You are on page 1of 19

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jalan Terusan Arjuna Utara 6, Jakarta Barat

Stephania Sofia Inguliman

NIM : 102011402/C2

stephaniainguliman@yahoo.co.id

Perut Kembung Karena Konsumsi Lemak
Latar Belakang

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah makan. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi
agar seseorang dapat memperoleh energi yang berasal dari makanan tersebut. Zat-zat yang
terkandung dalam makanan tersebut akan diubah menjadi energi oleh suatu sistem di dalam
tubuh yang disebut sistem pencernaan. Sistem pencernaan meliputi empat proses atau empat
langkah yaitu motilitas, sekresi, digesti dan absorpsi. Untuk menjalankan sistem ini,
melibatkan organ-organ pencernaan yaitu cavum oris, oesophagus, faring, gaster, intestinum
tenuae, intestinum crassum, hepar, pancreas, lien dan vesica fellea. Jika terdapat gangguan
pada metabolisme, organ-organ maupun enzim-enzim yang bekerja di dalamnya, maka fungsi
untuk menghasilkan energi akan terhambat. Jika proses tersebut terhambat maka akan
mengganggu sistem lain di dalam tubuh.

Kasus 3

Seorang laki-laki berusia 40 tahun, mengeluh bila makan lemak agak banyak, perut terasa
tidak enak (kembung dan rasa penuh). Oleh dokter diberi obat yang mengandung enzim
pencernaan dan dianjurkan mengurangi lemak.

gigi geligi di bagian luar dan lidah di bagian dalam. pterygoideus medialis/internus. Di dalam rima oris terdapat labium superius et inferius. arcus glossopalatinus. Mm. dan dorsum linguae. Terdapat buccae (pipi) yang terdiri dari M. orbicularis oris 2. Otot-otot ini dipersarafi oleh N. facialis mensarafi Mm. Cavum Oris Cavum oris terdiri dari 4 bagian yaitu: 1. 3. labiales superiores et inferiores yang merupakan cabang dari a. orbicularis oris yang merupakan otot melingkar yang terdapat di bibir bagian atas dan bawah serta Aa. N. 4. Isthmus faucium Terdiri dari palatum molle. M. facialis dan papilla salivaria buccalis. buccinatorius yang dipersarafi N. Batas dari vestibulum oris ialah pipi dan bibir di bagian luar dan gigi serta rahang di bagian dalam. trigeminus. masseter. Vestibulum oris Merupakan daerah antara gigi dan pipi. Palatum durum berisi selaput lendir dan kelenjar-kelenjar ludah. palatum durum. Cavum oris dibatasi oleh diaphragma oris di bagian bawah. M. temporalis. pterygoideus lateralis/externus dan M. Otot-otot pengunyah terdiri dari M. Permukaan palatum . Rima oris Rima oris ialah celah antara bibir atas dan bibir bawah. faciales dan terdapat di daerah bibir. Struktur Makroskopik I. Cavum oris Ialah rongga mulut yang sesungguhnya.

M. hemyglossus. M. M. hyoglossus. styloglossus. Keempat otot intrinsik berfungsi untuk merubah bentuk lidah sedangkan tiga otot ekstrinsik untuk memindahkan posisi lidah saat mengunyah makanan. levator veli palatini. transversalis dan M. Satu di sebelah kiri dan satu di sebelah kanan dan terletak dekat di depan agak ke bawah telinga.1 Kelenjar-kelenjar di dalam cavum oris 1. vagus. palatoglossus yang dipersarafi N. Sekretnya dituangkan ke dalam mulut melalui . dan M.1 Lingua Terdiri dari empat otot intrinsik yang dipersarafi N. vagus seperti M. Kelenjar Parotis Kelenjar yang terbesar. glossopalatinus yang semuanya dipersarafi oleh N. hypoglossus diantaranya M. molle lembek dan terdapat beberapa otot-otot seperti M. longitudinalis serta tiga otot ekstrinsik ditambah M. uvula.

vertebra cervicalis dan prevertebralis de bagian posterior. alpingopharyngeus. Sekretnya dituangkan ke dalam mulut melalui saluran submandibularis atau saluran Wharton. dekat frenulum linguae. yang bermuara di pipi sebalah dalam. thyroidea superior. subclavia dan ductus thoracicus. dan plexus venosus pharyngeus. palatopharyngeus. Faring diperdarahi oleh A. azygos di bagian posterior. arcus aorta dan A. Letaknya di bawah lidah di bawah kanan dan kiri frenulum cranium. pharyngea ascendens. carotis externa dan N. Kelenjar submandibular Terletak di bawah kedua sisi tulang rahang dan berukuran kira-kira sebesar buah kenari. pericardium dan diaphragma di bagian anterior. subclavia di sinistra dan pleura serta V. Di dalam struktur faring terdapat otot-otot membujur di antaranya M. Sedangkan terletak pars thoracalis dengan batas trachea. Faring Faring diliputi oleh selaput yang disebut fascia pharyngofacialis. stylopharyngeus. A. azygos di bagian dextra. 3. dan M. III. levator palatine + tuba Eusthacii. reccurens di bagian kanan dan kiri serta di bagian kiri juga dibatasi dengan A. Ada dua struktur penting yang melintasi kelenjar parotis yaitu A. saluran parotis atau saluran Stensen. vertebra thoracalis dan V. 2. berhadapan dengan geraham (molar) kedua atas. yang bermuara di dasar mulut.1 . A. facialis.2 II. M. Kelenjar sublingualis Merupakan kelenjar terkecil. Oesophagus Terletak pars cervicalis dan berbatasan dengan trachea dan glandula thyreoidea di bagian anterior. carotis communis dan N. Sedangkan otot-otot melingkar antara lain M.

Supra Mesocolica Alat-alat supra mesocolica terletak antara diaphragm dan mesocolon transversum. Fundus terletak setinggi sela iga 5 di bawah apex cordis. Dalam duodenum dan terletak setinggi vertebra lumbal 1. Bagian kanan dari facies anterior gaster berbatasan dengan lobus sinister dan lobus qaudatus dari hepar. Fundus ialah bagian yang mengisi kubah diaphragm sinister. Kedua muara pada gaster ialah cardia dan pylorus. Facies anterior gaster berbatasan dengan dinding abdomen sedangkan curvature major dari gaster berbatasan dengan colon transversum dan ligamentum gastrocoliculum. Sedangkan curvature major berbatasan dengan lobus sinister dari ren. Corpus gaster berbatasan dengan bagian diaphragma. Pylorus merupakan muara distal lambung ke kanan garis tengah. Bagian kiri curvatura minor gaster berbatasan dengan pancreas bagian superior.Alat-alat Intra Abdomen . gaster juga memiliki dua lekukan yaitu . corpus dan pylorus (pars pyloric ventriculli). Gaster Tepi dari gaster dibedakan menjadi curvatura major yang merupakan bagian cembung ke kiri dan curvatura minor yang cekung ke bagian superodextra. Bagian-bagian dari gaster ialah fundus. kira-kira 21/2 di sebelah gaster terdiri dari dua permukaan yaitu facies anterior dan facies posterior. lien dan glandula suprarenalis sinister. bagian distal dari gaster berbatasan dengan colon transversum dan mesocolon. Selain itu. Selain muara. yang meliputi: 1. Fundus gaster berbatasan dengan diaphragma. Facies posterior gaster juga berbatasan dengan berbagai organ. Cardia adalah muara oesophagus ke gaster sedangkan pylorus adalah muara gaster ke duodenum.IV. Lobus qaudatus hepar juga berbatasan dengan pylorus dari gaster. yang menurun.

garis serong dari incisura angularis ke curvatura major memisakan corpus dengan pars pyloric ventriculi. A. Hepar . tempat muaranya menimbulkan suatu tonjolan yang disebut papilla duodeni major (vateri). Kadang-kadang juga dijumpai papilla duodeni minor (santorini). kemudian berjalan kearah atas menjadi pars ascendens duodeni yang berjalan di belakang gaster.5 3. pars inferior duodeni berjalan ke kiri menyilang garis tengah. Pars descendens duodeni berawal dari flexura duodeni superior berakhir ke kiri dan kemudian membelok ke kiri membetuk flxura duodeni inferior.3 2. bermuara ductus pancreaticus major. Selain itu. Noduli limfatisi coelica merupakan pembuluh nadi sepanjang curvatura major dan minor. gastroepiploica sinistra.1-5 Pendarahan gaster dilakukan oleh A. vagus. Pembuluh balik juga memiliki nama yang sama. gastroduodenalis. Sedangkan persarafan. Pendarahan duodenum dilakukan oleh A. 1. gastric sinistra. pancreaticoduodenalis superior dan inferior. Pada bagian ini.1. Pars superior duodeni dimulai dari pylorus menuju ke belakang dan berakhir pada vesika vellea. peralihan oesophagus pada curvatura major sedangkan incisura angularis yang merupakan batas verltikal dan horizontal pada curvatura pylorus. Pada flexura tersebut terdapat jaringan ikat yang menghubungkan lengkung tersebut dengan oeshophagus yaitu ligamentum treitz. membelok ke bawah menjadi flexura deudojejunalis. Sedangkan itu. Gastricae brevis dan A. Garis horizontal yang melalui incisura cardiac akan memisahklan fundus dengan corpus gaster. oleh N. Aa. Pars superior duodeni terdapat di bidang transpyloric.3. pars descendens duodeni. pars inferior duodeni dan pars ascendens duodeni. Duodenum Duodenum dibagi menjadi pars superior duodeni. incisura cardiac.

corpus dan collum vesica fellea. Vesica fellea dibagi menjadi tiga bagian yaitu fundus. Pembuluh nadi yang mendarahi hepar ialah A. Bentuk alur ini menyerupai huruf H. hepatica propia. porta. cystic yang merupakan cabang dari A. A. Hepar dibedakan menjadi dua lobus yaitu lobus kanan dan lobus kiri. Fungsi dari lien ialah untuk membersihkan darah. Getah bening yang mengaliri itu ialah ductus lymphaticus dexter dan noduli limfatisi coeliacae. Lien memiliki dua permuakaan yaitu facies diaphragmatica yang . Dari luar. hepatica dextra dan sinistra. 5. Saluran empedu disebut ductus cysticus. Pembuluh baliknya ialah V. A. reservoir darah dan alat reticulo endothelial. Lobus dextra hepatis dibagi menjadi lobus caudatus dan lobus quadrates dari hepatis. hepar terlihat sebagai dua bagian yaitu bagian yang berhubungan dengan diafragma yang disebut facies diaphragmatica dan bagian yang menghadap cavum abdomen yang disebut facies visceralis atau facies inferior. hepatica communis. Batas lobus kanan dan juga lobus kiri ialah sebuah alur yang ditempati oleh ligamentum teres hepatis dan ligamentum venosum Arantii serta ligamentum falciforme hepatis. Pembuluh yang mendarahi vesica fellea ialah A. Vesica vellea Seluruh permukaan vesica fellea diliputi peritoneum kecuali bagian yang melekat dengan hepar. Lien Proyeksi lien terhadap dinding abdomen kira-kira setinggi ujung processus spinosus vertebra thorakal 9-lumbal 1 sampai linea axillaris media sinistra. hepatica dextra. Vesica fellea berfungsi sebagai tempat penampungan cairan empedu sebelum dialirkan ke duodenum. 4.

jejunales et ilei dan Vv. Proyeksi muara ileum terhadap coecum pada dinding abdomen disebut titik Mc. Kelenjar getah bening yang terdapat dalam organ ini adalah nodule limfatisi pancreatico-lienale. Pembuluh getah beningnya dibagi menjadi tiga kelompok yaitu nodule limfatisi . lienale. yang meliputi: 1. Intestinum Tenuae Panjang dari usus halus kira-kira 6-8 meter yang terdiri dari 3/5 illeum dan 2/5 jejunum. Sedangkan persarafan lien oleh saraf simpatis dan parasimpatis. . Infra Mesocolica Alat-alat infra mesocolica ialah alat-alat yang terletak di bawah mesocolon transversum atau di anatar mesocolon transversum dan linea terminalis dari panggul. Burney. lienale dan V. Jejunales et ilei. Jejunum memiliki lumen yang lebih besar dari ileum. Usus halus terletak intraperitoneal. Perdarahan intestinum tenuae oleh aa. menghadap dinding perut dan berbatasan dengan diafragma serta facies visceralis yang menghadap rongga perut. Perdarahan lien oleh A.

appendiculares yang merupakan cabang dari A. colica dextra.6 d. Flexura coli dextra Dibatasi oleh lobus dexter hepatis di bagian anterior dan ren dexter di bagian posterior. Intestinum Crassum Bentuknya seperti huruf U yang terbalik. Colon transversum Letaknya di bawah bidang transpyloric dan menyilang pars descendens duodeni. Pada coecum juga bermuara katup yaitu valvula coli bauhinia dan titik lanz. Dan meliputi bagian-bagian: a. psoas. Appendix vermiformis Memiliki lipatan peritoneum yang disebut mesenteriolum. Pembuluh yang mendarahinya ialah A. intestinales. e. psoas di bagian posterior. kemudian melengkung di antara flexura coli dextra dan sinistra. iliacus dan M. Sedangkan usus halus disarafi oleh N. Sedangkan bagian anterior ialah dinding perut. Coecum Terletak pada fossa illiaca dextra dan berproyeksi pada pertengahan SIAS dextra dan symphysis pubis. Pendarahannya oleh Aa. maka dari itu saat dilakukan perkusi terdengar tympany karena terisi banyak gas. b. . colica sinistra. mesentericus dan superior. ileocolica. Bagian posterior dari coecum berbatasan dengan M. colica media dan A. f.3-5 c. Colon ascendens Dimulai dari juncture ileocoecalis sampai flexura coli dextra dan berbatasan dengan intestinum tenuae di bagian anterior dan M. Flexura coli sinistra Bagian depan dibatasi dengan dinding depan perut dan di bagian belakang dibatasi oleh ren. Vagus.3-5 2. Diperdarahi oleh A.

N. Colon descendens Bagian anterior dibatasi oleh jejunum. sedangkan 1/3 distal tidak ditutupi oleh peritoneum. Sedangkan batas posterior ialah vasa iliaca externa dan M. uterus pada wanita dan vesica urinaria pada pria. di bagian superoposterior dibatasi oleh M. mesenterica superior. Untuk pembuluh balik sama dengan pembuluh nadinya. Pendarahan colon descendens oleh A. quadratus lumborum. 1/3 proximal dari rectum tertutup oleh peritoneum. Batas anterior dari colon sigmoideum ialah ileum. 1/3 tengah hanya sebagian yang tertutup oleh peritoneum. A. g. rectalis superior. Pada rectum terdapat pars ampularis recti yang merupakan bagian yang melebar dan pars analis recti yang merupakan bagian yang menyempit atau memendek. Colon sigmoideum Bentuknya menyerupai huruf S serta memanjang dari crista iliaca samapai vertebra sacral 2-3. h.7 . Sedangkan di bagian inferoposterior dibatasi oleh M. psoas. hypogastricus. M. pyriformis sinistra. Pembuluh getah bening yang terdapat di rectum adalah noduli limfatisi para rectal dan nodule limfatisi sacralis. Rectum Merupakan lanjutan dari usus besar bagian sigmoideum yang memanjang dari vertebra sacral ke 3 sampai dengan anus.3-5 V. sigmoidea yang adalah cabang dari A. rectalis inferior. rectalis media dan A. coli sinistra. transversus abdominis dan M. iliacus. Pembuluh yang mendarahi ialah Aa. Rectum dipersarafi oleh saraf simpatis dan parasimpatis. ilio inquinalis dan N. Rectum diperdarahi oleh A.

kelenjar keringat dan kelenjar sebasea. Tidak memiliki folikel rambut tapi banyak pembuluh darah misalnya A. 2. Area kutanea Epitelnya seperti kulit pada umumnya yakni berlapis gepeng dengan lapisan tanduk. Papilla Lidah Ada 3 jenis papilla yaitu: . orbicularis oris. Area Intermedia Di dareah ini epitelnya berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk.Struktur Mikroskopik 1. Juga terdapat otot yaitu M. Area Mukosa Dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. labialis. Labium Bibir Dibagi menjadi 3 bagian yaitu: a. Pada lapisan ini mengandung glandula labialis. c. b. Terdapat folikel rambut.

Papilla fungiformis Terdapat di antara papilla filiformis. Papilla filiformis Bentuknya panjang dan berepitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk.2 3. di dindingnya terdapat kuncup kecap (taste bud). Kelenjar sublingualis Kelenjar ini adalah kelenjar mukosa. c. sekretorius dan eksretorius. Kadang-kadang ditemukan taste bud. Terdapat 3 saluran yaitu ductus interkalaris. Epitelnya berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. c. Hal ini yang menyebabkan permukaan lidah menjadi kasar. b. Terdapat pula bulan sabit Gianuzzi. Kelenjar parotis Merupakan kelenjar serosa murni. Kelenjar submandibularis Kelenjar ini ialah kelenjar campuran antara serosa dan mukosa. Gambarannya seperti kelenjar submandibular.2 . b.a. Terdapat kelenjar von ebner dan papilla sekunder. Papilla sirkumvalata Papilla yang paling besar dan membentuk bangunan seperti huruf V. Kelenjar-kelenjar Ada 3 macam kelenjar yaitu: a.

Mengandung granural. d. Oesophagus a. Sel zimogen Sitoplasmanya basofil d. Mengandung sel goblet yang sangat banyak.3 7. 5. Tunika submukosa Terdiri dari jaringan penyambung longgar. Tunika muskularis 1/3 bagian atas terdiri dari otot lurik. 1/3 bagian tengah campuran otot lutik dan otot polos dan 1/3 bawah terdiri dari otot polos. c. Dapat dikenal 4 sel yaitu : a. Jejunum : dapat ditemukan sel paneth dan plika sirkulasi Kerkringi. Tunika adventitia Terdiri dari jaringan ikat longgar. Tunika mukosa Terdiri dari epitel berlapis gepeng tanpa sel goblet. Sel argentafin 6. Usus Halus a. Usus Besar . Ileum : terdapat plaque peyeri. Duodenum : terdapat vili intestinal dan plika sirkularis b. c. b. Sel HCL Tedapat di bagian basal kelenjar. Sel mucus leher.4.7 8. c. Gaster Epitelnya selapis torak. Appendix Epitelnya selapis torak. b.

Di dalam asinus pancreas terdapat sel pancreas. 11. arteriol cabang A. Epitelnya mengandung sel goblet tapi tidak memiliki vili lagi. Vesika Fellea Lapisan mukosanya mengandung epitel silindris dan dapat ditemukan sinus Rokitansky Ashoff yang merupakan potongan lipatan mukosa. venul cabang V. kelenjar amilase yang terbawa di bagian dalam bolus melanjutkan proses pencernaan oleh enzim amilase. 10. enzim amilase dari pancreas juga ikut . 12. Proses ini hanya bisa terjadi di bagian dalam bolus karena bagian luar bolus sudah dipengaruhi oleh HCl lambung. hepatica. lubang kecil yaitu kanalikuli biliaris dan segitiga Kiernan yang meliputi duktus biliaris. Metabolisme Karbohidrat Metabolisme karbohidrat dimulai dari mulut oleh enzim amilase. 9. bolus tidak mengalami proses pencernaan tetapi hanya suatu gerakan mendorong. Pada tunika muskularis ditemukan otot sfingter ani internus dan eksternus. Dari mulut bolus makanan akan masuk melalui esophagus. Pada lapisan otot mukosa ditemukan pleksus Meissner. Hepar Sel hati berbentuk polygonal. Dalam proses ini. Di dalam dermis terdapat kelenjar sirkum anal. Sesampainya di lambung. Pankreas Merupakan kelenjar ganda yang terdiri dari bagian eksokrin dan endokrin. Di esophagus. porta dan pembuluh limfe kecil. Rektum-Anus Epitelnya selapis torak dengan sel goblet menjadi berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Terdapat sel kuppfer sebagai fagosit.

Enzim pepsin yang dihasilkan oleh chief sel akan diaktifkan oleh HCl. Glukosa dan galaktosa melalui transport aktif sedangkan fruktosa melalui difusi terfasilitasi. Monosakarida yang sudah dipecah itu akan masuk ke membran. kemudian akan dialirkan menuju ke kapiler darah dan ke liver. Sedangkan jika karbohidratnya sukrosa akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Jika karbohidratnya maltosa akan dipecah menjadi glukosa dan glukosa. enzim proteolitik pancreas yakni tripsinogen. Sama seperti karbohidrat. maltase. di mulut dan esophagus.9 Metabolisme Protein Protein di dalam tubuh mulai dicerna di lambung. Kemudian asam amino akan berpindah ke membran.berperan mencerna karbohidrat. Pepsin tidak diaktifkan sejak awal karena dikhawatirkan akan mensekresi sel pembentuknya. tergantung jenis karbohidrat. Jika laktosa akan dipecah menjadi glukosa dan galaktosa.4. Pencernaan dilanjutkan sampai ke brush border oleh enzim disakaridase dan di sel epitel kimus tadi sudah dalam bentuk monosakarida. Asam amino yang masuk ke dalam membran usus halus akan diserap untuk masuk ke kapiler darah dan liver.8 Metabolisme Lemak . protein tidak mengalami pencernaan ataupun penyerapan. Pencernaan dilanjutkan ke brush border oleh aminopeptidase yang memecah molekul- molekul protein dipeptid tadi menjadi asam amino. Setelah masuk ke membran. Proses ini terjadi di usus halus. Setelah itu monosakarida tersebut akan dipecah oleh enzim lactase.8.2. Dalam proses pencernaan ini. Sebagian besar dengan trasport aktif tetapi ada pula dengan difusi. Di lambung bolus makanan tadi akan dicerna oleh enzim pepsin. kimotripsinogen dan prokarboksipeptidase juga ikut mencerna protein. atau sukrase.

Lemak yang sudah teremulsi dihidrolisis oleh enzim lipase pancreas dalam getah empedu. organ pencernaan ataupun enzim yang bekerja di dalamnya akan menyebabkan gangguan pada sistem kerja tubuh manusia.8 Kesimpulan Sistem pencernaan sangat penting bagi manusia untuk mendapatkan ATP. Empedu ini akan berfungsi sebagai pengemulsi lemak.2. Metabolisme lemak dimulai dan diakhiri di lumen usus halus. Langkah pertama adala memecah lemak menjadi butiran-butiran yang lebi kecil agar enzim yang larut dalam air dapat bekerja dengan baik. Lemak yang sudah masuk dalam membran dalam bentuk trigliserida akan mengalami proses eksositosis untuk masuk ke lacteal pusat jaringan limpa. Jika sistem tersebut mengalami gangguan baik pada metabolisme. Micelle akan menembus membran. kolesistokinin akan merangsang kantung empedu untuk mengeluarkan empedu. Proses ini dibantu oleh garam empedu yang dihasilkan oleh hati dan tidak mengandung enzim. Saat lemak memasuki usus. . Garam empedu akan berikatan dengan lemak membentuk micelle. Tapi garam empedu tidak ikut masuk melainkan akan di daur ulang untuk dipakai lagi.

290. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta: Erlangga. Rubenstein D.284.h. 3. 1994. 4. Willms J. 2009. Anatomi at a glance.183-7.h. 2009. 1994. Hegner B. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Wayner D.565-68.h. Pearce. Jakarta: Erlangga. 6. Evelyn C. 7.451-90. Anatomi dan fisiologi untuk medis. Diagnosis fisik.h. Gramedia Pustaka Utama. 1996. Anatomi fisiologi tubuh manusia. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta: PT. Sloane E. Asisten keperawatan sutu pendekatan proses keperawatan.239.394.h.h. Kedokteran klinis.27-50. Schneiderman H. .251-270. Algranati P. 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Anderson P. 2004.Daftar Pustaka 1. 5.h. Faiz O. Moffat D. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Caldwell E. 2003.

Smith C. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Corwin E. biokimia kedokteran dasar. 9. 1996.h.h.8.545-61. . Marks D. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.619-20. Buku saku patofisiologi. Marks A. 2007.