Laporan Puskesmas

Laporan Puskesmas Teling Atas

Oleh :

Jaysen Jonathan Kobstan

Priska N. Riga

Pricilia Wagey

Masa KKM 02 Januari – 12 Februari 2017

Dokter Pembimbing :

dr. Zwingly C.J.G. Porajow

dr. Dina V. Rombot, M.Kes

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SAM RATULANGI

MANADO

2017

LEMBAR KEGIATAN

Laporan Puskesmas

Dengan judul

Laporan Puskesmas Teling Atas

Oleh :

Jaysen Jonathan Kobstan

Priska N. Riga

Pricilia Wagey

Masa KKM 02 Januari – 12 Februari 2017

Telah dilaksanakan pada tanggal 9 Januari – 21 Januari 2017

Bertempat di Puskesmas Teling Atas.

Pembimbing I Pembimbing II

dr. Zwingly C.J.G. Porajow dr. Dina V. Rombot, M.Kes

BAB I

PENDAHULUAN

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjamin kesehatan rakyatnya seperti
yang tertuang pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu untuk melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan
umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam mewujudkan kesehatan rakyatnya
diperlukan suatu pembanguan nasional yang berkelanjutan, terencana dan terarah.
Pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dari pembangunan nasional yang
bertujuan agar tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduknya agar
dapat mewujudkam derajat kesehatan masyarakat sebagai salah satu unsur kesejahteraan
umum seperti yang dimaksud dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) memuat tentang upaya kesehatan wajib dan
pengembangan yang perlu dilaksanakan tiap PUSKESMAS di masing-masing wilayah
kerjanya. Kecamatan sehat mencakup 4 indikator utama, yaitu lingkungan sehat, perilaku
sehat, cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu dan derajat kesehatan penduduk serta
mendukung tercapainya pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan
masyarakat mandiri dalam hidup sehat.Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh
Puskesmas adalah tercapainya kecamatan sehat.
Puskesmas dalam menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh dan
terpadu dilaksanakan melalui upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan, dan pemulihan
disertai dengan upaya penunjang yang diperlukan. Ketersediaan sumber daya baik dari segi
kualitas maupun kuantitas, sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan. Dengan demikian,
akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat ditingkatkan melalui peningkatan
kinerja Puskesmas.
Puskesmas Wawonasa dan Puskesmas Teling Atas merupakan 2 dari Puskesmas yang
ada di Kota Manado yang menjalankan Program Kesehatan Pemerintah untuk menuju
Indonesia yang Sehat.

BKIA sendiri dikoordinir oleh seorang perawat. Tahun 1984 Puskesmas Teling Atas dimekarkan dan diresmikan dengan wilayah kerjanya mencakup. penambahan tenaga medis. Profil Puskesmas Teling Atas Puskesmas Teling Atas adalah salah satu unit pelayanan teknis Dinas Kesehatan Kota Manado terletak yang di kelurahan Teling Atas kecamatan Wanea.823 jiwa terdiri dari 15. jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado tahun 2014 tercatat sebesar 29.05 . Kelurahan Teling Atas.106 dengan rata-rata per rumah tangga 3-4 jiwa. dan rumah tangga sebesar 8. Kelurahan Wanea dan kelurahan Tingkulu sampai sekarang. Peremp Jumlah duk/R Pendudu Tangga laki uan T kper km2 1 Teling Atas 6512 6190 12702 3561 3. yaitu : kelurahan Teling Atas.19 42.527 perempuan. kelurahan Tanjung Batu.95 3 Wanea 3666 3487 7153 1862 3. Kelurahan Mahakeret Timur.53 2 Tingkulu 3192 3036 6228 1485 4. Kelurahan Mahakeret Barat. Rumah Tanggga dan Kepadatan Penduduk Kepadat Jumlah Jumlah Pendu an Rumah No Kelurahan Laki. Di tahun 2004 wilayah kerja Puskesmas Teling Atas kembali dimekarkan menjadi 4 kelurahan. BAB II PROFIL PUSKESMAS TELING ATAS A. Berbagai upaya pembenahan telah dilakukan di Puskesmas Teling Atas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesahatan kepada masyarakat. Perincian jumlah penduduk. Jumlah Penduduk. sedangkan kepadatan penduduk sesuai dengan luas wilayah adalah 95 jiwa/km2. rumah tangga dan kepadatan penduduk per kelurahan sebagai berikut: Tabel 4. Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) 2014. mulai dari program puskesmas. serta sarana dan prasaranan penunjang kesehatan lainnya. Pelayanan Puskesmas Teling Atas diawali dengan dibentuknya Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang merupakan bagian dari Puskesmas Ranotana Weru.57 127.84 177. Kelurahan Wenang Selatan dan Wenang Utara.286 laki-laki dan 14.

217 2.284 5 20 – 24 1266 1.053 2.286 14.506 3. yang berusia produktif (15-64 tahun) sebesar 20.4 Tanjung Batu 1916 3740 2740 1198 3. dan yang berusia tua ( >65 tahun) sebesar 1.238 2.39 2006 1. pelayanan kesehatan dan genetik.685 8 35 .089 14 65 – 69 543 474 1.12 129.109 2 5–9 585 430 1. menunjukkan bahwa penduduk di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas yang berusia muda (0-14 tahun) sebesar 4.41 Sumber : Pusat Data dan Informasi 2014 Untuk komposisi pendudukdi wilayah Puskesmas Teling Atas Kota Manado Tahun 2014 menurut golongan umur. Di wilayah Puskesmas Teling Atas Kecamatan Wanea masih banyak keluarga yang masuk dalam kategori keluarga miskin yaitu terdapat 3969 jumlah jiwa yang mendapat jaminan kesehatan masyarakat.823 Kondisi perekonomian merupakan salah satu aspek yang diukur dalam menentukan keberhasilan pembangunan suatu daerah.34 1394 1. Tabel 5.068 10 45 – 49 1501 1.537 29. Penduduk Wilayah Kerja Puskesmas Teling Atas Manado Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2014 No Kelompok Umur Laki – laki Perempuan Jumlah (tahun) Penduduk 1 0-4 1.455 12 55 – 59 948 1.Bersama dengan faktor perilaku.017 15 70 – 74 421 345 766 16 75+ 101 98 199 TOTAL 15.218.011 1. Program pemerintah Kota Manado dengan Universal Coverage-nya telah mengcover pelayanan kesehatan bagi seluruh warga kota manado.099 13 60 – 64 576 513 1.504 6 25 – 29 1117 1.015 3 10 -14 546 441 987 4 15 – 19 633 651 1.668 3.Secara nasional. Lingkungan merupakan salah satu variabel yang kerap mendapat perhatian khususdalam menilai kondisi kesehatan masyarakat.363 2.170 7 30 .512 9 40 – 44 1400 1.864 11 50 – 54 1238 1. 90% kualitas fisik air minum di Indonesia .151 2.291 2.111.982. lingkungan menentukan baik buruknya derajat kesehatan masyarakat.098 2.

keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya 5. P = Pelayanan Prima yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi individu. keluarga. Visi dan Misi PuskesmasTeling Atas Visi : Kecamatan Wanea Sehat Menuju Kota Model Ekowisata. tidak berasa dan tidak berbau). keluarga dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas 3. B. termasuk dalam kategori baik (tidak keruh. . pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan 4. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas 2. Adapun penduduk yang memiliki akses air minum. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas melalui pemberdayaan masyarakat Motto : PEDULI. diantaranya Kelurahan Teling Atas 92%. Kelurahan Tingkulu 86%. L = Loyalitas yaitu menjunjung tinggi pengabdian. D = Disiplin yaitu mengikuti peraturan dan kode etik profesi dalam pelayanan. E = Empati yaitu turut merasakan penderitaan orang lain. Kelurahan Wanea 88% dan Kelurahan Tanjung Batu 85%. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi individu.1 %) yaitu di kelurahan Teling Atas. tidak berwarna. Memelihara dan meningkatkan mutu. Jumlah penyelenggara air minum di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas sebanyak 13 dengan jumlah sampel yang diperiksa sebanyak 3 (23. Mewujudkan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas yang berkualitas dan menyenangkanserta terjangkauoleh seluruh masyarakat 6. kelompok dan masyarakat. Misi : 1. Jumlah tertinggi jenis sarana air bersih yang dipergunakan untuk air minum adalah dari Sumur Gali Terlindung (bukan jaringan perpipaan). U = Upaya yaitu mengupayakan pengembangan kerja sama lintas program dan lintas sektor. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu.

I = Inisiatif yaitu melahirkan ide yang inovatif dan kreatif dalam pengembangan pelayanan kesehatan.6 2 Tingkulu 8 145..0 3 Wanea 5 40. Peta Wilayah Gambar 5. Kelurahan Lingkungan Luas Wilayah( Km2) 1 Teling Atas 9 99. Peta Wilayah dan Luas Wilayah Kerja PuskesmasTeling Atas 1. kesetiaan dan kepercayaan dalam rangka meningkatkan mutu kerja. C. Luas Wilayah Kerja Puskesmas Teling Atas No. dengan transport antar kelurahan dapat dicapai melalui jalan darat dan luas per kelurahan sebagai berikut: Tabel 6. Luas Wilayah Kerja Secara administratif luas kecamatan wanea adalah 313.9 km2.4 . Peta wilayah kerja Puskesmas Teling Atas 2. Umumnya terdiri atas dataran rendah.

Batas Wilayah Kerja Puskesmas Teling Atas Secara Geografi Puskesmas Teling Atas mencakup sebagian kelurahan yang termasuk dalam wilayah kecamatan Wanea dengan batas-batas sebagai berikut: . Pembagian wilayah kerja puskesmas Teling Atas D.9 Sumber : Kantor Statistik Kota Manado Gambar 6. Sebelah Utara : Kecamatan Wenang . Sebelah Selatan : Kecamatan Pineleng . Kelurahan Teling Atas .9 JUMLAH 27 313. Sebelah Barat : Kecamatan Sario Puskesmas Teling Atas Kecamatan Wanea mempunyai 4 wilayah kerja yang terdiri dari: . Kelurahan Tingkulu . Kelurahan Wanea . Sebelah Timur : Kecamatan Tikala . 4 Tanjung Batu 5 28.

Kelurahan Tanjung Batu BAB III ANALISIS UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS DENGAN PENDEKATAN SISTEM Puskesmas Teling Atas 1.. Analisis Masukan (Input) Puskesmas Teling Atas .

3%). Rekam Medik .6%)dan Tenaga Kesehatan Masyarakat sebanyak 1 orang (2. Keadaan sarana kesehatan sebagai tempat pelayanan kesehatn yang ada di wilayah kerja puskesmas Teling Atas. Ruang KIA/KB . Ruang Gizi . Proporsi menurut jenis tenaga kesehatan di Puskesmas Teling Atas Tahun 2015 20 18 18 16 14 12 10 8 6 6 4 4 3 3 2 2 2 1 1 1 0 Sumber :Data Kepegawaian Puskesmas Teling Atas b.2%). Perawat Gigi 4 (8. Ruang UGD 1 x 24 jam . Machine Hal ini meliputi perlengkapan dan peralatan kesehatan yang tersedia. Tenaga Perawat 18 orang (40%). Ruang Imunisasi . Man Tahun 2015 tenaga kesehatan pada Puskesmas Teling Atas sebanyak 46 orang.4%). Tenaga Gizi 1 orang (2. a. Non Teknis 3 orang (6. Farmasi sebanyak 3 orang (6.6%). terdiri : . Poliklinik Umum & Anak . Bidan sebanyak 6 orang (13. Ruang Kepala Puskesmas .2%). terdiri dari Tenaga Medis (Dokter Umum/Gigi/Dokter Kontrak) sebanyak 7 orang (15.8%).5%). Sanitasi 2 orang (4. Ruang Pertemuan . Poliklinik Gigi &Mulut . Grafik 1.

083. Money Untuk menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan baik upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat yang menjadi fungsi utama dari Puskesmas maka perlu ditunjang dengan ketersediaan pendanaan yang mencukupi.000. 376. BOK Rp. JKN Rp. Puskesmas pembantu . Tata usaha . APBN 1.176. 611. Puskesdes .000. Sistem rekam medis di Puskesmas Teling Atas sudah menggunakan Family Folder.960. Apotik/Farmasi . sebelumnya pihak Puskesmas akan menyusun rencana kebutuhan biaya satu tahun untuk diusulkan ke Dinas Kesehatan. 1. Toilet . Material .136.- b.Rekam Medis Sistem rekam medik di Puskesmas Teling Atas sudah teratur namun masih kurang dari segi ruangan dan lemari.- Untuk mendapatkan dana dari APBN dan APBD.- 2.terdiri dari : a. Pelayanan P2M . Kebutuhan biaya ini berdasarkan dari evaluasi hasil kegiatan tahun sebelumnya. APBD (Universal Coverage) Rp. 95. Dana yang ada di Puskesmas Teling Atas berasal dari pendapatan dan penerimaan. . Ruang Laboraturium .000. Mobil Ambulance c. Ruang Administrasi .000. Ruang Surveilens / epidemiologi . rencana kegiatan tahun depan dan upaya pengembangan yang ingin dilaksanakan. Anggaran Kesehatan Kota Manado tahun 2014 bersumber dari APBD dan APBN sebesar Rp. Pelayanan VCT .. d. dimana semua pasien yang datang akan diarsipkan sesuai .000.

Semua pelayanan kesehatan ini dicatat dalam kartu atau status rekam medis pasien.Surveilans adalah pengumpulan dan pengamatan secara sistematik berkesinambungan. Pada rekam medis pasien ini. pasien dapat langsung pulang atau dirujuk. Surveilans Surveilans di Puskesmas Tieling Atas sudah berjalan dengan bagus. Sistem pencatatan puskesmas terdiri dari 2. selain identitas pasien dan diagnosis serta pengobatannya. kemudian kartu ini akan dibawa ke ruang pemeriksaan oleh petugas. . yaitu pencatatan di dalam gedung puskesmas dan pencatatan di luar gedung puskesmas. rutin dan per kasus. bidan praktek swasta. dicantumkan pula nama dan tanda tangan tenaga kesehatan yang melayani pasien. Selain itu.Data dari luar gedung puskesmas adalah data yang dibuat berdasarkan catatan harian kegiatan program yang dilaksanakan di luar gedung puskesmas. Setelah melalui semua tahapan ini. Diruang pemeriksaan pasien akan dianamnesis. Pasien yang telah membayar di pendaftaran akan dicarikan kartu rekam medisnya. Kartu rekam medis akan dikembalikan ke ruang pendaftaran untuk pemberian kode penyakit dan juga pendataan di buku register harian.Data-data tersebut berasal dari kader. dan beberapa buku register. dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang bila ada indikasi. . baik keadaan maupun penyebarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penanggulangan. posyandu. Pencatatan di dalam gedung puskesmas adalah pencatatan kegiatan di dalam puskesmas dengan menggunakn kartu tanda pengenal keluarga. rekam medik pasien dikelompokkan menjadi pasien umum ataupun BPJS. Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas Semua yang dilakukan harus dicatat dan semua yang dicatat harus dikerjakan. analisa dan interprestasi data kesehatan dalam proses menjelaskan dan memonitoring kesehatan atau dengan kata lain merupakan kegiatan pengamatan secara teratur dan terus menerus terhadap semua aspek kejadian penyakit dan kematian akibat penyakit tertentu. Data dari luar gedung ini nantinya akan . dokter praktek swasta. balai pengobatan atau kunjungan langsung petugas puskesmas. kartu status perorangan. Data –data ini nantinya akan dilaporkan ke petugas puskesmas setiap bulan untuk direkap oleh petugas puskesmas. dengan nama kepala keluarganya.

Jonas. Keuangan : Ellen Montolallu . Organizing (Pengorganisasian) Pengorganisasian adalah serangkaian kegiatan manajemen untuk menghimpun semua sumber yang dimiliki puskesmas dan memanfaatkan secara efisien untuk mencapai tujuan puskesmas. Gigi & Mulut : Maria M. Perlengkapan: Marchel Toar  Divisi Pengobatan Penyakit : dr. Rahakbauw . Setiap awal tahun sudah dibicarakan program untuk 1 tahun/ POA (Plan of Action) . Setiap bulan ada mini lokakarya untuk membahas program dan target capaian . Nancy Rampengan . SH . Rapat setiap 1 bulan 1x untu membahas pelayanan . Laboratorium : Serni Wawo . Mandagi. Ada juga Laporan ke pusat yaitu secara online seperti Haji. Irralita Ukus . Kesehatan Lingkungan. Analisis Proses Puskesmas 1. yang dibicarakan terlebih dahulu dengan camat kemudian camat sampaikan ke lurah dan presentasi Kepala Puskesmas 2. BPJS.Si . SH . Kes. Gudang Obat : Marchel Toar  Divisi Pencegahan Penyakit : dr. Apel pagi setiap hari . Planning (Perencanaan) . S. Surveilans/Olahraga : Elvie H. Mini lokakarya lintas sector dilaksanakan setiap 1 tahun minimal 2x. Apotek : Marlayel K. Imunisasi : Rini S. disatukan dan diolah bersama data dari dalam gedung. SMKG . Umbo  Tata Usaha : Masloman Dewi. Struktur Organisasi Puskesmas Teling Atas :  Kepala Puskesmas : dr. Kepegawaian: Masloman D. Penyuluhan kesehatan : Suyadni Husain . HIV. Tangkabiringan . Oktavin Y.

Torar  Divisi Peningkatan Kesehatan : dr. Sanger . Upaya Kesehatan Wajib 1) Upaya Pelayanan KIA dan KB Kebijakan tentang kesehatan ibu dan bayi baru lahir secara khusus berhubungan dengan pelayanan antenatal.Keb . Melakukan rapat koordinasi dengan kelurahan. ada dua upaya kesehatan Puskesmas yaitu : a. AMG . Actuating (Penggerak) .SST . KB : Aneke Wowor. SST 3. Budiman  PUSKESDES Tingkulu : Fasikha.S. Pos lintas sector dengan turun posyandu bilang ke kader terlebih dahulu 4. Sandra A. Melakukan sosialisasi ke masyarakat .  Divisi Pemulihan Kesehatan : Drg Ester Tulak .Ns .S. Kesehatan Anak : Srifani Pontoh . Perkesmas : Silvana Sahensolar. UKS : Ansie Barri. tokoh masyarakat seperti kader dan perangkat kelurahan lainnya dalam wilayah kerja . Mandey  Puskesmas Pembantu Wanea : Liana J. Usila : Alfiane M. Bekerjasama melaksanakan program . Controlling and Evaluating (Pengawasan dan Evaluasi) . nifas dan perawatan bayi baru lahir yang .Kep. SP2TP : Lucyna Esther Worek . Melakukan penilaian setiap bulan dengan koordinasi tokoh masyarakat setempat 2. Gizi : Tanti Wiradewi.Kep . Registrasi BPJS : Karlin S. persalinan. Kesehatan Ibu : Gusti Ayu Budiasih. Analisis Keluaran (Output) Puskesmas Dalam upaya pelaksanaan program kesehatan Puskesmas. Melakukan rapat evaluasi setiap bulan berdasarkan laporan dan capaian target .Amd.Amd. Pemberdayaan masyarakat .

Peranan ibu sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini dimulai janin dalam kandungan hingga melahirkan serta masa pertumbuhan bayi dan anak. Presentase cakupan kunjungan ibu hamil K4 untuk tahun 2015 Puskesmas Teling Atas adalah 100% dari sasaran 533 bumil. dari posyandu sampai rumah sakit. Cakupan K4 adalah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal/pemeriksaan kesehatan pada masa kehamilan oleh tenaga kesehatan terampil (Dokter. Cakupan K1 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal. Tahun 2015 cakupan kunjungan K1 Puskesmas Teling Atassebesar 110 % dari jumlah sasaran 533 Ibu Hamil. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. minimal empat kali selama masa kehamilan.yang berpedoman pada standart pelayanan Antenatal yang difokuskan pada usaha promotif dan preventif. Grafik 2.diberikan di semua jenis fasilitas pelayanan kesehatan.. Cakupan K1 dan K4 di Wilayah Kerja Puskesmas tahun 2015 120 100 80 60 40 20 0 K4 (%) Tanjung Batu Wanea K1 (%) Tingkulu Teling Atas Sumber: Data Program KIA Puskesmas Teling Atas . Bidan). Kegiatannya antara lain : . Perawat. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan Antenatal merupakan pelayanan kesehatan yang ditangani oleh tenaga kesehatan yang profesional kepada ibu hamil selama masa kehamilannya.

24% . Kunjungan nifas minimal sebanyak 3 kali pada 6 jam pasca persalinan sampai dengan 3 hari. Grafik 3. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pelayanan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan. 13% Wanea. 21% Teling Atas.Cakupan pelayanan ibu nifas tahun 2015 di wilayah kerja Puskesmas teling Atas berjumlah 509 (100%) dari sasaran sebesar 509 ibu nifas. Presentase Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesahatan tahun 2015 Tanjung Batu.Cakupan ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan pertolongan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas tahun 2015 sebesar 100% dari sasaran sebesar 509 ibu bersalin. Grafik 4. . 43% Tingkulu. Presentase Cakupan Pelayanan Ibu Nifas tahun 2015 . Pelayanan Ibu Nifas Pelayanan kesehatan ibu nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam persalinan sampai dengan 42 hari pasca persalinan oleh tenaga kesehatan.

Ibu Hamil Resiko Tinggi/Komplikasi yang Ditangani Risti/Komplikasi adalah keadaan menyimpang dari normal. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Grafik 5. 21% Teling Atas. Tidak dilaporkan adanya komplikasi neonatal. Tahun 2014 prosentase Bumil Risti/Komplikasi yang ditangani oleh tenaga kesehatan sebesar 86 bumil (75%) dari jumlah 509 bumil. 24% Sumber :Data Program KIA Puskesmas Teling Atas . 13% Wanea. Tanjung Batu. 43% Tingkulu.Kunjungan Neonatal Neonatus atau bayi baru lahir sampai usia 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki resiko gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan kesakitan . Ibu hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/ Komplikasi yang ditangani 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Teling Atas Tingkulu Wanea Tanjung Batu .

dan penggunaan buku KIA oleh dokter. 6-9 bulan dan 9-12 bulan. perawat. penyuluhan perawatan kesehatan bayi di rumah.6% atau sebesar 1357 Balita/Pra Sekolah dari sasaran sebesar 1623 balita/Pra sekolah. manajemen terpadubalita sakit (MTBS). .6 % (214 bayi) dari sasaran 217 bayi. Tahun 2015 Cakupan KN Lengkap: 100% (509 bayi) dari sasaran 509 bayi. deteksi dini tumbuh kembang (DDTK) bayi. dan kematian. Cakupan Kunjungan Neonatal lengkap 250 200 150 100 50 0 Teling Atas Tingkulu Wanea Tanjung Batu Sumber :Petugas Gizi Puskesmas Teling Atas . Grafik 6. Di Puskesmas Teling Atas cakupan kunjungan bayi tahun 2015 sebesar 80% dari sasaran sebesar 509 bayi. Untuk cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita tahun 2015 di Puskesmas Teling Atas mencapai 83. 3-6 bulan. Cakupan KN Lengkap tertinggi di kelurahan Tingkulu 98. Pelayanan Balita/Pra Sekolah Pelayanan kesehatan anak balita adalah pelayanan kesehatan pada anak umur 12-59 bulan sesuai standar meliputi pemantauan pertumbuhan minimal 8x setahun. vitamin A. Pelayanan kesehatan tersebut meliputi pemberian imunisasi dasar. . bidan. Pelayanan Kesehatan Pada Bayi Kunjungan bayi (umur 1-12 bulan) diharapkan memperoleh pelayanan kesehatan minimal 4 kali yaitu satu kali masing-masing pada umur 1-3 bulan.

0% atau sebesar 304 siswa dari sasaran sebesar 393 siswa. kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan. . Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Immunization (UCI) pada dasarnya merupakan program terhadap sasaran bayi yang telah mendapat imunisasi dasar secara lengkap pada bayi (0-11 bulan). ibu hamil.. Penjaringan/Pemeriksaan Kesehatan siswa SD dan setingkat Pemeriksaan kesehatan siswa SD dan setingkat adalah pemeriksaan kesehatan umum. yang memerlukan perawatan sebanyak 372 anak. dan MOW.Sedangkan untuk pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diperiksa 411 siswa. IUD. Imunisasi dasar lengkap pada bayi meliputi BCG 1 (kali). wanita diprioritaskan untuk menggunakan alat/metode KB. wanita usia subur (WUS) dan anak sekolah dasar. Dengan demikian sebagian besar peserta KB aktif adalah perempuan. Oleh karena itu untuk mengatur jumlah kelahiran.7 % atau sebesar 903 KB aktif. DPT (3 kali). yaitu Kelurahan Tingkulu.Di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas terdapat 4 kelurahan dan yang telah mencapai UCI tahun 2012 sebesar 1 kelurahan (25. Ibu hamil dan . Cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu.PesertaKB aktif tertinggi di kelurahan Teling Atas yaitu 68.9% atau sebesar 4.Tahun 2015 jumlah sasaran bayi sebesar 509 bayi.333 KB aktif. Hepatitis B (4 kali) dan Campak (1 Kali). Anak-anak yang memerlukan perawatan telah mendapat perawatan oleh Petugas. Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD dan setingkat di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas tahun 2015 mencapai 85. Upaya Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Berdasarkan hasil penelitian. Metode KB yang paling banyak digunakan adalah suntikan. .0%). implant.9% atau sebesar 1. berarti dalam wilayah tersebut dapat menggambarkan besarnya tingkat kekebalan masyarakat terhadap penularan PD3I. pil.Cakupan peserta KB aktif pada tahun 2015 adalah sebesar 56. Polio (4 kali).707 KB aktif.Terendah di Kelurahan Wanea yaitu 47. usia subur seorang wanita antara 15-49 tahun. Metode kontrasepsi yang digunakan berdasarkan jenis kelamin digunakan oleh peserta laki-laki adalah MOP dan Kondom (dengan asumsi bahwa kondom sebagian besar digunakan oleh laki-laki) sedangkan perempuan menggunakan metode kontrasepsi jarum suntik.

Pemasangan baliho. Pelatihan kader untuk pemberantasan HIV/AIDS . lubricant.Penyuluhan Gizi .Pemberian ASI eksklusif . Faktor ini juga dapat menjadi risiko timbulnya gangguan penyakit pada host karena lingkungan memberikan peluang agent untuk berkembang (breeding). 2.Penyuluhan kesehatan tiap minggu . WUS untuk mendapatkan imunisasi dasar lengkap meliputi 2 kali TT. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat . Promosi Kesehatan . Pemberian kondom. Tahun 2015ibu hamil yang mendapatkan TT1 sebesar 90 % dan untuk TT2 sebesar 80%.Pemeriksaan Akses Air Minum Berkualitas. Melakukan IVA pada wanita beresiko tinggi .Pemberian kelambu . Ruang lingkup kegiatan: .Imunisasi . alat suntik steril.Penimbangan berat badan bayi dan balita tiap bulan 3. Mobile VCT pada populasi beresiko tinggi 5.Tujuan Upaya Kesehatan Lingkungan adalah menanggulangi dan menghilangkan unsur – unsur fisik pada lingkungan sehingga faktor lingkungan yang kurang sehat tidak menjadi faktor resiko timbulnya penyakit menular di masyarakat.Inspeksi Sanitasi Rumah.dan alkohol swab secara cuma- cuma pada populasi kunci . .Pemberian kapsul Vitamin A bayi dan balita . Pemberantasan Penyakit Menular . Skrining penderita HIV/IMS pada populasi kunci . Kesehatan Lingkungan Environment atau Lingkungan adalah situasi atau kondisi diluar host dan agent yang memudahkan interaksi antara keduanya. limflet dan pamflet 4. .

. Melakukan Kegiatan Program Pelayanan Penyakit Kronis seminggu sekali (setiap hari jumat). Jumlah penyelenggara air minum di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas sebanyak 13 dengan jumlah sampel yang diperiksa sebanyak 3 (23. Melaksanakan kegiatan posbindu setiap minggu (senam jantung sehat. dan pemberian obat-obatan) untuk masyarakat usia 17-100 tahun Kegiatan Penunjang Upaya labratorium (medis dan kesehatan masyarakat) pencatatan dan pelaporan merupakan kegiatan penunjang dari tiap upaya wajib atau pengembangan. Pengobatan Pengobatan yang dilakukan diPuskesmas Teling Atas berupa pelayanan kesehatan dasar yang bersifat kuratif. tersebar diseluruh wilayah kerja Puskesmas.1 %) yaitu di kelurahan Teling Atas. b.Masyarakat cenderung memanfaatkan pelayanan hanya untuk mendapatkan pelayanan pengobatan. . Melakukan home care secara berkala . penyuluhan. . pemeriksaan dokter. diantaranya Kelurahan Teling Atas 92%. sehingga pelayanan pengobatan lebih terjangkau dan maksimal bagi masyarakat yang tidak bisa menjangkau pengobatan di Puskesmas. . Kelurahan Tingkulu 86%.Pustu dan pelayanan kesehatan lainnya. Jumlah tertinggi jenis sarana air bersih yang dipergunakan untuk air minum adalah dari Sumur Gali Terlindung (bukan jaringan perpipaan) 6. Adapun penduduk yang memiliki akses air minum. Upaya Kesehatan Pengembangan Upaya kesehatan pengembangan puskesmas dilaksanakan sesuai dengan masalah kesehatan masyarakat yang ada dan kemampuan puskesmas. Kelurahan Wanea 88% dan Kelurahan Tanjung Batu 85%.Pemeriksaan Jamban Sehat.

Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu juga menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. tingkat pelayanan kesehatan ibu hamil. Angka ini mencermnkan tingkat permasalahan kesehatan yang langsung berkaitan dengan kematian bayi. BAB IV IDENTIFIKASI MASALAH Puskesmas Teling Atas 1. upaya kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. . a. . Manajemen puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan puskesmas yang efektif dan efisien. pelayanan kesehatan waktu melahirkan dan masa nifas. Jumlah kematian ibu mengalami peningkatan di tahun 2015 sebanyak 3 kasus dari 509 kelahiran hidup dibandingkan tahun 2014 yaitu sebanyak 2 kasus dari 486 kelahiran hidup. dapat berupa penyakit ataupun sebab lainnya. Masalah manajemen yang didapatkan sejauh ini belum ada. Masalah Manajemen Kesehatan Dalam rangka terselenggaranya berbagai upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat yang sesuai dengan asas penyelenggaraan puskesmas perlu ditunjang oleh manajemen puskesmas yang baik. Angka Kematian Ibu terkait dengan masa kehamilan. Terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. tahun 2014 yaitu sebanyak 5 bayi dari 486 kelahiran hidup.Angka Kematian Bayi Angka Kematian Bayi didefisinisikan sebagai jumlah kematian bayi selama satu tahun per seribu kelahiran hidup selama tahun yang sama. . Mortalitas Angka Kematian (Mortalitas) merupakan angka kematian yang terjadi pada kurun waktu dan tempat tertentu yang diakibatkan oleh keadaan tertentu. Kematian Bayi di wilayah Puskesmas Teling Atas Manado sebayak 4 bayi dari 509 kelahiran hidup. tingkat upaya pelayanan kesehatan ibu dan anak.Angka Kematian Balita Selama tahun 2015 ditemukan adanya kematian balita sejumlah 4 orang di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas. kondisi kesehatan lingkugan dan tingkat perkembangan sosial ekonomi keluarga. tingkat kesehatan ibu dan anak. Sistem manajemen kesehatan di Puskesmas Teling Atas sudah berjalan dengan baik. Angka kematian pada bab ini adalah: .

Morbiditas menggambarkan kejadian penyakit dalam suatu populasi pada kurun waktu tertentu. Terbanyak di kelurahan Teling Atas sebanyak 120 orang dan terendah di kelurahan Tanjung Batu yaitu 35 orang. Penyakit ISPA 2 tahun berturut-turut berada di posisi pertama 10 penyakit terbanyak. Tabel 10. Penyakit Terbanyak selama Tahun 2015-2016 No Jenis Penyakit Jumlah Penderita 1. Berikut adalah tabel tentang 10 penyakit terbanyak di Kota Manado. Infeksi pada Saluran Pernapasan Bagian 826 Bawah 3. Morbiditas juga berperan dalam penilaian terhadap derajat kesehatan masyarakat. tempat usaha dan sarana lainnya yang berkembang di Kota Manado. Hipertensi 448 5. baik insiden maupun prevalen dari suatu penyakit. Morbiditas Morbiditas adalah angka kesakitan. Angka Kematian Kasar Angka Kematian Kasar di Puskesmas Teling Atas di Tahun 2015 berjumlah 256 orang. Penyakit Infeksi Kulit 571 4. debu dan polusi mulai meningkat serta seiring bertambahnya penduduk. . . Infeksi pada Saluran Pernapasan Bagian 1070 Atas 2. Ini terjadi karena cuaca di Kota Manado sering berubah-ubah. Penyakit Kulit 423 .Pola Penyakit 10 Terbanyak Penyakit dengan angka kesakitan tertinggi dari 10 penyakit adalah penyakit pada saluran pernapasan atas (ISPA). Jumlah Kematian di Puskesmas Teling Atas Kelurahan Jumlah Kematian Teling Atas 120 Tingkulu 49 Wanea 52 Tanjung Batu 35 TOTAL 256 b. Tabel 9.

anemia. Masalah Pelayanan Kesehatan . Di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas tidak dilaporkan adanya kematian bayi dengan Berat Lahir Rendah. Ini menandakan bahwa upaya peningkatan kesehatan gizi pada balita dalam bentuk peningkatan penyuluhan pada balita. Kategori yang digunakan adalah gizi lebih. Caries Gigi 183 10. BBLR dibedakan atas 2 kategori yaitu BBLR karena premature (usia kandungan lebih dari 37 minggu) dan BBLR karena IUGR (Intra Uterine Growth Retardation) yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang dari 2500 gram. Penyakit Pulpa 246 9. gizi baik.Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat yang lazim untuk penilaiannya menggunakan metode penilaian status gizi dengan antropometri yang diukur melalui indeks berat badan menurut umur (BB/U). Status Gizi Status Gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan ksehatan secara umum karena disamping merupakan faktor predisposisi menimbulkan penyakit infeksi dan secara langsung juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual.Bayi dengan Berat Lahir Rendah (BBLR) Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal adalah Berat Lahir Rendah (kurang dari 2. Beberapa indikator yang dapat menggambarkan keadaan status gizi masyarakat adalah : . Kelainan Refraksi 254 8. ibu dan keluarga semakin digerakkan.500 gram) antara lain disebabkan oleh ibu berstatus gizi buruk. 6. 2. Gastritis 303 7. gizi kurang dan gizi buruk. dan menderita penyakit menular seksual pada saat hamil. malaria. Penyakit Alergi Kulit 80 c. Data yang diperoleh dari petugas gizi Puskesmas tidak terdapat kasus gizi buruk di Tahun 2015 dibandingkan dengan Tahun sebelumnya terdapat 2 kasus. . Disamping itu pemeriksaan dini gizi pada balita terus digalakkan oleh petugas dan sektor terkait.

faktor pelayanan kesehatan (jenis . Identifikasi Penyebab Masalah a. Keempat faktor tersebut terdiri dari faktor perilaku/gaya hidup (life style). budaya). 2. Masalah yang ditemukan di Puskesmas Teling Atas saat stase berlangsung yaitu pasien yang datang berobat ke Puskesmas Teling Atas menunggu antriandan pelayanan yang lumayan lama sehingga menjadi tidak sabar dan menyebabkan sedikit kegaduhan dan menimbulkan ketidaknyaman pada pasien lain yang sementara diperiksa dokter. Pendekatan Teori Blum Ada empat faktor utama yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Prioritas Masalah Kesehatan Berdasarkan data Morbiditas untuk kasus kekerasan tehadap perempuan pada tahun 2015 terdapat sebanyak 16. Tanpa disadari pelayanan kesehatan tak selamanya memuaskan. BAB V PRIORITAS MASALAH Puskesmas Teling Atas 1. Artinya semua jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat ditemukan serta keberadaannya dalam masyarakat adalah ada pada saat dibutuhkan. ekonomi. Pelayanan yang baik adalah pelayanan kesehatan yang tersedia di masyarakat (acceptable) serta berkesinambungan. Angka yang cukup besar dan perlu mendapat perhatian khusus dalam penanggulangannya. faktor lingkungan (sosial.217 kasus. Keempat faktor tersebut merupakan faktor determinan timbulnya masalah kesehatan. politik. Rumusan Masalah Bagaimana upaya dalam mengurangi angka kejadian pada kasus kekerasan terhadap perempuan di Puskesmas Teling Atas ? 3.

Faktor Perilaku Masih kurangnya pengetahuan mencuci tangan sebelum makan. Faktor Lingkungan Di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru dari segi kondisi sanitasi lingkungan yang jauh memenuhi syarat sehat. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kekersan terhadap perempuan. . . Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan kekrasan terhadap perempuan. Kurangnya tindakan masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan. 4. Faktor Pelayanan Kesehatan Pelayanan Kesehatan untuk kasus yang tidak tertangani bisa karenan pelayanan kesehatannya yang kurang baik atau bisa juga karena perilaku masyarakat yang tidak dirubah. Keempat faktor tersebut saling berinteraksi yang mempengaruhi kesehatan perorangan dan derajat kesehatan masyarakat. Konfirmasi Penyebab Masalah Setelah dilakukan konfirmasi dengan pihak puskesmas Teling Atas melalui wawancara didapatkan kemungkinan penyebab masalah adalah: . b. Penanggulangan Masalah Tabel 12. Alternatif Penanggulangan Masalah Penyebab Masalah Alternatif Penanggulangan Masalah  Kurangnya pengetahuan Rutin melakukan penyuluhan tentang . salah satunya kondisi perumahan yang berada di daerah yang padat dan dekat dengan DAS dan membuang sampah sembarangan yang dapat menjadi faktor resiko masalah kesehatan khususnya Diare. kebersihan pengolahan makanan dan penggunaan air untuk memasak. . Jika dilihat dari pelayanan kesehatan di puskesmas tikala baru pelayanan kesehatannya sudah baik karena ditunjang oleh tenaga kesehatan yang memadai. dan makanan yang kurang matang saat dimasak . cakupan dan kualitasnya) dan faktor genetik (keturunan). .

Masyarakat memahami faktor resiko yang terjadi terhadap kekerasan terhadap perempuan. di Puskesmas Teling Atas. Jumlah sasaran 20 orang. . terhadap perempuan. Rencana Penanggulangan Masalah . Masyarakat memahami cara pencegahan terhadap kekerasan pada perempuan. menarik. b. . pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Masyarakat memahami pengertian tentang kekerasan terhadap perempuan . 18 Januari 2017. Evaluasi: Evaluasi verbal secara acak terhadap pemahaman materi penyuluhan. Masyarakat memahami penyebab dari tindakan kekerasan terhadap perempuan.00. Indikator Keberhasilan Kegiatan Indikator input: .  Kurangnya tindakan Memberikan pengetahuan tentang masyarakat dalam upaya tindak kekerasan terhadap perempuan. . . masyarakat tentang kekerasan kekerasan terhadap perempuan. Dokter Muda : 2 orang. Pelaksanaan : Rabu. Sasaran : Pengunjung Puskesmas Teling Atas (Penderita dan Keluarga Penderita). Evaluasi Keberhasilan Kegiatan . Tujuan : Penyuluhan di lakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kekerasan terhadap perempuan di Puskesmas Teling Atas. 5. . .00 – 10. Pukul 09. c. Alat Peraga: Leaflet . Jenis Kegiatan : Penyuluhan di Puskesmas Teling Atas tentang kekerasan terhadap perempuan. Pemecahan Masalah Terpilih a. Sumber Daya : Dokter : 1 orang.  Kurangnya pengetahuan Melakukan penyuluhan secara rutin masyarakat tentang kekerasan menggunakan media promosi yang terhadap perempuan.

b. Indikator output: . Pemahaman yang masih kurang akibat ketidakpedulian terhadap tindakan terhadap kekerasan terhadap perempuan. . Petugas Kesehatan Indikator proses: . Belum berhasil jika tindakan kekerasan terhadap perempuan masih tergolong banyak pada angka morbiditas dan masyarakat masih belum memahami mengenai tindakan kekerasan terhadap perempuan. . 6. Berhasil apabila angka morbiditas tindakan kekerasan terhadap perempuan menurun dan masyarakat lebih mengerti tentang tindakan kekerasan terhadap perempuan. Puskesmas . Penyediaan sarana promosi kesehatan sesuai standar (leaflet) . Perorangan: pengetahuan mengenai tindakan kekerasan terhadap perempuan. Kesadaran diri untuk mengetahui tindakan kekerasan yang sering terjadi pada perempuan. Faktor penghambat . Derajat keberhasilan . Dokter berupaya memberikan informasi melalui penyuluhan. Dokter . . Memantau dan mengawasi jalannya kegiatan promosi kesehatan diwilayahnya. c. Hasil Evaluasi Program a. Mengupayakan pemberdayaan kelompok potensial di masyarakat di bidang kesehatan. . . Faktor penunjang .

untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Dalam mewujudkan kesehatan nasional melalui kecamatan yang sehat diperlukan bantuan dari berbagai pihak yaitu bantuan dari pemerintah. dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif. perilaku sehat. cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu dan derajat kesehatan penduduk serta mendukung tercapainya pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat mandiri dalam hidup sehat. Dilihat dari fungsinya. Petugas kesehatan sebaiknya . BAB VI PENUTUP Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. upah tenaga kesehatan serta menyediakan obat-obat yang mutunya lebih baik. masyarakat dan tenaga kesehatan. Pemerintah dapat membantu puskesmas baik dari pendanaan untuk fasilitas kesehatan. Masyarakat sendiri dapat membantu mewujudkan kesehatan nasional melalui perilaku hidup sehat sehingga mengurangi risiko terkena penyakit. puskesmas berperan sangat penting dalam mewujudkan kecamatan yang sehat yang ditinjau dari 4 indikator utama yaitu lingkungan sehat.

menjalankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara terpadu dan menyeluruh serta dijalankan dengan hati yang tulus dalam mewujudkan kesehatan nasional .

Profil Kesehatan Puskesmas Teling Atas Tahun 2015 . tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Departemen Kesehatan RI. 4. DAFTAR PUSTAKA 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014 2. 3. Sistem kesehatan nasional : bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan.