2004. Tempo online [online]. <http://www.) Sampurna. Tersedia pada: Jember-Melonjak> [diakses 14 Agustus 2012].co/read/news/2011/05/10/180333589/ Undang-Undang RI. [diakses 30 Desember 2013]. Sistem rujukan Pelayanan Undang-Undang RI. UU No. UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Tersedia-Persalinan-Gratis-Jumlah-Ibu-Hamil-di. 36 Tahun 2009 tentang U%20No%2024%20Tahun%202011%20tentang%20 Kesehatan. Materi Pelatihan Sistem Rujukan UKP. UU No. Tersedia Persalinan Gratis.Analisis Sistem Rujukan Persalinan (Rukmini.go.jkn. 2009. <http:// 30 Desember 2013]. 2011.tempo. 2012.