AkuntansiKeuanganIIAkuntansiK

euanganIIAkuntansiKeuanganII
AkuntansiKeuanganIIAkuntansiK
EKUITAS PEMEGANG SAHAM
euanganIIAkuntansiKeuanganII
(A1C115060) LUH NYOMAN CINTHYA
L.
AkuntansiKeuanganIIAkuntansiK
euanganIIAkuntansiKeuanganII
S1 AKUNTANSI REG. SORE
KELAS B
AkuntansiKeuanganIIAkuntansiK
euanganIIAkuntansiKeuanganII
AkuntansiKeuanganIIAkuntansiK
euanganIIAkuntansiKeuanganII
AkuntansiKeuanganIIAkuntansiK
euanganIIAkuntansiKeuanganII
AkuntansiKeuanganIIAkuntansiK
euanganIIAkuntansiKeuanganII
AkuntansiKeuanganIIAkuntansiK
euanganIIAkuntansiKeuanganII
AkuntansiKeuanganIIAkuntansiK

. maka setiap saham memiliki hk-hak berikut : 1. Jika tidak ada ketentuan yang membatasi. Saham Biasa adalah hak residu perseroan yang menanggung ririko besar bila terjadi kerugian dan menerima manfaat bila terjadi keuntungan. Dengan mengsumsikan bahwa kewajiban telah terpenuhi secara layak. Dalam satu kelompok saham. Penggunaan modal saham atau sistem saham 3. Seseorang harus meneliti anggaran dasar perusahaan. Pengaruh hukum perseroan Negara bagian 2. persekutuan. Berbagai Kepentingan Kepemilikan Dalam setiap perseroan ada kelompok saham yang mewakili kepemilikan dasar.BENTUK PERSEROAN Dari tiga jenis bentuk organisasi bisnis perusahaan perorangan. Saham ini tidak dijamin akan menerima dividen tetapi mereka ikut dalam manajemen perusahaan. dan perseroan bentuk perusahaan yang dominan adalah perseroan. Pengembangan berbagai kepentingan kepemilikan Hukum Perseroan Negara Bagian Siapapun yang ingin mendirikan perusahaan harus menyerahkan anggaran dasar perusahaan pada Negara bagian tempat perusahaan itu didirikan. pemegang saham preferen menjadi prioritas untuk mengklaim laba. Untuk ikut serta dalam manajemen (hak untuk memilih direktur) secara proporsional 3. Mereka dijaminkan untuk memperoleh laba dan biasanya pada tingkat yang telah ditetapkan dan didahulukan pembayarannya dari pada pemegang saham biasa. Untuk membagi laba dan rugi secara proporsional 2.izin perusahaan diterbitkan. Modal Saham atau Sistem Saham Ekuitas pemegang saham dalam satu perusahaan umumnya terdiri dari sejumlah besar unit atau lembar saham. setiap lembar saham sama dengan lembar saham lainya. dan perusahaan diakui menjadi entitas hokum yang tunduk pada hokum Negara bagian. Setiap saham memiliki hak dan keistimewaaan tertentu yang hanya dapat dibatasi oleh kontrak khusus pada saat saham diterbitkan. namun mereka tidak memilik hak suara dalam manajemen perusahaan. Sedangkan saham preferen adalah sebagai pengganti atas setiap preferensi khusus. Untuk ikut serta secara proporsional dalam setiap penerbitan saham baru dari kelompok yang sama disebut hak istimewa. sertifikat saham. Karakter khusus dari bentuk perseroan yang mempengaruhi akuntansi adalah : 1. dan ketentuan hukum Negara bagian untuk meyakinkan pembatasan atas atau variasi dari hak dan keitimewaan standar. Untuk membagi aktiva perusahaan apabila terjadi likuidasi secara roporsional 4. yaitu saham biasa dan saham preferen. Setiap kepentingan pemilik perusahaan diwakili oleh jumlah lembar sahamnya.

Untuk memperlihatkan informasi tentang penerbitan saham dengan nilai pari. Modal Saham 2. saham harus diotorisasi oleh negara bagian. Situasi ini memiliki keunggulan tertentu jika saham yang diterbitkan untuk pos-pos property seperti aktiva tetap berwujud atau tidak berwujud. Tiga kategori ini biasanya muncul sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham : 1. Akuntansi untuk saham tanpa nilai pari 3. Akuntansi untuk saham yang diterbitkan dalam transaksi non kas 5. Modal Disetor yang Melebihi Nilai Pari atau Tambahan Modal. Jika saham tidak memiliki nilai pari maka perlakuan yang dapat dipertanyakan dalam menggunakan nilai pari sebagai dasar untuk nilai wajar tidak akan muncul. Akuntansi untuk biaya penerbitan saham Saham dengan nilai pari Nilai pari saham tidak memiliki hubungan dengan nilai pasar wajarnya. Saham tanpa nilai pari Banyak Negara bagian mengizinkan penerbitan modal saham tanpa nilai pari. akun harus dipertahankan untuk masing-masing kelompok saham berikut : 1. Saham yang diterbitkan dalam transaksi nonkas . Tambahan Modal Disetor 3. atau modal perseroan. saham ditawarkan untuk dijual dan dibuat kontrak untuk menjual saham itu. Pertama. (2) metode inkremental. Akuntansi untuk saham dengan nilai pari 2. Perusahaan menggunakan dua metode alokasi yang tersedia yaitu : (1) metode proporsional. Saham Preferen atau Saham Biasa. Saham yang diterbitkan dengan sekuritas lainnya (penjualan lump sum) Masalah akuntansi dalam penjualan lump sum adalah mengalokasikan hasil di antara beberapa kelompok sekuritas. Laba Ditahan Penerbitan Saham Dalam penerbitan saham. prosedur berikut harus dilakukan. umumnya dalam suatau sertifikat atau akta perusahaan. Masalah akuntansi yang ada pada penerbitan saham akan dibahas dalam topik berikut : 1. nilai pari yang berkaitan dengan penerbitan sebagian besar modal saham sangat rendah.MODAL PERSEROAN Ekuitas pemilik dalam perseroan didefinisikan sebagai ekuitas pemegang saham. Kemudian. Saat ini. shareholders equity. 2. Akuntansi untuk penerbitan saham yang digabungkan dengan sekuritas lainnya (penjualan lump sum) 4.

Mencatat semua transaksi saham treasuri pada nilai parinya dan melaporkan saham treasuri hanya sebagai pengurang atas modal saham. Untuk memenuhi distribusi pajak yang efisien dari kelebihan kas kepada pemegang saham. tergantung mana yang dapat ditentukan secara jelas. maka kemungkinan terjadinya perbedaan nilai pasar wajar sangatlah kecil. biaya akuntansi dan hukum. biaya penerbitan didebet ke Tambahan Modal Disetor karena biaya tersebut tidak berhubungan dengan operasi perusahaan. Biaya penerbitan saham Ketika sebuah perusahaan menerbitkan saham. serta dalam pelaporan akun ini sebagai suatu pengurangan dari total modal dsetor dan laba ditahan di neraca  Motode Nilai Pari atau Nilai Ditetapkan. 3. Aturan umumnya adalah . . 2. Oleh karena itu. Menghasilkan pendebetan akun Saham Treasuri untuk biaya reakusisi. Dalam kenyataanya. biaya percetakan dan pajak sebagai pengurang jumlah yang disetor. Alasan perusahaan membeli kembali sahamnya yang beredar cukup bervariasi. maka seharusnya melaporkan biaya yang dikeluarkan untuk menjual saham. Pembelian Saham Treasuri Ada dua metode yang umum digunakan :  Metode Biaya. 4. Dalam kasus seperti itu. Beberapa alasan utamanya adalah : 1. Untuk memenuhi saham dalam kontrak kompensasi saham karyawan atau memenuhi kebutuhan merger yang potensial. Jika nilai pasar wajar saham yang diterbitkan dan property atau jasa yang diterima belum dapat ditentukan. Reakuisisi Saham Adalah umum bagi perusahaan untuk membeli kembali saham-sahamnya. maka seharusnya digunakan teknik penilaian yang tepat. Gaji manajemen dan biaya tidak langsung lainnya yang berhubungan dengan penerbitan saham harus dibebankan pada saat dikeluarkan karena sulit untuk menetapkan hubungan antara biaya-biaya tersebut yang diterima dari hasil penjualan. seperti biaya. Untuk meningkatkan laba per saham dan pegembalian atas ekuitas (ROE). Jika keduanya telah dapat ditentukan. tidak menjadi masalah mana yang akan digunakan sebagai dasar untuk penilaian pertukaran. dan transaksi itu merupaan hasil pertukaran jarak jauh. Saham yang diterbitkan untuk jasa atau property selain kas harus dicatat. penjaminan. Akuntansi untuk penerbitan saham atas priperti atau jasa kadang-kadang menimbulkan maslaah dalam penilaian. baik pada nilai pasar wajar saham yang diterbitkan maupun pada nilai pasar wajar pertimbangan non kas yang diterima. Untuk mengurangi upaya pengambilalihan atau mengurangi jumlah pemegang saham. pembelian kembali saham saat ini melebihi deviden sebagai bentuk distribusi kepada pemegang saham. 5. Membentuk pasar bagi saham.

Saham Preferen yang Dapat Ditebus : Terbitan saham preferen yang mempunyai karakter yang membuat sekuritas itu bersifat seperti hutang (mempunyai kewajiban hukum untuk membayar) dan bukan seperti instrument ekuitas. Saham Preferen Konvertibel : Mengizinkan pemegang saham. 3. apabila saham treasuri dijual dibawah harga pokok. Pengaruh akuntansinya adalah sama dengan penjualan saham treasuri kecuali bahwa debet dilakukan ke akun modal disetor yang dapat diaplikasikan ke penarikan saham. Dapat ditebus pada opsi perseron 5. Apabila harga jual saham treasuri lebih besar dari harga pokonya. maka kelebihan harga pokok atas harga jual didebet ke Modal Disetr dari Saham Treasuri. menukar saham preferen menjadi saham biasa pada rasio yang telah ditentukan sebelumnya. pada opsinya. Penarikan saham treasuri mempunyai status sebagai saham yang diotorisasi dan saham yang belum diterbitkan. Preferensi ats dividen 2. Saham Preferen yang Dapat Ditarik : Mengizinkan perusahaan penerbit saham untuk menarik atau menebus. maka perbedaan ini dikredit ke Modal Disetor dari Saham Treasuri 2. SAHAM PREFEREN Saham dengan kelas khusus yang memiliki kelebihan atau fitur yang tidak dimiliki saham biasa. Penarikan Saham Treasuri Dewan direksi dapat menyetujui penarikan saham terasuri. bukan ke kas. Dapat dikonversi menjadi saham biasa 4. Preferensi atas aktiva pada saat likuidasi 3. Misalnya pada saham . Tidak mempunyai hak suara Karakteristik Saham Preferen 1. saham preferen yang beredar pada tanggal tertentu di masa depan dan pada harga yang telah ditentukan. Penjualan Saham Traesuri di Atas Harga Pokoknya. Saham Preferen Partisipasi : Pemegang saham ini membagi rata dengan pemegang saham biasa setiap pembagian laba di luar tingkat yang ditentukan. menurut opsinya. Penjualan Saham Treasuri di Bawah Harga Pokok. 4.Penjualan Saham Treasuri Ada dua metode yang digunakan. 5. yaitu : 1. Saham Preferen Kumulatif : Dinyatakan bahwa jika perseroan gagal membayar dividen dalam satu tahun. Karakteristik saham preferen : 1. maka harus dibayarkan dalam tahun berikutnya sebelum laba dapat dbagikan kepada pemegang saham biasa 2.

Keinginan untuk memperlancar pembayaran dividen dari tahun ke tahun dengan mengakumulasi laba dalam tahun-tahun yang menghasilkan laba dan menggunakan akumulasi itu sebagai dasar untuk membayar dividen tahun-tahun yang buruk 5. Selain itu kebutuhan akan . perusahaan memasukkan saham preferen konvertibel sebagai ekuitas pemegang saham. Kerugian untuk menahan aktiva yang tidak dibayarkan sebagai dividen guna membiayai pertumbuhan atau ekspansi 4. tidak ada justifikasi teoritis untuk mengakui keuntungan atau kerugian. Saham preferen umumnya tidak mempunyai tanggal jatuh tempo. dalam bentuk aktiva. Keinginan untuk membentuk perlindungan atau penyangga terhadap kemungkinan kerugian atau kesalahan dalam kalkulasi laba. Sangat sedikit perusahaan yang membayar dividen dalam jumlah yang sama dengan laba ditahan yang tersedia secara legal. preferen yang dapat ditebus ini mempunyai periode penebusan wajib atau karakter penebusan yang tidak dapat dikontrol oleh perusahaan penerbit saham. Alasan utamanya adalah Sebagai berikut : 1. Perusahaan yang membayar deviden secara ekstrim enggan untuk mengurangi atau mengeliminasi devidenya. KEBIJAKAN DIVIDEN Penentuan jumlah deviden yang tepat harus dibayarkan merupakkan keputusan manajemen keuangan yang sangat sulit. perusahaan mengklasifikasikan ssaham preferen sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham. karena mereka percaya bahwa tindakan ini akan dipandang negative oleh pasar sekuritas. Akibatnya. Sehingga. Perusahaan mengalokasikan proceeds antara nilai pari saham preferen dan tambahan modal disetor. Persetujuan (kontrak obligasi) dengan kreditor tertentu untuk menahan semua atau sebagian laba. Perusahaan tidak mengakui keuntungan atau kerugian ketika berurusan dengan pemegang saham dalam kapasitas mereka sebagai pemilik perusahaan. Di samping itu. Kondisi Keuangan dan Pembagian Dividen Eksistensi kewajiban lancar sangat kuat menyatakan bahwa sebagian dari kas diperlukan untuk membayar kewajiban lancar ketika jatuh tempo. guna membentuk proteksi tambahan terhadap kemungkinan kerugian 2. Akuntansi dan Pelaporan Saham Preferen Akuntansi saham preferen pada saat penerbitannya sama dengan akuntansi saham biasa. ketika menerbitkan saham preferen konvertibel. Namun perusahaan memakai metode nilai buku : mendebit saham preferen dan tambahan modal disetor yang terkait dan mengkredit saham biasa dan tambahan modal disetor (apabila ada kelebihan). Berkebalikan dengan obligasi konvertibel (dicatat sebagai kewajiban saat tanggal penerbitan). Beberapa hukum perseroan Negara bagian mensyaratkan bahwa laba yang ekuivalen dengan biaya saham treasuri yang dibeli dilarang untuk diumumkan sebagai dividen 3. tidak ada kewajiban hokum untuk membayar pemegang saham preferen.

Namun suatu catatn memorandum dibuat untuk menunjukkan bahwa nilai pari saham telah berubah.uang tunai sehari-hari untuk penggajian dan pengeluaran lainnya yang tidak dimasukkan dalam kewajiban lancar juga memerlukan kas. manajemen harus mempertimbangkan ketersediaan dana untuk membayar dividen. . Untuk mengurangi nilai pasar saham. tetapi tidak ada ayat jurnal formal yang dibuat. Jadi. dan pertimbangan lainya. Dividen Tunai 2. cara yang biasa dilakukan adalah dengan melakukan pemecahan saham. Karena itu. mereka ingin memiliki harga pasar yang cukup rendah sehingga berada dalam batas kemampuan mayoritas calon investor. Dividen memiliki jenis sebaga berikut: 1. Perbedaan Pemecahan Saham dan Dividen Saham Dari sudut pandang legalitas. kemampauan perusahaan untuk mengamati kebutuhan modal kerja tertentu. Pembatasan dapat didasarkan atas penahanan saldo laba ditahan tertentu. Jenis-Jenis Dividen Pembagian deviden umumnya didasarkan atas akumulasi laba(yaitu laba ditahan) atau atas beberapa pos modal lainya seperti tambahan modal disetor. meskipun menghasilkan kenaikan jumlah saham yang beredar. sebelum dividen diumumkan. tidak ada ayat jurnal untuk mencatat pemecahan saham. pinjaman tambahan. namun tidak mengurangi nilai pari. Dividen Likuidasi 4. Pengungkapan Pembatasan atas Laba Ditahan Dalam banyak perusahaan terdapat pembatasan atas laba ditahan atau deviden. Dari sudut pandang akuntansi. Suatu dividen sebaiknya tidak dibayarkan kecuali baik posisi keuangan sekarang ataupun yang akan datang tampak menjamin pembagian dividen. Dividen Saham Pemecahan Saham Manajemen dari banyak perusahaan merasa yakin bahwa untuk menjalin hubungan dengan masyarakat yang lebih baik. pemecahan saham berbeda dengan deviden saham. Dividen Properti 3. dan jumlah saham telah bertambah. Pembatasan seperti itu paling baik diungkapkan dengan catatan. Sementara dividen saham. kepemilikan yang lebih luas sangat diperlukan. karena pemecahan saham menghasilkan kenaikan jumlah saham yang beredar dan penurunan nilai pari atau nilai ditetapkan per saham. jadi dividen itu menambah total nilai pari saham yang beredar.

Pengurangan. 4.PENYAJIAN DAN ANALISIS EKUITAS PEMEGANG SAHAM Penyajian Neraca Laporan Ekuitas Pemegang Saham Laporan ekuitas pemegang saham biasanya disajikan dalam format dasar sebagai berikut : 1. 2. Saldo pada akhir periode Analisis . Saldo pada awal periode. 3. Penambahan.

Nilai buku per saham . Rasio pembayaran 3. yaitu: 1. Analisis menggunakan rasio ekuitas pemegang saham untuk mengevaluasi profitabilitas dan solvensi jangka panjang perusahaan. Tiga rasio berikut akan dibahas dan diilustrasikan. Tingkat pengembalian atas ekuitas saham biasa 2.