You are on page 1of 5

2013 Aku harus bangun, harus semangat, harus ikhlas menjalani

semuanya, seperti kata Pak Kepala Sekolah waktu itu. “Semua pekerjaan
harus dilandasi rasa ikhlas”, kata-kata itu terus terngiang dalam pikiranku,
berusaha aku cerna, aku amati, dan aku hayati sebaik dan sebenar
2013, sekarang tahun itu sangat melekat dalam pikiranku. Bukan mungkin. Ya, mungkin ada benarnya juga kata-kata itu, tapi terkadang
karena ada hari spesial yang terjadi, bukan juga karena hari peringatan susah menjalaninya.
apapun. Itu semua dikarenakan karena adanya kurikulum baru, yaitu Ah, waktunya mandi, siap-siap ke sekolah ketemu ketiga sohibku.
Kurikulum 2013. Kukenakan baju kebanggaanku, putih abu-abu dengan sepatu kinclong,
Kalian pasti tahu kan kurikulum itu?, Ya kurikulum 2013 adalah dandanan rapi layaknya anak teladan di sekolah.
suatu kurikulum yang dibentuk untuk mempersiapkan lahirnya generasi Pukul 05.59
emas bangsa Indonesia, dengan sistem dimana siswa lebih aktif dalam “Makan dulu Mik!”, seru ibuku dari dapur.
kegiatan belajar mengajar, katanya. Semua materi pelajaran diganti. Guru- “Iya, bentar”, ucapku dari dalam kamar sambil mengenakan dasi. Sisiran,
guru bingung, murid pun juga jadi bingung. hp boleh lupa, tapi sarapan tetep utama.
Semenjak adannya kurikulum tersebut, aku jadi jarang main.
Tugas, tugas, dan tugas. Itulah acara hariannya. Jadi ngrasa mirip menteri ********
atau pegawai pemerintahan, super duper sibuk. Ah, saking sibuknya aku Pukul 06.23
jadi lupa kenalan sama kalian. Kulangkahkan kakiku keluar rumah menuju ke gerbang ilmu,
Ehem, kenalin namaku Miko Ardhatama sering disapa Miko. Aku tempat semua orang bisa jadi pandai (bagi yang niat). Kukayuh sepeda
kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Yogyakarta. Anak bungsu dari tiga ontelku dengan semangat membara dan bergebu-gebu layaknya seorang
bersaudara. Kedua kakakku laki-laki, dan sekarang mereka kuliah. pahlawan yang ingin pergi perang, menantang pelajaran layaknya seorang
Namanya Rio dan Dimas. Jadi aku sekarang seperti anak tunggal, dirumah musuh yang harus dikalahkan.
sendirian. Ryan dan Nico sudah menungguku dipintu gerbang, “nah mana si
****** Ardi kok absen?”,tanyaku kepada Ryan dan Nico.
Senin, 05.01 “Ardi?, biasa nyontek PR si Anin.”, jawab Nico.
Hari sudah pagi, cahaya mentari telah menerobos kedalam kamar “Ah, anak itu masih aja males, padahal kan gurunya, be...”, ucap Ryan.
gelapku lewat lubang-lubang kecil yang menempel dijendela. Akupun “Iya ni, Ardi malesan, padahal aku udah selesai. Eh Yan kapan kita
terbangun dari tidur lelapku yang sangat menolongku menghilangkan ngerjain Makalah Biologi. Keburu telat nih?”, tanyaku kepada Ryan.
semua penat pelajaran yang telah menyita waktuku. “Ah, aku juga pusing dikali bingung nih. Mana Bahasa Inggrisku belum
lagi. Hadeh, baru kurikulum 2013 aja udah kaya gini, trus nanti gimana k
urikulum 2014, 2019 dan kurikulum 2021. Jadi apa ya anak cucuku nanti. “Dhi, ayo ke kantin”, ucapku mengajak Ardhi yang masih sibuk menyalin
Kasihan.”, keluh Ryan. tugas.
“Santai aja bro, aku juga belum ngerjain kok, hehe”, ucap Nico. “Nanggung nih.”, ucap Ardhi.
“Alah Nic, sama aja.”, ucapku. “Dilanjutin nanti aja bro, ayo makan dulu!”, ucap Ryan.
“Ayo Dhi!Emm...in..sana in..in....corporsano?”, ucap Nico terputus-putus.
******** “Ha?Insana?, buat apa?”, tanya Ardhi.
Teetttt...bell berbunyi. “Buat apa. Itu istilah yang badan sehat, jiwa sehat itu lho.”, jelas Nico.
Langkah kaki semakin cepat menuju ke ruang utama pembelajaran, “Hei Nic yang bener itu Mens Sana in Corporisano, bukannya Insana
yaitu kelasku, X IPA 2. Berharap Bapak/Ibu Guru belum datang Capucino.”, ucapku membenarkan perkataan Nico.
mendahului muridnya yang sedikit terlambat. Karena perut Ardhi juga sudah keroncongan, akhirnya mereka
Huh, untung aja belum datang, aman. Lalu terdengar langkah kaki berempat mengisi perut mereka masing-masing sampai kenyang. Saat
tegas dan berwibawa menghampiri kelasku, semua siswa yang gaduh mereka baru menghabiskan setengah makanan yang telah mereka beli,
seketika menjadi sunyi bak kuburan. Berharap kata itu tak terucap. Kata tiba-tiba, “Teetttttt....teetettt”, bunyi bell masuk tiba. Miko, Nico, Ryan dan
yang membuat semua siswa jadi bingung, takut, atau apalah itu. Tapi Ardhi makan dengan terburu-buru.”Ah, harusnya jam istirahat ditambah,
kecuali si dia, gadis yang duduk didepan meja guru, dengan rambut hitam telat, telat deh masuk kelas. Maaf ya Pak Guru jika nanti saya telat. Bukan
panjang yang selalu diurai. Tenang, kalem, sopan, baik, cantik, plus pinter. maksud saya berbuat yang tidak sopan/kurang baik, tapi ini juga penting.”,
Namanya Amanda Putri atau sering disapa Manda, tapi sayang kurangnya ucap Nico panjang lebar sambil menelan makanan.
cuma satu, kurang rame, dia itu orangnya pendiem banget.
“Sudah selesai kan materi pembelajaran BAB 1?”, tanya Guru Bahasa ********
Indonesia. 15.00
“Belum Pak.”, jawab salah seorang temanku. Akhirnya tiba, wajah lesu bangkit tegar dengan senyum kecil
“O, kalau begitu ya sudah, kita ulangan saja”, ucap Sang Guru. penuh ketidaksabaran untuk pulang lagi kerumah sembari mengerjakan
“Loh Pak, kan belum selesai.”, ucap Ryan. “Iya Pak.”, imbuh Nico tugas yang terus datang lancar tanpa halangan suatu apa.
“Ingat, kurikulum 2013 harus siswanya yang aktif, harus siap, karena itu Waktunya pulang, nggak bisa lagi deh lihat Manda, harus nunggu
juga ada penilaiannya sendiri”, ucap Pak Guru. besok. Em...diem-diem aku suka sama Manda, walau pendiem tapi dia itu
Murid-murid tak bisa berkata apa-apa lagi alias kalah mutlak. Akhirnya sebenarnya baik, cuma kita aja yang belum kenal dekat ama dia. Doakan
jadi ulangan. saja bisa lebih dekat.
Istirahat tiba, waktunya ke kantin. Makan, makan asik. Nambah Kukayuh sepeda ontelku dengan semangat 45 berharap makanan
tenaga biar kuat, pikiran sehat. enak tersaji diatas meja makan. Kuletakkan tas, kulepas sepatu kinclongku
lalu menuju kursi, tapi tiba-tiba, “Stop!. Ganti pakaian dulu baru makan”, Saat itu orang yang sedang duduk disampingku sedang mengambil
ucap ibu menasihati. “Ah, mana keburu laper lagi, eh malah suruh ganti buku dan pensilnya dari dalam tas, dan tanpa sengaja pensil yang ia ambil
baju dulu. Sabar ya perutku tersayang.”, ucapku sambil memegang perut jatuh di depanku. Kubantu dia mengambil pensilnya, dan saat aku menoleh
yang lagi konser. sambil memberikan pensil itu, tiba-tiba wajahku menjadi pucat, panas
dingin, gemetar jadi satu, dia Manda. Cewek pintar nan cantik yang selalu
********* aku ceritakan kini duduk disampingku. Ya Allah ngimpi apa aku semalem.
Hari demi hari kulewati, tugas demi tugas kujalani, uang demi Dan dia ternyata selama ini tau dan kenal aku. “Makasih Mik”, ucap
uangku telah lari pergi meninggalkan dompet lusuhku. Kini aku mulai Manda kepadaku.
terbiasa, terbiasa dengan kurikulum 2013. Tapi terkadang diriku masih saja “Iya.”, jawabku lembut dan canggung.
terus mengeluh. Entah pada bapak/ibu guru, atau kepada orang tuaku. “Eh, hari ini tugasnya cuma BI, Fisika, Biologi, sama Sejarah Indonesia
Penasaran, itulah yang aku ingin tahu tentang Amanda. Gimana kan?”, tanyaku kepada Manda.
ya ?, apa ia nggak pernah ngeluh, apa ia selalu senang menjalankan “E...iya tapi Bahasa Inggris juga ada, halaman 23,24,25”, jawab Manda.
kurikulum ini?. Ingin aku bertanya, tapi.....itulah masalahnya, dia itu “O...”, jawabku sok tenang. Padahal belum aku kerjakan sama sekali.
pendiem, super duper pendiem. Setelah sampai di halte bus dekat sekolah, kami pun turun. Aku pun
berjalan perlahan dibelakang Manda, bak seekor semut yang sedang
*********** memikul makanan berat dipundaknya. Manda pun hanya terdiam seribu
06.04 kata tanpa menoleh ke arahku.
Kali ini aku ingin naik bus, tujuannya sih biar bisa ketemu sama Belum juga puas berada didekat Manda, Ardhi yang biasanya
Manda(kalau bisa). Kutinggalkan sepedaku dan berjalan menuju halte bus. nyontek PR, muncul mengagetiku dari belakang. Amanda pun kini pergi
Setelah menunggu sekitar 2,5 menit akhirnya kendaraan beroda empat itu menjauh, jauh, sampai di gerbang sekolah.
pun datang. “Ah, Ardhi ngganggu aja. Tumben kamu nggak nyontek PR.”, ucapku
Aku pun masuk lewat pintu depan, melihat kanan kiri seraya kepada Ardhi.
mencari seorang cewek yang bernama Manda. Tapi sayang aku tidak “Aku kan sudah berubah, sekarang moto hidupku adalah yesterday is
beruntung, Mandanya nggak ada, alias zonk. Nyesel, nyesel sih, tapi nggak history, tomorrow is mysteri, and today is a gift”, ucap Ardhi .
papa lah, ikhlas. “Halah.”, ucapku kesal sambil berlari mengikuti Manda.
Ditengah jalan, bus pun berhenti, biasa ada penumpang. Aku yang
saat itu lagi asik buka BBM nggak tau siapa yang baru saja naik dan duduk *********
disampingku. Aku sih cuek. 09.34
Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Pak Guru menyuruh siswa menteri pun berganti. Dan kurikulum 2013 yang baru saja diterapkan
untuk membuat kelompok minimal 3 orang, dan aku ternyata satu kabarnya pun juga akan diganti. Ada siswa yang bahagia dengan kabar ini
kelompok sama Manda dan Ryan. Untung besar, ada yang pinter. Kami dan tak sedikit juga yang merasa kecewa. Sekian laporan dari kami,
pun berdiskusi, menentukan pokok masalah dan penyelesaian atas masalah terimakasih.”, ucap presenter berita.
tersebut. Aku dan Manda saling bertukar pendapat, memilah dan memilih “Ha?, beneran kurikulum 2013 diganti?, Allhamdulillah Ya Allah.”, ucapku
mana yang baik. Yang nantinya akan disepakati bersama. Sementara Ryan senang. Bukan hanya aku saja, orang tuaku yang juga ikut nonton tv pun
malah asik main hp. juga merasakan energi kebahagiaan tersebut.
Sejak saat itulah aku dan Manda mulai dekat. Kedekatan kami pun Aku pun segera menelpon Ryan, Nico, dan Ardhi mengabari berita
bukannya kedekatan yang tidak bermanfaat, justru sebaliknya. Kami saling membahagiakan tersebut. “Eh Bro, Kurikulum 2013 bakal dihapus lagi.”,
membantu dalam pelajaran, sering bertukar pikiran lewat diskusi, entah itu ucapku mengabari ketiga sohibku.
tugas atau kemauan sendiri. Kadang jika aku tidak mengerti tentang
materi pelajaran, sekarang aku langsung saja tanya pada Manda. Begitu 03.00
juga dengan ketiga sohibku yang turut mendapatkan imbasnya. Walaupun “Kring....kring...”, bunyi jam beker kamarku. Aku pun terbangun
terkadang juga aku menggunakan alasan itu untuk lebih dekat lagi dengan dari tidur lelapku, dan ternyata yang semalam itu hanya mimpi semata.
Manda. Harapanku pun musnah. Kurikulum masih berlanjut. Dan sekarang
waktunya ngerjain tugas lagi. Dicicil sedikit demi sedikit sambil nunggu
********* matahari nongol.
11.53
Adzan Zuhur berkumandang, seketika itu aku mengajak Ryan, ***********
Ardhi, dan Nico sholat ke mushola sekolah. Jaraknya sih lumayan jauh 04.21
dari kelasku, tapi demi pahala apa sih yang enggak?. Antrian wudhu sudah Mendengar adzan Subuh, aku pun segera mandi membersihkan
terlalu banyak dan panjang, sampai-sampai menutupi jalan menuju diri, mengambil sarung dan sholat berjamaah di masjid. Berdoa agar tetap
mushola. “Subhanallah, warga sekolahku keren, mengantri menuju surga diberi ketabahan dan keikhlasan untuk menjalani hidup yang singkat
Illahi.”, ucap Nico. didunia yang fana’ ini. Dan juga berdoa agar aku dapat menyatu dengan
kurikulum ini. Amin....
*********
23..58 05.01
“Pemirsa yang berbahagia, inilah berita hari ini. Sejak
ditetapkannya Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia terpilih, semua
Aku pun pulang, tentu saja kerumah. Makan, mandi lagi, dan
berangkat ke sekolah dengan sepeda ontelku. “Witing tresno jalaran soko
kulino, kurikulum 2013.”, niatku sebelum berangkat.