You are on page 1of 22

BAB 5

PEMILIHAN ALTERNATIF

Sub Kompetensi
Mampu memilih alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang tersedia baik untuk umur
alternatif yang sama maupun umur yang berbeda dengan metode yang tepat. Sub
Kompetensi
∝ Mengerti dan memahami konsep dan berbagai metode pemilihan alternative
∝ Mengetahui dan mampu melakukan analisis pemilihan alternatif investasi dengan
metode Net Present Value (NPV)
∝ Mengetahui dan mampu melakukan analisis pemilihan alternatif investasi dengan
metode Annual Equivalent (AE)
∝ Mengetahui dan mampu melakukan analisis pemilihan alternatif investasi dengan
metode Benefit Cost Ratio (BCR)
∝ Mengetahui dan mampu melakukan analisis pemilihan alternatif investasi dengan
metode Payback Period maupun Discounted Payback Period
∝ Mengetahui dan mampu melakukan analisispemilihan alternatif investasi dengan
metode Intemal Rate of Return (IRR)
A. Pengertian
Pada pokok bahasan sebelumnya telah dibicarakan Evaluasi Investasi, di mana tujuan
utama evaluasi adalah memastikan apakah suatu rencana investasi yang akan dilaksanakan
layak secara ekonomis atau tidak jika layak, kemungkinan direkomendasikan untuk
diwujudkan, sebaliknya jika tidak layak, disarankan untuk tidak dilaksanakan.
jika rencana investasi tersebut dapat dimunculkan dalam sejumlah alternatif (lebih
dari satu alternatif) yang berimplikasi pada perbedaan estimasi cash flownya, maka untuk
memilih alternatif dengan cash flow mana yang lebih menguntungkan dari sejumlah cash
flow yang ditawarkan? Untuk menjawabnya diperlukan suatu proses analisis dan pemilihan
yang disebut dengan analisis alternatif.
Memilih alternatif merupakan kegiatan untuk menjawab pertanyaan apakah suatu
rencana investasi yang akan dilaksanakan tersebut sudah merupakan pilihan yang terbaik
(optimal) atau belum. Suatu rencana sudah layak belum berarti sudah optimal jika alternatif
yang disediakan baru satu-satunya. Untuk menjamin suatu pilihan sudah optimal, tentu
setidaknya tersedia sejumlah alternatif layak yang perlu dipilih salah satu yang terbaik di
antaranya. Oleh karena itu, perlu disiapkan alternatif-alternatif yang cukup untuk dipilih.

Dalam menyiapkan alternatif, ada beberapa persyaratan, yaitu:

yaitu (a) umur masing-masing alternatif sama. b. BCR dan PBP) dapat dipergunakan dan akan konsisten satu sama lainnya. Pemilihan Alternatif dengan Metode Net Present Value (NPV) Pemilihan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif dengan metode NPV. AE. Namun. analisis pemilihan alternatif dapat langsung dilakukan denganprosedur analisis sebagai berikut. 1. umurnya alternatif tersebut harus sama. ∝ Hitung NPV dari masing-masing alternatif dengan formula NPV = I CF (FBP). output Output fixed / tetap => min input Input – output tidak tetap => optimasi (max output) Dalam pemilihan alternatif. Situasi: Kriteria: Input fixed / tetap => max. (b) umur masing-masing alternatif berbeda. jika Umur Masing-masing Alternatif Sama jika umur masing-masing alternatif sudah sama. jadi. tentu saja dengan memerhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh alternatif dalam menetapkan metode apa yang sebaiknya dipergunakan. kelima metode evaluasi investasi yang telah dibicarakan (NPV. nilai NPV dari setiap alternatif belum bisa dipakai sebagai indikator perbandingan antara alternatif kecuali jika umur setiap alternatif sudah sama. Tujuan dalam memilih alternatif adalah untuk mendapatkan keuntungan ekonomis yang optimal. yaitu: ∝ indikator harus sama ∝ bernilai tunggal Kelima metode evaluasi investasi yang telah dibicarakan dapat dipergunakan dalam rangka pemilihan investasi. B. alternatif harus bersifat exhausive (lengkap). sebelum analisis dilakukanperlu terlebih dahuludiperhatikan umur dari masing-masing alternatif tersebut. a. Ada tiga kategori umur alternatif. di mana: FBP = faktor bunga present . dalam penerapannya perlu pula diperhatikan umur dari masing-masing alternatif sehingga dalam membandingkan terpenuhi kaidah-kaidah indikator perbandingan. dan (c) umur alternatif tidak berhingga. alternatif harus bersifat mutually exdusive (tidak boleh muncul dalam dua alternatif). Oleh karena itu kriteria pemilihan akan dipengaruhi oleh situasi alternatif yang akan dipilih sebagai berikut. kecuali untuk metode payback period. IRR. Oleh karena itu.

i.250(P/ A.8. Alternatif Uraian A B C Investasi Rp 1200 jt Rp 2000 Rp 2600 jt jt Annual Benefit Rp 350 jt Rp 600 jt Rp 750 jt Annual Cost Rp 125 jt Rp 250 jt Rp 375 jt Nilai sisa Rp 350 jt Rp 750 jt Rp 550 jt Umur Investasi 10 thn 10 thn 10 thn Suku bunga 8% 8% 8% Diminta: Analisis dan tentukanlah alternatif terbaik Penyelesaian : Karena ketiga alternatif umur investasinya sama yaitu 10 tahun. Setiap.i.2000 + 600(P/A.8.125(6.i. Alternatif A: NPV = ∑CFt (FBP)t di mana: FBP = faktor bunga present t=0 NPV = .710) + 350(0. teknologi mekanis.10) NPV = 1200 + 350(6.10) .n) NPV = .2000 + 600(6. yaitu seperti tertera pada tabel cash flow berikut.i. yang terdiri dari teknologi konvensional. 10) NPV = .i.710) + 750(0.8.10) + 750(P/F.n) NPV = 1200 + 350(P/A.87 juta => Layak ekonomis Alternatif B: n NPV = ∑CFt (FBP)t di mana : FBP = faktor bunga present t=0 NPV = . Contoh : Suatu rencana Investasi dalam bidang produksi komponen manufaktur diketahui ada tiga alternatif teknologi yang dapat diterapkan. dan teknologi semi otomatik kontrol.Ac(P/A.i. pilihan teknologi akan memberikan efek cash flow yang berbeda.n) + S(P/F.710) NPV = + Rp 471.8.125(P/ A.Ac(P/A.4632) .I + Ab(P/A.8.10) .10) + 350(P/F.n) + S(P/F.I + Ab(P/A.710) .n) . analisis dapat dimulai dengan menghitung NPV dari masing-masing alternatif.255(6.4632) .n) . ∝ Bandingkan NPV masing-masing alternative ∝ Keputusan: NPV terbesar merupakan alternatif terbaik.8.

maka kriteria sebelumnya disimpulkan alternatif B merupakan pilihan terbaik.710) + 550(0.90 juta => Layak ekonomis Alternatif C: n NPV = ∑CFt (FBP)t di mana: FBP = faktor bunga present t=0 NPV = . i. perhitungan NPV masingmasing alternatif belum dapat dilakukan. Contoh: Perusahaan PT Angin Berembus merencanakan membeli sebuah mesin disel sebagai cadangan pabrik jika suplai listrik PLN terganggu.NPV = + Rp 695.10) .375(6.4632) . cash flow yang akan diperhitungkan merupakan cash flow keseluruhan sepanjang umur KPK tersebut.8. jika Umur Masing-masing Alternatif Tidak Sama Bila umur alternatif tidak sama. Dengan demikian. . i. Berdasarkan data-data teknis dan perilakunya. a.710) NPV = Rp 171.I + Ab (P/A. yaitu: a. Metode ini mengasumsikan setiap alternatif akan dilakukan "re-investasi semu" sebanyak hasil bagi KPK dengan Umur alternatif yang bersangkutan dikurang satu. n) . Proses penyamaan umur alternatif ini dapat dilakukan dengan tiga metode. Metode Penyamaan umur dengan umur alternatif terpanjang. 2. b.8. n) + S (P/F. Berdasarkan kajian teknis terdapat tiga merek mesin yang mendapat rekomendasi teknis dan satu di antaranya akan dipilih untuk dibeli perusahaan. i.10) + 550(P/F. n) NPV = 2600 + 750(P/A. Metode penyamaan umur dengan suatu umur yang ditetapkan.8. Menyamakan Umur dengan Metode KPK Menyamakan umur dengan metode perhitungan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari umur masing-masing alternatif tersebut.01 juta => Layak ekonomis Dari hasil perhitungan NPV ketiga alternatif tersebut diketahui NPVB = Rp 695. Oleh karena itu. sebelumnya perlu dilakukan proses penyamaan umur alternatif. c.375(P/ A. Metode penyamaan umur dengan angka Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).Ac (P/A.90 juta merupakan yang paling besar.10) NPV = 2600 + 750(6.

sedangkan alternatif C 2 kah investasi (1 investasi awal + 1 investasi semu). Uraian Alternatif A B C Investasi Rp 1600 jt Rp 1200 jt Rp 2600 jt Annual Benefit Rp 850 jt Rp 700 jt Rp 750 jt Annual Cost Rp 200 jt Rp 150 jt Rp 200 jt Gradient Cost . Rp 20 jt Nilai Sisa Rp 450 jt p 500 jt Rp 650 jt Umur investasi 4 thn 3 thn 6 thn Suku Bunga 8% 8% 8% Diminta: Analisis dan tentukanlah alternatif terbaik dari sudut cash flownya. ternyata masing-masing mesin mempunyai umur teknis yang berbeda. ∝ Lakukan re-investasi semu tiap alternatif sampai mencapai umur KPK=12 tahun. kemudian dihitung KPK alternatif yaitu. di mana untuk alternatif A terdapat 3 kah investasi (1 investasi awal + 2 investasi semu). dengan perkiraan cash flownya sebagai berikut. Penyelesaian: ∝ Langkah pertama cash flow di atas digambarkan seperti grafik sebelah kiri. . alternatif B terdapat 4 kah investasi (1 investasi awal + 3 investasi semu). = 12 tahun.

1200 + 700(7.150(P/ A.1600 + 850(P/A.6)(P/F.i.3971) - 150(7.i.12) + S1(P/Fi.Ac(P/A. Dengan telah samanya umur masing-masing alternatif yaitu 12 tahun.II + Ab(P/A.8.7938) .8.12) + 450(P/F.i.12) .13(p/ F.8.6) + 500(P/F.8.6) (P/Fi.8.7938) +500(0.6) - G(P/G.5002) + 500(0.1200 + 700(P/A.1.9) + 500(P/F.i.2600(P/F.3) -1200(P/F.1200(0.i.200(P/A.8.(P/Fi.8.5 juta Layak ekonomis Alternatif B n NPV = ∑CFt (FBP)t di mana : FBP = faktor bunga present t=0 NPV = .8.5403) NPV = + Rp 2010.i.12) .4) +450(P/ F.12) .8.3971) .536) + 450(0.8.i.6302) .12) -1200(P/F.i.G(P/G.i.i.11 + Ab(P/A.8.6) .12 (P/ F.7350) +450(0.6) . i. sebagai berikut.12) .i.1600 + 850(7.12) .8) NPV = .41 juta Layak ekonomis Alternatif C n NPV = ∑CFt (FBP)t di mana: FBP = faktor bunga present t=0 NPV = .8.1600(P/F.9) NPV = .i.12) .i.8. 6) NPV = 2600 + 750(P/A.8) + S3(P/F. maka perhitungan nilai NPV masing-masing alternatif dapat dilakukan.i.8.6) + S 3 (P/Fi. Alternatif A n NPV = ∑CFt (FBP)t di mana : FBP = faktor bunga present t=0 NPV = .7350) -1600(0.6) + S.11 + Ab(P/A.6) – I2 (P/F.i.536) - 1600(0.6302) + 500(0.6) + 650(P/ F.9) + S4(P/F.6) -1200(P/ F.3) .12) + 500(P/F.5002) NPV = + Rp 1796.12) .9) NPV = .20(P/G.3) +500(P/ F.1600(P/ F.12) + SI(P/Fi.6) .12) + 650(P/F.12) - Ac(P/A.12) - 200(P/A.12) .4) .12) + SI(P/Fi.4) .8.8.12) - 12(P/F.8) + 450(P/F.1 3 (P/Fi.1200(0.5403) + 450(0.i.6) - 20(P/ G.i.(P/Fi.Ac(P/A.i.4) + Sz(P/Fi.200(7.8) NPV = .i.i.536) -1200(0.i.536) + 500(0.3) + S2 (P/Fi.

biasanya tidak dilakukan analisis NPV dan dapat diganti dengan analisis Annual Ekuivalen. dan yang lainnya tetap dilakukan reinvestasi semu sejumlah periode kekurangannya dengan memerhatikan nilai buku pada periode terpotong menjadi nilai sisa dari reinvestasi semunya. Contoh Soal 1.20(10. Dalam rangka mengembangkan usaha terdapat dua alternatif investasi. di mana jika umur masing-masing alternatif bukan merupakan bilangan istimewa atau jumlah alternatif terlalu banyak.6302) + 650(0.933 juta Layak ekonomis Ketiga alternatif layak ekonomis. Artinya akan terjadi sekian kali re-investasi semu. Penyelesaian . sedangkan alternatif B dengan investasi sebesar 400 juta rupiah umur 7 tahun dengan biaya operasional rata-rata 35 juta rupiah/tahun dan pendapatan rata-rata 150 juta rupiah/tahun dengan nilai sisa 120 juta rupiah. reinvestasi dilakukan pada semua alternatif.6302) .NPV = 2600 + 750(7.536) .523) (0.2600(0. maka pilihan terbaik adalah alternatif A. b. jika terjadi hal demikian.523) - 20(10. yang tentu saja akan menjadikan alternatif gabungan menjadi tidak ideal lagi. akan diperoleh nilai KPK yang cukup besar. Catatan Metode KPK mempunyai kelemahan.200(7.6302) NPV + Rp 230. Selanjutnya perhitungan NPV dilakukan dengan metode yang sama.3971) .536) + 650(0. Metode Penyamaan Umur dengan Umur Alternatif Terpanjang Jika pada metode KPK. tetapi karena NPV terbesar adalah Alternatif A. pada metode ini umur dipatok sama dengan umur terpanjang dari alternatif tersedia. Evaluasi dan tentukan alternatif terbaiknya dengan pendekatan penyamaan umur terpanjang dari alternatif jika suku bunga = 10%/tahun. yaitu untuk alternatif A dengan investasi sebesar 300 juta rupiah umur 9 tahun dengan biaya operasional rata-rata 25 juta rupiah/tahun dan pendapatan rata-rata 90 juta rupiah/tahun nilai sisa 120 juta rupiah.

Pertama perlu dihitung nilai buku pada tahun ke-2 dari investasi yang terpotong.759)-400(0.759)+120(0. hasilnya akan menjadi berikut. Metode Penyamaan Umur dengan Umur Alternatif Terpendek Kebalikan dari metode di atas.7 Pertama perlu dihitung nilai buku pada tahun ke-2 dari Investasi yang terpotong.4241)-25(5. yaitu: BVB(t=2)= I.9) +S(P/Fi.i. Jika contoh soal di atas diselesaikan dengan metode ini. yaitu: .i. sehingga umur yang panjang dipotong dengan memerhatikan nilai buku (BV) sebagai nilai sisa dari alternatif terpotong. maka alternatif terbaik adalah B.9) NPV = -300+90(5. c.9)+S(P/Fi. Penyelesaian Gambar 5.7) NPV = -400+150(5.i.4241)-35 (5.5132) NPV = Rp 254.2(SLD) BVB(t=2) = 400 — 2{ I/n(I-S)} BVB(t_2)= 400 — 2{1/7(400-120)} BVB(t=2)= 400 — 2(40) BVB(t=2)= Rp 320 juta n NPV = ∑CFt (FBP)t di mana: FBP = faktor bunga present t=0 Alternatif A NPV = -IA+Ab(P/A.289 juta Karena NPVA < < < NPVB .759)+120(0.9)-Ac(P/A.759) NPV = Rp 125. di mana umur diambil adalah alternatif terpendek.6 Gambar 5.2(P/F.227 juta Alternatif B NPV = -IB1+Ab(P/A.7)+BV(P/Fi.i.9)-1.i.5132)+320(0.9)-Ac(P/A.

C.868) NPV = Rp 221.7(SLD) BVA(t=7) = 300 — 7{1/0-S)} BVA(t=7) = 300 — 7{1/9(300-120)} BV A(t=7) = 300 — 7(20) BVA(t=7) = Rp 160 juta n NPV = ∑CFt (FBP)t di mana: FBP = faktor bunga present t=0 Alternatif A NPV = -lA +Ab(P/A.352 juta Alternatif B NPV = -lB +Ab(P/A.7) NPV = -300+90(4. bagian Litbang perusahaan sedang menimbang 3 alternatif proposal untuk ditetapkan satu di antaranya sebagai alternatif yang akan dilaksanakan.404 juta Karena NPVA <<< NPVB .i.i. Dari rincian alternatif proposal tersebut diperolah data estimasi cash flownya sebagai berikut.868)+160(0.7)+S(P/Fi.868) NPV = Rp 98. BVA(t=7) = I. maka alternatif terbaik adalah B.7) NPV = -400+150(4.868)+120(0.5132)-25(4.7) -Ac(P/A.7) +BV(P/Fi.i.7)-Ac(P/A. Pemilihan Alternatif dengan Metode Annual Equivalent (AE) Pemilihan alternatif dengan metode ini tidak perlu memerhatikan (menyamakan) umur alternatif sehingga perhitungan nilai annual ekuivalen dapat langsung dilakukan. .i.5132)-35(4. Prosedurnya ∝ Setiap alternatif dihitung nilai Annual Equivalent (AE) ∝ Bandingkan nilai AE dari masing-masing alternative ∝ Nilai AE alternatif yang terbesar merupakan alternatif terbaik Contoh Dalam rangka pengembangan usaha.

n) + Ab + G(A/G.8) + 1250(A/ F.300 AE = -4800(0.i.8 n AE = ∑CFt (FBP)t di mana: FBA = faktor bunga annual t=0 AE = .Ac AE = -4800(A/P.8) + 900 + 100(A/G. Rp 20 jt Nilai Sisa Rp 1250 jt Rp 500 jt Rp 650 jt Umur Investasi 8 thn 6 thn 10 thn Suku Bunga 12% 10% 8% Diminta : Analisis dan tentukanlah alternatif terbaik dari sudut cash flownya! Penyelesaian Alternatif A Gambar 5.8) .685 juta →Layak ekonomis Alternatif B Gambar 5. Alternatif Uraian A B C Investasi Rp 4800 jt Rp 3200 jt Rp 2600 jt Annual Benefit Rp 900 jt Rp 1100 jt Rp 850 jt Gradient Benefit Rp 100 jt Rp .i.0813) -300 AE = Rp 26.12. .50 jt - Annual Cost Rp 300 jt Rp 150 jt Rp 200 jt Gradient Cost .IA(A/Pi.9 n .2013) + 900 + 100(2.12.12.n) .n) + S(A/F.913) + 1250(0.

12961) -150 AE = Rp 168. Oleh karena itu.n) + Ab + S(A/F. di mana: FBA = faktor bunga annual t=0 AE = . Oleh karena itu.6) + 1100 . 8.Ac .8.10. tetapi jika MARR2 ternyata NPV B > NPV C > NPV A.G(A/G. D.11.10.10) .200 . Memilih Alternatif dengan Metode Intemal Rate of Return (IRR) 1.10 n AE = ∑CFt (FBP)t di mana: FBA faktor bunga annual t=0 AE = Ic(A/P.150 AE = - 3200(0.i.50(A/G.AE = ∑CFt (FBP)t . alternatif terbaik jatuh pada Alternatif C.853 juta → Layak ekonomis Alternatif C: Gambar 5. nilai NPV akan dipengaruhi oleh posisi relatif MARK investasi.97 juta → Layak ekonomis Dari ketiga alternatif ternyata Layak semua dan nilai Annual Ekuivalen terbesar adalah alternatif C dengan AE=Rp 229. IRR dengan Alternatif Sama halnya dengan metode sebelumnya.n) . .10) AE = - 2600(0.6) + 500(A/ F.G(A/G. Perhatikan Gambar 5. maka NPV A > NPV B > NPV C.97 juta.8.i.22961) + 1100 .i. nilai IRR belum bisa menjelaskan apakah alternatif yang mempunyai IRR terbesar merupakan alternatif terbaik atau sebaliknya.n) + Ab .i.3200(A/P.200 -20 (A/G.IB (A/Pi.n) . berikut: MARK.n) + S(A/F.Ac AE = .i.10) + 850 + 650(A/F.50(2.20(3.n) AE = 2600(A/P.14903) + 850 + 650(0.871) AE = Rp 229.06903) .10.224) + 500(0.6) .

diperlukan analisis incremental IRR (A IRR). Metode incremental IRR konsepnya adalah membandingkan setiap alternatif dengan alternatif lain sehingga betul-betul akan diperoleh alternatif yang terbaik. selanjutnya baru dilakukan pertandingan mulai dari seder terendah. Untuk lebih jelasnya. Analisis Incremental IRR Analisis incremental IRR (AIRR) merupakan kelanjutan dari analisis IRR jika jumlah alternatif yang tersedia tidak tunggal dan kita perlu menentukan ranking/prioritas alternatif. dalam arti kata IRR terbesar tidak selalu menjadi yang terbaik sebagaimana telah dijelaskan oleh grafik NPV pada Gambar 5.11 di atas.11 Grafik NPV dengan Tiga Alternatif Untuk bisa menjelaskan posisi relatif masing-masing alternatif. 2. Gambar 5. Metode pemilihannya dapat disamakan dengan metode kompetisi dalam olahraga yang diawali dengan menyedet peserta melalui indikator tertentu. Oleh karena itu. Penyedetan untuk menentukan ranking sementara didasarkan pada investasi terkecil menuju investasi yang besar. Hal ini terjadi karena IRR terbesar tidak dapat dipakai sebagai pedoman menentukan alternatif terbaik. sedangkan terbaik dari yang diperbandingkan disebut dengan winer (pemenang). Investasi terkecil (terbaik sementara) disebut dengan defender (bertahan).12 Pola Pemilihan Alternatif Terbaik . perhatikan Gambar 5. untuk menentukan alternatif mana yang terbaik dari sejumlah alternatif yang tersedia sangat ditentukan oleh di mana posisi MARR terhadap IRR. Gambar 5.12 berikut. terbaik berikutnya disebut dengan challenger (penantang).

Bandingkan pula pemenang tadi dengan alternatif III. 9. maka: NPV = ∑CFt (FBA) Alternatif A NPVA = -I+A(P/A. 3. 2.n) . Hitung ∆IRR (C-D) dari ∆CF (C-D) tersebut. (investasi terkecil dianggap alternatif terbaik sementara). maka alt (D) tetap terbaik. 6 di atas. maka Alt(C) menjadi terbaik. dengan menghitung selisih cash flow (alt(c)–alt (D)) sebut ∆CF(C-D)' 5.000 jt Rp 18. Susun ranking alternatif sementara berdasarkan investasi terkecil. sebaliknya jika ∆IRR (C-DI < MARR. Perhitungan IRR IRR akan diperoleh saat NPV = 0. Alt.800 jt Rp 4. jika MARR ditetapkan 15%/tahun Penyelesaian a. Bandingkan ∆IRR(II-I) dengan MARR.000 jt Rp 1.500 jt Umur investasi 10 tahun 10 tahun 10 tahun Tentukanlah alternatif terbaik dengan metode Incremental IRR. Hitung IRR masing-masingnya. Dalam rangka suatu proyek investasi bam dihasilkan tiga alternatif proposal dengan cash flow estimate seperti Tabel 5.4 berikut.n)+S(P/Fi*.000 jt Rp 1.000 jt Annual Incame Rp 3.200 jt Nilai sisa Rp 2. sampai ditemukan pula pemenangnya. 6. Jika IRR < MARR alt gugur. jika ∆IRR(C-D) > MARR. 8.Prosedur Analisis AIRR 1. A Alt. Identifikasi semua alternatif yang tersedia. seperti prosedur 4 s. Siklus di atas dilakukan berulang sampai semua alternatif tersedia telah dipertemukan. Contoh Soal 1.000 It Rp 3.i*. 7.d.000 jt Rp 25. B Alt C Investasi Rp 15. Pemenang terakhir akan menjadi alternatif terbaik dari semua alternatif yang tersedia. Bandingkan alternatif I (defender) dan alternatif II (Challengger). 4.

98% Karena IRRA > > > MARR=15%.15.2472) NPVA = Rp 551. maka: NPVA = -15000+3000(P/A.10) NPVA = -15000+3000(4.15000+3000(P/A.10) NPVA = -15000+3000(5.10) NPVA = -15000+3000(5.494)+2000(0.Io) +2000(P/Fi*. 10) + 1000(P/Fi*.15.5 IRRA = 15% + 551.8 juta Untuk mendapatkan IRRA diinterpolasi antara i=15% dan i=18%. maka: NPVB = .594 juta Jika i=15%.019)+1000(0.12.19II) NPVA = .12.18000+3800(P/A.650)+1000(0.i*.NPVA = -15000+3000(P/A. 10) Jika I =12%. yaitu: NPV+ (iNPV + IRR = iNPV.10)+1000(P/F.18.10) NPVB = -18000+3800(5.18.10)+2000(P/F.15.12.10) Jika i=12%.15.019)+2000(0. Alternatif B NPVB = -I+A(P/A.i*.650)+2000(0.98% = 15.10) NPVB = -18000+3800(5.4 juta Jika i= 18%.3220) NPVB = Rp 37920 juta fika i=15%. maka: NPVB = -18000+3800(P/A.Rp 1135.18000+3800(P/A.n)+S(P/Fi*.n) NPVB = .10)+2000(P/F.10)+ 1000(P/F.2472) NPVB = Rp 1319.i*.4 + 1135.12. maka: NPVA = .+ NPV+ + NPV− WPV) 551. maka alternatif layak ekonomis. maka: .8 (18%-15%) IRRA = 15% + 0.10) +2000(P/F.3220) NPVA = Rp 2. maka: NPVA = -15000+3000(P/A.4 juta Jika i=18%.

yaitu: NPV+ IRR = iNPV+ NPV+ + NPV− (iNPV +iNPV) 1319. maka hanya dua alternatif yang berhak maju untuk dianalisis IRR incrementalnya. maka alternatif A tidak layak ekonomis Dari ketiga alternatif C tidak layak. maka alternatif A mempunyai investasi terkecil dianggap sebagai terbaik sementara (defender) dan alternatif B sebagai penantang (challenger). yaitu alternatif A dan B.18.10) NPVC = -25000+4200(6.i*.1911) NPVB = .10) NPVC = -25000+4200(5.25 IRRC 12% + (12%-10%) 1387.i*.10)+1500(P/F.4 IRR B = 15% + 1319.10)+1000(P/F.276% = 11.NPVB = -18000+3800(P/A.7 (18%-15%) IRR B 15% + 1.n)+S(P/F. b.18.145)+1500(0.10)+1500(P/F.10) NPVB = -18000+3800(4.10) J Jika 1 =10%.929% Karena IRR B > > > MARR= 15%.10. Perhitungan AIRR Karena hanya ada dua alternatif yang maju.25 juta Jika 1 =12 %.929% = 16. maka alternative A layak ekonomis Alternatif C NPVC = -I+A(P/A.10.25+787 IRRc 12% + 1.Rp 787 juta Untuk mendapatkan IRRC diinterpolasi antara i=10% dan i=12%. . yaitu: IRR iNPV + NPV+ (iNPV + iNPV I NPV+ + NPV 1387.4 + 731. dan dicari cash flow incremental B-A seperti tabel berikut.n) NPVC = -25000+4200(P/A.650)+1500(0.276% Karena IRRC <<< < MARR = 15%.12.3220) NPVC = .10)+1500(P/F.494)+1000(0. maka: NPVC = -25000+4200(P/A.3855) NPVC = Rp 1387.i*.12. maka: NPVC = -25000+4200(P/A.7 juta Untuk mendapatkan IRRc di-interpolasi antara i=15% dan i=18%.i*.Rp 731.

1074) NPVB-A = .A = -3000+800(P/A.10)-1000(P/F.1 juta Jika i=25%.000 jt Umur investasi 10 tahun 10 tahun 10 tahun NPV B-A = -I+A(P/A. 10) NPV B-A = -3000+800(4.169% Karena IRRB-A >>> MARR=15%.1 juta Jika i=20%.800 jt + Rp 8.6 juta Untuk mendapatkan IRR B-A diinterpolasi antara i=20% dan i=25%.10)-1000(P/F. 10) -1000 (P/F. maka: NPVB=A = -3000+800(P/A.000 jt + Rp 1.15.10)-1000(P/Fi*.494)-1000(0.571)-1000(0.000 jt -Rp 3.n) NPV B-A = -3000+800(P/A.000 jt . maka pilih alternatif B. maka: NPVB-A = -3000 + 800 (P/A.20.10) NPVB-A = -3000+800(5. maka: NPV B-A = -3000+800(P/A.6 (25%-20%) B IRRBB-A = 20% + 2.Rp 250.1615) NPVB-A = Rp 192.10) NPV B-A = -3000+800(4. yaitu: NPV− IRR = WPV + NPV+ + NPV− NPV (iNPV_ + 1'NPV) 192.00 jt Nilai sisa + Rp 2. 18.10)-1000(P/F.1911) NPV B-A = . 18.019)-1000(0.20.000 jt Annual Incame + Rp 3.Rp 404.000 jt -Rp 18.i*. Alt. maka challenger (alternatif B) lebih baik dari alternatif A.n)-S(P/F.000 jt + Rp 3.192)-1000(0.Rp 15.I0) Jika i=15%. maka: NPVB. A Alt.2472) NPVB-A = Rp 768 juta Jika 1=18%.25.A) Investasi .i*.i*.1+ 250.15. B ∆CF(B. .10) NPVB-A = -3000+800(3.169% = 22.25.Rp 1.1 IRR -A = 20% + 192.

329)+25(7.8) Jika i=15%.25.8) NPVA = -1900+800(3.i*.625 juta Untuk mendapatkan IRRA diinterpolasi antara i=20% dan i=25%.20. yaitu: .n) NPVA = -1900+800(P/A.3269)300 (4.329) NPVA = . A Alt.15. maka: n NPV = ∑CFt (FBP)t t 0 t=0 Alternatif A NPVA = -I+Ab(P/A.300(P/A.1678)300(3.2326)300 (3.8).25.n) +S(P/Fi*. Penyelesaian: a. Adapun setelah dihitung cash flow estimatenya adalah sebagai berikut. Dalam rangka pengembangan usaha.8).25.20.25. Alt.947)+200(0.15.2.i*.905 juta Jika i=20%.20.i*.300(P/A.487) NPVA = Rp 720.15.Rp 3.83 7) NPVA = Rp 312. Perhitungan IRR IRR akan diperoleh saat NPV = 0.8)+200(P/F.8).8) NPVA= -1900+800(4.20.8)+200(P/Fi*.15.8)+25(P/G. maka: NPVA = -1900+800(P/A.837)+25(9.8)+200(P/F.487)+25(12.n) +Gb(P/G.300(P/A.8).300(P/A.i*.i*. perusahaan menyiapkan tiga alternatif proposal yang akan dipilih salah satu untuk diterapkan.09 juta Jika i=25%.481)+200(0. maka: NPVA = -1900+800(P/A. jika MARK ditetapkan 15%/tahun.8) NPVA= -1900+800(3.8)+25(P/G. B Alt.883)+200(0.8)+25(P/G. C Investasi Rp 1900 It Rp 2300 It Rp 2000 it Annual benefit Rp 800 It Rp 880 it Rp 720 it Gradient benefit Rp 25 It Rp 45 It Rp 50 it Annual cost Rp 300 It Rp 400 It Rp 270 It Nilai sisa Rp 200 it Rp 700 It Rp 330)t Umur investasi 8 tahun 8 tahun 8 tahun Tentukanlah alternatif terbaik dengan metode Incremental IRR.8) +25(P/G.8) +200(P/F. maka: NPVA = -1900+800(P/A.n)-Ac(P/ Aj*.

maka: NPVB = -2300+880(P/A.n) NPVB = -2300+880(P/A.883)+330(0.8)+330(P/Fi*.20.487)+50(12.15.3269)400 (4.8)+50(P/G.837)+50(9.837)+45(9.25.329)+45(7.20.8).09 + 3.8)+700(P/F.i*.8).837) . yaitu: NPV+ IRR iNPV+ + NPV+ + NPV− (iNPV++ iNPV-) 149.947)+700(0.8)+700(P/F.8).25.943% Karena IRRA > > > MARR= 15%.8) jika i=15%.15.8)+50(P/G.8) NPV B = -2300+880(4.625− .8).25.15.481)+700(0.8)+700(P/Fi*.8)+45(P/G.2326)270(3.1678)400(3.8) Jika i=15%.984% Karena IRRB > > > MARR=15%.400(P/A.400(P/A.i*.n) +S(P/Fi*.20.20.i*. NPV+ IRR = iNPV++ NPV+ + NPV− (iNPV-+iNPV+) 312.i*.8)+45(P/G.i*.077 juta Jika i=20%.20. maka: NPVC = -2000+720(P/A.8) +45(P/G. maka: NPVC = -2000+720(P/A.487)+45(12.3269)270 (4.315 juta jika i=25%.315 IRRB 20% + 149.15.8)+330(P/F.n) +Gb(P/G.i*. Alternatif B NPVB= -I+Ab(P/A.8)+330(P/F.8) NPVC = -2000+720(4.8)+50(P/G.20.883)+700(0.481)+330(0.15. maka: NPVB = -2300+880(P/A.270(P/A.8) NPV B = -2300+880(3.329) NPVB = .Rp 227.i*.8).8)270(P/A.8) NPVC = -2000+720(3.15.984% = 21. Alternatif C NPVC = -I+Ab(P/A.25.270(P/A.i*.8)+700(P/F.400(P/A.8). maka: NPVB = -2300+880(P/A.235 juta jika i=20%.943% = 24.83 7) NPVB = Rp 149.i*.315 + 227.n) NPVC= -2000+720(P/A.n)-Ac(P/ A.48 7) NPVC = Rp 251.20.n)-Ac(P/ A.09 IRRA = 20% + 312.i*.n)+Gb(P/G.487) NPVB = Rp 644. maka alternative B layak ekonomis.2326)400 (3. maka alternatif A layak ekonomis.i*.n)+S(P/Fi*.20. diinterpolasi antara i=20% dan i=25%.15.005 (25%-20%) IRRA 20% + 1.i*.400 (P/A.8)+45(P/G.(25%-20%) IRRA = 20% + 4.15.8) NPVB = -2300+880(3.005 juta Untuk mendapatkan IRR.

8) +130(P/Fi*.558 + 49. 8) Jika i=15%.8)+50(P/G.8)- 270(P/A.Rp 100 jt .i*. Alt.1678)270(3.Rp 300 jt Annual benefit Rp 800 jt Rp 720 jt Rp 880 jt .n) +Ac(P/ A. maka: .n) +Gb(P/G. b.8+ 30 (P/A. diinterpolasi antara i=2007o dan i=25%.i*.29% = 24. B ∆CF(C-A) ∆CF(B-C) Investasi Rp 1900 jt Rp 2000 jt Rp 2300 jt .n) +S(P/Fi*.226− IRRC = 20% + 4.8) NPVC = — 2000+720(3. + NPV+ + NPV− (iNPV+ + iNPV-) 297. i *.n) NPVC-A = -100-80(P/A. C Alt.8)+330(P/F.947)+330(0.226 jt Untuk mendapatkan IRR. Perhitungan AIRR Setelah diurut ranking alternatif sementara berdasarkan investasi terkecil dihasilkan tabel berikut dan sekaligus perhitungan incremental cash flownya.329)+50(7.Rp 5 jt Annual cost Rp 300 jt Rp 270 jt Rp 400 jt +Rp 30 jt .558 juta Jika i=25%.25. maka alternatif C layak ekonomis.29% Karena IRRC > > > MARR=15%.Rp 130 jt Nilai sisa Rp 200 jt Rp 330 jt Rp 700 jt +Rp 130 jt +Rp 370 jt Umur investasi 8 tahun 8 tahun 8 tahun 8 tahun 8 tahun Incremental IRR(C-A) NPV C-A = -1-Ab(P/A. Dari ketiga alternatif yang diuji ternyata semuanya layak.558 (25%-20%) IRRC. sehingga ketiganya dapat dilakukan uji incremental IRR. maka: NPVC= —2000+720(P/A. yaitu: NPV+ IRR = iNPV.8) +25(P/G.25.25.Rp 80 jt Rp 100 jt Gradient benefit Rp 25 jt Rp 50 jt Rp 45 jt +Rp 25 jt .i*.25.329) NPVC = —Rp 49. A Alt.= 20% + 297.NPVC = Rp 297.i*.i*.

8) + 30(P/A.8) + 2 5 (P/G.i*.8) +25(P/G.172 juta Jika z=20%.8). maka: NPV C-A =-100-80(P/A. maka: NPV B-C = -300+100(P/A.062 juta Jika i=10%.3269)+ 30(4.n) +S(P/Fi*.8) NPVC-A = -100-80(3.i*.10 0 .15.029)+370(0.I0. . Oleh karena itu.i*.130(P/A.837) NPVC-A = Rp 45. dapat dipastikan IRR B-C <<< MARR.537 juta Untuk mendapatkan IRRC-A diinterpolasi antara i=15% dan i=20%.3269)130(4.20.n)-Gb(P/G. 15.99% Karena IRRC-A >>> > MARR = 15%.8) +370(P/Fi*.n) NPV B-C = -300+ 100(P/A.15.8) +370(P/F.Rp 367. alternatif B merupakan yang terbaik dari ketiga alternatif yang ada.8) + 13 0 (P/F 15.4665)130(5.8) + 30(P/A.8)-5(P/G.837) +25 (9. 15.10.481)+370(0.487)-5(12. 15.335) NPV B-C = . 15.15.8)-5(P/G.i*.487)+25(12.20.10.8) Jika i=15%.130(P/A.537 (20%-15%) IRRC-A = 15% + 1.i'.130(P/A.NPVC-A = . Incremental IRR(B-C) NPV B-C = -I+Ab(P/A.20.8 0 (P/A.335)-5(16. 8) NPVC-A = -100-80(4.8).8)+130(P/F. maka alternatif C maju dan alternatif A gugur.2326) + 30(3.487) NPVc-A = Rp 30.8) NPVB-C = -300+100(5.8) NPV B-C = -300+100(4.487) NPV B-C = -Rp 376.i*.883) +130(0.10. artinya alternatif C tetap lebih baik dari alternatif B.8)-5 (P/G. yaitu: NPV+ (iNPV + IRR = iNPV+ + NPV+ + NPV− iNPV) IRRC-A = 15% + 30.8). Karena tidak ada lagi alternatif lain. maka: NPV B-C = -300+100(P/A.99% = 16.n)-Ac(P/ A.8) +370(P/F.172+45.59 juta Dari perhitungan NPV incremental terlihat kecendurungan nilai NPV negatif dan tidak mempunyai titik IRR.481)+130(0.20.