You are on page 1of 10

HUKUM KEWARISAN ISLAM

NAMA : AVIZAR HIDAYAT

STAMBUK : D 101 13 065

RUANG : BT 1 (A)

Definisi
Istilah:

- Wirjono Prodjodikoro > hukum kewarisan.

- Hazairin > hukum kewarisan.

- Soepomo > hukum waris.

Hukum waris : Perangkat kaidah yang mengatur ttg cara atau proses peralihan
harta kekayaan dr pewaris kepada ahli waris atau para ahli waris.

Sistem Hukum Waris Islam

Adalah sistem individual bilateral.

Ciri atau spesifikasinya:

a. Anak-anak si pewaris bersama-sama dg ortu si pewaris serentak sbg ahli
waris.

b. Jika meninggal dunia tanpa keturunan maka ada kemungkinan saudara-
saudara pewaris bertindak bersama-sama sbg ahli waris dg ortunya, setidk-
tdknya dg ibunya.

c. Bahwa suami-isteri saling mewaris.

3 Prinsip pokok dalam hukum waris sebelum Islam :

1. Anggota keluarga yg berhak mewaris pertama adl kaum kerabat laki-laki dr
pihak bpk yg terdekat atau disebut ‘ashobah.

2. Pihak perempuan & anggota keluarga dr garis ibu, tdk mempunyai hak waris.

3. Keturunannya yaitu anak, cucu, cicit pd dasarnya lebih berhak mewaris dr pd
leluhur pewaris yaitu ayah, kakak maupun buyutnya.

Abu Bakar bertanya: “apakah ada yg lain yg mengetahui selain kamu?” Muhammad bin Maslamah tampil & mengatakan seperti yg dikatakan oleh Mugirah. 33 dan 176. 3. 2. 11. KHI. # AL-QUR’AN : 1. al-Qur’an. 6. Mugirah menjawab pertanyaan Abu Bakar dan berkata: “sy pernah melihat pada saat Rasulullah memberikan hak kewarisan untuk nenek orang yg meninggal sebanyak 1/6”. Abu Bakar berkata: “dalam kitab Allah tidak disebutkan sesuatu untukmu dan juga tidak ada dalam hadis Rasulullah. S. An-Baqarah ayat 180. 240 dan 233. 5. S. # PERUNDANG – UNDANGAN : UUD 1945 Pasal 29 ayat 2: . 4. Pendapat para sahabat Nabi. 2. An-Nisa ayat 7. Kemudian Abu Bakar memberikan 1/6 kepada nenek peninggalan cucunya”. nanti sy tanyakan kepada orang lain kalau ada yg mengetahui”. Q. # HADIS : Dari Qabisah bin Syu’aib yg diriwayatkan oleh perawi yg 5 selain An-Nasa’i. Perundang-undangan. Kemudian Abu Bakar menanyakan kepada para sahabat mengenai hal tersebut. Ijtihad para ahli Hukum Islam. “ seorang nenek orang yg meninggal datang kepada Abu Bakar maminta hak kewarisan dari cucunya (yg meninggal itu). Q. 3. Dasar Hukum 1. 12. Q. S. Hadis. Al-Ahzab ayat 4. Pulang sajalah dulu.

Darah or hub. Hubungan semenda atau pernikahan. “ negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. An-Nisa: 7. kemudian dia ber’iddah selama empat bulan sepuluh hari. Hubungan darah (QS. Harta warisan: harta bawaan ditambah bagian dari harta bersama setelah digunakan untuk keperluan pewaris selama sakit sampai meninggalnya. Hukum yg mengatur. kemudian lepaslah dia”. Ketentuan ttg pembagian harta warisan yg terdpt dlm al-Qur’an & hadis adl ketentuan yg bersifat memaksa.33 & 176). berkata: “setiap isteri yg ditinggal pergi oleh suaminya. Perkawinan dg pewaris. SEBAB-SEBAB ADANYA HAK KEWARISAN ISLAM 1. Pembagian harta warisan itu boleh tidak dilaksanakan sebagaimana ketentuan pembagian yg terdapat dlm al- Qur’an yg pembagiannya dpt dilaksanakan dg jln musy. Hukum yg memaksa. maka dia menunggu empat tahun. sedang dia tidak mengetahui di mana suaminya. Diantara keluarga. Al-Ahzab: 6). . Hukum Kewarisan: hk yg mengatur ttg pemindahan hak pemilikan harta peninggalan (tirkah) pewaris. 3. 2. IJTIHAD PARA AHLI HUKUM ISLAM 2 pendapat ttg hukum waris: 1. Pewaris: orang yg pd saat meninggalnya atau yang dinyatakan meninggal berdasarkan putusan Pengadilan beragama Islam. jk tdk mengikutinya mk dikategorikan sbg pelanggaran.11.. beragama Islam & tidak terhalang karena hukum untuk menjadi ahli waris. Hubungan persaudaraan sesama muslim (QS. pembayaran hutang dan pemberian untuk kerabat. menentukan siapa-siapa yg berhak menjadi ahli waris dan berapa bagiannya masing-masing. meninggalkan ahli waris & harta peningggalan.12. PENDAPAT PARA SAHABAT NABI : Umar ra. Harta peninggalan: harta yg ditinggalkan oleh pewaris baik yg berupa harta benda yg menjadi miliknya maupun hak-haknya. KHI : Buku II tentang HUKUM KEWARISAN dari Pasal 171 – Pasal 193. biaya pengurusan jenazah (tajhiz). Ahli waris: orang yg pd saat dunia mempunyai hub. 2.

Bukhori Muslim. 3. Krn ada anak lk. Disebabkan tindakan melawan hk. 1. Asas Individual: setiap ahli waris (secara individu) berhak atas bagian yg didapatnya tanpa terikat kepada ahli waris lainnya. Asas Ijbari: melakukan sesuatu di luar kehendak sendiri. Yaitu dari garis keturunan perempuan maupun garis keturunan laki-laki. 2. Ibn Majah & at-Tirmizi: “seorang yang membunuh pewarisnya tidak berhak menerima warisan dari orang yg dibunuhnya itu”. Disebabkan berlainan agama dg pewaris yg beragama Islam. 2. Asas Bilateral: seseorang menerima hak warisan dari kedua belah pihak garis kerabat. Pembunuhan. H. Asas ini dpt dilihat dr beberapa segi: peralihan harta. . R. Ex: cucu lk tdk mendpt bag. 3. at-Tirmizi & Ibn Majah: “seorang muslim tidak menerima warisan dari yg bukan muslim dan yang bukan muslim tidak menerima warisan dari seorang muslim”. H. shg bag.SEBAB-SEBAB HILANGNYA HAK KEWARISAN ISLAM 1. Kepastian hidupnya ahli waris ketika pewaris meninggal dunia. Krn ada ahli waris yg mewaris bersama-sama dia. 2. 5. PERBEDAAN TIDAK PATUT & TIDAK BERHAK MENDAPAT WARISAN DENGAN PENGHAPUSAN HAK WARIS ATAU HIJAB : 1. Pewaris 2. Ex: ahli waris yg murtad atau kafir. Ex: Bag. Asas Keadilan Berimbang: keseimbangan antara hak dan kewajiban dan keseimbangan antara yg diperoleh dg keperluan & kegunaan.R. Diketahui sebab-sebab status masing-masing ahli waris serta harta. 4. Ex: orang yg membunuh pewaris dg sengaja. jumlah harta yg beralih dan kepada siapa harta itu beralih. 2. Ahli waris ASAS-ASAS HUKUM KEWARISAN ISLAM 1. Harta warisan 3. Perbedaan agama. Abu Daud. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN HUKUM KEWARISAN ISLAM 1. Kewarisan Semata Akibat Kematian. Dg pewaris. 2. Warisnya dikurangi. Ibu 1/6 krn ada anak/cucu/bbrp saudara. Kepastian meninggalnya orang yang mempunyai harta. Krn ada ahli waris yg lbh dekat hub. UNSUR-UNSUR HUKUM KEWARISAN ISLAM 1.

AHLI WARIS LAKI-LAKI TERDIRI DARI 1. 2. Dari segi jenis kelamin. Saudara perempuan kandung. 14. 11. Anak perempuan. 1/4. 2. dzawil ashabah (penerima sisa ) serta dzawil arham (keluarga jauh). 7. Saudara perempuan seibu. AHLI WARIS PEREMPUAN TERDIRI DARI : 1. 2. Cucu Laki laki dari Jalur Laki laki dst ke bawah. . 4. Kakek (ayahnya ayah dst ke atas). 2. Suami. 6. Suami. Anak Perempuan. AHLI WARIS PENERIMA 1/2 : 1. 8. 1/3.Anak Laki lakinya saudara laki laki seayah . Saudara Laki laki kandung .Paman kandung . Saudara Laki laki seayah . 1/8 atau 2/3 ). Ibu. Saudara perempuan seyah. 8. Nenek (ibunya ibu). 4. Anak Laki laki. 1/6. 5. Cucu perempuan dari jalur laki laki. 3. Saudara Laki laki seibu . Ayah. Anak Laki lakinya saudara laki laki kandung. 12. jika hanya seorang dan tidak ada anak laki laki. terbagi kepada dzawil furudh (bagiannya pasti antara ½. 10. terbagi kepada Ahli Waris Laki Laki dan Ahli Waris Perempuan. 5. Istri. 7.Paman yang seayah dengan ayah.Anak laki lakinya paman yang seayah dengan ayah. 9. 9. 6. 3. PENGELOMPOKAN AHLI WARIS 1. Dari segi kepastian bagian dan jauh-dekat hubungan dengan pewaris. Dari segi sebab menerima warisan. 13. terbagi kepada sebab hubungan darah dan sebab perkawinan . 3. Nenek (Ibunya ayah).Anak laki lakinya paman kandung . jika pewaris tidak memiliki anak atau cucu.

AHLI WARIS PENERIMA 1/4 : 1. Saudara perempuan seayah.3. jika pewaris memiliki anak (laki laki atau perempuan) atau cucu (laki laki atau perempuan ) atau pewaris memiliki dua orang atau lebih saudara. Dua orang saudara seibu atau lebih dengan syarat. atau dua orang saudara (laki laki atau perempuan. dengan syarat. pewaris tidak memiliki anak (laki laki atau perempuan) atau cucu (laki laki atau perempuan). seayah. . menerima warisan atau terhijab). 2. atau ayah atau kakek serta tidak ada saudara laki laki kandung . atau seibu. AHLI WARIS PENERIMA 1/3 : 1. 5. Ibu. Ibu. tidak ada anak (laki laki atau perempuan) atau cucu (laki laki atau perempuan) serta tidak ada saudara kandung laki laki. tidak ada ibu. kandung. 3. laki laki atau perempuan. jika pewaris hanya memiliki seorang saudara perempuan kandung. yakni jika pewaris memiliki anak atau cucu. yakni jika pewaris tidak memiliki anak atau cucu. Suami. Saudara seibu. . dengan syarat jumlahnya hanya seorang serta pewaris tidak memiliki anak (laki laki atau perempuan) atau cucu (laki laki atau perempuan) serta tidak ada ayah atau kakek. jika pewaris memiliki anak (laki laki atau perempuan) atau cucu (laki laki atau perempuan ). 2. tidak ada anak (laki laki atau perempuan) atau cucu (laki laki atau perempuan). kandung. Saudara perempuan kandung. AHLI WARIS PENERIMA 1/6 : 1. Kakek. jika hanya seorang. 4. jika pewaris hanya memiliki seorang anak perempuan. atau seibu. jika hanya seorang dan tidak ada anak (laki laki atau perempuan ) atau laki laki. . jika pewaris memiliki anak (laki laki atau perempuan) atau cucu (laki laki atau perempuan ) serta tidak ada ayah. seayah. pewaris tidak memiliki anak (laki laki atau perempuan ) atau cucu (laki laki atau perempuan) atau ayah atau kakek. 4. tidak ada anak laki laki atau cucu laki laki. Istri. Saudara perempuan seayah. Nenek dengan syarat. 2. Cucu perempuan. baik menerima warisan ataupun terhijab. tidak ada anak (laki laki atau perempuan) atau cucu (laki laki atau perempuan). 6. jika hanya seorang. 7. atau ayah atau kakek atau tidak ada saudara kandung (laki laki atau perempuan ) serta tidak ada saudara laki laki seayah. 5. Cucu perempuan. Ayah.

3. saudara laki lakiseayah . saudara perempuan seayah jika ada anak perempuan. Ashabah bilghair. AHLI WARIS PENERIMA 2/3 : 1. 4. Dua orang atau lebih saudara perempuan kandung. . Dua orang atau lebih saudara perempuan seayah. anak laki laki. 3. paman kandung. 2. Dua orang atau lebih anak perempuan jika pewaris tidak memiliki anak laki laki. dan anak laki lakinya paman yang seayah dengan ayah. yakni ahli waris yang menerima sisa karena adanya ahli waris yang lebih utama . paman yang seayah dengan ayah. dan tidak terdapat saudara laki laki kandung. anak laki lakinya saudara laki laki kandung. kakek. ASHABAH TERDIRI DARI : 1. saudara laki laki kandung. atau ayah atau kakek. jika pewaris tidak memiliki anak (laki laki atau perempuan) atau cucu (laki laki atau perempuan). Ahli waris Ashabah binnafsih terdiri dari. atau ayah atau kakek. anak laki lakinya saudara laki laki seayah. yakni ahli waris yang menerima sisa karena adanya ahli waris lain yang sederajat. Istri. Ashabah ini terdiri dari anak perempuan jika ada anak laki laki. saudara perempuan seayah jika ada saudara laki laki seayah. 2. serta saudara perempuan seayah jika ada cucu perempuan. Ashabah binnafsih yakni ahli waris yang menerima sisa karena kedudukannya sendiri. saudara perempuan kandung jika ada cucu perempuan. dan tidak terdapat saudara laki laki seayah. yakni jika pewaris tidak memiliki anak (laki laki atau perempuan) atau cucu (laki laki atau perempuan). cucu perempuan jika ada cucu laki laki. Terdapat empat kemungkinan. yakni jika pewaris memiliki anak atau cucu. ayah. dan tidak ada cucu laki laki. yakni saudara perempuan kandung jika ada anak perempuan. anak laki lakinya paman kandung. cucu laki laki. Ashabah ma’al ghair. saudara perempuan kandung jika ada saudara laki laki kandung. Dua orang atau lebih cucu perempuan jika pewaris tidak memiliki anak (laki laki atau perempuan).AHLI WARIS PENERIMA 1/8 : 1.

anak laki dan cucu laki laki. baik laki laki maupun perempuan. Saudara kandung laki laki terhijab oleh ayah. cucu laki laki. Paman yang seayah dengan ayah terhijab oleh paman kandung. anak laki laki. 3. Hijab terbagi atas hijab nuqshan (yakni hijab yang menyebabkan berkurangnya bagian seorang ahli waris ) serta hijab hirman (yakni hijab yang menyebabkan seorang ahli waris tidak menerima bagian sama sekali. #. saudara laki laki seayah. saudara laki laki kandung. serta para ahli waris perempuan yang berkedudukan sebagai ahli waris ashabah ma’al ghair. 4. SUSUNAN HIJAB HIRMAN : 1. cucu laki laki. saudara laki laki kandung. 6. kakek. serta anak atau cucu. kakek. ayah. Kakek. anak laki laki. anak laki lakinya saudara laki laki kandung. ayah. kakek. saudara laki laki kandung. Anak laki lakinya saudara laki laki kandung terhijab oleh ayah. kakek. ayah. Saudara laki laki seayah terhijab oleh saudara laki laki kandung. anak laki lakinya saudara laki laki kandung. serta para ahli waris perempuan yang berkedudukan sebagai ahli waris ashabah ma’al ghair. 8. cucu laki laki. anak laki laki. saudara laki laki seayah. anak laki lakinya saudara laki laki seayah serta para ahli . Dalam Hukum Kewarisan Islam. yang dimaksud dengan hijab adalah penghalang yang menyebabkan berkurangnya bagian atau tidak adanya bagian yang diterima seorang ahlli waris. serta para ahli waris perempuan yang berkedudukan sebagai ahli waris ashabah ma’al ghair. terhijab oleh ayah serta kakek yang lebih dekat. cucu laki laki. Anak laki lakinya saudara laki laki seayah. serta saudara perempuan kandung yang berkedudukan sebagai ahli waris ashabah ma’al ghair. dinding atau penghalang. 7. baik laki maupun perempuan. 2. Cucu laki laki terhijab oleh anak laki laki. HIJAB : #. anak laki laki. Paman kandung. saudara laki laki kandung. saudara laki laki seayah. cucu laki laki. karena adanya ahli waris lain yang lebih utama kedudukannya. anak laki laki. ayah. terhijab oleh anak laki lakinya saudara laki laki kandung. kakek. saudara laki laki seayah. 5. terhijab oleh ayah. terhijab oleh anak laki lakinya saudara laki laki seayah. Saudara saudara seibu. Hijab menurut bahasa berarti tirai. 9.

terhijab oleh paman yang seayah dengan ayah. anak laki lakinya saudara laki laki seayah serta para ahli waris perempuan yang berkedudukan sebagai ahli waris ashabah ma’al ghair. 2. dan cucu laki laki. anak laki lakinya saudara laki laki seayah serta para ahli waris perempuan yang berkedudukan sebagai ahli waris ashabah ma’al ghair. saudara laki laki seayah. Suami = ½ . Dalam Hukum Kewarisan Islam. 12. saudara laki laki kandung. ‘AUL & RADD : ‘Aul menurut bahasa berarti meningkat atau bertambah. Dua orang saudara perempuan kandung. Anak laki lakinya paman kandung. ayah. 11. 14. anak laki laki. paman yang seayah dengan ayah. saudara laki laki kandung. terhijab oleh ibu. waris perempuan yang berkedudukan sebagai ahli waris ashabah ma’al ghair. anak laki lakinya saudara laki laki kandung. Suami. Harta peninggalan (tirkah ) senilai 420 juta rupiah Maka : 1. dan berkurangnya bagian yang diterima ahli waris karena adanya penyesuaian perhitungan. Nenek. paman kandung. ayah. cucu laki laki. Radd menurut bahasa berarti mengembalikan. anak laki laki. Anak laki lakinya paman yang seayah dengan ayah terhijab oleh anak laki lakinya paman kandung. yang dimaksud dengan ‘aul adalah peningkatan asal masalah. kakek. Dalam Hukum Kewarisan Islam yang dimaksud dengan radd adalah mengembalikan sisa harta warisan yang tidak habis dibagi kepada mereka yang berhak setelah dilakukan perhitungan. cucu laki laki. Cucu perempuan terhijab oleh anak laki laki serta dua orang anak perempuan kecuali ada cucu laki laki yang bersama sama menjadi ashabah. anak laki laki. anak laki lakinya saudara laki laki kandung. saudara laki laki seayah. kakek. 10. 13. Saudara kandung perempuan terhijab oleh ayah. CONTOH ‘AUL : AHLI WARIS TERDIRI DARI 1. paman kandung.

2.¾ x 420 juta = 315 juta .3/6 x 420 juta = 210 juta 2.1/6 x 420 juta = 70 juta 2. Seorang Anak Perempuan Harta warisan = 420 juta Maka : 1. Ibu = 1/6 2. Suami : 3/7 x 420 juta = 180 juta 2. Maka : 1. Seorang Anak Perempuan = ½ ---. Seorang Anak Perempuan = ½ ----. 2 Sdr Perempuan Kandung = 2/3 -----. 2 Sdr Perempuan Kandung : 4/7 x 420 juta = 240 juta Total = 210 juta + 240 juta = 420 juta CONTOH RADD : AHLI WARIS TERDIRI DARI : 1.¼ x 420 juta = 105 juta 2. Ibu = 1/6 ---. 2 Sdr Perempuan Kandung = 2/3 Ashal masalah = 6.4/6 x 420 juta = 280 juta Total = 210 juta + 280 juta = 490 juta Menurut perhitungan ‘aul : Ashal Masalah = 6 menjadi 7 (hasil penjumlahan 3 + 4 ) Maka : 1.3/6 x 420 juta = 210 juta Total = 70 juta + 210 juta = 280 juta Menurut perhitungan ‘aul = Ashal Masalah 6 menjadi 4 ( Hasil penjumlahan 1 + 3 ) Maka : 1. Suami = ½ ------. Seorang anak perempuan = ½ Asal masalah = 6 Maka : 1. Ibu = 1/6 ---. Ibu 2.