Massa sebuah atom bergantung pada jumlah elektron, proton, dan neutron yang

dimilikinya. Atom adalah partikel yang sangat kecil, sehingga kita tidak dapat
menimbang massa sebuah atom tunggal. Akan tetapi, kita dapat menentukan massa
suatu atom dengan membandingkannya terhadap atom lain. Dengan demikian,
dibutuhkan suatu unsur yang dapat dijadikan sebagai standar pembanding.
Massa atom relatif dengan lambang Ar adalah istilah modern sebagai pengganti
istilah berat atom. Pada permulaan abad ke-19 hidrogen digunakan sebagai unsur
standard. Dalton menekankan bahwa massa atom adalah sifat yang paling utama suatu
unsur. Hydrogen adalah unsur yang mempunyai nomor atom yang paling ringan dan
massanya ditentukan sebagai suatu satuan. Demikian pula valensi adalah kemampuan
bersenyawa suatu unsur dan hydrogen digunakan sebagai jumlah dasar skala.( Syukri.
1999.kimia dasar 1. Bandung: ITB)
Massa atom relatif sangat penting dan menjadi prinsip yang paling mendasar
dalam perhitungan kimia. Pengertian massa atom relative (Ar) didalam ilmu kimia
tidak dimaksudkan sebagai berat sesungguhnya dari sebuah atom, sebab atom dan
molekul mempunyai massa yang sangat kecil. Dengan mengetahui massa atom relatif
(Ar) unsur-unsur penyusun senyawa, kita dapat menentukan massa molekul relatif
(Mr) senyawa tersebut. Massa molar senyawa (dalam satuan gram) sama dengan
massa molekul relatifnya (dalam satuan amu). Sebagai contoh, massa molekul relatif
air sebesar 18,016 sma. Dengan demikian, massa molar air adalah 18,016 gram. Hal
ini berarti, massa satu mol molekul air adalah sebesar 18,016 gram dan terdapat 6,022
x 1023 molekul air. Bila kita memiliki 54,048 gram air, maka akan setara dengan
54,048 gram / 18,016 (gram/mol) atau 3 mol molekul air. Jumlah molekul yang
dimiliki oleh 3 mol molekul air adalah 3 x 6,022 x 10 23 molekul air.(H. Sugiarto,
kristian. 2004. Kimia anorganik. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta)