You are on page 1of 20

TUGAS BESAR PSDA

LAPORAN PENELITIAN
SUMBER DAYA AIR DESA BAUMATA

OLEH :
1) NIMROD EDISON BIAF (211 14 008)
2) ASTRI ROYNITA DONUISANG (211 14 012)
3) JOHANES JEDARUS (211 14 030)
4) ANASTASYA NINGRUM (211 14 043)
5) MELGUSTON LORENZO ISU (211 14 065)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDIRA KUPANG
2016

Januari 2017 Penulis . terutama bagi kepala desa Baumata dan semua warga desa Baumata yang melancarkan jalannya penyelesaian tugas kami ini. Kami berterimakasih kepada dosen mata kuliah Pengelolaan Sumber Daya Air yang telah memberikan tugas ini sebagai sarana untuk menambah ilmu pengetahuan dan untuk lebih dekat dengan ilmu yang kami pelajari. Kami menyadari bahwa laporan penelitian ini masih sangat jauh dari kesempurnaan untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan untuk dapat menyempurnakanny. Kupang. dan juga masalah serta upaya penanggulanagan dan pemeliharaan berkaitan dengan sumber daya air desa Baumata. serta mencari tahu potensi-potensi apa saja yang terdapat di sana. Tak lupa juga kami berterimakasih semua pihak yang telah membantu kami. KATA PENGATAR Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. atas Rahmat-Nya kmai dapat menyelesaikan Tugas Pengelolaan Sumber Daya Air dengan judul “Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Air Desa Baumata” Laporan penelitian ini membahas tentang bagaimana pengeloaan sumber air di desa Baumata.

9 BAB IV PENGELOLAAN..............................................1..........................4................................................................................................3...............................................................................................7 3......12 5........................1 Kesimpulan ......................................................1 Latar Belakang ......................................................................................................................................................................2 1................................ii BAB I PENDAHULUAN .....................................................1 1.................................................4 2............3 Maksud dan Tujuan Penilitian.......... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................4 2...1 Setting Penelitian ...........................................................................................................................2 Rumusan Masalah................................i DAFTAR ISI .....11 BAB V PENUTUP.........................2 Saran..12 5..............................................................................................................................1 Pengelolaan Sumber Air Baumata ....... Deskripsi Lokasi penelitian .......................3 2...................................................................................7 3................................................................2 Subyek Penelitian .................... Sejarah Air................................................1 1..............................................................4 Diagram Alir Proses Penelitian ...................................................................................................2 BAB II METODOLOGI ..................8 3.....10 4........................................3 Sumber Data ............ Potensi ....................................................................................................................6 BAB III PEMBAHASAN ...........................14 LAMPIRAN .....................4 Teknik Dan Alat Pengumpulan Data ................................................................................................................. Konsevasi.............................7 3...........3 2.......................................................................................................................13 DAFTAR PUSTAKA .......................2.........................

karena seiring dengan pertambahan penduduk maka kebutuhan air tidak dapat dipungkiri akan semakin meningkat. bahwa saat ini 25% populasi dunia mengalami masalah kekurangan air minum dan satu dari tiga orang di dunia tidak mendapatkan pelayanan sanitasi yang baik. mengungkapkan bahwa pengunaan air bersih akan memberi pengaruh terhadap kesehatan. yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Meskipun begitu. Fungsi sosial maupun ekonomi yang dimiliki air dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari – hari merupakan hal yang penting untuk diprhatikan. PDAM yang merupakan perusahaan daerah dibawah pemrintah .500 / tahun. BAB I PENDAHULUAN 1. Fungsi sosial ini erat berkaitan dengan kondisi air yang sehat. Padahal standar kecukupan minimal adalah 2. jernih dan bersih sehinga sangat penting dipahami oleh semua pihak dalam rangka menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. yang mengacu pada data yang disampaikan oleh World Water Forum (2005). Menjelang tahun 2020 sekitar 2. Rohani Budi Prihatin dalam artikel problem air bersih di perkotaan 2013.750 / tahun pada tahun 2000 dipastikan akan terus menurun hingah 1. menurut laporan Kelompok Kerja Air minum dan penyehatan lingkungan Indonesia.200 / tahun pada tahun 2020. menyebutkan bahwa ketersediaan air di Indonesia mencapai 15.7 miliar jiwa atau 30.1.000 / tahun. World Bank (2005). masak. ketersediaan air di pulau Jawa hanya 1. Air menjadi kebutuhan primer yang diperlukan untuk kebutuhan sehari – hari seperti minum. namun juga sebagai fungsi sosial. mandi sampai kebutuhan pengolahan industri.33% populasi dunia akan menghadapi kekurangan air. Dalm menyikapi hal tersebut pemerintah mengelolah sebuah perusahaan milik Negara sesuai dengan Undang – undang nomor 22 tahu 1999 tantang pemerinta di daerah yaitu Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ). produktifitas ekonomi dan perkembangan suatu negara. terutama di kota – kota besar. sehinga fungsi air tidak hanya terbatas untuk menjalankan fungsi ekonomi saja. Latar Belakang Air sebagai sumber kehidupan untuk mahluk hidup terutama manusia yang berkembang dengan berbagai macam kehidupan dasar manusia ( basic human need ). Kondisi ini juga semakin diper[parah dengan rusaknya daerah aliran sungai ( DAS ). PDAM tersebut diseluh daerh dan kota di Indonesia termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengembangkan tugas sebagai pengelolah air bersih dan mendistribusikan air bagi masyarakat. Indonesia masih mengalami kelangkaan air bersih. Selain itu. Oleh karena itu ketersediaan air dalam kuantitas dan kualitas yang memadai tidak dapat ditawar lagi karena dapat berdampak menjadi konflik perebutan dan penguasaan sumber daya air. Menurut data yang di keluarkan oleh Ditjen Sunber Daya Air (2006).

2. Kebiasaan masyarakat desa Baumata menebang pohon dapat berakibat fatal bagi kelestarian alam sekitar terutama terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekitar maupun PDAM selaku pemasok air bersih Kota Kupang. desa Baumata. Bagaimana cara pengelolaan air yang dilakukan di desa Baumata ? 3.2. desa Baumata Timur dan Yohanes Nefu. salah satu daerah yang memasok air bersih ke PDAM adalah mata air Baumata. termasuk Prvinsi Nusa Tengara Timur (NTT).3. Maksud dan Tujuan Penilitian Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Menurut Yunus Bahas.000 per batang. warga desa tetangga Oeletsala. Untuk mengetahui bagaimanan cara pengelolahan air di desa Baumata.Kabupaten atau Kota telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang memadai bagi kebutuhan air bersih penduduk diseluruh tanah Air Indonesia. 1. Bagaimana upaya konservasi air di desa Baumata ? 1. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang diambil sebagai pertanyaan riset adalah : 1. 3. Kayu – kayu tersebut dijual disekitar kampung mereka seharga Rp. Untuk mengetahui apa upaya konsevasi air di desa Baumata. 3. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat di kawasan hulu Baumata dalam penebangan pohaon untuk dijual. Lamtoro. Kota Kupang sebagai ibukota dari Provinsi NTT juga sebagian besar mengunakan fasilitas air bersih dari PDAM. Untuk mengetahui sejarah pengunaan air di desa Baumata. 500 perbatang. Melihat dari masalah – masalah yang di paparkan diatas maka perlu dilakukan penelitian tentang upaya konservasi air bersih demi menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat desa Baumata maupun masyarakat kota Kupang. Apasaja sejarah pengunaan air di desa Baumata yang digunakan sejak pengunaan air pertama ? 2. warga kampung neonfini. mengatakan bahwa ongokan batang kayu muda dari jenis Jati. dam Lainya ditebang dari sekitar kampung mereka. Harganya bertambah Rp. Air besih yang diperoleh oleh PDAM beasal dari Kabupaten Kupang. Kabesak. . Namun seringkali air yang disediakan oleh PDAM tidak mencukupi kebutuhan air bersih warga Kota Kuoang.

valid dan selanjutnya digunakan untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan. Untuk itu dalam penelitian ini penulis menetapkan langkah – langkah sebagai berikut : 2. prosedur. Yaitu : “Baik buruknya suatu research sebagian tergantung dari pengumpulan data research ilmiah bermaksud memperoleh bahan – bahan yang relevan. Jadi pengertian metode adalah salah satu cara yang digunakan ketika mencapai suatu tujuan dengan menggunkan tehnik tertentu untuk memperoleh suatu keberhasilan dalam penelitian maka harus dilaksanakan dengan menggunkan metodologi yang tepat. istimewa dan tujuan mengadakan penelitian berdasarkan fakta – fakta yang ada untuk menguji kebenaran sesuatu secara ilmiah.J.S Poerwodarminto 1987 :649). Maka dengan demikian memecahkan metodologi sangat diperlukan dalam rangka mengumpulkan data untuk memecahkan suatu masalah sehingga dapat menyusun laporan ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan. Dalam metodelogi telah dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan penelitian mempunyai kebebasan untuk memiliki metode guna memperoleh suatu data. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh sutrisno Hadi.1 Setting Penelitian  Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester 5 tahun 2017 yang dimulai tanggal 8 Januari sampai dengan 22 Januari 2017. maka untuk memperoleh data seperti itu pekerjaan research menggunakan tehnik – tehnik. . Pengertian Metode adalah cara yang telah teratur dan telah berfikir secara baik-baik yang digunakan untuk mencapai tujuan (W. aktual dan variabel. BAB II METODOLOGI Dalam penelitian ilmiah faktor metodologi memegang peranan penting guna mendapatkan data yang obyektif. alat – alat serta kegiatan yang diandilkan.

Teknik Pengumpulan Data  Observasi Observasi dalam penelitian ini dilakukan oleh peneliti dan pengamat. 2. Sebaiknya observasi mempunyai keterbatasan dalam menggali informasi yang berupa pendapat atau persepsi dari subyek yang diteliti. Observasi dalam penelitian ini adalah observasi langsung yaitu penelitian dan pengamat melihat dan mengamati secara langsung.3 Sumber Data Berkaitan dengan subyek penelitian ini adalah sumber mata air di Baumata yang digunakan hampir seluruh warga di Kupang. tingkah laku dan hasil kerja responden dalam situasi alami.4 Teknik Dan Alat Pengumpulan Data 1. maka sumber datanya adalah berasal dari warga desa setempat yang mengetahui tentang bagaimana pengelolaan sumber air tersebut . 2.1 Wawancara Wawancara pada penelitian ini menggunakan interview tidak berstruktur karena peneliti memandang model ini adalah yang paling luwes.  Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di desa Baumata. Observasi akan lebih efektif jika informasi yang hendak diambil berupa kondisi atau fakta alami. kemudian mencatat perilaku dan kejadian yang terjadi pada keadaan sebenarnya. Interview ini digunakan untuk mendapatkan data tentang . kabupaten Kupang. 2. profinsi Nusa Tenggara Timur.2 Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah sumber mata air di Baumata yang digunakan hampir seluruh warga di Kupang. dimana subyek diberi kebebasan untuk menguraikan jawabannya dan ungkapan – ungkapan pandangannya secara bebas dan sesuai harinya. 3.

bagaimana kita mengetahui pemerintah setempat mengelolah sumber air Baumata dan mengatasi segala permasalahan yang terjadi di daerah kerja mereka. Validasi Data Data yang telah berhasil digali. sehingga dapat menggali data sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. maka analisis datanya merupakan analisis deskriptif berdasarkan hasil observasi dan refleksi. dengan ini diharapkan dapat menangkap informasi secara utuh oleh karena itu. harus di usahakan kemantapan kebenarannya. . Analisis Data Setelah data mengenai tentang pengelolaan sumber air Baumata terkumpul. teknik wawancara itu sering disebut wawancara mendalam. maka alat pengumpulan datanya adalah : 3.2 Lembar observasi Lembar observasi atau kuesioner yang sifatnya open euded (terbuka) dan lentur. Oleh karena teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan wawancara. 4. 3. Alat Pengumpulan Data Oleh karena itu teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. 2. maka dianalisis. Pedoman wawancara Teknik wawancara dilakukan dengan akrab dan terbuka serta mendalam. dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan penelitian. Observasi berarti mengamati secara langsung dimana sumber air Baumata berasal dan mewawancarai pemerintah desa setempat. 1.

Diagram Alir Proses Penelitian MULAI PENENTUAN LOKASI PENGUMPULAN DATA OBSERVASI WAWANCARA ANALISIS DATA HASIL (Berupa Pohon Masalah) SELESAI .

Baumata Barat. kabupaten Kupang. Desa Baumata terdiri dari enam rukun warga (RW) dan 13 rukun tetangga (RT). Desa Baumata diapit oleh lima desa tetangga yakni desa Baumata Timur. 3. BAB III PEMBAHASAN 3. Desa Baumata memiliki luas daerah 12 kilometer persegi. tepatnya di Kecamatan Kupang Tengah yang merupakan salah satu tempat rekreasi / objek wisata berupa Kolam Renang yang cukup dikenal dan ramai dikunjungi orang. . Desa ini dipimpin oleh seorang kepala desa bernama Yesaya Atollo sejak tanggal satu oktober 2012 hingga sekarang dan dibantu oleh seorang sekretaris desa bernama Johan Dibuli serta aparat desa lainnya. provinsi Nusa Tenggara Timur. dari total luas daerah tersebut sebagian besar digunakan sebagai lahan pertanian dan sisanya sebagai pemukiman warga dan tempat usaha kecil lainnya serta tempat rekreasi.1 Deskripsi Lokasi penelitian Desa Baumata merupakan sebuah desa yang berada didalam cakupan wilayah kecamatan Taebenu.2 Sejarah Air Baumata adalah sebuah Desa yang terletak 16 Km dari kota kupang atau 6 Km arah Timur dari Bandara El Tari Kupang. Desa Baumata adalah satu diantara lima desa yang berada pada kecamatan Taebenu dan merupakan desa tertua yang ada di kecamatan tersebut. Kelonase dan Oeltua.21 Ha dan masih mendapat perhatian dari Dinas Kehutanan Kota Kupang dan diurus dengan sangat baik oleh pemerintah serta warga setempat. Hutan lindung memiliki luas 36. Baumata Utara. Desa Baumata memiliki air yang melimpah karena pancaran sumber air yang berada dikawasan hutan lindung Baumata.

Lalu kakek nenek tersebut pergi mencari gua yang berada dalam mimpi.gua mata air dipakai umat Hindu untuk Berdoa. Dan menaruh sesajian untuk saat melaksanakan upacara keagaamaan. Kakek dan Nenek mendapat mimpi diberitahu burung bahwa ada mata air disebuah gua. Gua baumata menurut masyarakat panjang sampai 2 Km dan bisa sampai belakang bukit. Manfaat sumber air Baumata tidak hanya dirasakan oleh warganya tapi juga hampir seluruh warga kota Kupang. Mata air dari gua tersebut diperggunakan untuk kebutuhan masyarakat sekitar. 3.5 Jam.3 Potensi Desa Baumata memiliki banyak potensi alam yang dapat dioptimalkan dan diolah guna meningkatkan perekonomian warganya. Menurut cerita dari orangtua di baumata. Dikisahkan bahwa dahulu kalah ba’i yang berarti Kakek bernama Bau dan Nenek yang bernama Mata. Potensi alam yang terdapat di Desa Baumata ini tak lepas dari sumber air yang melimpah yang mengairi desa ini. Potensi tersebut dapat ditemukan dari berbagai segi yaitu pertanian. Tidak hanya itu dari pancaran sumber air ini juga dibangun bak-bak penampung untuk wrga . Pemasok air kota Kupang biasanya mengambil air dari sumber air di Baumata untuk dimanfaatkan oleh penduduk kota kupang. Selain itu. udang dan tokek. Tetapi pada saat ini belum ada warga yang berani masuk untuk memeriksa kebenaran cerita tersebut. ikan. Kolam Renang Baumata dengan air yang jernih dan sangat menyegarkan bagi tiap insan yang menyentunya. pendidikan serta pariwisata. Gua mata air ini terletak 20 Km dari Kupang dan bisa ditempu dalam waktu 0. dalam gua tersebut memiliki banyak ruangan dan taman yang sangat indah dan digua tersut terdapat hewan dengan ukuran yang sangat besar seperti . ternyata memiliki latar belakang sejarah sumber air yang sangat menarik. ternyata mereka dapat menemukan mata air tersebut dan mereka menetap disana sampai akhir haya.

walau jenjang pendidikan yang tersedia di Desa Baumata hanya sampai Sekolah Dasar dan banyak warga desa yang hanya dapat menyelesaikan pendidikannya hanya sampai tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan tetapi Desa ini dapat melahirkan bibit- bibit unggul dalam Bidang Pendidikan karena strata tertinggi yang ada di Desa ini yaitu dengan pendidikan terakhir S2. serta masyarakat Kota Kupang yang menggunakan Sumber Mata Air Desa Baumata sebagai kebutuhan sehari-hari. Menurut kepala desa Baumata .4 Konsevasi Oleh karena itu. 3. sekitar dan juga untuk pariwisata bagi para warga pendantang/ pengunjung dari kota Kupang dan sekitarnya. kacang serta sayuran yang menjadikan Desa Baumata sebagai salah satu pemasok komoditi pasar terbanyak di kota Kupang. Hasil pertaniannya berupa padi. Dengan berbagai Potensi yang ada di Desa Baumata yang dimanfaatkan oleh seluruh warga dan masyarakat kota Kupang agar tetap terjaga kelestarian Sumber Daya Air yang ada. Selama ini upaya Konservasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Desa dan warga yaitu dengan tetap menjaga. Dari berbagai potensi yang ada warga desa Baumata pun tak luput dari perselisihan dan masalah. merawat dan menata Sumber Mata Air Desa Baumata secara berkala dan terus dipantau oleh Pemerintah Desa agar tidak dirusak atau tercemar karena Mata Air ini tidak hanya digunakan sebagai tempat Pariwisata atau tempat Rekreasi melainkan digunakan oleh semua warga Desa Baumata sebagai mata pencaharian mereka terutama pada bidang Pertanian. jagung. Dari segi pendidikan Desa Baumata memiliki jenjang pendidikan dari Taman kanak-kanak sampai jenjang Sekolah Dasar (SD). Dari segi pertanian dapat dilihat dari sebagian besar lahan yang digunakan untuk bertani dan bercocok tanam dan juga hampir semua penduduk Desa Baumata berprofesi sebagai petani seperti yang dikatakan kepala Desa Baumata yakni sebanyak 90% warganya adalah petani. perlu dilakukan Konservasi.

.Yesaya Atollo masalah yang paling sering terjadi adalah perselisihan mengenai batas tanah yang berada di dekat area gereja Desa Baumata.

. Hal ini terjadi berulangkali hingga membuat warga desa Baumata gerah dan mengambil tindakan untuk memberhentikan aliran air PDAM dari sumber air Baumata. Dalam pengelolaan sumber air baumata pemerintah desa setempat dan warga desanya serta dengan bantuan dari pemerintah membangun kolam dan bak-bak penampungan air untuk mempermudah warganya mengambil air. Nikmat besar yang dianugerahkan sang mahakuasa ini membuat warga desa Baumata sangat mensyukurinya dan memanfaatkan sumber air ini sebaik mungkin. Selain untuk membantu warga setempat sumber air ini juga biasanya digunakan oleh masyarakat pendatang untuk menikmati kenikmatan airnya sebagai sarana rekreasi. Pada saat ini warga desa Baumata secara konvensional mengolah sumber air yang ada di desanya dan merasa puas dengan sistem yang mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari termasuk untuk pertanian yang merupakan sumber mata pencaharian utama warga baumata.1 PENGELOLAAN SUMBER AIR BAUMATA Sumber air baumata merupakan sumber air yang berasal dari hutan baumata tepatnya pada sebuah gua yang terpancar dari batuan. BAB IV PENGELOLAAN 4. karena pengairan air kerumah-rumah warga baumata tidak efektif dan tak jarang pula tidak dialirkan padahal sebenarnya rumah-rumah warga baumata yang harus terus menerima aliran air karena sumber air yang dialirkan ke seluruh warga Kota Kupang. bahkan masyarakat kota kupang pada umumnya tanpa pernah sekalipun kering. Sumber air ini selalu memproduksi air dengan volume yang besar sehinggah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat baumata khususnya. Namun seiring berjalannya waktu warga merasakan bahwa penggunaan PDAM ini merugikan mereka. Dari pengelolaan sumber air baumata di desa Baumata ini pernah sekali dialirkan melalui pipa-pipa PDAM untuk membantu mencukupi kebutuhan air di Kupang dan juga untuk mengairi air ke rumah-rumah warga desa Baumata. Mulai saat itu tidak pernah ada lagi PDAM yang mengambil air melalui pengairan pipa dari sumber air Baumata untuk dialirkan pada warga Kupang hingga saat ini.

Tetapi pada saat ini belum ada warga yang berani masuk untuk memeriksa kebenaran cerita tersebut. Gua baumata menurut masyarakat memiliki panjang sampai 2 Km dan bisa sampai belakang bukit. Selain untuk membantu warga setempat sumber air ini juga biasanya digunakan oleh masyarakat pendatang untuk menikmati kenikmatan airnya sebagai sarana rekreasi. Kesimpulan Dari laporan penelitian ini ada beberapa point yang dapat diambil sebagi kesimpulan. yaitu :  Kolam Renang Baumata dengan air yang jernih dan sangat menyegarkan bagi tiap insan yang menyentunya. Manfaat sumber air Baumata tidak hanya dirasakan oleh warganya sendiri tapi juga hampir seluruh warga kota Kupang.Potensi tersebut dapat ditemukan dari berbagai segi yaitu pertanian. pendidikan serta pariwisata. ternyata memiliki latar belakang sejarah sumber air yang sangat menarik.1. merawat dan menata Sumber Mata Air Desa Baumata secara berkala dan terus dipantau oleh Pemerintah Desa agar tidak dirusak atau tercemar karena Mata Air ini tidak hanya digunakan sebagai tempat Pariwisata atau tempat Rekreasi melainkan digunakan oleh semua warga Desa Baumata sebagai mata pencaharian mereka terutama pada bidang Pertanian. Potensi alam yang terdapat di Desa Baumata ini tak lepas dari sumber air yang melimpah. serta .  Desa Baumata memiliki banyak potensi alam yang dapat dioptimalkan dan diolah guna meningkatkan perekonomian warganya. BAB V PENUTUP 5.  Dalam pengelolaan sumber air baumata pemerintah desa setempat dan warga desanya serta dengan bantuan dari pemerintah membangun kolam dan bak-bak penampungan air untuk mempermudah warganya mengambil air. dalam gua tersebut memiliki banyak ruangan dan taman yang sangat indah dan digua tersebut terdapat hewan dengan ukuran yang sangat besar. Menurut cerita dari orangtua di Baumata.  Selama ini upaya Konservasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Desa dan warga yaitu dengan tetap menjaga.

baik berupa mediasi dari pemerintah setempat ataupun dari tua-tua di desa Baumata.2. Masalah ini menyangkut permasalahan batas tanah dan juga pipa air dari PDAM. masyarakat Kota Kupang yang menggunakan Sumber Mata Air Desa Baumata sebagai kebutuhan sehari-hari. . Saran Dari penelitian saran yang dapat diberikan bagi objek yang diteliti yakni desa Baumata ialah :  Bagi warga desa Baumata mengatasi masalah secara damai merupakan pilihan terbaik.  Bagi pemerintah desa setempat untuk dapat bisa memediasi warganya yang tersangkut masalah agar nantinya tercipta kerukunan antar warga di desa Baumata. 5.

org/wiki/Konservasi https://www.com/search?q=bagaimana+mengelolah+sumber+air +secara+baik&ie=utf-8&oe=utf-8&client=firefox-b .google. Daftar Pustaka Sumber informasih dari kepala desa Baumata https://id.wikipedia.

Team Wawancara dengan Kepal Desa . Peta Kecamatan Taebenu Gambar 1.3. Depan Kantor Kecamatan Taebenu Gambar 1.1. LAMPIRAN Gambar 1.2.

5.4. Daerah Konflik Perebutan Lahan Gambar 1. Kelompok 8 Bersama Kepala Desa Taebenu .6.Gambar 1. Tim Phose Bersama Kepala Desa Taebenu Gambar 1.