BAB IV

PEMBAHASAN

Asuhan keperawatan pada Ny. Dengan Diabes Millitus Tipe II dan
Gangren Pedis Sinistra telah dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2016 di
Ruang Adenium. Dari hasil pengkajian didapatkan riwayat penyakit sekarang
yaitu 7 tahun yang lalu, klien terkena paku sewaktu pergi ke sawah. Setelah itu
terjadi luka dank lien dibawa ke puskesmas. Setelah itu luka sembuh. Klien sering
pergi ke sawah tanpa menggunakan sandal. Luka semakin lama semakin
melembung. 15 hari yang lalu klien periksa ke puskesmas karena lukanya. Lalu
klien didiagnosa Diabetes Militus. 3 hari yll sebelum klien MRS, klien tidak mau
makan dan merasa mual. Lalu klien dibawa ke RSD dr. Soebandi jember. Saat ini
klien merasa mual saat makan. Terdapat luka gangrene pedis sinistra. Terdapat
gangrene pedis sinistra dengan luas seluruh plantar kaki bawah dan atas. Dengan
luka terdapat jaringan berwarana putih di plantar atas. Dan berwarna hitam di
plantar bawah. Luka lembek. Terdapat jaringan mati berwarna putih. Puss sedikit.
Dan saat ini klien tampak lemah. Dan hanya berbaring di tempat tidur.
Terjadinya Kaki Diabetik (KD) sendiri disebabkan oleh faktor – faktor
disebutkan dalam etiologi. Faktor utama yang berperan timbulnya KD adalah
angiopati, neuropati dan infeksi. Neuropati merupakan faktor penting untuk
terjadinya KD. Adanya neuropati perifer akan menyebabkan terjadinya gangguan
sensorik maupun motorik. Gangguan sensorik akan menyebabkan hilang atau
menurunnya sensasi nyeri pada kaki, sehingga akan mengalami trauma tanpa
terasa yang mengakibatkan terjadinya ulkus pada kaki gangguan motorik juga
akan mengakibatkan terjadinya atrofi otot kaki, sehingga merubah titik tumpu
yang menyebabkan ulsetrasi pada kaki pasien. Angiopati akan menyebabkan
terganggunya aliran darah ke kaki. Apabila sumbatan darah terjadi pada
pembuluh darah yang lebih besar maka penderita akan merasa sakit tungkainya
sesudah ia berjalan pada jarak tertentu. Manifestasi gangguan pembuluh darah
yang lain dapat berupa : ujung kaki terasa dingin, nyeri kaki di malam hari, denyut
arteri hilang, kaki menjadi pucat bila dinaikkan. Adanya angiopati tersebut akan
menyebabkan terjadinya penurunan asupan nutrisi, oksigen ( zat asam ) serta
antibiotika sehingga menyebabkan luka sulit sembuh ( Levin,1993). Infeksi sering

Ceftriaxon 1 gr. TTV : TS = 130 mmHg. . Ondan 8 mg. HB = 9. Klien mengeluh mual. TD = 80 mmHg. KU : lemah. Dari hasil evaluasi tersebut assessment yang di dapat adalah masalah teratasi sebagian. Puss gangrene berkurang. Nekrosis tidak menyebar. BB = 35 kg. Alb = 2. makan hanya 3 sendok. Suhu = 36. diit klien serta aktivitas klien. Tidak enak makan. Kolaborasi : PZ + KCL 1 flas 14 tpm.merupakan komplikasi yang menyertai KD akibat berkurangnya aliran darah atau neuropati. Leukosit 14. Antrain 8 mg. Implementasi yang dilakukan dari ketiga diagnose tersebut adalah Operan + Mencuci tangan sebelum tindakan.5 0C. Metronidazol 500 mg. Planning yang dilakukan adalah lanjutkan perencanaan yang telah dibuat. Dari pengkajian yang dilakukan didapatkan diagnose Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh ybd Gangguan produksi insulin. melakukan perawatan luka gangrene dan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tanda- tanda vital serta keadaan umum klien. Clindamicin oral 300 mg. Menjelaskan kepada klien sebelum melakukan tindakan. didapatkan hasil bahwa klien mengatakan masih mual.8 x 109/L. Kerusakan integritas kulit ybd Nekrosis jaringan. ADL dibantu. N = 80 x/m. Bina Hubungan Saling Percaya. Memberikan HE pada klien dan keluarga tentang penyakit klien. sehingga faktor angiopati dan infeksi berpengaruh terhdap penyembuhan atau pengobatan dari KD. dan Klien duduk. dan Intoleransi aktivitas ybd kelemahan fisik. RR = 22 x/m. Membantu ADL klien. Dari hasil intervensi yang dilakukan selama tiga hari.1 g/dl.7 g/dl.