I.

Latar Belakang

Perusahaan dalam menghadapi era pasar yang kompleks dan tidak
bisa diprediksi memerlukan strategi untuk menciptakan keunggulan
bersaing. Untuk menghadapi persaingan tersebut maka diperlukan kerja
sama yang luas antara pemasaran, operasi dan supply chain(Sarangi dan
Srivatsan 2009). Piercy (2010) menekankan kerja sama antara marketing
dengan operasi merupakan hal yang penting bagi kesuksesan bisnis,
dimana dalam organisasi kecil maupun menengah atau besar keterkaitan
wilayah marketing dan operasi merupakan faktor penting untuk
kesuksessan bagi kapabilitas perusahaan untuk menguasai pasar dan
memuaskan konsumen.
Perkembangan lingkungan industri yang dinamis pada era global
seperti sekarang ini menjadi pemicu bagi banyak organisasi perusahaan
untuk menggali potensi yang dimiliki, serta mengidentifikasi faktor kunci
sukses untuk unggul dalam persaingan yang semakin kompetitif.
Teknologi yang juga berkembang pesat menjadi sebuah kekuatan untuk
diterapkan dalam persaingan. Usaha-usaha yang dilakukan pada akhirnya
diarahkan untuk memberikan produk terbaik kepada konsumen, seperti
menciptakan sebuah inovasi bagi konsumen.

Kebutuhan untuk inovasi secara luas diakui oleh perusahaan
maupun oleh literatur akademik . Inovasi didefinisikan sebagai perubahan
dalam perusahaan yang ditandai dengan fitur berikut: keuntungan relatif,
kompatibilitas, kompleksitas, trialability, dan observability (Rogers, 1995).
Dalam situasi ini, inovasi dipandang sebagai sumber yang berharga dari
keuntungan dan daya saing bagi perusahaan, berorientasi untuk
meningkatkan kinerja perusahaan dan mengurangi risiko (Pietrobelli dan
Rabellotti, 2011; Rabelo dan Hughes Speller, 2005; Chen dan Jaw, 2009;
Berghman et al., 2013). Menyajikan inovasi produk dalam arti luas
tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang bagi sistem produksi
operasi yang harus dijalankan perusahaan. Untuk dapat menawarkan
produk yang menarik dengan tingkat harga yang bersaing, setiap
perusahaan harus berusaha menekan atau mereduksi seluruh biaya tanpa

 Standart-cycle market adalah pasar dimana keuntungan kompetitif perusahaan sedang terlindungi dari peniruan dan ketika peniruan itu sedang mahal. Membangun sebuah keunikan dan kepemilikan kemampuan menghasilkan keuntungan kompetitif dan kesuksesan pada pasar slow-cycle. Berikut efek dari berbagai tingkat kecepatan persaingan pada beberapa pasar dari seluruh pesaing di dalam sebuah pasar. aliran material dalam proses produksi sampai dengan distribusi produk ke tangan konsumen. Distribusi yang optimal dalam hal ini dapat dicapai melalui penerapan konsep Supply Chain Management (SCM). tingkah laku kompetitif perusahaan pada slow-cycle market berorientasi untuk melindungi.  Fast-cycle market adalah pasar diamana kemampuan perusahaan yang berkontribusi untuk keuntungan kompetitif tidak terlindungi dari peniruan dan ketika peniruan sering cepat dan tidak mahal. Dinamika persaingan berhubungan dengan kelangsungan aksi dan respon yang berada di antara seluruh perusahaan yang bersaing di dalam sebuah pasar untuk posisi yang menguntungkan. Salah satu upaya untuk mereduksi biaya tersebut adalah melalui optimalisasi distribusi material dari pemasok. Keuntungan kompetitif secara parsial terdapat pada standart-cycle. tetapi hanya ketika perusahaan .mengurangi kualitas produk maupun standar yang sudah ditetapkan. perusahaan menghargai bahwa waktu sebagai sumber daya bisnis yang berharga seperti uang atau kepala bagian dan biaya keraguan dan penundaan adalah hanya sebuah langkah menuju over budget atau kehilangan financial forecast. menjaga. Setelah keuntungan yang dimiliki dikembangkan. dan memperluas keuntungan itu.  Slow-cycle markets : di mana keuntungan kompetitif perusahaan terlindungi dari peniruan biasanya untuk jangka panjang dan dimana peniruan itu mahal. Persaingan perusahaan pada fast-cycle menyadari pentingnya kecepatan.

Carrefour. Ikea. . 2007). II. gudang dan toko secara efektif agar persediaan barang dapat diproduksi dan didistribusi pada jumlah yang tepat. Literature Review 2. HP. 2011). Wal-mart. mampu melanjutkan meningkatkan kualitas dari kemampuannya. atau standart cycle. Menurut Simchi-Levi. Beberapa contoh inovasi supply chain di dalam perusahaan-perusahaan besar seperti Apple. dan Edith (2004). produsen. Gebauer. ke lokasi yang tepat. David. dan pada waktu yang tepat sehingga biaya keseluruhan sistem dapat diminimalisir selagi berusaha memuaskan kebutuhan dan layanan. seorang analis pada Forrester Research menyatakan banyak perusahaan besar mengambil keputusan bahwa sukses pada abad 21. berlanjut ke distribusi sampai kepada konsumen akhir. 2000. Navi Radjou. Literatur tentang inovasi telah banyak membahas kontribusi kemampuan yang dinamis untuk memungkinkan inovasi yang sukses (Eisenhardt dan Martin. sehingga memiliki fungsi unggul untuk meningkatkan inovasi. ke kegiatan operasional di perusahaan. membuat keuntungan persaiangan dinamis. SCM diartikan sebagai rangkaian pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan pemasok. Inovasi mempunyai pengaruh yang substantial pada dinamika persaingan seperti efek pada aksi dan respon dari seluruh persaingan perusahaan di dalam pasar slow cycle. fast cycle. Benetton. Zara. Kemampuan dinamis dapat juga dibuat untuk keunggulan kompetitif jangka panjang.1 Suppy Chain Management Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) adalah pengelolaan rantai siklus yang lengkap mulai bahan mentah dari para supplier. Kaminsky. Perusahaan mengembangkan kemampuan inovasi internal dan eksternal untuk mengoptimalkan laba dan mempercepat peluncuran produk ke pasar (Hamm. dan Amazon.

dan Mona J. dapat ditarik hal umum bahwa supply chain management adalah semua kegiatan yang terkait dengan aliran material. mencari dan memelihara hubungan dengan perusahaan jasa . peramalan permintaan. memonitor supply risk. Pengendalian perencanaan kapasitas. penjadwalan Distribusi pengiriman. lalu mencapai tingkat berikutnya yang merupakan keunggulan kompetitif yang tidak tersedia di sistem logistik tradisional. membina dan memelihara hubungan dengan supplier Perencanaan & Demand planning. Fitzsimmons (2004). pengendalian kualitas Pengiriman / Perencanaan jaringan distribusi. melibatkan supplier dalam perancangan produk baru Pengadaan Memilih supplier. Dengan demikian. melakukan pembelian bahan baku dan komponen. berdasarkan berbagai definisi supply chain management sebagaimana telah disampaikan. mengavaluasi kinerja supplier.SCM adalah koordinasi sistematis dan strategis akan fungsi-fungsi bisnis tradisional dalam dan lintas perusahaan dalam sebuah rantai persediaan untuk mengembangkan kinerja jangka panjang perusahaan dan keseluruhan rantai persediaan. 2005). menyatakan bahwa SCM adalah sebuah sistem pendekatan total untuk mengantarkan produk ke konsumen akhir dengan menggunakan teknologi informasi untuk mengkoordinasikan semua elemen supply chain dari mulai pemasok ke pengecer. Lebih jauh cakupan supply chain management akan meliputi hal-hal berikut: Bagian Cakupan kegiatan antara lain Pengembangan Melakukan riset pasar. informasi dan uang di sepanjang supply chain. James A. merancang produk produk baru. perancanaan produksi dan persediaan Operasi / Produksi Eksekusi produksi. Sedangkan menurut Council of Logistic Management (Pujawan.

1988). Kompleksitas dari inovation driver telah diusulkan untuk mengurangi kompleksitas perusahaan dengan tujuan manajemen supply chain di tingkat korporasi. beberapa penulis telah menyelidiki peran orientasi strategis dan driver dari inovasi (yaitu orientasi pasar dan orientasi sumber daya) dalam integrasi saluran untuk meningkatkan kinerja supply chain (Lin et al. Dalam berbagai pandangan pasar dianggap sebagai jaringan multidimensi. Didalam analisisnya. dan masuknya profesional rantai pasokan dalam produk tim pengembangan) 2. hubungan pertukaran dinamis antara pelaku ekonomi yang mengendalikan sumber daya dan melakukan kegiatan. 2010). Dengan demikian suatu globalisasi perusahaan memperluas kegiatannya untuk menutupi banyak pasar dan merambah beberapa pasar..2 Inovasi Supply Chain Domain dari SCM menawarkan dengan definisi peluang baru untuk menciptakan keuntungan kompetitif. . Beberapa penulis menganalisis masalah yang berfokus pada proses operasional internal dan menganalisis pengenalan logika baru untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui penerapan respon konsumen yang efisien dan pengisian secara terus menerus (Bello. pertimbangan rantai pasokan di semua produk keputusan pembangunan. Dalam aliran literatur tentang driver inovasi. 2004). Globalisasi perusahaan merupakan proses yang dapat didefinisikan sebagai internasionalisasi perusahaan dalam meningkatkan integrasi kegiatannya dan sumber daya yang berbeda dengan pasar geografis (Johanson dan Mattsson. juga menyelidiki driver inovasi dengan memisahkan mereka ke dalam kelembagaan dan lingkungan kelembagaan.3 Globalisasi Pasar Globalisasi pasar dan distribusi reorganisasi merupakan proses saling tergantung yang melibatkan perubahan struktur pasar. memonitor service level di tiap pusat distribusi Sumber: I Nyoman Pujawan (2005) 2. pengiriman. Sebuah pasar tertanam dalam kelembagaan pengaturan. yang terdiri dari masyarakat norma dan budaya.

Globalisasi manufaktur perusahaan tidak hanya soal internasional manufaktur dan penjualan. Globalisasi sebagai suatu proses yang saling terkait dengan dinamika nasional dan budaya organisasi. Hubungan antara globalisasi (termasuk globalisasi perusahaan dan pasar) dan budaya adalah menekankan pada hubungan timbal balik antara keduanya. "Globalisasi terletak di jantung modern budaya.Globalisasi menyebabkan kegiatan distribusi dan globalisasi manufaktur sangat erat dan saling terkait. . tetapi juga internasionalisasi pengadaan. praktek budaya terletak di jantung globalisasi".