You are on page 1of 3

BAB I

PENDAHULUAN

Stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak

dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak (WHO, 2013).

Stroke masih merupakan suatu perhatian mayoritas dalam kesehatan masyarakat. Stroke

memiliki tingkat mortalitas yang tinggi sebagai penyakit terbanyak ketiga yang menyebabkan

kematian di dunia setelah penyakit jantung dan kanker. Persentase yang meninggal akibat

kejadian stroke pertama kali adalah 18% hingga 37% dan 62% untuk kejadian stroke berulang.

Data International Classification of Disease yang diambil dari National Vital Statistics Reports

Amerika Serikat untuk tahun 2011 menunjukkan rata-rata kematian akibat stroke adalah 41,4%

dari 100.000 penderita

Berdasarkan data WHO (2010), setiap tahunnya terdapat 15 juta orang di seluruh dunia

menderita stroke. Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga di negara maju setelah

penyakit jantung dan kanker pada kelompok usia lanjut, sedangkan di Indonesia menduduki

peringkat pertama. Stroke juga penyebab utama kecacatan didunia (Sutrisno, 2007). Angka

kejadian stroke di Indonesia meningkat tajam. Saat ini Indonesia merupakan negara dengan

jumlah penderita stroke terbesar di Asia (Yastroki, 2007). Stroke merupakan penyakit

serebrovaskular yang diakibatkan karena berkurangnya aliran darah ke otak akibat adanya

sumbatan pembuluh darah otak ataupun pecahnya pembuluh darah di otak. Stroke merupakan

penyakit yang memerlukan perawatan jangka panjang, sehingga untuk mendapatkan therapeutic

outcome yang baik perlu kerjasama antara berbagai tenaga kesehatan (dokter, perawat, apoteker,

pasien dan keluarga pasien). Stroke diderita oleh 200 dari tiap 100.000 orang di Eropa, setiap

tahunnya. Di Amerika, sejumlah 275.000 – 300.000 orang meninggal karena stroke. Berdasarkan

data NCHS (National Center of Health Statistics), stroke menduduki urutan ketiga penyebab

4 juta di antaranya meninggal dalam 12 bulan (WHO. Negara berkembang juga menyumbang 85. 2010). 2006). di mana sekitar 4. stroke menduduki peringkat utama penyebab kecacatan (WHO. dan Amerika (Feigin.kematian di Amerika setelah penyakit jantung dan kanker (Heart Disease and Stroke Statistics— 2010 Update: A Report from American Heart Association). Di Indonesia. Dua pertiga penderita stroke terjadi di negara-negara yang sedang berkembang. sedangkan di Indonesia stroke menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian di rumah sakit (Yastroki. Sedangkan di Inggris. Saat ini stroke menempati urutan ketiga sebagai penyakit mematikan setelah penyakit jantung dan kanker. Dari data National Heart. and Blood Institute tahun 2008. Di pusat-pusat pelayanan neurologi Indonesia jumlah penderita gangguan peredaran darah otak (GPDO) selalu menempati urutan pertama dari seluruh penderita rawat inap (Harsono. sekitar 795. 2007). Dengan 610.000 penduduk terkena serangan stroke. setelah India.000 orang di Amerika Serikat mengalami stroke setiap tahunnya. dan sekitar 25% atau 125.5% dari total kematian akibat stroke di seluruh dunia. Angka kejadian stroke terus meningkat dengan tajam. Cina.000 orang meninggal dan sisanya mengalami cacat ringan atau berat. Menurut Riskesdas (2007). jika tidak ada upaya penanggulangan stroke yang lebih baik maka jumlah penderita stroke pada tahun 2020 diprediksikan akan meningkat 2 kali lipat. 2006).000 orang mendapat serangan stroke untuk pertama kalinya dan 185. Setiap 3 menit didapati seseorang yang meninggal akibat stroke di Amerika Serikat. . Bahkan saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita stroke terbesar di Asia dan keempat didunia. Lung. Stroke menduduki urutan ketiga sebagai penyebab utama kematian setelah penyakit jantung koroner dan kanker di negara-negara berkembang. diperkirakan setiap tahun terjadi 500.2007).000 orang dengan serangan stroke berulang (Heart Disease and Stroke Statistics_2010 Update: A Report From the American Heart Association). stroke. Terdapat sekitar 13 juta korban stroke baru setiap tahun.

Stroke menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian utama semua usia di Indonesia (Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2009).bersama-sama dengan hipertensi. juga merupakan penyakit tidak menular utama penyebab kematian di Indonesia. . penyakit jantung iskemik dan penyakit jantung lainnya.