You are on page 1of 14

MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI

SISTEM PEMBELAJARAN YANG TEPAT

Abd. Mukhid

Abstrak : Pendidikan yang berkualitas telah memasuki
babak baru dalam dunia pendidikan. Tak satu pun lembaga
penyelenggara pendidikan yang luput dari tuntutan ini.
Tuntutan tersebut tidak pandang pilih, baik tingkatannya
maupun orang-orangnya, apakah itu di tingkat pendidikan
dasar atau pun di tingkat perguruan tinggi; apakah bertindak
sebagai pimpinan/kepala sekolah, atau sebagai dosen, guru,
karyawan, maupun peserta didik. Semua dituntut secara
bersama-sama dalam menciptakan pendidikan yang ber-
kualitas. Tentunya tuntutan tersebut disesuaikan dengan tugas
dan perannya masing-masing, serta berdasarkan standar atau
ukuran kualitas yang telah ditetapkan. Salah satu pertanda
bahwa pendidikan tersebut berkualitas adalah terlaksananya
sistem pembelajaran secara tepat/baik, yang secara
menyeluruh melibatkan semua komponen-komponen yang
ada dalam sistem pembelajaran.

Kata kunci : kualitas pendidikan, sistem, pembelajaran,
sistem pembelajaran

Pendahuluan
Dewasa ini pendidikan di Indonesia, secara umum, dihadapkan
kepada tantangan kualitas. Tantangan ini tidak dapat ditawar-tawar lagi
agar bangsa Indonesia bisa menghadapi persaingan global yang begitu
ketat. Bangsa yang berkualitas akan berkorelasi secara positif dengan
peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Peningkatan SDM dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas
tenaga pendidik dan kependidikan, seperti melalui; pendidikan dan
latihan (diklat), memberi kesempatan untuk melanjutkan jenjang pendi-
dikan yang lebih tinggi, atau pun juga dapat melalui seminar, sim-

hlm. 3-5. pendidikan dihadapkan pada 1 Nurhadi. Selain komponen-komponen di atas. hlm. 58. Thailand. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara. Malaysia. Meningkatkan Kualitas Pendidikan posium. 2007 121 . komponen proses menyangkut guru. output. baik secara internal maupun eksternal. perlu upaya-upaya serius untuk menge- jar ketertinggalan dari negara lain melalui proses pendidikan yang bermutu. pendidikan itu sendiri di- hadapkan pada berbagai persoalan. 2004). komponen output berkenaan dengan bagaimana keadaan pebelajar setelah mengalami poses. 2 Suharsimi Arikunto. Dalam hal peningkatan kualitas proses pendidikan. sistem administrasi dan sebagainya. Dilaporkan pula dari hasil penelitian Third Matemathics and Science Study (TIMSS) bahwa kemampuan matematika dan IPA siswa SMP Indonesia masing-masing berada di urutan ke 34 dan ke 32 dari jumlah 38 negara. Volume 2. Laporan tersebut diperkuat hasil survei International Educational Achievement (IEA) yang menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa Indonesia berada pada peringkat ke 38 dari 39 negara. 30. Untuk itu. 1993). dan Singapura berada pada peringkat yang tinggi. dalam catatan Human Development Report tahun 2003. yaitu komponen input. sistem evaluasi. bahan pelajaran. Brunai. Peningkatan kualitas SDM ini akan berimplikasi terhadap peningkatan mutu pendidikan.al. Sedangkan secara eskternal. Nomor 1. sarana penunjang. workshop. dan komponen feed back terkait dengan bagaimana langkah atau upaya yang harus dilakukan setelah melihat kelemahan output. 74. dan lain-lain. pendidikan menghadapi masalah dinamika perkembangan pendidikan yang umumnya mengalami persaingan yang sangat ketat. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK (Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang.1 Data-data di atas menunjukkan bahwa kualitas SDM bangsa Indo- nesia masih rendah. yang secara berturut-turut menduduki peringkat ke 85. 31. et. me- tode mengajar. Komponen input menyang- kut siswa. dan komponen feed back2. ada sejumlah komponen yang perlu diperhatiakn. Korea Selatan. Tadrîs. kualitas SDM atau HDI (Human Development Index) bangsa Indonesia pada abad ke 21 ini berada pada urutan ke 112. dan 30. proses. Menurut UNDP. Sedang negara-negara lain/tetangga seperti Filipina. Secara internal.1.

utamanya ditinjau dari sudut sistem pembelajaran yang dilaksanakan. Malik Fadjar. Nomor 1. Pertama. Oleh karena itu. hlm. karyawan. 1998). 122 Tadrîs. baik aspek SDM ataupun aspek fisik. Mengingat begitu luasnya cakupan yang harus di- bahas. dari segi perkem- bangan dan kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan serta perkembangan dunia pendidikan lainnya. A. maupun sarana dan prasarana yang ada. sebagai salah seorang “Bapak Mutu”. baik itu potensi pendidik. peserta didik. memberi- kan pengertian mutu/kualitas sebagai “sebuah derajat variasi yang 3 A. karena hal ini sudah menjadi kon- sekuensi logis dari proses pembangunan nasional Indonesia dewasa ini serta tuntutan perkembangan global peradaban dunia. dalam melihat fungsi atau kegunaan pedagogi dapat dijelaskan bahwa pendidikan itu harus dapat memenuhi ke- butuhan dan tuntutan pelanggan. Adapun dari sudut pandang kedua. perlu secara terus menerus meningkatkan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan segala potensi yang dimilikinya. Mutu pendidikan yang ada saat itu dinilai masih belum sepenuhnya menggembirakan sebagaimana yang diharapkan bersama. dari segi fungsional pedagogi. baik secara moral maupun akademis. 3 Tuntutan masyarakat akan layanan pendidikan yang ber- mutu merupakan suatu kewajaran. Adanya perkembangan dan kemajuan ini tidak lepas dari adanya tuntutan yang begitu mendesak dalam meningkatkan mutu pendidikan. Untuk memperoleh pemahaman yang sama tentang konsep kualitas atau mutu. Abd. Kedua. Konsep Pendidikan Berkualitas Proses pembelajaran saat sekarang banyak mengalami perkem- bangan dan kemajuan. 2007 . Volume 2. 37. penjelasan awal tentang pengertian kualitas atau mutu akan disajikan pada bagian ini. tulisan kualitas pendidikan ini membatasi pada potensi pendidik. Madrasah dan Tantangan Modernitas (Bandung: Mizan. Inilah beban tugas dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh seluruh komponen pendidikan. Malik Fadjar membagi permasalahan aktual pendidikan (madrasah) ke dalam dua sudut pandang. Dari sini nampak bahwa proses pendidikan perlu secara berkelan- jutan ditingkatkan kualitasnya. Mukhid masalah tuntutan masyarakat akan pendidikan berkualitas yang sema- kin tinggi. Edward Deming..

Ketiga. hlm. Meningkatkan Kualitas Pendidikan terduga standar yang digunakan dan memiliki kebergantungan pada biaya yang rendah”. Jerome S. ix-xi. ease of use dan esthetics. baik yang mengacu pada profit maupun non profit. hlm. Pendidikan Berbasis Mutu: Prinsip-prinsip Perumusan dan Tata Langkah Penerapan. Arcaro menjelaskan bahwa setiap program mutu harus memperhatikan empat komponen penting.7 Pertama. Artinya usaha perubahan yang sudah dicanangkan langgeng dan berhasil. hlm. 7 Arcaro. 2005). Dan standar mutu ini dapat digunakan dalam berbagai bentuk organisasi. Dengan visi itulah lembaga 4 Jerome S. 18. kualitas mengacu pada karakteristik secara langsung suatu produk seperti performance. Dalam kaitannya dengan mutu ini. adanya komitmen untuk berubah. reliability. 4. namun dengan adanya komitmen untuk berubah akan dapat membantu dalam mengurangi ketakutan pada orang-orang di lingkungan/wilayah lembaga pendidi- kan.4 Dijelaskan oleh Vincent. adanya pemahaman yang baik tentang di mana keberadaan sekolah atau wilayah kita sekarang. Arcaro. di samping produsen. Total Quality Management (Jakarta: Gramedia. 6 Triana. Visionary Leadership Menuju Sekolah Efektif (Bandung: Sinar Grafika Offset. Volume 2. Tentunya kesuksesan ini dapat menjadikan daya saing dan daya tawar lembaga/sekolah yang semakin kompetitif. dan/atau jasa (service) tertentu berdasarkan pertim- bangan obyektif atas bobot dan atau kinerjanya. Meski pula proses awal perubahan atau penerapan mutu tersebut banyak mengalami kendala. Yosal Iriantara (Yogyakarta: Pustaka Pelajar: 2005). 2007 123 . Meskipun perubahan itu sering kali menjadi momok yang menakutkan. terj. 5 Vincent Gaspersz. 6 Ukuran kualitas ini secara relatif dapat ditentukan berdasarkan kepuasan atau kebutuhan pelanggan. Tadrîs. baik dari anggota dewan sekolah maupun para administrator. hlm.7. adanya visi masa depan yang jelas dan dipegang oleh semua orang di lembaga/sekolah tersebut. Pendidikan Berbasis Mutu. 2005). Nomor 1. Kedua. namun proses pembelajaran yang di- peroleh dari kegagalan demi kegagalan itu akan menuju kesuksesan yang diharapkan. secara konvensional.5 Sedang Triana memberikan pengertian kualitas atau mutu sebagai suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau dikenakan kepada barang (product). harus diketahui dahulu bagaimana sistem yang berjalan saat ini.

Untuk pengukuran kedua. (2) tanpa kesalahan. Keempat. adanya rencana implementasi mutu di lembaga/sekolah. Total Quality in Education. 9 Ibid. (2) penekanan pada upaya pencegahan kegagalan pada siswa. Nomor 1. ada tiga prinsip pokok (mutu) dari Deming yang dapat digunakan.10 8 Edward Sallis. (3) mutu memerlukan kepemimpinan dari anggota dewan sekolah dan administrator. yaitu: (1) penetapan tujuan mutu pendidikan yang akan dicapai oleh dewan sekolah dan administrator. Sallis menjelaskan bahwa standar kualitas itu sendiri menggunakan dua pengukuran. yaitu: (1) meraih mutu merupakan proses yang tidak mengenal akhir. 7.Juran–yang juga dianggap sebagai “Bapak Mutu”–juga mengemukakan prinsip-prinsip pokok dasar tentang mutu sebagai tujuan utama.8 Untuk pengukuran pertama. (3) bebas dari ke- salahan sejak awal. pengukuran berdasarkan kebutuh- an dan tuntutan pelanggan. Ahmad Ali Riyadi & Fahrussozi (Yogyakarta: IRCiSOD. bukan mendeteksi kegagalan setelah peristiwa terjadi. 2006). menggunakan standar ISO 9000. Rencana tersebut harus menjadi pedoman dalam proses implementasi yang secara kontinyu senantiasa diperbaharui sebagai ciri perubahan. ditandai oleh tiga indi- kator. pengukuran berdasarkan spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya. dan (c) menyenangkan pelanggan. Selain Deming. dan (5) setiap orang di sekolah mesti menda- patkan pelatihan. Kedua. Mukhid pendidikan akan dituntun dan diarahkan agar tetap fokus dan berko- mitmen dalam program mutu tersebut. hlm. karena program mutu tidaklah pernah stagnan. (3) penggunaan metode kontrol statistik secara ketat. 2007 . (4) pelatihan massal merupa- kan persyaratan mutu. Pertama. Abd. yaitu mengacu pada standar produksi dan pelayanan. 9 Dalam konteks pendidikan. Manajemen Mutu Pendidikan. Joseph M. 10 Ibid. yaitu: (a) kepuasan pelanggan. (2) perbaikan mutu merupakan proses berkesinambungan. 124 Tadrîs. terj. yang mencakup kepada tiga hal: (1) sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Volume 2. (b) meningkatnya minat dan hara- pan pelanggan. dapat membantu memperbaiki outcomes siswa dan administratif.

hlm. 11 Untuk mewujudkan lembaga pendidikan bermutu ini menuntut adanya pengelolaan lembaga yang efektif dan efisien dalam segala aspeknya. Dari sudut pandang target kelulusan. 2002). yang berkat ke- 11 Dalam perkembangannya saat ini. orang tua dan masyarakat. Nomor 1. dalam Syafaruddin. yaitu bersifat terbuka dan adaptif. 93. Dan pemimpin yang adaptif akan banyak mendapat dukungan dari bawah. Pembicaraan tentang mutu atau kualitas pendidikan ini tidak dapat dilepaskan dari TQM (Total Quality Management). Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dengan adanya mutu ini. seperti di pabrik. Dari sudut pandang penyerapan outcomes sekolah dalam dunia industri. yang akhirnya menghasilkan lembaga dan lulusan yang unggul. Volume 2. mulai dari pimpinan staf. Tujuan ini tidak mudah mencapainya. dana. yaitu sekolah dengan standar nasional dan internasional. guru-guru dan juga murid. Kedua sifat ini akan menentukan pemimpin yang memiliki pengaruh kepada guru dan personil lainnya terhadap pencapaian tujuan. Lewis. yang awalnya bergerak dan meraih sukses di dalam dunia bisnis. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan (Jakarta: Grasindo. Bahkan keterlibatan orang tua. masyarakat sekitar dan orang-orang yang memiliki perhatian terhadap lembaga perlu diajak berkomunikasi. Hal ini mengingat bahwa lembaga pendidikan bukanlah milik pimpinan. Tadrîs. Sekolah yang telah memenuhi kedua standar ini dianggap telah memenuhi target mutu. mutu suatu sekolah diukur dengan standar. maka lembaga pendidikan yang bermutu adalah lembaga yang apabila para lulusannya banyak diserap oleh dunia industri. karena harus didukung oleh semua elemen lembaga. Pengelolaan lembaga yang efektif dan efisien dapat tercapai jika pengelola atau pimpinannya efektif. maka lembaga pendidikan yang bermutu adalah lembaga yang para siswanya banyak yang lulus atau lulus semua. 12 Adapun lembaga pendidikan yang dikelola secara efektif dan efisien akan berdampak positif dalam mencapai pembelajaran yang efektif dan efisien pula. “Organizational Communication: The Essence of Management”. masyarakat memiliki pandangan yang be- ragam dalam menilai mutu pendidikan sesuai dengan sudut pandang mereka masing-masing. tetapi milik dan menjadi tang- gung jawab bersama antara lembaga. baik aspek SDM. 12 Philip V. serta sarana pra sarana. 2007 125 .

IBM. Artinya.14 Di sini siswa dianggap sebagai pelanggan (customers). Hill. Mukhid suksesan tersebut kemudian diadopsi oleh dunia pendidikan. profitabilitas dan daya saing secara signifikan. 2007 . dalam memandang pendidikan yang bermutu. Harley Davidson. 2) mening- katnya minat dan harapan pelanggan. utamanya dalam hal kelayakan dan kesesuaian konsepnya dengan karakteristik pendidikan. dan McCulloch. Menjadi Kepala Sekolah Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya. 15 Oleh karena itu. yaitu pelanggan internal seperti tenaga pendidik dan kependidikan. Jadi para peserta didik di sini memiliki hak untuk menerima jasa yang ditawarkan pendidikan. Volume 2. Dengan menggunakan konsep TQM ini. dan pelanggan eksternal seperti peserta didik. tetapi memandang para pelang- gan yang memiliki kebutuhan. bukan proses industri. tidak dapat hanya dilihat dari kualitas lulusannya saja. produktifitas. Dari sinilah keberhasilan pelaksanaan TQM pada lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan. Pelanggan internal merupakan modal SDM yang akan menentu kualitas akhir suatu produk dan organisasi. hlm. yaitu: 1) kepuasan pelanggan. Nomor 1. grup Astra dan lain-lain berhasil mening- katkan kinerja. dan kompetensi pimpinan dan tenaga kependidi- kan di lembaga yang bersangkutan. masyarakat dan pemakai lulusan. sedang sekolah (pendidikan) sebagai pemberi jasa. Motorola. Ford. 13 Meskipun para ahli setuju untuk mengaplikasikan atau mengadopsi TQM dalam dunia pendidikan. Total Quality in Education. banyak pakar pendidikan yang masih mempersoalkannya. perusahaan- perusahaan seperti Xerox. orang tua. semisal Taylor. TQM merupakan suatu sistem manajemen yang memfokus- kan pada orang yang secara konsen ingin meningkatkan kepuasan pelanggan secara berkelanjutan. 14 E. Abd. 13 Dengan memakai pendekatan sistem TQM dalam dunia bisnis ini. tetapi juga harus melihat bagaimana lembaga pendidikan tersebut mampu memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai dengan standar mutu yang berlaku seba- gaimana dijelaskan di atas. jelas pendidikan menjadi industri jasa. 15 Edward Sallis. Mulyasa. 2005). dan 3) menyenangkan pelang- gan. karena mereka membayar SPP. Hewlett-Packard. Toyota. kesediaan. hlm. 7. 224. Adapun ukuran atau standar pelanggan ditandai oleh tiga indikator. 126 Tadrîs. Pelanggan itu sendiri dapat dibedakan menjadi dua. penyelenggaraan pendidi- kan tidak memandang input dan output.

Dengan membangun kesepahaman komitmen. baik yang tergolong benda mati maupun organisme seperti. adanya tujuan. Namun suatu sistem mempunyai delapan karakteritik umum yang sama yaitu. Meningkatkan Kualitas Pendidikan Oleh karena itu. Volume 2. pembelajaran. yaitu Commitment. Konsep Sistem Pembelajaran Ada tiga konsep yang akan dijelaskan dalam tulisan berikut. tekad untuk membentuk dan membangun lembaga yang berkualitas akan dapat terwujud. 2007 127 . tumbuhan. dengan berpegang pada visi dan misi yang telah ditetapkan bersama. perusahaan maupun lembaga. kerjasama saling mendu- kung. dalam Roestiyah. Cooperation. pendanaan. fungsi. pengertian sistem mencakup spektrum kon- sep yang sangat luas sekali. pola-pola pengelolaan lembaga di atas dapat diadopsi dalam rangka pengembangan dan peningkatan lembaga pendidikan. Dan tak kalah pentingnya adalah pimpinan hendak- nya juga menjalin komunikasi secara interaktif di antara para pelanggan. Pimpinan hendaknya memiliki komitmen dalam mengadakan peruba- han dan peningkatan pendidikan. perkumpulan. maupun yang lainnya.16 Menurut Mudhoffir. organisasi. dan sistem pemlejaran. yang ber- fungsi dengan cara berintegrasi untuk mencapai permulaan keputusan tujuan. Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem (Jakarta: Rineka Cipta. serta berbagai pertimbangan kelebihan yang dimiliki. Dengan berbekal pada dua pelanggan (internal dan eksternal) yang dimiliki. pimpinan hendaknya juga mampu memupuk sikap kerja sama di antara pelanggan internal maupun eksternal. sarana dan prasarana. Tadrîs. binatang dan manusia.3. dan Communication. 1994). yaitu tentang sistem. Melihat gambaran pendidikan yang berkualitas sebagaimana di atas. Sistem dapat didefinisikan sebagai suatu disain organistis yang disusun dengan sengaja. hlm. 16 Banathy Bela H. “Instructional System”. Selain itu. nampak bahwa jalan yang akan ditempuh dalam meningkatkan pendidikan yang berkulaitas tidak akan banyak mengalami gangguan/kendala yang berarti. yang mencakup hubungan dan interaksi komponen-kompenen. Nomor 1. pola lama dalam mengelola SDM--2C (Command dan Control)--hendaknya diganti dengan membudayakan pola baru dengan 3C. dan jalinan komunikasi dua arah.

17 Penjelasan ke delapan karakterisitik umum tersebut adalah. yaitu bekerja- nya semua sistem dalam serangkaian proses untuk mengubah input men- jadi output untuk suatu maksud dan tujuan tertentu. sedang isi menjadi sesuatu yang harus dilaksanakan dalam proses tersebut untuk mencapai tujuan. proses transformasi. dan saling menunjang. dan proses. Atas dasar pandangan-pandangan di atas. dimana keduanya akan selalu terjadi interaksi. Fungsi setiap komponen tersebut ditentukan oleh tujuan sistem. interaksi. Mukhid komponen. Dengan demikian. 1996). suatu sistem mengandung tiga unsur penting. proses transformasi. pada akhirnya sistem meru- pakan bagian-bagian yang membentuk keseluruhan yang saling tergan- tung dan bekerjasama dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Teknologi Instruksional (Bandung: Remaja Rosdakarya. atau penyesuaian-penyesuaian agar tercapai peningkatan hasil pada berbagai komponen dan proses yang dilaksanakan. Nomor 1. saling mempengaruhi. saling membutuhkan. Tujuan menjadi arah dalam melakukan kegiatan. umpan balik merupakan fungsi kontrol yang mencakup “monitoring” dan “koreksi” yang menjadi dasar dilakukannya perubahan-perubahan. Sedangkan pelaksanaan dari tujuan merupakan suatu proses. 2007 . komponen merupakan bagian dari suatu sistem yang melaksanakan suatu fungsi dalam upaya mencapai suatu tujuan. 17 Mudhoffir. Volume 2. yaitu tujuan. 128 Tadrîs. umpan balik. hlm. meskipun sistem memiliki subsistem dan lingkungan mem- punyai suprasistem. jalinan keterpaduan komponen. Jadi suatu sistem dapat dijelaskan dengan adanya tujuan yang ada di dalamnya. interaksi merupakan saling hubungan. perbaikan.12. antara kom- ponen yang satu dengan komponen yang lain. dan lingkungan. Karakteristik selanjutnya yaitu kawasan (sistem) dan lingkungan. kawasan. seperti tujuan pendidikan adalah memberi pelayanan pendidikan kepada yang membutuhkan. Karakteristik berikutnya adalah jalinan keterpaduan komponen. yang disebut dengan isi. Fungsi me- rupakan penunjang dalam usaha mencapai tujuan. dan tujuan menjadi sesuatu yang harus dilakukan dan yang menentukan proses. Abd. dimana bagian-bagian yang menyatu secara kokoh mempunyai nilai dan kemampuan yang lebih dibandingkan dengan bagian-bagian yang belum menyatu sebagaimana hukum Gestalt. yang mana dalam proses tersebut terdapat sesuatu yang harus dilaksanakan. isi.

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Bagian-bagian tersebut tidak dapat berdiri sendiri. 2007 129 .18 Agar terjadi perubahan sebagaimana yang diharapkan. terawasi. 19.19 Adapun konsep tentang sistem instruksional dijelaskan oleh Mudloffir sebagai kombinasi dari berbagai komponen dengan menerapkan suatu pola manajemen tertentu yang sengaja dirancang. maka perlu adanya pengembangan sistem instruksional secara efektif. Selanjutnya agar program pembelajaran yang telah disusun dapat berjalan dengan baik. Tadrîs. Teknologi Instruksional. Sistem tersebut disyaratkan untuk a) dirancang guna mencapai penguasaan tertentu. diterima. hlm. bertujuan. dan e) kegiatan kreatif. Konsep berikutnya yang perlu dijelaskan adalah konsep tentang pem- belajaran. 529. 21 Ibid. c) dikembangkan melalui suatu proses pengembangan instruksional. Nomor 1. d) telah diuji coba dan dimantapkan berdasarkan pengalaman empiris 20 James Finn memberikan rumusan lain sistem instruksional sebagai kombinasi yang unik dan pengaturan unsur-unsur dalam proses instruk- sional yang dirancang untuk suatu tujuan yang disepakati bersama. c) interaksi manusiawi. 19 Ibid. kegiatan- kegiatan yang dapat dilakukan dalam proses pengembangan sistem in- struksional yaitu melalui: a) perumusan tujuan yang sesuai dengan kebu- 18 Yusufhadi Miarso. b) pengajaran individual yang otomatis. Unsur proses instruksional tersebut adalah a) teknik presentasi massa. dipilih. 20. d) studi individual. 529. hlm. guna memecahkan masalah belajar. tetapi saling membutuh- kan dan berinteraksi agar tujuan yang menjadi kebutuhan dapat tercapai. Konsep pembelajaran (instruksional) dapat dibedakan dengan konsep pengajaran (teaching). hlm. dan diperhitungkan. Pembelajaran merupakan usaha yang di- sengaja. efisien. hlm.. Oleh karena itu. Adapun pengajaran adalah usaha membimbing dan mengarahkan pengalaman belajar kepada peserta didik yang biasanya berlangsung dalam situasi resmi/formal. daya guna (efektifitas). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media. b) dapat diulangi dan digandakan/disebarkan. maka prog- ram tersebut harus memiliki daya tarik. kerjasama dengan Pustekkom DIKNAS. dan teruji. dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi perubahan yang relatif menetap pada diri seseorang. dan dilaksanakan agar timbul peristiwa belajar yang bertujuan dan terkontrol. 20 Mudhoffir. 545..21 Agar sistem instruksional tersebut dapat dipertanggungjawabkan. dan hasil guna (efisiensi). Volume 2. 2005). maka pembelajaran harus direncanakan/diprogram secara baik.

Sedang dalam pengertian sempit/khusus. 2007 . Dalam pengertian umum/luas. Davis. 23 Ibid. tes. yaitu 1) pendekatan sistem terdiri dari suatu tujuan khusus untuk memajukan proses belajar mengajar. Learning System Design an Approach to the Improvement of Instruction (New York: Mc Graw-Hill Bokk Company. dimana tujuan khusus tersebut adalah memberi- kan fasilitas kepada siswa. Dari pengertian khusus tersebut dapat diambil tiga ciri pokok dari sistem belajar. Kedua. Pertama. gambar-gambar slide dan film. yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan sistem belajar itu sendiri diartikan sebagai suatu organisasi yang menggabungkan tentang orang-orang. 130 Tadrîs.23 Metode tersebut terdiri dari prosedur yang disusun secara sistematis untuk merencanakan. hlm. dan peningkatan kemampuan anak. Mukhid tuhan dan keadaan. fasilitas dan perlengkapan mencakup ruang kelas. Abd. c) pengembangan kegiatan dengan me- manfaatkan sumber yang ada. dan laboran. 1974). Masalah Pengajaran. menyelesaikan dan mengevaluasi proses belajar mengajar secara keseluruhan. b) identifikasi berbagai alternatif kegiatan (melalui berbagai kombinasi komponen). guru-guru. dan prosedur. Adapun tujuan utama sistem belajar adalah siswa belajar. Adapun pengertian sistem instruksional itu sendiri dapat dijelaskan dalam dua pengertian. Volume 2. tugas disainer sistem belajar adalah menyusun personalia. perlengkapan praktis. per- lengkapan. men- disain. bahan-bahan mencakup buku-buku. hlm. 24 Robert H. bahan-bahan. sistem belajar memiliki tujuan. instruktur. 20. prosedur mencakup perencanaan waktu dan urutan penjelasan. 2) pendekatan sistem menggunakan metode yang spesifik untuk mendisain sistem belajar. 303. perlengkapan audiovisual dan komputer. sistem belajar merupakan suatu organisasi yang menggabungkan elemen-elemen. kaset dan pita rekaman. papan tulis dan kapur. adanya perencanaan dan susunan yang saling bergantung dari setiap elemen-elemen. belajar correls. sistem instruksioanl sebagai suatu keseluruhan dari sejumlah komponen-komponen pengajaran yang berfungsi saling bergantung dan berinteraksi di dalam proses mencapai tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. 22 Roestiyah. fasilitas.24 Termasuk dalam lingkup orang-orang adalah murid-murid. belajar. sistem instruksional adalah pendekatan sistem pada masa- lah belajar 22 dimana sistem belajar tersebut dicirikan oleh dua hal. Nomor 1. yaitu pengertian umum/luas dan pengertian khusus/sempit. Ketiga. Oleh karena itu.

bahkan diperlukan adanya landasan teori yang kuat. metode. penggunaan sistem pembelajaran bukanlah seperti yang dimaksudkan dengan mengajar tanpa disertai landasan yang kuat. 2007 131 .. 1983). yaitu: 1) pelajaran. dalam mana pembelajaran itu harus memperhatikan variabel kondisi. apakah pengertian yang luas atau pengertian yang sempit. Dengan demikian. 19. 528. Charles M. Meningkatkan Kualitas Pendidikan materi dan prosedur sedemikian rupa sehingga siswa berusaha belajar lebih efisien. yaitu teori yang memberikan ”resep” dalam mengatasi masalah belajar. paling tidak. lingkup dan pertimbangan seseorang. 26 Ibid.25 Dengan tidak terpenuhinya salah satu dari tiga kriteria tersebut.. Volume 2. Reigeluth dan Merril menyarankan agar pembelajaran didasarkan pada teori pembela- jaran yang disebutnya preskiptif. terdapat tiga elemen atau komponen dalam sistem belajar. hlm. 27 Gambar diadaptasi dari Reigeluth. dan hasil guna (efisiensi). Menyemai Benih. Penerapan Sistem Pembelajaran Secara Tepat Sistem pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dapat dikatakan tepat (baik) apabila pelaksanaan program pembelajarannya memenuhi tiga kriteria. sesuai dengan permasalahan yang terjadi dilapangan. 529. hlm. Namun demikian. dan 3) prosedur perencanaan untuk mencapai tujuan. Instructional-Design Theories and Models (New Jersey: Lawrence ErlbaumAssociate publishers. semuanya tergantung kepada seseorang ter- hadap apa yang ingin di fokuskan untuk dibahas. daya guna (efektifitas). tergantung tujuan. Tentang pengertian mana yang akan dipakai atau dipilih. yaitu daya tarik. Permasalahan kemudian yang muncul adalah bagaimana sistem pembelajaran itu dapat menggambar- kan/membuktikan diri secara utuh sebagai suatu pendidikan yang berkualitas?. hlm. dan hasil. berarti sistem pembelajaran bisa dikategorikan tidak baik. Tadrîs. 2) tujuan belajar. 26 Ketiga variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: 27 25 Miarso. Nomor 1.

kualitas sistem pembelajaran dan kualitas pendidikan akan dapat di- tingkatkan. Abd. Strategi pembelajaran merupakan pendekatan secara menyeluruh terhadap pembelajaran dalam bentuk pedoman umum dan kerangka kegiatan dalam mencapai tujuan umum pembelajaran. yang berupa orang. Nomor 1. bahan. Realisasi dari tuntutan dan kebutuhan akan kualitas tersebut harus mengacu kepada standar mutu yang telah disepakati. pesan. Sedang teknik pembelajaran merupakan salah satu kompenen sistem pembelajaran yang dipilih dan dilaksana- kan dalam mencapai suatu tujuan. Dengan acuan 28 Miarso. 530. 2007 . Menyemai Benih. sistem pembelajaran yang digunakan hendaklah memakai strategi dan teknik pembelajaran secara tepat dengan mendasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang tepat pula. dan daya tarik Pembelajaran pembelajaran Walhasil. Penutup Pendidikan yang berkualitas telah menjadi tuntutan dan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap lembaga pendidikan yang tidak dapat ditawar-tawar. Mukhid Kondisi karakteristik Pelajaran Karakteristik Pembelajaran Tujuan Hambatan siswa Pengorganisasian Strategi Pengelolaan Metode bahan pelajaran penyampaian kegiatan Pembelajaran Hasil Efektifitas. dan lingkungan28. hlm. efisiensi. mulai dari tingkat dasar sampai yang pendidikan tinggi. Volume 2. dengan mengkombinasikan lima komponen di dalamnya. Dengan strategi dan teknik pembelajaran yang tepat. alat. 132 Tadrîs.

alat. dan lingkungan. Nomor 1. Salah satu komponen yang turut menentukan kualitas pendidikan adalah dengan melihat sejauhmana sistem pembelajaran itu dilaksana- kan.* Tadrîs. maka sistem pembelajaran tersebut dapat dikategorikan baik/tepat atau efektif. Meningkatkan Kualitas Pendidikan standar tersebut akan dapat diukur dan ditentukan serta ditetapkan berkualitas tidaknya setiap penyelenggara pendidikan. Volume 2. 2007 133 . Wa Allâh a’lam bi al-shawâb. yang secara langsung berdampak dan berkore- lasi positif dalam membentuk dan meningkatkan pendidikan yang berkualitas. bahan . baik berupa orang. pesan. Apabila unsur-unsur yang saling terkait dan tergantung di dalamnya terlibatkan semua.