You are on page 1of 20

MODEL THEORY OF REASONED ACTION (TRA

)
PADA PT. UNGGUL JAYA SEJAHTERA

Oleh
Kelompok 1:
Annis Syafiqa Hayati 1106130078

Yani Putri 1106130091

Yana Putri 1106130096

SI – GAB 1

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI
UNIVERSITAS TELKOM
BANDUNG

2017

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................................................................................. 2
DAFTAR TABEL........................................................................................ 3
DAFTAR GAMBAR.................................................................................... 4
Bab I PENDAHULUAN..........................................................................5
I.1 Tujuan Penelitian........................................................................5
I.2 Kegunaan Penelitian..................................................................5
Bab II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................7
II.1 Technology Acceptance Model (TAM).........................................7
II.2 Konstruk – Konstruk di TAM........................................................8
II.3 Definisi Theory of Reasoned Action (TRA)................................10
Bab III METODE PENELITIAN...............................................................12
Bab IV HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................14
Bab V Kesimpulan.............................................................................. 19
Daftar Pustaka...................................................................................... 20

DAFTAR TABEL
Tabel IV.1 Deskripsi Persepsi Responden Terhadap Pengetahuan tentang
ERP....................................................................................................... 14

2

.............2 Model Theory of Reasoned Action..10 3 ....................................................8 Gambar I..1 Model Theory Acceptance Model (Davis et al:1986)..............Tabel IV....................................................................... 15 DAFTAR GAMBAR Gambar I.2 Deskripsi Persepsi Responden Terhadap Niat implementasi ERP.

1 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk membahas faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan penggunaan implementasi ERP di PT Unggul Jaya Sejahtera. dengan menjawab pertanyaan penelitian yang diuraikan sebagai berikut: 4 . Bab I PENDAHULUAN I.

Mengetahui apakah niat penggunaan berpengaruh terhadap perilaku penggunaan.2 Kegunaan Penelitian Kegunaan atau manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. e. Penelitian ini menambahkan faktor pribadi norma moral. m. b. untuk mengontrol kualitas pelayanan. Mengetahui apakah kontrol perilaku persepsian berpengaruh terhadap niat penggunaan. b. Mengetahui apakah norma sosial berpengaruh terhadap sikap. j. I. Mengetahui apakah norma subjektif berpengaruh terhadap niat penggunaan. c. 2. antara lain: a. Mengetahui apakah norma moral berpengaruh terhadap norma subjektif. g. dalam menentukan ruang lingkup manfaat penggunaan. dan sebagai referensi perbaikan sistem informasi ERP di masa mendatang. d. Penelitian ini menambahkan faktor perilaku penggunaan ERP. k. Mengetahui apakah norma moral berpengaruh terhadap sikap. Kegunaan Teoritis Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur-literatur pengembangan sistem informasi dalam beberapa hal. Kegunaan Praktis Penelitian ini bermanfaat sebagai alat bantu pengambilan keputusan ketika mengevaluasi sistem informasi ERP. h. Mengetahui apakah norma sosial berpengaruh terhadap norma subjektif. Mengetahui apakah kemudahan penggunaan persepsian berpengaruh terhadap sikap. Mengetahui apakah kegunaan persepsian berpengaruh terhadap control perilaku persepsian. Mengetahui apakah kemudahan penggunaan persepsian berpengaruh terhadap kegunaan persepsian. i. a. c. Mengetahui apakah kemudahan penggunaan persepsian berpengaruh terhadap kontrol perilaku persepsian. Mengetahui apakah kegunaan persepsian berpengaruh terhadap sikap. 5 . Mengetahui apakah sikap berpengaruh terhadap niat penggunaan. Penelitian ini terdapat korelasi antara keyakinan (faktor norma sosial dan norma moral) dengan sikap. l. f.

technology acceptance model (TAM) yang diadopsi dari theory of reasoned action (TRA) dikembangkan oleh Davis (1989) memberikan landasan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai perilaku pemakai dalam penerimaan dan penggunaan sistem informasi (Davis et al. Bab II TINJAUAN PUSTAKA II.. Tujuan utama TAM adalah untuk dapat menjelaskan faktor-faktor utama dari 6 . 2003).1 Technology Acceptance Model (TAM) Penelitian mengenai sistem informasi telah menguji perilaku pengguna dan penerimaan sitem dari berbagai perspektif (Verkantesh et al. Dari berbagai model yang telah diteliti. 1989).

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi adalah persepsi pengguna atas kegunaan dan kemudahan penggunaan teknologi informasi sebagai suatu tindakan yang beralasan dalam konteks pengguna teknologi informasi sehingga alasan seseorang dalam melihat manfaat dan kemudahan penggunaan teknologi informasi menjadikan tindakan orang tersebut dapat menerima penggunaan teknologi informasi. sikap. 7 . 2000). niat (intention) dan hubungan perilaku pengguna (user behavior relationship). Technology Acceptance Model (TAM) adalah suatu model untuk memprediksi dan menjelaskan bagaimana pengguna teknologi menerima dan menggunakan teknologi yang berkaitan dengan pekerjaan pengguna. Model TAM berasal dari teori psikologis untuk menjelaskan perilaku pengguna teknologi informasi yang berlandaskan pada kepercayaan (belief). Dengan demikian dapat dipahami reaksi dan persepsi pengguna teknologi akan mempengaruhi sikapnya dalam penerimaan penggunaan teknologi informasi.perilaku pengguna teknologi informasi terhadap kepercayaan. Kelima Konstruk ini adalah sebagai berikut ini. dan tujuan teknologi informasi itu sendiri.1 Model Theory Acceptance Model (Davis et al: 1986) II. sikap (attitude). Tujuan perilaku ditentukan oleh sikap atas perilaku tersebut (Sarana. Teori ini membuat model perilaku seseorang sebagai suatu fungsi dari tujuan perilaku.2 Konstruk – Konstruk di TAM Technology acceptance model (TAM) yang pertama yang belum dimodifikasi menggunakan lima konstruk utama. Persepsi Kegunaan Sikap terhadap Niat Perilaku Perilaku Persepsi Perilaku Kemudahan ( Behavioral ( Behavioral (Attidude Penggunaan Intention ) towards Behavior) Gambar I.

diketahui bahwa persepsi kegunaan (perceived usefulness) merupakan suatu kepercayaan (belief) tentang proses pengambilan keputusan. 2010). Persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use). Perilaku (Behavior) atau penggunaan teknologi sesungguhnya (actual technology use). Dari definisinya. Persepsi Kegunaan (perceived usefulness). diketahui bahwa konstruk persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) ini juga merupakan suatu kepercayaan (belief) tentang proses pengambilan keputusan. 5. c. b. 2. Sebaliknya jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi kurang berguna maka dia tidak akan menggunakannya. Sikap Terhadap Perilaku 8 . Sikap terhadap perilaku (attitude towards behavior) atau sikap menggunakan teknologi (attitude towards using technology). Jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi mudah digunakan maka dia akan menggunakannya. Persepsi Kemudahan Penggunaan Persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha (Jogiyanto. 4. Persepsi Kegunaan Persepsi kegunaan (perceived usefulness) didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan meningkatkan kinerja pekerjaannya (Jogiyanto. Sebaliknya jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi tidak mudah digunakan maka dia tidak akan menggunakannya.1. Niat perilaku (behavioral intention) atau niat perilaku menggunakan teknologi (behavioral intention to use). 3. Dari definisinya. 2010). Dengan demikian jika seorang merasa percaya bahwa sistem informasi berguna maka dia akan menggunakannya. a.

3 Definisi Theory of Reasoned Action (TRA) Theory of Reasoned Action dikembangkan oleh Icek Ajzen dan Martin Fishbein (1980). Sikap Terhadap Perilaku (attitude towards behavior) didefinisikan sebagai perasaan positip atau negatip dari seseorang jika harus melakukan perilaku yang akan ditentukan (Jogiyanto. Hasil-hasil dari penelitian-penelitian yang menguji teori sikap ini kurang memuaskan karena banyak ditemukan hasil hubungan yang lemah antara pengukuran-pengukuran sikap (attitude) dengan kinerja dari perilaku sukarela (volitional behavior) yang dikehendaki. 2010). Niat Perilaku Niat perilaku (behavioral intention) adalah suatu keinginan (niat) seseorang untuk melakukan suatu perilaku yang tertentu. Seseorang akan melakukan suatu perilaku (behavior) jika mempunyai keinginan atau niat (behavioral intention) untuk melakukannya (Jugiyanto. 2010). perilaku (behavior) adalah penggunaan sesungguhnya (actual use) dari teknologi (Jugiyanto. Dalam konteks penggunaan sistem teknologi informasi. e. Perilaku Perilaku (behavior) adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang. 2010). Theory of Reasoned Action oleh Ajzen dan Fishbein (1980) ini lahir karena kurang berhasilnya penelitian-penelitian yang menguji sikap yaitu hubungan antara sikap dan perilaku. Dari hasil penelitian-penelitian sebelumnya menunjukan bahwa sikap (attitude) ini berpengaruh secara positip ke niat perilaku (behavioral intention). Teori ini merupakan pengembangan dari penelitian-penelitian sebelumnya yang dimulai dari teori sikap (theory of attitude) yang mempelajari tentang sikap (attitude) dan perilaku (behavior). II. 9 . d. Akan tetapi beberapa penelitian juga menunjukan bahwa sikap (attitude) ini tidak mempunyai pengaruh yang signifikan ke niat perilaku (behavioral intention).

10 . Tahap ketiga dipertimbangkan sikap-sikap (attitudes) dan norma-norma subyektif (subjective norms) dalam bentuk kepercayaan-kepercayaan tentang konsekuensi melakukan perilakunya dan tentang ekspektansi-ekspektansi normatif dari orang yang direferensi (referent) secara relevan. yang diinginkan. perilaku (behavior) ditentukan oleh niat (intention). model ini memiliki kelemahan jika digunakan untuk memprediksi perilaku-perilaku yang spontan. Theory of Reasoned Action mempunyai keterbatasan utama. Secara keseluruhan. Teori ini menjelaskan tentang tahapan-tahapan seseorang dalam melakukan perilaku. sudah diatur atau kurang bersemangat.2 Model Theory of Reasoned Action Model Theory of Reasoned Action menunjukkan bahwa sikap (attitude) seseorang dalam melalukan tindakan diawali dengan alasan-alasan tertentu. kebiasaaan. Karena kepercayaan-kepercayaan seseorang mewakili informasi yang mereka peroleh tentang dirinya sendiri dan tentang dunia di sekeliling mereka. Pada tahap berikutnya niat-niat dapat dijelaskan dalam bentuk sikap-sikap terhadap perilaku (attitude toward the behavior) dan norma-norma subyektif (subjective norms). yaitu hanya dimaksudkan untuk menjelaskan perilaku-perilaku yang akan dikerjakan secara sukarela bukan perilaku-perilaku yang diwajibkan. Oleh karena itu. ini menunjukkan bahwa perilaku ditentukan oleh informasi yang dimiliki oleh seseorang. Pada tahap awal. perilaku seseorang dapat dijelaskan dengan mempertimbangkan kepercayaan-kepercayaannya. Sikap terhadap Perilaku Perilaku ( Attitude towards Behavior ) Niat Perilaku (Behavior) ( Behavioral NormaSubyektif Intention ) ( Subjective Norm ) Gambar I.

Pada pembahasan ini peneliti mengambil studi kasus 11 . Menurut Sugiyono (2013). Niat mengimplementasikan ERP dalam penelitian ini didefinisikan sebagai keinginan atau untuk mengadopsi ERP sebagai bentuk nyata dari aktivitas yang mendukung Perusahaan. penelitian asosiatif adalah penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Sikap merupakan suatu ekspresi perasaan seseorang yang merefleksikan kesukaan atau ketidaksukaannya terhadap suatu objek (Suprapti. Bab III METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif yang berbentuk asosiatif. 2010:135). Karena penelitian ini membahas dan menguji hubungan antara beberapa variabel yaitu pengetahuan tentang ERP norma subjektif dan niat mengimplementasikan ERP.

(1) Keterangan: Y1 = Sikap pada lingkungan 12 . Dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh independensi pada kinerja auditor.. dan tanggapan seseorang mengenai suatu kegiatan... Menurut Sugiyono (2013:132) skala likert digunakan untuk mengukur sikap...... 2013:132).. Pernyataan tertutup merupakan pernyataan yang sudah disediakan.. Dalam penelitian ini sumber primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang dibagikan kepada responden Data dikumpulkan melalui instrument penelitian berupa penyebaran kuesioner secara langsung kepada responden untuk dijawab sendiri.. Unggul Jaya Sejahtera untuk membahas mengenai perilaku atau keinginan terhadap implementasi ERP pada PT...... pendapat. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah berupa jawaban anggota sampel dari kuisioner yang diukur menggunakan skala Likert.... 2013).... XYZ.. 2013:193). usia responden. dan diberikan pilihan jawabannya dalam jumlah yang terbatas.pada PT.... Persamaan regresi linear sederhana adalah sebagai berikut. Regresi linear sederhana didasarkan pada hubungan kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen (Sugiyono. Data kuantitatif adalah data beruapa angka-angka yang nantinya diolah secara statistic dan merupakan data kualitatif yang diangkakan (Sugiyono... Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitaf dan kualitatif.. Sedangkan data kualitatif merupakan data berupa gambar dan skema. pekerjaan responden dan lain sebagainya yang terkait dengan identitas responden (Sugiyono.... Metode dalam penelitian menggunakan TRA untuk dijadikan media penyelesaian studi kasus ini.. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti atau sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul (Sugiyono. Kuesioner terdiri dari pertanyataan terbuka dan tertutup. Pernyataan tertutup akan diukur dengan menggunakan skala Likert dengan skala 1 sampai dengan 5... Jawaban dari setiap pertanyaan mempunyai skor dari sangat positif sampai sangat negatif dan masing-masing pertanyaan diberi skor untuk kemudahan dalam penelitian. Pernyataan terbuka meliputi nama responden... Y1 = α +β1X1+ε………………. 2013:12)..

.................. Variabel independen dari penelitian ini adalah pengetahuan tentangg ERP....... Adapun persamaan regresi berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: ......... (2) Keterangan: Y2 = Niat beli produk hijau β0 = Konstanta β2 – β3 = Koefisien regresi variabel independen Y1 = Sikap pada lingkungan X2 = Norma Subyektif e = Residual Bab IV HASIL DAN PEMBAHASAN Variabel pengetahuan tentang ERP merupakan variabel bebas yang diukur dengan menggunakan tiga pernyataan (indikator) yang berhubungan dengan pengetahuan yang dimiliki karyawan PT Unggul..... Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui persepsi responden secara rinci pada Tabel IV........1 Deskripsi Persepsi Responden Terhadap Pengetahuan tentang ERP No Pernyataan STS TS RR S SS Rat a 13 . Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh dengan menggunakan variabel dependen (Niat implementasi ERP) dan variable independen (Pengetahuan tentang ERP. dan Norma subjektif)....1 Tabel IV... Sedangkan variabel dependennya adalah Niat implementasi ERP........ a = Konstanta b = Koefesien Regresi X1 = Pengetahuan tentang Lingkngan ε = error Pengujian terhadap hipotesis yang diajukan dilakukan dengan metode regresi berganda.......

1 menunjukkan bahwa 3 (tiga) pernyataan mengenai pengetahuan tentang ERP memperoleh nilai rata-rata lebih 3.7 satu cara 9 meningkatkan kinerja diperusahaan dengan optimal.2 Tabel IV. Saya mengetahui 3.98 dan masuk dalam kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui persepsi responden secara rinci pada Tabel IV. hal ini berarti responden memiliki pengetahuan dalam mengidentifikasi software ERP.98 Data pada Tabel IV.0 50.5 2 yang terjadi saat ini TOTAL 3.9 untuk .2 Deskripsi Persepsi Responden Terhadap Niat implementasi ERP 1. Selanjutnya nilai rata-rata terendah persepsi responden ditunjukkan pada pernyataan “Saya mengetahui tentang adopsi ERP yang terjadi saat ini” dengan nilai rata-rata sebesar 3.4 8 mengimplemetasikan ERP 14 .9 . Saya mengetahui dan memahami 4. 1. 7.9 31.5 27. Saya pasti akan berniat 3. 2.9 tentang adopsi ERP .9 22.0 41.6 berbagai software ERP 2 3. Variabel Niat implementasi ERP merupakan variabel terikat yang diukur dengan menggunakan empat pernyataan (indikator) yang berhubungan dengan Niat implementasi ERP.92 dan masuk dalam tinggi.9 19.0 . 2. Nilai rata-rata tertinggi ditunjukkan pada pernyataan “Saya mengetahui dan memahami berbagai software ERP.9 29. Saya mengetahui pentingnya mengimplemtasikan ERP merupakan salah 3.1 42.6 20.9 49. ini berarti bahwa responden sadar terhadap isu yang terjadi dalam pengadopsian ERP.02 dan masuk dalam kriteria tinggi.” dengan nilai rata-rata sebesar 4.5 25. 1. 8.6 18.

7 31.3 Tabel IV. f : 0. t : 0. 01 dan masuk dalam kriteria tinggi. sebelum menentukan keputusan pembelianya.7 38.3 Hasil Analisis Regresi Persamaan 1 Persamaan Regresi Y1 : 0. ini berarti bahwa responden tertarik atas teknologi baru yang mengedepankan kinerja.790 Sig. Pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara pengetahuan tentang ERP terhadap Sikap implementasi ERP. Saya akan mempertimbangkan dan 3.0 4. Saya akan mencari informasi mengenai produk-produk .000 R2 : 0.4 40. Selanjutnya nilai rata-rata terendah persepsi responden ditunjukkan pada pernyataan “Saya akan mempertimbangkan dan berencana untuk membeli dan menggunakan produk ERP” dengan nilai rata-rata sebesar 3.09 dan masuk dalam kriteria tinggi.9 berencana untuk membeli 1. Pelaporan hasil analisis di paparkan pada Tabel IV.649 X1 Standar Error : 0. TOTAL 4.421 f-test : 74.4 5 dan menggunakan software ERP 3.9 26. hal ini berarti responden berinisiatif mencari informasi mengenai produk ERP terlebih dahulu. Nilai rata rata tertinggi ditunjukkan pada pernyataan “Saya akan mencari informasi mengenai produk-produk ERP sebelum membelinya” dengan nilai rata- rata sebesar 4. 1.2 menunjukkan bahwa 3 (tiga) pernyataan mengenai Niat beli produk ERP memperoleh nilai rata-rata lebih 4.01 Data pada Tabel IV.1 31.8 25.0 3.2.09 ERP sebelum membelinya.000 15 .95 dan masuk dalam kriteria tinggi.648 Sig.075 t-test : 8.

813 Sig. Pelaporan hasil analisis di paparkan pada Tabel IV. Nilai koefisien β3 = 0.859 7.649 berarti menunjukkan bila nilai pengetahuan tentang lingkungan (X1) meningkat.063 0. (2017) Pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara Sikap pada lingkungan dan Norma subjektif terhadap Niat beli produk hijau.468 berarti 16 .498 X2 + 0.498 X2 + 0. (2017) Berdasarkan hasil analisis Regresi pada persamaan 1 seperti yang disajikan pada Tabel 6 .4 Hasil Analisis Regresi Berganda Persamaan Regresi Y2: 0. maka nilai dari Niat beli produk ERP (Y 2) akan mengalami kenaikan dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Tabel IV. f : 0. maka persamaan strukturalnya adalah sebagai berikut : Y1 = α +β1X1+ ε Y1 = 0.380 Sig.063 t-test : 7.803 f-test : 207.4. Sumber: data primer diolah.4 Berdasarkan hasil analisis regresi persamaan 2 seperti yang disajikan pada Tabel IV.498 berarti menunjukkan bila nilai Sikap pada ERP (Y 1) meningkat. t : 0.468 X3 + e Nilai koefesien β2 = 0.000 0. maka nilai dari Sikap pada lingkungan (Y1) akan mengalami kenaikan dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan.000 R2 : 0. maka persamaan strukturalnya adalah sebagai berikut: Y2 = Y2 = 0.468 X3 Standar Error : 0.000 Sumber: data primer diolah.649 X1 + ε Nilai koefesien β1= 0.

(2014) yang menjelaskan Sikap pada lingkungan memiliki pengaruh yang positif terhadap Niat beli produk ERP. Dimana semakin meningkat pengetahuan dan signifikan konsumen terhadap lingkungan maka semakin tinggi kesadaran berperilaku atau kesadaran sikap konsumen terhadap ERP.000 dengan nilai koefisien beta 0. terbukti bahwa responden memiliki pengetahuan yang 17 .803 artinya sebesar 80% variasi Niat beli produk ERP dijelaskan oleh model yang dibentuk oleh Sikap pada ERP. Berdasarkan pembahasan tersebut maka terdapat beberapa implikasi penelitian yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis pengaruh pengetahuan tentang lingkungan terhadap Sikap pada ERP diperoleh nilai Sig. Besarnya pengaruh pengetahuan tentang ERP terhadap Sikap pada ERP adalah sebesar R1 0. dan Kumurur (2008) yang menemukan hasil bahwa pengetahuan tentang ERP memiliki pengaruh yang positif terhadap Sikap pada ERP. Berdasarkan hasil analisis pengaruh Sikap pada ERP Niat beli produk ERP Sig. t sebesar 0.498. Pertama. Besarnya pengaruh Sikap pada lingkungan terhadap Niat beli produk hijau adalah sebesar R2 0.421 artinya sebesar 42% variasi Sikap pada ERP dijelaskan oleh model yang dibentuk oleh pengetahuan tentang ERP. Sedangkan sisanya sebesar 58% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. dan Putri dkk. Hal ini menunjukan pengaruh langsung pengetahuan terhadap lingkungan yang berdampak pada sikap konsumen akan kesadaran lingkungan sekitarnya dan memilih membeli produk yang tidak memiliki pengaruh negatif terhadap lingkungan sekitanya.menunjukkan bila nilai Norma subjektif (X2) meningkat. t sebesar 0. (2012). (2012). Ini mengindikasikan bahwa Sikap pada ERP memiliki pengaruh positif terhadap Niat beli produk ERP. Hal ini mengindikasikan bahwa pengetahuan tentang ERP memiliki pengaruh positif terhadap Sikap pada ERP. Mei et al. Hasil penelitian ini mendukung temuan dari Waskito dan Harsono (2012).649. maka nilai dari Niat beli produk ERP (Y2) akan mengalami kenaikan dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Sedangkan sisanya sebesar 20% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini mendukung temuan dari Aman et al.000 dengan nilai koefisien beta 0. Haryanto (2014).

tinggi dan sikap yang positif terhadap ERP. Norma subjektif 18 . Adanya pengetahuan yang tinggi dan sikap konsumen terhadap ERP yang positif. maka dapat ditarik kesimpulan Pengetahuan tentang ERP berpengaruh positif terhadap Sikap pada keputusan implementasi ERP. maka berarti terdapat pasar konsumen yang berpotensi bagi perusahaan yang menjual produk ERP Bab V Kesimpulan Berdasarkan pada hasil analisis data dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya. yang ditunjukkan dengan pengetahuan dan pemahaman yang berkaitan dengan produk ERP yang kemudian menimbulkan sikap positif terhadap ERP. Sikap pada ERP berpengaruh positif terhadap Niat beli software ERP.

Ini berarti saran atau motivasi diri sendiri maupun dari lingkungan sosial memiliki pengaruh yang kuat terhadap pembelian produk ERP. Pengaruh Sikap Konsumen dan Norma subjektif Terhadap Niat Beli Mobil Toyota Agya di Kota Denpasar. Roselina Ni Putu Novia dan I Nyoman Nurcaya. Daftar Pustaka Mandasari. 19 . 2013.berpengaruh positif terhadap Niat beli software ERP. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana 2(11): pp: 1434-1448.

Sukaatmadja. 2005. Diterjemahkan oleh Revyani Sjahrial dan Dyah Anikasari. 2003. Diakses tanggal 20 Maret 2017. Jakarta: Erlangga.com/doc/82897774/laporan-observasi-FGDm 20 . Tara. Terence A. 2007. 2012. Shim. Jurnal Manajemen Pemasaran.scribd. 2014. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Machfoedz. Estidia. Notoatmodjo. Dikutip dari website: http://www. Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Terpadu. Peran Sikap dalam Memediasi Pengaruh pengetahuan tentang lingkungan terhadap Niat Membeli Produk Hijau Pendingin udara merek LG di Denpasar. Soekidjo. Jakarta: Rineka Cipta.Putri. Yogyakarta: Fitramaya. Suprapti. 558. Pendidikan Kesehatan Bagian dari Promosi Kesehatan. Kumala. Ircham dan Eko Suryani. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Udayana Denpasar.