You are on page 1of 19

Putri ular

Berita tentang kecantikan putri raja itu tersebar ke berbagai pelosok negeri. Berita
tersebut juga didengar oleh seorang raja muda yang memerintah di sebuah kerajaan yang
letaknya tidak jauh dari kerajaan ayah sang Putri.
Mendengar kabar tersebut, Raja Muda yang tampan itu berniat melamar sang putri. Sang
raja kemudian mengumpulkan para penasehat kerajaan untuk memusyawarahkan
keinginannya tersebut.

Raja :“Wahai, para penasehatku! Apakah kalian sudah mendengar berita
kecantikan putri itu?”
Penasehat :“Sudah, Tuan!
Raja :“Bagaimana menurut kalian, jika sang putri itu aku jadikan sebagai
permaisuri?”
Penasehat :“Hamba setuju, Tuan!”
Penasehat :“Iya, Tuan! Hamba kira, Tuan dan Putri adalah pasangan yang sangat
serasi. Tuan seorang raja muda yang tampan, sedangkan sang putri
seorang gadis yang cantik jelita,” tambah seorang penasehat.
Raja :“Baiklah kalau begitu. Segera persiapkan segala keperluan untuk
meminang sang putri,”
Penasehat :“Baik, Baginda!”

Keesokan harinya, tampak rombongan utusan raja muda meninggalkan istana menuju
negeri tempat tinggal sang putri. Sesampainya di sana, mereka disambut dan dijamu
dengan baik oleh ayah sang putri. Usai perjamuan, utusan sang raja muda pun
menyampaikan maksud kedatangan mereka.

Utusan :“Ampun, Baginda! Maksud kedatangan kami ke sini adalah hendak
menyampaikan pinangan Raja kami,”
Raja2 :“Kami menerima pinangan Raja kalian dengan senang hati, karena kedua
kerajaan akan bersatu untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, damai dan
sejahtera,”
Utusan :“Terima kasih, Baginda! Berita gembira ini segera kami sampaikan
kepada Raja kami. Akan tetapi…, Raja kami berpesan bahwa jika
lamaran ini diterima pernikahan akan dilangsungkan dua bulan lagi

Raja2 :“Kenapa begitu lama?”
Utusan :“Raja kami ingin pernikahannya dilangsungkan secara besar-besaran"
Raja2 :“Baiklah kalau begitu, kami siap menunggu,”

Usai berunding, utusan Raja Muda berpamitan kepada sang Raja untuk kembali ke negeri
mereka. Setibanya di sana, mereka langsung melaporkan berita gembira itu kepada Raja
mereka, bahwa pinangannya diterima. Sang Raja Muda sangat gembira mendengar berita

” tambah sang ayah. seorang Raja Muda yang gagah dan tampan. setelah para utusan Raja Muda kembali ke negeri mereka. Menjelang hari pernikahannya. tiba-tiba angin bertiup kencang. wahai putriku!” Raja2 :“Putriku. putriku! Tahukah engkau maksud kedatangan para utusan itu?” Putri :“Tidak. Raja :“Kalau begitu.itu. Hidungnya yang semula mancung itu tiba-tiba menjadi sompel (hilang sebagian) tertimpa ranting pohon yang ujungnya tajam. Ia sangat sedih . Raja2 :“Wahai. Putri :“Aduuuh. Sambil menahan rasa sakit. Tuan! Segera kami kerjakan. sang putri menyuruh dayang-dayangnya untuk diambilkan cermin. sang putri segera masuk ke dalam kolam berendam sejenak untuk menyejukkan sekujur tubuhnya. putriku! Kedatangan mereka kemari untuk menyampaikan pinangan raja mereka yang masih muda. tangan putri yang malang itu penuh dengan darah. yah?” Raja2 :“Ketahuilah. Di pinggir kolam disiapkan sebuah batu besar untuk tempat duduk sang putri. duduk bersanding di pelaminan bersama sang suami.” . mulai saat ini kita harus menyiapkan segala keperluan untuk upacara pernikahan ini!”. ayah!” jawab sang putri. sebagaimana biasa. Utusan :“Baiklah. sang putri duduk di atas batu di tepi kolam. sang putri membayangkan betapa bahagianya saat pernikahan nanti. Tanpa diduga.” Raja2 :“Ayah sangat bangga memiliki putri yang cantik dan penurut sepertimu. Sementara itu. Di tengah-tengah sang putri asyik mengkhayal dan menikmati kesejukan air kolam itu. Setelah beberapa saat berendam. Kini wajah sang putri tidak cantik lagi seperti semula. putri bersedia. setiap pagi sang putri pergi mandi dengan ditemani beberapa orang dayangnya di sebuah kolam yang berada di belakang istana. hidungku!” Dalam sekejap. Betapa terkejut dan kecewanya sang putri saat melihat wajahnya di cermin. “Baik. Usai berganti pakaian. ayah sang Putri menemui putrinya dan menyampaikan berita pinangan itu. jagalah dirimu baik-baik! Jangan sampai terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahanmu. sebuah ranting pohon yang sudah kering mendadak jatuh tepat mengenahi ujung hidung sang putri. Bagaimana menurutmu?” Putri :“Jika ayah senang. Sambil menjuntaikan kakinya ke dalam air. ayah! Memangnya ada apa.

Tuan!” Raja2 :“Ada apa.” pikir sang putri.dan air matanya pun bercucuran keluar dari kelopak matanya. Ia pasti akan mencari putri lain yang tidak memiliki cacat. Raja :“Putriku!” seru sang raja kepada ular itu. ia menengadahkan kedua tangannya ke atas. selain menyesali nasibnya yang malang itu. Ular itu hanya bisa menggerakan kepala dan menjulurkan lidahnya dengan tatapan mata yang sayu. Ketika sisik itu mencapai dada. . Namun. Dayang-dayangnya pun tersentak kaget saat melihat peristiwa itu. Sang putri sangat tertekan. namun tak satu kata pun yang terucap dari mulutnya. Yang tampak hanya seekor ular besar yang bergelung di atas batu yang biasa dipakai sang putri untuk duduk. Tuan! Hamba sendiri tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi. Kakinya yang putih mulus tiba- tiba mengeluarkan sisik. Ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi. tubuh sang putri mengalami perubahan yang sangat mengejutkan. sang raja dan permaisuri segera menuju ke kolam permandian. Sambil menangis. tiba-tiba petir menyambar-nyambar sebagai tanda doa sang putri didengar oleh Tuhan. sang putri segera memerintahkan seorang dayang-dayangnya untuk memberi tahu ayah dan ibunya di dalam istana. lalu berdoa: “Ya. Sang putri pun jadi putus asa. Sesampainya di tempat itu. “Celaka! Pernikahanku dengan raja muda akan gagal.” Raja2 :“Apa…? Anakku mengeluarkan sisik!” Dayang" :“Benar. ayah dan ibu pasti kecewa dan malu di hadapan rakyatnya. Ia tidak ingin membuat malu dan kecewa kedua orang tuanya. Ia seakan hendak berbicara. Permaisuri :“Putriku! Apa yang terjadi denganmu?” tanya permaisuri cemas. dayang-dayang?” Dayang :“Ampun. Pikiran-pikiran itu terus berkecamuk di kepalanya. mereka sudah tidak melihat tubuh sang putri. Hatinya pun semakin bingung. Dayang" :“Ampun. Jika aku gagal menikah dengan raja muda. ia tidak mampu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapinya. Baru saja doa itu terucap dari mulut sang putri. Tuhan! Hukumlah hambamu ini yang telah membuat malu dan kecewa orang tuanya!” doa sang putri dengan mata berkaca-kaca. Beberapa saat kemudian. Sisik tersebut semakin merambat ke atas. Tuan! Kulit tuan putri mengeluarkan sisik seperti ular.” Setelah mendengar laporan itu.

dan seluruh hulubalang ke Istana dan berkata : Raja Delitua:” Wahai wajir. saat ini aku menggantikan ayahanda sulaiman menjadi raja. Jadi. sepertinya usia ayahanda tak akan lama lagi. Ia putus asa karena telah membuat malu dan kecewa kedua orang tuanya. Narator : Ketiga anaknya berserta penghuni kerjaaan berkumpul tanda berduka dengan wajah yang nampak berduka Narator : Setelah meninggalnya Raja Sulaiamn. Istrinya telah meninggal dunia dan dia tidak pernah menikah lagi. Sungguh kami sangat berharap ayahanda segera sembuh dan bisa memimpin kerajaan Deli Tua ini” ( Wajah ketiga anak Raja nampak sedih mendengar wasiat sang ayah” Narator : Hari demi hari berganti. Sang raja dan permaisuri beserta dayang-dayang tidak bisa berbuat apa-apa. Narator: Pada suatu hari raja jatuh sakit. Penyakit raja Sulaiman semakin parah. karena keputusasaannya. Dan semakin lama semakin tak tertolongkan dan akhirnya raja Sultan Sulaiman meninggal dunia dan digantikan dengan putra sulungnya. dan dia mengumpulkan ketiga anaknya dan berkata: Raja Sulaiman :“Wahai anak-anakku. Legenda Putri ijo Narator : Legenda kisah Putri Hijau merupakan cerita dari tanah melayu Deli. jangan berkata demikian.Bahwa istana maimun merupakan kerajaan yaang saat itu dipimpin oleh Raja Sulaiman. Kondisi tubuhnya nampak lemah. namun ular itu tetap saja tidak bisa berkata apa-apa. jagalah adik kalian si Putri Hijau ini” Mambang Yazid : “ Ayah. kedua anak lelakiku. maka kedudukan raja diganti oleh anaknya. Sebab raja Delitua merupakan panggilan untuk raja yang menguasai tanah Deli. perdana menteri. jika ayah kelak meninggal dunia. Saat itu kebudayaan animisme masih mendominasi Narator Sultan Sulaiman memerintah kerajaan Deli Tua dengan adil dan bijaksana. Aku juga butuh bantuan kalian agar . maka si sulungnya yang akan menggantikan kedudukan ayah. Mereka sangat sedih dan menangis atas nasib malang yang menimpa sang putri. bersediakah engkau menggantikan ayah? Dan jagalah kerajaan Deli tua ini dengan arif dan bijaksana. Sebab seperti yang kalian lihat. Ada tiga orang anak raja Deli tua. Tak lama kemudian. Peristiwa penjelmaan sang putri menjadi seekor ular adalah hukuman dari Yang Kuasa atas permintaannya sendiri. Mambang Yazid. Wahai anak pertamaku. penyakit ayah semakin berat. Dan kalian . perdana menteri dan para hulubalang. Ia tidak berhasil menjaga amanah ayahnya untuk selalu jaga diri agar tidak terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahannya dengan Raja Muda yang tampan itu. Mambang Yazid mengumpulkan wajir. Rakyat memanggilnya dengan sebutan raja Delitua.Meskipun permaisuri sudah berteriak memanggilnya. ular besar penjelmaan sang putri pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam semak belukar.

coba engkau cari arah sinar kemilau hijau nan memukau ini. Paduka” Narator : Wajir menjawab bahwa dia sendiri yang akan pergi. warna itu adalah cahaya Batara Indra. Raja Aceh : “ Wahai wajir. Raja Aceh: “ Aku tak percaya. mengapa laut ini nampak hijau dan indah . Setelah berhari- . Laut sungguh memukau di kala senja . sepertinya itu adalah kekuasaan yang kuasa.Sinar matahari nampak begitu membuat air laut membiaskan keindahan” Narator : Namun. mentri. “Baiklah aku percaya pada kalian. Raja memanggil wajir dan mempertanyakan sinar itu kepada wajir. Wajir : “ Duhai raja. dan para pengawalnya berjalan ke selatan. lalu kabarkan segera kepadaku” Wajir : “ Baik . Narator : Menurut dugaan wajir. Narator : Wajir. kami akan sepenuh hati mendukung paduka agar negeri ini aman sentosa Raja Delitua . Narator : Raja memerintahkan kepada wajir untuk mencari orang yang akan pergi untuk mencari cahaya hijau itu. Malam hari mereka melihat cahaya itu. Kita jaga negeri ini “ Wajir. Hatiku yang mengatakan demikian”. terlihat cahaya berwarna hijau dilangit. Sinaran ini begitu berbeda. Pada suatu jumat malam. cahaya hijau yang makin lama makin jelas.negeri kita menjadi aman sentosa dan sejahtera sebagaimana ayahku dahulu memimpin negeri ini” Wajir Delitua : “ Baginda raja. perdana menteri dan hulu balang : “ Siap paduka” Narator :Di Kerajaan Aceh Narator : Sementara itu di aceh berdiri suatu kerajaan yang kuat. Ada apa gerangan? Sungguh aku sangat terpukau dengan keindahannya. raja Aceh masih sangsi akan dugaan tersebut. Ketika raja Aceh sedang berdiri dimuka pintu dan memandang laut. Raja Aceh : “ Wajir.

Yaitun pancaran kecantikan Putri Hijau nan sungguh memukau” Raja : “ Benarkah!. Dia meminta waktu dua hari untuk memberi jawaban yang pasti dan para rombongan pun bergerak keluar kota dan bermalam disana. Sesampainya di Aceh mereka melaporkan kepada raja Aceh bahwa cahaya hijau tersebut terdapat pada seorang gadis cantik jelita. Tembakan meriam yang diluncurkan dari kapal menyebabkan penduduk bertanya-tanya tentang kedatangan armada itu lalu. bahwa cahaya hijau yang memantul dari laut itu berasal dari Delitua. Wajir .Izinkan hamba mengabarkan . hendak datang memetik bunga. syahbandar pergi ke labuhan dan menanyakan maksud mereka. Gembira rasa tak terkira. Maksud kedatangan kami adalah hendak melamar putri hijau menjadi permaisuriku. Raja Deli Tua : “Paduka Raja Aceh yang Mulia.. Setelah berlayar selama beberapa hari. tanah seberang. bunga nan indah dari tanah deli. mari kita siapkan lamaran ke delitua. rombongan itu menghadap raja dan menceritakan maksud mereka untuk meminang Putri Hijau untuk dijadikan istri raja Aceh. mereka sampai di labuhan deli dengan menyamar sebagai buruh mereka tau bahwa cahaya itu berada di deli tua. Aku ingin mempersunting putri hijau menjadi permaisuriku” Narator : Raja Aceh memerintahkan kepada wajir untuk mempersiapkan segala kebutuhan untuk meminang Putri Hijau. “ Raja Deli Tua: “ Sungguh senang hati . Sesampainya di Istana. Syah Bandar menjadi tenang. Setelah mendengar jawaban mereka dari Aceh dan ingin berlabuh di pelabuhan itu. maksud kami datang ke Tanah Deli ini hendak meminang Putri hijau menjadi permaisuri Raja Aceh. Mereka terpana ketika bertemu dengan Putri Hijau. Kecantikan Putri hijau itu luar biasa. .hari berjalan. Menteri :” Duhai Raja Deli. agar terjalin ikatan saudara antara Tanah Deli dan Serambi Mekah” Raja Aceh : “ Rasa hati berbunga-bunga. rombongan itu sampai di labuhan deli.. memang sungguh sangat memukau kecantikan putri hijau ini!! Narator : Selanjutnya mereka memutuskan untuk kembali ke Aceh.. Keesokan harinya rombongan itu berangkat ke Deli Tua. perdana menteri : “wah. Timbullah keinginana raja untuk memperistri Putri Hijau dari kerajaan Deli Tua itu... Wajir : “ Paduka yang Mulia.. Lalu mereka berjalan ke deli tua. Sudikah Raja menerima pinangan ini?” Narrator : Raja Deli Tua sangat senang mendengar maksud mereka.

Raja Deli Tua mencoba untuk meyakinkan adiknya mengenai pinangan raja Aceh itu. nun jauh.raja Aceh datang hendak melamarmu menjadi permaisurinya. Namun seperti yang diketahui bersama bahwa ayahanda kami Raja Sulaiman baru saja meninggal dunia. Putri hijau mengatakan kepada abangnya untuk menolak lamaran raja Aceh dengan alasan Putri Hijau merasa belum matang untuk menjadi seorang istri raja. sudilah kiranya memberikan waktu barang dua hari saja. Raja Aceh : “ Bagaimana Wahai Raja Delitua. Raja Delitua : “ Bukan begitu wahai raja Aceh. untuk menerima pinangan indah yang akan kusampaikan pada adiku Putri Hijau” Adik raja Deli Tua:” Kiranya paduka raja Aceh bisa bermalam di kediaman kami . Putri Hijau: “ Tapi abangda. Duka ini masih nestapa sepeninggalnya ayahanda raja Sulaiman. ini dikarenakan kami semua masih dalam keadaan berkabung karena ayahanda kami Raja Sulaiman baru saja meninggal dunia” . namun rasanya masih ada rasa duka semenjak meninggalnya ayahanda kita tercinta. bersediakah baginda menerima lamaranku untuk mempersunting Putri Hijau sebagai permaisuriku?” Raja Delitua: “Sebenarnya kami sangat senang menerima kedatangan paduka Raja Aceh . Pun menerima lamaran untuk mempersunting Putri Hijau. Raja Aceh : “ Jadi lamaranku ditolak?” Narator : Raja Delitua hanya terdiam.Hendak menerima lamaran paduka. Sudikah engkau menerimanya?” Putri Hijau: “Abangnda. Mambang Khazali : “ Tak mengapa adinda. Raja Deli Tua: “Adikku Putri hijau. Hingga beberapa menit kemudian. bukan tak mau diri ini menjadi permaisuri raja Aceh. Masih ada rasa berkabung meliputi istana”. Putri Hijau juga masih berduka karna teringat akan almarhum ayah dan ibunya. supaya makin terjalin persaudaraan kita dengan tanah Aceh. Namun . “ Narator : Raja Aceh dan rombongan pun menginap di kediaman raja . adinda belum lagi siap. Namun.” Narator : Keesokan harinya saat rombongan raja Aceh kembali menjumpai raja Delitua.

paduka!” Narator : Lalu rombongan kerajaan Aceh pun bergerak ke Aceh. Raja Aceh. sudikah engkau menjadi permaisuriku” Putri Hijau : “ Baiklah. Raja Aceh : “ Wahai Putri Hijau. Ana telung anak Deli raja lawas. Dan mereka pun bermukim di dasar laut yang sangat indah Putri Hijau crita legenda iku crita tanah wither Deli. Ombak itu berasal dari naga jelmaan Mambang Yazid atau Raja Delitua abangnya putri Hijau. saat nanti aku dibawa ke Aceh. sementara adiknya yang bernama Mambang Khazali menghilang ke hutan dan berubah menjadi meriam. Narator : Pada saat itu raja Aceh menjumpai Putri Hijau. Tapi aku punya syarat. aku minta dibuatkan keranda dari kaca” Raja Aceh : “ Baiklah . mari kita kembali ke Aceh! “ Narator : Raja Aceh sangat marah.tiba-tiba ombak menghantam kapal besar yang mereka naiki. jika itu permintaanmu” Raja Aceh : “ Wahai wajir. Sang Prabu Delitua ngundang raja sing mrentah tanah Deli. dia bersama rombongan mengatur stategi untuk menyerang kerajaan Delitua. “ Wahai para rakyatku. . Folk nelpon marang king Delitua. Narator : Semua rombongan Aceh meninggal terbawa ombak laut yang besar. Disaat mereka sedang di lautan. buatkanlah keranda kaca untuk Putri Hijau” Wajir dan perdana menteri: “ Baik. Saat yang sama. Raja Aceh : “Wahai rombonganku. Bojoné wis mati lan ora nikah. Dan Keranda putri hijau terbawa ke naga yang besar dan meriam yang merupakan jelmaan saudaranya Mambang Khazali. Peperangan dimenangkan oleh kerajaan Aceh.Bahwa yaang royal palace Maimonides banjur mimpin dening Sang Prabu Suleman. Ing wektu iku. tiba-tiba raja Delitua berubah menjadi naga dan menghilang ke lautan. budaya kepercayaan Animisme isih dominasi Sultan Sulaiman mrentah kerajaan Deli Tua adil lan wicaksana. dan perdana menteri. mari kita ke kerajaan Deli Tua untuk berperang merebut kekuasaan di sana! “ Raja Aceh : “ Wajir! Perdana mentri! Siapkan seluruh bala tentara perang kita menyerang kerajaan Delitua! Wajir dan perdana menteri : “Baik paduka! Narator :Raja Aceh dan seluruh tentaranya bergerak menuju kerajaan Delitua dan menyerang kerajaan Delitua. aku bersedia menjadi permaisurimu.

lan padha anak lanang telu lan ngandika: Sang Prabu Suleman: "O anak-anakku. Yazid Mambang. Kita tetep negara iki " Wajir. Perdana Menteri lan panglima. Mambang Yazid ngumpulake Wajir. ora ngomong dadi. Narrator: Reich ka-III manggoni anak padha bebarengan tandha mourning karo pasuryan sing katon bereaved Narrator: Sasampunipun sedanipun King Sulaiamn. Lan sing. loro anakku. Penyakit Solomon ndadra. wektu iki aku nggenteni bapake Sulaiman dadi raja. monggo ngganti bapak? Lan tetep Kratoning Deli lawas iki karo wicaksana saha tiyang wasis. O anak pisanan. Aku uga kudu bantuan supaya dadi aman liwat negara kita lan makmur minangka bapak kawula rumiyin mimpin negara iki " Wajir Delitua: "Gusti kawula Sang Prabu. yen rama mengko seda. banjur posisi king dipungantos dening putrane. banjur eldest. Kondisi kang katon banget. sing bakal ngganti posisi bapanipun. "Wah aku pracaya ing kowé. bapakku bakal ora koyone umur maneh. kita bakal tandha gelombang ndhukung pukulun kang negara iki aman liwat Delitua king.Sawijining dina. Perdana Menteri. Lan saya ora tertolongkan lan pungkasanipun king Sultan Sulaiman seda lan digantèkaké déning putra ragile. njupuk care saka putri adhine kang Green iki " Mambang Yazid: "Bapak. Perdana Menteri lan Balang hulu: "pukulun Siap" . Sang Prabu dhawah gerah. Dadi. Pancen kita Sincerely pangarep-arep rama rauh mbalekake lan bisa mimpin karajan Deli Tua " (Pasuryan saka anak telu King koyone sedih krungu karsané Rama " Narrator: Day owah-owahan dina. ing rama penyakit sing luwih abot. Amarga minangka sampeyan bisa ndeleng. lan kabeh panglima menyang Palace lan ngandika: Delitua king: "O Wajir.

iku werna cahya Batara Indra. King disebut Wajir lan Wajir ditakokake Beam. dadi misale jek iku daya sing daya. king Aceh isih bakal mangu allegation ing. Narrator: king dhawuh kanggo Wajir kanggo nemokake wong sing arep kanggo katon kanggo cahya ijo. Ocean tenan biasa ing dusk . Apa sing arep ing? Tenan aku tertarik karo menehi kaendahan.Narrator: Ing Kratoning Aceh Narrator: Kangge ing Aceh ditetepake Kratoning kuat. Nalika Sang Prabu Aceh iki ngadeg ing lawang lan kapandeng ing segara. Cahya punika beda. kok segara katon ijo lan ayu. . Wajir: "Duhai king. cahya ijo katon ing langit. Atiku marang kowé supaya ". King Aceh: "Aku ora bisa pracaya iku. Narrator: Wajir Mesthine. King Aceh: "O Wajir.Sinar srengenge katon supaya banyu mbiasaké segara kaendahan " Narrator: Nanging. Ing wayah wengi ana.

Wajir: "pukulun Mulia. Perdana Menteri: "Wow . Wajir. padha tekan ing Deli pelabuhan disguised minangka buruh padha ngerti yen cahya sing ana ing Deli lawas. banjur martakaké langsung kula" Wajir: "Inggih. Banjur padha mlaku menyang Deli lawas.Yaitun Putri Hijau nan tenan riveting " King: "Banget ..Izinkan abdi martakake . Ing wayah wengi padha weruh cahya. memang kaendahan banget nyenengake putri ijo !! Narrator: Banjur padha mutusaké kanggo bali menyang Aceh. cahya ijo kang luwih lan luwih cetha. Putri kaendahan ijo iki luar biasa. nyoba kanggo nggoleki arah Sheen cahya ijo nan iki riveting.. mentri.. Keinginana mengkene Sang Prabu omah-omah Putri Hijau saka karajan Deli Tua. Sing cahya ijo sing bounces mati segara teka saka Delitua. Aku arep omah-omah putri saka ijo menyang permaisuriku " ... Ayo kita nyiapake proposal kanggo Delitua.. Sawise dina lumampah. lan pengawal mlaku ing sisih kidul. lemah sumringah kaendahan seberang. Tekan ing Aceh padha kacarita kanggo king Aceh sing lampu ijo dumunung ing cah ayu. Padha stunned nalika piyambakipun kepanggih karo Putri Hijau.King Aceh: "Wajir. Narrator: Wajir. gusti kawula" Narrator: Wajir mangsuli bilih piyambakipun badhe pindhah.

" Raja Deli Tua: "Banget seneng. Arep nampa kamulyan proposal. . kanggo nampa proposal saka ayu aku bakal dhawuh marang adiku Putri Hijau " Deli Tua cak king: "Muga-muga Sang Panjenengan king Aceh bisa nginep ing panggonan kita. Shellfire dibukak saka kapal nimbulaké wong wonder bab rawuh saka armada lan. " Narrator: king Aceh lan klompok iki tetep ing panggonan Sang Prabu. klompok tekan Deli pelabuhan. Maksudku kita teka menyang Tanah Deli kira propose putri ijo dadi ratuning Permaisuri King Aceh. Maksud. Nanging. dadi apik kanggo menehi wektu barang rong dina. kita arep kanggo aplikasi kanggo putri ijo menyang permaisuriku. kembang ayu ing Deli lemah. Sawise Hearing jawaban saka Aceh lan pengin anchored ing port. Tekan ing kraton. Mentri: "Duhai King Deli. supaya nggawe jaminan antarane sedulur Land Deli lan veranda Mekkah" King Aceh: "Rasakena jantung flowery. Dina sabanjuré grup banjur Deli Tua. Sawise sailing kanggo sawetara dina. King nampa proposal? Bakal iku? " Narrator: King Deli Tua banget seneng krungu maksud sing. Shah Bandar dadi kalem. harbormaster tindak menyang pelabuhan lan takon maksud sing. Seneng rasa immeasurably. Dheweke takon rong dina kanggo menehi jawaban kanthi jelas lan grup iki obah metu saka kutha lan nginep ana ing kono. grup banjur Sang Prabu lan marang wong sing niat kanggo woo Putri Lampung dadi raja dadi garwane Aceh.Narrator: king Aceh dhawuh kanggo Wajir kanggo nyiapake kabeh needed kanggo woo Putri Lampung. arep teka Pick kembang. King Deli Tua: "pukulun Panjenengan sing Susuhunan King Aceh.

. Nanging. bakal nampa proposal kanggo nikahi anaké raja minangka permaisuriku Green" King Delitua: "Bener kita banget pleased kanggo welcome kamulyan Panjenengan king Aceh. Mambang Khazali: "Iku ora Matter Adinda. supaya luwih lan luwih intertwined kadhang kita karo lemah ing Aceh. " Narrator: Ing dina sabanjuré nalika grup re-nemokke king Aceh Delitua. nanging isih raos sungkowo wiwit pati kang rama kita tresnani. putri ijo marang sadulur king kanggo nolak aplikasi ing latar Aceh Putri Hijau aran entah kanggo dadi garwane raja kang. Uga nrima aplikasi kanggo omah-omah Putri Hijau. King Aceh: "Carane Delitua dhuh Sang Prabu.Raja Deli Tua nyoba kanggo gawe uwong yakin adhine bab raja proposal Aceh kang. adoh. Putri Hijau uga isih grieving amarga pamikiran saka almarhum kang rama lan ibune. Ana isih raos mourning kalebu kedaton ". Lampung kang putri: "Nanging abangda. Nanging kita kabeh ngerti yen kang rama Sang Prabu Suleman iku wis mung seda. Adinda durung siap. Sungkowo isih rama Sang Prabu Suleman iku sawise sangsara pati. ? Bakal nampa iku? " Putri Hijau: "Abangnda. ora ora arep iki dadi permaisuri saka king piyambak Aceh. ratu Aceh teka babagan propose kanggo dadi ratuning. Raja Deli Tua: "Kula adhine Princess ijo.

O king Aceh. "O saka umat-Ku. supaya kang njaluk menyang Kratoning Deli Tua perang daya ngrebat ana! " King Aceh: "Wajir! Perdhana Mentri! Siapke kabeh tentara nyerang kerajaan Delitua perang kita! Wajir lan perdhana mentri: "Inggih pukulun! Narrator: king Aceh lan wadua bala dipindhah menyang kraton Delitua lan nyerang Kratoning Delitua. amarga kita kabeh isih ing negara mourning amarga ingkang rama kita Prabu Suléman mung seda" King Aceh: "O klompok sandi.King Aceh: "Dadi proposal sandi ditolak?" Narrator: King Delitua ana bisu. Perang iki dimenangaké déning Kratoning Aceh. aku gelem bakal permaisurimu. kang ana karo grup Nggawe strategi kanggo nyerang Kratoning Delitua. King Aceh. Nganti sawetara menit mengko. Narrator: Ing wektu sing king manggih Aceh Putri Hijau. Ing wektu sing padha. . nalika Dhik kang disebut Mambang Khazali ilang menyang alas lan nguripake menyang mriem. King Aceh: "O Putri Green. Nanging aku duwe kondisi. King Delitua: "Ora mangkono. king Delitua dumadakan nguripake menyang naga lan ilang menyang segara. supaya kita bali menyang Aceh! " Narrator: king Aceh banget duka. ora bakal bisa permaisuriku" Lampung Putri: "Inggih.

Narrator: All katelu Aceh seda digawa ombak segara gedhe. kamulyan Panjenengan" Narrator: Banjur partai kraton iki obah provinsi Aceh. "Ya.mengko nalika aku iki dijupuk kanggo Aceh. Nalika padha ing segara. "Apa sampeyan mikir. "Abdi setuju. ing Viceroy nggantheng nglamar putri. Kabar iki uga krungu dening raja enom sing mrentah ing sawijining kerajaan ora adoh saka rama kraton putri. ing ombak dumadakan kenek kapal amba padha drive. penasehat ing! Apa sampeyan krungu kabar saka kaendahan putri? "Pitakone Sang Prabu penasehat kang. Sarwa dumadi king nom- noman nggantheng. Mr. "Ya. Ombak padha teka saka naga inkarnasi Mambang Yazid utawa putri sadulur King Delitua Lampung. Lan padha manggon ing lantai segara ayu banget Putri ular jawa News about putri kang kaendahan nyebar kanggo macem-macem bagéan saka negara. sir!" Said siji penasehat. aku takon kanggo coffin kaca " King Aceh: "Inggih. yen putri sing aku digawe minangka permaisuri a?" Takon Sang Prabu. Lan Keranda putri ijo digawa menyang naga gedhe lan mriem kang minangka inkarnasi saking sadulure Mambang Khazali. sir!" Wangsulane sing penasehat serantak. . yen request" King Aceh: "O Wajir. nalika putri saka cah wadon ayu banget. "O. digawe coffin kaca Putri Hijau" Wajir lan perdhana mentri: "Nggih sampun. Sang Prabu banjur padha panasehat kraton kanggo sengajo ing kepinginan iki. "nambah lan penasehat. lan perdhana mentri. lan putri banget kompatibel pasangan. Hearing kabar. sir! Abdi mikir.

King kita menehi saran yen proposal iki ditampa wedding bakal njupuk Panggonan ing rong sasi. Dina sabanjuré. "Mangga. Sauntara kuwi. Gusti! Warta macem rauh kita ngirim kanggo King kita." ngandika envoy ing. kita siyap ngenteni. tentrem lan raharja. sing pangenalan ditampa."Kabeh banjur tengen. "King Kita kepengin wedding dheweke njupuk Panggonan ing ukuran gedhe. "Matur nuwun. "Apa supaya dawa?" Pitakone Raja sabar. putri! Punapa panjenengan ngersakaken rawuh saka utusan? "Pitakone Sang Prabu putriné. Sawise ana. enom king envoy uga sedulor maksud sing. klompok kapandeng utusan enom saka king kiwa kraton menyang ing panggonan negara putri.. Viceroy bungah banget krungu kabar. "ngandika envoy ing. Sawise ana. "Inggih.." ngandika Sang Prabu. Langsung nyiapake kabeh perlu woo putri. "Inggih banjur. Sawise wuwus. Sawise mangan. "siji envoy sing tumindhak minangka juru wicoro. "Banjur. ." Raja ngandika.. saka wayahe iki kita kudu nyiapake kanggo tujuan saka wedding ceremony iki!" Dhuh Viceroy. padha dipun tampi lan nglipur uga dening rama putri. "Oh. sawise utusan Viceroy bali menyang negara sing. palungguh iratu! Kita rawuh maksud kene kanggo ngirim proposal wae saka king kita. "We nampa proposal Raja sing seneng. "Inggih. sir! Rauh kita lagi dilakoni. "dhawuh Sang Prabu. delegasi Raja Muda ngandika pamit kanggo King kanggo bali menyang negara. padha langsung dilapurake kabar apik kanggo ratu. "ngandika salah siji envoy. sang Putri ketemu bapakne dikirim kabar proposal sing. Sire!" Wangsulane kabeh Advisory bebarengan. Nanging . amarga rong karajan bakal nyawiji kanggo nggawe masyarakat sing makmur.

dumadakan angin nyebul hard. nyekeli irung. "Inggih. minangka biasanipun. "Aduuuh. Saiki pasuryan putri kang ora cantik maneh kaya sadurunge. kang ora bisa kanggo ngatasi . "Yen rama bungah. Panjenenganipun sanget sedih lan nangis pouring metu saka tlapukan dheweke. huh? "Takon Putri. Sawise ganti sandhangan. putri!" Rama flattered. irung!" Dhuh putri." wangsulane Putri isin-isin. "Anak kawula èstri. "ditambahaké rama. Pikirane katahan raging ing sirah. Iya ora arep diladeni lan upset tuwané. Ing pojok blumbang disiapake rock gedhe kanggo njagong ing putri. Kang Originally irung cetha dumadakan dadi Sompel (ilang part) ulig dening wit cabang sing sudhut cetha."Ora. supaya dhewe uga! Aja kelakon apa bisa mbatalake wedding. Panjenenganipun badhe madosi putri liyane kang ora duwe kabisan. Putri banget nandhang sungkowo. Ndadak. putri! Sing teka kene kanggo ngirim proposal king sing enom. putri lungguh ing parang ing sapinggiripun kolam. Sawise siram nalika. "Ngerti. Nanging. "Bapak bangga banget duwe putri ayu lan manut kaya kowe. Ing tengah-tengah fun imagining putri lan seneng coolness banyu. saben esuk putri tindak siram karo dheweke Ladies diiringi dening saperangan wong ing blumbang sing dumunung konco kraton. Apa sampeyan mikir? "Pitakone bapak. Nyekeli pain bali. Nalika dangling kaki ing banyu. Ati malah luwih bingung. lungguh sisih dening sisih ing aisle karo bojone. "panginten putri. putri mbayangno carane seneng marriage nalika mengko. putri saka tangan miskin kebak getih. Rama!" Wangsulane putri. "Alas! Marriage kanggo raja enom bakal gagal. Carane kaget lan wagol putri nalika dheweke weruh pasuryan dheweke ing pangilon. putri tindak menyang Kolam terjun cendhak kanggo kelangan awak. raja bagus lan isih anom nggantheng. Ahead saka dina pesta dheweke. Ing cepet. sawijining cabang saka wit sing garing dumadakan ambruk tip mengenahi tengen putri irung. putri gelem. heh. bapak! Apa iku. Yen aku gagal nikah karo king enom. putri marang dheweke Ladies kanggo dijupuk pangilon. bapa lan biyungé bakal wagol lan isin ing ngarepe wong.

sir! Kulit putri ditanggepi timbangan kaya ula. "kacarita ing Ladies. "Mangga. Sasampunipun. Nalika timbangan iku tekan dodo. Timbangan sing saya creeping munggah. "Kula putri! Wonten punapa menyang sampeyan? "Pitakone ratuning anxiously. sir!" Ing Ladies ngormati marang Sang Prabu. Wektu mengko. "Apa iku. mrentah putri dheweke Ladies marang rama lan ibune ing kraton. lan ndedonga: "Inggih Ratu Sang Panembahan! Punish abdi sing wis shamed lan wagol tuwane! "Ing pandonga putri karo nangis marga mata. dumadakan darting kilat minangka tandha putri pandonga krungu dening Gusti Allah. Pandonga kang mung metu saka tutuk putri. Sawise Hearing laporan. Ladies dheweke kaget nalika weruh kedadean. Sang Prabu lan ratuning lan pembantu sing ora bisa apa-apa. Kang ketoke mung ula gedhe coiled ing watu umum digunakake putri kanggo njagong. . Putri dadi nekat. Sang Prabu lan ratuning langsung tumuju kanggo siram blumbang.. Panjenengane tumuli tangané munggah. Tekan ing panggonan. liyane gela pasrahaken apes. Sikil putih Gamelan dumadakan ditanggepi timbangan. Panjenenganipun ketoke bab guneman. Padha banget susah lan nangis liwat nasib apes sing befell putri. "Ladies. awak putri ganti banget ngageti. inkarnasi snake gedhe putri kiwa lan tindak menyang grumbulan. padha ora katon ing awak putri. nanging ora ana tembung padha metu saka tutuk. nanging ula iki isih ora bisa ngomong apa- apa. "Apa .. Sobbing. Senajan ratuning wis bengok kanggo nelpon. Dheweke ora bisa nindakake apa-apa liya. Ladies ing nunggu?" Pitakone Sang Prabu. sir! Abdi padha ora ngerti apa kang kedaden. "Ya. "Mangga. "Kula putri!" Dhuh Sang Prabu ngandika marang si ula.? Anakku ditanggepi timbangan? "Pitakone Sang Prabu kaget. Ula mung bisa mindhah sirah lan macet metu kang ibu karo mata gilap.masalah ing tangan.

amarga saka desperation. . Panjenenganipun nekat kanggo Duwe shamed lan wagol wong tuwane. Iya ora ngatur kanggo tetep dateng kang rama tansah tetep piyambak supaya apa sing bisa mbatalake marriage raja nom-noman nggantheng.Acara inkarnasi menyang putri Ula paukuman kang moho kuwoso ing panyuwunan dhewe.