You are on page 1of 19

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang (TUGAS 1)

Tingkat pertumbuhan perekonomian suatu negara dapat dilihat dari perkembangan pasar
modalnya. Pasar modal merupakan suatu wadah atau tempat untuk memperjualbelikan instrumen
keuangan. Pasar modal mempunyai fungsi sarana alokasi dana yang produktif untuk
memindahkan dana dari pemberi pinjaman ke peminjam. Diantara sekuritas yang paling banyak
diperdagangkan adalah saham. Saham merupakan surat berharga sebagai bukti kepemilikan
dalam suatu perusahaan. Tujuan para investor dalam melakukan transaksi saham adalah return
yang optimal. Harapan dari Investor akan memperkirakan ekspetasi return dari saham sehingga
memperoleh tingkat keuntungan yang lebih besar.
Perbedaan antara tingkat return yang diharapkan oleh investor terhadap return saham
disebut abnormal return. Pada umumnya hampir semua investasi mengandung unsur
ketidakpastian atau resiko. Investor tidak tahu dengan pasti hasil yang akan diperolehnya dari
investasi yang dilakukan. Dalam keadaan semacam itu dikatakan bahwa investor tersebut
menghadapi resiko dalam investasi yang dilakukannya. Besar kecilnya risiko investasi pada
suatu saham dapat diukur dengan standar deviasi dari return saham. Dalam investasi, dikenal dua
risiko yaitu risiko sistematik dan risiko tidak sistematik.
Menurut Husnan (2005:164) risiko sistematik adalah risiko yang tidak dapat
didiversifikasikan yang disebut dengan beta pasar. Dalam melakukan investasi, perlu dilakukan
penghitungan secara akurat dalam memprediksi risk dan return yang dihasilkan oleh aset.
Semakin tinggi resiko yang ditanggung oleh investor, maka akan semakin tinggi keuntungan
yang akan diisyaratkan oleh investor. Hal ini sesuai dengan konsep “high risk, high return”.
Sehingga akhirnya dalam mengelola portofolio asset, dibutuhkan sebuah model
keseimbangan yang digunakan untuk memahami perilaku investor secara keseluruhan. Serta
mekanisme pembentukan harga dan return indeks pasar dalam bentuk yang sederhana
(Tandelilin, 2010:186).

menyediakan sistem dukungan logistik dan pemeliharaan untuk aset. 2 Bodie et al (2005) mengatakan bahwa salah satu yang paling banyak mendapat perhatian dan digunakan oleh praktisi adalah model CAPM (Capital Asset Pricing Model ). rehabilitasi serta penghapusan aset. dan mengoperasikan aset dengan cara yang paling hemat biaya. pemeliharaan. Semakin besar ekspektasi return yang diharapkan maka semakin besar pula tingkat risiko yang akan dihadapi. Pada umunya. . memperoleh aset. operasi. mengidentifikasi kebutuhan dana. dan kemudian untuk memperoleh dan mempertahankan aset selama umur hidup aset tersebut sampai aset tersebut sudah habis nilainya. Didalam kapitalisasi pasar. Selain karakteristik pasar modal. semakin mahal harga saham dan semakin banyak saham yang beredar. Salah satu pengalokasian aset yang dilakukan adalah aset manejemen. asset yang berisiko jarang menghasilkan tingkat pengembalian yang diharapkan oleh para investor. meng-upgrade. Inti dari manajemen aset yaitu bahwa pengelolaan aset berkaitan dengan menerapkan penilaian teknis dan keuangan dan praktek manajemen yang baik untuk memutuskan apa yang dibutuhkan aset untuk memenuhi tujuan bisnis. Aset manajemen merupakan suatu proses sistematis yang mempertahankan. akuisisi. Karakteristik pasar modal atau biasa yang dikenal dengan kapitalisasi pasar adalah nilai suatu perusahaan berdasarkan perhitungan harga pasar yang dikalikan dengan jumlah saham yang beredar. maka tingkat kapitalisasi pasar yang dihasilkan semakin besar. Yang terkait dengan mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan aset. investor juga harus melakukan beberapa pengalokasian asset. menghapus atau memperbaharui aset sehingga secara efektif dan efisien dapat memenuhi tujuan. CAPM mengasumsikan bahwa terdapat hubungan yang linear antara premi expected return dalam suatu aset dengan risiko sistematik-nya atau beta pasar. variansi ekspektasi return hanya dapat dijelaskan oleh beta pasar. Seorang investor harus bisa menilai suatu karakteristik pasar modal dari berbagai macam sudut pandang sesuai klasifikasi karakteristik pasar modal tersebut. Berdasarkan CAPM. Melalui penciptaan. Pengalokasian asset dilakukan sesuai dengan horizon investasi tersebut. Sehingga menyebabkan para investor harus mengetahui karaketistik pasar modal yang dapat mempengaruhi keputusan yang akan diambil untuk suatu investasi. Perumusan ini dilakukan sesuai dengan tujuan dan juga batasan investasi yang dilakukan oleh investor dengan mempertimbangkan tingkat risiko yang akan ditimbulkan.

karakteristik model. 3 1. pengalokasian asset. dan manajemen aset terhadap sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan investasi. Untuk menganalisis manajemen aset terhadap sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan investasi. dan asset management mempengaruhi sudut pandang investor dalam pengambilan suatu keputusan dalam investasi?’ 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain : 1. 1. 3. maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah model risiko. pengalokasian asset. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Bagi Perusahaan Diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi dan rekomendasi tambahan mengenai faktor dari kelayakan suatu asset terhadap sudut pandang investor. karakteristik model suatu pasar modal.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan. karakteristik model suatu pasar modal. pengalokasian asset.1 Tinjauan Literatur (TUGAS 2) . Untuk menganalisis berbagai jenis model risiko investasi terhadap sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan investasi 2. Bagi Investor Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan tambahan mengenai pengaruh dari risiko model investasi. Untuk menganalisis karakteristik model dari pasar modal terhadap sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan investasi 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan sebagai referensi mengenai pengaruh risiko model investasi. dan manajemen aset terhadap sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan suatu investasi 2. Untuk menganalisis pengalokasian asset terhadap sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan investasi 4. sehingga dapat digunakan dalam proses peningkatan investasi dimasa mendatang.

1. Antara tingkat pengembalian yang diharapkan dan tingkat pengembalian yang aktual yang diperoleh investor sangat mungkin berbeda dan perbedaan inilah yang merupakan risiko yang harus selalu dipertimbangkan oleh investor sebelum memutuskan untuk berinvestasi.1 Jenis-jenis Risiko Investasi Adapun jenis-jenis risiko yang mungkin dihadapi oleh para investor dalam melakukan kegiatan investasi seperti yang dikemukakan oleh Reilly.1 Risiko Model Alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan. the variability of return associated with a given assets”. Return yang diharapkan investor dari investasi yang dilakukannya merupakan kompensasi atas biaya kesempatan (opportunity cost). dengan return yang aktual (actual return).1. berarti semakin besar risiko investasi tersebut. Business risk ini berkaitan dengan cakupan usaha perusahaan. Adapun pengertian risiko yang dijabarkan oleh Tandelilin (2001:48) sebagai berikut : “Risiko merupakan kemungkinan perbedaan antar return aktual dengan return yang diharapkan. maka dapat disimpulkan bahwa risiko adalah suatu kemungkinan dimana investor tidak mendapatkan return yang sesuai dengan harapannya. Suatu hal yang wajar jika investor menuntut tingkat pengembalian tertentu atas dana yang diinvestasikannya. Dan risiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi. tingkat keuntungan investasi disebut sebagai return. Dalam konteks manajemen investasi. Business risk Kemungkinan kerugian yang diderita perusahaan karena keuntungan yang diperoleh lebih kecil dari keuntungan yang diharapkan.1.” Pengertian lain dari risiko yang dikemukakan oleh Gitman (2003:237) sebagai berikut : “Risk is the chance of financial loss or more formally. Financial risk Risiko yang timbul dari cara perusahaan membiayai kegiatannya. et al (2000:15). 4 2. 2. Liquidity risk . diantaranya : a. b. Artinya bahwa risiko adalah kemungkinan kerugian atau lebih formal diartikan sebagai variabilitas pengembalian yang terkait dengan aset yang diserahkan. Semakin besar kemungkinan perbedaannya. Berdasarkan penjelasan di atas. c. misalnya penggunaan utang dalam membiayai aset perusahaan. Seorang investor perlu membedakan antara return yang diharapkan (expected return).

Risiko ini berkaitan dengan kecepatan pembelian/penjualan suatu aset serta tingkat harga yang terbentuk dalam transaksi tersebut. d. Kemudian Ahmad (2004) menjelaskan pula mengenai risiko investasi. Risiko Pasar (Market Inflation) Risiko ini terjadi bila penurunan harga saham terjadi maka akan mengakibatkan capital loss. Risiko Tingkat Suku Bunga (Interest Rate Risk) Risiko ini muncul dari perubahan dalam tingkat suku bunga yang ada di pasar. Risiko ini muncul sebagai akibat dari variability 17 return pasar yang disebabkan oleh terjadinya bear /bull market karena adanya kondisi ekonomi yang terus berubah-ubah. Exchange Rate Risk Risiko ini berkaitan dengan fluktuasis nilai tukar mata uang domestik dengan nilai mata uang negara lainnya. e. Risiko Mata Uang (Currency Risk) . b. c. d. Risiko Inflasi (Inflation Risk) Risiko inflasi terjadi bila ada peningkatan harga barang/jasa akan menurunkan nilai mata uang. Risiko ini biasanya dihadapi oleh investor internasional atau perusahaan yang menggunakan mata uang asing dalam kegiatan operasionalnya maupun pendanaan. e. yaitu : a. Perubahan tingkat suku bunga ini akan menyebabkan terjadinya fluktuasi harga surat-surat berharga. 5 Adanya ketidakpastian yang timbul pada saat sekuritas berada di pasar sekunder. kondisi peraturan dan iklim usaha. Risiko Sektoral Risiko ini dipengaruhi oleh kinerja usaha industri-industri yang tergabung dalam suatu sektor yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan (life cycle). f. Menurutnya risiko investasi ada tujuh. Country Risk Risiko ini berkaitan dengan kestabilan politik serta kondisi lingkungan perekonomian di suatu negara. Risiko Kredit ( Credit Risk) Risiko timbul jika perusahaan menerbitkan efek hutang dan instrumen pasar yang tidak mampu untuk membayar pokok hutang dan bunga tertunggak. Risiko tingkat suka bunga mempunyai pengaruh yang sama terhadap surat berharga.

Assets Class Risk Saham obligasi. g. Risiko Bisnis merupakan risiko yang timbul akibat menurunnya profitabilitas perusahaan emiten b. . Risiko Tingkat Bunga. merupakan risiko yang timbul akibat perubahan tingkat bunga yang berlaku di pasar. 2. Hal ini terjadi karena nilai mata uang asing itu menurun sehingga nilai investasi langsungnya menjadi lebih kecil. Biasanya risiko ini berjalan berlawanan dengan harga-harga instrumen pasar modal. c. Informasi yang lengkap dan pemahaman yang komprehensif akan membantu investor dalam melakukan keputusan instrumen investasi apa yang paling tepat untuknya. (2003: 47) dalam Zubaidah (2003). dan kas (atau instrumen pasar yang lainnya) merupakan tiga kelas aset yang paling utama. yaitu: a. merupakan risiko yang timbul akibat kondisi perekonomian negara yang berubah-ubah dipengaruhi oleh resesi dan kondisi perekonomian lain. Jika seorang investor tidak berimbang dalam melakukan diversifikasi terhadap investasinya. Dengan adanya risiko-risiko investasi di atas. Risiko likuiditas. d. Menurut Halim.1. maka investor dituntut untuk berhati- hati dan melakukan analisa yang matang.1.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Risiko Investasi Berdasarkan beberapa pendapat dan penelitian yang telah dilakukan oleh penelitian- penelitian sebelumnya maka penelitian ini mengkombinasikan faktor faktor yang mempengaruhi risiko investasi baik faktor mikro maupun makro. Risiko pasar. terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi risiko investasi. berkaitan dengan kemampuan saham yang bersangkutan untuk dapat segera diperjual belikan tanpa mengalami kerugian yang berarti. Faktor mikro atau fundamental yang mempengaruhi risiko investasi salah satunya adalah kebijakan dividen dan faktor makro yang mempengaruhi risiko investasi diantaranya yaitu tingkat suku bunga dan nilai kurs. 6 Risiko ini timbul apabila terjadi perubahan nilai mata uang negara asing dibandingkan dengan mata uang domestik sehingga akan mengurangi tingka hasil dari investasi asing. dengan demikian risikonya akan semakin mengecil.

merupakan risiko yang timbul akibat pengaruh perubahan tingkat inflasi. panjang ataupun instrumen modal perusahaan (equity).1. c. . b. Dari sudut pandang transaksinya. f. Risiko daya beli. juga bisa dilakukan di pasar dana jangka pendek (short term market). Terdapat berbagai macam pihak terlibat dalam kegiatan pasar modal. Dari sudut pandang tingkat sentralisasi. Sehingga menyebabkan nilai riil pendapatan akan lebih kecil. Dan biasanya transaksi bersifat tidak langsung. Dan untuk jangka menengah dan jangka panjang dilakukan dipasar modal. Dengan adanya dana yang tersedia bagi pihak-pihak yang membutuhkannya. Selain pasar uang. Suatu fakta yang tidak dapat dihindari adalah dalam suatu negara yang secara geografis cukup luas maka adanya pasar modal secara wilayah maupun lokal sangat diperlukan mengingat menyebarnya kepentingan masing-masing pihak. Kapitalisasi pasar adalah nilai suatu perusahaan berdasarkan dengan perhitungan harga yang dikalikan dengan jumlah saham yang beredar. maka berbagai instrumen menjembatani antara pengguna dana dengan investor. 2. d. maka kapitalisasi pasar yang dihasilkan semakin besar. 1996:12-15) menyebutkan beberapa klasifikasi dari karakteristik pasar modal.2 Karakteristik Model Karakteristik model didalam suatu pasar modal biasa dikenal dengan kapitalisasi pasar. Risiko mata uang. Dalam suatu pasar modal transaksi yang dilakukan oleh para investor dan pemakai dana terjadi didalam suatu pasar terbuka. Dari sudut pandang jenis instrumen yang ditawarkan melalui pasar modal. Dari sudut pandang para pemakai dana. Yakni instrumen hutang jangka menengah. merupakan risiko yang timbul akibat pengaruh perubahan nilai tukar mata uang domestik (misalnya rupiah) dengan mata uang negara lain (misalnya dolar Amerika). Sebgaimana diketahui untuk transaksi surat-surat berharga yang jatuh temponya dalam waktu kurang dari satu tahun dilakukan dalam pasar uang (money market). 7 e. Menurut Basjirudin A. Dimana semakin mahal harga saham dan semakin banyak jumlah yang beredar. Sarida ( dalam Panji Anoraga. e. Diantaranya : a. Dari sudut pandan jatuh tempoi instrumen yang diperdagangkan dipasar modal. dimana perubahan ini akan menyebabkan berkurangnya daya beli yang diinvestasikan maupun bunga yang diperoleh dari investasi.

1. dan untuk uang tunai di sela-sela itu.1. real estate. Sehingga menimbulkan perbedaan antara transaksi pada pasar perdana dengan transsaksi pada pasar bursa. saham. Sebagai contoh. membaharukan atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien. obligasi jangka pendek atau panjang.3 Pengalokasian Aset Alokasi aset adalah teknik investasi portofolio yang bertujuan untuk menyeimbangkan risiko dan menciptakan diversifikasi dengan membagi aset di antara kategori utama seperti uang tunai. Konsensus di antara para profesional keuangan menyatakan bahwa alokasi aset merupakan adalah salah satu keputusan yang paling penting dibuat investor. melakukan legal audit. 2. menginventarisasi. sehingga masing-masing akan berperilaku berbeda dari waktu ke waktu. aset yang lain mungkin menurun atau tidak meningkat terlalu besar. Dengan kata lain. 8 f. tetapi bagi kebanyakan investor pola ini memberi perlindungan yang terbaik terhadap risiko kerugian besar. obligasi. Setiap kelas aset memiliki berbagai tingkat pengembalian dan risiko.4 Manajemen Aset Menurut Sugiama (2013:15) berdasarkan pada pengelolaan aset fisik. optimalisasi pemanfaatan dan pengembangan SIMA (Sistem Informasi Manajemen Aset). Dalam mekanisme pasar modal dikenal adanya penawaran pada pasar perdana (primary market) dan pasar sekunder atau bursas (secondary market). menilai. ketika sebuah aset mengalami kenaikan nilai. di mana kelima tahapan tersebut adalah saling berhubungan dan terintegrasi satu dengan yang lainnya . dan turunannya. secara definitif manajemen aset adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan kebutuhan aset. Sejumlah kritikus melihat pola investasi seimbang ini sebagai terlalu linier atau pola yang biasa-biasa saja. memelihara. Menurut Siregar (2004:518). pilihan Anda pada saham atau obligasi tak lebih penting dari cara Anda mengalokasikan aset Anda pada saham yang berisiko tinggi dan rendah. mengoperasikan. Manajemen aset pemerintah daerah dapat dibagi dalam lima tahap kerja yang meliputi inventarisasi aset. penilaian aset. legal audit. di dunia internasional manajemen aset telah berkembang cukup pesat. 2. namun di Indonesia hal ini khususnya dalam konteks pengelolaan aset pemerintah daerah sepenuhnya belum dipahami oleh para pengelola daerah. mendapatkan.

Serangkaian kegiatan yang dapat merealisasikan tujuan dengan tepat. maka berarti seluruh kegiatan tersebut memiliki efektifitas yang tinggi. Sedangkan efektivitas berarti derajat keberhasilan yang dapat dicapai berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. maka tujuan manajemen aset yang lebih rinci adalah agar mampu: a. Meminimisasi biaya selama umur aset bersangkutan (to minimize the whole life cost of assets) b. Efektif dalam pengelolaan aset berarti aset yang dikelola dapat mencapai tujuan yang diharapkan organisasi bersangkutan. Jika capaian target tersebut tinggi. atau efisien itu rasio yang tinggi antara output dengan input. derajat kualitas. Sebuah capaian dapat dinyatakan dalam prosentase target yang dicapai dari keseluruhan target yang ditetapkan. Jika tujuan aset dinyatakan lebih spesifik dibanding tujuan secara umum. Adapun efisien berarti menggunakan sumber daya serendah mungkin untuk mendapat hasil (output) yang tinggi. waktu dan lain-lain. Atau efektifitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tinggi-rendahnya target yang telah dicapai misal jumlah capaian. tenaga.2 Kerangka Konseptual (TUGAS 3) .4. misal mencapai kinerja tertinggi dalam pelayanan pelanggan. efisiensi yang senantiasa melekat dalam setiap tahap pengelolaan aset terutama upaya mencapai efisiensi yang tinggi dalam menggunakan waktu. Dapat menghasilkan laba maksimum (profit maximum) c. 9 2.1 Tujuan Manajemen Aset Tujuan manajemen aset dapat ditentukan dari berbagai dimensi atau sudut pandang.1. Dengan kata lain efektif itu mampu mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan. Dalam manajemen aset. Secara umum tujuan manajemen aset adalah untuk pengambilan keputusan yang tepat agar aset yang dikelola berfungsi secara efektif dan efisien. dan biaya. Efektif adalah pencapaian hasil yang sesuai dengan tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan sebelumnya. berarti efektifitasnya makin tinggi pula. Dapat mencapai penggunaan serta pemanfaatan aset secara optimum (optimizing the utilization of assets) 2.

Jika seorang investor mengaharapkan tingkat pengembalian yang cukup tinggi. maka mereka harus siap dengan tingkat risiko yang akan timbul. Pengalokasian Aset. Namun. Semakin tinggi tingkat pengembalian yang diharapkan maka semakin tinggi pula tingkat risiko yang akan dihasilkan. maka dapat disusun kerangka konseptual sebagai berikut : Gambar 1 Pengaruh Risiko Model. Hal ini dilakukan agar investor tidak salah dalam memilih investasi yang akan dilakukan dan dapat meminimalisir tingkat resiko yang akan timbul dari investasi tersebut. 10 Investasi menurut Sunariyah (2006:4) investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Melalui model risiko. Berdasarkan uraian tersebut. karakteristik model dari suatu pasar modal dan alokasi aset secara signifikan mempengaruhi sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan suatu investasi. Menurut Guerrero et al (2012) menyatakan bahwa manajemen aset menjadi salah satu penentu dari nilai investasi saat ini dan dimasa mendatang. harus melihat investasi tersebut dari berbagai sudut pandang. Manajemen Aset terhadap Sudut Pandang Investor dalam Pengambilan Keputusan dalam Investasi Risiko Model H1 (+) Sudut Pandang Investor Karakteristik H2 (+) dalam Pengambilan Model Keputusan dalam Investasi H3 (+) Pengalokasian Aset . Karakteristik Model. pengalokasian aset. Seorang investor yang akan berinvestasi. Karena rasio ini dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai investasi. dan manajemen aset dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan investor. karakeristik model. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fieberg et al (2016) mengidentifikasi model risiko. Apakah aset tersebut masih menguntungkan atau tidak. hal tersebut harus dicapai dengan cara investor yang harus bisa memahami tingkat risiko yang nantinya mungkin akan timbul tanpa perhitungan sebelumnya.

Kondisi ini dapat dialami oleh para perusahaan.” Suatu peluang terjadinya hasil yang tidak diinginkan atau berlawanan dari dari apa yang diharapkan. Hal ini dapat mempengaruhi sudut pandang investor terhadap pengambilan keputusan investasi. Dari uraian diatas dapat ditarik hipotesis sebagai berikut : H2: Karakteristik model berpengaruh positif terhadap sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan investasi Pengalokasian aset mencakup pembagian suatu portofolio investasi kedalam berbagai kategori aset. Proses penentuan komposisi aset merupakan proses yang cukup unik bagi investor.3 Pengembangan Hipotesis (TUGAS 4) Menurut Tandelilin (2001:48) sebagai berikut : “Risiko merupakan kemungkinan perbedaan antar return aktual dengan return yang diharapkan. Guerrero et al (2012) 2. Dimana semakin mahal harga saham dan semakin banyak jumlah yang beredar. Dari uraian diatas dapat ditarik hipotesis sebagai berikut : H3: Pengalokasian aset berpengaruh positif terhadap sudut pandang investor dalam . 11 H4 (+) Manajemen Aset Sumber : Fieberg et al (2016). Semakin besar kemungkinan perbedaannya. maupun individu. maka kapitalisasi pasar yang dihasilkan semakin besar. Dari uraian diatas dapat ditarik hipotesis sebagai berikut : H1: Risiko model berpengaruh positif terhadap sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan investasi Karakteristik model didalam suatu pasar modal biasa dikenal dengan kapitalisasi pasar. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi investor untuk melakukan investasi pada suatu aset. Kapitalisasi pasar adalah nilai suatu perusahaan berdasarkan dengan perhitungan harga yang dikalikan dengan jumlah saham yang beredar. berarti semakin besar risiko investasi tersebut. Alokasi aset yang pas akan sangat bergantung pada horizon waktu investasi serta toleransi terhadap risiko yang mungkin akan ditimbulkan. institusi.

Guerrero (2012) menyatakan pengujian hipotesis (hypothesis testing). mengoperasikan. secara definitif manajemen aset adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan kebutuhan aset. yaitu untuk menguji pengaruh antara risiko . 12 pengambilan keputusan investasi Menurut Sugiama (2013:15) berdasarkan pada pengelolaan aset fisik.1 Rancangan Penelitian (TUGAS 5A) Rancangan yang digunakan dalam penelitian Fieberg et al (2016). memelihara. menilai. membaharukan atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien. menginventarisasi. melakukan legal audit. mendapatkan. Dari uraian diatas dapat ditarik hipotesis sebagai berikut : H4: Manajemen aset berpengaruh positif terhadap sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan investasi BAB III METODE PENELITIAN 3.

Model ini melihat suatu hubungan dari risk and return yang dihasilkan suau investasi berdasarkan 3 faktor. Pengukuran variabel ini sebagai berikut : Kapitalisasi Pasar = Harga di Pasar Saham X Jumlah saham yang beredar 3. investor dapat menggunakan Model FFC (Fama-French three Factor Model). yaitu Market .1 Variabel Dependen Variabel Dependen digunakan dalam penelitian ini adalah sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan suatu investasi.2. 3. Dan dengan tingkat risiko yang seminimal mungkin.2 Variabel dan Pengukuran (TUGAS 5B) Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah : 3. berbagai cara dapat dilakukan oleh para investor sebelum mereka melakukan investasi yang ada di pasar modal.2 Variabel Independen Variabel Independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Pengukuran variabel ini sebagai berikut : 2. karakteristik model. Dalam membuat keputusan investasi. Risiko Model Risiko Model dalam suatu investasi dapat diukur dengan menggunakan metode CAPM (Capital Asset Pricing Model). Karakteristik Model PengembalianCAPM saham = Rm + β (Rm perusahaan – Rf) terkait dengan karakteristik model yang ada dipasar modal seperti yang diketahui adalah kapitalisasi pasar. pengalokasian aset. Pengalokasian Aset Dalam melakukan pengalokasian aset. dan manajemen aset terhadap sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan suatu investasi. 3. Jenis data yang digunakan berupa data panel yaitu gabungan dari data cross sectional dan time series pada perusahaan yang ada di pasar modal dan sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2011 hingga 2016. 13 model. Investor harus melakukan berbagai pertimbangan sebelum melakukan investasi agar mendapatkan tingkat pengembalian sesuai dengan yang mereka harapkan. Hal tersebut bertujuan agar para investor mempertimbangkan investasi mana yang lebih menguntungkan berdasarkan sudut pandang mereka terhadap investasi tersebut.2.

MPT menjelaskan bagaimana untuk memilih portofolio dengan return tertinggi yang diharapkan mungkin. dengan hati-hati memilih berbagai proporsi aset. Firm Size. tentu saja. Atau. Pengukuran variabel ini sebagai berikut : FFC-Model = E(Ri) – Rf = bi [ E(Rm) – Rf ] + si E (SMB) + hi E (HML) + wi E (WML) 4. dan Baook-to-market equity. penting untuk mempertimbangkan bagaimana perubahan setiap aset harga relatif bagi semua aset lainnya dalam portofolio perubahan harga. Konsep dasar di balik MPT adalah bahwa aset dalam investasi portofolio tidak boleh dipilih secara individual.) Hasil yang diharapkan : E ( Rp )=Σ wi E( Ri) Dimana Rp adalah tingkat pengembalian portofolio Ri adalah tingkat pengembalian suatu aset i wi adalah bobot aset komponen yaitu pangsa aset dalam portofolio . Investasi adalah tradeoff antara resiko dan diharapkan kembali. Menejemen Aset Seorang investor dalam melakukan proses manajemen aset menggunakan Teori Portofolio Modern (MPT). 14 Return. aset dengan pengembalian yang diharapkan lebih tinggi lebih berisiko. kecuali kepemilikan negatif aset yang mungkin. Dengan jumlah tertentu risiko. Sebaliknya. masing-masing pada kemampuannya sendiri. MPT menjelaskan bagaimana untuk memilih portofolio dengan kemungkinan resiko terendah (tingkat pengembalian yang diharapkan yang ditargetkan tidak dapat lebih dari kembali tersedia keamanan tertinggi. atau ekuivalen meminimalkan risiko untuk mencari tingkat pengembalian yang diharapkan. MPT adalah teori investasi yang mencoba untuk memaksimalkan portofolio yang diharapkan kembali dengan jumlah tertentu risiko portofolio. untuk hasil yang diharapkan diberikan. Secara umum.

dan manajemen aset terhadap sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan suatu investasi. Perusahaan-perusahaan yang memiliki jumlah dan harga saham yang cukup bersaing di pasar modal dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama lima tahun berturut-turut pada periode 2011 hingga 2016. harga saham per lembar. Perusahaan yang dijadikan sampel menyediakan laporan keuangan tahunan lengkap sesuai dengan data yang dibutuhkan selama tahun 2011 hingga 2016. dan website dari masing-masing perusahaan yang dijadikan sebagai sampel. Data yang dikumpulkan merupakan data laporan keuangan perusahaan. website HR mars (www. pengalokasian aset. 3.1 Metode Regresi Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. dilakukan uji penyimpangan asumsi klasik terhadap model regresi 3.co.idx. variabel dependen dan variabel independen keduanya memiliki distribusi normal atau tidak.5. Data yang tersedia kemudian diolah dan diuji dengan menggunakan software SPSS.2 Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi.5 Metode Analisis Data 3.3 Metode Pengumpulan Data (TUGAS 6) Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. 2. 3. Uji statistik yang . Sebelum melakukan uji pada model regresi. Analisis regresi bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh hubungan antara risiko model. Kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut: 1.id). 15 3. karakteristik model. dan jumlah saham yang beredar di perusahaan yang terdapat pada pasar modal dan sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode lima tahun yaitu 2011 hingga 2016. artinya bahwa populasi yang dijadikan sampel penelitian adalah perusahaan yang memiliki kriteria tertent. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia (www.4 Metode Penarikan Sampel Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Data sekunder adalah data yang telah diolah kembali dan tidak harus bertemu dengan koresponden secara langsung.com).hrmars.5.

Hipotesis yang diuji adalah: Ho: tidak adanya autokorelasi (r = 0) Ha: ada autokerelasi (r ≠ 0) 3. Multikolinieritas terjadi jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih besar dari 10 atau nilai Tolerance lebih kecil 10.3 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam suatu model regresi linier terdapat korelasi antara error pada periode tertentu dengan error pada periode sebelumnya. Uji ini hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu dan mensyaratkan adanya intercept (konstanta) dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi diantara variabel independen. maka Ho diterima (Tidak terdapat Multikolinieritas) Jika VIF > 10.05 maka Ho diterima (Data residual terdistribusi normal) Jika sig<0. maka Ho ditolak (Terdapat Multikolinieritas) 3.5. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi adalah dengan uji Durbin-Watson.5. Hipotesis Multikolinieritas : Ho: Tidak terdapat Multikolinieritas Ha: Terdapat Multikolinieritas Pengambilan keputusan: Jika VIF < 10. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi.5 Uji Heterokedastisitas . Model regresi yang baik tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Hipotesis Normalitas : Ho: Data residual terdistribusi normal Ha: Data residual tidak terdistribusi normal Pengambilan keputusan : Jika sig>0. 16 digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorof-Smirnov (K-S).05 maka Ho ditolak (Data residual tidak terdistribusi normal) 3.4 Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas.5.

a. dan aset . Apabila signifikansi F lebih kecil dari 0.05 maka secara bersama-sama variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi berguna untuk melihat apakah variabel independen yang ada dalam model cukup mampu menjelaskan perubahan dari variabel dependen. maka data regresi mempunyai ragam yang homogen.2005:248): ´ Vk Vi− ´ L= ( N−k ¿ Σ∋¿ ) 2 ´ ( k −1¿ Σ(Vij−Vi) 2 Vij=| Xij− X´ | Keterangan: L = Nilai Levene hitung X = Nilai data residual N = Jumlah sampel K = Jumlah kelompok Nilai levene hitung yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan Levene tabel atau dapat juga menggunakan nilai perbandingan signifikansi L dengan alpha 5%. karakteristik model. Dalam analisis regresi. pengalokasian aset. maka data regresi mempunyai ragam yang tidak homogen. 17 Pengujian heterokedastisitas varian dilakukan untuk mengetahui keragaman data penelitian. Dan sebaliknya jika nilai Levene hitung > Levene tabel atau P Value < 5%. b. Jika nilai Levene hitung < Levene tabel atau P Value > 5%. Uji ini digunakan untuk mengukur seberapa besar peranan variabel independen (risiko model. Rumus uji Leven adalah (Aunuddin. data penelitian yang baik harus mempunyai sebaran varian data yang homogen dan metode yang digunakan untuk mengujinya adalah Uji Levene (Levene Test). Uji F Uji F digunakan untuk menguji apakah secara bersama-sama seluruh variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependennya.

dari probabilitas < α 0.05 maka Ho ditolak Jika sig. Bila nilai Adj.5. 3. dari probabilitas > α 0. R2 mendekati satu. Ho: Tidak terdapat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. dengan mengasumsikan variabel lain adalah konstan. Kriteria pengambilan keputusan: Jika sig. Ha : Terdapat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. 18 manajemen) terhadap variabel dependen (sudut pandang investor dalam pengambilan keputusan investasi).6 Uji Individu atau Uji t Pengujian ini dilakukan untuk menguji apakah masing-masing variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.05 maka Ho diterima DAFTAR PUSTAKA . artinya variable independen yang terdapat dalam model mampu menjelaskan perubahan variabel dependen secara baik.

Vol 17 ISS 3 pp. “ The effect of setting goals and emotions on asset allocation decisions”. Managerial Finance. Vol 38 Iss 11 pp. 262-276 Guerrero et al (2012).1008-1031 . “An Investor’s prespective on risk-models and characteristic-models”. 19 Fieberg et al (2016). The Journal of Risk Finance.