See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/304423255

PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI
TERHADAP KINERJA PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH PADA PEMERINTAH
DAERAH...

Article · March 2014

CITATIONS READS

0 1,581

3 authors, including:

Nadirsyah Nadir Syukriy Abdullah
Syiah Kuala University, Indonesia, Banda Aceh Syiah Kuala University
4 PUBLICATIONS 0 CITATIONS 19 PUBLICATIONS 16 CITATIONS

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Dana Aspirasi Anggota Dewan: Peluang dan Tantangan ke Depan. View project

All content following this page was uploaded by Syukriy Abdullah on 25 June 2016.

The user has requested enhancement of the downloaded file. All in-text references underlined in blue are added to the original document
and are linked to publications on ResearchGate, letting you access and read them immediately.

133. tertuang dalam perencanaan strategis suatu Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa organisasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan motivasibaik secara bersama-sama maupun secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pengelolaan keuangan daerah pada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Keywords: Competence. Untuk menjawab hipotesis penelitian menggunakan analisis regresi linier. dan Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah. No. PPTK. PENDAHULUAN Kriteria keberhasilan ini berupa tujuan-tujuan Kinerja (performance) adalah gambaran atau target-target tertentu yang hendak dicapai. Jurnal Akuntansi ISSN 2302-0164 Pascasarjana Universitas Syiah Kuala 7 Pages pp. Syukriy Abdullah2 1) Magister Akuntansi Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh 2) Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Abstract: This study is aimed to look at factors thatinfluence the regional financial performance. Pada umumnya permasalahan keberhasilan yang telah ditetapkan sebelumnya. 133 . misi dan visi organisasi yang karena tidak ada tolak ukurnya. The factors that influence are competence and motivation in the Government of Pidie Jaya. mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu Tanpa ada tujuan atau target. Pemerintah Daerah Tahun 2011 masih Kinerja bisa diketahui hanya jika individu atau menemukan permasalahan yang sama pada kelompok tersebut mempunyai kriteria setiap tahun. Kata Kunci: Kompetensi dan Motivasi. Data di peroleh dari 104 responden diPemerintahan Daerah Kabupaten Pidie Jaya. and data processed using multiple linear regression analysis. tujuan. Motivation and Regional Financial Performance. Populasi dalam penelitian ini adalah aparatur satuan kerja pemerintah daerah kabupaten Pidie Jaya yang terdiri dari Kepala Dinas. Volume 3. motivasi sebagai variabel bebas dan kinerja pengelolaan keuangan daerah sebagai variabel terikat. Istilah kinerja sering digunakan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) untuk menyebut prestasi atau tingkat Perwakilan Aceh atas Laporan Keuangan keberhasilan individu maupun kelompok. 1. Februari 2014 . Nadirsyah2. PPK dan Bendahara Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sensus dalam pengambilan data.139 PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PIDIE JAYA Safwan1 . The results showed that application of competence and motivation either simultaneous or partially had effect on the regional financial performance of the Government of Pidie Jaya region.The study was conducted using census techniques in data collecting. kinerja seseorang kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan atau organisasi tidak mungkin dapat diketahui sasaran. The data was obtained from 104 respondents in the Government of Pidie Jaya. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja pengelolaan keuangan pemerintah daerah kabupaten Pidie Jaya. Variabel yang dianalisis kompetensi.

untuk mendorong pegawai bekerja lebih baik. memiliki kompetensi yang tinggi seperti Enceng. pengelolaan keuangan daerah. Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala pemerintah daerah adalah lemahnya baik. 1.134 . 2005 : 113). dan psikomotorik melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan dengan sebaik-baiknya.Beberapa daerah membuat kebijakan seseorang melakukan pekerjaan yang sama. kemampuan. 2004). dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang Dalam rangka meningkatkan kinerja telah ditetapkan (Abriyani. diembannya selalu terdorong untuk bekerja keterampilan. Volume 3.Dorongan tersebut mempunyai kekuatan memberikan peluang yang besar bagi seseorang yang besar dalam penentuan sikap pegawai untuk melakukan pekerjaan yang lebih dalam bekerja. Liestyodono dan Purwaningdyah pengetahuan. individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan Kompetensi seseorang menunjukkan jenis-jenis tertentu guna mencapai suatu tujuan (Handoko. Februari 2014 . Dengan adanya motivasi. pengetahuan. dan memungkinkan peningkatan pribadi seseorang yang mendorong keinginan kinerjanya (Simanjuntak. pengelolaan keuangan daerah terutama pada semakin trampil melakukan pekerjaan dan sistem pengendalian intern dan ketidakpatuhan semakin sempurna pola berpikir dan sikap terhadap ketentuan perundang-undangan. ketrampilan. efesien dan produktif. di antaranya kinerja pegawai. dan memperoleh opini BPK yang terbaik yaitu sikap. No. Diharapkan pegawai berkompetensi Liestyodono dan Purwaningdyah (2008) akan meningkatkan kinerja pengelolaan menyatakan bahwa kompetensi tidak hanya keuangan daerah termasuk dalam hal mengandung keterampilan. pegawai bersangkutan semakin mampu untuk perilaku kognitif. namun yang penting adalah penerapan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian dari keterampilan. afektif. dan sikap Selain kompetensi motivasi juga mereka sesuai standar kinerja yang ditetapkan. seseorang. pekerjaan yang pernah dilakukan seseorang dan 2005). sehingga ia dapat melakukan perilaku. dan kemampuan yang dikuasai secara efektif. Semakin tunjangan prestasi kerja (TPK) dan uang banyak macam pekerjaan yang dilakukan lembur.Semakin luas pengalaman kerja seseorang. Semakin sering daerah. kepadanya. pengalaman kerjanya semakin kaya Motivasi merupakan keadaan dalam dan luas. maka banyak Kompetensi berpengaruh terhadap faktor yang perlu dipertimbangkan. Soto dalam Enceng. Seorang pegawai yang adalah kompetensi dan motivasi pegawai. semakin terampil dan semakin cepat pula dia misalnya dengan memberikan insentif berupa menyelesaikan pekerjaan tersebut. dan (2008) menyatakan bahwa sikap yang sesuai dengan jabatan yang kompetensi merupakan pengetahuan. pengetahuan. merupakan faktor yang berpengaruh terhadap Kompetensi dapat memperdalam dan kinerja pengelolaan pengelolaan keuangan memperluas kemampuan kerja. Hal ini oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari terjadi karena dengan kompetensi yang dimiliki dirinya.

2010 pengelolaan keuangan daerah. Kantor dan Badan dibandingkan dengan Aceh Utara ada Pemerintahan daerah ini memegang peranan peningkatan perubahan opini BPK dari TMP ke yang sangat penting dalam aktivitas WDP yaitu 2009 mendapat TMP. berjumlah 15 kasus. Untuk mencapai kondisi tersebut mendapatkan bukti empiris mengenai tentu sangat diperlukan motivasi yang besar kompetensi dan motivasi berpengaruh secara dari aparatur pemerintah dan kompetensi yang bersama-sama terhadap kinerja pengelolaan tinggi dari aparatur pemerintah. Hal yang menarik dilakukan penelitian pada selama ini meskipun motivasi kerap kali Kabupaten Pidie Jaya adalah sejak tahun 2009. Semakin besar keuangan pemerintah daerah kabupaten pidie motivasi dan tingginya kompetensi maka akan jaya. Dalam rangka memaksimalkan kinerja Pidie Jaya merupakan kabupaten kedua paling pegawai.. keuangan daerah. Februari 2014 . salah satu hal yang harus diperhatikan untuk Berdasarkan uraian di atas. Melihat pada fenomena-fenomena Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah lainnya yang juga masih terjadi pada satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang ikut pemerintahan daerah Kabupaten Pidie Jaya. Aceh Utara 11 Kasus. di mana para pengelolaan keuangan daerah juga menjadi staf bekerja selalu bergantung pimpinan. organisasi. 1. Seorang pegawai memiliki motivasi Jumlah temuan kasus pada. agar bekerja lebih baik. 135 . No. peneliti tertarik mencapai kinerja yang optimal. Dengan untuk memilih judul penelitian: ”Pengaruh tingginya kinerja aparatur pemerintahan di Kompetensi dan Motivasi Terhadap Kinerja Kabupaten Pidie Jaya dalam pengelolaan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada keuangan daerah maka akan memberikan Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie Jaya”. maka pimpinan memotivasi pegawai sedikit temuan kasus BPK setelah Aceh Utara. Fenomena yang ada. Volume 3. ternyata belum cukup efektif untuk 2010 dan 2011 ( 3 tahun berturut-turut) tidak memotivasi pegawai dalam meningkatkan pernah mendapat opini terbaik BPK yaitu WTP kinerjanya. dampak terhadap bagusnya tata pengelolaan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pemerintah. diberikan. Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala seorang pegawai akan merasa mempunyai berpengaruh terhadap kinerja aparat pemerintah dorongan khusus untuk menyelesaikan suatu dalam pengelolaan keuangan di Kabupaten pekerjaan menuju tercapainya efektivitas Pidie jaya. oleh karena itu masalah kita yang sangat partnernalistik. Dinas. Sistem yang tinggi akan mampu melaksanakan tugas Pengendalian Intern dan Ketidakpatuhan secara efektif dan efisien dan memiliki kinerja terhadap Undang-Undang Kabupaten Pidie Jaya yang baik. semua intansi ini mendapat TMP dan terakhir 2011 mendapat bertanggungjawab penuh dalam pengelolaan predikat WDP. menyelenggarakan pemerintahan sebagaimana antara lain dalam konteks birokrasi masyarakat Kabupaten lainnya.

maka umumnya Motivasi para ahli manajemen memberikan pengertian Motivasi merupakan hasil sejumlah yang sama antara kinerja dengan prestasi kerja. Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Pembahasan hasil penelitian ini akan Kompetensi dibagi menjadi beberapa sub bab. mengetahui apa yang diharapkan oleh penyesuaian diri dikatakan untuk memuaskan perusahaan motif (Mangkunegara. dimulai dari dorongan dalam diri adanya sistem penilaian yang baik. sistem nilai. untuk melakukan keinginan tertentu guna Untuk mendapatkan tenaga kerja yang mencapai tujuan (Handoko. Faktor yang dapat memengaruhi bab keempat membahas mengenai hasil analisis kecakapan kompetensi seseorang yaitu (1) dan pembahasan dan sub bab terakhir mengenai Keyakinan dan nilai-nilai. sikap. seorang individu yang menyebabkan timbulnya Kinerja merupakan prestasi yang sikap antusias dalam melaksanakan suatu diperoleh suatu perusahaan atau individu pada kegiatan. keterbatasan dan saran. motif-motif. 2005:93). karakteristik kepribadian. 2002). pendapat tentang pengertian kinerja sebagai prestasi dan kemampuan kerja. No. karena dengan beraktivitas. (5) isu emosional. Sub bab Kompetensi merupakan landasan dasar berikut akan membahas mengenai kajian karakteristik orang dan mengindikasikan cara pustaka. (3) kesimpulan.136 . Aspek-aspek pribadi ini mencakup diperlihatkan dan kemauan kerja. mempunyai kinerja yang baik maka penilaian Motivasi adalah suatu kecenderungan untuk kinerja sangat diperlukan. pegawai (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri. Volume 3. pengertian kinerja diartikan sebagai memungkinkan untuk mencapai kinerja sesuatu yang harus dicapai. (6) kemampuan intelektual dan (7) KAJIAN PUSTAKA. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS budaya organisasi (Spancer. prestasi yang superior. kinerja (performance) pengetahuan dan keterampilan dimana selalu digunakan dengan kata-kata seperti job kompetensi akan mengarahkan tingkah laku. Sub lama. kerangka pemikiran dan hipotesis. Motivasi adalah suatu keadaan dalam suatu tingkatan dimana pegawai memenuhi/ pribadi yang mendorong keinginan individu mencapai persyaratan kerja yang ditentukan. proses yang bersifat internal atau eksternal bagi atau juga dengan produktivitas kerja. 2001:225). 2003:9) Kinerja Kompetensi didefinisikan sebagai aspek-aspek Dalam kamus Bahasa Indonesia pribadi dari seorang pekerja yang (2005:503). 1. sub berperilaku atau berpikir. performance atau work performance yang sedangkan tingkah laku akan menghasilkan berarti hasil kerja atau prestasi. Dalam sifat. (4) motivasi. (2) Keterampilan. Dari beberapa kinerja (Lasmahadi. menyamakan situasi bab ketiga mengenai metodologi penelitian dan mendukung untuk periode waktu cukup yang digunakan untuk menguji hipotesis. pengertian lebih luas. Februari 2014 .

137 . dan penelitian ini. 3. dengan model penelitian sebagai teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Kompetensi berpengaruh terhadap X1 = Variabel kompetensi kinerja pengelolaan keuangan daerah X2 = Variabel motivasi ɛ = error terms kabupaten pidie jaya. penatausahaan. Motivasi berpengaruhterhadap kinerja HASIL PENELITIAN DAN pengelolaan keuangan daerah PEMBAHASAN kabupaten pidie jaya Pengujian Hipotesis METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai/aparatur Satuan Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie Jaya. yang dimaksud Pengelolaan Keuangan Daerah Penelitian ini dilakukan dengan adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi menggunakan metode sensus dimana seluruh perencanaan. pelaksanaan. Februari 2014 . Pada dalam penelitian ini terdiri dari: Kepala Dinas (Pengguna Anggaran). 58 Tahun 2005 Tentang pengelolaan keuangan daerahsejumlah 104 Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 1 ayat 6. Kompetensi dan motivasi berpengaruh dimana: secara bersama-sama terhadap kinerja Y = Kinerja pengelolaan keuangan daerah α = Konstanta kabupaten pidie jaya. Kepala Bagian/Kepala Bidang (PPTK). Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah Bagi SKPD yang memiliki beberapa PPTK Menurut Permendagri Nomor 13 Tahun tetap diambil 1 (satu) PPTK yang ikut serta 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan atau lebih berperan dalam penyusunan Daerah dan PP No. berikut maka hipotesis dalam penelitian ini dapat Y = α + β1X1 + β2X2 + ɛ disimpulkan sebagai berikut: 1. Volume 3. sehingga diperoleh populasi pengawasan keuangan daerah. β1 = Koefisien kompetensi β2 = Koefisien motivasi 2. Kepala Sub Bagian (PPK) dan Bendahara Pengeluaran/Bendahara Penerimaan. anggota populasi dijadikan responden dalam pelaporan. No. sebanyak 104 responden Analisis yang digunakan menggunakan Hipotesis analisis regresi berganda (multiple regression Berdasarkan fenomena dari landasan analysis). orang. pertanggungjawaban. 1.

Berdasarkan hasil pengujian bahwa motivasi sangat mempengaruhi akan menunjukkan βi (1. Februari 2014 . maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 2. kinerja pengelolaan keuangan daerah yang berarti signifikan karena berada di bawah kabupaten Pidie Jaya. Kompetensi dan motivasi secara Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Pidie Jaya bersama-sama berpengaruh terhadap Hasil pengujian hipotesis menunjukkan kinerja pengelolaan keuangan daerah bahwa pengaruh kompetensi terhadap kinerja kabupaten Pidie Jaya. data dalam penelitian ini. Kompetensi dan Motivasi Keuangan Daerah di Kabupaten Pidie berpengaruh secara bersama-sama Jaya terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Pidie Berdasarkan hasil analisis untuk melihat Jaya pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah menunjukkan Dari hasil pengolahan data dan analisis pengaruh dan signifikan terhadap kinerja data. Kesimpulan sama oleh variabel penerapan kompetensi dan Setelah dilakukan pengujian dan analisis motivasi.2. Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Keterkaitan Kompetensi dan Motivasi nilai signifikasi yang disyaratkan yaitu 5%. pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya. Hipotesis yang hipotesis 1yang menyatakan terdapat pengaruh ketiga diajukan dinyatakan diterima.196 pada tingkat signifikansi 0. Kompetensi berpengaruh terhadap sebesar 0. 1.950 nilai dijalankan oleh para aparatur di jajaran signifikansi 0.138 . No. Hipotesis ini dapat disimpulkan bahwa sebagai fungsi dari Kinerja Pengelolaan kompetensi berpengaruh terhadap kinerja Keuangan dapat dituliskan dalam persamaan pengelolaan keuangan daerah. di mana kompetensi dan motivasi secara bersama-sama terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja terhadap kinerja pengelolaan keuangandaerah pengelolaan keuangan daerah. Volume 3.992+ 0. dapat diambil keputusan bahwa untuk pengelolaan keuangandaerah.016.) ≠ 0dengan nilai kinerja pengelolaan keuangandaerah yang koefisien determinasi (R2) sebesar 0.803X2 + ɛ terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Kota Banda Pembahasan Hasil Penelitian AcehPengaruhMotivasi berpengaruh terhadap Kinerja Pengelolaan 1. pengelolaan keuangan daerah berpengaruh 2.145. Pengaruh Peran Internal Audit Y = -0.000adanF-valuesebesar968.0% pengaruh perubahan variabel kinerja pengelolaan KESIMPULAN DAN SARAN keuangandaerah dipengaruhi secara bersama. Pengaruh Kompetensi terhadap 1. Hal ini berarti diterima. dibawah ini: 3. 196X1+ 0. dapat diartikan bahwa 95.

No. 1. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.Meningkatkan Kompetensi Aparatur Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Good Governance. Competence at Work Models For Superior Performance.com Mangkunegara. Sesuai dengan hasil penelitian ini. Hani. kualitas sumber daya manusia. www. 2. Pidie Jaya. 2001. Puspaningsih. Juni:65:80. Lasmahadi. Spencer. dan faktor eksternal lainnya sehingga hasil yang dicapai dapat lebih baik. DAFTAR PUSTAKA Enceng.Anwar Prabu. Vol 2 Juni 2008: 12-15. Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kupuasan Kerja dan Kinerja Perusahaan Manufaktur. 2005. Handoko. Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala 3. Liestyodono dan Purwaningdyah. 139 . Manajemen & Evaluasi Kinerja.A. T.Edisi 2. Republik Indonesia.Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS. Bandung: PT Refika Aditama. Motivasi berpengaruh terhadap kinerja Simanjutak. Evaluasi Kinerja Sumber Daya. disarankan untuk penelitian yang akan dilakukan berikutnya perlu menambah variabel lain untuk menilai kinerja pengelolaan keuangan daerah seperti variabel informasi keuangan.Vol. Canada: John Wiley & Son. 1.Peraturan Pemerintah No. Februari 2014 View publication stats .e-psikologi. 2002. Republik Indonesia. 2005. pengelolaan keuangan daerah kabupaten Spencer. Yogyakarta: Balai Penerbit Fakultas Ekonomi. Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi. A. 2004.8 No. Saran Adapun saran yang diberikan penulis bagi penelitian selanjutnya adalah: 1. Payama J. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya. A. JAAI. Lyle dan Singe M. 2008. Abriyani. 1993. Volume 3. Jakarta: FE UII. 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.