You are on page 1of 2

Pengelolaan Sampah di FIB Dengan Menggunakan Metode Pengelolaan Sampah

Cara Jepang oleh Oshouji Club
oleh Rani Wahyuningtyas, 1306394285
Seperti yang sudah kita ketahui, sampah merupakan masalah yang kerap
dihadapi akhir-akhir ini. Bisa dibilang, sistem pengelolaan sampah yang di gunakan
belum efektif karena seperti yang bisa kita lihat sekarang, masalah sampah di
Indonesia khususnya di tempat-tempat umum belum terpecahkan. Terlebih lagi,
penerapan sistem pengelolaan sampah dilakukan dengan cara yang sangat sederhana,
yaitu hanya dengan memisahkan dua sampai tiga jenis sampah saja, yang kemudian
tidak di sortir ulang dan langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sedangkan di
Jepang, sistem pengelolaan sampah diatur dengan sangat detil dan tersusun rapih.
Dimana tempat sampah disana dipisahkan menjadi 4 jenis tempat sampah yang
berbeda berdasarkan tekstur dan sifat dari sampah tersebut. Selain itu juga, Jepang
meminimalisasikan jumlah sampah yang sampai ke tempat pembuangan akhir dengan
berbagai cara, seperti memisahkan tempat pembuangan sampah dan menyortir ulang
sebelum akhirnya ditempatkan di tempat pembuangan akhir dan memisahkan sampah
yang ada dirumah menjadi 8 golongan berdasarkan jenis, bentuk, dan baunya. Lalu, di
Jepang terdapat jadwal khusus untuk membuang sampah berdasarkan jenisnya. Hal
tersebut menyebabkan Jepang menjadi negara yang bersih.
Di Indonesia juga sebenarnya sudah ada sebuah komunitas yang mencoba
untuk menerapkan pengelolaan sampah cara Jepang tersebut. Komunitas tersebut
bernama oshouji club. Komunitas tersebut didirikan oleh orang Jepang yang tinggal di
Indonesia dan merasa jengah akan sampah yang ada di Indonesia, oleh karena itu Ia
mendirikan klub tersebut untuk mencoba mengatasi sampah yang ada.
Alasan saya memilih topik memilih topik ini adalah karena menurut saya cara
Jepang dalam mengelola sampah sangat bagus dan terstruktur, sehingga hal tersebut
harusnya dapat pula diterapkan di lingkungan sekitar, di lingkungan kampus FIB
misalnya. Seperti yang kita ketahui pula, pengelolaan sampah yang ada di FIB sama
halnya dengan yang ada di Indonesia, belum terstruktur dengan benar dan masih
sangat sederhana. Sampah yang ada di FIB pun selalu menumpuk dan tersebar diman-
mana. Mahasiswa FIB juga belum semuanya sadar dan tanggap akan pentingnya
membuang sampah pada tempatnya. Dengan demikian, apabila FIB ikut serta
menerakan cara pembuangan sampah seperti ini, FIB akan menjadi panutan dalam
segi kebersihan baik dalam ruang lingkup fakultas, maupun universitas.