You are on page 1of 5

1.

Uji benedict
Pada percobaan ini dilakukan uji benedict dengan beberapa sampel
diantaranya yaitu ubi, pir, dan jagung. Uji benedict atau tes benedict
digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dan gula pereduksi. Tembaga
sulfat dalam reagen benedict akan bereaksi dengan monosakarida dan gula
pereduksi membentuk endapan berwarna merah bata. Monosakarida dan gula
pereduksi dapat bereaksi dengan reagen benedict karena keduanya mengandung
aldehida ataupun keton bebas.
Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu ubi
setelah ditambahkan reagen benedict menjadi hijau, kemudian
dipanaskan menjadi kuning orange (+). Pir ditambahkan reagen benedict
menjadi biru dan dipanaskan menjadi orange. Dan jagung ditambahkan
reagen benedict menjadi biru setalahdipanaskan menjadi hijau(+). Hal ini
menunjukkan bahwa sampel yang digunakan mengandung karbohidrat.
Reaksi yang terjadi yaitu :

Atau

Mekanisme pada uji benedict ini dalam suasana basa gula pereduksi baik
dari golongan monosakarida dan disakarida akan mereduksi Cu 2+ yang
terkandung dalam reagen benedict, menjadi Cu + yang ditandai
terbentukkan endapan merah bata yaitu Cu2O. Fungsi dari komposisi
reagen benedict yaitu Na2CO3 berfungsi untuk memebuat suasana larutan
menjadi basa lemah. Na-sitrat berfungsi untuk mencegah pengendapan
Cu2+ menjadi CuCO3.CuSO4 berfungsi sebagai oksidator yang akan
direduksi oleh gula pereduksi sebagai endapan CU 2O.

2. Uji barfoed
Pada percobaan ini pratikan tidak melakukannya dikarenakan
keterbatasan alat dan bahan dilaboratorium, maka pratikan hanya
mencari literatur untuk membahasnya. Menurut sudarmadji(2007:78)
Larutan barfoed (campuran kupri asetat dan asam asetat) akan bereaksi dengan gula reduksi
(monosakarida) sehingga dihasilkan endapan merah bata kuprooksida. Dalam suasana asam
ini gula reduksi yang termasuk dalam golongan disakarida memberikan reaksi yang sangat

Reagen tauber terdiri dari larutan 4% benzidin dalam asam asetat glacial. Arabinosa termasuk pentosa (aldopentosa) sehingga memberi reaksi positif terhadap reagen Tauber. 5. Keduanya berfungsi untuk menghidrolisis polisakarida menjadi monosakarida penyusunnya. 4. Reaksi pentosa dihidrolisis oleh asam asetat glacial menjadi furfural. Reaksi yang terjadi : Uji barfoed ini hampir sama dengan uji benedict yang berdasarkan reaksi Cu 2+ menajdi Cu+. Namun pervedaanny uji berfoed digunakan untuk mengetahui adanya gula monosakarida pereduksi saja. maka pratikan hanya mencari literatur untuk membahasnya. fungsi Penambahan HCl memiliki fungsi yang sama dengan pereaksi lainnya seperti. 3. . HSO 4. Furfural yang terbentuk akan bereaksi dengan 4% benzidin membentuk kompleks senyawa berwarna merah anggur. Hal yang seharusnya yaitu setalah panaskan tetap larutan hitam setelah itu di tambah air dan di tambah dengan benedict warnanya biru muda yang mana menandakan bahwa terdapatnya kandungan karbohidrat (selulosa) pada kertas tersebut. Kesalahan yang dilakukan pratikan yaitu tidak menambahkan air terlebih dahulu pada larutan yang telah dipanaskan sehingga saat penambahan larutan benedict tidak terjadi reaksi. hal ini menunjukkan bahwa larutan mengandung amilum. Hidrolisis selulosa Pada percobaan ini dilakukan hidrolisis selulosa dengan potongan kertas saring yang di tambah H2SO4 berwarna hitam dan dipanaskan warna tetap menjadi hitam dan ditambahkan larutan bendict larutan tetap hitam. Setalah ditambahkan larutan benedict larutan menjadi biru. sedang glukosa dan fruktosa termasuk heksosa sehingga reaksinya negatif. Percobaan tauber Pada percobaan ini pratikan tidak melakukannya dikarenakan keterbatasan alat dan bahan dilaboratorium. Menurut winarno (2008) Uji tauber adalah reaksi positif terhadap pentosa dan negatif terhadap heksosa. lambat dengan larutan barfoed sehingga tidak memberikan endapan merah kecuali pada waktu percobaan yang diperlama. Saat penambahan HCL warna larutan bening. setelah ditambahakn iodium larutan berubah menjadi kuning. sedangkan uji benedict untuk mengetahui seluruh gula pereduksi dalam sampel. Hidrolisis amilum Pada percobaan ini dilakukan hidrolisis amilum dengan suspensi amilum ditambahkan dengan HCL.

dengan pembanding air gula dan kertas saring. Uji fearon Pada percobaan ini pratikan tidak melakukannya dikarenakan keterbatasan alat dan bahan dilaboratorium. Uji antron Pada percobaan ini digunakn sampel ubi. Prinsip uji Antron sama dengan uji Seliwanof dan Molisch yaitu menggunakan senyawa H2SO4p untuk membentuk senyawa furfural lalu membentuk kompleks dengan pereaksi Antron sehingga terbentuk warna biru kehijauan dengan kata lain oleh asam sulfat akan dihidrolisa menjadi monosakarida dan selanjutnya akan mengalami dehidrasi dan menjadi furufural membentuk senyawa kompleks berwarna biru kehijauan(adanya karbohidrat). Uji ini dapat digunakan untuk gula yang memberikan hasil positif pada reagen benedict. reaksinya 6. dan jagung. pir larutan tidak mengalami perubahan warna atau tetap bening. pir.hal ini dikarenakan kesalahan pratikan yang menggunakan tabung reaksi yang sudah terkena zat lain sehingga hasil yang didapt negatif. 7. Saat sampel ditambahkan dengan reagen antron untuk ubi warna larutan awal yaitu kuning menjadi hijau (+). dan jagung mengalami perubahan warna awalnya kuning menjadi putih susu dan ditambahkan H2SO4 mengahsilkan warna hijau kebiruan (+). Uji ini berhasil positif dengan menunjukkan hasil positif. maka pratikan hanya mencari literatur untuk membahasnya. seperti pada ketosa dengan reaksi : .

aldehid akan merudksi Ag + menjadi . Reduksi garam perak digunakan untuk memebedakan senyawa aldehid dan senyawa keton. Menurut literatur semua karbohidrat yang mempunyai gugus aldehida atau keton bebas membentuk hidrazon atau osazon bila dipanaskan bersama fenilhidrazin berlebih. maka pratikan hanya mencari literatur untuk membahasnya. Hasil tidak positof pada glukosa dapat dilihat dari reaksi : 9.. Uji foulger Pada percobaan ini pratikan tidak melakukannya dikarenakan keterbatasan alat dan bahan dilaboratorium.Percobaan reduksi dengan garam perak Pada percobaan ini dilakukan untuk mendapatkan garam perak dengan mereaksikan perak nitrat dengan NH4OH setelah itu ditambahkan gula dan dipanaskan. Osazon yang terjadi mempunyai bentuk kristal dan titik lebur yang spesifik. Uji fenilhidrazil Pada percobaan ini pratikan tidak melakukannya dikarenakan keterbatasan alat dan bahan dilaboratorium. Reaksiny : 10. maka pratikan hanya mencari literatur untuk membahasnya. Pada uji ini prinsipnya sama dengan uji seliwanoff namun hasil uji berbeda.8. Osazon dari disakarida larut dalam air mendidih dan terbentuk kembali bila didihkan. Pada uji seliwanoff hasilnya yaitu merah dan uji foulger positif menghasilkan warna biru.

Reaksi dengan peraksi ini mampu mengubah ikatan C-H pada aldehid menjadi ikatan C-O.Ag yang ditandai dengan terbentuknya cermin perak. Reaksi yang terjadi : . Sedangakan keton tidak menghasilkan endapan cermin perak. Hal ini dikarenakan keton tidak memiliki atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonnya.