BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu adalah kelenjar yang mengirimkan hasil
sekresinya langsung ke dalam darah yang beredar dalam jaringan kelenjar tanpa
melewati duktus atau saluran dan hasil sekresinya disebut hormon.
Hormon merupakan bahan kimia yang disintesa oleh kelenjar dibawah kontrol
genetic dan kemudian disekresikan menuju darah. Sistem endokrin mempunyai sel-
sel target spesifik di dalam tubuh dan mengontrol bermacam-macam fungsi
fisiologis. Perubahan pada fungsi kelenjar endokrin, hormon-hormon, atau aktifitas
sel target, biasanya mempunyai pengaruh yang cukup lama.
Secara umum sistem endokrin adalah sistem yang berfungsi untuk memproduksi
hormon yang mengatur aktivitas tubuh. Terdiri atas kelenjar tiroid, kelenjar
hipofisa/putuitari, kelenjar pankreas, kelenjar kelamin, kelenjar suprarenal, kelenjar
paratiroid dan kelenjar buntu. Beberapa dari organ endokrin ada yang menghasilkan
satu macam hormon (hormon tunggal) disamping itu juga ada yang menghasilkan
lebih dari satu macam hormon atau hormon ganda misalnya kelenjar hipofise sebagai
pengatur kelenjar yang lain.
Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan
fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan
homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat
dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar
hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya
dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih
oleh sistem saraf. Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka
sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.
Kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah . Kelenjar
endokrin initermasuk hepar, pancreas (kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara,
dan kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, Kelenjar eksokrin melepaskan
sekresinya kedalam duktus pada permukaan tubuh, sepertikulit, atau organ internal,
seperti lapisan traktusintestinal.
Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi, maka kadar hormon di dalam
darah bisa menjadi tinggi atau rendah, sehingga mengganggu fungsi tubuh.
Untuk mengendalikan fungsi endokrin, maka pelepasan setiap hormon harus diatur
dalam batas-batas yang tepat. Tubuh perlu merasakan dari waktu ke waktu apakah
diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon.Banyak penyakit endokrin yang
prosesnya lambat dan tidak ketahuan gejala-gejalanya, banyak fungsi tubuh yang
dikontrol oleh sistem endokrin merupakan sistem yang vital, disfungsi sistem ini
akan menimbulkan keadaan yang serius dan fatal.

1

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana Anatomi dan Fisisologi Sistem Endokrin ?

2. Apa yang termasuk kelenjar endokrin dan hormone yang dihasilkan?

3. Apa saja fungsi dari system endokrin?

4. Bagaimana karakteristik system endokrin?

5. Apa saja patofisiologi Sistem Endokrin?

6. Apa saja klasifikasi dari hormone?

7. Apa saja yang termasuk hormone utama?

8. Apa saja patofisiologi dari hormone?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui anatomi fisiologi sistem endokrin.
2. Mengetahui kelenjar dan hormone yang dihasilkan oleh system endokrin
3. Mengetahui fungsi sistem endokrin.
4. Mengetahui karakteristik sistem endokrin.
5. Mengetahui Patofisiologi Sistem Endokrin
6. Mengetahui klasifikasi Hormon
7. Mengetahui hormone utama dalam system endokrin
8. Mengetahui patofisiologi Hormon

1.4 Manfaat Penulisan

a. Secara akademis, makalah ini diharapkan dapat dijadikan sumber bacaan.

b. Secara teoritis, penelitian ini berguna untuk menambah pengetahuan

1.5 Metode Penulisan

Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah yang berjudul “Anatomi &
Fisiologi Sistem Endokrin” ini adalah Berdasarkan metode literature (pustaka) dan
mengintisarikan buku-buku pustaka dan informasi didapat dari jaringan internet.

2

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Anatomi Fisiologi Sistem Endokrin

Sistem endokrin adalah sistem kelenjar dan struktur lain yang mengeluarkan
sekret internal ( hormon) yang dilepaskan secara langsung ke dalam sistem sirkulasi,
mempengaruhi metabolisme dan proses tubuh lainnya.
Kelenjar endokrin biasa di sebut kelenjar buntu. Kelenjar tanpa melewati duktus
atau saluran dan hasil sekresinya di sebut hormon. Beberapa dari organ endokrin ada
yang menghasilkan satu macam hormon (hormon tunggal). Di samping itu juga ada yang
menghasilkan lebih dari satu macam hormon atau hormon ganda, misalnya kelenjar
hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain.
Kelenjar utama dari sistem endokrin adalah hipotalamus, hipofisis, tiroid ,
paratiroid, adrenal, pineal body, dan organ reproduksi (ovarium dan testis).Pankreas juga
merupakan bagian dari sistem ini; memiliki peran dalam produksi hormon serta dalam
pencernaan.
Berasal dari sel-sel epitel yang melakukan proliferasi ke arah pengikat sel epitel
yang telah berploriferasi dan membentuk sebuah kelenjar endokrin, tumbuh dan
berkembang dalam pembuluh kapiler. Zat yang dihasilkannya di sebut hormon, dialirkan
langsung ke dalam darah. Dalam keadaan fisiologis hormon mempunyai pengaturan
sendiri sehingga kadarnya selalu dalam keadaan optimum untuk menjaga keseimbangan
dalam organ yang berada di bawah pengaruhnnya, mekanisme pengaturan ini di sebut
sistem umpan balik negatif.
Sistem endokrin diatur oleh umpan balik dalam banyak cara yang sama bahwa
termostat mengatur suhu di kamar. Untuk hormon yang diatur oleh kelenjar hipofisis,
sinyal yang dikirimkan dari hipotalamus ke kelenjar pituitari dalam bentuk "releasing
hormone," yang merangsang hipofisis untuk mengeluarkan sebuah "stimulating
hormone" ke dalam sirkulasi.Hormon merangsang kemudian sinyal kelenjar target untuk
mengeluarkan hormon tersebut. Sebagai tingkat hormon ini meningkat dalam sirkulasi,
hipotalamus dan kelenjar hipofisis menutup sekresi hormon melepaskan dan hormon
merangsang, yang pada gilirannya memperlambat sekresi oleh kelenjar sasaran. Sistem
ini menghasilkan konsentrasi darah yang stabil dari hormon yang diatur oleh kelenjar
hipofisis.

3

Banyak dari hormon ini melepaskan hormon yang disekresikan ke dalam arteri (sistem portal hypophyseal) yang membawa mereka langsung ke kelenjar pituitari. dan suhu tubuh. maka harus menyesuaikan sesuai dengan sinyal yang berbeda baik internal maupun yang eksternal.1 Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan 1. Hipotalamus. Fungsi utama hipotalamus 'adalah homeostasis. Hipotalamus terletak di bagian tengah bawah otak. hormon-hormon melepaskan sinyal sekresi hormon-hormon. ia mengeluarkan hormon yang merangsang atau menekan pelepasan hormon di kelenjar pituitari. Ini bagian dari otak yang penting dalam regulasi kenyang. yaitu bermanfaat untuk menjaga tubuh agar tetap stabil dan dalam kondisi konstan. Termoregulasi dikendalikan melalui proses berkeringat dan saat 4 . Paparan sinar matahari merupakan sebuah sinyal yang jelas dan hal ini akan membantu mengatur siklus tidur dan bangun tidur. Hal ini merupakan bagian penting dari termoregulasi yang bertugas mengatur suhu tubuh. Sementara glucorticoids dan steroid mempengaruhi tanggapan seperti nafsu makan atau rasa haus.2.1. yang menyebabkan kelenjar pituitari untuk menghentikan pelepasan hormon pertumbuhan. Selain itu. Rangsangan yang berasal dari penciuman sering mempengaruhi hormon endokrin. Daerah anterior hipotalamus berada di depan dan memiliki tanggung jawab untuk beberapa fungsi. Karena berapa hipotalamus juga terhubung ke beberapa daerah dari sistem saraf pusat dan otak depan limbik. Dalam kelenjar hipofisis. Hipotalamus juga mengeluarkan hormon yang disebut somatostatin. metabolisme.

Kelenjar Hipofise Kelenjar Hipofisis (pituitary) disebut juga master of gland atau kelenjar pengendali karena menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar yanga seukuran kacang polong dan berat 0. Hormon Hipotalamus  Crticotropibn Releasing Hormon (CRH)  Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH)  Thyrotrpin Releasing Hormon (TRH)  Grrowth Hormon Inhibiliting Hormon (GHIH)  Plolachtin Releasing Fachtor (PRF)  Prolactin Inhibitory Factor (PIF)  Vasopresin (ADH)  Oxitosin Hipotalamus dan kelenjer hipofise/ pituitary membentuk satu kesatuan unit yang mengatur fungsi dari bebeerapa kelenjar endokrin : kelenjar tiroid . Fungsi memori juga akan dipengaruhi juga oleh daerah ini.Anda terengah-engah. Ini adalah penonjolan dari bagian bawah hipotalamus di dasar otak. Di tengah hipotalamus bertanggung jawab pada rasa haus dan lapar. rasa menggigil. Pada bagian belakang hipotalamus merupakan daerah posterior. Dapat di katakan sebagai kelenjar pemimpin. gonad dan berbagai aktivitas fisiologis lainnya.018 oz) pada manusia. 2. Wilayah tuberal juga memiliki tugas mengontrol tekanan darah dan denyut jantung. selain itu tidur serta siklus sirkadian juga diatur oleh daerah anterior. Bagian ini juga akan mengontrol peningkatan tekanan darah. serta pelebaran pupil. 5 . sebab hormon-hormon yang dihasilkannya dapat mempengaruhi pekerjaan kelenjar lainnya. terletak di dasar tengkorak yang memegang peranan penting dalam sekresi hormon dari semua semua organ-organ endokrin. adrenal.5 gram (0.

serta merangsang pertumbuhan tulang Hormone / GH) (terutama tulang pipa) dan otot. Hormon yang dihasilkan Fungsi dan gangguannya Hormon Somatotropin (STH). kekurangan 6 . Gambar : Hipopisis a) Hipofisis Anterior Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dapat dilihat pada gambar: Gambar : Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus anterior beserta organ targetnya Macam-macam fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dan gangguannya. Merangsang sintesis protein dan metabolisme Hormon pertumbuhan (Growth lemak.

Mengontrol pertumbuhan dan Hormon tirotropin atau Thyroid perkembangan kelenjar gondok atau Stimulating Hormone (TSH) tiroid serta merangsang sekresi tiroksin Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan aktivitas kulit ginjal Adrenocorticotropic hormone dan merangsang kelenjar adrenal (ACTH) untuk mensekresikan glukokortikoid (hormon yang dihasilkan untuk metabolisme karbohidrat) Membantu kelahiran dan Prolaktin (PRL) atau Lactogenic memelihara sekresi susu oleh hormone (LTH) kelenjar susu Hormon gonadotropin pada wanita : Merangsang pematangan folikel 1. ataupun tulang hidung yang disebut akromegali. rahang. jika kelebihan akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). akan menyebabkan pertumbuhan tidak seimbang pada tulang jari tangan. Luteinizing Hormone (LH) dalam ovarium dan menghasilkan progestron Hormone gonadotropin pada pria : Merangsang terjadinya spermatogenesis (proses 1. Interstitial Cell Stimulating untuk memproduksi testosteron dan 7 . Follicle Stimulating Hormone dalam ovarium dan menghasilkan (FSH) estrogen Mempengaruhi pematangan folikel 2. kaki. Jika kelebihan terjadi pada saat dewasa. hormon ini pada anak-anak-anak menyebabkan pertumbuhannya terhambat /kerdil (kretinisme). FSH pematangan sperma) Merangsang sel-sel interstitial testis 2.

c) Hipofisis Posterior Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus posterior beserta organ targetnya dapat dilihat pada gambar : Gambar : Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus posterior beserta organ targetnya Jenis hormon serta fungsi dari hipofisis posterior Hormon Fungsi Menstimulasi kontraksi otot polos pada Oksitosin rahim wanita selama proses melahirkan 8 . Hormone (ICSH) androgen b) Hipofisis Pars Media Jenis Hormon serta fungsi Hipofisis pars media Hormon Fungsi Mempengaruhi warna kulit individu. apabila hormon ini Hormon banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit menjadi hitam. dengan cara menyebarkan MSH (Melanosit Stimulating butir melanin.

cairan yang bersifat lekat yaitu koloid tiroid yang mengandung zat senyawa yodium dan dinamakan hormon tiroksin. karena cairan pada ginjal sudah diserap. Sekret ini mengisi vesikel dan dari sini berjalan ke aliran darah baik langsung maupun melalui saluran limfe. Jika cairan (plasma) dalam darah sedikit. kelenjar toroid ini dapat memproduksi hormon tiroksin. Selain itu. Kelenjer tiroid mempunyai kemampuan untuk menyimpan hormon tiroid dalam jumlah besar sekitar 23 minggu. melekat pada dinding laring. Fungsi kelenjar tiroid sangat erat dengan kegiatan metabolik. maka hipofisis akan mensekresikan ADH untuk melakukan reabsorpsi (penyerapan kembali) sehingga darah mendapatkan asupan cairan dari hasil reabsorpsi tersebut. Dengan demikian kadar cairan (plasma) dalam darah dapat kembali seimbang. disatukan oleh jaaringan ikat. Hiperfungsi menyebabkan penyakit eksoftamalik goiter. Menurunkan volume urine dan Hormon ADH meningkatkan tekanan darah dengan cara menyempitkan pembuluh darah Banyak sedikitnya cairan yang masuk dalam sel akan di deteksi oleh hipotalamus. diikat bersama oleh jaringan tiroid dan yang melintasi trakea di sebelah depan. 9 . maka urinenya kini bersifat pekat. Sel-selnya mengeluarkan sera. adapun fungsi kelenjar tiroid yaitu sebagai berikut : 1) Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi 2) Mengatur penggunan oksidasi 3) Mengatur pengeluaran karbon dioksida 4) Metabolik dalam hati pengaturan susunan kimia dalam jaringan 5) Pada anak memengaruhi perkembangan fisik dan mental Kelenjer tiroid mempunyai keunikan dibandingkan kelenjer endokrin lain karena : 1. Atas pengaruh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofise lobus anterior. Hipofungsi kelenjar ini menyebabkan penyakit kretinismus dan penyakit miksedema. Struktur kelenjar tiroid terdiri atas sejumlah besar vesikel-vesikel yang dibatasi oleh epitelium silinder. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang terdapat di dalam leher bagian depan bawah. Sekresi tiroid diatur oleh sebuah hormon dari lobus anterior kelenjar hipofise yaitu oleh hormon tirotropik. Kelenjar Tiroid Kelenjar Tiroid terdiri atas dua lobus yang terletak di sebelah kanan trakea. Adapun fungsi dari hormon tiroksin adalah mengatur pertukaran zat/ metabolisme dalam tubuh dan mengatur pertumbuhan jasmani dan rohani. 3.

Hormon tiroid T3 dan T4 memegang peranan penting dalam proses pertumbuhan serta proses meetabolisme hampir semua jaringan dan organ didalam tubuh Hormon yang dihasilkan dari kelenjar Tiroid beserta fungsinya : Hormon Fungsi Tiroksin (T4) Mengatur metabolisme. perkembangan dan kegiatan sistem saraf Kalsitonin Menurunkan kadar kalsium dalam darah dengan cara mempercepat absorpsi kalsium oleh tulang Efek Fisiologis Hormon Tiroid  Metabolisme  Pertumbuhan dan perkembangan  Efek kordiofaskuler  Hemopoetik  Pernapasan  Aktivitas saluran cerna  SSP  Suhu tubuh  Jenis penyakit tiroid yang utama:  Hipertiroidisme / Tirotoksikosis  Hipotiroidisme 10 . pertumbuhan. perkembangan. pertumbuhan. dan kegiatan system saraf Triiodontironin (T3) Mengatur metabolisme.2. Untuk sintesa horon tiroid dibutuhkan iodium.

b.  Hormon paratiroid meningkatkan kalsium darah dengan cara merangsang reabsorpsi kalsium di ginjal dan dengan cara penginduksian sel–sel tulang osteoklas untuk merombak matriks bermineral pada osteoklas untuk merombak matriks bermineral pada tulang sejati dan melepaskan kalsium ke dalam darah  Jika kelebihan hormon ini akan berakibat berakibat kadar kalsium dalam darah meningkat. e. Memelihara konsentrasi ion kalsium yang teteap dalam plasma.  Jika kekurangan hormon menyebabkan kekejangan disebut tetanus. dan pelepasan kalsium dari tulang. d. Mempercepat absorbsi kalsium di intestin. Mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat melalui ginjal. c. sehingga fungsinya menurunkan kalsium darah. Kelenjar Paratiroid  Berjumlah empat buah terletak di belakang kelenjar tiroid  Kelenjar ini menghasilkan parathormon (PTH) yang berfungsi untuk mengatur konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur : absorpsi kalsium dari usus. 11 .  Kalsitonin mempunyai fungsi yang berlawanan dengan PTH. ekskresi kalsium oleh ginjal. Gambar : kelenjar tiroid 4. hal ini akan mengakibatkan terjadinya endapan kapur pada ginjal. Kalsium berkurang. Menstimulasi dan mentraspor kalsium dan fosfat melalui membran sel. Fungsi kelenjar Pratiroid : a. hormon paratiroid menstimulasi resorpsi tulang sehingga menambah kalsium dalam darah.

Kelenjar timus terletak di dalam thorax kira-kira setinggi bifurkasi trakea. Kelenjar Timus Terletak di dalam mediastinum di belakang os sternum. warnanya kemerah-merahan dan terdiri atas 2 lobus. b. Setelah dewasa pertumbuhan akan kurang sehingga mengurangi aktivitas kelamin. Ukurannya bertambah besar pada masa remaja dari 30-40 gram kemudian berkerut lagi. Fungsi hormon kelenjar timus : a. Mengaktifkan pertumbuhan badan. kelenjar timus hanya dijumpai pada anak-anak di bawah 18 tahun.5. Suatu sumber dari sel yang mempunyai kemampuan imunologis. 6. Pada bayi baru lahir sangat kecil dan beratnya kira-kira 10 gram atau lebih sedikit. Sumber hormon timus mempersiapkan poliferasi dan maturasi sel-sel yang memepunyai kemampuan potensial imunologisdalam jaringan lain sehingga pertumbuhan meningkat masa bayi sampai remaja. Mengurangi aktifitas kelenjar kelamin. Kelenjar Adrenal 12 .

kelenjar adrenal terletak sejajar dengan tulang punggung thorax ke-12 dan mendapatkan suplai darah dariarteri adrenalis. kelenjar adrenal terletak di dalam tubuh. yang mengatur pembentukan kortikosteroid oleh kelenjar adrenal. Warna dan mutu kulit merupakan suatu tanda dari cara bekerja adrenal itu. mengubah glikogen menjadi glukosa dalam hati e. Kelenjar adrenal merupakan bagian dari suatu sistem yang rumit yang menghasilkan hormon yang saling berkaitan. Mineralokortikoid Mengontol metabolisme ion anorganik b. Kekurangan atau kelebihan setiap hormon kelenjar adrenal bisa menyebabkan penyakit yang serius yaitu Penyakit Addison. Padamanusia. terbagi atas dua bagian yaitu medula dan korteks. Hormon dari kelenjar anak ginjal dan prinsip kerjanya : Hormon Fungsi Bagian korteks adrenal a. Bila kulit nampak pucat. yang merangsang kelenjar hipofisa untuk melepaskan kortikotropin. Tiap kelenjar berbobot sekitar 4 gram. kulit kelihatan segar. bersama insulin mengatur kadar 13 . Fungsi kelenjar adrenal bisa berhenti jika hipofisa maupun hipotalamus gagal membentuk hormon yang dibutuhkan dalam jumlah yang sesuai. masing-masing menempel di atas ginjal sebagai topi. kelenjar anak ginjal. dilatasi bronkiolus noradrenalin b. vasokonstriksi pada arteri c. Bagian korteks berbobot sekitar 90% massa kelenjar Kelenjar adrenal yang sehat merupakan alat kecantikan yang paling baik di dunia. Kelenjar ini berpasangan. vasodilatasi pembuluh darah otak dan otot d. Fungsi adrenal yang normal memberikan warna kemerah-merahan dan terang kepada kulit biarpun kulit itu berwarna gelap. gerak peristaltik f. kelenjar adrenal (atau kelenjar suprarenalis) adalah kelenjar endokrin berbentuk segitiga yang terletak di atas ginjal (ad.Pada manusia. maka itu menandakan kurangnya aktivitas adrenal. "dekat" atau "di" + renes. Secara anatomi. Glukokortikoid Mengontrol metabolisme glukosa Bagian Medula Adrenal Kedua hormon tersebut bekerja sama dalam hal berikut : Adrenalin (epinefrin) dan a. "ginjal"). Hipotalamus menghasilkan CRH (Corticotrophin Releasing Hormone). Secara histologis. kisut. di sisi anteriosuperior (depan- atas) ginjal.

gula darah Gambar : kelenjar Adrenal 7. Insulin mempermudah gerakan glukosa dari darah menuju ke sel – sel tubuh menembus membrane sel. Kelenjar Pankreas  Kelenjar pankreas merupakan sekelompok sel yang terletak pada pankreas. Tubuh mengambil kelebihan glukosa dengan cara mensekresikan insulin untuk menyeimbangkannya pada kadar normal.  Di dalam otot glukosa dimetabolisasi dan disimpan dalam bentuk cadangan. maka kadar glukosa dalam darah akan naik karena tubuh mendapatkan glukosa dari pemecahan makanan tersebut.  Kelenjar pankreas menghasilkan hormon insulin dan glukagon. Glukagon berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa sehingga kadar glukosa naik. Contohnya pada saat kita berpuasa. Setelah makan. sehingga dikenal dengan pulau – pulau langerhans.  Di sel hati. Sebaliknya glukagon bekerja secara berlawanan terhadap insulin. Sebagai contoh. maka tubuh mensekresikan glukagon untuk menyeimbangkan kekurangan glukosa tersebut. Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan penyakit diabetes mellitus (kencing manis). Kenapa hal tersebut bisa terjadi? 14 . insulin akan meningkat setelah kita makan. Karena tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa ketika berpuasa.  Kadar glukosa yang tinggi dalam darah merupakan rangsangan untuk mensekresikan insulin. insulin mempercepat proses pembentukan glikogen (glikogenesis) dan pembentukan lemak (lipogenesis).

Insulin berperan mengubah glukosa menjadi glikogen agar dapat menurunkan kadar gula darah. maka glukosa dalam darah terus bertambah karena glukosanya tidak bisa dirubah menjadi glikogen. yang memicu sel –sel targetnya untuk mengambil kelebihan glukosa dari darah. yang mempengaruhi hati untuk menaikkan kadar glukosa darah. maka pancreas akan merespons dengan cara mensekresikan glukagon. 15 . Akibatnya urine yang dikeluarkannyapun mengandung glukosa. Jika seseorang tidak dapat memproduksi insulin. Gambar : Kelenjar Pankreas Peningkatan glukosa darah diatas titik pasang (sekitar 90mg/100ml pada manusia) merangsang pankreas untuk mensekresi insulin. Ketika kelebihan itu telah dikeluarkan atau ketika konsentrasi glukosa turun dibawah titik pasang.

Gambar : Pengaturan Kadar Gula 8. hormone estrogen dan hormone progesterone. Dia adalah bagian dari epithalamus. Kelenjar pineal berwarna abu-abu kemerahan dan sekitar ukuran sebutir beras (5–8 mm) pada manusia. Kelenjar ini menghasilkan sekresi interna dalm membantu pankreas dan kelenjar kelamin. Kelenjar Kelamin OVARIUM  Merupakan kelenjar kelamin wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur. Ia memproduksi serotonin turunan dari melatonin. seperti yang sering klasifikasi. dan dia terletak dekat dengan pusat otak. Kelenjar Pienalis Kelenjar pineal (juga disebut badan pineal. dan sering terlihat di tengkorak X-ray. Kelenjar pineal adalah struktur berbentuk garis tengah seperti buah pohon cemara . berlokasi hanya di rostro-dorsal dengansuperior colliculus dan dibelakang dan dibawah stria medullaris. epiphysis. terselip di sebuah alur di mana dua badan thalamus bulat bergabung. sebuah hormon yang mempengaruhi modulasi pola bangun/tidur dan fungsi musiman. di antara berposisi lateral badan thalamus.  Sekresi estrogen dihasilkan oleh folikel de Graaf dan dirangsang oleh FSH 16 . epiphysis cerebri. di antara dua belahan. Gambar : Kelenjar Pienalis 9. conarium atau "Mata ketiga") adalah sebuah kelenjar endokrin pada otak vertebrata. Bentuknya mirip dengan sebuah buah pohon cemara mungil (namanya karenanya).

Pada setiap siklus menstruasi. FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang perkembangan folikel-folikel di dalam ovarium (indung telur). Estrogen berfungsi menimbulkan dan mempertahankan tanda –tanda kelamin sekunder pada wanita. sehingga hipofisis mengeluarkan hormon yang kedua yaitu LH. serta kulit menjadi halus. 17 . Produksi hormon LH maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing hormonesyang disalurkan hipotalamus ke hipofisis. misalnya perkembangan pinggul. payudara.PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin.Pada umumnya hanya 1 folikel yang terangsang namun dapat perkembangan dapat menjadi lebih dari 1.  Progesteron dihasilkan oleh korpus luteum dan dirangsang oleh LH  Progesteron berfungsi mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima sel telur yang sudah dibuahi. b. c.LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH. Gambar : Regulasi hormon di ovarium  Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah: a.Estrogen ini menekan produksi FSH.FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH. dan folikel tersebut berkembang menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen.Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan menyebabkan pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen. Penyaluran RH dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus.

b. folikel de graaf menjadi matang sampai terjadi ovulasi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Bila tidak ada pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron. Masa sekresi. c.Di bawah pengaruh LH. Setelah ovulasi terjadi. dan pelepasan dari endometrium. Penurunan kadar hormon ini menyebabkan degenerasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim). Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu: a. dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi korpus luteum. maka korpus luteum tersebut dipertahankan. Gambar : Regulasi Hormon Wanita Testis Essentials 18 . suatu hormon gonadotropik). Setelah menstruasi berakhir. perdarahan. Apabila terdapat pembuahan dalam masa ovulasi. di bawah pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic hormones. Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium. Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari.Korpus luteum menghasilkan progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelenjar endometrium. Proses ini disebut haid atau menstruasi. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14.

Ini adalah androgen utama. Anatomi Testis Testis yang kembar organ berbentuk oval seukuran anggur besar. Mereka berada di dalam skrotum.  Gangguan testis disebabkan oleh terlalu sedikit produksi testosteron. dan kepadatan tulang. Testis mensekresi testosteron. testis juga memiliki perbedaan menjadi kelenjar endokrin karena mereka mengeluarkan testosteron-hormon yang sangat penting untuk perkembangan normal karakteristik fisik laki-laki.Lingkungan pendingin diperlukan untuk produksi sperma yang sehat. yang merupakan istilah untuk zat yang merangsang dan / atau mempertahankan pengembangan maskulin. ia menyediakan suhu pendingin untuk organ. Gambar : Kelenjar testis Testosteron: Hormone dari Testis Testosteron diperlukan untuk pembangunan fisik yang tepat dalam anak laki-laki.  Pada usia dewasa. Sementara lokasi ini membuat testis rentan terhadap cedera (mereka tidak memiliki otot atau tulang untuk melindungi mereka). yang diperlukan untuk pembangunan fisik yang tepat dalam anak laki-laki. Testis (buah zakar atau) adalah sepasang organ yang memproduksi sperma yang menjaga kesehatan sistem reproduksi laki-laki. termasuk:  Perkembangan yang sehat dari organ seks pria  Pertumbuhan rambut wajah dan tubuh 19 . testosteron terlibat dalam banyak proses transisi seorang anak ke kedewasaan. Selain peran mereka dalam sistem reproduksi laki-laki. testosteron mempertahankan libido. Testis dikenal sebagai gonad. Selama pubertas. yang merupakan kantong longgar kulit yang menggantung di luar tubuh belakang penis. kekuatan otot. Rekan perempuan mereka adalah ovarium .

hipotalamus memberitahu kelenjar pituitari untuk membuat sedikit LH. Gangguan dari Testis: Hipogonadisme Hipogonadisme adalah gangguan testis terkait dengan testosteron rendah .  Menurunkan suara  Peningkatan tinggi  Peningkatan massa otot  Pertumbuhan jakun Pentingnya testosteron tidak terbatas pada pubertas. termasuk:  Penurunan gairah seks  Massa otot berkurang  Jumlah sperma rendah (mengurangi kesuburan)  Hilangnya rambut tubuh 20 . yang memberitahu testis untuk mengurangi kadar testosteron. Luteinizing hormone (LH) merangsang produksi testosteron. Hipotalamus mengirim sinyal ke kelenjar pituitari untuk melepaskan zat gonadotrophic (folikel merangsang hormon dan luteinizing hormone). Memiliki kadar testosteron yang terlalu rendah menyebabkan berbagai masalah. hormon merupakan bagian integral dalam berbagai fungsi. Jika terlalu banyak testosteron diproduksi. Sepanjang masa dewasa. seperti:  Menjaga libido  Produksi sperma  Mempertahankan kekuatan otot dan massa  Mempromosikan kepadatan tulang yang sehat Produksi testosteron The hipotalamus dan kelenjar hipofisis bagaimana banyak kontrol testosteron testis memproduksi dan mengeluarkan.

Melakukan respons korektif dan adaptif ketika terjadi situasi darurat 2. Primer mengacu cacat dengan testis. dan radiasi atau kemoterapi. Menstimulasi urutan perkembangan 3. seperti tumor hipofisis (yang negatif mempengaruhi kemampuan hipofisis untuk berfungsi normal) dan kadar prolaktin yang tinggi (terlalu banyak hormon menyebabkan penurunan kadar testosteron)  Pengobatan  Kondisi testis berbasis. namun semua hormon mempunyai karakteristik berikut. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal dan ini paling sering hasil dari:  Penuaan  Cacat pada hipofisis dan / atau hipotalamus. seperti cedera parah. semua bisa menguras kadar testosteron Testis memainkan peran penting tidak hanya dalam sistem reproduksi laki-laki. Pelepasan hormon testosteron merupakan bagian integral dari perkembangan yang sehat dari karakteristik fisik laki-laki. 2. tetapi dalam sistem endokrin juga. Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang 2. Memelihara lingkungan internal optimal 5.Hormon disekresi dalam salah satu dari tiga pola berikut: 21 . dan sekunder melibatkan masalah pada kelenjar pituitari yang secara tidak langsung mempengaruhi produksi testosteron.3 Karakteristik Sistem Endokrin Meskipun setiap hormon adalah unik dan mempunyai fungsi dan struktur tersendiri. Mengkoordinasi sistem reproduktif 4. Ada dua jenis hipogonadisme primer dan sekunder.2 Fungsi Sistem Endokrin Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum : 1.

2.Hormon bekerja dalam sistem umpan balik. Hormon secara konstan di reactivated oleh hepar atau mekanisme lain dan diekskresi oleh ginjal. seorang anak bisa berhenti tumbuh di ketinggian. Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan tergantung pada kadar subtrat lainnya.impaired glucose tolerance. diabetes mellitus dan disfungsi gonadal yang berakibat pada berlebihnya rasio serum hormon kortisol. hipertensi. Gigantisme (acromegaly) Gangguan endokrin yang terjadi karena kelebihan growth hormonesebelum pubertas. Jika kadar hormon pertumbuhan terlalu rendah. 22 . Pertumbuhan berlebihan akibat pelepasan hormon pertumbuhan berlebihan pada masa anak-anak dan remaja (sebelum pubertas). Hormon mempunyai fungsi dependen dan interdependen. Hormon paratiroid disekresi dalam berespons terhadap kadar kalsium serum. 2. hormon hanya mempengaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang sesuai. Gangguan endokrin lainnya meliputi: 1. Diabetes adalah gangguan endokrin yang paling umum didiagnosis di Amerika Serikat. Hormon mengontrol laju aktivitas selular. Dwarfisme Gejala hiporsekresi (kekurangan) hormon pertumbuhan pada masa anak-anak yang menyebabkan cebol. Sekresi diurnal adalah pola yang naik dan turun dalam periode 24 jam. seperti bulanan. Pelepasan hormon dari satu kelenjar sering merangsang pelepasan hormon dari kelenjar lainnya. Jika kelenjar pituitary memproduksi hormon pertumbuhan terlalu banyak. Estrogen adalah non siklik dengan puncak dan lembahnya menyebabkan siklus menstruasi. b. Kadar kortisol meningkat pada pagi hari dan menurun pada malam hari. yang melakukan fungsi spesifik. yang memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal. Penyakit Cushing (Sindrom Cushing) Sindrom yang disebabkan oleh berbagai penyakit seperti obesitas.a. Hormon tidak mengawali perubahan biokimia. 3. Kortisol adalah contoh hormon diurnal. tulang anak dan bagian tubuh dapat tumbuh tidak normal cepat. c.4 Patofisiologi Sistem Endokrin Ada berbagai jenis gangguan sistem endokrin. Pola sekresi hormonal pulsatif dan siklik naik turun sepanjang waktu tertentu.

Kondisi serupa disebut sindrom cushing bisa terjadi pada orang. 6. 4. Kelainan akibat hipotiroidisme adalah Kretinisme 7. Perubahan patologis yang terjadi akibat hiperparatiroidisme adalah: tulang mudah patah. Beberapa neoplasia endokrin I dan II (MEN I dan II MEN). Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid terlalu banyak. yang mengambil dosis tinggi obat kortikosteroid. Penyebab paling umum untuk tiroid yang terlalu aktif adalah suatu gangguan autoimun yang disebut penyakit Grave. Kelenjar kurang aktif dapat menyebabkan perkembangan melambat pada anak-anak. Hypothyroidisme Suatu efek hormon tiroid berkurang dimana kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup. Ini. Mereka menyebabkan tumor paratiroid. Hypopituitarisme Adalah hilangnya fungsi lobus anterior kelenjar hiposfisa terutama pada bagian anterior. 8. dan gugup. Hiperparatiroidisme Terjadi karena produksi (sekresi) berlebih hormon paratiroid (PTH). adrenal. dan kelenjar tiroid. Adrenal insufisiensi 23 . 10. Penyakit Chusing yang ditandai dg kelebihan kortikotropin yg diproduksi oleh kelejar hipofisis (80% kasus). terutama anak-anak. hormon asam amino polipeptida. Wanita dengan kondisi ini mungkin berhenti mendapatkan menstruasi. menyebabkan kelelahan. Beberapa jenis hipotiroidisme yang hadir pada saat lahir. kondisi genetik langka yang diturunkan melalui keluarga. Ini mungkin disebabkan oleh sejumlah penyakit yang berbeda. 5. menyebabkan penurunan berat badan. Kelenjar pituitari melepaskan hormon sedikit atau tidak ada. Hiperpituitarisme Merupakan suatu sekresi yang berlebihan hormon hipifisis anterior yang terjadi akibat adanya tumor. sembelit. menyebabkan kelebihan produksi hormon. denyut jantung yang cepat. Hipertiroidisme (tirotoksikosis) Adalah suatu kelebihan sekresi hormonal yang tidak seimbang pada metabolisme. kulit kering. 9. berkeringat. dan depresi. Goiter (gondok) Kelenjar tiroid yang membesar disertai hipofungsi maupun hiperfungsi tiroid.Kelebihan produksi hormon korteks adrenal (khususnya kortisol) dan hormon androgen serta aldosteron.

11. Tumor tiroid Adalah neoplasma unik pada kelenjar tiroid yang sangat kerap disertai dengan metastasispada organ yang jauh dari lokasi primer. 16. Aldosteronisme primer Adalah merupakan keadaan klinis yang sebabkan oleh produksi aldosteron “suatu hormon steroid mineralokortikoid korteks adrenal “ secara berlebih. Gejala termasuk kelelahan. Tumor hipofisis Adalah sesorang yang menderita tumor pada selaput kecil pada otak. Hipofisektomi Merupakan suatu tindakan pengangkatan adenoma hipofise melalui pembedahan. 14. PCOS adalah penyebab utama infertilitas. dan perubahan kulit. sakit perut. 18. Addison Adalah kerusakan kelenjar adrenal yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hormon korteks adrenal. 19. dehidrasi. Kelebihan produksi androgen mengganggu perkembangan telur dan pembebasan mereka dari indung telur perempuan. Hipoparatiroid Adalah penurunan produksi hormon oleh kelenjar paratiroid menyebabkan kadar kalsium dalam darah rendah. Dewasa sebelum 24 .. Penyakit Addison adalah jenis insufisiensi adrenal. Pangkreatitis Adalah peradangan pada pangkreas yang dapat mengeluarkan enzim pencernaan dalam saluran pencernaan sekaligus mensintesis dan mensekresi insulin dan glukagon.Kelenjar adrenal melepaskan terlalu sedikit hormon kortisol dan kadang-kadang. 13. aldosteron. 17. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). 15. 12. Tiroiditis Adalah sutu peradangan pada kelenjar tiroid yang disebabkan infeksi viral seperti HFV dan virus beguk pada tiroiditis subakut.

Hormon metabolisme : proses homeostasis glukosa dalam tubuh diatur oleh bermacam- macam hormon. Diabetes Militus (DM) Gangguan metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia (meningkatnya kadar gula dalam darah) akibat kurangnya hormon insulin. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar gonad.Hormon perkembangan: hormon yang memegang peranan di dalam perkembangan dan pertumbuhan. Ada 3 (tiga) jenis DM yang dikenal. Terjadi penurunan sensitivitas terhadap insulin. 20. b.Abnormal pubertas dini yang terjadi ketika kelenjar memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan hormon seks terlalu cepat dalam hidup. DM Gestasional (DM Kehamilan) : Muncul saat kehamilan Penyebab : 1. d. dan katekolamin. Biasanya terjadi sebelum usia 30 tahun. DM Tipe I : Bergantung insulin. contoh glukokortikoid. toksin. yaitu : 1. meskipun bisa pada umur berapun. Hormonpengatur metabolisme air dan mineral : kalsitonin dihasilkan oleh kelenjar tiroid untuk mengatur metabolisme kalsium dan fosfor.Hormon tropik : dihasilkan oleh struktur khusus dalam pengaturan fungsi endokrin yakni kelenjar hipofise sebagai hormon perangsang pertumbuhan folikel (FSH) pada ovarium dan proses spermatogenesis (LH). makanan. DM Tipe II : Tidak bergantung insulin. 21.5 Klasifikasi Hormon a. Hereditas (faktor keturunan) 2. Lingkungan (infeksi. 3. 2. Terjadi pada usia 40 tahun. 4. Perubahan gaya hidup pada orang yang secara genetik rentan. menurunnya efek insulin atau keduanya. glukagon. 2.waktunya pubertas.6 Hormon Utama 25 . c. Diabetes Insipidus Adalah suatu keadaan yang di tandai rasa haus di akibatkan karena kurangnya hormon antidiuretik (hormon vasopresin). stres) 3. Kehamilan 2. Resistensi insulin yang disertai defek sekresi insulin dengan derajat bervariasi.

Yang Hormon Fungsi menghasilkan Aldosteron Kelenjar adrenal Membantu keseimbangan garam & air dengan cara menahan garam & air serta membuang kalium Antidiuretik(vasopresin Kelenjar Hipofisa Menyebabkan ginjal ) menahan air Bersama dengan aldosteron.tekanan darah & luas kekuatan otot diseluruh tubuh 3. membantu mengendalikan tekanan Darah Kartikosteroid Kelenjar adrenal Anti peradangan memiliki efek Mempertahankan kadar gula yang darah. Membantu mengendalikan tekanan darah Kartikotropin Kelenjar Hipofisa Mengendalikan pembentukan & pelepasan hormon oleh korteks adrenal Eritropoietin Ginjal Merangsang pembentukan sel darah merah Estrogen Indung telur Mengendalikan perkembangan ciri seksual & sistem reproduksi wanita Glukagon Pankreas Meningkatkan adar gula darah Hormon pertumbuhan Kelnjar hipofisa Mengendalikan pertumbuhan & perkembangan Meningkatkan pembentukan protein 26 .

pembentukan otot.Insulin Pankreas Menurunkan kadar gula darah Mempengaruhi metabolisme glukosa.protein & lemak di seluruh tubuh LH (Luteinizing Kelenjar hipofisa Mengendalikan fungsi Hormone) reproduksi (pembentukan sperma & FSH (Follicle smentum. 27 .siklus menstruasi) Mengendalikan ciri seksual pria & wanita (penyebaran rambut. tekstur & ketebalan kulit.pematangan sel Stimulating Hormone) telur. suara & bahkan mungkin sifat kepribadian Oksitosin Kelenjar hipofisa Menyebabkan kontraksi otot rahim & saluran susu di payudara Hormon Paratiroid Kelenjar Mengendalikan pembentukan paratiroid tulang Mengendalikan pelepasan kalsium & fosfat progesteron indung telur Mempersiapkan lapisan rahim untuk penanaman sel telur yang telah dibuahi Mempersiapkan kelenjar susu untuk menghasilkan susu Polaktin Kelenjar Hiposa Memulai & mempertahankan pembentukan susu di kelenjar susu Renin & angiotensin Ginjal Mengenalikan tekanan darah Hormon Tiroid Kelenjar Tiroid Mengatur pertumbuhan.

kedua yaitu mengaktifkan gen-gen di dalam sel. berarti hormon menyebabkan peningkatan aktifitas perangsangan sehingga meningkatkan pelepasannya. yang berikatan dengan permukaan dalam dari membran sel. Hormon dapat bekerja di dalam sel yang menghasilkan hormone itu sendiri (autokrin). gen akan mensitesa mesenger RNA (mRNA) dan pada akhirnya protein (misalnya enzim. Penyebab lain adalah gangguan transport di dalam sel yang mensintesis atau gangguan pelepasan. hormon akan mempengaruhi cara sel berfungsi dengan satu atau dua metoda : Pertama melalui penggunaan mediator intraselular dan. pematangan & kecepatan metabolisme TSH (Tyroid. kerja sel akanmengalami sedikit perubahan. Istilah pengontrolan digunakan bila pelepasan hormon dipengaruhi secara bebas dari efek hormonalnya. Misalnya.Kelenjar Hipofisa Merangsang pembentukan & Stimulating Hormone) pelepasan kelenjar tiroid Aktivasi Sel-Sel Target : Manakala hormon mencapai sel target. ketika hormon pankreatik glukagon berikatan dengan sel-sel hepar. Pelepasannya bergantung pada perangsangan atau penghambatan melalui faktor yang spesifik. atau jika sel penghasil hormon tidak cukup sensitive dalam bereaksi 28 . steroid). mempengaruhi sel sekirtar (parakrin). Substansi inimempengaruhi reaksi dan proses selular.Hal ini biasanya melalui penurunan faktor perangsangan dan pengaruhnya menyebabkan berkurangnya pelepasan hormon tertentu. kenaikan kadar AMP meningkatkan pemecahan glikogen menjadi glukosa.7 Patofisiologi Hormon Hormon berperan mengatur dan mengontrol fungsi organ. Jika hormon mengaktifkan sel dengan berinteraksi dengan gen. atau mencapai sel target di organ lain melalui darah (endokrin). Ketika hormon melekat pada sel. Defisiensi hormon dapat juga terjadi jika kelenjar hormon tidak cukup dirangsang untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Beberapa rangsangan pengontrolan dan pengaturan yang bebas dapat bekerja pada kelenjar penghasil hormon. hormon berikatan dengan reseptor dan memperlihatkan pengaruhnya melalui berbagai mekanisme transduksi sinyal selular. berarti terdapat siklus pengaturan dengan umpan balik negatif. Pada beberapa kasus. Di sel target. terdapat umpan balik positif (jangka yang terbatas). Salah satu mediator intraselular adalah cyclic adenosine monophosphate (cAMP). Berkurangnya pengaruh hormon dapat disebabkan oleh gangguan sintesis dan penyimpanan hormon. 2.

hormon tidak akan berpengaruh. tetapi bagian yang terikat dengan protein. misalnya defek enzim. adenoma). Penyebab meningkatnya pengaruh hormon meliputi. Pada hormon yang berikatan dengan protein plasma. jika pengubahan ini tidak mungkin dilakukan. yang pertama peningkatan pelepasan hormon. atau terlau banyak jumlah sel penghasil hormon (hyperplasia. Peningkatan sensitivitas. Kelebihan hormon dapat juga disebabkan oleh pembentukan hormon pada sel tumor yang tidak berdiferensiasi diluar kelenjar hormonnya (pembentukan hormon ektopoik). hormon tidak dapat menunjukkan efeknya.terhadap rangsangan. Beberapa hormon mula-mula harus diubah menjadi bentuk efektif di tempat kerjanya. Hal ini dapat disebabkan oleh pengaruh rangsangan tunggal yang berlebihan. BAB 3 PENUTUP 29 . Pemecahan dapat diperlambat dengan meningkatnya hormon ke protein plasma. Peningkatan kerja hormon juga diduga terjadi jika hormone dipecah atau diinaktifkan terlalu lambat. atau jika sel panghasil hormon jumlahnya tidak cukup (hipoplasia. Namun. Berbagai penyebab yang mungkin adalah penginaktifan hormon yang terlalu cepat atau kecepatan pemecahannya meningkat. aplasia). pada sisi lain. hormon akan keluar dengan dipecah atau dieksresi melalui ginjal. missal pada gangguan inaktivasi organ (ginjal atau hati). lama kerja hormon bergantung pada perbandingan hormon yang berikatan. Dalam bentuk terikat. akibat kerusakan pada reseptor hormone atau kegagalan transmisi intra sel) atau ketidakmampuan fungsional dari sel atau organ target . Kerja hormon dapat juga tidak terjadi karena target organ tidak berespons (misal.

Pengertian dan Fungsi Hipotalamus. 3. seperti virus atau kesalahan mengkonsumsi makanan. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan.1 Kesimpulan Sistem endokrin adalah sistem kelenjar dan struktur lain yang mengeluarkan sekret internal ( hormon) yang dilepaskan secara langsung ke dalam sistem sirkulasi. dalam kaitannya dengan sistem saraf. pengaturan pertumbuhan dan perkembangan dan kontrol perkembangan seksual dan reproduksi. Sistem endokrin. Goiter (gondok). http://macamx. Diabetes Insipidus.Sistem endokrin memiliki fungsi untuk mempertahankan hemoestatis.org/wiki/Kelenjar_pineal : 26 Maret 15 Anonim. http://en. Kelenjar Pineal. Pituatari Gland. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. http://id. Untuk itu jagalah kesehatan anda agar selalu dapat beraktivitas dengan baik.org/wiki/Pituitary_gland : 26 Maret 15 30 . Tumor tiroid. Ada berbagai jenis gangguan sistem endokrin seperti Dwarfisme. dan lain-lain. disfungsi sistem ini akan menimbulkan keadaan yang serius dan fatal. 2015.wikipedia. Penyakit Cushing (Sindrom Cushing). DAFTAR PUSTAKA Anonim. namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Banyak fungsi tubuh yang dikontrol oleh sistem endokrin merupakan sistem yang vital.wikipedia. 2014. mengontrol dan memadukan fungsi tubuh.com/ : 26 Maret 15 Anonim. membantu mensekresikan hormon-hormon yang bekerja dalam sistem persyarafan. 3. Gigantisme (acromegaly) .2 Saran Pada sistem endokrin ditemukan berbagai macam gangguan dan kelainan. mempengaruhi metabolisme dan proses tubuh lainnya. baik karena bawaan maupun karena faktor luar. .

Anonim.com/2014/06/parathyroid_glands.wordpress.png : 26 Maret 15 Anonim.blogspot.html : 26 Maret 2015 2012.pustakasekolah. 2014 https://ameliarahmawati3. Kelenjar Kelamin http://humanhormone.2010.com/wp-content/uploads/2012/08/kelenjar-tiroid.files.com/p/kelenjar- kelamin. http://www.jpg : 26 Maret 15 31 .