You are on page 1of 10

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI ATURAN PENCACAHAN

MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SMA

Iis Juniati Lathiifah1, Zulkardi2, Somakim3
1
Guru SMAN 10 Palembang
Email: iis.lathiifah23@gmail.com
1
Guru Besar Pendidikan Matematika FKIP Unsri Palembang
1
Dosen Pendidikan Matematika FKIP Unsri

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar materi aturan
pencacahan yang valid dan praktis berdasarkan karakteristik pembelajaran
berbasis masalah dan kurikulum 2013 serta untuk mengetahui efek potensial
dari bahan ajar terhadap kemampuan siswa memecahkan masalah. Metode
penelitian yang digunakan adalah development research yang terdiri dari dua
tahap yaitu tahap preliminary yang meliputi persiapan dan desain kemudian
tahap formative evaluation yang meliputi self evaluation, expert reviews, one-
to-one, small group, dan field test. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA
6 SMAN 10 Palembang. Pengumpulan data dilakukan dengan walk through,
obsevasi dan tes. Penelitian ini telah menghasilkan bahan ajar yang valid dan
praktis sesuai dengan karakteristik pembelajaran berbasis masalah dan
kurikulum 2013. Valid tergambar dari saran validator yang menyatakan bahwa
bahan ajar baik berdasarkan konten yang sesuai dengan kurikulum 2013,
konstruk yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran berbasis dan bahasa
yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Serta mempunyai efek
potensial terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dilihat dari
sikap, pengetahuan dan keterampilan yang secara umum baik serta hasil tes
evaluasi akhir dimana rata-rata nilai siswa dikategorikan baik.

Kata Kunci : Penelitian pengembangan, bahan ajar, aturan pencacahan,
pembelajaran berbasis masalah

ABSTRACT

This study aims to produce teaching materials of enumeration rules are valid
and practical based on the characteristics of problem-based learning and
curriculum 2013 and to determine the potential effects of teaching materials on
students ability to solve problems. The method used is the development of
research which consists of two stages: a preliminary stage that includes the
preparation and design then the formative stages of evaluation that includes self
evaluation, expert reviews, one-to-one, small group, and a field test. The
subjects were students of class XI MIA 6 SMAN 10 Palembang. Data collected
by walkthrough, observation and tests. This research has produced teaching
materials are valid and practical based on the characteristics of problem-based
learning and curriculum 2013. Valid drawn from suggestions validator which
states that teaching materials good based content in accordance with
curriculum 2013, construct in accordance with the characteristics of problem-

Iis Juniati Lathiifah, Zulkardi, Somakim. Pengembangan Bahan Ajar Materi Aturan Pencacahan
Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMA. Jurnal Paradikma, Vol. 8, Nomor 3,
Desember 2015.

menjadi lebih baik dan ber- tempat menggunakan papan puzzle makna (Isnaningsih & Bimo. LKS dapat Carey. enumeration rules. Burton dan Nelson. Siswa kesulitan pembelajaran adalah suatu rangkaian memahami konsep menyelesaikan soal peristiwa yang memengaruhi peserta tentang permutasi (Haryadi.based learning PENDAHULUAN membedakan penggunaan rumusnya Menurut Gagne & Briggs. Somakim. 2014. mempelajari peluang. siswa sering kali susah siswa (masalah kontekstual) (Yuwono. 2013). 2011). baiknya diawali dengan dalam bentuk soal cerita. tabel silang (Van De mendukung proses pembelajaran adalah Walle. dan dalam merancang penelitian dan memberikan soal-soal latihan (Herman. 2008). dkk. 2006. De Walle. Sedangkan aturan guru sulit menerapkan metode pencacahan (Counting rules) yang di pembelajaran dan bahan ajar yang sesuai dalamnya terdapat aturan perkalian dan dengan RPP yang telah mereka buat permutasi merupakan dasar-dasar untuk (Yulianti. Selama ini materi aturan Agar pembelajaran menjadi pencacahan pada awalnya dianggap mudah. Grinstead&Snell 1997. penunjang dalam proses belajar Peluang merupakan bagian mengajar (Fitria. 2010. based learning and language according to the EYD. 2008). 2010). belum dapat membantu siswa dalam memastikan siswa memahami dan dapat menemukan kembali konsep-konsep menerapkan pengetahuan yang matematika. And have a potential effect on students ability to solve problems seen from the attitude. 8. 2011). Dalam kegiatan dari matematika yang perlu dikuasai pembelajaran guru biasanya siswa SMA sebagai prasyarat materi menjelaskan konsep secara informatif. ide-ide siswa tentang peluang diperlukan kreatifitas guru dalam harus berkembang dari pengalaman pemilihan dan penggunaan sumber (eksplorasi). mengolah data hasil penelitian dari 2007). (2008). Juga kurang optimalnya dipelajari (Chakrabarty & Mohamed. (Mursidi. didik sedemikian rupa sehingga Pratt dalam Azhar & Kusumah. pemecahan pengenalan masalah dari lingkungan masalah.. ini disebabkan karena perangkat Oleh karena itu materi yang diberikan pembelajaran yang digunakan selama guru sangatlah penting untuk ini. Keywords : Development research. Vol. 2013). Jurnal Paradikma. menarik. 2012). 2008) dan pasangan berurutan Lembar Kegiatan Siswa (Erryanti & (Gelman & Gallistel dalam Le Corre & Poedjiastoeti. problem. Gordon. Nomor 3. statistik yang sangat banyak digunakan memberikan contoh soal. Yang sering menjadi berbagai cabang ilmu (Azhar & permasalahan juga karena kebanyakan Kusumah. teaching materials. . Pengembangan Bahan Ajar Materi Aturan Pencacahan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMA. membuat prestasi belajar siswa Bennett. knowledge and skills in general is good and the results of the final evaluation test where the average student scores are categorized either. namun ketika sudah masuk ke siswa. meningkat (Toman. Sedangkan permutasi membuat siswa. pada saat proses dapat diajarkan melalui permainan tukar belajar. 2013) serta (Mulholland. Zulkardi. Iis Juniati Lathiifah. 2008. 2011). perubahan perilaku yang disebut hasil Menurut Mertayasa (2012) hal belajar terfasilitasi (Suparman. penggunaan buku paket sebagai 2013). Salah satu bentuk sarana yang Vatter. Desember 2015. Agar proses pembelajaran Menurut Van De Walle dapat berlangsung secara optimal. 2013). Aturan perkalian dapat belajar yang sesuai dengan diajarkan melalui diagram pohon (Van perkembangan dan kebutuhan siswa. 2012). dan bermanfaat bagi mudah.

siswa individual student”. various methods of assessing kemudian dilanjutkan dengan formative students.. approaches. Jurnal Paradikma. Nomor 3. Metode penelitian yang learners. . 1993. Subjek penelitian adalah siswa “Teaching and learning in the PBL kelas XI MIA 6 SMA Negeri 10 approach differ from the traditional Palembang yang berjumlah 40 siswa. PBL encourages terdiri dari 13 laki-laki dan 27 students to be. 1999). Rahman. dan penguatan serta untuk mengetahui efek potensial pengetahuan yang ada. specifically: active perempuan. konsep aturan perkalian dan permutasi Pembelajaran berbasis masalah yang sehingga dapat membangkitkan adalah model mengajar yang dirancang semangat siswa untuk belajar materi untuk mengembangkan keterampilan aturan pencacahan. 2014). Vol. dan semester genap tahun pelajaran 2014- Iahad (2014) sebagai berikut: 2015.. Situasi ini bahan ajar terhadap kemampuan siswa mendorong siswa untuk mencari memecahkan masalah. 2006) Iis Juniati Lathiifah. Zukardi. Zulkardi. (such as a group project report) and Low Resistance to Revision High Resistance to Revision Ekspert Riviews Revise Small Revise Filed Self Revise Evaluation Group Test One-to- One Gambar 1 Tahapan Formative Evaluation (Tesmer.2014. self-directed learners and digunakan adalah pengembangan atau work together in a group. Zulkardi. 2004). including. Salah tukar tempat dalam pembelajaran satu pembelajaran yang dimulai dengan berbasis masalah diharapkan dapat pengenalan masalah adalah melalui membangun pemahaman siswa terhadap pembelajaran berbasis masalah. Somakim. berbasis masalah dan kurikulum 2013 perolehan konten baru. Sedangkan Penelitian dilaksanakan pada menurut Qomaruddin. secara bertahap dibimbing untuk Pengembangan bahan ajar menguasai konsep matematika berupa LKS menggunakan permainan (Kusumawati & Prajitno. Sehingga tujuan pemecahan masalah dan pembelajaran penelitian ini adalah untuk mandiri (Mangao. for example: evaluation (Tessmer. Desember 2015. Dengan assessing the performance of an mengajukan masalah kontekstual. assessing the outcomes of the PBL 2006) yang dapat dilihat pada gambar 1. dkk. 8. (Lambors METODE PENELITIAN dalam Mangao. Van De Walle. 1993. dkk. menghasilkan bahan ajar materi aturan Efektifitas metode ini adalah pencacahan yang valid dan praktis penggunaan masalah yang membuat berdasarkan karakteristik pembelajaran belajar melalui pengalaman baru. 2008). It enables development research (Akker. informasi baru dan mensintesis dalam konteks skenario masalah. 2013). Pengembangan Bahan Ajar Materi Aturan Pencacahan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMA.

Silabus. Muslimin Tendri. Dr. Kevalidan dapat expert reviews dimana prototype diketahui berdasarkan hasil validasi dari pertama divalidasi oleh empat orang pakar (ekspert review) dan one to one pakar berdasarkan konten. dosen Pascasarjana dipakai oleh siswa dan dapat Pendidikan Matematika diintepretasikan dengan baik. penilaian yang dikembangkan sesuai Kriteria keberhasilan yang dengan karakteristik pembelajaran diharapkan dari penelitian ini adalah berbasis masalah dan kurikulum 2013. Pembelajaran (RPP). beberapa contoh nyata serta menyajikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran alur perumusan aturan pencacahan (RPP) dan instrumen penilaian. Isian pada LKS siswa dengan menentukan subyek sebaiknya diubah menjadi pertanyaan- penelitian yakni kelas XI MIA 6 SMAN pertanyaan agar proses berfikir siswa 10 Palembang dimana tingkat kognitif lebih berkembang.Pd. Setelah (perkalian... Lembar Kegiatan Siswa yang valid dan Pada tahap Formative Study. Vol. small group dimana bahan ajar mudah M. Pirdaus. Kemudian dilakukan memecahkan masalah. Sugiman. M. . Setelah dilakukan merancang bahan ajar berupa Lembar revisi kemudian bahan ajar diujicobakan Kegiatan Siswa (LKS) menggunakan kepada siswa small group. Hasil revisi pembelajaran berbasis masalah dan terakhir baru digunakan untuk perangkat pembelajaran meliputi pelaksanaan field test. HASIL DAN PEMBAHASAN Dosen Pendidikan Matematika A. Dr. Hasil Pengembangan Bahan Ajar UMP. Adapun beberapa pakar tersebut formative evaluation. Sedangkan UNIMED. Kegiatan yang dilakukan pembelajaran menggunakan kata-kata pada tahap persiapan: (1) menganalisis yang dapat diukur. Rencana Pelaksanaan data dilakukan dengan walk through. Prof.Si. Pada tahap preliminary. dengan mempertimbangkan konten... Kemudian peneliti mendesain atau konstruk dan bahasa. Pengembangan Bahan Ajar Materi Aturan Pencacahan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMA. dosen masalah dapat diketahui dari rata-rata Pascasarjana Pendidikan hasil tes siswa yang baik dan observasi Matematika UNY.Pd. Serta kurikulum untuk mengetahui bahwa beberapa perbaikan pada penggunaan Iis Juniati Lathiifah. dan instrumen observasi dan tes. Somakim. Hasratuddin Siregar. Desember 2015. Drs. kurikulum 2013 serta memiliki efek Hasil dari self evaluation dinamakan potensial terhadap kemampuan siswa prototype pertama. permutasi dan kombinasi) dilakukan pendesainan. M. pada tahap field test dimana siswa 3. efek potensial bahan ajar berbasis 2. Adapun komentar dan saran dilakukan persiapan dan pendesaian dari validator diantaranya adalah tujuan bahan ajar. praktis berdasarkan karakteristik perangkat pembelajaran yang telah pembelajaran berbasis masalah dan dibuat dievaluasi oleh peneliti sendiri. Penelitian ini mengembangkan materi aturan pencacahan sudah sesuai bahan ajar matematika dengan dengan kurikulum 2013 dan (3) karakteristik pembelajaran berbasis meganalisis materi untuk mengetahui masalah dan kurikulum 2013 yang valid bahwa kompetensi dasar dan praktis untuk menunjang “mendeskripsikan dan menerapkan pembelajaran di SMA meliputi Lembar berbagai aturan pencacahan melalui Kegiatan Siswa (LKS). LPMP Provinsi terampil menyelesaikan masalah. Sumatera Selatan. 4. Zulkardi. konstruk dan berupa komentar dan saran pada tahapan bahasa. Nomor 3. bahan ajar melalui diagram atau cara lainnya” divalidasi oleh pakar dan teman sejawat sudah sesuai dengan tujuan penelitian.Pd. M. 8. Baiknya siswa heterogen (2) menganalisis menggunakan kalimat pasif. Jurnal Paradikma. H. Kepraktisan yakni: diketahui dari hasil pengamatan pada 1. Pengumpulan silabus.

Siswa diminta didapat bahwa sikap siswa dengan menyelesaikan masalah pada bahan ajar kategori sangat baik sebanyak 60% dan secara bersama-sama untuk melihat kategori baik sebanyak 40%. lembar komentar yang telah disediakan.33% 83.92% 72. peneliti meminta dikembangkan tergolong praktis dan siswa berkomentar secara bebas pada telah direvisi menjadi prototype ketiga.06% Iis Juniati Lathiifah. kehidupan sehari-hari namun terdapat kesulitan yang mungkin terjadi selama pengulangan pada perintah soal halaman penggunaan bahan ajar sehingga dapat 4. Berdasarkan komentar dari siswa memberikan masukan atau koreksi dapat disimpulkan bahwa desain produk apabila ada yang perlu diperbaiki. kesulitan-kesulitan selama pengerjaan Selanjutnya penilaian terhadap dan secara bertahap untuk kemampuan siswa dalam memecahkan mensimulasikan waktu pengerjaan masalah berdasarkan jawaban tiap sesuai dengan banyaknya pertemuan kelompok terhadap masalah per indikator yang disajikan pada Tabel 1.50% 83. Setelah didapat prototype Adapun komentar siswa on to one ketiga yang valid dan praktis.kata-kata agar lebih mudah dipahami untuk melihat kepraktisan desain bahan siswa.83% 91. Jurnal Paradikma. bahan ajar prototype kedua yang Setelah diujicoba. Vol.92% diketahui Apa yang perlu 2 19 21 79.83% 100% 97.83% 75.92% masalah Rancangan 4 21 23 87. Seiring dilaksanakannya tahap Setelah pengerjaan bahan ajar. Nomor 3. prototype kedua diujicobakan pada Selama proses pembelajaran. Tabel 1 Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah Tiap Indikator Indikator ↓ Deskri Frekuensi Persentase Rata. dilakukan diantaranya adalah LKS sangat menarik field test untuk melihat efek potensial karena diajarkan menjawab soal dengan bahan ajar yang dikembangkan. Terdapat masalah dan soal Pelaksanaan filed test dilakukan selama evaluasi yang kurang bisa dipahami dua kali pertemuan dimana pada maksudnya. dilakukan pula tahap siswa diminta berkomentar mengenai one-to-one. 8. diharapkan siswa telah direvisi menjadi prototype kedua dapat menerapkan konsep permutasi berdasarkan saran-saran yang diberikan. teliti. ajar.17% 87.5% 95.33% diketahui Mengidentifikasi 3 23 24 95. Adapun komentar siswa pertama diujikan kepada tiga orang adalah pembelajaran dengan bahan ajar siswa yang diminta untuk mengerjakan berbasis masalah lebih menarik sehingga bahan ajar dan peneliti berinteraksi kita lebih memahami aplikasinya dalam dengan siswa untuk melihat kesulitan. sikap siswa dimana berdasarkan analisis sedang dan tinggi. Zulkardi. Somakim. expert reviews. Desember 2015. sekelompok siswa yang terdiri dari 6 dilakukan observasi terhadap aspek orang dengan kemampuan rendah. Pengembangan Bahan Ajar Materi Aturan Pencacahan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMA. Pada tahap ini.92% 97.00% 72. Rata-rata Pertemuan→ ptor 1 2 1 2 rata Per indikator Fakta apa yang 1 17 18 70. unsur sama dan permutasi unsur berbeda Pada tahap small group. pertemuan pertama siswa diberikan tiga Berdasarkan uji validitas oleh permasalahan yang diharapkan dari para pakar dan komentar dari siswa ketiga permasalahan tersebut siswa dapat disimpulkan bahwa desain produk dapat mendeskripsikan aturan perkalian bahan ajar prototype pertama yang sedangkan dari pertemuan kedua dengan dikembangkan dinyatakan valid dan tiga permasalahan.67% tindakan 5 24 24 100% 100% 100% 93. dalam pemecahan masalah. . prototype bahan ajar.

5 24 60 24 60 11 27. Sehingga rata-rata yang dapat menjawab soal dengan baik kemampuan pemecahan masalah siswa dan terdapat 5% siswa yang dapat untuk soal nomor 1 dikategorikan sangat menjawab soal dengan cukup baik.5% dan kategori cukup sebanyak yang kesulitan dalam menentukan fakta 7. dalam kategori baik dan tidak adalah 3.5% siswa yang dapat menjawab soal terdapat 20% siswa yang dapat dengan sangat baik.83% 80. kategori baik sebanyak namun masih terdapat beberapa siswa 62.5% 87.46. dengan sangat baik dan 40% siswa yang dapat menjawab soal dengan baik. terdapat 30% siswa menjawab soal dengan cukup baik dan yang dapat menjawab soal dengan baik.21% tepat 8 16 15 66.58% Berdasarkan Tabel 1. pada soal Sehingga rata-rata kemampuan nomor 1 terdapat 45% siswa yang dapat pemecahan masalah untuk soal nomor 3 menjawab soal dengan sangat baik.5% siswa yang dapat terdapat 20% siswa yang dapat menjawab soal dengan kurang baik. Pengembangan Bahan Ajar Materi Aturan Pencacahan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMA. 27. 6 21 21 87.5 Berdasarkan Tabel 2. Zulkardi. dengan sangat baik.5 0 0 0 0 9 22. Dengan nilai rata- rata keterampilan seluruh kelompok rata 3. dikategorikan baik. Somakim. mengikuti pembelajaran berbasis Tabel 2 Penilaian Evaluasi Akhir Tiap Soal Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5 Predikat f % f % f % f % f % Sangat Baik 18 45 13 32.5 8 20 0 0 2 5 8 20 Kurang 0 0 5 12. baik sebanyak 70%.5% siswa yang dapat pemecahan masalah untuk soal nomor 2 menjawab soal dengan kurang baik. Jurnal Paradikma. menjawab soal dengan cukup baik. Sedangkan penilaian berdasarkan unjuk kerja siswa kemampuan pemecahan masalah siswa dimana keterampilan siswa dalam untuk tiap soal disajikan pada Tabel 2. sangat baik. siswa dalam mengikuti pembelajaran Adapun hasil penilaian yang dilakukan adalah baik.5 14 35 16 40 14 35 12 30 Cukup 3 7.5%.50% 64. Nomor 3. . terdapat siswa yang hasil tes evaluasi Selanjutnya dilakukan pula akhirnya tidak tuntas. hampir semua masalah dengan kategori sangat baik siswa dapat mengidentifikasi masalah sebanyak 30%.24. Pembahasan Iis Juniati Lathiifah. Sehingga rata-rata kemampuan Pada soal nomor 3 terdapat pemecahan masalah siswa untuk soal 60% siswa yang dapat menjawab soal nomor 5 dikategorikan baik.5% siswa yang dapat menjawab soal dengan sangat baik. B. terdapat 47.67% 62.83% 95. baik. terdapat 35% siswa dengan cukup baik.5 Baik 19 47. hanya terdapat 12.5% siswa yang dapat menjawab soal dikategorikan baik. Adapun rata-rata keterampilan apa yang diketahui dari suatu masalah. terdapat 35% siswa Pada soal nomor 5 terdapat yang dapat menjawab soal dengan baik.83% 95. Sehingga rata-rata kemampuan Pada soal nomor 2 terdapat pemecahan masalah untuk soal nomor 4 32.5% 87.5% siswa yang dapat Pada soal nomor 4 terdapat menjawab soal dengan baik dan terdapat 60% siswa yang dapat menjawab soal 7. dikategorikan baik. 8.5% Penyelesaian yang 7 23 23 95. terhadap tiap kelompok terdapat empat Kemudian berdasarkan hasil kelompok yang keterampilan tes evaluasi akhir siswa didapat bahwa pemecahan masalahnya sangat baik dan pengetahuan siswa dengan kategori empat kelompok yang keterampilan sangat baik sebanyak 30% dan kategori pemecahan masalahnya baik serta rata. Vol. Desember 2015. dan Sehingga rata-rata kemampuan terdapat 22.

pemecahan masalah. Nomor 3.1. tergambar dari hasil dan membuat penyelidikannya sendiri. menentukan dalam penelitian ini telah sesuai dengan apa yang perlu diketahui. Bahan Ajar yang Valid dan Bahan ajar diawali dengan Praktis Berdasarkan menampilkan permasalahan- Karakteristik Pembelajaran permasalahan dimana siswa menggali Berbasis Masalah dan pengetahuannya melalui masalah yang Kurikulum 2013 diberikan. konstruk dan masalah dan menghasilkan solusi. Melalui permasalahan yang Berdasarkan konten. Desember 2015. bahan kaidah bahasa yang berlaku yaitu Ejaan ajar yang dikembangkan sesuai dengan Yang Disempurnakan (EYD). saling berbagi pengetahuan Sebagaimana disebutkan dalam dan pendapat untuk menjawab permendikbud RI nomor 65 tahun 2013 permasalahan-permasalahan hingga tentang standar proses pendidikan dasar sampai pada pemecahan masalah dan dan menengah bahwa karakteristik solusi. pembelajaran pada setiap satuan c. group revisi dilakukan berdasarkan komentar siswa terhadap LKS berbasis Iis Juniati Lathiifah. kerangka kopnseptual tentang sasaran Selama siswa berdiskusi dalam pembelajaran yang harus dicapai yang kelompoknya. . d. membantu dengan memberikan arahan pengetahuan dan keterampilan yang jika siswa mengalami kesulitan agar dielaborasi untuk setiap satuan proses diskusi berjalan sesuai dengan pendidikan. Zulkardi. membuat dan komponen-komponen yang rancangan tindakan dan membuat disebutkan dalam permendikbud RI penyelesaian yang tepat. Guru bertindak sebagai fasilitator pendidikan terkait erat pada standar dan membimbing siswa. guru mengamati dan mencakup pengembangan ranah sikap. siswa bersama-sama teman ajar yang dikembangkan sesuai dengan kelompoknya mendiskusikan. menyelidiki. masalah dengan indicator menentukan Silabus dan RPP yang dikembangkan fakta apa yang diketahui. nomor 65 tahun 2013 tentang standar Berdasarkan bahasa. penilaian dan saran validator yang b. Permasalahan tersebut diambil dari masalah dalam kehidupan Berdasarkan hasil revisi. Pengembangan Bahan Ajar Materi Aturan Pencacahan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMA. pembelajaran mengacu pada standar isi. dan komentar siswa one to one. Masalah mengarah pada Perencanaan pembelajaran meliputi pengembangan kemampuan menyusun silabus dan sumber belajar. perangkat penilaian pembelajaran Masalah yang diberikan berupa soal evaluasi dan lembar mengarahkan siswa untuk melatih observasi serta skenario pembelajaran kemampuannya dalam memecahkan dalam bentuk RPP dan panduan guru. karakteristik kurikulum 2013. pendekatan pembelajaran yakni PBM mengidentifikasi masalah. Telah karakteristik pembelajaran berbasis direvisi sesuai dengan saran validator masalah sebagai berikut. arah untuk mendapatkan solusi yang Adapun perencanaan diharapkan. ajar yang dikembangkan sesuai dengan Berdasarkan konstruk. menyelidiki berdasarkan konten. bahan proses pendidikan dasar dan menengah. Mulai dengan masalah dari situasi Sedangkan pada tahap small dunia nyata. memberikan dukungan bila Standar kompetensi lulusan memberikan diperlukan. a. Jurnal Paradikma. kompetensi lulusan dan standar isi. Vol. Somakim. bahan diberikan. bahan sehari-hari siswa sehingga siswa dapat ajar yang dikembangkan dapat membayangkan permasalahan tersebut dikategorikan valid. Siswa bekerja dalam tim untuk menyatakan bahwa bahan ajar baik mengidentifikasi. bahasa. 8.

kerjasama. Namun secara umum proses siswa mengerjakan bahan ajar kemampuan pemecahan masalah seluruh dimana semua siswa dapat menjawab kelompok dalam kategori baik. Beberapa siswa tidak lagi saran siswa. didapat bahwa 60% siswa mengikuti pembelajaran dengan sikap KESIMPULAN sangat baik dan 40% siswa mengikuti Penelitian ini telah pembelajaran dengan sikap baik. beberapa jawaban yang diberikan belum sempurna tetapi sudah mengarah pada 2. maka peneliti melakukan penilaian Dengan demikian.5% dan kategori cukup sebanyak pertanyaan-pertanyaan untuk sampai 7. 8. Somakim.masalah. menghasilkan suatu produk berupa Sehingga secara umum sikap siswa bahan ajar materi aturan pencacahan terhadap pembelajaran berbasis masalah dalam bentuk lembar kegiatan siswa dan adalah baik. perangkat pembelajaran berupa silabus. pengetahuan dan ajar berbasis masalah diperoleh bahwa keterampilan. Sehingga secara umum pada kesimpulan mengenai aturan keterampilan siswa dalam mengikuti perkalian dan permutasi. semua pertanyaan dengan baik sesuai Sedangkan keterampilan siswa dengan yang diharapkan peneliti. Jurnal Paradikma. bahan ajar mempunyai efek potensial Berdasarkan observasi terhadap kemampuan siswa dalam terhadap sikap siswa dengan indikator memecahkan masalah dilihat dari sikap. Berdasarkan hasil tes terhadap Kemampuan Siswa evaluasi akhir siswa didapat hasil Memecahkan Masalah penilaian rata-rata kelas 3. Dari hasil evaluasi valid dan praktis berdasarkan konten. dapat digunakan oleh semua siswa. Efek Potensial Bahan Ajar harapan peneliti. disiplin dan toleransi selama pengetahuan dan keterampilan serta mengikuti pembelajaran berbasis hasil tes evaluasi akhir siswa. LKS dalam mengikuti pembelajaran berbasis dimulai dengan suatu masalah. LKS mudah pembelajaran berbasis masalah adalah dipakai. Nomor 3. . Berdasarkan komentar dan penurunan. masalah dengan kategori sangat baik pemberian bantuan melalui langkah. sebanyak 30%. Dengan demikian. Meskipun masalah dan kurikulum 2013. Zulkardi. Pengembangan Bahan Ajar Materi Aturan Pencacahan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMA. kategori baik sebanyak langkah yang menggiring siswa pada 62. RPP dan instrumen penilaian (evaluasi) kemampuan siswa untuk menentukan yang didesain berdasarkan karakteristik apa yang diketahui dari suatu masalah pembelajaran berbasis masalah dan dan mengidentifikasi masalah semakin kurikulum 2013. bahan ajar melalui tes evaluasi dengan 5 buah soal yang dikembangkan dapat dikatakan pemecahan masalah. sesuai dengan alur pemikiran baik. masalah. Desember 2015.24. tidak Untuk menentukan menimbulkan penafsiran ganda dan keberhasilan siswa dalam pembelajaran. sesuai dengan dinyatakan mampu menyelesaikan soal karakteristik pembelajaran berbasis evaluasi dengan baik. mudah dibaca. Standar kompetensi lulusan berdasarakan hasil pembelajaran yang memberikan kerangka kopnseptual telah dilakukan pada siswa kelas XI tentang sasaran pembelajaran yang harus MIA 6 SMAN 10 Palembang sebagai dicapai yang mencakup pengembangan subjek penelitian menggunakan bahan ranah sikap.5%. Berdasarkan tabel 1. Kepraktisan dapat dilihat dari permasalahan. Berdasarkan hasil meningkat namun ketelitian siswa dalam penelitian pada kelas XI MIA 6 SMAN membuat penyelesaian yang tepat terjadi Iis Juniati Lathiifah. dapat diketahui bahwa seluruh siswa konstruk dan bahasa. Vol. siswa. bahan ajar yang melihat apa yang ditanyakan pada soal dikembangkan dapat dikategorikan ketika menyelesaikan suatu praktis.

1. Teori Perkembangan. Design Methodology Introduction to Probability. USA: McGraw-Hill Isnaningaih & Bimo. masalah dan kurikulum 2013.10 Palembang. M. R.T. 3 Desember Herman. & Kusumah. S. & Poedjiastoeti. J. 2013. 2 Pendidikan Matematika FMIPA (8): 885-898. Edition. tidak DAFTAR PUSTAKA dipublikasikan. Pembelajaran 2011. Akker. R. Menggunakan Masalah Kontekstual. 2013. L. Pengembangan Bahan Ajar Materi Aturan Pencacahan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMA. 2006. J. Mardiyana. L. 2011. 8. Zulkardi. V. Conceptual Approach. Class. & Mohamed. D. 2011. & Snell. E. 2014. dalam penelitian ini dikategorikan Student Worksheet Skills Process valid dan praktis sesuai dengan Oriented Food Additives Materials karakteristik pembelajaran berbasis for Deaf Students SMALB-B. Plomp (Eds). Berbasis Masalah untuk Bennett. Somakim. N. Nomor 3. Bahan ajar yang dikembangkan Erryanti. N. Yogyakarta: Pustaka bahwa: Belajar. Dordrecht: Kluwer. Konsep dan Aplikasi. Gustafson. Companies. 1 (1): 47-56. 2007. Principle and Gordon. diperoleh bahwa bahan ajar yang Fitria. 4 (2): 1-8. Berdasarkan proses pengembangan Education. UNY. E. A. Edisi ke Tiga. 2013.. Learning Pada Materi Peluang Crain. . Jurnal Paradikma. S. 2013. Jurnal Pendidikan Matematika 2011. Burton. S. J. dan Komunikasi Siswa Kelas XI SMA/MA Negeri Matematik Siswa SLTA. Learning And Contextualized JPII 2 (2): 136-141. 1 (2): 38. Haryadi. 213-222. Ditinjau dari Kreativitas Belajar Penalaran. Skripsi. Sidney: Mathematics Learning In: J. T. S. Meningkatkan Hasil Belajar IPA. Y.. Centre University of Sydney. N. R. Counting Techniques. 2007. Ninth Educationist. 1999. dan Meningkatkan Kemampuan Nelson. Problem Solving In A Mathematics Kusumawati. Methods of Development Research. Malang: Universitas Negeri Malang. Prosiding di Kabupaten Ketapang Provinsi Seminar Nasoinal Matematika dan Kalimantan Barat. Dengan Pendekatan Problem Based 49. S. maka dapat disimpulkan Santoso). dan Saputro. & Prajitno. USA: and Development Research. I. Penerapan Lembar Kegiatan Siswa Chakrabarty. UNESA Journal of Chemical 2. Pengembangan telah dikembangkan memiliki efek Lembar Kerja Siswa (LKS) Materi potensial terhadap kemampuan Permutasi Dan Kombinasi siswa dalam memecahkan masalah. 2013. American Mathematical Society. W. Untuk Siswa SMK Kelas XI. L. Jurnal Pendidikan Matematika (Diterjemahkan oleh Yudi FMIPA UNY. S. Desember 2015. R Branch. Pembelajaran Matematika UNS. 1997. (LKS) Discovery Berorientasi Problem Based Learning: Cultural Keterampilan Proses Sains untuk Diverse Students’ Engagement. B. K. Van den Akker.. Azhar. Vol. Eksperimentasi Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Reciprocal Teaching Pembelajaran Teori Peluang (RT) dan Problem Based Learning Berbasis RME Untuk (PBL) pada Materi Peluang Meningkatkan Pemahaman. Wick E-Journal Of Pengembangan Bahan Ajar Modul Integration Knowledge. C. Nieveen and Tj. Iis Juniati Lathiifah. Mathematics for Berpikir Matematis Tingkat Tinggi Elementary Teachers: A Siswa Sekolah Menengah Pertama. Grinstead. L. M. 2 (1): 51-58. D. Yogyakarta.

[Online]. Kanada: Department Unsri.A. & Muhsetyo. Jakarta: 662. and How. 2012. Berbasis Reciprocal Teaching. Bakar. H. 1 (2): 2012. Mangao. 2014. Perangkat Pembelajaran Edisi ke Enam. G. Penang: Sameo Recsam. International Journal on of Science Through Inquiry: New Trends in Education and Their Problem Based Learning at Work. Somakim. Pembelajaran Peningkatan Vatter. Zulkardi. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Inggris: Cambridge Journal. Journal of Education and Learning. 107: 650– Instruksional Modern. 8. V. 2010. 2002.nl/casca Iahad N. 2006. M. Mulholland. 2008. 4 (4): 173-183. 2010. Ab. dkk. D. Problem-Based Learning Assessment Tool (CAPBLAT). M. Rahman A. V.utwente.html/. J. Toman. Tersedia: Penggunaan Cat Air dalam www. 2013. Matematika Mertayasa. Enumeration Schemes Kemampuan Berpikir sebagai for Restricted Permutations. What. User Acceptance de/imei/dissertation/disertasi. Negeri Malang.org/zulkardi/books. Desain to Gallistel.ht Memahamkan Materi Permutasi ml. Bali: Perangkat Pembelajaran Peluang PPS Undiksha. [Online]. Nomor 3. Pengembangan Bahan Ajar Materi Aturan Pencacahan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMA. (Diterjemahkan Matematika Berorientasi Masalah oleh Dr. Extended Worksheet F. Yulianti. Making Sense Approach. A. S.Le Corre. Van De Walle. Suyono. Jurnal Paradikma. Test of Computer-Assisted Diakses tanggal 23 Desember 2014. 2008. D. Diakses tanggal 23 Desember dan Kombinasi pada Siswa Kelas 2014. Iis Juniati Lathiifah. Why.L. D. Pengembangan Tesis. 4 (2): 97-114. M. of Mathematics of Simon Fraser Zulkardi. XI SMAK Yos Sudarso Kepanjen ----------. tidak dipublikasikan. D. Cognition... R. Peter. Jurnal Mathematics Education for Pendidikan Matematika Universitas Indonesia Student Teachers. Formative Evaluation: University. Desember 2015. 17 (1).oocities. R.edte. 2014. Tersedia: Qomaruddin M.). J.. Vol. Developing a Learning Dengan Menggunakan Pendekatan Environment on Realistic Matematika Realistik. Why the Sembiring. 2013. Bandung: Yrama Widya. dan http://projects. A. Implications. Improving Developed According to 5E Model Science and Mathematics Learning Based on Constructivist Learning in the 21st Century.A. Kuan. Mursidi. Disertasi. Matematika Siswa Kelas VIII. of small sets of individuals: A reply Suparman. When. 2008. Matematika verbal counting principles are Berbasis Pendidikan Karakter constructed out of representations Bangsa.Si. 8 (1): 71-77. Jakarta: Realistik untuk Model Erlangga. 2012. & Carey. Pengembangan Sekolah Dasar dan Menengah. Permutations: An Jurnal Pendidikan Matematika PPS Introduction. 2012. Erlangga. .