2.

1 Parasetamol
Parasetamol mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,0%
C8H9NO2, dihitung terhadap zat anhidrat. Parasetamol merupakan serbuk hablur berwarna
putih, tidak berbau, dan berasa sedikit pahit (Anonim, 1995). Parasetamol mempunyai titik
lebur antara 169°C dan 172°C. Satu bagian parasetamol larut dalam 70 bagian air, 20 bagian
air panas, 7 bagian etanol, dan 50 bagian kloroform. Parasetamol tidak larut dalam eter
(Clarke, 1969).

2.2 Kafein

Kafein mengandung tidak kurang dari 98,5% dan tidak lebih dari 101,0% C8H10N4O2,
dihitung terhadap zat anhidrat. Kafein merupakan serbuk putih atau bentuk jarum mengkilat
putih yang biasanya menggumpal, tidak berbau, dan berasa pahit (Anonim, 1995). Kafein
memiliki titik lebur antara 235°C dan 237°C. Satu bagian kafein larut dalam 60 bagian air, 2
bagian air panas, 130 bagian etanol, dan 7 bagian kloroform. Kafein larut dalam eter dan lebih
larut dalam larutan asam (Clarke, 1969).

2.4 Prinsip kerja HPLC Prinsip dasar HPLC adalah pemisahan komponen-komponen karena perbedaan kekuatan interaksi antara solut-solut terhadap fasa diam. 2006) 2. Jumlah peak menyatakan jumlah komponen sedangkan luas peak menyatakan konsentrasi komponen dalam campuran. Setiap komponen campuran yang keluar kolom dideteksi dengan oleh detektor kemudian direkam dalam bentuk kromatogram. S.3 Definisi HPLC 2. Solut-solut yang kurang kuat interaksinya dengan fasa diam akan keluar dari kolom lebih dulu. dan solut-solut yang kuat berinteraksi dengan fasa diam maka solut tersebut akan keluar dari kolom lebih lama. (Hendayana.5 Kelebihan dan kekurangan .

kecuali jika KCKT dihubungkan dengan spektrometer massa (MS). maka resolusi yang baik sulit diperoleh.Keterbatasan metode KCKT adalah untuk identifikasi senyawa. Keterbatasan lainnya adalah jika sampelnya sangat kompleks.6 Variabel . Berikut skema kerja alat yang digunakan dalam HPLC (Supardani 2011) 2.

.

.

Daryono H. Kurnia Firman. S. 2002. Bandung(ID):Universitas Padjajaran Damayanti S. Semarang(ID): IKIP Semarang Press. . Penetapan secara Simultan Campuran Parasetamol dan Ibuprofen dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Jakarta(ID):Gaya Baru Hendayana. 2006. Kimia Analitik Instrumen. 2001. Tjahjono.3 (1): 9-13 Farmakologi UI. Farmakologi dan Terapi Edisi 4. Teknik Pemisahan Kimia dan Fisika.Daftar Pustaka Bahti.2003. Indonesian Journal of Chemistry. Slamet Ibrahim.

Stoa. G. K.. 4(6):353–358 Wiji. (1): 73-77. M.2013. Caffeine. Jurnal Ilmiah Farmasi. 2011.2(4):122-128 Ree. Penuntun Praktikum Kimia Analitik Instrumen. Gitu L. ANALISIS KAFEIN DALAM KOPI BUBUK DI KOTA MANADO MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS.2010.. E. PENGOPTIMALAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI DALAM ANALISIS SENYAWA DELTAMETHRIN SEBAGAI RESIDU DALAM PRODUK ASAL HEWAN. M. E. African Journal of Food Science Vol. Andi Trisyono. Ngumba. Benzoic Acid. Gayatri Citraningtyas.Simultaneous Determination of Aspartame. C.. N.Agustina Dwi Wijayanti. Malang(ID) : Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional .Maramis RK. Bambang Sumiarto. and Saccharine in Sugar-Free Beverages using HPLC. H. 2010. dan Maritim. Kimia Analitik. Satria G. E.Determination of Caffeine Content of Tea and Instant Coffee Brands Found in the Kenyan Market.Concordia College Journal of Analytical Chemistry. Jurnal Kedokteran Hewan 8(1):68-71 Wanyika.2014. Gatebe.2008. Frenly Wehantouw. Bandung(ID): Universitas Pendidikan Indonesia Wiryawan A. W..