48 Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian (Volume 1.

No 2 – Desember 2007)

METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)
UNTUK INFORMASI PENYEMPURNAAN PERAKITAN VARIETAS MELON

Yayah K. Wagiono1 dan Hamrah2
1
Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB
2
Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis, Departemen Agribisnis, FEM-IPB

ABSTRACT
Problems faced by the development of melon fruit in Indonesia are closely related to the
domestic availability of seed. Although the government research center as well as private seed
producers have been able to produce melon seed, the largest part of the seed supply is still
imported. The objectives of this study are to pursue or to identify ideotype of melon that the
domestic consumers is willing to consume and to apply QFD methods (to compose HOQ matrix) in
developing domestic melon seed breeding.
The melon fruit demanded by institutional consumers is the melon fruit without net, and
demanded melon fruit by the final consumers is the netted melon fruit. The application of QFD in
the planning of the melon varieties is started by composing the HOQ matrix that consisted of the
following steps: first, to compose the customers conditions; second, to compose the technical
conditions; third, to develop the relationship between the customers and technical condition;
fourth, to evaluate the technical competitiveness; fifth, to develop the technical conditions;
sixth, to develop the customers condition, and finally, to develop the priority of technical
conditions. The recommendation given to the melon seed breeders is to concentrate on the
technical conditions with the highest absolute and relative weighted values.

Keywords : QFD Concept, HOQ Matrix, weighted absolute values, weighted relatives values,
technical conditions, customer conditions, and competitive evaluation

PENDAHULUAN varietas melon yang berkembang saat ini
Hortikultura merupakan salah satu sebagian besar masih berasal dari benih impor.
komoditi andalan utama sektor pertanian. Hal tersebut menyebabkan persepsi konsumen
Buah-buahan merupakan bagian dari komoditi terhadap buah melon kualitas baik adalah buah
hortikultura yang mempunyai potensi cerah melon impor. Berdasarkan permasalahan
sebagai penghasil devisa negara dari ekspor tersebut, maka upaya untuk memproduksi
non migas. Permintaan masyarakat akan benih melon dalam negeri terus diupayakan,
komoditi hortikultura khususnya buah-buahan sehingga dapat menghasilkan varietas melon
semakin meningkat seiring dengan semakin sesuai dengan keinginan pelanggan, tetapi
meningkatnya kesadaran masyarakat akan secara teknik dapat disediakan oleh para
kebutuhan gizi (PKBT IPB, 2005). Buah-buahan perakit varietas dalam negeri.
Indonesia yang permintaannya diperkirakan Peran serta lembaga-lembaga penelitian
akan terus mengalami peningkatan adalah sangat diperlukan untuk dapat menghasilkan
melon. Peluang permintaan yang tinggi benih-benih melon yang bermutu tinggi. Pusat
menandakan bahwa pengembangan melon di Kajian Buah-buahan Tropika (PKBT) IPB
Indonesia masih perlu ditingkatkan agar dapat merupakan salah satu lembaga penelitian di
memenuhi permintaan konsumen. Indonesia dan juga sebagai perakit varietas
Permasalahan yang dihadapi dalam benih yang berusaha mencoba mengembangkan
pengembangan melon di Indonesia adalah melon yang berkualitas dan sesuai keinginan
bahwa benih melon masih impor, sehingga konsumen.

Yayah K. Wagiono dan Hamrah Metode Quality Function Deployment (QFD)
untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon

2. warna. Wagiono dan Hamrah Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon . karena dalam struktur QFD informasi keinginan proses. Proses QFD umur simpan. No 2 – Desember 2007) 49 Salah satu cara agar dapat menghasilkan Konsep Total Quality Management (TQM) varietas melon yang dapat memenuhi keinginan Sasaran utama yang ingin dicapai TQM konsumen. penanganan. diinginkan konsumen. seperti faktor ekonomi (harga). keamanan. produsen dalam merespon apa yang diinginkan penelitian ini bertujuan untuk : pelanggan. Penerapan 2004). Menerapkan metode QFD (menyusun Konsep Quality Function Deployment (QFD) matriks HOQ) dalam penyempurnaan Pengertian QFD perencanaan perakitan varietas melon Tugas menerjemahkan permintaan- (pemuliaan melon) di PKBT IPB. berhubungan dengan produk. halal. masalah yang dibahas dalam Menurut Kotler (2005) pelanggan adalah penelitian ini adalah bagaimana penerapan orang yang menyampaikan keinginannya metode QFD (penyusunan matriks HOQ) dalam kepada kita. Metode QFD mengatasi masalah 1. dan lingkungan yang memenuhi atau pelanggan diakomodasikan dalam kemampuan melebihi harapan pelanggan. kemudahan menggambarkan struktur QFD. Tuntutan pelanggan dalam penyempurnaan kepuasannya kadang-kadang tanpa TUJUAN PENELITIAN memperhatikan kemampuan teknik dari Berdasarkan pendahuluan di atas. sifat mutu lainnya. memastikan mutu kemampuan perencanaan produksi sesuai kepada pelanggan. tetapi mengakomodasikan adalah kepuasan pelanggan. varietas melon di PKBT IPB. nilai gizi dan zat berkhasiat istilah yang sering digunakan untuk (mutu fungsional). proses QFD secara lengkap terdiri dari empat fase Yayah K. dalam Poerwanto (1996) kriteria mutu untuk produk buah-buahan meliputi mutu visual atau Struktur QFD penampakan. faktor lingkungan. menumbuhkan kerjasama dengan persyaratan teknik ialah dengan yang baik dari seluruh personal yang terlibat menerapkan metode Quality Function dari semua tingkatan serta kelangsungan hidup Deployment (QFD) dalam perencanaan dan perkembangan perusahaan (Marimin. Berdasarkan Fokus pada Pelanggan hal tersebut. dan konsistensi suplai. manusia. perakitan varietas tanaman. Menurut Besterfield et al (1999). tekstur dan Matriks House of Quality (HOQ) adalah mouthfeel. Mengidentifikasi ideotipe melon yang tersebut. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian (Volume 1. bentuk. Kunci utama mempertahankan penyempurnaan perencanaan perakitan pelanggan adalah kepuasan pelanggan. jasa. metode QFD diawali dengan pembentukan matriks House Of Quality (HOQ). flavor. Menurut Kader teknik dalam perencanaan produksi. permintaan pelanggan sasaran menjadi prototipe yang berfungsi dibantu beberapa KERANGKA PEMIKIRAN metode yang dikenal sebagai penyebaran Konsep Mutu fungsi mutu Quality Function Deployment Goetsch dan Davis (2000) mendefinisikan (QFD). Metode QFD jauh lebih maju dari mutu sebagai kondisi dinamis yang analisis preferensi konsumen atau pelanggan.

5 milyar (Direktorat Jenderal Penerapan metode QFD diawali dengan Hortikultura 2005). dari pakar yang ahli dalam perakitan varietas walaupun pada tahun 2005 telah menurun melon di PKBT IPB. Korea dan USA perencanaan pengembangan varietas melon perakitan varietas sangat berkembang pesat. Varietas perencanaan produksi. yaitu konsumen efisiensi waktu. 2000). QFD buah melon. Atribut buah melon ini dalam memberikan sejumlah manfaat bagi organisasi metode QFD akan dimasukkan ke dalam yang mencoba untuk mempertinggi daya persyaratan pelanggan untuk mengetahui saingnya dengan memperbaiki secara kontinyu ideotipe buah melon yang diinginkan oleh kualitas dan produktivitasnya. telah disusun ini digunakan untuk merumuskan Taiwan. teknik yang dimiliki oleh produsen. proses. No 2 – Desember 2007) yang dinyatakan dalam empat matriks.50 Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian (Volume 1. Di negara penghasil benih penyusunan matriks HOQ. dan sebagai bahan masukan bagi PKBT IPB. matriks mendatangkan benih impor karena permintaan pengembangan bagian. Manfaat dari konsumen.73 milyar pada tahun 2001. matriks perencanaan melon terus meningkat. buah melon dan konsumen bukan lembaga yang merupakan konsumen yang tidak memproduksi Kerangka Pemikiran Operasional buah melon atau konsumen akhir. orientasi kerjasama tim. Apabila Indonesia tidak bertekad Kerangka pemikiran operasional dapat dilihat mengembangkan perakitan varietas melon. mencoba menyesuaikan antara apa yang tetapi benih yang berasal dari impor masih diinginkan konsumen dengan persyaratan diunggulkan oleh perusahaan-perusahan besar. dikelompokkan menjadi dua. menjadi 11. Australia. Matriks HOQ yang melon seperti Belanda. Thailand. Untuk perakitan varietas informasi yang diperlukan adalah atribut-atribut kualitas yang Manfaat QFD diprioritaskan oleh konsumen dalam pemilihan Menurut (Goestch dan Davis. Permasalahan yang dihadapi dalam Salah satu cara penyempurnaan kualitas perkembangan melon di Indonesia saat ini adalah dengan menerapkan metode QFD dalam adalah benih melon masih impor. Denmark. Metode QFD ini melon dirakit oleh beberapa perusahaan benih. Wagiono dan Hamrah Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon . Jepang. Yayah K. dan matriks perencanaan produksi. pada Gambar 1. Biaya untuk mengimpor benih melon pernah Persyaratan teknik merupakan hasil pendapat mencapai 44. Konsumen dalam penelitian ini QFD antara lain: fokus pada pelanggan. dan lembaga adalah konsumen benih dan produsen orientasi pada dokumentasi. yaitu maka besaran devisa akan terus terkuras untuk matriks perencanaan produk.

Kerangka Pemikiran Operasional Keterangan : Rekomendasi bagi PKBT IPB Yayah K. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian (Volume 1. Wagiono dan Hamrah Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon . No 2 – Desember 2007) 51 Gambar 1.

dan menentukan benih.52 Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian (Volume 1. kemudian tim QFD harus menyusun persyaratan teknik yang akan mempengaruhi satu atau lebih persyaratan pelanggan. Wagiono dan Hamrah Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon . Mengembangkan Matriks Hubungan mengambil lokasi di wilayah Kota Bogor. Survei hubungan antara persyaratan pelanggan dan terhadap pemulia melon dilakukan di Pusat persyaratan teknik sebagai berikut : Kajian Buah-buahan Tropika (PKBT) IPB dengan ● : Sebuah lingkaran penuh pertimbangan bahwa PKBT IPB merupakan menunjukkan hubungan kuat. penelitian ini adalah metode survei dengan 3. Penelitian dilakukan pada bulan ∆ : Sebuah segitiga menunjukkan Desember 2006 sampai Februari 2007. bernilai 3 tanaman. (What) bernilai (–3) Daftar persyaratan pelanggan dibagi XX : Menunjukkan hubungan negatif kuat. sekunder. □ : Menunjukkan tidak ada hubungan. dan Metode penelitian yang digunakan dalam tersier. HOQ adalah sebagai berikut : bernilai (+3) 1. bernilai 0 frekuensi. menjadi sebuah hierarki persyaratan pelanggan bernilai (–9) primer. Survei dilakukan membandingkan persyaratan pelanggan dan terhadap konsumen lembaga yaitu konsumen persyaratan teknik. Simbol yang digunakan Hasil dari tabulasi deskriptif selain untuk menjelaskan kekuatan hubungan sebagai karakteristik konsumen digunakan dalam berikut : metode Quality Function Deployment (QFD). Tabulasi deskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik konsumen. No 2 – Desember 2007) METODE PENELITIAN persyaratan teknik primer. dan poin mengidentifikasi setiap hubungan antar setiap penjualan dari setiap persyaratan pelanggan. bernilai 9 produsen benih yang mencoba mengembangkan ○ : Sebuah lingkaran kosong melon yang berkualitas melalui pemuliaan menunjukkan hubungan medium. dan tersier. Daftar persyaratan teknik dibagi menjadi hierarki Yayah K. antara Persyaratan Pelanggan dan Persyaratan Teknik Pemilihan Kota Bogor dan survei dilakukan Langkah selanjutnya adalah secara sengaja (purposive). Metode QFD diawali dengan menyusun matriks bernilai (+9) HOQ. tingkat kepentingan. √√ : Menunjukkan hubungan positif kuat. persyaratan teknik. konsumen bukan lembaga yaitu hubungannya masing-masing. sekunder. Mendaftarkan Persyaratan Teknik (How) bernilai (0) Setelah kebutuhan dan harapan pelanggan ditunjukkan dalam persyaratan pelanggan. bernilai 1 Metode pengolahan dan analisis data □ : Sebuah kotak kosong menggunakan tabulasi deskriptif yaitu tabel menunjukkan tidak ada hubungan. 2. Simbol yang pedagang pengecer dan konsumen langsung digunakan untuk menunjukkan derajat buah melon utuh. ideotipe 4. Mengembangkan Matriks Hubungan antara Persyaratan Teknik melon yang diinginkan konsumen (persyaratan Matriks ini digunakan untuk pelanggan). hubungan lemah. Langkah-langkah membangun matriks √ : Menunjukkan hubungan positif lemah. serta pemulia melon. Mendaftarkan Persyaratan Pelanggan X : Menunjukkan hubungan negatif lemah.

dalam kolom kepentingan bagi pelanggan Derajat Kesulitan untuk mengindikasikan sebuah rating. kenaikan dan poin penjualan : Penilaian Kompetitif Teknik Bobot Absolut = (Kepentingan bagi Sama dengan penilaian kompetitif Pelanggan)(Faktor Skala Kenaikan)(Poin pelanggan. Tabel pelanggan. Mengembangkan Prioritas Persyaratan Prioritas persyaratan teknik ini mencakup Pelanggan derajat kesulitan teknik. Tim QFD mencakup kolom untuk : mengidentifikasi persyaratan teknik yang Kepentingan bagi Pelanggan paling dibutuhkan untuk memenuhi Angka 1 sampai dengan 4 didaftarkan persyaratan pelanggan dan perbaikan. Penilaian Kompetitif Faktor Skala Kenaikan Penilaian kompetitif adalah sepasang Faktor skala kenaikan adalah rasio antara tabel bobot (atau grafik) yang melukiskan item nilai sasaran dengan rating produk yang demi item bagaimana produk kompetitif diberikan dalam penilaian kompetitif dibandingkan dengan produk organisasi. Nilai sasaran untuk setiap persyaratan teknik ditentukan menggunakan skala 1 (terburuk) sampai dengan 4 (terbaik). kategori. Yayah K. kompetitor. Semakin tinggi nilainya. dalam kolom evaluasi kompetitif untuk Bobot Absolut mengidentifikasikan sebuah peringkat dari Bobot absolut dihitung dengan mengalikan 1 untuk terburuk sampai 4 untuk yang kepentingan bagi pelanggan. 1 Derajat kesulitan ditentukan dengan untuk tingkat kepentingan paling rendah memberikan nilai untuk setiap sampai dengan 4 untuk yang sangat persyaratan teknik dari 1 (paling tidak penting. faktor skala terbaik. dimana 1 untuk yang 7. yaitu penilaian pelanggan dan Poin Penjualan penilaian teknik. Kolom ini adalah kolom di mana teknis. sulit) sampai dengan 4 (sangat sulit). nilai sasaran serta Prioritas persyaratan pelanggan ini bobot absolut dan relatif. Wagiono dan Hamrah Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon . Teknik 6. Seberapa banyak nilai diambil tim QFD memutuskan apakah mereka untuk memenuhi atau melebihi harapan ingin mempertahankan produk mereka pelanggan dijawab dengan mengevaluasi tidak berubah. Mengembangkan Prioritas Persyaratan terburuk dan 4 untuk yang terbaik. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian (Volume 1. Poin penjualan memberitahukan tim QFD Penilaian Kompetitif Pelanggan seberapa baik sebuah persyaratan Angka 1 sampai dengan 4 didaftarkan pelanggan akan menjual. uji data diubah menjadi angka Penjualan) 1 sampai dengan 4. penilaian kompetitif dipisahkan menjadi dua semakin banyak usaha yang dibutuhkan. Nilai Sasaran Nilai Sasaran Kolom nilai sasaran berada pada skala Hal ini merupakan sebuah ukuran objektif yang sama dengan penilaian kompetitif yang mendefinisikan nilai yang harus pelanggan (1 untuk terburuk dan 4 untuk diperoleh untuk mencapai persyaratan terbaik). No 2 – Desember 2007) 53 5. memperbaiki produk atau semua informasi yang dimasukkan ke membuat produk lebih baik daripada dalam HOQ dan memilih nilai sasaran.

. ketebalan daging.. ketebalan kulit tipis.. daging hijau muda kekuningan. bentuk bulat. Ci = Vektor kolom dari kepentingan bagi ketebalan kulit tipis. bentuk bulat.. tekstur kulit yaitu : n berjaring kasar. kadar air sedang. dan kepadatan jala. warna absolut untuk persyaratan pelanggan.5 kg). m = Nomor persyaratan teknik Sedangkan urutan prioritas persyaratan n = Nomor persyaratan pelanggan pelanggan yang harus dipenuhi oleh perakit Bobot Relatif varietas melon khususnya melon berjaring Pada cara yang sama. persyaratan pelanggan dengan bobot bobot sedang (1 – 2. Berdasarkan bobot absolut. warna kulit kuning....m) tekstur daging berserat halus. kadar Yayah K. aroma wangi... Bobot ini Sedangkan urutan prioritas persyaratan teknik menunjukkan dampak dari karakteristik teknis berdasarkan bobot absolut yang harus dipenuhi pada persyaratan pelanggan. rasa manis.m) melon khususnya melon tanpa jaring yaitu Rij = Bobot yang ditunjukkan oleh bobot kecil < 1kg.m) paling dibutuhkan untuk dapat memenuhi di = Vektor kolom dari bobot absolut persyaratan pelanggan dan membutuhkan untuk persyaratan pelanggan perbaikan. warna daging. daya pelanggan untuk Persyaratan simpan 5 – 10 hari. kadar air sedikit..n) diketahui urutan prioritas persyaratan teknik Rating absolut dan relatif yang lebih tinggi dalam perakitan varietas melon khususnya mengidentifikasi area dimana usaha teknik melon tanpa jaring yaitu bobot.. keputusan dapat berjaring yaitu bobot.. kadar PTT. ketebalan butuh untuk dikonsentrasikan.. warna kulit mengganti derajat kepentingan untuk hijau kekuningan. rasa manis matriks hubungan sekali. (i = 1. Sejalan dengan oleh pemulia melon khususnya melon derajat kesulitan teknis.. bobot relatif untuk yaitu daging tebal.... j = 1. lingkar... persyaratan teknik ke-j diberikan dengan tekstur daging halus tidak berserat.. warna kulit. No 2 – Desember 2007) Bobot Absolut dibuat dengan memperhatikan dimana Bobot absolut untuk persyaratan teknik mengalokasikan sumber daya untuk perbaikan ke-j kemudian diberikan dengan : kualitas. daging tebal.n. utama antara kedua bobot ini adalah bobot tekstur daging. ketebalan kulit. aroma wangi. i =1 Setelah mengetahui urutan prioritas dimana : persyaratan pelanggan.. relatif juga mencakup informasi faktor skala bentuk. kadar air. Perbedaan daging.. kenaikan dan poin penjualan. panjang. kemudian bj = Vektor baris dari bobot relatif untuk mengidentifikasi persyaratan teknik yang persyaratan teknik ( j = 1... dan daya b j = ∑ R ij d i simpan 5 – 10 hari. n a j = ∑ R ij C i HASIL DAN PEMBAHASAN i =1 Berdasarkan hasil survei terhadap dimana : konsumen diketahui urutan prioritas aj = Vektor baris dari bobot absolut persyaratan pelanggan yang harus dipenuhi untuk persyaratan teknik oleh pemulia dalam pengembangan varietas (j = 1.54 Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian (Volume 1. warna daging hijau muda pelanggan (i = 1. (i = 1. Wagiono dan Hamrah Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon .n) kekuningan dan tekstur kulit tidak berjaring.

warna pelanggan ini masuk dalam matrik HOQ. langkah ketujuh atau terakhir teknik maupun persyaratan pelanggan. dan kepadatan jala. Persyaratan bentuk. langkah kelima berguna untuk memperoleh informasi melakukan penilaian kompetitif yang terdiri mengenai genotipe yang perlu diseleksi. tersebut dilakukan untuk mendapatkan Implementasi metode QFD dalam genotipe melon yang dapat memenuhi semua perencanaan perakitan varietas melon diawali persyaratan teknik. adalah mengembangkan prioritas persyaratan Langkah-langkah dalam mengimple. diinginkan oleh konsumen bukan lembaga ketebalan kulit. dan pengujian. yang dari penilaian kompetitif pelanggan dan dijadikan tetua dalam hibridisasi selanjutnya. langkah keenam dan genotipe yang dapat dijadikan varietas mengembangkan prioritas persyaratan melon yang memenuhi semua persyaratan pelanggan. tekstur daging. Matriks HOQ ini dapat Yayah K. langkah persilangan telah dilakukan. Wagiono dan Hamrah Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon . teknik. tekstur daging. kadar PTT. lingkar. sedangkan buah melon yang yaitu bobot. (Lampiran 1). Matriks HOQ dapat memenuhi semua persyaratan ini meliputi tujuh langkah yaitu langkah pelanggan. kadar air. kadar PTT. Pengujian antara persyaratan teknik. melon dapat dilihat pada Gambar 2 warna daging. penyusunan persyaratan pelanggan (ideotipe warna daging. Sedangkan buah melon yang diinginkan konsumen) urutan prioritas persyaratan teknik diketahui bahwa buah melon yang diinginkan berdasarkan bobot relatif yang harus dipenuhi oleh konsumen lembaga adalah buah melon oleh perakit melon khususnya melon berjaring tanpa jaring. Matriks HOQ perencanaan varietas daging. tekstur berjaring. persilangan. No 2 – Desember 2007) 55 air. panjang. warna kulit. langkah ketiga mengembangkan urutan prioritasnya (berdasarkan nilai bobot matriks hubungan antara persyaratan absolut dan bobot relatif). panjang. langkah kedua menyusun persyaratan memenuhi persyaratan teknik sesuai dengan teknik (how). bentuk. sehingga pada akhirnya dengan menyusun matriks HOQ. Berdasarkan hasil kulit. ketebalan daging. yang daging. Seleksi dan pelanggan dan persyaratan teknik. adalah buah melon berjaring. Hal QFD. lingkar. tahap selanjutnya keempat mengembangkan matriks hubungan adalah mengadakan pengujian. bentuk. lingkar. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian (Volume 1. yaitu konsumen lembaga (konsumen benih) dan panjang. ketebalan kulit. Seleksi dan persilangan dilakukan pertama penyusunan persyaratan pelanggan untuk mendapatkan genotipe melon yang dapat (what). mentasikan metode QFD (penyusunan matriks Para perakit varietas di PKBT IPB perlu HOQ) telah selesai dilakukan sehingga memusatkan perhatian pada persyaratan diperoleh matriks HOQ secara lengkap. ketebalan daging. dan kepadatan jala. mempengaruhi perencanaan perakitan varietas Kegiatan pemuliaan melon mencakup dengan mengimplementasikannya pada metode seleksi. warna kulit. penilaian kompetitif teknik. kadar PTT. Matriks teknik yang memiliki nilai bobot absolut dan HOQ ini digunakan dalam perencanaan varietas relatif yang lebih tinggi atau berdasarkan melon tanpa jaring maupun varietas melon urutan prioritasnya. dan kepadatan jala. ketebalan konsumen bukan lembaga. Berdasarkan bobot relatif diketahui urutan prioritas persyaratan teknik dalam KESIMPULAN perakitan varietas melon khususnya melon Konsumen dalam penelitian ini dibagi dua tanpa jaring yaitu bobot. kadar air. warna kulit.

Fakultas Pertanian. Bogor). Gramedia Widiasarana Indonesia. Institut cepat merespon perbaikan varietas melalui Pertanian Bogor. Prinsip- Institut Pertanian Bogor. Philip. Sekolah Pasca Sarjana. No 2 – Desember 2007) digunakan dalam perencanaan perakitan Performance. Bogor. 2006. 2004. Jakarta. Second Edition. Jay. Muspitawati. New Jersey. Kotler. Quality Management : Introduction to Total Quality Management for Production Processing and Services. Siti C. varietas melon dan bukan hanya pada melon. Institut Pertanian Pelanggan Melalui Quality Function Bogor. perakitan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Direktorat Jenderal Hortikultura. 1999. Third Edition. David L. Prentice Hall. 2006. Departemen Pertanian. Deployment : Kasus Restoran Hoka-hoka Bento. John. 2003. Ghalia Indonesia. Butterworth-Heinemann. Nasution. and Davis. Second Edition. S. Peran Manajemen tetapi dipakai untuk memandu perencanaan Budidaya Tanaman dalam Peningkatan penyempurnaan perakitan komoditi pertanian Ketersediaan dan Mutu Buah-buahan. Besterfield. Skripsi. 1993. Bogor. Jakarta. Fakultas Teknologi Pertanian. Statistik Hortikultura Tahun 2005 (Angka Tetap).56 Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian (Volume 1. Total Quality Management. 2001. Tesis. Bogor. 2001. Laporan Utama Riset Unggulan Strategi DAFTAR PUSTAKA Nasional Pengembangan Buah-buahan Badan Pusat Statistik. Prentice Hall. 2003. Dale H. Roedhy. Departemen Pertanian Republik Indonesia. Kota Bogor Unggulan Indonesia Tahun 2005. Dalam Angka 2005. 2005. Marimin. Jakarta. Barry. dan Heizer. Membangun Kepuasan Lembaga Penelitian. Wagiono dan Hamrah Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon . Goetsch. lainnya. N. Terutama pada komoditi yang dapat Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Hortikultura. Oakland. Badan Pusat Statistik. Pusat Kajian Buah-buahan Tropika. Jakarta. Poerwanto. New Jersey. Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Salemba Empat. prinsip Manajemen Operasi Edisi Pertama. et al. M. Index. 2002. Total Quality Management : The Route to Improving Yayah K. Heti. Jakarta. Manajemen Pemasaran. Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management). 2005. Institut Pertanian Bogor. Kerjasama Menteri Negara Riset dan Bogor-Indonesia. Kajian Strategi Peningkatan Kualitas Produk Industri Sayuran Segar (Studi Kasus di PT Saung Mirwan. Render. Bogor. Oxford. 2000. Stanley B. Teknologi Republik Indonesia dengan Pusat Kajian Buah-buahan Tropika Batubara. Ciawi. Edisi Kesebelas.

Matriks House Of Quality (HOQ) Perencanaan Varietas Melon. Yayah K. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian (Volume 1. No 2 – Desember 2007) 57 Lampiran 1 Gambar 2. Wagiono dan Hamrah Metode Quality Function Deployment (QFD) Untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon .