You are on page 1of 17

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian
Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment
atau personal adjustment. Menurut Kartono (2000), penyesuaian diri adalah usaha
manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya.
Sehingga permusuhan, kemarahan, depresi, dan emosi negatif lain sebagai respon
pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis.
Sunarto dan Hartono (2002: 222) mengemukakan bahwa “penyesuaian diri
adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri dalam memenuhi
kebutuhan sesuai dengan lingkungan”. Penyesuaian diri merupakan proses
sepanjang hayat (lifelong process), dan manusia terus-menerus berupaya
menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup guna mencapai pribadi
yang sehat.
Hariyadi, dkk (2003) menyatakan penyesuaian diri adalah kemampuan
mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan atau dapat pula mengubah
lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri sendiri.
Scheneiders (dalam Yusuf, 2004), juga menjelaskan penyesuaian diri
sebagai suatu proses yang melibatkan respon-respon mental dan perbuatan
individu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan, dan mengatasi ketegangan,
frustasi dan konflik secara sukses serta menghasilkan hubungan yang harmonis
antara kebutuhan dirinya dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia
hidup.
Hurlock (dalam Gunarsa, 2003) memberikan perumusan tentang
penyesuaian diri secara lebih umum, yaitu bilamana seseorang mampu
menyesuaikan diri terhadap orang lain secara umum ataupun terhadap
kelompoknya, dan ia memperlihatkan sikap serta tingkah laku yang
menyenangkan berarti ia diterima oleh kelompok atau lingkungannya. Dengan
perkataan lain, orang itu mampu menyesuaikan sendiri dengan baik terhadap
lingkungannya.

1

2 . 2010) . Penyesuaian diri adalah suatu proses alamiah dan dinamis yang bertujuan mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai dengan kondisi lingkingannya atau proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungannya (Devina. Tidak adanya rasa benci. konflik. penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang mencakup respon-respon mental dan perilaku yang diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal.Menurut Ali dan Asrori (2005). apa kelebihan dan kekurangannya dalam mampu bertindak onjektif sesuai dengan kondisi dirinya tersebut. b. yaitu sebagai berikut: 1. Kegoncangan emosi. Kecemasan. Aspek-Aspek Penyesuaian Diri Menurut Fatimah (2006) penyesuaian diri memiliki dua aspek. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri adalah proses dimana seseorang mampu menempatkan dirinya sesuai dengan kebutuhan. Tidak ada keinginan untuk lari dari kenyataan atau tidak percaya pada potensi dirinya. Ketidakpuasan dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya sebagai akibat adanya jarak pemisah antara kemampuan individu dan tuntutan yang diharapkan oleh lingkungannya. tuntutan. b. Keberhasilan penyesuaian pribadi ditandai oleh : a. frustasi. serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dunia luar atau lingkungan tempat individu berada. dan nilai yang ada dalam lingkungannya agar mampu ( survive ) dan terjadi keselarasan di dalamnya. Sebaliknya kegagalan penyesuaian pribadi ditandai oleh : a. ketegangan. Ia menyatakan sepenuhnya siapa dirinya sebenarnya. Penyesuaian pribadi Penyesuaian pribadi adalah kemampuan seseorang untuk menerima diri demi tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya. c. B.

Hal ini sering kali ditanggapi negatif oleh anak dengan merasa bahwa dirinya tidak disayangi. Proses yang harus dilakukan individu dalam penyesuaian sosial adalah kemauan untuk mematuhi nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Hubungan-hubungan sosial tersebut mencakup hungan dengan anggota keluarga. cinta. toleransi dan kehangatan. Dalam proses penyesuaian sosial individu berkenalan dengan nilai dan norma sosial yang berbeda-beda lalu berusaha untuk mematuhinya. sehingga menjadi bagian dan membentuk kepribadiannya. Penyesuaian sosial Penyesuaian sosial terjadi dalam lingkup hubungan sosial di tempat individu itu hidup dan berinterakasi dengan orang lain. Rasa dekat dengan keluarga adalah salah satu kebutuhan pokok bagi perkembangan jiwa seorang individu. Dalam prakteknya banyak orang tua yang mengetahui hal ini namun mengabaikannya dengan alasan mengejar karir dan mencari penghasilan yang besar demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan menjamin masa depan anak–anak.2. C. Meskipun bagi remaja hal ini kurang berpengaruh. Pembentukan Penyesuaian Diri Pada dasarnya pembentukan penyesuaian diri melibatkan individu dengan lingkungannya antara lain: 1. masyarakat. Setiap kelompok masyarakat atau suku bangsa memiliki sistem nilai dan norma sosial yang berbeda-beda. Dengan demikian penyesuaian diri akan menjadi lebih baik bila dalam keluarga individu merasakan bahwa kehidupannya berarti. respek. karena remaja sudah lebih matang pemahamannya. Lingkungan Keluarga Semua konflik dan tekanan yang ada dapat dihindarkan atau dipecahkan bila individu dibesarkan dalam keluarga dimana terdapat keamanan. sekolah. atau anggota masyarakat luas secara umum. Bila hal tersebut terjadi berulang–ulang dalam jangka waktu yang cukup panjang (terutama pada masa kanak–kanak) maka akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam menyesuaikan diri dikemudian hari. 3 . diremehkan bahkan dibenci. teman sebaya.

Pendidikan modern menuntut guru atau pendidik untuk mengamati perkebangan individu dan mampu menyusun system pendidikan sesuai dengan perkembangan tersebut. Ini sangat membantu diri individu dalam memahami pola–pola dan ciri–ciri yang menjadikan dirinya berbeda dari orang lain. Lingkungan Teman Sebaya Begitu pula dalam kehidupan pertemanan. pemikiran. 3. Dalam semua itu individu menemukan telinga yang mau mendengarkan apa yang dikatakannya dan hati yang terbuka untuk bersatu dengannya. individu mencurahkan kepada teman– temannya apa yang tersimpan di dalam hatinya dari anggan–anggan. Suatu hal yang sulit bagi remaja menjauh dari temannya. tugasnya tidak hanya mengajar tetapi juga berperan sebagai pendidik yang menjadi pembentuk masa depan.namun tidak menutup kemungkinan pada beberapa remaja kondisi tersebut akan membuat dirinya tertekan. Dalam pengertian ini berarti proses pendidikan merupakan penciptaan penyesuaian antara individu dengan nilai–nilai yang 4 . pembentukan hubungan yang erat diantara kawan-kawan semakin penting pada masa remaja dibandingkan masa–masa lainnya. Ia adalah langkah pertama dalam pembentukan kehidupan yang menuntut individu untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. 2. Semakin mengerti akan dirinya. Ia mengungkapkan kepada mereka scara bebas tentang rencananya. Dengan demikian pengertian yang diterima dari temanya akan membantu dirinya dalam penerimaan terhadap keadaan dirinya sendiri. Maka individu akan semakin meningkat kebutuhannya dan berusaha menerima dirinya dan mengetahui kekuatan dan kelemahannya. dan perasaan. Demikian pula dengan guru. cemas dan stres. Lingkungan Sekolah Sekolah mempunyai tugas yang tidak hanya terbatas pada masalah pengetahuan dan informasi saja akan tetapi juga mencakup tanggung jawab pendidikan secara luas. Dengan demikian dia akan menemukan cara penyesuaian diri yang tepat sesuai dengan potensi yang dimilikinya. cita–citanya dan dorongan-dorongannya.

Misalnya gagal nonton film di gedung bioskop. Penyesuaian dengan substitusi atau mencari pengganti. Penyesuaian dengan melakukan eksplorasi (penjelajahan). Individu secara langsung menghadapi masalah dengan segala akibatnya. diharuskan oleh lingkungan menurut kepentingan perkembangan dan spiritual individu. c. Individu mencari bahan pengalaman untuk dapat menghadapi dan memecahkan masalahnya. Jadi disini peran guru sangat berperan penting dalam pembentukan kemampuan penyesuaian diri individu. Individu melakukan suatu tindakan coba-coba. dia pindah nonton TV. Individu mencoba menggali kemampuan-kemampuan khusus dalam dirinya. dan sebagainya. Penyesuaian dengan trial and error atau coba-coba. dan kemudian dikembangkan sehingga dapat membantu 5 . Bentuk-bentuk Penyesuaian Diri Menurut Sunarto dan Hartono (1995) terdapat bentuk-bentuk dari penyesuaian diri. D. e. konsultasi. Dalam melakukan penyesuaian diri secara positif. maka ia dapat memperoleh penyesuaian dengan jalan mencari pengganti. ia akan mencari bahan dalam upaya menyelesaikan tugas tersebut. jika menguntungkan diteruskan dan jika gagal tidak diteruskan. Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada cara kerja dan metode yang digunakan oleh pendidik dalam penyesuaian tersebut. b. Penyesuaian dengan menghadapi masalah secara langsung. d. dengan membaca buku. Misalnya seorang siswa yang terlambat dalam menyerahkan tugas karena sakit. antara lain: a. Jika individu merasa gagal dalam menghadapi masalah. maka ia menghadapinya secara langsung. ia mengemukakan segala masalahnya kepada guru. individu akan melakukannya dalam berbagai bentuk. diskusi. Misal seorang siswa yang merasa kurang mampu dalam mengerjakan tugas. Penyesuaian dengan menggali kemampuan pribadi.

lebih digunakan pendekatan fisik karena hereditas dipandang 6 . h. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri Secara keseluruhan kepribadian mempunyai fungsi sebagai penentu primer terhadap penyesuaian diri. E. Cara inilah yang disebut inhibisi. Individu melalui belajar akan banyak memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat membantu menyesuaikan diri. Misal seorang siswa yang mempunyai kesulitan dalam keuangan. Penentu penyesuaian identik dengan faktor-faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bartahap. Penyesuaian dengan belajar. 1. Misal seorang guru akan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak belajar tentang berbagai pengetahuan keguruan. Kondisi Fisik Seringkali kondisi fisik berpengaruh kuat terhadap proses penyesuaian diri remaja. individu harus mampu mengendalikan dirinya dalam melakukan tindakannya. Dalam mengidentifikasi pengaruh hereditas terhadap penyesuaian diri. f. Penentu berarti faktor yang mendukung. dan tindakan mana yang tidak perlu dilakukan. Individu berusaha memilih tindakan mana yang harus dilakukan. Penyesuaian dengan perencanaan yang cermat. Hereditas dan kondisi fisik. berusaha mengembangkan kemampuannya dalam menulis (mengarang). mempengaruhi. antara lain segi untung dan ruginya. g. atau menimbulkan efek pada proses penyesuaian. dari usaha mengarang ia dapat membantu mengatasi kesulitan dalam keuangan. Selain itu. Individu mengambil keputusan dengan pertimbangan yang cermat dari berbagai segi. penyesuaian diri. Aspek-aspek yang berkaitan dengan kondisi fisik yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri remaja adalah sebagai berikut: a. Secara sekunder proses penyesuaian ditentukan oleh faktor-faktor yang menentukan kepribadian itu sendiri baik internal maupun eksternal. Penyesuaian dengan inhibisi dan pengendalian diri.

Kesehatan fisik. kepercayaan diri. Kondisi fisik yang sehat dapat menimbulkan penerimaan diri. Sistem syaraf yang berkembang dengan normal dan sehat merupakan syarat mutlak bagi fungsi-fungsi psikologis agar dapat berfungsi secara maksimal yang akhirnya berpengaruh secara baik pula kepada penyesuaian diri. khususnya dalam memandang hubungan emosi dengan penyesuaian diri. Sebaliknya kondisi fisik yang tidak sehat dapat mengakibatkan perasaan rendah diri. Dengan kata lain. bahkan dalam hal tertentu. b. fungsi yang memadai dari sistem syaraf merupakan kondisi umum yang diperlukan bagi penyesuaian diri yang baik. sifat atau kecenderungan berkaiatan dengan konstitusi fisik maka akan semakin besar pengaruhnya terhadap penyesuaian diri. kecenderungan kearah malasuai (maladjusment) diturunkan secara genetis khusus nya melalui media temperamen. lebih dekat dan tak terpisahkan dari mekanisme fisik. Temperamen merupakan komponen utama karena dari temparamen itu muncul karakteristik yang paling dasar dari kepribadian. harga diri dan sejenisnya yang akan menjadi kondisi yang sangat menguntungkan bagi proses penyesuian diri. Termasuk ke dalam sistem utama tubuh yang memiliki pengaruh terhadap penyesuaian diri adalah sistem syaraf. atau bahkan menyalahkan diri sehingga akan berpengaruh kurang baik bagi proses penyesuaian diri. Sebaliknya penyimpangan didalam system syaraf akan berpengaruh terhadap kondisi mental yang penyesuaian dirinya kurang baik. 2. c. Kepribadian Unsur –unsur kepribadian yang penting pengaruhinya terhadap penyesuaian diri adalah sebagai berikut: 7 . kelenjar dan otot. Penyesuaian diri seseorang akan lebih mudah dilakukan dan dipelihara dalam kondisi fisik yang sehat daripada yang tidak sehat. Dari sini berkembang prinsip umum bahwa semakin dekat kapasitas pribadi. kurang percaya diri. Sistem utama tubuh.

Relisasi diri (self relization). serta karakteristik lainnya menuju pembentukan kepribadian dewasa. prinsip. Kemampuan pengaturan diri sesungguhnya muncul tergantung pada kualitas dasar lainnya yang penting peranannya dalam pemyesuaian diri. b. Kemampuan pengatauran diri dapat .a. baik buruknya penyesuaian diri seseorang ditentukan oleh kapasitas intelektualnya atau intelegensinnya. Kemauan dan kemampuan untuk berubah (modifiability). dan tujuan yang memainkan peranan penting dalam proses penyesuain diri. kemampuan untuk mengatur diri. Oleh sebab itu semakin kaku dan tidak ada kemauan serta kemampuan untuk merespon lingkungan. Telah dikatakan bahwa pengaturan kemampuan diri mengimplikasiakan potensi dan kemampuan kearah realisasi diri. yaitu kualitas intelegensi. penyesuaian diri membutuhkan kecenderungan untuk berubah dalam bentuk kemauan. Proses penyesuaian diri dan pencapaian hasilnya secara bertahap sangat erat kaitanya dengan perkembangan kepribadian. prilaku. Misalnya kualitas pemikiran seseorang dapat 8 . c. penghayatan nilai. penghargaan diri dan lingkungan.mengarahkan kepribadian normal mencapai pengendalian diri dan realisasi diri. Pengaturan diri (self regulation).nilai. Intelegensi. dan mengarahkan diri. Jika perkembangan kepribadain berjalan normal sepanjang masa kanak- kanak dan remaja. Semua itu unsur-unsur penting yang mendasari relaitas diri. Kemauan dan kemampuan untuk berubah merupakan karakteristik kepribadian yang pengaruhnya sangat menonjol terhadap proses pentyesuaian diri. Tidak sedikit. Sebagai suatu proses yang dinamis dan berkelanjutan. semakin besar kemungkinanya untuk mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. Pengaturan diri sama pentingnya dengan penyesuaian diri dan pemeliharaan stabilitas mental. tanggung jawab. dan karakteristik sejenis lainnya. sikap. di dalamnya tersirat portensi laten dalam bentuk sikap. d. Intelegensi sangat penting bagi perolehan gagasan. Kemapuan mengatur diri dapat mencegah individu dari keadaan malasuai dan penyimpangan kepribadian.

Pengalaman yang menyatakan adalah peristiwa-peristiwa yang dialami oleh individu dan dirasakan sebagai suatu yang mengenakkan. sebagain besar merupakan hasil perbuatan yang dipengaruhi oleh belajar dan kematangan. dan bahkan di rasa ingin mengulangnya kembali. yaitu (1) pengalaman yang menyehatkan (salutary experiences) dan (2) pengalaman traumatic (traumatic experinces). b. menyedihkan. mengasyikakan. Adapun pengalaman trauma adalah peristiwa-peristiwa yang dialami oleh individu dan dirasakan sebagai sesuatu yang sangat tidak mengenakkan. atau bahkan sangat menyakitkan sehingga individu tersebut sangat tidak ingin peristiwa itu terulang lagi. Latihan Latihan merupakan proses belajar yang diorientasikan kepada perolehan keterampilan atau kebiasaan. Oleh sebab itu. 3. Bersama-sama dengan kematangan. Proses Belajar Termasuk unsur-unsur penting dalam education atau pendidikan yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri individu antara lain: a. Pengalaman Ada dua jenis pengalaman yang memiliki nilai signifikan terhadap pross penyesuaian diri. Belajar Kemauan belajar merupakan unsur tepenting dalam penyesuaian diri individu karena pada umumnya respon-respon dan sifat-sifat kepribadian yang diperlukan bagi penyesuaian diri diperoleh dan menyerap kedalam diri individu melalui proses belajar. Oleh karena itu kemauan untuk belajar dan sangat penting karena proses belajar akan terjadi dan berlangsung dengan baik dan berkelanjutan manakalah individu yang bersangkutan memiliki kemauan yang kuat untuk belajar. Penyesuain diri sebagai suatu proses yang kompleks yang mencakup didalamnya proses psikologis dan sosiologis 9 . perbedaan pola-pola penyesuaian diri sejak dari yang normal sampai dengan yang malasuai. Pengalaman seperti ini akan dijadikan dasar untuk ditansfer oleh individu ketika harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. c. belajar akan muncul dalam bentuk kapasitas dari dalam atau disposisi terhadap respon. memungkinkan orang tersebut melakukan pemilihan dan mengambil keputusan penyesuain diri secara intelegensi dan akurat.

Kemudian individu mempelajari (memikirkan dan merasakan) kondisi dan keadaan dirinya serta mempelajari peluang. tergantung pada persepsi dan kemampuan individu dalam belajar. 4. 5. dkk. akhirnya lambat laun menjadi bagus dalam setiap penyesuaian diri dengan lingkungan baru. (2003) terdapat beberapa karakteristik penyesuaian diri yang positif. Proses Penyesuaian Diri Sugeng Haryadi. 2. tetapi melakukan latihan secara sungguh-sungguh. dan di sisi lain individu mendapat peluang atau tuntutan dari luar dirinya sendiri. kemampuan. Karakteristik ini mengandung pengertian bahwa orang yang mempunyai penyesuaian diri yang positif adalah orang yang sanggup menerima 10 . Karakteristik Penyesuaian Diri Positif Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu melakukan penyesuaian diri agar tercapai keseimbangan. (1995: 105) mengemukakan bahwa proses penyesuaian diri dapat ditunjukkan sebagai berikut: 1. G. maka memerlukan latihan yang sungguh-sungguh agar mencapai hasil penyesuaian diri yang baik. Mula-mula individu di satu sisi memiliki dorongan keinginan untuk memperoleh arti atau makna (eksistensi) dalam kehidupannya. Selanjutnya individu secara dinamis melakukan upaya-upaya menginteraksikan antara dorongan. tuntutan dan keterbatasan lingkungan hidupnya. Tidak jarang seseorang yang sebelumnya memiliki kemampuan penyesuaian diri yang kurang baik dan kaku. wajarlah bila tidak semua penyesuaian berhasil secara positif. diantaranya: 1. dan persepsi dengan peluang. F. ataupun kombinasi antara keduanya. tuntutan dan keterbatasan lingkungan hidupnya. 3. Upaya-upaya berupa suatu tindakan pada gilirannya dapat berupa tindak positif atau negatif. Menurut Hariyadi dkk. berhubung kebutuhan manusia sangat banyak dan terjadi dalam berbagai bidang. aktif atau pasif. Kemampuan menerima dan memahami diri sebagaimana adanya. Terjadilah tahap pemahaman tertentu tentang dirinya sendiri dan lingkungannya.

Hal ini bukan berarti bersikap pasif menerima keadaan yang demikian. Kemampuan bertindak sesuai dengan potensi. kelemahan-kelemahan. 11 . sesuai dengan perkembangan rasional dan perasaan. dapat menaruh kepercayaan terhadap lingkungan dan dapat menerima kenyataan terhadap keterbatasan maupun kekurangan-kekurangan dan lingkungan- nya. Perasaan aman mengandung arti pula bahwa orang tersebut mempunyai harga diri yang mantap. Memiliki perasaan yang aman dan memadai Individu yang tidak lagi dihantui oleh rasa cemas ataupun ketakutan dalam hidupnya serta tidak mudah dikecewakan oleh keadaan sekitarnya. sehingga secara terbuka pula ia mau menerima feedback dari orang lain. 3. Ia dalam berperilaku selalu bersikap mau belajar dari orang lain. Kemampuan menerima dan menilai kenyataan lingkungan di luar dirinya secara objektif. dan membenci apalagi merusak keadaan dirinya betapapun kurang memuaskan menurut penilaiannya. Rasa hormat pada manusia dan mampu bertindak toleran. kekurangan-kekurangan di samping kelebihan- kelebihannya. melainkan ada usaha aktif disertai kesanggupan mengembangkan segenap bakat. 2. dan mampu memperlakukan realitas atau kenyataan secara wajar untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Karakteristik ini ditandai oleh adanya pengertian dan penerimaan keadaan di luar dirinya walaupun sebenarnya kurang sesuai dengan harapan atau keinginannya. potensi. 5. sehingga timbul kepercayaan terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya. Orang yang memiliki penyesuaian diri positif memiliki ketajaman dalam memandang realita. kemampuan yang ada pada dirinya dan kenyataan objektif di luar dirinya. tidak lagi merasa terancam dirinya oleh lingkungan dimana ia berada. Individu tersebut mampu menghayati kepuasan terhadap keadaan dirinya sendiri. Hal ini terjadi perimbangan yang rasional antara energi yang dikeluarkan dengan hasil yang diperolehnya. 4. serta kemampuannya secara maksimal. Karakteristik ini ditandai oleh kecenderungan seseorang untuk tidak menyia-nyiakan kekuatan yang ada pada dirinya dan akan melakukan hal-hal yang jauh di luar jangkauan kemampuannya.

dan atas keinsyafan sendiri. Gangguan Penyesuaian ditandai dengan adanya tanda-tanda distres emosional yang lebih dari biasa. Menggolongkan “gangguan penyesuaian” sebagai sebuah gangguan mental yang memunculkan beberapa kesulitan. Individu mampu mematuhi dan melaksanakan norma yang berlaku tanpa adanya paksaan dalam setiap perilakunya. Karakteristik ini ditandai oleh kemampuan bersikap dan berbicara atas dasar kenyataan sebenarnya. Hal ini tercermin dalam memelihara tata hubungan dengan orang lain. yakni tata hubungan yang hangat penuh perasaan. karena tidak mudah mendefinisikan apa yang normal dan tidak normal dalam konsep gangguan penyesuaian. ada kemauan belajar dari keadaan sekitarnya. Reaksi maladaptif ini terlihat dari adanya tanda-tanda distres emosional yang lebih dari biasa dalam fungsi sosial. pekerjaan. H. dan sikapnya wajar. 9. 6. saat dituduh melakukan kejahatan. merupakan gangguan psikologis dan termasuk kelompok gangguan stres yang paling ringan. Diagnosis gangguan penyesuaian bisa ditegakkan bila reaksi terhadap stres tersebut tidak memenuhi kriteria diagnostik sindrom klinis yang lain seperti gangguan kecemasan. Terbuka dan sanggup menerima umpan balik. khususnya belajar mengenai reaksi orang lain terhadap perilakunya. Karakteristik Penyesuaian Diri Negatif Maladaptif (Gangguan Penyesuaian). Sikap dan perilakunya selalu didasarkan atas kesadaran akan kebutuhan norma. mempunyai pengertian yang dalam. Bila ada krisis dalam pekerjaan. Mampu bertindak sesuai dengan norma yang berlaku. mengalami kebanjiran. Memiliki kestabilan psikologis terutama kestabilan emosi. gempa atau badai. bisa dimengerti bila kita mengalami 12 . atau akademis. atau adanya kondisi distres emosional yang melebihi batas normal. serta selaras dengan hak dan kewajibannya. 7. 8.

rasa berdosa/bersalah. Kecemasan itu mempunyai segi yang disadari seprti rasa takut. Akibat dari penyesuaian yang negatif. Bila menghadapi problem menjadi panik. seseorang harus lebih dahulu (1) mengenal dan menerima diri. Untuk dapat menyesuaikan diri. (2) mengenal orang lain secara objektif. justru apabila kita tidak bereaksi akan mengalami “maladaptif”. 2. Anxiety (Kecemasan) Kecemasan adalah manifestasi dari berbagai proses emosi yang bercampur baur. Menggunakan pertahananan diri yang berlebihan. sehingga ia dapat menghindarkan tekanan-tekanan perasaan atau hal-hal yang membawa kepada frustrasi. Sedangkan accommodation dan conformity lebih bersifat pasif. Namun perbedaannya adjustment secara tidak langsung menyatakan adanya peranan yang lebih aktif pada diri individu. atau tidak sanggup ia menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapinya. (3) mengenal lingkungan secara positif. Gangguan jiwa (neurose) dan penyakit jiwa (psychose) adalah akibat dari tidak mampunya seseorang menghadapi kesukaran-kesukarannya dengan wajar. karena berulang kali merupakan kebiasaan yang menyimpang dari kenyataan. Penyesuaian diri yang negatif (maladaptif) adalah penyesuan diri yang menyimpang dari realita. terkejut. Pengertian lain penyesuaian diri (accommodation dan conformity) yaitu menegakkan hubungan yang harmonis dengan lingkungan fisik dan sosial.kecemasan atau depresi. Dari ketiga faktor ini seseorang dapat menguasai segala faktor dalam hidupnya. 13 . dan secara tidak langsung menyatakan suatu “penyerahan. tidak berdaya. Istilah adjustment. baik secara positif dan negatif. berupa: 1. Karena yang bersangkutan mengalami kegagalan dalam penyesuaian diri memungkinkan mengalami frustasi. konflik maupun kecemasan atau kegoncangan lain. Yang bersangkutan tidak dapat mengendalikan emosinya. sehingga tindakannya tidak sesuai dengan kenyataan. yang terjadi ketika orang sedang mengalami tekanan perasaan (frustrasi) dan pertentangan batin (konflik). dan bertindak sesuai dengan kemampuan dan kekurangan diri. Sebaliknya. diantaranya: a. atau rasa mengalah” untuk bisa mencapai keserasian atau keharmonisan. accommodation dan conformity sering digunakan pada makna yang sama (penyesuaian diri). terancam dan lainnya.

b. 14 . (1) Pertentangan antara dua hal yang sama-sama diingini. Kecemasan ada beberapa macam yaitu. dipenuhi kecemasan. yang semakin meninggi disebabkan oleh perintangan atau penghambatan. tetepi tidak mudah diambil keduanya (approach-approach conflict). (2) Pertentangan antara dua hal yang pertama diingini dan sedangkan yang kedua tidak diingini. Atau suatu keadaan ketegangan yang tidak menyenangkan. manusia bertindak atau bertingkahlaku untuk mencapai tujuan yaitu melayani kebutuhan yang sesuai dengan dorongan. (1) Cemas yang timbul karena akibat melihat dan mengetahui ada bahaya yang mengancam. (3) Cemas karena perasaan bersalah/dosa karena melakukan hal-hal yang berlawanan dengan keyakinan atau hati nurani. Dari satu segi ingin mencapainya dan dari segi lain ingin menghindarinya (approach-avoidance conflict). yang berlawanan atau yang bertentangan satu sama lain. Dengan kata lain frustrasi adalah suatu proses yang menyebabkan orang merasa akan adanya hambatan terhadap terpenuhinya kebutuhan- kebutuhannya. Frustrasi (Tekanan perasan) Frustrasi merupakan suatu rintangan atau penggagalan tingkah laku untuk mencapai sasaran.Juga ada segi-segi yang terjadi di luar kesadaran dan tidak bisa menghindari perasaan yang tidak menyenangkan tersebut. Frustrasi itu suatu keadaan perasaan yang disertai proses rintangan. Beberapa macam konflik. adalah terdapatnya dua macam dorongan atau lebih. (2) Cemas yang berupa penyakit. dan juga cemas dalam bentuk takut pada benda atau hal-hal tertentu. c. Konflik (Pertentangan batin) Konflik jiwa atau pertentangan batin. Bahwa frustrasi itu suatu proses dimana tingkah laku kita terhalang.  Frustration is a the state of feeling which accompanied the thwarting. Abe Arkoff memberikan defenisi frustrasi sebagai:  Frustration is a process which our behavior ic blocked. (3) Pertentangan antara dua hal yang tidak diingini (avoidance-avoidance conflict). Oleh karena kebutuhan. seperti yang tidak jelas sebabnya dan itu mempengaruhi keseluruhan pribadi. dan tidak mudah dipenuhi dalam waktu yang sama.

pertumbuhan dan perkembangan memerlukan proses yamg cukup unik. dan kematangan emosional. tekanan. mental. frustasi. Kondisi fisik. konformitas. faktor psikologis. dan kebudayaan juga mempengaruhi proses 15 . dan berbagai macam perilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan. dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan di mana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau salah. dan nilai yang ada dalam lingkungannya agar mampu ( survive ) dan terjadi keselarasan di dalamnya. kematangan. BAB III PENUTUP A. kondisi fisik. tuntutan. maka penyesuaian diri terhadap lingkungan hidup. Proses penyesuaian diri yang tertuju pada pencapaian keharmonisan antara faktor internal dan eksternal anak sering menimbulkan konflik. Selain faktor lingkungan. KESIMPULAN Manusia tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri. penguasaan. Penyesuaian diri adalah proses dimana seseorang mampu menempatkan dirinya sesuai dengan kebutuhan. Penyesuaian diri dapat diartikan adaptasi.

sangat penting penyesuaian diri untuk memudahkan dirinya dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekitarnya. M. http://www. memudahkan dalam interaksi dengan konseli. Oleh karena itu. sesuai dengan kebutuhan. B. Perkembangan Peserta Didik Cetakan ke 3.com/2010/06/04/penyesuaian-diri/ Fatimah. K. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. (2005). 2010. http://sarahdevina.com/kuliah/proses-penyesuaian-diri 16 .penyesuaian diri. (1998). 2012.wordpress. Malang: UMM Press. Sarah. “Penyesuaian Diri” (online). 2010. Psikologi Kepribadian.com/pengertian- penyesuaian-diri Ali. “Penyesuaian Diri” (online). Psikologi Perkembangan. “Proses Penyesuaian Diri” (online). 2010. Hariyadi. N. & Asrori.SARAN Konselor hendaknya memiliki pengembangan dalam kemampuan peyesuaian diri agar dapat mengetahui bagaimana mampu menempatkan dirinya. Semarang: IKIP Semarang Press. Bandung : Pusaka Setia. http://alytpuspitasari. Bandung: Mandar Maju. Made. DAFTAR PUSTAKA Admin.wordpress. Hygiene mental.com/2010/06/07/penyesuaian-diri Devina. M. dan nilai yang ada dalam lingkungannya agar mampu ( survive ) dan terjadi keselarasan didalam konseling. Jakarta : PT Bumi Aksar Alwisol. tuntutan. Kartono. Sugeng dkk. 2010.http://belajarpsikologi. (2006).sariyanta. “Penyesuaian Diri (online)”. Alytpuspitasari. (2000). Sariyanta.

(2004). B. 2009. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. Agung.com/2009/12/18/penyesuaian-diri-yang-salah Yusuf. http://kawitan. (1995). Jakarta: Rineka Cipta Wahjosumidjo. S.wordpress. Perkembangan Peserta Didik. “Penyesuaian Diri yang Salah” (online). Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset 17 .Sunarto & Hartono. Teguh.