BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Remaja merupakan masa peralihan untuk menuju kedewasaan, dimana

masa peralihan itu diperlukan oleh seseorang untuk dapat mempelajari,

mengoptimalisasi pertumbuhan dan perkembangannya. Sehingga, mampu

bertanggung jawab akan segala permasalahan dalam masa dewasa nanti.

Kejujuran sering disebut sebagai filsafat moral, Karena mengandung nilai dan

norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam

mengatur tingkah laku.
Peserta didik seharusnya dapat mempelajari tentang apa yang benar dan

apa yang salah agar dapat menyelesaikan tugas perkembangannya dengan baik.

dengan begitu peserta didik diharapakan mampu mengantisipasi segala sesuatu

perubahan dengan cepat dan tepat yang akan mempengaruhi kehidupan dan

lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, peserta didik harus dibekali bimbingan

yang tepat agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri

maupun lingkungannya.
Peran guru bimbingan dan konseling sangatlah penting, karena di balik

memiliki keterampilan khusus yaitu kemampuan psikologis dalam berkonseling,

guru tersebut dapat membantu dalam menangani permasalahan peserta didik dan

mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan cara pemberian layanan

bimbingan sosial di sekolah.
Pada dasarnya bimbingan sosial dilakukan untuk membantu peserta didik

mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial, yang dilandasi budi pekerti

1

agar mampu menghadapi dan memecahkan permasalahan sosialnya secara mandiri. 109. 2Abu Ahmadi. 1D. kemampuan memecahkan masalah yang dihadapinya. 3Syamsu Yusup. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1 Dengan adanya layanan bimbingan sosial diharapkan peserta didik memiliki pengetahuan yang baru serta wawasan yang lebih luas lagi terutama dalam berperilaku. . memilih jenis-jenis kegiatan sosial dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna. mengadakan penyesuaian pribadi dan sosial. 1991. Inti dari pengertian bimbingan sosial yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi adalah bahwa bimbingan sosial diberikan kepada individu. Hal 11. 2 luhur. Hal senada seperti diungkapkan oleh Syamsu Yusuf. serta berdaya upaya sendiri dalam memecahkan masalah-masalah pribadi. Berdasarkan beberapa pernyataan di atas. Jakarta:Rineka Cipta. serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. rekreasi dan sosial yang dialaminya. sopan santun dan mempunyai kejujuran. dapat memberikan pemahaman bahwa bimbingan sosial merupakan proses bantuan untuk memfasilitasi agar siswa memiliki pemahaman tentang karakteristik dirinya.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. 55. memilih kelompok sosial. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah.3 yang mengatakan bahwa bimbingan sosial adalah bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah sosialnya. Psikologi Sosial. Sukardi.Hal. Hal.2007. Jakarta : Rineka Cipta.2 : Bimbingan sosial adalah seperangkat usaha dan bantuan kepada peserta didik agar dapat mengahadapi sendiri masalah-masalah pribadi dan sosialnya.K. Disamping itu siswa dapat berlaku disiplin dan jujur. 2005. Menurut pendapat Abu Ahmadi. kemampuan mengembangkan potensi dirinya. bertutur kata yang baik.

Dalam bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.6 “Kejujuran adalah jalan yang lurus dimana orang yang tidak menempuh jalan tersebut. 6Ibnu Qayyim. Jakarta: Inti Media Cipta Nusantara. Rusyan Tabrani. Jujur merupakan terjemahan dari kata shidiq yang artinya benar. Menurut KBBI. 2008. jujur merupakan kata sifat sedangkan kejujuran merupakan kata benda. tidak curang.5 Ibnu Qayyim berkata. .Madaāriju as-Sālikīn baina Manāzili Iyyāka Na'budu wa IyyakaNasta'īn. dan kelurusan hati. Beirut: Darul i-ikr. tidak curang. dia akan celaka dan binasa. tidak berbohong. ketulusan. 5A. kata “jujur” berarti lurus hati.4 Siswa yang memiliki sikap jujur adalah siswa yang batinnya cenderung lurus atau tidak curang sehingga mempengaruhi pikiran (akalnya) untuk selalu mencari cara berbuat baik yang kemudian diwujudkan dalam sikap dan tingkah laku terhadap diri sendiri maupun lingkungannya. dan siapakah yang termasuk penduduk surga dan siapakah yang termasuk penduduk neraka”. jujur merupakan induk dari sifat-sifat terpuji (mahmudah). serta dapat membedakan mana yang berdiri dalam 4Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dengan kejujuran inilah. memberikan sesuatu yang benar atau sesuai dengan kenyataan. tulus dan ikhlas. jujur adalah perkataan dan perbuatan sesuai dengan kebenaran. Dalam bahasa Arab. 3 Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). 2006. Oleh karena itu. Sedangkan. “kejujuran” berarti sifat (keadaan) jujur. jujur merupakan kata dasar dari kejujuran.Pendidikan Budi Pekerti. lurus dan ikhlas. menurut jenis katanya. Hal 25. Jujur juga disebut dengan benar. Dengan kata lain. tulus dan ikhlas. dapat disimpulkan bahwa kejujuran adalah sikap yang mencerminkan kepribadian benar. akan terbedakan siapakah orang yang munafik dan siapakah orang yang beriman. dapat dipercaya. 1408 H. kata jujur memiliki arti lurus hati.

4 kebenaran dan mana yang berdiri dalam kemunafikan. karena sesungguhnya kejujuran akan membimbing kepada kebaikan. dan senantiasa seseorang itu berbuat kejujuran dan senantiasa berusaha berbuat jujur. ia menuturkan.a. dan sesungguhnya kebaikan akan membimbing kepada syurga. 2011. Yogyakarta: Pustaka Pesantren. memecahkan masalah yang dihadapinya. dan sesungguhnya kejahatan akan membimbing kepada neraka.‫الى النار وما يزال الرجل يكذب حتى يكتب عند ال كذابا‬ “Dari sahabat Abdillah bin Mas’ud r. kemampuan mengembangkan potensi dirinya. 40 hadis shahih Mengintip Nabi Mendidik Buah Hati. dalam keterangan hadist Rasulullah SAW yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW telah bersabda :“Hendaknya kalian senantiasa berbuat jujur. Akan halnya berkenaan dengan bimbingan sosial merupakan salah satu upaya untuk membantu siswa agar memiliki karakteristik dirinya. Berdasarkan hadist Rasulullah SAW di atas. Sikap jujur harus dimiliki oleh setiap siswa karena dapat menumbuhkan kepercayaan 7Ummatin Khoiro. dapat memberikan pemahaman bahwa kepribadian yang jujur akan selalu membimbing kepada kebaikan yang akan meraih syurga. Dan berhati-hatilah kalian dari perbuatan dusta. Dan senantiasa seseorang berbuat dusta dan berupaya untuk berdusta hingga akhirnya di tulis di sisi Allah SWT sebagai pendusta”. . Sedangkan.‫حتى يكتب عند ال صديقا‬ ( ‫ )متفق عليه‬. hingga akhirnya ditulis disisi Allah SWT sebagai orang yang (Shiddiq) jujur. karena sesungguhnya kedustaan akan membimbing kepada kejahatan. (Muttafaqun ‘alaihi )”. kepribadian yang tidak jujur akan membimbing kepada perilaku dan perbuatan kearah dusta dan perilaku dusta membimbing jalan menuju neraka.7 yaitu : ‫ عليكم بالصدق فان‬: ‫ قال رسول ال صلى ال عليه وسلم‬: ‫عن عبدال بن مسعود قال‬ ‫الصدق يهدى الى البر وان البر يهدى الى الجنة وما يصصزال الرجصصل يصصصدق ويتحصصرى الصصصدق‬ ‫ واياكم والكذب فان الكذب يهصصدى الصصى الفجصصور وان الفجصصور يهصصدى‬.

dipandang perlu untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang bimbingan sosial bagi siswa dalam menanamkan kepribadian yang jujur dan bertanggung jawab yang akan dibahas melalui judul “Pengaruh Layanan Bimbingan Sosial Dalam Membentuk Kejujuran Siswa di Dalam Kegiatan Belajar Mengajar (Studi di Kelas X TN SMK Ciledug Al- Musaddadiyah Garut)”. Antara lain: mencontek ketika ulangan. dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. berbohong kepada guru atau teman dan lain-lainnya. dapat dilihat dari aktivitas belajar dan pendakatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah SMK Ciledug Al-Musaddadiyah Garut. malas menjalankan piket di kelas. Oleh karena itu. Maka. B. Bagaimana layanan bimbingan sosial di SMK Ciledug Al-Musaddadiyah Garut? . Dari penelitian sementara (di SMK Ciledug Al-Musaddadiyah Garut) diperoleh beberapa bukti kebenaran sebagaimana yang dipaparkan pada uraian latar belakang tersebut di atas. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan pada uraian latar belakang penelitian tersebut di atas untuk memfokuskan kajian penelitian dan mempermudah pembahasan permasalahan yang diteliti. Proses pelaksanaan pendidikan dalam upaya menanamkan kejujuran terhadap kepribadian siswa. bolos sekolah dengan alasan yang tidak jelas. lalai mengerjakan tugas dengan berbohong. 5 orang lain. Secara realitas siswa di sekolah SMK Ciledug Al-Musaddadiyah Garut tampaknya terdapat catatan kejadian yang menggambarkan sikap ketidak jujuran siswa.

6 2. Manfaat Penelitian Adapun hasil dari penelitian ini diharapakan mempunyai manfaat sebagai berikut : 1. Untuk mengatahui layanan bimbingan sosial di SMK Ciledug Al- Musaddadiyah Garut. Untuk mengatahui dampak dari pengaruh layanan bimbingan sosial dalam membentuk kejujuran siswa di dalam kegiatan belajar mengajar di SMK Ciledug Al-Musaddadiyah Garut. Manfaat Teoretis Manfaat dari hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menambah wacana tambahan dan referensi dalam rangka pengembangan keilmuan khususnya ilmu bimbingan dan konseling terutama tentang bimbingan sosial. 2. Bagaimana kejujuran siswa setelah melalui bimbingan sosial di kelas X TN SMK Ciledug Al-Musaddadiyah Garut? 3. D. Untuk mengatahui kejujuran siswa setelah melalui bimbingan sosial di kelas X TN SMK Ciledug Al-Musaddadiyah Garut. 3. Bagaimana dampak dari pengaruh layanan bimbingan sosial dalam membentuk kejujuran siswa di dalam kegiatan belajar mengajar di SMK Ciledug Al-Musaddadiyah Garut? C. Manfaat Praktis . adapun tujuan dari penelitian ini. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang disampaikan di atas. sebagai berikut : 1. 2.

127. c.8 Pada dasarnya bimbingan dilakukan untuk membantu peserta didik mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial.2007. serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta:Rineka Cipta. 7 a. hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman untuk lebih baik lagi dalam menanamkan sikap kejujuran. 55. Bagi peserta didik. hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman pelaksanaan bimbingan dan konseling oleh guru pembimbing (konselor) dalam menjelaskan mengenai bimbingan sosial dan masalah kejujuran pada peserta didik. yang dilandasi budi pekerti luhur. E.K. Jakarta :Rajawali Pers. Bagi guru bimbingan dan konseling. hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk pelaksanaan bimbingan sosial serta mengatasi masalah-masalah sosial peserta didik. penyelesaian masalah konflik. Kerangka Pemikiran Bimbingan sosial merupakan suatu bimbingan atau bantuan dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah sosial seperti pergaulan. 9 Dengan adanya layanan bimbingan sosial diharapkan peserta didik dapat memiliki pengetahuan 8Tohirin. seperti pergaulan pada peserta didik. b. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi).Hal. penyesuaian diri dan lain sebagainya. Bagi Sekolah. Hal. Sukardi. . 2011. Bimbingan sosial juga bermakna suatu bimbingan atau bantuan dari pembimbing kepada individu agar dapat mewujudkan pribadi yang mampu bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara baik. 9 D.

b.com 12Tohirin. Aspek–aspek sosial yang memerlukan layanan bimbingan sosial adalah. 2011. . dan masyarakat. kemampuan individu melakukan hubungan sosial dengan lingkungannya. dalam hal ini yaitu guru Bimbingan Konseling. Guru bimbingan konseling mempunyai tugas memberikan arahan kepada siswa agar siswa mencapai perkembangan yang optimal baik secara pribadi. sosial dan karir. sekolah.cit 11 http://www. Fungsi Rujukan. suksesnya guru bimbingan konseling ditandai dengan teratasinya dengan baik masalah-masalah siswa.blogspot. bertutur kata yang baik. c.html loc. d. Jakarta: Rajawali Pers. kemampuan individu melakukan sosialisasi dengan lingkungannya.11 : a.12 Berbagai jenis layanan bimbingan sosial dilakukan sebagai wujud penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap sasaran layanan. Tujuan bimbingan dapat tercapai secara maksimal apabila ditunjang oleh guru yang berprofesi dibidangnya.bapassemarang. 8 yang baru serta wawasan yang lebih luas lagi terutama dalam berperilaku. Fungsi Pengembangan.10 bahwa tujuan bimbingan sosial yaitu agar individu mampu mengembangkan diri secara optimal sebagai makhluk sosial dan makhluk ciptaan Allah Swt. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Pelaksanaan bimbingan dapat terlaksana dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan jika bimbingan memperhatikan tujuan dan fungsi-fungsinya yaitu sebagai berikut.com/2014/01/makalah-bimbingan-sosial. Dahlan berpendapat. kemampuan individu melakukan adaptasi. Fungsi Pencegahan. Fungsi Penyesuaian. sopan santun dan mempunyai kejujuran. 10http://synaralwadudu. akademik atau belajar. baik lingkungan keluarga.

Pemberian Bantuan. Layanan konsultasi. Sebuah layanan tentu mempunyai tahapan atau langkah langkah prosedur yang ditempuh. Layanan mediasi. Layanan konseling kelompok. Menurut Muhaimin. c. Layanan informasi. 2011. d. Layanan orientasi. 2008. Layanan pembelajaran. Retno Tri. Mengidentifikasi Masalah. g. b. Layanan bimbingan kelompok. h. 13Hariastuti. Bimbingan & Konseling di Sekolah. Hal 28.13 jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut: a. Layanan bimbingan sosial adalah suatu kegiatan bimbingan sosial yang dilakukan melalui kontak langsung dengan klien. e. e. 9 yaitu peserta didik. Azzet Akhmad. b. f. Jenis layanan bimbingan sosial menurut Hariastuti. Melakukan Diagnosis. Oleh karena itu sebelum melakukan sebuah kegiatan layanan bimbingan sosial perlu memperhatikan tahapan-tahapan itu sendiri. Evaluasi dan Tindak Lanjut. Menetapkan Prognosis. Hal 65. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. . c. 14Muhaimin. Jakarta: Unesa University Press. Layanan konseling perorangan. d. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media.14 tahapan layanan bimbingan sosial meliputi lima tahap antara lain : a.

Pemahaman tentang bimbingan sosial. 5. 8. Kerapian dalam menata barang-barang yang terdapat di ruang dan di atas meja konselor. 6. 4. sukses dan kegagalan di masa lampau. Faktor eksternal yang mempengaruhi proses bimbingan sosial di antaranya sebagai berikut. Pembicaraan. Mampu memahami aspek-aspek dalam bimbingan sosial. 15www. b. pada waktu klien akan menghadap konselor (pembimbing/guru). dia membawa sikap tertentu. Adapun untuk indikator keberhasilan dalam bimbingan sosial adalah sebagai berikut : a. aspirasi-aspirasi kekecewaan dan pandangan serta harapannya terhadap konseling.15 1. 7. 10 Faktor internal dalam bimbingan sosial yaitu pihak konseli atau klien (siswa). 9.htm . 2. Konselor berpakaian rapi. Bentuk bangunan ruang yang memungkinkan pembicaraan secara pribadi (privace). Penataan ruangan.mahmud09-kumpulanmakalah.com/2012/08/faktor-faktor-yang mempengaruhi- proses. Konselor menyisihkan berbagai barang yang ada di atas meja saat berwawancara dengan konseli. c. Konselor tidak memasang rekaman atas pembicaraannya dengan klien. Lingkungan fisik dan tempat bimbingan/wawancara berlangsung.blogspot. Mampu memahami tujuan dan fungsi bimbingan sosial. pengalaman-pengalaman tertentu dalam hal mendapatkan pelayanan bimbingan. 3. Penggunaan sistem janji.

Imam Al-Ghazali menyebut ada lima macam kejujuran. jujur dalam menepati janji. demikian kalimat yang sering terdengar. Ibnu Qayyim berkata. 1408 H. 2008.its. 11 d. 17Ibnu Qayyim. salah satu tandanya. Mampu melaksanakan bimbingan sosial. dan fitnah.17 “Kejujuran adalah jalan yang lurus dimana orang yang tidak menempuh jalan tersebut. e. 18http://blog.Madaāriju as-Sālikīn baina Manāzili Iyyāka Na'budu wa Iyyaka Nasta'īn.Jakarta: Balai Pustaka. tidak curang. bukan gunjingan. Kata jujur memiliki arti lurus hati. Keempat. tiap kata yang terucap dari bibir dan lisan seseorang wajib memuat dan mengandung kebenaran. Janji adalah hutang. jujur dalam kemauan. Mampu menarik suatu generalisasi terhadap hasil penelitian. Ketiga.16 Siswa yang memiliki sikap jujur adalah siswa yang batinnya cenderung lurus atau tidak curang sehingga mempengaruhi pikiran (akalnya) untuk selalu mencari cara berbuat baik yang kemudian diwujudkan dalam sikap dan tingkah laku terhadap diri sendiri maupun lingkungannya. jujur dalam ucapan. dia akan celaka dan binasa.id/syafii/2011/06/16/lima-bentuk-kejujuran-menurut-imam-ghazali-oleh-habib- ali-akbar-bin-aqil . gosip. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).ac. Beirut :Darul i-ikr. karena hutang. tulus dan ikhlas. maka 16Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jujur dalam kemauan merupakan usaha agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam menyampaikan kebenaran. tanda niat yang benar. Kedua. akan terbedakan siapakah yang munafik dan siapakah orang yang beriman. berbanding lurus dengan perbuatan dilapangan kehidupan. dan siapakah yang termasuk penduduk surga dan siapakah yang termasuk penduduk neraka”. Dengan kejujuran inilah. jujur dalam berniat. 18 Pertama.

d. Faktor agama. sebagaimana Al-Ghazali menjelaskan makna jujur dalam niat dan perkataan. c. Adapun untuk indikator keberhasilan dalam kejujuran di antaranya. Pemahaman tentang kejujuran.co. keyakinan kepada tuhan dan iman yang kuat untuk melakukan segala perintah-Nya mampu membuat tiap individu terus bersikap baik. Al-Ghazali menggaris bawahi agar kita melengkapi diri dengan jujur dalam perbuatan. 12 wajib untuk dibayar sesuai dengan nilainya. berikut penulis akan mendeskripsikan dalam paradigma penelitian sebagai berikut : 19http://irenetreisia.blogspot. dalam keluarga. Kelima. memilih teman sepergaulan sangat penting. pada kalimat kejujuran yang kelima ini. Mampu mengaplikasikan nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan. jujur dalam perbuatan. karena lingkungan memiliki pengaruh besar dalam membentuk kepribadian tiap individu. Faktor keluarga. Mampu memahami faktor-faktor kejujuran. Dalam mengembangkan sikap jujur ada beberapa faktor yang berpengaruh dan ikut berperan penting.19 di antaranya : 1. orangtua memegang peran penting untuk mendidik anak sehingga mereka mampu memiliki sikap jujur. 3. Oleh karena itu. Faktor lingkungan. 2. yaitu: a. Tgl 13/01/2016 . Untuk menggambarkan kerangka pemikiran di atas. lingkungan yang buruk akan merusak kebiasaan yang baik.id. b. Mampu memahami macam-macam kejujuran.

sosial 6. Indikator Keberhasilan PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN SOSIAL DALAM MEMBENTUK KEJUJURAN SISWA DI DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR F. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam bimbingan sosial 7. 13 Bimbingan sosial Kejujuran 1. Aspek-aspek bimbingan sosial 3. Macam-macam sosial kejujuran 3. Tujuan dan fungsi bimbingan 2. Jenis-jenis bimbingan sosial membentuk kejujuran 5. Indikator keberhasilan. yaitu : . Tahap-tahap layanan bimbingan 4. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan pada penelitian ini terdiri dari lima bab. Pengertian kejujuran 2. Pengertian bimbingan sosial 1. Faktor-faktor yang 4.

serta sistematika penulisan. BAB II Landasan Teori : Berisi teori-teori yang berkaitan dengan pengaruh layanan bimbingan sosial dalam membentuk kejujuran siswa di dalam kegiatan belajar mengajar. BAB III Metode Penelitian : Bab ini berisi tentang studi pendahuluan. dan refleksi. Saran atau harapan untuk tindak lanjut berdasarkan hasil penelitian dan temuan-temuan di lapangan selama tindakan dilakukan. manfaat penelitian. teknik pengumpulan data. tujuan penelitian. serta tindakan yang dilakukan untuk memecahkan masalah sesuai dengan siklus yang dikembangkan. metode pengumpulan data. BAB V Kesimpulan Dan Saran : Pada bab ini merumuskan secara ringkas jawaban atas masalah dan hipótesis yang diteliti. rumusan masalah. pelaksanaan. hipótesis. . definisi operasional variabel. BAB IV Pembahasan Hasil Penelitian : Pada bab ini mengemukakan pembahasan dari hasil yang diperoleh dalam penelitian yang berbentuk siklus mencakup perencanaan. populasi penelitian. serta menarik kesimpulan hasil dari penelitian. teknik análisis data. 14 BAB I Pendahuluan : Dalam bab ini mengemukakan tentang latar belakang masalah. kerangka pemikiran. pengamatan.