26-11-2016 / 23:23

“Gara-Gara
FilM”

Entah mengapa, film ini
mengingatkanku pada cerita
panjang tentang dirinya. Dia,
seorang yang aku kenal. Dia
yang punya senyum
menyejukkan dengan
keramahan hatinya. Entah
apa yang membuatku jadi begini. Senyum-senyum tak menentu.

Cerita tentang kehidupannya yang aku dengar, tercermin nyata dalam film ini,
sebuah film tentang perjuangan dan pengorbanan yang harus dilakukan demi
negara. Mereka yang mempertaruhkan nyawa untuk melindungi berpuluh juta
rakyat Indonesia.

It’s only about a story of him.

Ingin rasanya aku tahu lebih, tapi apa daya aku bukanlah seperti kebanyakan
orang yang punya keberanian untuk menuntut hak seperti itu. Mendengar cerita
tentang dirinya membuatku bisa menilai orang seperti apa dia.

Setiap kali ia datang, aku hanya bisa memandanginya dari jauh. Dari sela-sela
jendela di samping rumah. Hanya itu, sejauh itu yang aku bisa. Dan dia tidak
pernah tahu arti keberadaanku yang menjadi secret admirer. Pengagum? Apa
yang kamu kagumi? Entah, semua berlalu begitu saja. Fikiran tak bisa diajak
untuk kopromi kalau sudah bicara masalah hati.

Kata-kata entah banyak dijumpai dalam tulisan ini, mengapa demikian? Karena
semua berawal dari ketidaksengajaan yang terangkai dalam suatu kebiasaan.

Tulisan ini hanya fiktif belaka.