BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembelajaran micro merupakan suatu jenis pembelajaran kecil
yang dilakukan dikelas yang kemudian di aplikasikan saat mengajar. Agar
tujuan pengajaran mikro tercapai, seperti memahami dasar-dasar penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), meningkatkan kompetensi dasar
mengajar, membentuk kompetensi kepribadian sebagai seorang pengajar,
maka perlu adanya observasi langsung mahasiswa ke sekolah untuk melihat
proses kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah yang nyata dilaksanakan
dan membandingkan dengan teori yang telah didapatkan di bangku kuliah.
Sarana dan prasarana sekolah merupakan penunjang bagi
kompetensi yang akan diraih siswa. Ketersediaan sarana sekolah berupa
laboratorium, bengkel, kelas dll, akan sangat mempengarui proses
pemebelajaran dan output dari sekolah itu sendiri. Dengan meningkatnya
sarana prasarana sekolah, hal ini berimbas positif bagi kemajuan sekolah
begitupun sebaliknya jika sarana prasarana kurang memadahi maka akan
berakibat pada menrunnya kualitas sekolah.
Kompetensi guru sebagai seorang pendidik harus meiliki tiga
kriteria yaitu kopetensi pengetahuan keterampilan dan sikap, kompetensi ini
tidak hanya dimiliki namun harus dihayati dikuasai dan diaktualisasikan
dalam proses belajar mengajar, kompetensi guru sebagaimana dimaksud
meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial,
dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
Kompetensi Guru bersifat holistik

B. Tujuan Observasi
Berkaitan dengan tujuan pengajaran micro teaching, dengan adanya observasi
langsung ke sekolah mahasiswa dapat mengenal dan memperoleh gambaran
nyata tentang pelaksanaan pembelajaran dan kondisi sekolah/lembaga antara
lain:

1

1. Kurikulum yang berlaku di sekolah, dan apakah penerapannya sudah
sesuai dengan aturan kurikulum yang berlaku atau masih mengadopsi
perilaku kurikulum lama.
2. Melihat silabus yang dibuat oleh sekolah sesuai dengan kurikulum yang
berlaku atau tidak.
3. Mengetahui format RPP yang dibuat oleh guru yang mengajar di sekolah.
4. Mengetahui cara pengajaran di SMK secara langsung yang dilakukan oleh
guru.
5. Mengetahui cara pembelajaran di SMK secara langsung dalam proses
kegiatan belajar mengajar dalam kelas.
6. Mengetahui sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMK.
7. Mengetahui administrasi guru SMK yang berkaitan dengan pengajaran dan
pembelajaran.
8. Mengetahui sarana olahraga, lapangan olahraga, peraturan sekolah,
ekstrakurikuler di sekolah, dan lain-lain.

Hasil observasi pembelajaran didiskusikan bersama dosen
pembimbing pengajaran mikro, sedangkan hasil observasi kondisi sekolah
guna mempersiapkan penyusunan program PLT/Magang III, didiskusikan
bersama dosen pembimbing lapangan (DPL).

BAB II

KONDISI FISIK SMK

A. Profil Sekolah
Nama Sekolah : SMKN 2 Klaten
Alamat : Senden, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah

2

Misi Sekolah : 1. SMK Negeri 2 Klaten terdiri dari kelas X. Visi Sekolah : Menjadi SMK bertaraf internasional yang unggul. SMK N 2 Klaten yang beralamatkan di dusun Senden. kelas XII dan siswa kelas XIII. Jumlah kelas di SMK Negeri 2 Klaten yaitu 40 ruang kelas teori dan 15 ruang praktik. Jawa Tengah memiliki Luas tanah 26. dan pemasaran tamatan. tenaga kependidikan. 3. Bangunan SMK SMK N 2 Klaten merupakn salah satu sekolah menengah kejuruan teknologi yang masuk dalam SMK unggulan di kota Klaten. Melaksanakan diklat dengan pendekatan Competency Based Training dan Production Based Learning untuk memberi peluang tamatan berwirausaha atau bekerja di industri. B.220 m². 5. Menjalin kerjasama dengan DUDI. 6. bermartabat. Ngawen. berbudi pekerti luhur. dan memiliki kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya. ramah lingkungan. serta mengendalikan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. prakerin. dan cinta lingkungan. 4. SMK ini memiliki bangunan yang sudah memadai guna menunjang keberlangsungan pendidikan menengah kejuruan. cerdas. kelas XI. Bangunan SMK N 2 Klaten terdiri dari: Ruang Teori : 3 . cerdas.643 m². Mewujudkan tamatan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dengan luas bangunan 9. Mengembangkan kurikulum nasional bersama pengguna tamatan serta memvalidasi sesuai tuntutan pasar kerja dan perkembangan IPTEK. Instansi terkait untuk mewujudkan pengembangan pendidik. Mengembangkan sarana prasarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas. 2. dengan predikat yang tersandang tersebut. Klaten. kurikulum implementasi. Perguruan Tinggi. Mengembangkan institusi dengan menerapkan sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 dengan suplemen ISO 9004: 2000 ISO 14000 dan ISO 16000 secara konsisten.

Ruang teori di SMK N 2 Klaten berisi perlengkapan belajar mengajar yaitu: meja belajar siswa. kursi siswa. C. Masjid dan Ruang Komputer pada bagian depan kompleks bangunan SMK. Bagian belakang SMK terdiri dari bangunan kelas dan bangunan bengkel tiap jurusan. Kondisi ruang teori di SMK N 2 Klaten tergolong lumayan baik. ruang guru. bangunan depan SMK yang besar terdiri dari bangunan lobi utama. meja dan kursi guru dan papan tulis. Ruang teori di SMK N 2 Klaten 4 . Kondisi didalam ruang teori terasa sedikit pengap dikarenakan ruangan yang belum memiliki fasilitas kipas angin. Dengan gerbang utama SMK yang megah. Bahasa 8) Ruang Audio Video 9) Lapangan Olah raga 10) Ruang Rapat 11) Ruang Bimbingan Konseling 12) Ruang Bursa Kerja Khusus 13) Ruang Gambar 14) Ruang Gambar Autocad Kondisi bangunan di SMK N 2 Klaten sudah cukup memadai. Untuk kompleks Tengah berisi Bangunan perpustakaan taman yang asri kopsis dan ruang kelas. 1) Bengkel Bangunan kayu dan beton 2) Bengkel Elektronika 3) Bengkel Listrik 4) Bengkel Mesin 5) Bengkel Otomotif 6) Perpustakaan 7) Lab. Secara keseluruhan bangunan di SMK N 2 Klaten sudah memadai dan baik untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Ruang Teori SMK N 2 Klaten memiliki fasilitas penunjang berupa ruang teori berjumlah 40 ruang.

pihak SMK N 2 Klaten menyediakan Laboratorium yaitu: Laboratorium Bahasa. Namun kembali belum tersediannya kipas angin di dalam laboratorium membuat lab pengap dan membuat pembelajaran tidak nyaman. Kondisi bengkel di SMK N 2 Klaten sudah memadahi dan lengkap untuk kegiatan belajar mengajar siswa Contohnya pada bengkel Teknik Bangunan. Kondisi lain di ruang teori adalah beberapa lampu ruangan yang sudah tidak normal. untuk itu guru yang akan menggunakan metode presentasi harus membawa proyektor dari ruang sarana prasarana terlebih dahulu. Perpustakaan SMK N 2 Klaten memiliki bangunan penunjang berupa perpustakaan. Bengkel Bangunan terdapat 3 bengkel yaitu: bengkel batu . Ruang Lab SMK N 2 Klaten demi menunjang pembelajaran fisika kimia dan bahasa. bengkel kayu. dan bengkel survey. Bengkel Bengkel merupakan fasilitas primer pendukung pembelajaran guna mengaplikasikan teori yang didapat di ruang kelas. Namun terdapat pula beberapa kekurangan di bengkel yaitu kebersihan bengkel yang belum terlalu baik begitu juga penataan bengkel yang belum optimal. Letak perpustakan berada di tengah sekolah hal ini memudahkan semua siswa mudah untuk meng aksesnya. D. Laboratorium Fisika dan Laboratorium Kimia. Bengkel untuk SMK wajib ada hal ini juga sudah ditindak oleh pihak SMK N 2 Klaten dengan menyediakan bengkel untuk setiap jurusan. F. Semua Laboratorium sudah dilengkapi dengan perlengkapan belajar mengajar yang sudah memadai sehingga sangat mendukung keberlangsungan belajar mengajar. Kondisi bengkel sudah baik. Kelengkapan di perpustakaan SMK N 2 5 . E. Kondisi bengkel yang sudah lumayan jauh dari kelas sehingga kebisingan yang ditimbulkan dari bengkel tidak mengganggu saat pembelajaran teori dikelas. belum menggunakan proyektor. Letak perpustakaan di SMK N 2 Klaten berada di lantai 2 hal ini membuat suasana membaca di perpustakaan lebih nyaman dengan pemandangan yang asri.

Jarak antar kamar mandi dengan kelas ataupun bengkel memudahkan siswa. J. 6 . Klaten meliputi: buku buku. Masjid ini tergolong memiliki design yang unik. rak untuk tas dan beberapa fasilitas lainnya layaknya sebuah perpustakaan. Lapangan yang dimiliki cukup luas dan hijau. dll. Masjid yang dimiliki SMK N 2 Klaten memiliki kapasitas tampung jamaah yang banyak. beberapa fasilitas masjid yang disediakan adalah: Al-Quran. Tempat Ibadah Sesuai dengan misi SMK N 2 Klaten untuk mencetak insan yang beriman. hal ini diwujudkan dengan berdirinya masjid sekolah. Kamar Mandi SMK N 2 Klaten memiliki fasilitas berupa kamar mandi yang disediakan di berbagai tempat. ruangan yang bersih. guru dll saat ingin ke kamar mandi. mukena. Namun kondisi di beberapa kamar mandi di SMK N 2 Klaten yang tidak bersih. Unit Kesehatan Siswa Dalam suatu sekolah tentunya ada sebuah Unit Kesehatan Siswa yang berfungsi sebagai tempat perawatan siswa bilamana siswa sakit saat pembelajaran berlangsung. karena masjid di design 2 lantai. Letak UKS bersebelahan dengan masjid sekolah adapun fasilitas yang dimiliki UKS SMK adalah: Kasur peralatan P3K dll. pencahayaan di perpustakaan yang sangat memadai dan jauh dari bengkel yang berakibat pada kenyamanan saat membaca. G. Secara keseluruhan perpustakaan SMK N 2 Klaten memiliki fasilitas yang bagus. sarung. H. I. Lapangan SMK N 2 Klaten memiliki fasilitas berupa Lapangan bola yang berada di luar area sekolah tepatnya berada di utara bangunan SMK. meja dan kursi baca. Namun sayang lokasi UKS masih bersebelahan dengan kelas sehingga mengganggu kenyamanan pengguna UKS. lantai 1 untuk jamaah putra dan lantai 2 untuk jamaah putri. SMK N 2 Klaten memiliki 2 unit UKS yaitu UKS putra dan UKS putri. Letak masjid berada di dekat UKS dan ruang teori. Terdapat pula lapangan bola basket yang berada didekat gerbang utama masuk SMK.

Parkiran Parkiran di SMK N 2 Klaten dibagi menjadi 3 area yaitu parkiran guru yang berada di dekat lapangan basket. K. Guru juga dibentuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan ini guru tidak hanya mengajar di kelas namun guru turut berperan aktif dalam meneliti kelasnya. parkiran bagian timur SMK dan parkiran barat SMK. 2. Potensi Guru Guru di SMK N 2 Klaten harus minimal memiliki ijazah Strata 1. Observasi Potensi Warga Sekolah. Dengan memilih input siswa dengan potensi yang bagus. guru guru diikutkan dalam brbagai seminar guna menambah bobot dari guru. 3. Potensi Siswa Potensi siswa di SMK N 2 Klaten bertitik tumpu pada penyaringan siswa siswi melalui NEM (nilai ujian SD) dengan animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMK 2 Klaten yang terhitung tinggi membuat potensi siswa yang dimiliki oleh SMK N 2 Klaten sangat beragam dan bervariatif tentunya dengan penyaringan dari pihak sekolah. Beberapa guru di SMK N 2 Klaten mendapatkan pengharganaan yaitu: guru teladan se Jateng. Namun kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah adalah sifat karyawan di SMK N 2 Klaten yang masih bersifat menunggu instruksi dari atasan membuat kendala bagi 7 . 1. Potensi Karyawan Dengan luasan bangunan di SMK N 2 Klaten yang besar tentunya diperlukan karyawan yang berjumlah banyak pula. Sesuai denga misi sekolah. Motor tidak saling berdesak desakan namun masih belum sepenuhnya disediakan parkiran yang memiliki atap sehingga saat terjadi hujan motor siswa masih kehujanan. SMK N 2 Klaten berusaha mengeluarkan output lulusan yang berkarakter berketuhanan dan trampil. Terlihat di beberapa kamar mandi banyak sampah dan sering ditemukan kamar mandi belum sepenuhnya dibersihkan setelah dipakai. L. Kondisi parkiran sudah baik dan nyaman.

Pd. Sos. OSIS memiliki ruangan didekat UKS. 7. Layanan yang disediakan di unit BK SMK N 2 Klaten adalah layanan masalah sekolah. Bimbingan Belajar Bimbinhgan belajar dilakukan oleh guru baik didalam ataupun diluar kelas . Purwanto (WMM) 8 . Observasi Tata Kerja Sekolah 1. guru di SMK N 2 Klaten bersedia dihubungi tentang materi pembelajaran walaupun diluar jam pembelajaran. Dengan terciptanya lingkungan yang bersih dan rapi maka akan berdampak pada iklim sekolah yang kondusif dan kenyamanan untuk semua warga sekolah. Organisasi ini bertujuan untuk mendidik siswa siswi SMK untuk belajar berorganisasi. Organisasi dan Fasilitas OSIS Organisasi Siswa Intra Sekolah merupakan sebuah unit yang berada naungan waka kesiswaan di SMK N 2 Klaten. S. Bimbingan Konseling SMK N 2 Klaten memiliki unit bimbingan konseling yang bertugas untuk sarana konseling siswa baik siswayang mengalami masalah dikelas ataupun di luar kelas. M. kelancaran belajar mengajar dan kenyamanan di sekolah. SMK N 2 Klaten juga melakukan kegiatan jumat bersih setiap minggu hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekolah. 6. 5. konsultasi melalui handphne dll. Struktur Organisasi Tata Kerja Kepala Sekolah : Drs. Kesehatan Lingkungan SMK N 2 Klaten sangat menjaga kebersihan lingkungan hal ini dibuktikan dengan taman yang dimiliki sekolah yang bersih dan indah. 4. Wardani Sugiyanto. M. Unit ini bertujuan untuk menjadi wadah sharing tentang kendala yang dialami oleh siswa didalam ataupun diluar sekolah. (Kasubag TU) Tim ISO : Drs. Guru bersifat terbuka kepada siswa . Tata Usaha : Sadiya. Kepala sekolah sering mengingatkan beberapa karyawan dan sering berkeliling mengecek sudut sudut sekolah yang sering belum dibersihkan oleh karyawan. Letak ruang bimbingan konseling yang berada didekat UKS.

S. Evaluasi Program Kerja Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh pihak SMK N 2 Klaten akan dilakukan evaluasi program kerja yang dilaksanakan setiap tahun untuk memantau setiap program kerja yang telah dibuat terlaksana dengan baik atau tidak. Mengembangkan kurikulum yang relevan b. Melaksanakan pembelajaran dengan metode interaktif. S. Menyesuaikan silabus dengan standar yang relevan d. Hal ini sebagai kontrol terhadap kegiatan yang dilakukan. maupun karyawan dengan siswa. Program Kerja Lembaga Lembaga sekolah memiliki program kerja sebagai berikut: a. Tri Winarno. Menyediakan sumber belajar dengan mudah dan menggunakannya secara tepat f. Pelaksanaan kerja di SMK N 2 Klaten selalu diawasi dan kemudian dilakukannya evaluasi. Iklim Kerja antar Personalia Terjalinnya hubungan yang harmonis dan professional antar guru dengan karyawan. Guru sebagai transfer ilmu tidak hanya memberikan ilmunya tetapi juga mengganggap siswa sebagai anak disekolah sehingga iklim yang terbentuk berbasis kekeluargaan. Hasil yang Dicapai Dari program kerja yang terlaksana menghasilkan karakter prestasi siswa SMK Negeri 2 Klaten yaitu ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler minat bakat. menyenangkan.Pd. (Deputi WMM bagian data based) 2. Selain itu banyak program sekolah jangka menengah dan jangka panjang yang telah tertulis di dokumen pengembangan sekolah. kreatif. 3. 9 . 4. siswa.Pd. Pelaksanaan Kerja Pelaksanaan kerja yang diterapkan di SMK Negeri 2 Klaten sudah sesuai dengan program kerja yang telah direncanakan. Mengatur penyusunan RPP e. 6. 5. menantang. (Deputi WMM bagian audit) Y. Kardomo. dan memotivasi peserta didik. Mengembangkan kebutuhan pribadi peserta didik c. inspiratif.

membuat kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dimana kriteria menjadi sekolah rujukan salah satunya adalah menggunakan kurikulum 2013 dan banyak perusahaan yang menjadi channelnya. Silabus Silabus yang digunakan SMK N 2 Klaten sudah sesuai dengan apa yang di berikan oleh kementrian pendidikan namun untuk pengembangannya SMK N 2 Kllaten memiliki beberapa tambahan guna memenuhi kebutuhan dari industri yang semakin luas dengan melakukan beberapa tambahan namun tidak mengurangi satupun ketentuan silabus dasar dari kementrian. SMK N 2 Klaten juga merupakan sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah percontohan bagi sekolah sekolah kejuruan di kabupaten Klaten. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 10 . SMK yang berbasis mengikuti kebutuhan industri dan perkembangannya. dalam proses kegiatan belajar. C. B. Kurikulum Kurikulum yang digunakan di SMK N 2 Klaten adalah kurikulum 2013. Seperti sistem mengajar ceramah. BAB III PEMBELAJARAN DI SMK A. Hubungan antara kurikulum derngan indstri juga terlihat di jurusan otomotif yang mengadopsi klas khusus dari industri yang dikolaborsikan dengan kurikulum yang dimiliki sekolah. Selain itu. guru lebih aktif dari pada siswa sendiri. Namun ada beberapa aspek yang masih dilakukan dalam kegiatan pembelajaran nyata yang menerapkan kurikulum KTSP. Kurang adanya kegiatan diskusi kelompok dalam proses kegiatan pembelajaran. Dalam pelaksanaan masih diterapkan penilaian aspek sikap siswa pada setiap mata pelajaran.

Metode survey di lapangan. D. Metode ceramah juga tetap 11 . SMK N 2 Klaten mengharuskan setiap guru di SMK wajib membuat rencana pelaksanaan pembelajaran hal ini harus diketahui langsung oleh kepala sekolah hal ini bertujuan sebagai acuan guru untuk mengajar dan juga sebagai media penilaian guru terhadap pembelajaran. Metode selanjutnya adalah Demonstrasi guru sebagai contoh harus mampu memberikan gambaran tentang materi. Guru memberikan motivasi kepada siswa. c) Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat bervariatif guru mengunakan beberapa metode pembelajaran yaitu: student center yaitu dengan pembelajaran berpusat kepada siswa. Guru berkeliling terlebih dahulu di kelas setelah dikira sudah semua rapi dan siap memulai pelajaran guru melanjutkan dengan membuka pembelajaran dengan salam pembuka dan berdoa. Guru SMK N 2 Klaten hampir semuanya mampu membuat RPP dengan benar walaupun masih ada beberapa guru yang belum menggunakan RPP dikarenakan guru sudah lama sehingga sulit untuk merubah kebiasaan untuk membuat RPP. Guru melakukan absensi kepada siswa dan menghangat kan suasana kelas dengan cara bertanya tentang keadaan siswa dan sedikit bergurau. b) Penyajian Materi Materi yang diberikan merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Pembelajaran Guru 1) Di Kelas a) Membuka Pelajaran Guru membuka pelajaran dengan diawali dengan cek kerapian dan kondisi kelas. guru menyampaikan secara beruntun dan selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila materi yang disampaikan belum dikuasai. artinya siswa berperan aktif dalam mencari materi. metode ini adalah salah satu metode yang bertujuan untuk membandingkan hubungan materi yang disampaikan dikelas dengan melihat kondisi sesungguhnya dengan apa yang dipelajari dikelas.

d) Penggunaan Bahasa Penggunaan bahasa yang digunakan oleh guru adalah bahasa nasional dan bahasa daerah. Tahap 2 yaitu inti pembelajaran guru memaksimalkan penggunaan waktu pada proses ini. g) Cara Memotivasi Siswa Dalam memotivasi siswanya guru sering kali memberikan nasehat – nasehat yang bisa mendorong siswanya aktif. digunakan oleh guru sebagai penguatan materi dan penegasan materi pelajaran. Dan guru menggunakan 15 menit terakhir untuk melakukan review ulang mengenai materi yang guru sampaikan dan melakukan evaluasi pembelajaran dan untuk 5 menit terakhir guru menutup pembelajaran. Kesimoulannya guru dalam menggunakan waktu sudah baik guru mampu mengefisiensikan waktu dengan baik. Guru juga memberi motivasi tehadap siswa dengan memberi gambaran alumni SMK yang sudah berkarir dibidangnya dan sukses. Guru langsung memberikan penilaian terhadap hasil kerja siswa. Dengan menyampaikan kepada siswa 12 . Apabila guru menemukan siswa yang kurang memperhatikan guru mendatangi dan memberikan pertanyaan mengenai apa yang telah guru sampaikan sebelumnya. Bahasa jawa juga digunakan oleh guru untuk menarik perhatian siswa agar siswa tetap fokus pada guru e) Penggunaan Waktu Penggunaa waktu yang guru lakukan dibagi menjadi 3 tahap yaitu pembukaan berisi membuka pelajaran absensi motivasi dan penyampaian materi awal sekitar 10 menit. guru lebih sering berdiri melakukan demonstrasi dan saat menyampaikan materi guru berkeliling dikelas hal ini bertujuan untuk mengecek semua bagian kelas untuktetap fokus pada pembelajaran. f) Gerak Gerak tubuh yang ditunjukkan oleh guru adalah. Guru sering menyanjung siswanya yang aktif di kelas. Untuk penyampaian materi pelajaran guru menggunakan bahasa indonesia dan menggunakan bahasa jawa untuk membuat gurauan yang berkaitan dengan materi.

sesekali ada siswa yang ramai guru memperingatkan dengan memberikan pertanyaan atau mendekati sambil menjelaskan sehingga keadaan kelas dapat terkendaliakan kembali. Guru juga memotivasi siswa dengan pemutaran video pembelajaran h) Teknik Bertanya Guru mempersilakan siswa untuk langsung bertanya kepada guru apabila terdapat materi yang kurang jelas namun apabila tidak ada yang bertanya guru akan berbalik bertanya kepada siswa sebagai salah satu bentuk pengecekan tentang ketersampaian materi. melainkan portabel. Dalam penguasaan kelas guru sudah baik hal ini terbukti selama pembelajaran siswa tidak terjadi kegaduhan dan siswa fokus mengikuti pembeljaran. ulangan ataupun pemberian pertanyaan lisan pada pertengahan waktu pemberian materi 13 . Terkadang juga menggunakan media LCD. pekerjaan rumah. k) Bentuk dan Cara Evaluasi Cara guru mengevaluasi adalah dengan mengajukan pertanyaan. Evaluasi yang diberikan guru juga bisa berbentuk penugasan dikelas. Guru juga memberikan layanan untuk bertanya diluar kelas. Guru juga menggunakan media 3d dengan cara guru membawa contoh benda atau objek kedalam kelas untuk kemudian sebagai sumber rujukan untuk siswa. Guru mengajukan pertanyaan kepada seluruh siswa dan kadang guru menunjuk beberapa siswa untuk menjawab pertanyaan guru dan disimpulkan oleh guru.kepada siswa baik saat ditengah tengah pembelajaran ataupun di akhir pembelajran sebaagai penguatan. j) Penggunaan Media Media pembelajaran yang digunakan di dalam kelas adalah papan tulis dan whiteboard. i) Teknik Penguasaan Kelas Dalam penguasaan di kelas maka guru menitik beratkan kepada interaksi antara guru dan siswa. tentang kesuksesan alumni sebelumna diharapkan siswa termotivasi untuk lebih giat dalam menerima pelajaran. namun perangkat tersebut tidak terpasang permanen (standby) di kelas.

keterampilan dan sikap penilaian yang dilakukan guru tidak semata mata hasil ulangan namun guru juga menghargai proses dalam pembelajaran. E. guru Mapel PKn dan Agama. Ketika ditinggal sebentar oleh guru. Hal ini dikarenakan peraturan sekolah yang menuntut ssiswa untuk berperilaku disiplin. Bentuk evaluasi yang dilakukan adalah dengan mengajukan pertanyaan dengan metode sampel mengacak pemberian pertanyaan dan ditarik kesimpulan tentang jawaban pertanyaan. Terkadang masih ada beberapa siswa yang masih bermain HP saat pelajran. kemudian berdoa dan salam penutup. Untuk penilaian yang berkaitan dengan sikap siswa. m) Perilaku Siswa dalam Kelas Perilaku siswa sudah baik dan bahkan sangat antusias juga tidak melanggar norma. Guru juga memberikan evaluasi dengan pemberian tugas baik bersifat individi ataupun kelompok sebagai saran penguatan materi. kelas menjadi gaduh dan beberapa siswa terkadang masih asik dengan tugas dari mata pelajaran lainnya n) Perilaku Siswa diluar Kelas Perilaku siswa diluar kelas juga sudah baik dan disiplin. Namun dalam pelaksanaannya masih ada campur tangan dari setiap guru yang mengajar. namun hanya sebatas masukan secara lisan saja. Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran dan Hasil Belajar Penilaian yang dilakukan oleh guru terdiri dari tiga aspek pokok yaitu aspek pengetahuan. l) Menutup Pelajaran Guru mengakhiri pelajaran dengan memberikan evaluasi dan menarik kesimpulan dari apa yang telah guru sampaikan. Dalam mengisi waktu istirahat siswa menggunakan waktu senggang mereka untuk istirahat atau membaca buku diperpustakaan serta mengerjakan tugas yang belum selesai. Apabila siswa belum mencapai kompetensi yang 14 . hanya saja masih ada beberapa anak yang ramai/bergurau saat KBM sedang berlangsung. ada juga yang duduk-duduk ngobrol dengan temannya. semua tanggung jawab sudah diserahkan kepada Wali Kelas. dan penugasan sebagai sarana perbaikan dan pengayakan. Guru menyamoaikan apa materi yang akan disampaikan pada pertemuan selanjutnya.

Mengingatkan siswa agar tidak terlambat dan apabila masih tetap saja terlambat gru boleh memberikan sanksi kepada siswa. 15 . BAB IV PENUTUP A. F. Guru dituntut lebih aktif dalam mengecek siswa saat pembelajaran. 3. bermain handphone dan mengerjakan tugas dari mata pelajaran lain saat pembelajaran berlangsung. Beberapa siswa datang terlambat. Motivasi dari siswa yang masih rendah sehinga minat untuk menerima pelajaran juga menurun. Guru memberi teguran dengan cara memberikan soal atau siswa disuruh untuk menyampaikan ulang apa yang telah guru sampaikan. guru inginkan maka akan dilakukan remidial dan untuk siswa yang sudah mampu memenuhi target akan diberikan pengayaan oleh guru. Menumbuhkan motivasi dengan membuat metode belajar yang menyenangkan dan mengairahkan (quantum learning) menyampaikan hubungan antara keterkaitan mata pelajaran dengan dunia industri. Permasalahan Pembelajaran di SMK Beserta Solusinya Permasalahan yang terjadi: 1. 2. 2. Sikap siswa didalam kelas yang sering membuat gaduh. Jika masih berbuat gaduh guru perlu bertindak tegas. Kesimpulan Terciptanya suatu sekolah yang nyaman aman dan beriklim edukatif harus didukung oleh berbagai aspek yang saling bekerjasama. 3. Solusi dari permasalahan yang terjadi: 1.

Pedoman Penyusunan Tugas Akhir Skripsi. Tim Tugas Akhir Skripsi FT UNY. sekolah terus membenahi management sekolah diharapkan mampu menjadi salah satu sekolah yang mencetak lulusan yang memiliki karakter pengetahuan serta keterampilan. Saran Pembenahan sekolah terutama pada kelas teori dan bengkel yang sudah mulai terlihat usang. DAFTAR PUSTAKA Buku Pembekalan Pengajaran Mikro-PPL I 2014. Dalam aspek ini SMK N 2 Klaten sudah bagus dalam management sekolah dan proses pembelajaran di dalam sekolah. (2013). baik pendidik ataupun tenaga kependidikan harus saling bahu membahu dalam memajukan/ membuat iklim sekolah yang positif. 16 . Guru sebagai pendidik berperan aktif baik dalam mengajar siswa ataupun membuat inovasi dalam pengembangan metode pembelajaran. SMK N 2 Klaten merupakan contoh sekolah menengah kejuruan yang melakukan usaha tersebut. Dengan membangun sarana dan prasarana berupa kelas. B. laboratorium. perlu dilakukan pemasangan proyektor dan kipas angin didalam kelas untuk kenyamanan proses pembelajaran. Menjaga kebersihan sekolah dengan menjaga kamar mandi tetap bersih setelah digunakan. Guru sebagai pendidik harus mampu menumbuhkan motivasi siswwa untuk menimba pelajaran. bengkel dll.

LAMPIRAN Gambar 1. Penyerahan mahasiswa PLT 17 .

Jalan Utama Masuk Sekolah Gambar 3.Gambar 2. Kondisi Perpustakaan 18 .

Kondisi Lab Gambar Manual Gambar 5. Kondisi Perpustakaan Gambar 5. Kondisi Lab Gambar Manual 19 .Gambar 4.

20 .

21 .