You are on page 1of 2

Kecelakaan Kerja di Laboratorium

Kecelakaan kerja dapat terjadi kapan saja dan
dimana saja yang dapat menimpa setiap pekerja. Kecelakaan kerja dapat menyebabkan
kerugian bagi pekerja dan juga yang memperkerjakan. Maka dari itu mengidentifikasi bahaya
kerja akan mengurangi bahka mencegah bahaya melalui pengedalian bahaya kerja yang
dilakukan melalui hasil analisa identifikasi bahaya kerja.

Agar penanganan dari hasil identifikasi lebih maksimal maka perlu dilakukan sebuah
penilaian resiko. Penilaian resiko adalah metode sistematis dalam melihat aktifitas kerja,
memikirkan apa yang akan menjadi buruk, dan memutuskan untuk mencegah terjadinya
kerugian, kerusakan, dan cidera di tempat kerja.

Terjadinya kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh beberapa hal, tetapi analisis terjadinya
kecelakaan kerja menunjukan bahwa hal-hal berikut adalah sebab-sebab terjadinya
kecelakaan kerja di laboratorium :

1. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang bahan kimia dan proses-proses serta
perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan

2. Kurangnya kejelasan petunjuk kegiatan labolatorium dan juga kurangnya pengawasan
yang dilakukan selama melakukan kegiatan labolatorium.

3. Kurangnya bimbingan terhadap siswa atau mahasiswa yang sedang melakukan
kegiatan labolatorium.

4. Kurangnya atau tidak tersedianya perlengkapan keamanan dan perlengkapan
perlindungan kegiatan labolatorium.

5. Kurang atau tidak mengikuti petunjuk atau aturan-aturan yang semestinya harus
ditaati.

6. Tidak menggunakan perlengkapan pelindung yang seharusnya digunakan atau
menggunakan peralatan atau bahan yang tidak sesuai.

7. Tidak bersikap hati-hati di dalam melakukan kegiatan.

dan lain-lain.Kecelakaan di laboratorium dapat berbentuk 2 jenis yaitu : 1. Akibatnya :  Ringan: memar  Berat: fraktura. Pencegahannya : Konstruksi bangunan yang tahan api. Beberapa contoh kecelakaan yang banyak terjadi di laboratorium :  Terpeleset. pengawasan terhadap terjadinya kemungkinan timbulnya kebakaran didalam laboratoruim . Kecelakaan kerja.  Risiko terjadi kebakaran (sumber: bahan kimia. memar otak. jangan pakai sepatu dengan hak tinggi. sistem penyimpanan yang baik dan terhadap bahan- bahan yang mudah terbakar. bahan yang mudah terbakar dan panas. Terpeleset dan terjatuh adalah bentuk kecelakaan kerja yang dapat terjadi di laboratorium. Kebakaran terjadi bila terdapat 3 unsur bersama sama yaitu: oksigen.  Timbul keracunan akibat kurang hati-hati. Pencegahannya : Pakai sepatu anti slip. jika yang menjadi korban adalah petugas laboratorium itu sendiri. Akibatnya :  Timbulnya kebakaran dengan akibat luka bakar dari ringan sampai berat bahkan kematian. hati-hati bila berjalan pada lantai yang sedang dipel (basah dan licin) atau tidak rata konstruksinya dan pemeliharaan lantai dan tangga. Kecelakaan medis. dislokasi. jika yang menjadi korban adalah pasien. kompor) bahan desinfektan yang mungkin mudah menyala (flammable) dan beracun. 2. tali sepatu longgar. biasanya karena lantai licin.